Harga Emas Berpotensi Menguat Meski Sentimen Safe Haven Berkurang Internasional
Internasional
Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Harga Emas Berpotensi Menguat Meski Sentimen Safe Haven Berkurang

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (6/8). Dari analisis terbaru dari Dupoin Futures, prospek kenaikan logam mulia tersebut semakin menguat setelah muncul sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan dominasi buyer masih sangat solid. Tetapi, arah pergerakan harga diperkirakan tetap diwarnai volatilitas karena pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik, pergerakan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan secara teknikal emas (XAUUSD) pada time frame Daily berhasil menunjukkan perubahan struktur harga yang sangat positif. Setelah beberapa waktu bergerak dalam fase konsolidasi, harga akhirnya mampu menembus area tersebut dan mengonfirmasi kelanjutan tren naik. "Keberhasilan keluar dari fase sideways menjadi salah satu indikasi bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar dan membuka peluang penguatan menuju level yang lebih tinggi," ujarnya. Menurutnya, sinyal bullish semakin diperkuat oleh keberhasilan harga keluar dari pola Bullish Pennant, yang dikenal sebagai salah satu pola kelanjutan tren (continuation pattern). Pola ini sering kali menjadi petunjuk setelah fase konsolidasi berakhir, harga memiliki peluang untuk kembali bergerak searah dengan tren utama. Dalam kondisi saat ini, breakout dari pola tersebut memperlihatkan bahwa optimisme pelaku pasar terhadap harga emas (XAUUSD) masih terjaga dan potensi reli lanjutan tetap terbuka. Selain breakout dari Bullish Pennant, sambungnya, Dupoin Futures juga mencermati terbentuknya pola Double Bottom, yang semakin memperkuat peluang pembalikan arah menjadi bullish. Pola tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual mulai kehilangan kekuatan, sementara buyer secara bertahap mengambil alih kendali pasar. Kombinasi dua pola teknikal tersebut memberikan konfirmasi yang cukup kuat bahwa tren kenaikan emas (XAUUSD) masih berada dalam jalur yang positif. Dalam proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area 4.354, yang menjadi resistance penting dalam pergerakan harga saat ini. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang memadai, maka peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.483 sebagai target resistance berikutnya. "Selama momentum beli tetap terjaga, skenario bullish masih menjadi acuan utama bagi pelaku pasar dalam jangka pendek hingga menengah," imbuh Geraldo Dupoin Futures mengingatkan kenaikan yang cukup agresif juga berpotensi memunculkan aksi ambil untung atau profit taking. Oleh sebab itu, investor dan trader tetap disarankan untuk memperhatikan level resistance yang ada sebagai area evaluasi terhadap kekuatan tren yang sedang berlangsung. Koreksi jangka pendek masih mungkin terjadi, tetapi selama struktur bullish tetap terjaga, peluang kenaikan lanjutan dinilai masih lebih dominan. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat harga emas (XAUUSD) pada sesi perdagangan Asia diperkirakan bergerak mixed karena pasar masih dipengaruhi oleh sentimen yang saling berlawanan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan mengenai proses diplomasi yang dinilai berjalan cukup positif berpotensi mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas, karena meningkatnya optimisme terhadap stabilitas geopolitik. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat masih menjadi faktor yang memberikan dukungan bagi harga emas (XAUUSD). Nilai tukar dolar yang bertahan di dekat level terendah dalam beberapa pekan terakhir membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global karena harganya relatif lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar AS. Kondisi ini dinilai mampu menjaga minat beli terhadap logam mulia meskipun sentimen safe haven mulai sedikit mereda. Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan Federal Reserve. Menurut Dupoin Futures, setiap perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga akan berdampak langsung terhadap pergerakan dolar AS maupun imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Apabila muncul sinyal bahwa The Fed akan lebih akomodatif atau membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter, maka tekanan terhadap dolar berpotensi meningkat sehingga memberikan ruang lebih besar bagi harga emas (XAUUSD) untuk melanjutkan kenaikannya. Sebaliknya, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan hasil yang kuat dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, maka ruang kenaikan emas dapat menjadi lebih terbatas. Dalam situasi tersebut, investor cenderung mengalihkan dana ke aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih cenderung positif. Breakout dari fase sideways, keberhasilan keluar dari pola Bullish Pennant, serta konfirmasi Double Bottom menjadi kombinasi sinyal teknikal yang memperkuat peluang kenaikan menuju area 4.354 dan bahkan 4.483 apabila momentum beli tetap berlanjut. Kendati demikian, investor tetap disarankan untuk memantau perkembangan negosiasi geopolitik, arah pergerakan dolar AS, serta kebijakan Federal Reserve, karena faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama apakah reli emas (XAUUSD) mampu berlanjut atau justru mengalami fase konsolidasi dalam waktu dekat.

