Magnet

Sorotan terbaru dari Tag # Magnet

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 18 Juni 2026 | 16:11 WIB

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Jakarta, katakabar.com - Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi di sektor hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun atau sekitar 67 persen dari total investasi hilirisasi nasional yang mencapai Rp147,5 triliun. Besarnya investasi tersebut ditopang sejumlah komoditas strategis yang menjadi bagian dari portofolio Grup MIND ID, mulai dari nikel, tembaga, timah, hingga bauksit. Kondisi ini menegaskan posisi holding industri pertambangan BUMN tersebut sebagai salah satu pilar utama dalam agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan sektor hilirisasi kini berkontribusi semakin besar terhadap investasi nasional. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau setara 29,6 persen dari total investasi nasional sebesar Rp498,8 triliun. "Hal yang perlu kami soroti adalah sektor hilirisasi sumber daya alam yang kontribusinya meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026, yakni sebesar Rp147,5 triliun," jelae Rosan saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI. Kata Rosan, sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi nasional. Dari total Rp98,3 triliun investasi mineral, komoditas nikel menyumbang Rp41,5 triliun atau sekitar 42 persen. Di posisi berikutnya terdapat tembaga dengan investasi Rp20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, serta timah Rp2,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari komoditas lain seperti emas, perak, kobalt, mangan, batubara, pasir silika, dan logam tanah jarang. Data tersebut menunjukkan investasi hilirisasi nasional masih bertumpu pada komoditas mineral yang menjadi kekuatan utama Indonesia di pasar global. Bagi MIND ID, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa aset-aset strategis yang dikelola grup berperan besar dalam menarik investasi. ANTAM menjadi pemain utama pada rantai nilai nikel dan bauksit, PT Freeport Indonesia pada komoditas tembaga, serta PT Timah pada industri timah nasional. Investasi besar yang masuk ke sektor mineral juga berdampak langsung pada pertumbuhan kawasan industri berbasis sumber daya alam di berbagai daerah. Rosan mengungkapkan sekitar 75 persen investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa. Investasi tersebut terutama terkonsentrasi di wilayah penghasil mineral seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang menjadi pusat pengembangan industri pengolahan nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik. Data BKPM menunjukkan Sulawesi Tengah menjadi tujuan investasi terbesar kelima nasional dengan nilai Rp32,1 triliun atau 6,4 persen dari total investasi triwulan I 2026. Sementara Maluku Utara menempati posisi keenam dengan investasi Rp25,2 triliun atau 5 persen. Kedua provinsi tersebut menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan investasi di luar Pulau Jawa. Secara nasional, sektor industri logam dasar dan barang logam juga menjadi subsektor investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp69,4 triliun atau 14 persen dari total investasi nasional. Angka tersebut bahkan melampaui sektor pertambangan yang mencatat investasi Rp51,9 triliun. Menurut Rosan, pemerintah akan terus memperluas hilirisasi ke berbagai komoditas strategis agar nilai tambah ekonomi yang tercipta semakin besar. "Kami juga terus mendorong hilirisasi komoditas strategis lainnya yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut," ujarnya. Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Dalam mencapai target tersebut, hilirisasi mineral diperkirakan tetap menjadi salah satu motor utama investasi nasional. Besarnya investasi yang mengalir ke komoditas nikel, tembaga, timah, dan bauksit juga menunjukkan bahwa agenda hilirisasi tidak lagi sekadar kebijakan pengolahan bahan mentah, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk menarik modal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Wuih! Lebih 280 Ribu Pergerakan Penumpang Daop 7 Madiun Jadi Magnet Mobilitas Nataru Nasional
Nasional
Jumat, 02 Januari 2026 | 09:05 WIB

Wuih! Lebih 280 Ribu Pergerakan Penumpang Daop 7 Madiun Jadi Magnet Mobilitas Nataru

Madiun, katakabar.com - Memasuki penghujung tahun 2025 dan momentum pergantian menuju Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terpantau tetap tinggi. Menurut data pada Rabu (31/12), KAI Daop 7 Madiun melayani total 18.896 pelanggan, terdiri dari 9.086 pelanggan berangkat dan 9.810 pelanggan datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Secara kumulatif, selama 14 hari masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun telah melayani 133.664 pelanggan berangkat dan 146.497 pelanggan datang, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan jarak menengah dan jauh. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan tingginya volume pelanggan tidak perlu menjadi kekhawatiran bagi masyarakat yang masih berencana bepergian setelah malam pergantian tahun. Hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, ketersediaan tempat duduk kereta api yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun masih mencukupi. “Kami memastikan bahwa tempat duduk kereta api menuju berbagai kota tujuan favorit masih tersedia hingga 4 Januari 2026. Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan lainnya,” ujar Tohari. Update Ketersediaan Tempat Duduk Hingga 4 Januari 2026 Adapun sisa tempat duduk untuk perjalanan KA keberangkatan maupun lintas wilayah Daop 7 Madiun menuju sejumlah kota tujuan antara lain: Surabaya Gubeng: 20.195 tempat duduk Malang: 7.955 tempat duduk Yogyakarta: 7.793 tempat duduk Gambir: 2.959 tempat duduk Purwokerto: 619 tempat duduk Bandung: 531 tempat duduk Cirebon: 391 tempat duduk Pasar Senen: 150 tempat duduk Tren Perjalanan dan Kereta Api dengan Okupansi Tertinggi Di periode Nataru ini, stasiun tujuan favorit pelanggan dari wilayah Daop 7 Madiun didominasi oleh Bandung, Pasar Senen, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, dan Malang. Sementara itu, terdapat beberapa perjalanan KA dengan tingkat okupansi tertinggi antarstasiun, antara lain: 1. KA Kahuripan (Blitar – Kiaracondong): 197% 2. KA Brantas Tambahan (Blitar – Pasar Senen): 156% 3. KA Brantas (Blitar – Pasar Senen): 152% 4. KA Singasari (Blitar – Pasar Senen): 150% 5. KA Bangunkarta (Jombang – Pasar Senen): 148% KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan andal, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan selama masa Angkutan Nataru. Pelanggan juga diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan proses boarding berjalan lancar.