Lewat PalmCo, Holding PTPN Perluas Akses Digital Sekolah di Pelosok
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo salurkan bantuan perangkat digital ke sekolah-sekolah di wilayah pelosok. Kegiatan ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan berbasis teknologi di daerah terpencil. Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, perusahaan mencatat realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan mencapai lebih dari Rp12,9 miliar. Fokus utama program ini diarahkan pada percepatan digitalisasi pendidikan, khususnya wilayah selama ini memiliki keterbatasan akses teknologi. Kurun 15 bulan, lebih dari 500 program pendidikan telah direalisasikan. Bantuan yang disalurkan antara lain 37 unit komputer, 24 laptop, 20 modem internet, serta tiga unit proyektor yang didistribusikan ke sejumlah sekolah di daerah terpencil. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan seluruh perangkat tersebut telah diterima sekolah-sekolah sasaran dan diharapkan mampu membuka akses pembelajaran yang lebih luas. “Seluruh perangkat telah didistribusikan. Harapannya, sekolah-sekolah di pelosok kini bisa terhubung dengan dunia luar melalui jaringan internet yang memadai,” ujarJatmiko saat dihubungi, Senin (5/5) lalu. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur digital selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses belajar-mengajar di daerah terpencil. Melalui program ini, perusahaan ingin mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital atau 'cyber education' yang lebih merata. “Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” ucapnya. Langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan tidak hanya soal akses, tetapi juga kualitas dan relevansi dengan perkembangan zaman. Di tingkat sekolah, bantuan tersebut mulai dirasakan dampaknya. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, menuturkan keterbatasan perangkat dan jaringan selama ini menjadi hambatan utama bagi para guru dalam mengakses materi pembelajaran. “Kami sangat terbantu. Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar dan referensi materi bisa diakses dengan mudah,” katanya. Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita aminkan Mutiara. Ia mengatakan sebelumnya pihak sekolah harus menempuh perjalanan ke pusat kecamatan hanya untuk mengakses materi pembelajaran berbasis internet. “Sekarang fasilitas itu sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu, terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah kami,” terang Bambang. Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkecil kesenjangan akses teknologi, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
PalmCo Targetkan Tanam 50.000 Pohon Pertegas Komitmen Lingkungan di Hari Bumi
Medan, katakabar.com - Peringatan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Subholding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo pertegas komitmen lingkungan melalui gerakan penanaman pohon bertajuk 'One Man One Tree'. Perusahaan menargetkan penanaman 50.000 pohon sepanjang tahun ini yang tersebar di berbagai wilayah operasional, dari Aceh hingga Kalimantan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan program ini dirancang tidak sekadar simbolik, melainkan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh karyawan hingga ke tingkat unit terkecil. “Program ‘One Man One Tree’ ini adalah langkah nyata untuk memastikan bumi tetap menjadi penopang kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan keberlanjutan di masa depan,” kata Jatmiko di Medan, di penghujung April 2026 lalu. Cerita Jatmiko, target 50.000 pohon pada 2026 mencerminkan keberlanjutan dan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, PalmCo mencatat penanaman 8.750 pohon, lalu meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. "Jadi, total hingga tahun ini Perusahaan menyasar lebih dari 76 ribu pohon telah ditanam di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia,' rincinya. Menurut Jatmiko, peningkatan tersebut menunjukkan konsistensi sekaligus eskalasi komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem. Ia menambahkan, kehadiran jajaran direksi dan seluruh manajemen regional di lapangan bertujuan memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan. Selain aspek lingkungan, program ini juga berkaitan dengan upaya mempertahankan kinerja ESG PalmCo di tingkat global. Saat ini, perusahaan disebut berada di peringkat kedua dunia untuk kategori agrikultur. “Fokus kami adalah menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) serta area kritis lainnya agar tetap terkelola dengan baik,” kata Jatmiko. Fokus Beragam di Daerah Implementasi program penanaman pohon dilakukan secara serentak di tujuh region operasional PalmCo, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi ekologis masing-masing wilayah. Di Kalimantan Barat, misalnya, penanaman difokuskan pada area yang rentan mengalami degradasi lahan. Ike Septiani, karyawan PTPN IV Regional V, menuturkan keterlibatan langsung karyawan memberikan rasa tanggung jawab personal terhadap lingkungan. “Di Kalimantan, vegetasi yang kuat diperlukan untuk menjaga struktur tanah agar tidak mudah rusak. Ini penting agar operasional perkebunan tetap selaras dengan kondisi alam,” jelasnya. Sementara, di Riau, upaya konservasi diarahkan pada perlindungan ekosistem perairan. Candra Syahroni dari PTPN IV Regional III, menyebutkan penanaman dilakukan di sempadan sungai guna mencegah erosi dan menjaga kualitas air. “Penanaman di sepanjang aliran sungai menjadi prioritas. Kami berharap langkah ini juga menggerakkan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga lingkungan,” kata Candra. Melalui gerakan yang melibatkan ribuan karyawan ini, PalmCo berupaya menempatkan isu keberlanjutan sebagai bagian integral dari operasional perusahaan. Peringatan Hari Bumi pun tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum untuk memperluas dampak nyata bagi lingkungan.
