Kondisi

Sorotan terbaru dari Tag # Kondisi

Krisis Selalu Ada, Menunggu Kondisi Ideal Justru Bisa Bikin Investor Kehilangan Peluang Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Krisis Selalu Ada, Menunggu Kondisi Ideal Justru Bisa Bikin Investor Kehilangan Peluang

Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika ekonomi global masih dibayangi berbagai ketidakpastian, banyak calon investor masih bertanya: apakah sekarang waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi? Ketika pasar bergerak fluktuatif, suku bunga berubah, dan sentimen geopolitik memengaruhi ekonomi dunia, tidak sedikit yang memilih menunggu hingga kondisi dianggap lebih aman sebelum mengambil keputusan investasi. Padahal, jika melihat perjalanan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, ketidakpastian bukanlah sesuatu yang bersifat sementara. Mulai dari pandemi Covid-19 pada 2020, penyebaran varian Delta dan Omicron pada 2021, lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga global pada 2022, konflik Rusia-Ukraina pada 2023, kekhawatiran resesi serta perkembangan artificial intelligence yang memicu volatilitas pasar pada 2024, perang tarif Amerika Serikat pada 2025, hingga memanasnya konflik di Timur Tengah sepanjang 2026. Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa selalu ada faktor baru yang memengaruhi pasar dan membentuk sentimen investor. Bagi Chief Marketing Officer (CMO) Nanovest, Jovita Widjaja, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus menunda investasi. Menurutnya, ketidakpastian merupakan bagian dari siklus pasar yang akan selalu ada. Karena itu, keputusan investasi tidak seharusnya didasarkan pada ada atau tidaknya krisis, melainkan pada tujuan keuangan dan strategi investasi yang konsisten. "Kalau melihat perjalanan ekonomi global, hampir setiap tahun selalu ada peristiwa yang memicu kekhawatiran pasar. Artinya, krisis akan selalu ada dalam berbagai bentuk. Kalau kita terus menjadikan krisis sebagai alasan untuk menunda investasi, kemungkinan besar kita tidak akan pernah mulai. Ketakutan pasar akan selalu muncul, tetapi jika melihat sejarahnya, pasar selalu mampu pulih dan kembali bertumbuh. Yang berisiko bukan hanya menghadapi volatilitas, tetapi juga kehilangan peluang pertumbuhan karena terlalu lama menunggu," ujar Jovita. Mengubah Cara Pandang Terhadap Krisis Menurut Jovita, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi investor adalah belum memahami profil risiko masing-masing. Akibatnya, banyak investor mudah panik ketika pasar mengalami volatilitas dan mengambil keputusan berdasarkan emosi, seperti menjual aset saat harga sedang turun. Padahal, sebelum mulai berinvestasi, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan hanya memilih produk investasi, tetapi juga memahami diri sendiri dan mengenali tingkat risiko yang mampu dihadapi. Berbekal pengalaman lebih dari 14 tahun di industri investasi dan sekuritas, Jovita telah melewati berbagai siklus pasar, mulai dari periode pertumbuhan hingga berbagai krisis global yang memicu koreksi signifikan. "Selama 14 tahun terakhir saya bekerja di bidang ini, sudah banyak krisis yang terjadi. Namun tidak lama setelah krisis apapun itu, pasar kembali pulih bahkan mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi dari penurunannya. Pengalaman itu mengajarkan bahwa pertanyaannya bukan lagi if the market will rebound, melainkan when. Yang terpenting adalah memiliki strategi investasi dan tetap disiplin menjalaninya," jelasnya. Kata Jovita, volatilitas bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan investasi. Investor yang memahami profil risikonya akan lebih siap menghadapi fluktuasi pasar tanpa mudah terbawa kepanikan, karena mereka telah memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan dan tingkat toleransi risikonya. "Tidak ada yang bisa secara konsisten menentukan kapan pasar berada di titik terendah atau tertinggi. Karena itu, membangun kebiasaan berinvestasi secara rutin jauh lebih realistis dibanding terus menunggu momentum yang dianggap sempurna. Ketika kita memahami profil risiko sendiri, kita juga akan lebih tenang menghadapi pergerakan pasar karena sudah mengetahui strategi investasi yang paling sesuai dengan diri kita," imbuhnya. Untuk mendukung kebutuhan investor dengan karakter yang berbeda-beda, Nanovest menyediakan berbagai pilihan produk investasi sesuai profil risiko masing-masing. Investor dengan profil yang lebih konservatif dapat memilih Earn Program Nanovest atau Digital Gold sebagai alternatif yang lebih stabil, sementara investor dengan toleransi risiko yang lebih tinggi dapat berinvestasi di saham Amerika Serikat maupun aset kripto. Dengan memahami profil risiko sejak awal, investor dapat membangun portofolio yang lebih sesuai dengan kebutuhannya dan tetap konsisten menjalankan strategi investasi, meskipun pasar sedang bergejolak. Konsistensi Lebih Penting daripada Menunggu Momentum Meningkatnya jumlah investor Indonesia menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri keuangan. Namun, di tengah derasnya arus informasi dan perubahan kondisi ekonomi global, investor membutuhkan lebih dari sekadar akses transaksi. Mereka membutuhkan pemahaman yang tepat agar tidak mudah dipengaruhi ketakutan jangka pendek. Jovita menilai kepercayaan dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan, transparansi, serta kemampuan membantu masyarakat memahami bahwa fluktuasi pasar merupakan bagian alami dari perjalanan investasi. "Pada akhirnya, investasi bukan tentang menunggu waktu yang benar-benar sempurna untuk mulai, karena kondisi tersebut mungkin tidak akan pernah datang. Krisis akan selalu menjadi bagian dari perjalanan pasar, tetapi sejarah juga menunjukkan bahwa pasar memiliki kemampuan untuk pulih dan terus bertumbuh. Karena itu, yang paling penting bukan menghindari setiap gejolak, melainkan membangun kebiasaan berinvestasi yang konsisten agar tidak kehilangan peluang pertumbuhan dalam jangka panjang," tambahnya.