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Menguat Internasional
Internasional
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Menguat

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan di pekan kedua Agustus 2026. Menurut analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum kenaikan dinilai masih cukup solid setelah muncul konfirmasi teknikal yang menunjukkan bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah faktor eksternal, terutama penguatan dolar Amerika Serikat, perkembangan geopolitik global, serta arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dapat memengaruhi volatilitas harga dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan secara teknikal emas (XAUUSD) pada time frame Daily memberikan sinyal positif setelah berhasil keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Kata Geraldo, terbentuknya pola Bullish Pennant menjadi salah satu indikasi bahwa tren naik sebelumnya masih memiliki peluang untuk berlanjut. Pola tersebut semakin terkonfirmasi setelah harga mampu melakukan breakout dari area konsolidasi, sebuah sinyal yang umumnya dipandang sebagai awal dari fase penguatan berikutnya. Dalam pandangan Dupoin Futures, keberhasilan breakout tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek kenaikan harga emas (XAUUSD). Setelah sempat bergerak dalam rentang yang terbatas, buyer kini kembali menunjukkan dominasinya sehingga membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan reli menuju level yang lebih tinggi. Selama tidak muncul tekanan jual yang signifikan, skenario bullish masih dinilai sebagai arah pergerakan yang lebih dominan. Optimisme tersebut juga didukung oleh indikator Stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum beli masih terus berkembang dan belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Walaupun posisi overbought sering dikaitkan dengan potensi koreksi jangka pendek, indikator tersebut juga dapat mencerminkan kuatnya tren naik apabila didukung oleh volume transaksi dan sentimen pasar yang positif. Selain indikator momentum, Moving Average (MA) 21 juga menjadi perhatian utama dalam analisis Dupoin Futures. Saat ini, garis MA 21 telah berubah fungsi menjadi dynamic support, yang memperkuat struktur bullish pada emas (XAUUSD). Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan dinilai masih tetap terbuka. Area support dinamis ini sekaligus menjadi acuan penting bagi trader untuk mengukur validitas tren yang sedang berlangsung. Berdasarkan kombinasi berbagai indikator teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) berpotensi menguji area resistance 4.135 dalam waktu dekat. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan konfirmasi yang kuat, maka peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.202, yang menjadi target resistance berikutnya. Meskipun demikian, investor tetap disarankan untuk tidak mengabaikan potensi koreksi teknikal yang sewaktu-waktu dapat terjadi setelah kenaikan yang cukup tajam. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai bahwa prospek harga emas (XAUUSD) masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen positif dan negatif yang membuat pergerakan harga berpotensi berlangsung fluktuatif. Pada sesi perdagangan Tokyo, harga emas diperkirakan bergerak mixed, seiring pasar yang masih menimbang perkembangan geopolitik di satu sisi dan kekuatan dolar AS di sisi lainnya. Sentimen positif bagi emas (XAUUSD) masih berasal dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Kekhawatiran pasar kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai menipisnya stok rudal presisi jarak jauh milik Amerika Serikat akibat konflik dengan Iran. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut memicu meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik, sehingga permintaan terhadap instrumen lindung nilai seperti emas berpotensi tetap terjaga. Tetapi, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa ruang kenaikan harga emas (XAUUSD) dapat menjadi lebih terbatas apabila dolar Amerika Serikat kembali menguat. Penguatan mata uang AS didorong oleh sejumlah data ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve belum akan terburu-buru melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Dalam situasi tersebut, aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain perkembangan dolar AS, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada sejumlah data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Menurut Dupoin Futures, data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai prospek kebijakan suku bunga The Fed pada beberapa bulan mendatang. Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan atau muncul sinyal yang lebih dovish dari bank sentral AS, peluang pelemahan dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas (XAUUSD). Sebaliknya, jika data ekonomi kembali melampaui ekspektasi, tekanan terhadap emas berpotensi meningkat karena investor akan kembali memburu aset berbasis dolar. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih cenderung positif selama struktur teknikal tetap terjaga. Konfirmasi pola Bullish Pennant, keberhasilan breakout dari area konsolidasi, dukungan Moving Average 21 sebagai dynamic support, serta indikator Stochastic yang masih mengarah naik menjadi kombinasi sinyal yang memperkuat peluang kenaikan menuju area 4.135 hingga 4.202. Meskipun demikian, investor dan trader tetap disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik global, pergerakan dolar AS, serta hasil rilis data ekonomi Amerika Serikat karena faktor-faktor tersebut berpotensi memengaruhi arah harga emas (XAUUSD) dan menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165 Internasional
Internasional
Kamis, 16 Juli 2026 | 11:02 WIB

