Lidi Sawit

Sorotan terbaru dari Tag # Lidi Sawit

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China Buah Pemberdayaan UMKM Perkebunan Sawit
Sawit
Kemarin

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China Buah Pemberdayaan UMKM Perkebunan

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana lidi sawit saat perhelatan di gudang PT Arra Setya Abadi di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6) lalu. Total 28 Ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara dan Aceh akan diberangkatkan menuju China. Produk lidi sawit tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh para petani sawit serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Koperasi anggota ASPEKPIR hasil dari rangkaian kegiatan program pemberdayaan UMKM dan Koperasi yang telah digelar ASPEKPIR dan BPDP. ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional. Hadir di kegiatan tersebut Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah, perwakilan Badan Karantina, Sekretaris Jenderal ASPEKPIR Syarifuddin Sirait, perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara, serta petani dan pengrajin lidi sawit. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anwar Sadat menyampaikan BPDP telah lama melakukan kegiatan promosi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama intensif bersama ASPEKPIR dilakukan melalui berbagai kegiatan workshop dan diseminasi sejak tahun 2024 hingga saat ini. Rangkaian workshop produksi lidi sawit tersebut telah dilaksanakan di berbagai wilayah antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengenalkan potensi lidi sawit dan ketersediaan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar kualitas produk sesuai standar pasar ekspor. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah. “BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya. BPDP saat ini memiliki berbagai program strategis untuk mendukung penguatan kapasitas dan peningkatan produktivitas petani sawit, antara lain melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Program Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan, Penelitian dan Pengembangan, serta program Promosi Perkebunan yang bertujuan mengenalkan manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Keberhasilan ekspor perdana lidi sawit ini menunjukkan bahwa sawit adalah komoditas yang inklusif karena manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi hingga pelaku ekspor. “Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, dari petani, pengrajin, koperasi, dan pelaku ekspor, sehingga dapat memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi di daerah,” ujarnya. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, memperluas kesempatan kerja berkualitas dengan kewirausahaan, serta pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono menegaskan pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara. Dijelaskan Setiyono, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Manfaatnya kemudian akan dirasakan kurang lebih 2.800 anggota koperasi tersebut. Keterlibatan koperasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani. “Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” imbuh Setiyono. Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, menimpali sejak akhir 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan didukung BPDP terus melakukan sosialisasi serta pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurut Ilham, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka lebar bagi petani dan UMKM di berbagai daerah sentra perkebunan sawit. Pada kegiata sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor perdana tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan potensi limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi. “Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” terangnya. Pengembangan produk lidi sawit menjadi bukti sektor sawit mampu mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan pelepah dan biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM membantu mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan. Produk lidi sawit ini juga sekaligus dapat memperluas pasar ekspor perkebunan melalui diversifikasi produk turunan kelapa sawit. Selain kegiatan pelepasan perdana ekspor lidi sawit, BPDP dan ASPEKPIR taja workshop praktik ekspor lidi sawi di Langkat, Sumatra Utara pada Kamis (18/6). Dalam workshop yang dihadiri 100 peserta ini, dilakukan penandatanganan MoU antara koperasi sawit dan pelaku ekspor tentang peningkatan produksi lidi sawit siap ekspor.

Lewat Workshop BPDP Topang Lahirnya Komunitas UMKM Eksportir Lidi Sawit dari Santri dan Masyarakat Sawit
Sawit
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05 WIB

Lewat Workshop BPDP Topang Lahirnya Komunitas UMKM Eksportir Lidi Sawit dari Santri dan Masyarakat