Dukung Ketahanan Pangan, PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Jambi, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) lewat Subholding PTPN IV PalmCo terus perkuat peran strategisnya dukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan kemitraan bersama petani di daerah. Komitmen tersebut tercermin dengan kehadiran Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang mendampingi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, pada rangkaian kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tingkat Provinsi Jambi, di pekan keempat April 2026 lalu. Provinsi Jambi salah satu wilayah strategis bagi operasional PalmCo. Selain sebagai sentra kelapa sawit, wilayah ini memiliki komoditas unggulan lain seperti teh dan kopi yang sebagian besar dikelola oleh petani rakyat. Pada konteks tersebut, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor pertanian. Di sela kegiatan, Jatmiko menegaskan, peran petani merupakan bagian integral dari kinerja perusahaan. Ia menyebut kontribusi petani terhadap pasokan bahan baku sangat signifikan. Sepanjang 2025, sekitar 25 persen dari total produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang dikelola PalmCo berasal dari petani mitra, dengan volume penyerapan mencapai 3,25 juta ton. "Capaian ini menempatkan PalmCo sebagai salah satu offtaker utama yang berperan dalam menyerap hasil panen rakyat sekaligus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)," jelasnya. Petani bukan sekadar mitra, tegas Jatmiko, tetapi bagian dari identitas perusahaan. Tanpa mereka, pertumbuhan PalmCo tidak akan seperti sekarang. "Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk pelibatan petani dalam kegiatan nasional serta penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat daerah," ucapnya. Selama kunjungan di Jambi, PalmCo bersama Kementerian Pertanian dan HKTI terlibat mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pertemuan dengan organisasi petani seperti Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Wanita Tani, dan Pemuda Tani, hingga kegiatan tanam bersama. Di kawasan Bukit Cinto Kenang, Kabupaten Muara Jambi, dilakukan penanaman benih jagung dan bibit buah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman padi brigade di Kabupaten Batanghari serta pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi. Rangkaian kegiatan ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian yang terintegrasi lintas komoditas dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Menurut Jatmiko, sinergi antara pelaku hulu dan hilir, termasuk perusahaan, organisasi petani, serta penyedia sarana produksi, menjadi faktor kunci dalam percepatan swasembada pangan nasional. “Di wilayah multikomoditas seperti Jambi, kolaborasi menjadi kunci. Ketika petani berdaya dan ekosistemnya kuat, maka target swasembada pangan bukan hal yang sulit dicapai,” imbuhnya. Penguatan kemitraan ini sekaligus menegaskan peran Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjawab tantangan pangan nasional.
Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Medan, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mempercepat implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan di sektor perkebunan negara. Langkah ini sejalan dengan dorongan Komisi VI DPR RI untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tuntutan global terhadap praktik usaha yang berkelanjutan. Penegasan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI ke Regional 1 PTPN IV di Medan, Sumatera Utara, di Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Dalam kesempatan tersebut, rombongan dewan menyoroti berbagai inisiatif transformasi yang dijalankan Holding Perkebunan Nusantara bersama entitas di bawahnya, termasuk PTPN IV PalmCo. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan sektor perkebunan memiliki ketergantungan tinggi terhadap kualitas lingkungan serta penerimaan sosial masyarakat, sehingga penerapan ESG menjadi fondasi utama keberlanjutan usaha. “ESG bukan lagi pilihan moral, tetapi kebutuhan strategis. Sektor ini sangat bergantung pada kualitas lingkungan, ketersediaan air, kesuburan tanah, dan dukungan masyarakat,” kata Nurdin kepada jajaran manajemen BUMN perkebunan, BP BUMN dan Danantara Asset Management. Dalam pemaparan kepada DPR, Direksi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang diwakili Direktur Bisnis, Ryanto Wisnuhardi, menyampaikan transformasi tata kelola yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif. Kinerja keuangan grup berada dalam tren meningkat, yang antara lain ditopang kontribusi signifikan dari subholding kelapa sawit, PTPN IV PalmCo. “Sekitar 80 persen pendapatan grup berasal dari komoditas utama yang dikelola PalmCo. Secara keseluruhan, PTPN Group juga mencatat skor risiko ESG sebesar 17,1 (kategori low risk) dari lembaga pemeringkat global Sustainalytics, yang mencerminkan tingkat kepatuhan terhadap standar keberlanjutan internasional,” jelas Ryanto. Capaian tersebut diperkuat kinerja PTPN IV PalmCo. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa perusahaan menempatkan ESG sebagai inti strategi bisnis. Ia mengungkapkan PalmCo telah mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 28,88 persen sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi. Selain itu, perusahaan juga memperluas kemitraan ekonomi kerakyatan melalui program plasma yang kini mencapai 46.314 hektar. “Efisiensi bisnis dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan. Kami mendorong keduanya sebagai motor pertumbuhan perusahaan,” ucap Jatmiko. Dukungan terhadap transformasi tersebut juga disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, yang menilai perbaikan tata kelola di tubuh PTPN menjadi indikator positif di tengah tantangan industri global. “Ini menunjukkan bahwa langkah transformasi mulai berjalan efektif,” timpalnya. Selain fokus pada pengurangan emisi, PTPN IV PalmCo juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pengembangan energi terbarukan. Hingga 2030, perusahaan merencanakan pembangunan 36 fasilitas energi baru, termasuk pembangkit listrik tenaga biogas dan compressed biomethane gas (CBG). Program ini diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 54,46 persen dibandingkan skenario business as usual pada 2030. Penguatan ESG di sektor perkebunan menjadi salah satu kunci dalam menjawab tekanan global terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Di sisi lain, langkah ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri kelapa sawit yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing tinggi. Dengan dukungan legislatif serta konsistensi implementasi di tingkat operasional, transformasi yang dijalankan Holding Perkebunan Nusantara diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Holding PTPN Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus Benua Amerika dan Eropa
Bondowoso, katakabar.com - Kinerja ekspor kopi Indonesia awal 2026 menunjukkan tren positif. Salah satunya ditunjukkan dengan pengiriman kopi Arabika dari kawasan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, yang sukses tembus pasar Amerika Serikat dan Inggris. Melalui PTPN IV PalmCo, salah satu subholding PTPN III (Persero), tercatat lebih dari 50 ton kopi Arabika yang diproduksi Java Coffee Estate (JCE) diekspor ke dua negara tersebut pada pengiriman awal tahun ini. Inggris menjadi tujuan utama dengan volume sekitar 36 ton, disusul Amerika Serikat sebesar 19,2 ton. Secara nilai, ekspor ke Inggris tercatat mencapai lebih dari 280.000 dollar AS, sementara ke Amerika Serikat sekitar 151.000 dollar AS. Total nilai transaksi dari kedua pasar tersebut melampaui Rp7 miliar. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian ini menjadi indikator meningkatnya daya saing kopi Jawa di pasar internasional, khususnya pada segmen specialty coffee. “Permintaan dari negara-negara maju menunjukkan bahwa kualitas kopi Arabika dari Ijen mampu memenuhi standar yang ketat, baik dari sisi rasa maupun konsistensi,” terang Jatmiko saat dihubungi dari Jakarta, di pekan kedua April 2026 lalu. Menurutnya, perusahaan kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga membangun ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Upaya tersebut, lanjut Jatmiko, juga sejalan dengan penguatan identitas Bondowoso sebagai salah satu sentra kopi unggulan nasional. Pemerintah daerah setempat bahkan telah lama mengusung branding “Bondowoso Republik Kopi untuk memperluas pengakuan di pasar global. Di sisi lain, peningkatan kinerja ekspor tidak lepas dari pembenahan di sektor hulu. Manajer Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan perusahaan tengah menjalankan program peremajaan tanaman atau replanting untuk menjaga produktivitas kebun. “Sebagian tanaman sudah memasuki usia tidak produktif, sehingga perlu diganti dengan bibit unggul yang tersertifikasi. Ini penting untuk menjaga kualitas sekaligus meningkatkan hasil panen ke depan,” kata Hastudy saat ditemui di kawasan Ijen. Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga karakter rasa khas kopi Arabika Ijen-Bondowoso yang selama ini diminati pasar Eropa dan Amerika. Selain peremajaan tanaman, imbuhnya, perusahaan juga melakukan pembenahan praktik budidaya melalui penerapan *Good Agricultural Practices* (GAP), serta memperkuat sistem ketertelusuran produk (*traceability*). Hal ini menjadi tuntutan utama pasar global, terutama untuk segmen kopi premium. “Pembeli saat ini tidak hanya melihat kualitas rasa, tetapi juga aspek keberlanjutan dan transparansi proses produksi,” ujarnya. Modernisasi juga dilakukan pada tahap pascapanen, termasuk pengolahan dan penyimpanan biji kopi, guna menjaga mutu sebelum dikirim ke pasar ekspor. Hastudy menilai, pengiriman ke Inggris dan Amerika Serikat pada awal tahun ini menjadi langkah awal untuk memperluas penetrasi pasar. Dengan dukungan program replanting dan optimalisasi kebun, perusahaan optimistis dapat meningkatkan volume ekspor ke berbagai negara tujuan lain sepanjang 2026. “Kami melihat peluang pasar masih terbuka lebar, terutama untuk kopi dengan kualitas premium dan karakter rasa yang kuat,” sebutnya.
PalmCo Konsolidasikan Karyawan di Momentum Halal Bi Halal Perkuat Sinergi Internal
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara gelar Halal Bi Halal usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di lingkungan Head Office (HO) perusahaan. Kegiatan yang berlangsung secara sederhana ini menjadi momentum bagi manajemen untuk mengonsolidasikan jajaran karyawan dalam rangka mencapai target kinerja perusahaan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Dewan Komisaris dan seluruh karyawan. Ia menyampaikan bahwa dinamika kerja dan tuntutan perusahaan yang tinggi sepanjang tahun terakhir berpotensi menimbulkan berbagai dinamika di internal organisasi. "Setahun kemarin pasti banyak hal, kecepatan, dan kemudian juga tuntutan yang cukup tinggi yang mungkin ada hal-hal yang kurang berkenan bagi teman-teman semua. Mohon maaf dalam kesempatan ini," ujar Jatmiko. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kinerja di seluruh lini organisasi. Ia menekankan prinsip best, fast, and result sebagai acuan operasional perusahaan ke depan. "Artinya seluruh insan PalmCo tanpa terkecuali harus menunjukkan kinerja terbaik dalam waktu cepat. Mulai hari ini kita memang dituntut lebih ekstra lagi bersiap," tegasnya. Ia menambahkan target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi yang solid, kesamaan visi, serta komitmen bersama dari seluruh elemen perusahaan. Arahan tersebut mendapat dukungan dari Dewan Komisaris PTPN IV PalmCo. Pelaksana Harian Komisaris Utama, Andi Wibisono, menimpali pihaknya mendukung penuh langkah-langkah operasional perusahaan yang sejalan dengan arahan pemegang saham. Ia juga menyoroti peran strategis PTPN IV PalmCo dalam struktur holding perkebunan, khususnya dalam mendukung kinerja induk perusahaan. "Kita cermati bahwa tahun 2025, PalmCo atau PTPN IV merupakan bagian yang paling utama yang mendukung kinerja di PTPN III (Holding) secara keseluruhan," kata Andi. Menutup kegiatan, Andi menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di lapangan, atas kontribusinya dalam menjaga kinerja operasional perusahaan. "Mudah-mudahan 2026 ini kita bisa memegang amanah bersama-sama menjadi pilar pembangunan negara yang kita cintai ini," harap Andi.
