Migor
Sorotan terbaru dari Tag # Migor
Holding PTPN Perluas Akses Migor Terjangkau, Sejam 600 Kemasan Ludes di Bazar PT INL
Surabaya, katakabar.com - Antusiasme masyarakat terhadap minyak goreng (Migor) berkualitas dengan harga terjangkau terlihat dalam bazar yang digelar PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PTPN IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), yang digelar di kawasan Kota Tua Surabaya, di penghuhujung pekan pertama Juni 2026 lalu. Ratusan kemasan minyak goreng yang disediakan habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu jam. Kegiatan bazar tersebut bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memperkuat jaringan distribusi minyak goreng di Jawa Timur. Sebelumnya, PT Industri Nabati Lestari bersama PTPN IV PalmCo telah meresmikan fasilitas pengemasan minyak goreng (filling line) di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya. Di kegiatan tersebut, perusahaan menyediakan 600 kemasan minyak goreng ukuran 900 mililiter yang dijual dengan harga Rp15.000 per kemasan. Harga tersebut berada di bawah rata-rata harga minyak goreng premium di pasaran. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan keberadaan fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran produk ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. “Melalui kerja sama distribusi dan pengemasan di Surabaya, kami berupaya meningkatkan efisiensi rantai pasok sehingga pasokan minyak goreng lebih terjaga dan masyarakat dapat memperoleh produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Jatmiko. Menurutnya, Surabaya dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu simpul distribusi logistik nasional. Dengan pengemasan yang lebih dekat ke pasar tujuan, biaya distribusi dapat ditekan sehingga berdampak positif terhadap stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen. Tingginya minat masyarakat terlihat sejak pagi hari. Antrean warga telah terbentuk sebelum bazar dimulai. Para pembeli berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, masyarakat yang berolahraga di kawasan Kota Tua, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Titi, warga Wonocolo, mengaku tertarik membeli karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan produk sejenis yang biasa dibelinya. “Saya sedang jogging, lalu melihat ada bazar minyak goreng. Kemasannya praktis dan harganya terjangkau, jadi saya ikut mengantre,” katanya. Ani aminkan Titi. Warga Surabaya yang datang bersama rombongan ibu-ibu PKK. Menurutnya, kualitas produk menjadi salah satu pertimbangan utama selain harga yang kompetitif. “Saya melihat minyaknya jernih dan kemasannya bagus. Karena harganya juga terjangkau, banyak yang langsung membeli,” ucapnya. Bagi pelaku UMKM, harga bahan baku yang lebih rendah dinilai dapat membantu menekan biaya produksi. Sari Siregar, pedagang makanan keliling asal Krembangan Selatan, mengatakan selisih harga minyak goreng memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap keuntungan usaha kecil. “Kalau ada minyak goreng yang kualitasnya baik dan harganya lebih murah, tentu sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” tuturnya. PTPN IV PalmCo terus memperkuat hilirisasi produk sawit dan memperluas jaringan distribusi guna mendekatkan produk kepada konsumen. Langkah tersebut sejalan dengan strategi Holding Perkebunan Nusantara dalam meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata. Keberhasilan bazar di Surabaya juga menjadi indikasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau. Di tengah dinamika harga bahan pangan, akses terhadap produk kebutuhan pokok yang mudah dijangkau dan berkualitas tetap menjadi perhatian utama konsumen. Melalui penguatan jaringan distribusi dan hilirisasi industri sawit, PTPN IV PalmCo bersama Holding Perkebunan Nusantara terus berupaya menghadirkan produk yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan stabilitas pasokan nasional.
