Panen
Sorotan terbaru dari Tag # Panen
Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen
Lampung, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung operasional perkebunan yang semakin profesional, PTPN IV Regional VII taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti oleh 25 mandor panen dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang terstandarisasi, terukur, dan diakui secara resmi sesuai kebutuhan industri perkebunan modern. Mandor panen memiliki peran penting dalam operasional perkebunan. Sebagai ujung tombak pengawasan di lapangan, mandor panen bertanggung jawab memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai standar, mulai dari pengelolaan tenaga kerja, pelaksanaan pemeliharaan tanaman, panen, hingga pengawasan kualitas pekerjaan. Lantaran itu, peningkatan kompetensi mandor panen menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan perusahaan. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini menghadirkan tim asesor dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang sertifikasi perkebunan, yakni Rendy Dwi Hartanto, S.ST selaku Asesor Kementerian Pertanian, Habib Prayitno selaku Kasubbag Learning & Certification LPP, Tiara Syafa Maulidza selaku Staf Learning LPP, Roni Mulyawan selaku Ketua TUK Tim Asesor LSP Kementerian Pertanian, Ahmad selaku Pendamping Asesor Kementerian Pertanian, serta Royan Albab dari Tim TUK Kementerian Pertanian. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan materi mengenai aspek teknis pekerjaan mandor panen, tetapi juga mengikuti proses asesmen kompetensi untuk memastikan kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sertifikasi yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi pengakuan resmi atas kompetensi para mandor panen sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan pengembangan kompetensi sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. “Keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, sarana, atau fasilitas yang dimiliki, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Mandor panen merupakan garda terdepan yang mengawal pelaksanaan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi sangat penting agar setiap mandor panen memiliki kemampuan, pengetahuan, dan standar kerja yang semakin baik,” kata Denny. Ia menambahkan sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bukti bahwa seorang mandor panen memiliki kompetensi yang diakui dan mampu menjalankan tugas secara profesional. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu sebanyak mungkin, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri. Ketika kualitas SDM meningkat, maka kualitas pengelolaan kebun juga akan meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap produktivitas serta kinerja perusahaan secara keseluruhan,” jelasnya. Menurut Denny, di tengah tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis, perusahaan membutuhkan insan perkebunan yang adaptif, kompeten, dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. “Kita harus terus membangun budaya belajar di seluruh lini organisasi. Setiap peningkatan kompetensi yang dimiliki karyawan akan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan dan mencapai target-target yang semakin tinggi di masa depan,” tegasnya. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar kompetensi mandor panen perkebunan, pengelolaan tenaga kerja, pengawasan kegiatan operasional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan administrasi lapangan, hingga aspek kepemimpinan dalam mengelola tim kerja. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun manajerial para mandor panen dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, proses asesmen yang dilakukan oleh tim asesor bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta secara objektif berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Kementerian Pertanian. Dengan adanya sertifikasi ini, para mandor panen diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih profesional, efektif, dan sesuai dengan praktik terbaik di industri perkebunan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transformasi dan peningkatan daya saing sektor perkebunan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. PTPN IV Regional VII meyakini bahwa keberhasilan perusahaan dalam mencapai target produksi dan produktivitas tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin lapangan dalam mengelola sumber daya secara optimal. Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen ini, PTPN IV Regional VII kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan SDM yang semakin kompeten, profesional, dan tersertifikasi, perusahaan optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan industri serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara, dan pembangunan sektor perkebunan nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK dalam membangun insan perkebunan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat transformasi perusahaan menuju pengelolaan perkebunan yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Bersama Poktan: Polsek Mandau Panen Jagung Swasembada Pangan di Harapan Baru