Peringati HAS, Holding PTPN Lewat PalmCo Perluas Akses Air Bersih bagi Masyarakat
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus perkuat komitmennya dalam menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat di berbagai pelosok Indonesia. Menandai peringatan Hari Air Sedunia, PalmCo mencatatkan jejak kepeduliannya mulai dari penyediaan infrastruktur sanitasi di pelosok Sumatera dan Kalimantan, hingga penyaluran air bersih darurat di wilayah terdampak bencana. Langkah ini menjadi wujud dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan inisiatif pengadaan air bersih ini merupakan pilar penting dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Pembangunan fasilitas ini secara khusus menyasar daerah-daerah yang selama ini mengalami krisis air bersih, baik karena kondisi geografis yang sulit maupun infrastruktur yang belum memadai. "Akses terhadap air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga hak setiap warga negara. Program sanitasi air bersih ini merupakan wujud keberlanjutan dan komitmen PalmCo untuk senantiasa hadir dan memberi dampak langsung kepada kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kami," ujar Jatmiko. Dalam implementasi jangka panjang, kata Jatmiko, PalmCo hingga saat ini telah berhasil membangun lebih dari 40 titik fasilitas sanitasi air bersih yang tersebar di berbagai wilayah, membentang dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan. Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, infrastruktur sanitasi air bersih yang dibangun PalmCo membawa misi kesehatan masyarakat yang esensial. Keberadaan puluhan titik sanitasi ini diharapkan dapat berkontribusi secara langsung dalam memprevalensi atau menekan angka stunting di daerah pelosok. Hal ini sejalan dengan temuan medis bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak sangat krusial untuk mencegah infeksi penyakit berulang pada balita, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting. Hadirkan 200 Ribu Liter Air Bersih Tidak hanya berfokus pada infrastruktur permanen, Jatmiko juga menyoroti peran responsif perusahaan saat krisis terjadi. "Di akhir tahun lalu, ketika bencana hidrologis berupa banjir bandang dan longsor melanda Sumatera dan Aceh, kami mendistribusikan lebih dari 200.000 liter air bersih. Langkah cepat ini krusial untuk memastikan kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi di pengungsian tetap terpenuhi demi mencegah wabah penyakit pascabencana," tambahnya. Salah satu desa yang menjadi penerima manfaat adalah Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, yang masuk dalam wilayah kerja PTPN IV PalmCo. Daerah ini dikenal sebagai wilayah yang menghadapi ketersediaan air bersih yang sulit. Warga setempat selama ini menggantungkan kebutuhan air ke sumur tradisional dan air tadah hujan yang kerap mengering saat musim kemarau tiba. Kepala Desa Pondok Meja, Martoyo, menyatakan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh perusahaan. Ia mengatakan bahwa pembangunan sumur bor dan tangki air dari PalmCo menjadi solusi bagi warganya yang telah lama hidup dalam keterbatasan akses air bersih. “Kami sangat berterima kasih kepada PTPN IV karena telah peduli dengan kesulitan yang dialami warga. Dengan adanya sumur bor dan tangki air ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi, terutama di saat musim kering tiba,” cerita Martoyo. Senada dengan Martoyo, Wati, seorang warga setempat, juga mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menuturkan bahwa sebelumnya masyarakat harus bergantung pada air tadah hujan maupun sumur tradisional yang kerap tidak mencukupi kebutuhan keluarga. “Daerah kami ini termasuk tinggi. Jadi, saat musim kemarau, sumur-sumur tradisional sering mengalami kekeringan. Alhamdulillah, Insyaallah ke depannya persoalan ini bisa teratasi,” timpal Wati. Kisah serupa datang dari Desa Gunung Ulin di Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu lokasi sasaran pembangunan sanitasi dalam wilayah kerja PTPN IV Regional V. Desa ini dikenal sebagai daerah yang setiap tahunnya selalu terkendala dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Selain berada di dekat dataran tinggi, pasokan air dari pegunungan juga beberapa kali tidak layak konsumsi. Kepala Desa Gunung Ulin, Sunarto, menyambut baik pembangunan sanitasi air bersih yang dilakukan PalmCo. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini sangat tepat sasaran, sebab lokasinya memang selalu mengalami kesulitan air, terlebih saat musim kemarau berkepanjangan. “Kami sangat berterima kasih karena desa kami telah dipilih sebagai lokasi pembangunan. Pihak PTPN sangat memperhatikan daerah yang benar-benar membutuhkan. Bahkan, bantuan ini sejalan dengan program desa kami yang juga sedang mengembangkan air bersih,” ucap Sunarto. Melalui komitmen berkelanjutan ini, PalmCo berharap dapat terus memperkuat inisiatif penyediaan air bersih dan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
PalmCo Gercep Bangun Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Anyar Lepas Lebaran
Jakarta, katakabar.com - Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026 telah usai PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo gerak cepat (Gercep) hilirisasi industri kelapa sawit nasional. Sub Holdinh PTPN III (Persero) ini bersiap memulai pembangunan (groundbreaking) fasilitas pengolahan sawit terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan rencana pembangunan tersebut bagian dari arah strategis perusahaan yang sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional, termasuk arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). “Program ini menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi yang lebih luas, tidak hanya di sektor sawit, tetapi berbarengan lintas sektor sebagaimana diarahkan Danantara,” ujarnya dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Rabu sore. Ia menegaskanwaktu pelaksanaan groundbreaking masih menunggu keputusan pemegang saham dan kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, setelah periode Lebaran. “Secara kesiapan kami sudah matang. Tinggal menunggu keputusan pemegang saham, dan kami estimasikan bisa dilakukan pasca-Lebaran ini,” jelasnya. Menurut Jatmiko, PalmCo kini menggeser fokus bisnis dari sekadar produksi dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi pengembangan produk turunan bernilai tambah tinggi.Ia mencontohkan, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG) mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan. “Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat. Ini yang menjadi dorongan utama kami,” ucapnya. Pada tahap awal pengembangan, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan beroperasi bertahap mulai akhir 2028.Fasilitas tersebut mencakup pabrik margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas sekitar 34.000 ton per tahun. Selain itu, PalmCo kembangkan fasilitas pengolahan lanjutan lainnya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sawit.Adapun pembangunan pabrik biodiesel dengan kapasitas sekitar 450.000 ton per tahun juga akan menjadi bagian dari pengembangan berikutnya, terutama untuk mendukung ketahanan energi nasional. Proyek hilirisasi minyak sawit ini diproyeksi mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.Pada fase konstruksi hingga operasional penuh, PalmCo memperkirakan total tenaga kerja yang terserap mencapai sekitar 2.900 orang. “Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” beber Jatmiko. Selain penyerapan tenaga kerja langsung, keberadaan kawasan industri ini juga dipercaya dapat memicu efek berganda bagi sektor ekonomi lainnya, seperti logistik dan usaha kecil menengah di sekitar kawasan. Di sisi hulu, kehadiran fasilitas hilirisasi ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sawit rakyat. PalmCo proyeksikan, pada 2030, fasilitas tersebut mampu menyerap hingga 2,7 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun, atau setara sekitar 567.000 ton CPO. “Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional,” sebutnya. PalmCo optimistis, dengan integrasi dari hulu hingga hilir serta dukungan kebijakan nasional, proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia menuju produk bernilai tambah tinggi.
PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan
Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.