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diprediksi masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan di pekan kedua bulan Juli. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat karena didukung oleh kombinasi sinyal teknikal dan sentimen fundamental yang cenderung positif. Menurut Dupoin Futures, selama tekanan beli tetap bertahan dan belum muncul sentimen negatif yang signifikan, harga emas masih berpotensi melanjutkan reli menuju level resistance berikutnya. Dalam analisis teknikal yang dirilis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 masih menunjukkan struktur bullish yang sehat. Harga mampu bertahan di atas area Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang kembali berfungsi sebagai dynamic support. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama, sementara buyer masih mendominasi pergerakan pasar. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan setiap kali harga mengalami koreksi, area support tersebut mampu memicu munculnya kembali aksi beli dari pelaku pasar. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap emas masih relatif tinggi, sehingga peluang kenaikan dalam jangka pendek tetap terbuka. Dupoin Futures menilai kondisi tersebut sebagai salah satu sinyal bahwa tren bullish masih berada dalam jalur yang sehat. Selain itu, kata Geraldo, Dupoin Futures juga melihat adanya perubahan fungsi resistance menjadi support setelah harga berhasil menembus area penting pada perdagangan sebelumnya. Dalam analisis teknikal, perubahan struktur seperti ini umumnya menjadi konfirmasi bahwa tren naik masih berpotensi berlanjut. Selama harga tetap bertahan di atas area support baru tersebut, Dupoin Futures memperkirakan peluang kenaikan masih lebih besar dibandingkan risiko pelemahan. Selain itu, analisis Dupoin Futures juga menunjukkan bahwa pola higher low masih terus terbentuk pada grafik H1. Struktur tersebut mencerminkan bahwa setiap koreksi menghasilkan titik terendah yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Menurut Dupoin Futures, pola seperti ini biasanya menjadi salah satu ciri bahwa kekuatan buyer masih mendominasi dan tren naik belum kehilangan momentumnya. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, harga emas berpotensi menguji area resistance di level 4.136 dalam waktu dekat. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang kenaikan diperkirakan akan berlanjut menuju target berikutnya di kisaran 4.165. Meski demikian, Dupoin Futures tetap mengingatkan pelaku pasar agar mewaspadai kemungkinan koreksi jangka pendek mengingat harga telah mengalami kenaikan yang cukup konsisten dalam beberapa sesi terakhir. Dari sisi indikator, Dupoin Futures juga mencermati pergerakan Stochastic yang masih mengarah naik menuju area overbought. Walaupun indikator tersebut telah memasuki zona jenuh beli, menurut Dupoin Futures belum terdapat sinyal pembalikan arah yang cukup kuat untuk mengindikasikan perubahan tren. Selama indikator tersebut masih bergerak sejalan dengan kenaikan harga, momentum bullish dinilai masih memiliki peluang untuk berlanjut. Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai bahwa pergerakan harga emas juga mendapat dukungan dari kondisi fundamental global. Pelemahan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan daya tarik emas di pasar internasional. Ketika nilai dolar melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat. Lebih lanjut, Dupoin Futures melihat bahwa penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi katalis positif bagi harga emas. Ketika imbal hasil obligasi menurun, biaya peluang untuk memegang emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah. Situasi ini biasanya mendorong investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset safe haven seperti emas. Masih menurut Dupoin Futures, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih akomodatif juga menjadi sentimen yang perlu diperhatikan. Apabila bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang dan berpotensi memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan. Di sisi lain, Dupoin Futures juga menilai bahwa ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya risiko geopolitik masih menjadi faktor yang menjaga permintaan terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai. Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, investor umumnya cenderung mengalihkan sebagian asetnya ke emas sehingga mampu menopang pergerakan harga. Meski prospek jangka pendek masih terlihat positif, Dupoin Futures mengingatkan investor untuk tetap mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, ketenagakerjaan, PMI, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve. Menurut Dupoin Futures, apabila data tersebut menunjukkan pelemahan ekonomi, peluang penurunan suku bunga akan semakin besar sehingga dapat memperkuat kenaikan harga emas. Sebaliknya, jika data ekonomi kembali menunjukkan hasil yang solid dan mendorong penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi, maka ruang kenaikan emas berpotensi menjadi lebih terbatas dan memicu koreksi sementara sebelum melanjutkan arah pergerakan berikutnya.

Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Diprediksi Terus Menguat Internasional
Internasional
Jumat, 10 Juli 2026 | 15:05 WIB

Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Diprediksi Terus Menguat

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan di pekan depan, didukung oleh kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang sama-sama mengarah ke prospek positif. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe harian (daily) masih berada dalam fase bullish, dengan potensi kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support utama. Dari sisi teknikal, Geraldo Kofit menilai pergerakan emas telah memberikan sinyal pembalikan arah yang cukup kuat setelah terbentuknya pola Double Bottom. Pola ini dikenal sebagai salah satu indikator bullish reversal yang mengisyaratkan berakhirnya dominasi tekanan jual dan mulai menguatnya aksi beli di pasar. Kemunculan pola tersebut menjadi indikasi bahwa pelaku pasar mulai kembali mengakumulasi emas setelah sebelumnya mengalami fase koreksi yang cukup panjang. "Keberhasilan harga mempertahankan area support memperkuat keyakinan bahwa tren naik masih memiliki peluang untuk berlanjut. Selama level tersebut tidak ditembus ke bawah, skenario bullish dinilai masih menjadi acuan utama. Dupoin Futures memproyeksikan target kenaikan awal berada di kisaran 4.220 sebagai resistance pertama. Apabila harga mampu melewati level tersebut dengan didukung volume transaksi yang memadai, maka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di area 4.330 akan semakin besar," jelasnya. Selain pola harga, jata Gelardo, indikator teknikal lainnya juga memperlihatkan sinyal yang mendukung kelanjutan tren positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik dan belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan maupun divergensi yang biasanya menjadi sinyal awal pembalikan arah. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum beli masih terjaga dan memberikan peluang bagi harga emas untuk mempertahankan laju kenaikannya dalam jangka menengah. Disebutkan Geraldo Kofit, setiap koreksi yang mungkin terjadi dalam beberapa sesi ke depan masih berpotensi menjadi bagian dari fase konsolidasi yang sehat, bukan indikasi perubahan tren. Selama struktur harga tetap mempertahankan pola higher low dan mampu bertahan di atas area support, peluang kenaikan masih dinilai lebih besar dibandingkan risiko penurunan. Dari sisi fundamental, sambungnya, prospek emas juga memperoleh dukungan dari meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda, ditambah berbagai risiko geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan internasional, membuat investor kembali meningkatkan alokasi dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan logam mulia dalam beberapa waktu terakhir. Di samping itu, ulas Gelardo, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi mengambil kebijakan yang lebih longgar apabila indikator ekonomi mulai menunjukkan perlambatan menjadi sentimen positif bagi harga emas. Jika inflasi bergerak lebih rendah, pertumbuhan ekonomi melambat, atau pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum, peluang penurunan suku bunga akan semakin terbuka. "Skenario tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini secara historis menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas, karena ketika imbal hasil aset berbasis dolar menurun, daya tarik emas sebagai instrumen investasi cenderung meningkat. Selain itu, pelemahan dolar juga membuat harga emas lebih kompetitif bagi investor global sehingga mampu mendorong permintaan yang lebih tinggi," tuturnya. Optimisme terhadap emas juga didukung oleh strategi diversifikasi yang masih diterapkan banyak investor institusi. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan, emas tetap dipandang sebagai salah satu aset yang mampu menjaga stabilitas portofolio. Permintaan yang relatif stabil dari kelompok investor ini menjadi salah satu faktor yang membantu mempertahankan tren kenaikan harga. Dengan mempertimbangkan kombinasi sinyal teknikal yang semakin kuat dan sentimen fundamental yang masih mendukung, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama dan tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari kebijakan moneter maupun perkembangan ekonomi global, peluang menuju area resistance 4.220 hingga 4.330 masih terbuka. Lantaran itu, pelaku pasar disarankan untuk terus mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang berpotensi menjadi katalis utama bagi pergerakan harga emas dalam jangka pendek maupun menengah.

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168 Internasional
Internasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:05 WIB

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (2/7) lalu. Menurut hasil analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit, arah pergerakan Gold dalam jangka pendek masih didominasi sentimen positif setelah harga berhasil bertahan di atas area support penting. "Kondisi tersebut memperlihatkan minat beli mulai kembali meningkat sehingga peluang kenaikan masih cukup terbuka selama tidak terjadi perubahan sentimen yang signifikan di pasar, Geraldo. Kata Geraldo, pergerakan Gold pada grafik H1 menunjukkan struktur yang semakin mengarah ke tren bullish. Setelah sempat mengalami tekanan, harga berhasil mempertahankan posisi di atas level support 4.025. Area tersebut kini menjadi pijakan penting bagi pergerakan emas karena mampu menahan tekanan jual sekaligus memicu munculnya kembali aksi beli dari para pelaku pasar. "Keberhasilan harga bertahan di atas support tersebut menunjukkan pelaku pasar masih melihat level tersebut sebagai area yang menarik untuk melakukan akumulasi. Hal itu membuat tekanan beli perlahan mulai mendominasi, sehingga peluang terjadinya kenaikan lanjutan masih cukup besar dalam jangka pendek," ulasnya. Selain mampu bertahan di atas support, ucap Gelardo, struktur harga juga mulai membentuk pola higher low, yaitu titik terendah terbaru yang lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering menjadi salah satu sinyal bahwa tren naik mulai terbentuk karena buyer mampu mempertahankan harga di level yang semakin tinggi. Geraldo menilai pola tersebut menjadi indikasi bahwa momentum bullish masih cukup solid. Selama area support di level 4.025 tidak ditembus ke bawah, kecenderungan pergerakan emas masih mengarah pada penguatan. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.115. Level tersebut menjadi titik penting yang akan menguji kekuatan momentum beli dalam waktu dekat. Jika harga mampu bergerak melewati resistance tersebut dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan diperkirakan akan semakin besar. Dalam skenario tersebut, target berikutnya berada di kisaran level 4.168. Area ini dipandang sebagai resistance lanjutan yang berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila sentimen positif di pasar tetap terjaga. Dari sisi indikator teknikal, peluang penguatan juga mendapat konfirmasi dari pergerakan Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kedua indikator tersebut kini mulai berfungsi sebagai dynamic support, berbeda dengan kondisi sebelumnya ketika masih menjadi area penahan kenaikan harga. Perubahan ini mencerminkan adanya pergeseran momentum dari dominasi seller menuju buyer. Sedang, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang cukup positif. Setelah sebelumnya berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut mulai bergerak naik dan membentuk pola bullish crossover. Sinyal ini umumnya menunjukkan bahwa tekanan beli mulai meningkat dan membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Selain faktor teknikal, arah pergerakan emas juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen fundamental global. Salah satu faktor yang berpotensi menopang harga adalah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven apabila ketidakpastian ekonomi dunia kembali meningkat. Risiko geopolitik, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, maupun meningkatnya volatilitas di pasar keuangan dapat mendorong investor mengalihkan sebagian asetnya ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas. Dalam kondisi tersebut, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut meningkat dan memberikan dorongan positif terhadap harga. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga dapat menjadi katalis tambahan bagi penguatan emas. Ketika nilai dolar turun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung meningkat. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika pasar semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mengambil kebijakan yang lebih longgar atau mulai membuka peluang penurunan suku bunga, maka tekanan terhadap dolar AS berpotensi berkurang. Kondisi tersebut biasanya diikuti oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan mencermati rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, data tenaga kerja, maupun aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data-data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.025, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.115 masih terbuka. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume yang kuat, maka kenaikan diperkirakan dapat berlanjut hingga area 4.168. Kombinasi sinyal teknikal yang semakin menguat dan dukungan faktor fundamental menjadikan skenario bullish sebagai proyeksi utama pergerakan Gold pada perdagangan saat ini.