Bogor, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantara (SawitNus) gelar workshop kewirausahaan angkat tema “Pemanfaatan Limbah Sawit sebagai Nilai Tambah Produk Turunan Kelapa Sawit bagi Generasi Muda” di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta meliputi santri, pelajar, pemuda, mahasiswa, serta masyarakat sekitar pondok pesantren. Tujuannya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai potensi besar industri kelapa sawit, khususnya dalam pemanfaatan limbah sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di antara fokus utama adalah pengolahan lidi sawit menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar ekspor. Peserta diberikan pemahaman mengenai rantai pasok ekspor lidi sawit, peluang pasar di berbagai negara, serta strategi membangun usaha berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan limbah perkebunan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Sebagai tindak lanjut kegiatan, dilakukan pembentukan Komunitas Pengrajin Lidi Sawit yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi para peserta dalam mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat akses pasar untuk mendukung ekspor produk lidi sawit dari Indonesia. Pimpinan Pondok Pesantren Raudatul Ulum  Cigudeg  Bogor Mukhtar mengucapkan terima kasih kepada BPDP yang telah mendukung acara ini yang dilaksanakan di pondok pesantren harapan kedepan dari acara ini bisa melahirkan santri-santri prenur kelapa sawit di lingkungan pondok dan bisa berkolaborasi dengan UMKM yang ada dilingkungan pondok Pesantren. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memberikan manfaat luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia. “Kelapa sawit bukan hanya menghasilkan minyak goreng. Banyak produk yang kita gunakan sehari-hari berasal dari sawit. Karena itu, generasi muda perlu melihat sawit sebagai sumber inovasi, peluang usaha, sekaligus sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. BPDP mendorong generasi muda terutama santri ikut membangun UMKM berbasis sawit dalam upaya mendukung target  pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo Subianto  sebesar 8 persen,” bebernya. Ketua Umum Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantata (SawitNus), Ujang, menjelaskan kelapa sawit memiliki peran yang sangat penting bagi Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar negara, sektor sawit juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang bekerja di sepanjang rantai pasok industri tersebut, dan  kegiatan ini bisa menumbuhkan wirausaha baru dan mendukung pelaku UMKM pengrajin lidi sawit yang ada di wilayah bogor. Pembentukan Komunitas Pengrajin Lidi Sawit menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, komunitas tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi sentra produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami manfaat kelapa sawit secara utuh, sekaligus mampu memanfaatkan peluang usaha dari berbagai produk turunan sawit. Dengan demikian, sawit tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi menjadi sumber inovasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa depan.

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Ajari Petani Sawit di Pulau Terluar Bikin Lidi Sawit Siap Ekspor Sawit
Sawit
Senin, 01 Desember 2025 | 18:30 WIB

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Ajari Petani Sawit di Pulau Terluar Bikin Lidi Sawit Siap Ekspor

Bengkalis, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia hadir di Pulau Bengkalis, persisnya di Bantan Tengah, salah satu pulau terluar di Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, di penghujung Oktober 2025 lalu. Lewat Praktik Mengolah Pelepah Kelapa Sawit jadi Produk Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK), berupa Lidi Sawit Siap Ekspor, Pakan Ternak dari Daun Sawit dan Biochar dari Pelepah Sawit, Aspekpir dan BPDP sapa petani sawit di pulau terluar. Bupati Bengkalis, Kasmarni, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andres Wasono, mengatakan inovasi pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomis langkah strategis meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ekonomi kerakyatan di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis. Sedang, Ketua DPD I Aspekpir Riau, Sutoyo, ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis khususnya masyarakat Desa Bantan Tengah dan BPDP dalam kolaborasi kegiatan Praktik Mengolah Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Produk UKMK Bernilai Ekonomis. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah saat memberikan sambutan secara online, menuturkan BPDP terus mengembangkan kolaborasi dengan seluruh stakeholders termasuk kalangan petani kelapa sawit, petani kelapa dan kakao di berbagai daerah di Indonesia , termasuk di Bengkalis. “Berbagai kegiatan promosi UKMK Sawit yang dilaksanakan BPDP telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi produk-produk UKMK untuk berkembang. Contoh nyatanya, transformasi salah satu UKM batik di Yogyakarta yang dulunya beromset kecil hingga saat ini mengalami peningkatan omzet dan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Kegiatan diharapkan melahirkan produk-produk inovatif UKMK sawit dari Bengkalis,“ jelas Helmi. Di kegiatan ini sebanyak 80 orang yang sebagian besar merupakan anak muda petani kelapa sawit dari berbagai desa di Pulau Bengkalis menjadi peserta. Mereka diajak belajar bagaimana menyiapkan lidi sawit yang siap ekspor, bagaimana membuat biochar dari pelepah sawit dan mengaplikasikannya pada tanaman dan bagaimana membuat pakan ternak dari daun sawit. Di acara tersebut ditandatangani MoU Ekspor lidi dari pelepah kelapa sawit.

Wow! UMKM Dari Jambi Ekspor 27 Ton Lidi Sawit ke Tiongkok Sawit
Sawit
Jumat, 29 November 2024 | 16:37 WIB

Wow! UMKM Dari Jambi Ekspor 27 Ton Lidi Sawit ke Tiongkok

Jakarta, katakabar.com - Bea Cukai Jambi terus menjalankan perannya sebagai mitra strategis sebagai upaya memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM. Dukungan Bea Cukai, berupa penyuluhan, pendampingan, hingga fasilitasi teknis dilakukan untuk memastikan produk lokal dapat memenuhi standar ekspor dan diterima di pasar global. Bea Cukai Jambi terus mendorong pelaku UMKM naik kelas menjadi eksportir komoditas. Upaya itu membuahkan hasil, salah satunya dengan memfasilitasi ekspor perdana komoditas lidi sawit milik UMKM Jambi, PT Agro Lestari Jabung Indoglobal.

