Organik
Sorotan terbaru dari Tag # Organik
Kumpulkan 51 Kilogram Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input Program Lingkungan Grup MIND ID
Jakarta, katakabar.com - Invirotech 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sukses menjadi ajang yang memberi dampak positif pada perubahan perspektif masyarakat dalam penjagaan lingkungan. Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID melalui booth angkat tema "MINERALive: Tambang yang Menghidupkan" milik MIND ID berhasil menarik 1.722 pengunjung dalam ajang tersebut. Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap berbagai program keberlanjutan khususnya pengelolaan limbah yang dijalankan Grup MIND ID. Tidak hanya memperoleh informasi, pengunjung juga terlibat langsung dalam aktivitas pengelolaan limbah yang dihadirkan MIND ID. Salah satu program yang menarik perhatian adalah pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot. Selama pelaksanaan Invirotech 2026, pengunjung berhasil mengumpulkan sebanyak 51 kilogram sampah organik yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Jumlah ini mencerminkan potensi pengurangan sampah dari sumbernya melalui partisipasi publik, sekaligus menjadi contoh nyata penerapan pengelolaan limbah yang berkelanjutan di tingkat masyarakat. Program ini tidak hanya menghasilkan pupuk organik, tetapi juga menunjukkan praktik ekonomi sirkular secara langsung, di mana sampah organik diolah menjadi sumber daya bernilai. Maggot dan pupuk yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak oleh peternak binaan UMK Grup MIND ID di Bogor, sehingga memberikan manfaat lingkungan sekaligus mendorong nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Sebagai bentuk upaya mendorong partisipasi masyarakat, MIND ID juga membagikan 150 botol pupuk cair kepada pengunjung yang digunakan untuk melestarikan pohon sekitar lingkungan masyarakat. Selain itu, MIND ID juga menghadirkan aktivitas pengelolaan sampah plastik melalui mesin pencacah (plastic crusher) yang merepresentasikan penerapan konsep bank sampah di masyarakat. Aktivitas ini menunjukkan bagaimana limbah plastik dapat diolah kembali menjadi material yang memiliki nilai guna. MIND ID juga memperlihatkan teknologi 3D printer yang memperlihatkan potensi limbah anorganik untuk diolah menjadi produk bernilai tambah melalui pendekatan inovatif. Salah seorang pengunjung, Nugroho, mengaku terkesan dengan konsep yang dihadirkan MIND ID. Menurutnya, booth ini menjadi salah satu yang paling interaktif karena pengunjung dapat melihat sekaligus mencoba langsung berbagai program keberlanjutan, serta menikmati pengalaman edukatif melalui permainan interaktif. “Menurut saya booth MIND ID menjadi salah satu yang paling edukatif di Invirotech 2026. Kami bisa melihat dan mencoba langsung berbagai program pengelolaan lingkungan yang diinisiasi oleh perusahaan,” ujar Nugroho. Adapun, partisipasi MIND ID dalam Invirotech 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak positif yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengatakan berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dipandang sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai dan pengelolaan risiko perusahaan. "Bagi MIND ID Sustainability Pathway merupakan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat," terangnya.
Belajar Bikin Pupuk Organik dari Limbah Sawit di Sebatik
Sebatik, katakabar.com - Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara taja pelatihan pembuatan pupuk organik untuk kelompok tani. Pelatihan di Desa Padaidi berlangsung seru dan diikuti dengan penuh antusiasme oleh petani sawit. Acara ini dihadiri berbagai elemen penting, termasuk perwakilan Camat Sebatik, Kasi Trantib, para kepala desa (Kades), sekretaris desa (Sekdes), ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta kelompok tani dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Di kegiatan ini, PPL Pertanian memaparkan dinamika kelompok tani serta potensi pengembangan pupuk organik.