Hari Bhayangkara ke 80, PKC PMII Riau: Polri Terus Berbenah Biar Kepercayaan Masyarakat Kian Menguat Hukrim
Hukrim
Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Hari Bhayangkara ke 80, PKC PMII Riau: Polri Terus Berbenah Biar Kepercayaan Masyarakat Kian Menguat

Pekanbaru, katakabar.com - Di momentum peringatan Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berdasarkan hasil survei Litbang Kompas kado terbaik bagi institusi kepolisian pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini. "Capaian tersebut menjadi bukti berbagai langkah pembenahan, peningkatan profesionalisme, dan perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat mulai dirasakan serta mendapat apresiasi dari publik," tuturnya. Ghulam Zaky menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Lantaran itu, hasil tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, memperkuat integritas institusi, serta mengedepankan penegakan hukum yang profesional, adil, dan humanis. "Kepercayaan publik tidak dibangun dalam waktu singkat. Kepercayaan lahir dari kerja nyata, konsistensi dalam memberikan pelayanan, keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi, serta komitmen untuk terus melakukan pembenahan. Jika komitmen tersebut terus dipertahankan, kami meyakini kepercayaan masyarakat akan terus meningkat dan Polri akan semakin dicintai oleh rakyat," terang Ghulam Zaky. Sebagai organisasi kemahasiswaan, PKC PMII Riau memandang Polri sebagai mitra strategis menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat kehidupan demokrasi. Kata Ghulam Zaky, sinergi antara Polri, dan organisasi mahasiswa perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, ruang dialog yang sehat, serta kolaborasi dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. "Mahasiswa dan Polri memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan yang sama, yakni menjaga kepentingan bangsa dan negara. Mahasiswa akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan konstruktif, sementara Polri menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Hubungan yang saling menghormati dan saling menguatkan merupakan fondasi penting dalam membangun demokrasi yang sehat," bebernya. Ghulam Zaky juga mengapresiasi berbagai inovasi yang terus dikembangkan Polri dalam menjawab tantangan zaman. Salah satunya adalah gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau, Herry Heryawan. Ia menuturkan gagasan tersebut menunjukkan pengabdian Polri tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. "Green Policing merupakan gagasan yang patut diapresiasi karena mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Kami berharap semangat ini tidak hanya berkembang di lingkungan Polda Riau, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Dengan demikian, Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan," imbuhnya. Menutup pernyataannya, Ghulam Zaky menyampaikan doa dan harapan bagi institusi Polri di usia yang ke 80. "Atas nama keluarga besar PKC PMII Riau, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Semoga Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami berharap Polri terus menjadi institusi yang profesional, Presisi, semakin dipercaya dan dicintai masyarakat, serta mampu memberikan pelayanan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga berbagai inovasi dan pengabdian yang dilakukan Polri terus membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kelestarian lingkungan," sebutnya.

Dolar AS Menguat, Prospek Emas Jangka Pendek Masih Tertekan Internasional
Internasional
Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:10 WIB