Lewat Fasilitas Pengemasan Baru di Surabaya Holding PTPN Percepat Distribusi Migor ke Intim
Surabaya, katakabar.com - Pasokan minyak goreng ke kawasan Indonesia Timur (Intim) diproyeksikan jadi lebih cepat dan efisien setelah PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PTPN IV PalmCo yang merupakan Subholding Perkebunan Nusantara, operasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6) lalu. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan rantai pasok dan hilirisasi industri sawit nasional yang dijalankan PalmCo bersama Holding Perkebunan Nusantara. Fasilitas ini memperpendek rantai distribusi minyak goreng menuju Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang selama ini dilayani dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Melalui skema baru tersebut, minyak goreng dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya untuk kemudian dikemas dan didistribusikan ke berbagai wilayah tujuan di Indonesia bagian tengah dan timur. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menerangkan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan titik distribusi ke pasar utama di Indonesia bagian tengah dan timur. Menurutnya, Surabaya dipilih karena memiliki konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai wilayah di Indonesia Timur, sehingga mampu mempercepat arus barang sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok. "Selama ini produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatera Utara. Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan hingga 40 persen," jelas Jatmiko saat peresmian fasilitas tersebut. Efisiensi tersebut dinilai penting mengingat biaya logistik masih menjadi salah satu tantangan utama dalam distribusi pangan nasional. Untuk komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tingginya biaya pengiriman kerap berdampak pada harga jual di tingkat konsumen, terutama di wilayah kepulauan yang berjarak jauh dari pusat produksi. Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak selama ini menjadi simpul distribusi barang ke kawasan timur Indonesia. Posisi geografis Surabaya yang lebih dekat dengan pasar tujuan dibandingkan Sumatera Utara memungkinkan waktu pengiriman menjadi lebih singkat dan pasokan lebih terjaga. Bagi INL, fasilitas baru ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar minyak goreng di luar Pulau Jawa. Seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri makanan di Indonesia Timur, perusahaan melihat potensi pertumbuhan permintaan yang terus berkembang. Jatmiko menambahkan, penguatan jaringan distribusi merupakan bagian dari transformasi PalmCo yang tidak lagi hanya berfokus pada produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi juga memperbesar porsi bisnis hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi. "PTPN mendapat tugas untuk menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami terus memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk bisa menjangkau masyarakat secara lebih efektif," ujarnya. Operasional fasilitas pengemasan di Surabaya dilakukan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Komisaris PT LJIM, Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro, mengatakan bahwa distribusi awal dari fasilitas tersebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari pasar. Menurutnya, kapasitas distribusi akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di wilayah sasaran. Fokus utama pada tahap awal adalah memastikan kelancaran pasokan ke berbagai daerah di Indonesia bagian tengah dan timur. "Kami melihat kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan terus diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar," timpal Gamal. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan logistik nasional, kehadiran fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi minyak goreng ke Indonesia Timur, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok nasional melalui sistem distribusi yang lebih dekat dengan pasar tujuan. Bagi PalmCo, skema pengiriman minyak goreng dalam bentuk curah dari Sumatera Utara untuk kemudian dikemas di Surabaya juga memberikan manfaat bisnis yang signifikan. Perusahaan memperkirakan langkah tersebut mampu menekan biaya logistik hingga 40 persen dibandingkan pola distribusi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing produk minyak goreng di pasar Indonesia bagian tengah dan timur. Langkah ini sejalan dengan komitmen PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat hilirisasi industri sawit nasional, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memastikan ketersediaan produk pangan strategis yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Mendag RI Seru Masyarakat Jangan Terpaku MinyaKita Tapi Lihat Berbagai Migor Lain
Jakarta, katakabar.com - Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, seru masyarskat jangan terpaku MinyakKita tetapi lihat berbagai minyak goreng lain. Mendag RI menyerukan hal itu saat pantau produksi minyak goreng di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan kali ini untuk pastikan kecukupan pasokan minyak goreng sebelum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Mendag RI menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng dan memastikan pasokan selalu tersedia, dalam hal ini menjelang HBKN. “Kami telah cek langsung proses produksi dan ketersediaan minyak di PT MONI. Pada prinsipnya, pasokan minyak cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan dan Idulfitri. Kami juga pastikan harga terkendali untuk menyambut HBKN,” kata Budi Santoso, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad (8/2). Ia mengatakan, berbagai jenis dan merek minyak goreng yang beredar di pasar telah memberikan banyak pilihan bagi konsumen untuk membeli. “Jenis dan merek minyak goreng di pasaran itu ada banyak, kualitas sama-sama baik dan harganya juga terjangkau. Konsumen tidak perlu terpaku dengan keberadaan MinyakKita. Kami sudah meminta agar produsen membuat minyak setipe MinyakKita, dan mendorong agar minyak goreng lain lebih banyak beredar dengan harga yang terjangkau,” jelasnya. MinyakKita instrumen intervensi pasar melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Strategi ini bertujuan untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri ketika harga minyak kelapa sawit global meningkat. MinyakKita bukan minyak subsidi karena pasokan dipenuhi dari DMO dan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. “MinyakKita sering jadi indikator ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng. Kalau MinyakKita naik, kesannya harga minyak goreng naik semua. MinyakKita yang menggunakan skema DMO bergantung pada volume ekspor untuk mendapatkan pasokan bagi produksi minyak goreng kemasan rakyat. Tapi, kalau ekspor turun bukan berarti tidak ada minyak goreng karena di pasar masih ada banyak pilihannya,” tuturnya. Direktur Utama PT MONI, Vimala Putra, menimpali permintaan masyarakat terhadap produk minyak goreng premium yang diproduksi perusahaannya cukup tinggi, sebanding dengan MinyakKita. “Permintaan konsumen sama karena konsumen bisa merasa manfaatnya pakai minyak goreng ini,” ucap Vimala. PT Mikie Oleo Nabati Industri memproduksi berbagai jenis minyak goreng, di antaranya minyak goreng premium dengan merek Sunco, minyak goreng second brand dengan merek MG Jaya, dan MinyakKita.