Kaum Hawa Desa Bangko Permata Diajari Bikin Sekaligus Pasarkan Produk Lidi Sawit Sawit
Sawit
Jumat, 20 September 2024 | 21:55 WIB

Kaum Hawa Desa Bangko Permata Diajari Bikin Sekaligus Pasarkan Produk Lidi Sawit

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina, bekerja sama dengan platform digital Krealogi Du Anyam taja pelatihan pemasaran, dan pengembangan produk kriya di Desa Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Riau. Kegiatan digelar di Kantor Balai Desa Bangko Permata ini melibatkan 30 peserta perempuan. Program ini mencakup pelatihan pemasaran produk kriya, dan workshop pengembangan produk lidi yang dipandu oleh para ahli di bidangnya.

Kolaborasi Asosiasi Samade dan BPDPKS Taja Workshop Olah Limbah Lidi Sawit Jadi Produk Ekonomis Sawit
Sawit
Sabtu, 03 Agustus 2024 | 15:48 WIB

Kolaborasi Asosiasi Samade dan BPDPKS Taja Workshop Olah Limbah Lidi Sawit Jadi Produk Ekonomis

Pekanbaru, katakabar.com - Kelapa Sawit komoditi unggulan di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. Di mana bukan buah kelapa sawit bisa menghasilkan tapi banyak turunannya yang bisa diolah bisa bernilai ekonomis. Satu diantaranya, yakni limbah lidi kelapa sawit dapat diubah menjadi produk ekonomis. Menurut Ketua DPW SAMADE Riau, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom,MM menyatakan, kelapa sawit tanaman yang menyokong perekonomian di Riau.

Lidi Kelapa Sawit Bernilai Ekonomi Sirkular di Tangan Dingin Warga Tebo Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 30 Januari 2024 | 09:00 WIB

Lidi Kelapa Sawit Bernilai Ekonomi Sirkular di Tangan Dingin Warga Tebo

Tebo, katakabar.com - Lidi atau tulang daun kelapa sawit belum dimanfaakan dengan baik, bahkan para petani menilai lidi kelapa sawit limbah di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Kabupaten Tebo padahal dikenal salah satu penghasil komoditas kelapa sawit, sehingga bahan baku lidi kelapa sawit melimpah dan bila dimanfaatkan serta diolah sedemikian rupa bisa bernilai ekonomi sirkular. Sejalan dengan itu, di tangan dingin warga Jalan 14, Desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Giran lidi kelapa sawit bisa diolah menjadi produk atau kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Lelaki kelahiran tahun 1965 lampau ini olah lidi kelapa sawit jadi piring, tempat buah-buahan dan ragam produk kerajinan lainnya berbagai bentuk dan ukuran. "Sudah hampir sepuluh tahun belakangan ini olah lidi kelapa sawit jadi kerajinan atau prodak bernilai ekonomis," akui Giran 58 tahun, dilansir dari laman PortalTebo.id, pada Selasa (30/1). Belajar olah atau manfaatkan lidi kelapa sawit, cerita Giran, menjadi produk bernilai ekonomis secara otodidak. Awalnya, ulas Giran, dirinya membeli produk yang sama dengan bahan yang sama di Pulau Jawa. Produk yang dibeli tadi, Ia dipelajari dan akhirnya bisa membuat berbagai produk dengan bahan baku lidi kelapa sawit. Tapi, usaha yang dilakoni Giran memanfaatkan limbah kelapa sawit alami kendala. Saat ini, Giran kesulitan memasarkan produk berbahan lidi kelap sawit tersebut. “Stok di rumah banyak. Ada satu ruangan. Begitu pula dengan bahan melimpah. Sekarang ini, bingung mau dijual kemana," jelasnya. Selama ini, sebut Giran, produk olahannya hanya dibeli warga sekitar. Kalau pembeli dari luar belum ada. Saya berharap produk yang diolah dari lidi kelapa sawit ini bisa mendapatkan pasar baik di Tebo maupun diluar Tebo. ”Ya, ingin sekali bang, kerajinan saya ini bisa masuk dipasaran,” harap dia. Diketahui, lidi kelap sawit atau tulang daun kelapa sawit serat panjang yang terdapat di bagian tengah daun, dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan. Pengolahan lidi kelapa sawit mencakup proses pembersihan, perendaman, dan pengeringan untuk memastikan kekuatan dan ketahanan serat. Setelah itu, lidi kepala sawit dapat dijadikan bahan baku untuk membuat kerajinan berupa piring, tempat buah-buahan dan berbagai produk kerajinan lainnya. Inisiatif pengolahan lidi kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomis sangat positif terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini tidak hanya menciptakan peluang penghasilan tambahan bagi keluarga, tapi m mendukung upaya pelestarian lingkungan, sebab pengolahan lidi kelapa sawit bisa membantu mengurangi limbah dan mendukung konsep daur ulang.