Bittime Ingatkan Penting Literasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global dan Dampak Kondisi Aset Kripto Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 23 Januari 2026 | 20:31 WIB

Bittime Ingatkan Penting Literasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global dan Dampak Kondisi Aset Kripto

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto, khususnya Bitcoin ($BTC), terpantau bergerak stabil di kisaran harga $89.000 setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada awal pekan ini. Meski dalam kondisi stabil, Bittime, platform pertukaran aset kripto yang resmi dan diawasi di Indonesia kembali tegaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebelumnya, kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap waspada para investor yang saat ini tengah mencermati dinamika politik global, terutama setelah munculnya pernyataan mengejutkan dari Amerika Serikat. Gejolak ketidakpastian ini muncul akibat adanya ancaman pengenaan pajak impor atau tarif baru yang dilontarkan oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap 8 negara di kawasan Eropa sebagai bagian dari “tawarannya” terhadap rencana akuisisi wilayah Greenland. Di sisi lain, data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, nilai transaksi aset kripto di tanah air menembus angka Rp482,23 triliun dengan jumlah investor yang terus merangkak naik hingga mencapai 19,56 juta orang pada akhir tahun 2025. Tren secara keseluruhan menunjukkan bahwa minat masyarakat domestik terhadap aset kripto yang kuat dan terus bertumbuh, di luar dari gejolak kondisi ekonomi yang terjadi sepanjang setahun terakhir. Menanggapi fenomena dan antusiasme ini, Bittime menekankan bahwa pemahaman mendalam atau literasi investasi aset kripto menjadi kunci utama bagi masyarakat. Hal ini ditunjukkan agar masyarakat Indonesia khususnya para investor tidak terjebak dalam sentimen berita sesaat. Lebih lanjut, penting untuk menentukkan arah langkah dan strategi investasi berkelanjutan berdasarkan tingkat risiko masing-masing investor. Bagi investor dengan tingkat risiko yang lebih rendah dengan visi investasi jangka panjang, investasi aset kripto dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) dan staking dapat menjadi pilihan. Strategi DCA berarti, investor dapat secara rutin membeli aset dalam jumlah yang tetap, guna mengurangi dampak volatilitas pasar dan mendapatkan harga rata-rata pembelian. Sehingga, ketika kondisi pasar membaik, portofolio yang telah terbangun dari hasil akumulasi ini dapat berpotensi memberikan keuntungan yang lebih optimal. Selaras dengan ini, Bittime menghadirkan kampanye PayDay GainDay. Program ini bertujuan memanfaatkan periode gajian atau upah bulanan para pekerja untuk disisihkan pada investasi. Ini ditujukan guna mendorong minat para investor muda untuk secara disiplin mengalokasikan sebagian pendapatan bulanan pada alternatif investasi, seperti aset kripto. Melalui program ini, Bittime tidak hanya memfasilitasi adopsi aset kripto yang berkelanjutan tetapi juga secara efektif mengedukasi masyarakat mengenai disiplin investasi. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Lantaran itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime

Perkuat Keandalan K3, UBP Jatigede MoU dengan Damkar Kabupaten Sumedang Nasional
Nasional
Minggu, 11 Mei 2025 | 18:43 WIB

Perkuat Keandalan K3, UBP Jatigede MoU dengan Damkar Kabupaten Sumedang

Sumedang, katakabar.com - Perusahaan Listik Negara atau PLN Indonesia Power UBP Jatigede gelar kegiatan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara PLN Indonesia Power UBP Jatigede dengan Bidang Pemadam Kebakaran Wilayah Kabupaten Sumedang, di pekan kedua Mei 2025 lalu. MoU ini tentang kerja sama Penanganan Kondisi Darurat Kebakaran Pada Area Kerja Pembangkitan PLTA Jatigede. Pertemuan yang dipimpin Manajer Unit UBP Jatigede, Novy Heryanto bersama beberapa perwakilan dari Unit lain bertujuan untuk memperkuat keandalan K3 di lingkungan area kerja pembangkitan PLTA Jatigede. Dengan melihat potensi risiko kebakaran baik dari sisi peralatan dan asset pembangkit, UBP Jatigede membutuhkan expert terkait penanggulangan bencana kebakaran. Hal ini disambut baik Bidang Pemadam Kebakaran Pemkab Sumedang, tidak terbatas hanya penanggulangan kebakaran, tapi Edukasi kepada para Pegawai untuk pencegahan adanya potensi kebakaran di tempat kerja. Nota kesepahaman ini dipimpin langsung oleh Novy Heryanto (Manajer Unit), dan Arif Kuncoro Adi (Team Leader K3) selaku pihak pertama dari PLN Indonesia Power UBP Jatigede, dan pihak kedua Cece Ruhiat S.Sos., M.Si selaku Kepala Bidang Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Sumedang. Di acara tersebut Novy Heryanto menjelaskan, PLTA Jatigede salah satu Obvitnas yang cukup strategis di Area Jawa Barat, sehingga pengoperasiannya harus memiliki mitigasi proteksi dari segala sisi.

Analisis Kondisi dan Permasalahan Bisnis Pakai Aplikasi DConsulting Super Ringkas Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 13 Juli 2024 | 22:13 WIB

Analisis Kondisi dan Permasalahan Bisnis Pakai Aplikasi DConsulting Super Ringkas

Jakarta, katakabar.com - Dunia bisnis dunia yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Sebut saja seperti persaingan kompetitor, kondisi bisnis yang fluktuatif, hingga masalah internal perusahaan. Sebagai pengusaha kritis, tentu Anda harus mampu dan segera mengatasi permasalahan yang terjadi. Ini untuk menghindari kerugian, potensi bangkrut, hingga permasalahan besar yang bisa terjadi di masa mendatang.

Viral! Petani Angkut Sawit 16 Mobil Saling Tarik di Jalan Berlumpur di Dumai Riau
Riau
Jumat, 15 Desember 2023 | 20:23 WIB

Viral! Petani Angkut Sawit 16 Mobil Saling Tarik di Jalan Berlumpur di Dumai

Pekanbaru, katakabar.com - Viral video di media sosial memperlihatkan perjuangan para pekebun yang mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Di video itu, para petani mengangkut TBS kelapa sawit melintasi di jalan hancur dan berlumpur sangat ekstrem. Tidak tanggung-tanggung, belasan mobil off-road dengan masing-masing membawa satu bak truk berisi penuh TBS kelapa sawit. Setelah dicek seksama, peristiwa ini diketahui terjadi di daerah Buluhala, Kota Dumai, Provinsi Riau. "Kali pertama di Buluhala gandeng 16," ujar salah seorang pria berbaju merah dalam video berdurasi 41 detik itu, seperti terlihat di akun Instagram @riaupku_, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (15/12). "Kami sebagai warga Indonesia, sambung menyambung menjadi satu," sambung warga yang mengambil video. Masih di video, terlihat para petani sangat bersemangat untuk membawa TBS hasil panen mereka keluar dari jalan berlumpur. Di keterangan video disebutkan, akses Jalan di Buluhala Kota Dumai menghubungkan Kelurahan Sei Geniot dan Batu Teritib rusak parah dan berlumpur disebabkan tingginya intensitas hujan. "Masyarakat Kelurahan Sungai Geniot dan Batu Teritip Buluhala Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai meradang akibat kondisi jalan di wilayah mereka hancur dan berlumpur. Itu tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tapi berdampak pada perekonomian. Masyarakat tidak bisa menjual hasil dan pasarkan hasil pertanian akibatnya banyak membusuk," begitu keterangan video yang diunggah pada Kamis (14/12) kemarin.