Pemerintah Tambah Anggaran Setengah Triliun Rupiah Perluas Bansos Migor
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah gelontorkan setengah trilun rupiah sebagai tambahan anggaran guna memperluas bansos minyak goreng, sehingga dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Pemerintah memperluas bantuan sosial atau ansos untuk masyarakat miskin dengan menambahkan minyak goreng 2 liter per keluarga. Penambahan ini mengacu pada perhitungan terbaru yang menyatakan anggaran tambahan mencapai setengah triliun rupiah. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan tambahan bansos ini mendampingi bantuan beras 10 kilogram per bulan yang sudah direncanakan selama dua bulan. “Bantuan minyak goreng itu tadi kita hitung cepat mungkin sekitar setengah triliun rupiah. Itu lumayan oke,” kata Febrio kepada wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (18/9) lalu, dilansir dari laman EMG, Minggu (21/9). Menurut Febrio, penambahan Bansos ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang sempat meningkat. “Sudah kita hitung tadi, memang sudah komunikasi dengan Banggar, akan cukup manageable dan mendampingi bantuan beras untuk dua bulan. Itu bagus untuk daya beli masyarakat,” ucapnya. Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menekankan bantuan beras 10 kilogramper bulan saja belum cukup untuk menjaga daya beli masyarakat. Lantaran itu, pihak DPR RI meminta pemerintah menambahkan bansos berupa minyak goreng 2 liter. “Kami barusan berlima konsultasi dengan pimpinan DPR RI, permintaan langsung dari pimpinan DPR RI agar Rp16,23 triliun itu khusus untuk 10 kilogram beras tadi. Tapi, tidak cukup 10 kilogram beras, mohon per bulan ditambah minyak goreng 2 liter,” pinta Said saat Rapat Banggar atau RB bersama pemerintah.
Ups! Ekspor Migor Dikenakan Bea Keluar di Periode September 2025
“Saat ini, HR CPO meningkat menjauhi ambang batas USD 680 per MT. Untuk itu, merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan BK sebesar USD 124 per MT,” tuturnya. Lalu, terangnya, besaran PE CPO untuk periode yang sama adalah sebesar 10 persen dari penetapan HR CPO periode 1 hingga 30 September 2025, yaitu sebesar USD 95,4711 per MT. BK CPO periode 1 hingga 30 September 2025 merujuk pada kolom angka 7 lampiran huruf C PMK Nomor 38 Tahun 2024 sebesar USD 124 per MT.