Dolar AS Menguat, Prospek Emas Jangka Pendek Masih Tertekan

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam tekanan di perdagangan, Kamis (11/6). Sejumlah indikator teknikal menunjukkan bahwa tren pelemahan belum sepenuhnya berakhir, meskipun sebelumnya harga sempat mengalami kenaikan terbatas. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar masih mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe M30 masih menunjukkan dominasi sentimen bearish. Setelah mengalami kenaikan sementara atau yang dikenal sebagai secondary trend, harga kini kembali mengarah mengikuti tren utama yang masih cenderung turun. Menurut Geraldo, fase koreksi naik yang terjadi sebelumnya belum mampu mengubah struktur pasar secara keseluruhan. Justru setelah kenaikan tersebut berakhir, harga membentuk pola yang mengindikasikan bahwa tekanan jual kembali muncul dan berpotensi mendominasi perdagangan dalam beberapa sesi ke depan. Salah satu sinyal yang menjadi perhatian adalah terbentuknya swing high baru yang berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya atau dikenal sebagai lower high. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tenaga pembeli mulai berkurang, sementara pihak penjual kembali mengambil kendali pasar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan yang terjadi masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Selama harga belum mampu menembus area puncak terbaru yang terbentuk, peluang untuk melanjutkan pelemahan masih lebih besar dibandingkan peluang untuk kembali naik. Dari sisi teknikal, area support di level 4.061 menjadi titik yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Level tersebut diperkirakan menjadi target penurunan terdekat apabila tekanan jual terus berlanjut. Jika harga berhasil menembus area tersebut, maka peluang penurunan menuju level 4.036 akan semakin terbuka. Selain pola harga, indikator stochastic juga memberikan sinyal yang sejalan dengan potensi koreksi. Saat ini indikator tersebut berada di area overbought atau jenuh beli. Kondisi tersebut biasanya menunjukkan kenaikan yang terjadi sebelumnya mulai kehilangan momentum dan berpotensi diikuti oleh aksi jual. Pergerakan stochastic yang mulai mengarah turun menjadi indikasi bahwa kekuatan beli tidak lagi sekuat beberapa sesi sebelumnya. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung atau membuka posisi jual baru, terutama ketika tidak ada katalis positif yang cukup kuat untuk mendorong harga lebih tinggi. Dengan kombinasi sinyal teknikal tersebut, peluang emas untuk bergerak turun dalam jangka pendek masih cukup terbuka. Meskipun demikian, pasar tetap akan memperhatikan sejumlah faktor fundamental yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan. Dari sisi fundamental, perhatian investor masih tertuju pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Saat ini pasar masih memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Pandangan tersebut muncul karena sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Data inflasi yang belum sepenuhnya turun ke target bank sentral, kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid, serta aktivitas ekonomi yang relatif stabil membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih terbatas. Akibatnya, dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari sentimen tersebut. Penguatan dolar AS biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas. Sebagai aset yang diperdagangkan menggunakan dolar, harga emas cenderung menghadapi tekanan ketika mata uang Amerika Serikat menguat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaannya berpotensi berkurang. Selain itu, aset berbasis dolar juga dinilai lebih menarik ketika suku bunga berada di level tinggi. Investor cenderung memilih instrumen yang menawarkan imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga atau pendapatan tetap. Di sisi lain, membaiknya sentimen pasar global turut mengurangi minat terhadap aset safe haven. Ketika pelaku pasar lebih optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar saham, dana investasi biasanya mengalir ke aset yang dianggap memiliki potensi keuntungan lebih besar. Hal tersebut dapat mengurangi permintaan terhadap emas sebagai instrumen perlindungan nilai. Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal dan sentimen fundamental masih menunjukkan bahwa pergerakan emas berada dalam tekanan. Analisis Dupoin Futures memperkirakan peluang pelemahan menuju area support 4.061 hingga 4.036 masih terbuka selama harga belum mampu menembus area resistance terdekat. Investor dan trader disarankan tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Harga Emas Masih Menguat, Target 5.005 Kian Terbuka Internasional
Internasional
Sabtu, 18 April 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas Masih Menguat, Target 5.005 Kian Terbuka

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Kamis (16/4) diperkirakan masih berada dalam tren penguatan, seiring dukungan sinyal teknikal yang tetap solid dan faktor fundamental global yang cenderung kondusif. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai XAU/USD pada timeframe harian masih menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup kuat, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka dalam jangka pendek hingga menengah. Secara teknikal, harga emas saat ini masih mampu bertahan di atas indikator Moving Average 21 dan 34, yang berfungsi sebagai area penopang pergerakan harga. Bertahannya harga di atas level tersebut menjadi indikasi bahwa tren kenaikan masih berada dalam jalurnya dan belum mengalami perubahan signifikan. Kondisi ini juga mencerminkan bahwa tekanan beli di pasar masih cukup dominan dibandingkan tekanan jual. Struktur pergerakan yang stabil di atas area support dinamis tersebut memberikan sinyal bahwa harga emas memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan penguatan. Pada kondisi seperti ini, koreksi yang mungkin terjadi cenderung bersifat terbatas dan tidak mengganggu arah tren utama yang masih mengarah ke atas. Dalam proyeksi terbarunya, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level resistance terdekat di kisaran 4.868. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika harga mampu menembus area tersebut dengan kuat, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka. Selanjutnya, apabila momentum bullish tetap terjaga, harga emas diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan hingga mencapai level 5.005. Level ini tidak hanya berfungsi sebagai resistance teknikal, tetapi juga memiliki arti penting secara psikologis bagi pelaku pasar, sehingga sering menjadi acuan dalam menentukan arah pergerakan harga berikutnya. Dari sisi indikator, pergerakan stochastic yang masih mengarah naik turut memperkuat sinyal bullish. Indikator ini menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih berlangsung dan sejalan dengan pergerakan harga. Tetapi, posisi yang mendekati area overbought juga menjadi sinyal bahwa potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan. Di luar faktor teknikal, pergerakan harga emas juga didukung oleh sejumlah sentimen global yang positif. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman untuk melindungi nilai aset mereka. Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan emas. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mengambil pendekatan yang lebih longgar, baik melalui penghentian kenaikan suku bunga maupun kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga emas. Dengan adanya hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas, tekanan terhadap dolar akan membuka ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi. Faktor lain yang turut memperkuat tren kenaikan adalah meningkatnya permintaan dari bank sentral global yang terus menambah cadangan emas mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tren bullish harga emas masih memiliki peluang untuk berlanjut dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama, arah pergerakan diperkirakan tetap mengarah ke atas, dengan potensi pengujian level resistance yang lebih tinggi. Tetapi, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati dinamika global yang dapat memicu fluktuasi harga dalam jangka pendek.

Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut Internasional
Internasional
Jumat, 03 April 2026 | 10:34 WIB

Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan penguatan perdagangan terkini, didorong oleh meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat. Kombinasi sentimen tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, sekaligus memicu minat beli dari pelaku pasar global. Kondisi ini terjadi setelah muncul sinyal positif terkait kemungkinan de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan dari otoritas Iran yang membuka peluang untuk mengakhiri konflik, dengan syarat adanya jaminan keamanan, disambut optimistis oleh pelaku pasar. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan mempertimbangkan untuk menghentikan langkah militernya, meskipun jalur strategis seperti Selat Hormuz masih belum sepenuhnya pulih. Harapan terhadap proses perdamaian yang semakin nyata ini turut menopang penguatan harga emas dalam beberapa sesi terakhir. Dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melalui analisnya, Andy Nugraha, menilai bahwa tren pergerakan emas (XAU/USD) masih berada dalam fase bullish, khususnya dalam timeframe jangka pendek. Hal ini tercermin dari terbentuknya pola candlestick yang mengindikasikan dominasi tekanan beli, yang diperkuat oleh posisi harga di atas indikator Moving Average. Sinyal tersebut menjadi indikasi bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 4.482 dolar AS. Tetapi, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena pasar dengan cepat merespons sentimen positif, sehingga harga berbalik arah dan naik ke kisaran 4.648 dolar AS. Rebound ini menunjukkan adanya area support yang solid, sekaligus memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan setiap pelemahan sebagai peluang untuk masuk. Andy Nugraha memproyeksikan apabila momentum bullish terus terjaga, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mendekati level resistance di 4.862 dolar AS. Sebaliknya, jika terjadi koreksi akibat aksi ambil untung atau perubahan sentimen, maka penurunan diperkirakan akan tertahan di sekitar level 4.539 dolar AS yang menjadi area support terdekat. Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,31% menjadi salah satu faktor pendorong utama penguatan emas. Penurunan yield ini berimbas pada melemahnya dolar AS, yang tercermin dari penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 99,91. Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan. Di sisi lain, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan adanya tanda-tanda pelemahan di sektor ketenagakerjaan. Laporan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) mencatat penurunan jumlah lowongan pekerjaan, yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan. Tetapi, tekanan inflasi masih menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi tetap tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi arah kebijakan moneter. Pernyataan dari pejabat Federal Reserve yang menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi menunjukkan bahwa bank sentral masih akan berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Bahkan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam beberapa tahun ke depan mulai berkurang. Dengan latar belakang tersebut, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap dinamis dalam jangka pendek. Meskipun tren bullish masih mendominasi, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah harga, termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik sebagai lindung nilai, sekaligus peluang investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Harga Bitcoin Menguat di Tengah Gejolak Geopolitik, Pasar Cari Alternatif Selain Emas Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 18 Maret 2026 | 11:06 WIB

Harga Bitcoin Menguat di Tengah Gejolak Geopolitik, Pasar Cari Alternatif Selain Emas

