Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2 persen, Bittime Sebut Pasar Indonesia Kian Matang Ekonomi
Ekonomi
11 jam yang lalu

Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2 persen, Bittime Sebut Pasar Indonesia Kian Matang

Jakarta, katakabar.com - Bittime menilai pasar aset kripto Indonesia semakin matang seiring pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen. Data OJK mencatat transaksi aset kripto Juni 2026 mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,20 persen secara bulanan. Bittime melihat penguatan regulasi, diversifikasi aset digital, serta meningkatnya aktivitas perdagangan menjadi fondasi pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi OJK, menilai pasar aset kripto Indonesia semakin matang seiring meningkatnya aktivitas transaksi, jumlah konsumen, serta penguatan regulasi dan pengawasan industri. Penilaian tersebut sejalan dengan data OJK yang mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, meningkat 24,20 persen month-to-month (mtm) dibandingkan Rp23,01 triliun pada Mei 2026. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital juga meningkat 1,32 persen mtm menjadi 22,69 juta akun pada Juni 2026. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap aset digital. Menurutnya, perkembangan aktivitas pasar yang diikuti penguatan regulasi dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri dalam jangka panjang. “Pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital di Indonesia terus meningkat. Di saat yang sama, regulasi dan pengawasan yang semakin kuat dapat memberikan kepastian bagi pelaku industri dan investor, sekaligus membangun fondasi yang lebih sehat bagi pertumbuhan pasar,” kata Ryan. Regulasi Perkuat Kepercayaan, Tantangan Pasar Tetap Ada Bittime melihat regulasi yang semakin jelas di Indonesia maupun global dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar aset digital. Pengawasan OJK memberikan standar yang lebih jelas bagi pelaku industri sekaligus memperkuat aspek perlindungan konsumen. Di tingkat global, implementasi penuh Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Eropa sejak 1 Juli 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam menciptakan standar regulasi aset kripto yang lebih seragam. Sementara di Amerika Serikat, pelaku industri masih menantikan perkembangan Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) yang diharapkan memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital. Di Indonesia, penguatan regulasi juga berlanjut melalui revisi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Tetapi, Bittime menilai pasar aset kripto masih menghadapi tantangan pada semester kedua 2026. Ketegangan geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral global masih berpotensi mempengaruhi sentimen investor dan pergerakan aset kripto. “Pada semester kedua 2026, pasar aset kripto masih akan menghadapi dinamika dari kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Karena itu, investor perlu mencermati perkembangan pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek,” ucap Ryan.  Pasar Aset Digital Semakin Beragam Di tengah perkembangan tersebut, Bittime terus memperluas pilihan aset digital bagi masyarakat Indonesia, mulai dari aset kripto hingga aset berbasis blockchain lainnya. Bittime menyediakan akses ke berbagai aset, mulai dari Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, dan USDT, hingga Tokenized US Stocks seperti NVDA, AAPL, GOOGL, dan META. Keragaman minat pengguna juga tercermin dari aktivitas perdagangan di Bittime. Berdasarkan data trade volume sepanjang pekan lalu, aset yang aktif diperdagangkan tidak hanya berasal dari aset kripto mainstream, tetapi juga mencakup AI Stocks dan meme token.  Pada kategori AI Stocks, tiga aset dengan trade volume tertinggi adalah NVDAX, SPCXX, dan TSLAX. Sementara pada kategori meme, TUT, KOMA, dan BABYSHARK menjadi tiga aset dengan trade volume tertinggi. Untuk aset mainstream, Solana (SOL), Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH) mencatat trade volume tertinggi.  Pada Juli 2026, Bittime juga menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin perdagangan derivatif aset keuangan digital melalui proses perizinan yang sepenuhnya berlangsung di bawah era pengawasan OJK, dengan izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). “Pertumbuhan industri bukan hanya mengenai peningkatan transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat menyediakan akses yang semakin beragam dengan tetap mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan edukasi investor,” tandas Ryan.

Latpraops Lilin LK 2025 Digelar, Polda Riau Matangkan Pengamanan dan Kamseltibcarlantas Hukrim
Hukrim
Kamis, 18 Desember 2025 | 13:48 WIB

Latpraops Lilin LK 2025 Digelar, Polda Riau Matangkan Pengamanan dan Kamseltibcarlantas

Pekanbaru, katakabar.com – Kepolisian Daerah Riau secara resmi gelar Pembukaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Lancang Kuning Tahun 2025, Kamis (18/12) sekitar pukul 07.00 hingga 08.30 WIB, di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau. Kegiatan Latpraops dibuka dan dipimpin oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Hery Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum didampingi Wakapolda Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo, S.H., M.Han, serta dihadiri Irwasda, Karoops, para Pejabat Utama Polda Riau, para Pamen selaku pemateri, serta personel yang terlibat Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 dari jajaran Polres dan Polresta se-Polda Riau. Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Hery Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum, menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel menghadapi Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, khususnya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana alam yang dapat mempengaruhi arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. “Mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi, saya bersama Dirlantas telah melakukan patroli untuk memetakan titik-titik rawan banjir dan kemacetan. Personel harus disiagakan di lokasi-lokasi tersebut agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri dan merasa aman serta nyaman menjelang Nataru,” tegasnya. Kapolda Riau menginstruksikan kepada seluruh Kasatlantas jajaran agar melakukan analisa dan menyiapkan jalur-jalur alternatif guna mengantisipasi gangguan akibat bencana alam maupun hambatan lainnya. Selain itu, Kapolda menegaskan agar pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu dioperasikan secara optimal dengan dukungan informasi terkini terkait cuaca, bencana alam, dan lokasi rawan. Sementara, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H. selaku Wakasatgasopsda, menyampaikan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 merupakan operasi rutin tahunan yang membutuhkan kesiapan dan pemahaman menyeluruh dari seluruh jajaran. “Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Kami menekankan kepada seluruh jajaran untuk terus meningkatkan inovasi, khususnya dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas dan penguraian kemacetan guna mewujudkan kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polda Riau,” ujar Kombes Pol Taufiq. Dirlantas Polda Riau ini menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, Ditlantas Polda Riau akan mengintensifkan kegiatan Polantas Menyapa dan penerapan Green Policing sebagai pendekatan humanis dan berkelanjutan kepada masyarakat dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebagai bentuk komitmen nyata mewujudkan Kamseltibcarlantas, khususnya di Kota Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau juga membentuk Tim Raicet yang disiagakan untuk merespons cepat berbagai potensi gangguan lalu lintas. Selain itu, dilaksanakan patroli rutin di lokasi rawan bencana alam, patroli di daerah rawan curat, curas, dan curanmor (C3), serta pemasangan spanduk imbauan dan edukasi kepada masyarakat pengguna jalan. Salain itu, patroli dan pengamanan juga difokuskan pada lokasi-lokasi tempat ibadah serta kawasan wisata, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah Natal serta beraktivitas dan berlibur selama momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya tersebut turut diperkuat melalui kegiatan Polantas Menyapa sebagai sarana komunikasi langsung dan edukasi kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu oleh Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polresta Pekanbaru dan Satlantas Polres jajaran di wilayah hukum Polda Riau, guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar selama pelaksanaan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025.