Takaran Migor Viral, Kapolres Inhu Terjunkan Tim ke Lapangan
Indragiri Hulu, katakabar.com - Takaran mengenai dugaan ketidaksesuaian volume minyak goreng subsidi merk MinyaKita yang dipasarkan hingga ke Indragiri Hulu, Provinsi Riau, saat ini viral. Terkait itu, pihak aparat penegak hukum (APH), Polres Inhu menyoroti hal tersebut dengan melakukan pemantauan ke lapangan untuk melihat ketersediaan produk, dan memastikan takaran MinyaKita sesuai dengan yang tertera pada kemasan. "Benar, anggota unit Tipidter lakukan inspeksi bersama Disperindag Indragiri Hulu ke beberapa lokasi di Kota Rengat, yakni Pasar Rakyat, Toko Alang, Toko Family Mart, dan Toko Bali," ujat AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kapolres Inhu melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran. Dijelaskan, kegiatan ini tindak lanjut dari instruksi Kapolri pada 10 Maret 2025 di mana pastikan minyak goreng subsidi tersebut hingga ke masyarakat sesuai takaran. Di kegiatan itu, tim mengambil sampel MinyaKita ukuran 1 liter dari beberapa produsen, diantaranya PT Samawa, PT Wilmar Nabati Industri, PT Inti Buana Perkasa, PT Multimas Industri, dan PT Kurnia Tunggal Nugraha. Sampel tersebut kemudian diuji menggunakan alat ukur volume oleh tim Metrologi untuk memastikan kesesuaian isinya. "Hasil pengecekan seluruh sampel Minyakita yang diuji memiliki isi yang sesuai dengan kemasan, yaitu 1 liter. Artinya tidak ditemukan adanya penyimpangan atau pengurangan volume dalam kemasan yang diperiksa," bebernya. "Kami memastikan minyak goreng subsidi MinyaKita yang beredar di pasaran sesuai dengan standar yang ditentukan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena berdasarkan hasil pemeriksaan, volumenya tetap sesuai dengan yang tertera pada kemasan," terangnya.
Mantap! PT MM Salurkan 40 Ribu Liter MinyaKita ke Masyarakat Pelalawan
Pelalawan, katakabar.com - PT Musim Mas gandeng Dinas koperasi UKM perindustrian perdagangan Kabupaten Pelalawan, salurkan 40.000 liter minyak goreng (migor) kemasan merk MinyaKita dengan harga terjangkau, di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Kamis (6/3). Operasi pasar murah ini bentuk dukungan bagi program pemerintah untuk stabilisasi harga minyak goreng di pasaran selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ramadhan, dan idul fitri 1446 hijiriah tahun 2025 masehi. General Manager PT Musim Mas,Jerry Liu menjelaskan, perusahaan berkoordinasi terus dengan pemerintah daerah gandeng distributor dan pengecer untuk salurkan minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau di pasar murah
Petani Sawit Antre Beli Migor Agar Tak Terulang, Ini Solusinya
Jakarta, katakabar.com- Kementerian Koperasi (Kemenkop) bakal menjalankan sejumlah program prioritas dukung peningkatan kapasitas koperasi nasional dengan mensinergikan program besar Presiden RI, Prabowo Subianto. Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengatakan, di antara program prioritas Kemenkop, yakni menyukseskan program produksi minyak goreng untuk rakyat dan suplier bahan pokok untuk makan bergizi gratis. Khusus terkait minyak goreng, Kemenkop bakal membantu petani sawit agar bisa memiliki fasilitas pengolahan melalui kelembagaan koperasi. Ia mengaku prihatin melihat banyak petani sawit terpaksa ikut antre membeli minyak goreng saat terjadi kelangkaan beberapa waktu lalu. “Mereka adalah bagian dari industri kelapa sawit, tapi harus mengantre untuk mendapatkan minyak goreng,” jelasnya lewat pernyataan resmi, dilansir dari laman EMG, Kamis (9/1).
Siap-siap! Pabrik Minyak Goreng Dibangun di Aceh
Banda Aceh, katakabar.com - Cikal bakal industri sawit tanah air dimulai dari Provinsi Aceh. Saat ini provinsi di ujung barat Sumatera itu memiliki 52 pabrik kelapa sawit (PKS). Sayangnya sampai saat ini belum ada hilirisasi di Aceh, produk yang dihasilkan baru berupa minyak sawit mentah atau CPO. Kondisi itu cukup disesalkan Penjabat Gubernur Aceh, Dr Safrizal ZA. Lantaran itu dia berkomitmen mendorong hadirnya industri hilir sawit di bumi Serambi Mekah itu.
Senggau Torehkan Sejarah Baru, Prototype Mesin Pengolah TBS Sawit Jadi Migor Berhasil Diuji Coba
Sanggau, katakabar.com - Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, torehkan sejarah baru terkait pengolahan kelapa sawit. Era baru itu buah kerja sama Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Universitas Muhammadiyah Pontianak sukses bikin prototype mesin pengolah Tandan Buah Segar (TBS) sawit menjadi minyak goreng. Tak tanggung-tanggung, uji coba yang dilakukan terhadap mesin ini memberikan hasil yang memuaskan. Menurut Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman menilai penemuan ini sangat luar biasa.