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan signifikan dengan naik sekitar 3,18% dalam 24 jam terakhir ke level $73.905 atau sekitar Rp1,25 miliar, Senin (16/3), mengungguli sebagian besar aset di pasar global yang cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan ini juga menunjukkan korelasi yang semakin kuat dengan emas, dengan tingkat korelasi mencapai sekitar 28,14%, mengindikasikan Bitcoin mulai diposisikan investor sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Lonjakan harga Bitcoin terjadi ketika risiko geopolitik meningkat setelah konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mendekati $100 per barel, level tertinggi sejak 2022. Kondisi ini mendorong kekhawatiran inflasi global sekaligus membuat investor mencari alternatif penyimpan nilai di luar aset tradisional. CEO Tokocrypto Calvin Kizana, menilai dinamika pasar saat ini memperlihatkan perubahan persepsi investor terhadap Bitcoin di tengah ketidakpastian global. “Ketika ketegangan geopolitik meningkat dan harga minyak melonjak, pasar biasanya mencari aset yang dianggap tahan terhadap tekanan inflasi dan risiko mata uang. Saat ini kita melihat Bitcoin semakin sering diperlakukan seperti emas digital, yakni sebagai alternatif lindung nilai terhadap gejolak makroekonomi,” ujar Calvin. Selain faktor geopolitik, kata Calvin, kenaikan harga Bitcoin juga didorong oleh kembalinya permintaan institusional melalui ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Sepanjang Maret, produk ETF Bitcoin tercatat telah menarik sekitar $1,3 miliar arus masuk bersih, menandai pemulihan minat investor besar setelah periode perlambatan pada akhir 2025. "Dalam lima hari perdagangan terakhir saja, ETF Bitcoin di AS mencatat arus masuk lebih dari $767 juta, dengan BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menyumbang sekitar $600 juta dari total tersebut. Secara keseluruhan, ETF telah menyerap sekitar 18.000 BTC sejak awal Maret, memperkuat permintaan struktural di pasar," jelasnya. Di sisi lain, ulas Calvin, reli harga juga diperkuat oleh dinamika pasar derivatif. Data menunjukkan lonjakan likuidasi posisi sebesar 420% dalam 24 jam, dengan lebih dari 92% berasal dari posisi short, yang memicu efek short squeeze dan mempercepat kenaikan harga. Kombinasi arus masuk institusional dan tekanan pada posisi leverage bearish menjadi katalis penting dalam pergerakan harga terbaru. “ETF memberikan permintaan riil dari investor institusional, sementara likuidasi posisi short mempercepat pergerakan harga di pasar derivatif. Kombinasi dua faktor ini menciptakan momentum yang kuat bagi Bitcoin dalam jangka pendek,” ucapnya. Dari sisi teknikal, lanjut Calvin, Bitcoin berhasil menembus rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar $71.125, yang menjadi sinyal penguatan momentum dalam jangka pendek. Level ini kini menjadi salah satu area support penting yang dipantau pasar. "Tetapi secara jangka panjang, Bitcoin masih berada di bawah 200-day moving average sekitar $93.939, yang menunjukkan tren bearish struktural masih membayangi. Indikator teknikal lainnya memperlihatkan kondisi yang campuran, RSI 7-hari di level 70 mendekati area overbought, sementara MACD positif menunjukkan momentum bullish jangka pendek masih berlanjut," kupas Calvin lagi. Calvin menilai kondisi ini mencerminkan fase transisi pasar kripto yang masih sensitif terhadap sentimen makro. “Momentum jangka pendek terlihat positif, tetapi pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar. Selama Bitcoin belum mampu menembus rata-rata 200 hari, reli kemungkinan akan menghadapi resistensi kuat di level atas,” imbuhnya. Dalam jangka pendek, analis memperkirakan Bitcoin berpotensi mengujicoba kembali area resistensi $74.000–$75.000 apabila mampu mempertahankan support di sekitar $71.500. Penembusan di atas $74.000 dapat membuka peluang menuju $77.000. Sebaliknya, jika momentum melemah atau arus masuk ETF melambat, harga berisiko turun kembali ke area $69.000. Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini didorong oleh kombinasi lindung nilai makro, akumulasi institusional, serta momentum teknikal jangka pendek, sementara meningkatnya partisipasi investor ritel di dalam negeri turut memberikan sentimen positif bagi pasar kripto menjelang akhir Ramadhan. Di dalam negeri, momentum penguatan pasar kripto juga bertepatan dengan periode menjelang Lebaran dan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), yang biasanya ikut mendorong peningkatan aktivitas investasi ritel. Tokocrypto mencatat adanya peningkatan jumlah active trader dan first-time trader lebih dari 30% di platform dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto. Tren ini juga didorong oleh kehadiran kampanye Ramadan bertajuk “Ramadhan Berkah Bersama Tokocrypto! Total Hadiah hingga IDR250 Juta”, yang mengajak masyarakat untuk memperbanyak silaturahmi sekaligus mengundang kerabat terdekat untuk ikut berpartisipasi di ekosistem kripto. Calvin mengatakan bahwa periode Ramadan hingga menjelang Idul Fitri kerap menjadi momentum meningkatnya partisipasi investor baru di pasar kripto. “Kami melihat adanya peningkatan jumlah trader aktif dan pengguna baru di platform Tokocrypto menjelang Lebaran. Pencairan THR sering kali menjadi momentum bagi sebagian masyarakat untuk mulai mencoba berinvestasi, termasuk di aset kripto,” tutur Calvin. Ia menambahkan, berbagai program insentif dan kampanye pemasaran yang dijalankan selama Ramadan diharapkan dapat semakin mendorong aktivitas transaksi di pasar. Melalui program Ramadan Berkah Bersama Tokocrypto, perusahaan ingin menghadirkan semangat Ramadan yang bukan hanya identik dengan berbagi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai mengenal dan bertransaksi aset kripto secara lebih luas. “Dengan adanya insentif serta program promosi yang kami jalankan selama Ramadan, kami berharap dapat mendorong peningkatan nilai transaksi baik di platform Tokocrypto maupun secara nasional. Kami optimistis momentum ini dapat menjadi penutup Ramadan yang 'hijau' bagi pasar kripto tahun ini,” tandasnya.