Mandau, katakabar.com - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandau, Kompol Primadona, pimpin panen jagung swasembada pangan di atas lahan seluas 2 hektat di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (18/6) kemarin. Di kegiatan tersebut Kapolsek Mandau Kompol Primadona, tak sendirian tetapi bersama Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, Kelompok Tani dan masyarakat. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan Kamis malam, mengatakan hasil panen jagung swasembada pangan memuaskan. Ini menjadi bukti nyata sinergitas Polri dan masyarakat mendukung ketahanan pangan Nasional. Diketahui, pengelolaan tanaman jagung di lahan seluas 2 hektar hasil sinergi Polsek Mandau, pemilik lahan, kelompok tani bersama masyarakat. Kegiatan ini bagian dari program gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri, sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Hasil Memuaskan: Polsek Mandau dan Poktan Panen Raya Jagung di Air Kulim
Bathin Solapan, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau, dan jajaran bersama Kelompok Tani (Poktan) panen raya jagung, di Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, persisnya di kawasan Jalan Rejo.Sari kilometer 12 Kulim, Jalan Lintas Duri-Dumai, Senin (8/6). Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, yang pimpin kegiatan panen raya jagung di atas lahan seluas 2 hektar. Menurutnya, kegiatan pengelolaan lahan mulai dari pematangan, penanaman, perawatan hingga panen raya jagung 120 hari lamanya. "Hasil panen memuaskan untuk mendukung Ketahanan Pangan (Ketapang) daerah," ujarnya. Pengelolaan lahan ini, sebut Kompol Primadona, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, Senin sore, bukti nyata dukung program Gerakan Penanaman Jagung Seluas 1 Juta Hektar Polri, sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Polsek Rangsang Panen Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pagan Daerah
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan SH gelar Panen Jagung Pipil dukung Ketahanan Pangan Daerah, di Desa Teluk Samak Kecamatan Rangsang Senin (22/12). Selain itu, Polsek Rangsang laksanakan panen jagung pipil di lahan Bumdes Artha Niaga, guna mendukung Ketahanan Pangan Nasional. "Adapun Luas Lahan setengah hektar umur tanam 110 hari jenis bibit bisi 18 pee 6 kilogram, lalu hasil panen 2500 kilogeram, lokasi lahan BumDes Artha Niaga di Desa Teluksamak Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan SH Kata Kapolsek Rangsang, kegiatan panen jagung menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program Ketahanan pangan. "Panen Jagung menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. dengan keterlibatan aktif dalam program Ketahanan Pangan, kegiatan ini sebagai bukti dukungan guna membantu kesejahteraan masyarakat melalui stabilitas produksi pangan yang berkelanjutan," sebutnya.
Mantap! Petani Sawit Dapat Pupuk Gratis dan Mobil Angkut Panen dari Pemkab Dharmasraya
Sumbar, katakabar.com - Petani kelapa sawit dapat pupuk gratis dan mobil angkut panen di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Ini bukti Pemkab Dharmasraya, di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, SH, LLM., bersama Wakil Bupati Leliarni, S. Pd, M. Si, yang menghadirkan beragam program langsung ke tangan petani agar produktivitas, dan penghasilan mereka meroket. Lewat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Pemkab Dharmasraya memberikan bantuan pupuk gratis, perbaikan jalan usaha tani, dan bahkan mobil langsir untuk angkutan hasil panen khusus kebun sawit berusia 4 tahun. Semua dilakukan agar panen bisa cepat dijual tanpa hambatan logistik. Selain itu, ada program replanting bagi sawit tua atau tidak produktif. Setiap hektare mendapatkan dana hingga Rp60 juta untuk bibit unggul, pupuk, pengolahan lahan, dan sarana kebun lainnya. Bahkan, anak-anak petani mendapat perhatian khusus lewat beasiswa hingga perguruan tinggi, menjadikan program ini bukan sekadar jangka pendek, tetapi investasi masa depan keluarga petani. Syarat untuk menikmati semua fasilitas ini cukup sederhana, tetapi tetap jelas. Petani harus tergabung dalam Kelompok Tani minimal 20 anggota, memiliki lahan 50 hektare, dan dokumen kepemilikan berupa Sertifikat atau Alashak. Kebun juga tidak boleh berada di kawasan hutan atau HGU perusahaan. Pemkab memastikan semua warga Dharmasraya memiliki kesempatan yang sama. Bagi petani yang masih bingung atau ragu soal prosedur, bisa langsung datang ke kantor wali nagari setempat. Alternatifnya, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Dharmasraya siap dihubungi di nomor 0853-5646-2272. “Pemkab akan aktif mendorong setiap usulan agar diterima BPDPKS dan cepat direalisasikan. Tujuannya jelas pendapatan petani meningkat, sawit Dharmasraya makin berkualitas, dan ekonomi desa bergerak maju,” kata salah satu pejabat Dinas Pertanian. Program ini jadi bukti nyata petani sawit Dharmasraya kini dimanjakan pemerintah. Dari bantuan pupuk gratis hingga replanting hingga beasiswa anak, semuanya dirancang untuk mendorong kesejahteraan dan produktivitas. Dengan langkah ini, Dharmasraya berpotensi jadi kawasan sawit paling progresif di Sumatera Barat, sekaligus jadi inspirasi bagi daerah lain.