Kerajinan Tangan Bahan Baku Sawit Dari Mukomuko Dikenal di Malaysia Serba Serbi
Serba Serbi
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 20:03 WIB

Kerajinan Tangan Bahan Baku Sawit Dari Mukomuko Dikenal di Malaysia

Pengkulu, katakabar.com - Kerajinan tangan bahan baku kelapa sawit dari Kabupaten Mukomuko sudah dikenal hingga ke negeri jiran, Malaysia. Adalah lidi kelapa sawit punya nilai seni tinggi buah kerajinan tangan dua kelompok rumah tangga yang aktif memproduksi kerajinan. Bak gayung bersambut, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag-Kop) Kabupaten Mukomuko mendukung penuh kegiatan kelompok masyarakat yang membuat berbagai kerajinan tangan dari lidi sawit. Itu tadi, dua kelompok rumah tangga yang aktif memproduksi kerajinan tangan dari lidi sawit dikenal hingga ke Malaysia. "Kita ikut promosikan keluar daerah hingga ke luar negeri kerajinan tangan itu. Ini bukti nyata pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat mendukung industri kreatif lokal dan memperluas jaringan pasar para pengrajin," ujar Plt Kepala Dinas Disperindag-Kop Mukomuko, Nurdiana dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (14/10). Tidak hanya punya harga jual, kata Nurdiana, kerajinan tangan dari lidi sawit punya nilai seni tinggi. Soal bahan baku melimpah. Itu sebabnya, kita fokus kepada kerajinan tangan buatan anak daerah. Harapan dapat membantu masyarakat meningkatkan pendapatan. Salah satu pengrajin, Siti Rahayu bersyukur dengan dukungan pemerintah daerah, dan berharap dukungan bisa meningkatkan kualitas dan pemasaran produk. "Dukungan pemerintah daerah sangat membantu kami meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya," tuturnya. Kami berharap, tambah Siti, kerajinan lidi sawit dari Mukomuko semakin dikenal di seluruh Indonesia hingga ke mancanegara.

Lidi Sawit Bisa Jadi Sumber 'Cuan' Buat Petani Kelapa Sawit Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 04 Juli 2023 | 19:28 WIB

Lidi Sawit Bisa Jadi Sumber 'Cuan' Buat Petani Kelapa Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Lidi kelapa sawit bisa menjadi sumber penghasilan atau cuan cukup signifikan untuk pekebun kelapa sawit. Disaat bersamaan dapat pula menjaga keseimbangan lingkungan. "Memang, lidi sawit dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi petani sawit. Selain itu, saat bersamaan dapat menjaga keseimbangan lingkungan," ujar Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu, Undang Sumbaga, seperti dilansir dari laman elaeis.co pada Selasa (4/7). Kata Sumbaga, di sektor ekspor, potensi lidi kelapa sawit optimis bisa memasuki pasar internasional. "Kualitas lidi sawit yang dihasilkan petani sawit Bengkulu dapat bersaing dengan produk serupa dari negara lain," ulasnya. Menururnya, kita punya keunggulan alamiah dengan sumber daya alam yang melimpah. Dengan sentuhan teknologi yang tepat, kita mampu memproduksi lidi sawit berkualitas tinggi bisa penuhi permintaan pasar internasional. Tantangan dan hambatan pengembangan industri lidi sawit, so pasti ada. Solusinya perlu kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan petani sawit "Kolaborasi yang erat antara berbagai pihak perkuat nilai tambah dari produk lidi sawit. Pemerintah perlu memberikan dukungan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan industri ini. Sedang sektor swasta perannya bagaimana pengembangan pasar dan teknologi," jelasnya. Saya optimis dan meyakini para petani sawit di Bengkulu mampu mengelola lidi sawit dengan baik agarbdapat meningkatkan pendapatan. Lidi sawit salah satu sumber daya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. "Lidi sawit punya berbagai manfaat dan potensi pasar yang luas. Bahan ini bisa digunakan dibberbagai industri, seperti pembuatan bahan bangunan, anyaman, dan bahan baku produk kerajinan tangan," timpalnya. Untuk itu, penting pengelolaan lidi sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta perlu pelatihan dan pendampingan kepada petani sawit dalam pengelolaan lidi sawit yang baik, tambahnya.