PTPN IV Palmco Puji 32 Pemanen Terbaik Lewat Program Journey Of Excellence Bersama Keluarga
Yogyakarta, katakabar.com - Suasana hangat dan penuh kebanggaan selimuti ballroom sebuah hotel di Yogyakarta Kamis, akhir Januari 2026 lalu, saat Holding Perkebunan Nusantara lewat PTPN IV PalmCo memberikan penghargaan kepada 32 pemanen terbaik dalam program bertajuk Journey of Excellence. Para pemanen hadir bersama keluarga mereka, menandai pendekatan humanis perusahaan dalam mengapresiasi pekerja lapangan. Total 32 pemanen dari berbagai wilayah operasional PTPN IV, mulai dari Langsa (Aceh) hingga Sulawesi, diterbangkan khusus ke Yogyakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan apresiasi dan penguatan kompetensi. Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi oleh istri dan anak-anak sebagai bagian dari desain program yang menempatkan keluarga sebagai elemen penting dalam keberhasilan kinerja. Acara tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris PTPN IV PalmCo. Selain seremoni penghargaan, para peserta mengikuti sesi peningkatan kompetensi yang difasilitasi bersama PT LPP Agro Nusantara, serta berbagai kegiatan kebersamaan keluarga. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan peran strategis pemanen dalam rantai produksi perkebunan sawit perusahaan yang berada di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. “Rekan-rekan pemanen adalah garda terdepan yang memegang kendali atas nadi perusahaan ini. Kami ingin memastikan semangat dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas,” ujar Jatmiko di hadapan peserta dan keluarga. Ia menambahkan perusahaan menargetkan para penerima penghargaan menjadi role model di unit masing-masing, menularkan disiplin, kepatuhan terhadap standar operasional, serta etos kerja tinggi guna mendukung pencapaian target operasional 2026. Kompetisi Berlapis dari Seluruh Regional Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa 32 pemanen yang diundang ke Yogyakarta merupakan hasil seleksi berlapis dari seluruh kebun di lingkungan PTPN IV sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. Penilaian mencakup aspek produktivitas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap SOP, serta sikap kerja. “Mereka adalah representasi terbaik dari tiap wilayah. Ini pertama kalinya pemanen terbaik dari bentangan operasional seluas ini dipertemukan dalam satu forum,” ucap Suhendri. Di sela acara, Warham Tanjung, pemanen dari Kebun Sei Garo, Regional III, Riau, mengaku tidak menyangka dapat berdiri di panggung menerima penghargaan di hadapan keluarga. “Bagi kami, kebun itu sumber kehidupan. Sudah seperti milik sendiri. Jadi memang harus dijaga dengan sepenuh hati,” tuturnya. Pemanen dari Regional V Kalimantan, Bohari Rahman, menyebut pengalaman tersebut sebagai motivasi baru. “Saya ingin semangat ini menular ke teman-teman di kebun,” ceritanya. Sementara, Harwoko dari Kebun Tanjung Lebar, Regional IV Jambi, tampak beberapa kali menggenggam tangan anaknya selama acara berlangsung. “Ini kebanggaan luar biasa bagi keluarga kami,” katanya. Investasi Jangka Panjang pada SDM Pelibatan keluarga menjadi ciri khas program Journey of Excellence. Pada sesi makan siang bersama, sejumlah Direksi dan Komisaris tampak berbincang santai dengan istri dan anak para pemanen, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Manajemen Holding Perkebunan Nusantara menilai dukungan keluarga berperan besar dalam menjaga konsistensi kinerja pekerja lapangan. Oleh karena itu, skema penghargaan dirancang tidak hanya menyentuh aspek profesional, tetapi juga emosional. Bagi PTPN IV PalmCo, program ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan budaya kerja. Para pemanen diharapkan membawa standar baru ketika kembali ke kebun masing-masing, yang dapat direplikasi di unit lain. Menutup acara, Jatmiko kembali menegaskan komitmen Holding Perkebunan Nusantara menjadikan penghargaan bagi pemanen terbaik sebagai agenda berkelanjutan. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari tradisi yang ingin kami bangun,” ujarnya. Dari Yogyakarta, pesan tersebut jelas: di balik angka produksi sawit, ada kerja nyata para pemanen yang kini memperoleh ruang apresiasi yang lebih luas dari Holding Perkebunan Nusantara.