Warga Sambut Baik Fungsi dan Peran Bendungan Logung, Panen Meningkat dan Banjir Tereduksi
Kudus, katakabar.com - Fungsi dan peran Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, disambut sangat baik warga sekitar yang merasakan langsung dampak positifnya. Sejak dirampungkan pada 2018 lalu, bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi telah menjelma menjadi penggerak utama dalam peningkatan produktivitas pertanian, pengendali banjir, hingga pembuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Rasa syukur dan manfaat nyata ini paling dirasakan oleh para petani. Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air atau IP3A Kecamatan Jekulo, dan Mejobo, Suwandi, mengungkapkan bagaimana bendungan ini telah mengubah nasib pertanian di wilayahnya. Menurutnya, suplai air yang kini stabil sepanjang tahun memungkinkan pola tanam yang jauh lebih produktif. “Dulu pola tanam di tempat saya acak dan kadang hanya sekali tanam padi karena kekurangan air. Sekarang setelah bendungan dibangun bisa tanam padi 2-3 kali setahun. Tahun ini bahkan tiga kali masa tanam, dan hasilnya rata-rata 7–8 ton per hektar,” ujar Suwandi, melalui siaran pers diterima katakabar.com, Senin (8/9). Selain irigasi, fungsi bendungan sebagai pengendali banjir juga membawa kelegaan besar bagi warga. Bahrudin, seorang petani dari Desa Delango, mengenang masa-masa sulit sebelum bendungan beroperasi, di mana banjir sering kali menghanyutkan hasil panen yang sudah di depan mata. "Pernah pada saat itu lagi panen-panennya, petani sudah menyabit, tinggal ditumbuk, eh hujan besar dibawa sama arus. Akhirnya petani kecewa mengalami kerugian besar saat itu. Tetapi akhir-akhir ini, Alhamdulillah sudah 3 atau 4 tahun ini tidak pernah banjir di desa kami,” kata Bahrudin. Hal ini diaminkan Purnomo, petani dari Kecamatan Undaan. Ia menuturkan bagaimana Bendungan Logung berhasil mengubah lahan yang tergenang air menjadi area produktif. Sebelum ada bendungan, luas lahan yang bisa digarap hanya sekitar 80–100 hektare karena sisanya terendam seperti rawa. “Setelah bendungan dibangun, genangan air berkurang, distribusi air irigasi stabil, sehingga luas lahan yang bisa ditanami bertambah menjadi lebih dari 600 hektare. Bahkan lahan tidur 800 hektare di Legowo yang sebelumnya tidak bisa ditanami kini kembali produktif,” ucap Purnomo. Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum atau PU, Dody Hanggodo menegaskan komitmen kementeriannya akan selalu memastikan pengelolaan Bendungan Logung berjalan optimal. Ia menekankan, bendungan ini dirancang sebagai infrastruktur multifungsi. Selain untuk irigasi, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 200 liter/detik untuk Kota Kudus, mampu mereduksi potensi banjir hingga 105 m³/detik, berpotensi menghasilkan listrik 0,5 MW, serta mengembangkan kawasan sekitarnya menjadi destinasi wisata baru.
Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton?
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo catat capaian mengejutkan dalam panen perdana sawit pasca replanting di Kebun Terantam, Regional III Riau. Di usia tanam baru 2,5 tahun yang sejatinya masih tergolong belum menghasilkan atau TBM, tanaman kelapa sawit di bawah pengelolaan PalmCo telah mampu menyentuh angka produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektar. Angka ini hampir dua kali lipat dari rerata nasional untuk umur tanam yang sama, yang umumnya berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektar. Panen perdana ini dilakukan di area seluas 615,74 hektar yang berada di Afdeling 7 dan 8 Kebun Terantam. Areal ini bagian dari siklus tanam kedua di kebun tersebut, yang sebelumnya telah memasuki fase tanaman tua sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Bahkan, jika tren ini bertahan, bukan tidak mungkin saat memasuki usia TM 1 tahun depan, kebun ini mampu mencetak produksi hingga 18 ton per hektare. Dalam kondisi optimal, proyeksi produksinya bahkan bisa menyentuh angka 33 hingga 35 ton per hektar. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa hadir langsung di lokasi panen menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, performa ini adalah buah dari konsistensi dan strategi tanam yang terukur. “Ini adalah cara kita menjawab risiko terbesar di PTPN Group yakni menjaga kualitas investasi tanam. Hasilnya tidak hanya optimal, tapi bahkan bisa kita dorong hingga maksimal,” ujar Jatmiko, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Sabtu siang. PalmCo sendiri telah mereplanting lebih dari 19 ribu hektar sejak integrasi PTPN, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing. Selama lima tahun terakhir, pola replanting yang diterapkan terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat. Misalnya, untuk tanaman tahun tanam 2020, PalmCo mencatat rata-rata produktivitas TBM 3 sebesar 7,2 ton per hektare,jauh di atas potensi standar nasional versi PPKS yang hanya 4 ton per hektar. Saat tanaman tersebut masuk usia TM1, hasil panennya tercatat mencapai 14,5 ton per hektare, melebihi standar PPKS yang berada di angka 12 ton. “Ini bukan hanya soal unggul dari sisi produktivitas, tapi juga soal konsistensi di berbagai wilayah operasional,” imbuh Jatmiko.