DPW Apkasindo Sulsel Lapor Kondisi Sawit di Daerahnya ke Kejaksaan RI Nasional
Nasional
Jumat, 08 Desember 2023 | 15:10 WIB

DPW Apkasindo Sulsel Lapor Kondisi Sawit di Daerahnya ke Kejaksaan RI

Jakarta, katakabar.com - Momen Pertemuan Nasional (Penas) Petani Sawit seluruh Indonesia yang dihelat pada 6 hingga 8 Desember 2023 di salah satu hotel Jakarta, dimanfaatkan Ketua DPW Apkasindo Sulawesi Selatan, Dr Badaruddin Puang Sabang MM melaporkan kondisi perekebunan kelapa sawit Sulawesi Selatan kepada Dir Ekonomi Kejaksaan Agung, Prof Dr Supardi SH MH Di sesi Cofee Time persisnya, Badaruddin Puang Sabang bersama sejumlah Ketua DPW se Indonesia dan Ketum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung melaporkan kondisi perkebunan kelapa sawit atau tata kelola perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Selatan, khususnya sektor hilir yakni harga Tandas Buah Segar (TBS) di mana pembeliannya oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) selalu di bawah harga penetapan pemerintah, tidak mematuhi keputusan rapat. "Beberapa bulan belakangan ini, harga TBS kelapa sawit keputusan pemerintah tidak dipatuhi PKS, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sudah memberikan peringatan, tapi pembelian tetap saja di bawah harga," ujarnya, dilansir dari laman palopopos.fajar.co.id, pada Jumat (8/12). Kata Badaruddin, Permentan Nomor 1 tahun 2018 yang mengatur tentang pedoman penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit masih mandul, sebab di sana tidak ada sanksi yang tegas bagi PKS yang melanggar. "Itu, menurut saya Permentan ini bukan lagi di Revisi, tapi harus dirubah total," tegasnya. Direktur Ekonomi Kejaksaan Agung RI Prof Dr Supardi SH MH mengakui kalau Permentan Nomor 1 tahun 2018 adalah persoalan utama dari pada harga TBS kelapa sawit ini. Untuk itu, saya dorong stakeholder kelap sawit duduk bersama termasuk Aparat Penegak Hukum (APH) melaksanakan kajian revisi Permentan, membentuk tim penetapan harga TBS kelap sawit tiap provinsi melibatkan berbagai unsur yang sifatnya kaloboratif. Persoalan lain sehingga berimbas ke harga TBS kelapa sawit, yakni lemahnya kemitraan dalan penentuan harga TBS. Petani tidak bisa menentukan harga TBS kelapa sawit, lantaran PKS selalu berdalih harga ditentukan kualitas randemen TBS pekebun. Masih terjadi pemotongan pada saat penjualan TBS oleh pihak pengepul yang mendapat DO dari Pabrik. Dominasi pengusaha dalam penetapan harga TBS berimbas pada harga TBS kelapa sawit yang rendah, sehingga merugikan negara dan perekonomian Negara/Petani, Permentan Nomor1/18 lebih memihak kepada pengusaha dibanding dengan petani/pekebun. "Dengan perubahan Permentan nantinya, Kajati, Apkasindo, kepala dinas setempat, Kementerian pertanian, Gapki untuk duduk bersama setiap minggu untuk menetapkan harga TBS, agar sama-sama enak, sebab ketika petani perutnya kenyang, anaknya bisa bersekolah, pengusaha bisa tenang tapi apabila masyarakat goncang, pasti pengusaha juga akan goncang karena itu hukum ekonomi," jelasProf Supardi. Menurut Supardi, kita mesti berprinsif menang-menang, saya senang kamu senang, bukan saya senang kami sedih atau sebaliknya. Petani senang pengusaha harus senang, jadi kita berharap seperti itu. Intinya, tegas Supardi, kita harus membangun kesadaran bersama, sebab kita hidup ini tidak selamanya apa yang kita lakukan suatu saat mulut kita akan terkunci tangan kita bicara kaki kita bicara untuk mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan di dunia ini. "Jadi berbicara sawit untuk kepentingan bersama, kita harus upayakan pengusaha senang, petani senang," sebutnya, seraya mengutip salah satu surat dalam Al Quran.