Pembalut Organik Populer di Kalangan Wanita Modern yang Sadar Kesehatan
Surabaya, katakabar.com - Saat ini, sudah semakin banyak wanita yang sadar dengan kesehatan reproduksi. Berkembangnya informasi dan edukasi seputar kesehatan turut berkontribusi untuk membuat wanita lebih sadar dengan produk yang digunakan, terutama yang berhubungan dengan area kewanitaan. Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah pembalut wanita. Pemilihan pembalut yang aman menjadi penting untuk kesehatan jangka panjang. Itu sebabnya, banyak wanita yang mempertimbangkan produk yang terbuat dari bahan alami, seperti pembalut organik. Pembalut organik dinilai memilki beragam manfaat dan aman untuk kesehatan bila digunakan dalam jangka panjang. Keunggulan pembalut organik untuk kesehatan Pembalut organik adalah jenis pembalut yang terbuat dari kapas organik. Kapas organik tumbuh tanpa penggunaan bahan kimia seperti pestisida sehingga lebih ramah lingkungan.
Pembalut Organik Yoona di Hokky Surabaya Makin Dekat Jangkau Wanita Modern
Surabaya, katakabar.com - Yoona, pembalut organik telah menjadi pilihan utama bagi wanita modern, kini resmi hadir di Hokky, salah satu jaringan ritel terkemuka di Surabaya. Langkah ini bagian dari komitmen Yoona untuk memudahkan akses wanita terhadap produk kesehatan reproduksi yang aman dan berkualitas. Dengan kehadiran Yoona di Hokky, wanita kini dapat lebih mudah mendapatkan pembalut organik yang terbuat dari 100 persen kapas organik alami.
Petani Sawit Diajari Bikin Pupuk Organik Hingga Hindari Kredit Bermasalah
Banda Aceh, katakabar.com - Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram, Kabupaten Nagan Raya gelar pelatihan peningkatan produktivitas bagi petani kelapa sawit di Nagan Raya dua hari lamanya, dari Selasa (8/10) hingga Rabu dan Rabu (9/10). Pelatihan ini diikuti 30 petani kelapa sawit. Di hari pertama, kegiatan digelar di Aula Hotel Bintang Syariah Simpang 4 Nagan Raya. Setelah sehari dibekali teori di kelas, di hari kedua peserta pelatihan mengikuti praktik langsung di lahan petani sawit di Desa Cot Kumbang, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.
Bergandeng Tangan, Civitas Akademi ITSI dan UNPRI Sosialisasikan Bank Pupuk Organik
Bergandeng Tangan, Civitas Akademi ITSI dan UNPRI Sosialisasikan Bank Pupuk Organik
Petani Kreatif, Sampah Efektif Jadi Pupuk Tanaman Sawit
Bengkulu, katakabar.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD( Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring dorong petani kelapa sawit untuk memanfaatkan sampah jadi pupuk organik. Di mana beberapa petani kelap sawit di Bengkulu sebelumnya sudah mempraktikkan konsep itu, dengan mendirikan Bank Sampah, dan mengelola limbahnya, seperti sisa makanan dan sayuran menjadi pupuk organik. Sebagai upaya mengelola sampah organik, petani tidak hanya membuang limbah rumah tangga ke tempat pembuangan sampah, tapi secara aktif terlibat mendaur ulang. Hasilnya fantastis, mereka berhasil memproduksi lebih dari 1 ton pupuk organik per bulannya. Inisiatif seperti ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tapi mempu ciptakan peluang ekonomi baru bagi petani kelapa sawit. "Kita jangan hanya menjadi pembuang sampah, tapi bisa mengelola sampah organik menjadi pupuk, bahkan beberapa petani sudah bisa memproduksi pupuk organik hingga 1 ton per bulan dari sampah organik rumah tangga," kata Usin, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (19/11). Menurut Usin, memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk adalah langkah cerdas dan berkelanjutan. Hal ini memberikan kontribusi positif kepada lingkungan. Sampah yang didirikan petani kelapa sawit menjadi sarana yang efektif dalam mengumpulkan, mengelola, dan mengolah sampah organik. Melalui kerja sama komunitas, mereka telah membuktikan limbah rumah tangga dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai yang ramah lingkungan. "Mari kita dirikan Bank Sampah, buktikan limbah rumah tangga dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai, yakni pupuk organik yang ramah lingkungan," imbaunya.