Panen Sayur Mayur, WBP Rutan Kelas IIB Rengat Wujud Ketahanan Pangan Nasional
Indragiri Hulu, katakabar.com - Petugas rumah tahanan negara atau Rutan Kelas IIB Rengat, Indragiri Hulu, Riau berhasil membina warga binaan pemasyarakatan atau WBP sektor holtikultura, yakni budidaya sayur kangkung. Hasil panennya yang dilakukan pada Kamis (10/7) mencapai 100 kilogram. Kendati hasilnya menjanjikan paling penting membina kemandirian mereka menjadi keterampilan masa depan, sehingga warga binaan setelah keluar dari Rutan kembali kemasyarakatan ada harapan, dan peluang kemandirian lantaran sudah dibekali keterampilan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bukti nyata pemasyarakatan di lingkungan Ditjenpas Riau berkomitmen penuh dukung ketahanan pangan, yakni dengan memberdayakan keterampilan warga binaan melalui program pembinaan,” kata Ridar Firdaus Ginting, Karutan Rengat. Kegiatan tersebut selaras dengan 13 program akselerasi yang di canangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu memberdayakan warga binaan untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan. Ditegaskannya, kami terus berkomitmen mengembangkan program ketahanan pangan dilingkungan pemasyarakatan agar berdampak semakin luas.
Panen Raya Jagung Serentak, Polres Inhil Tunjukkan Komitmen Swasembada Pangan
Indragiri Hilir, katakabar.com - Kepolisian Resor atau Polres Indragiri Hilir gelar panen raya jagung kuartal II mendukung swasembada pangan tahun 2025 di Dusun Sungai Buluh Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu. Di kegiatan Panen Raya Jagung Serentak yang digelar secara nasional itu Polres Indragiri Hilir, Kamis (5/6). Kapolres Indragiri Hilir diwakili Wakapolres, Kompol Rizki Hidayat, yang pimpin panen raya jagung, dihadiri Forkopimcam Tembilahan Hulu, Lurah, dan Kepala DeHulse Tembilahan Hulu. Secara nasional, kepolisian pasang target menanam jagung di lahan seluas sejuta hektar. Nah, di kuartal pertama bulan Februari 2025, Polri telah menghasilkan 118.075 ton jagung. Sedang, kuartal kedua, panen dilakukan lahan seluas 344.524 hektar dengan hasil mencapai 2,74 juta ton. Polri tengah membangun 12 gudang pangan dengan kapasitas total 18.000 ton, serta menggandeng Bulog untuk menyerap hasil panen secara optimal. Terpisah, Wakapolres Indragiri Hilir, Kompol Rizky menyatakan, panen jagung tersebut panen kesekian yang dilakukan Polres Indragiri Hilir. Selain jagung di lahan Tembilahan Hulu, Polres Indragiri Hilir menanam jagung di lahan Desa se Kabupaten Indragiri Hilir.
Jagung Pipil Binaan Dipanen, Polres Inhu Songsong Swasembada Pangan
Indragiri Hulu, katakabar.com - Wakapolres Indragiri Hulu, Kompol Manapar Situmeang pimpin prosesi panen jagung pipil bersama pihak management PT Inecda Plantations di Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, Selasa (3/6). Sumringah melihat hasil panen perdana. Apalagi semangat gotong royong guna mendukung program Asta Cita Presiden RI, H. Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan membuahkan hasil (panen perdana skala nasional tahap II). Menurut Wakpolres Indragiri Hulu, kegiatan ini menjadi tonggak penting kerja sama strategis antara Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan dan sektor swasta, yang diwujudkan PT Inecda Plantation. “Panen ini bukan hanya hasil dari benih jagung yang tumbuh, tapi bukti nyata semangat, dan kekuatan kelompok tani kita yang luar biasa,” ujarnya. Jagung bukan sekadar komoditas, kata Kompol Manapar, melainkan simbol harapan yakni 'Harapan Akan Kemandirian Pangan, Kekuatan Ekonomi Desa, dan Keberlangsungan Kesejahteraan Generasi' masa datang. "Kepada generasi muda untuk kembali mencintai pertanian. “Mari kita jadikan Desa Sibabat bukan hanya penghasil jagung, tapi juga pusat ketahanan pangan dan inovasi pertanian,” serunya. Ini bentuk nyata komitmen Polres Inhu mendukung program nasional, terangnya, ini bukan momen kegiatan panen yang tergerak, gerakannya menyongsong swasembada pangan membangun desa dari peladangan dan kebun.