Pemberdayaan

Sorotan terbaru dari Tag # Pemberdayaan

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China Buah Pemberdayaan UMKM Perkebunan Sawit
Sawit
Kemarin

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China Buah Pemberdayaan UMKM Perkebunan

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana lidi sawit saat perhelatan di gudang PT Arra Setya Abadi di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6) lalu. Total 28 Ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara dan Aceh akan diberangkatkan menuju China. Produk lidi sawit tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh para petani sawit serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Koperasi anggota ASPEKPIR hasil dari rangkaian kegiatan program pemberdayaan UMKM dan Koperasi yang telah digelar ASPEKPIR dan BPDP. ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional. Hadir di kegiatan tersebut Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah, perwakilan Badan Karantina, Sekretaris Jenderal ASPEKPIR Syarifuddin Sirait, perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara, serta petani dan pengrajin lidi sawit. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anwar Sadat menyampaikan BPDP telah lama melakukan kegiatan promosi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama intensif bersama ASPEKPIR dilakukan melalui berbagai kegiatan workshop dan diseminasi sejak tahun 2024 hingga saat ini. Rangkaian workshop produksi lidi sawit tersebut telah dilaksanakan di berbagai wilayah antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengenalkan potensi lidi sawit dan ketersediaan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar kualitas produk sesuai standar pasar ekspor. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah. “BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya. BPDP saat ini memiliki berbagai program strategis untuk mendukung penguatan kapasitas dan peningkatan produktivitas petani sawit, antara lain melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Program Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan, Penelitian dan Pengembangan, serta program Promosi Perkebunan yang bertujuan mengenalkan manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Keberhasilan ekspor perdana lidi sawit ini menunjukkan bahwa sawit adalah komoditas yang inklusif karena manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi hingga pelaku ekspor. “Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, dari petani, pengrajin, koperasi, dan pelaku ekspor, sehingga dapat memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi di daerah,” ujarnya. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, memperluas kesempatan kerja berkualitas dengan kewirausahaan, serta pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono menegaskan pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara. Dijelaskan Setiyono, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Manfaatnya kemudian akan dirasakan kurang lebih 2.800 anggota koperasi tersebut. Keterlibatan koperasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani. “Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” imbuh Setiyono. Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, menimpali sejak akhir 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan didukung BPDP terus melakukan sosialisasi serta pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurut Ilham, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka lebar bagi petani dan UMKM di berbagai daerah sentra perkebunan sawit. Pada kegiata sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor perdana tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan potensi limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi. “Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” terangnya. Pengembangan produk lidi sawit menjadi bukti sektor sawit mampu mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan pelepah dan biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM membantu mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan. Produk lidi sawit ini juga sekaligus dapat memperluas pasar ekspor perkebunan melalui diversifikasi produk turunan kelapa sawit. Selain kegiatan pelepasan perdana ekspor lidi sawit, BPDP dan ASPEKPIR taja workshop praktik ekspor lidi sawi di Langkat, Sumatra Utara pada Kamis (18/6). Dalam workshop yang dihadiri 100 peserta ini, dilakukan penandatanganan MoU antara koperasi sawit dan pelaku ekspor tentang peningkatan produksi lidi sawit siap ekspor.

Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Bahas Migas dan Pemberdayaan Masyarakat Riau
Riau
Kamis, 29 Januari 2026 | 20:01 WIB

Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Bahas Migas dan Pemberdayaan Masyarakat

Kepulaua Meranti, katakabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) gelar silaturahmi dan koordinasi pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026, Kamis (29/1). Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas PUPR Kepulauan Meranti itu dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, yang dihadiri Asisten II Pemerintah Provinsi Riau, Helmi D, Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, para asisten dan staf ahli Setda, pimpinan OPD terkait, Kepala Kantor Pertanahan/BPN Kepulauan Meranti, serta perwakilan perusahaan migas, di antaranya PT Imbang Tata Alam dan PT Riau Petroleum Group. Di pertemuan tersebut, PT Imbang Tata Alam selaku operator Wilayah Kerja (WK) Malacca Strait memaparkan kondisi produksi migas tahun 2025. Produksi minyak tercatat rata-rata sebesar 4.655 barel minyak per hari (BOPD), masih di bawah target SKK Migas sekitar 6.000 BOPD. Sementara produksi gas berada pada kisaran 2,3 MMSCFD, dengan penyaluran gas ke PLN justru melampaui target hingga mencapai 0,55 MMSCFD. PT Imbang Tata Alam menjelaskan, tantangan utama dalam peningkatan produksi saat ini adalah permasalahan teknis berupa kepasiran pada sumur yang menyebabkan tertutupnya perforasi saat pemompaan. Kondisi tersebut membuat optimalisasi produksi belum maksimal meskipun cadangan migas masih tergolong baik. Meski demikian, hasil uji sumur eksplorasi TB North West menunjukkan prospek positif dengan potensi produksi mencapai 190–200 barel per hari. Sumur tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi tiga hingga lima sumur lanjutan. Untuk tahun 2026, PT Imbang Tata Alam merencanakan pengeboran sejumlah sumur eksplorasi baru, di antaranya CN-2, CN-3, MSWK, dan WK-1, serta pengembangan lima sumur di lapangan TB. Target produksi minyak ditetapkan meningkat hingga 5.800 BOPD, sementara target produksi gas berada di kisaran 0,4 MMSCFD. Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi prioritas utama eksplorasi karena dinilai memiliki potensi cadangan terbesar di WK Malacca Strait. Selain aspek produksi, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Koordinator CSR PT Imbang Tata Alam, Arip Hidayatulloh, menyampaikan program PPM difokuskan pada wilayah Ring 1, yakni Kecamatan Merbau dan Tebing Tinggi Barat. Program PPM meliputi sektor pendidikan, ekonomi, lingkungan, kesehatan, tata kelola, dan kelembagaan usung tema pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan konservasi lingkungan. Salah satu program unggulan adalah pengembangan Wisata Telaga Air Merah yang kini berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp77 juta, dengan jumlah kunjungan mencapai 1.800 orang per hari pada momen tertentu. Selain itu, PT Imbang Tata Alam juga membina Koperasi Jasa Usaha Mandiri Syariah (KJOMS) yang kini telah mandiri dengan total aset mencapai Rp5 miliar, berawal dari modal awal sebesar Rp24 juta. Program lainnya mencakup pelatihan digital, pengembangan produk mangrove ramah lingkungan (ecoprint), penguatan UMKM sagu, pembangunan jalan penunjang wisata secara swakelola, serta pemberian beasiswa pendidikan. Asisten II Pemprov Riau, Helmi D, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya koordinasi di daerah agar seluruh OPD memahami secara utuh rencana kerja KKKS. Ia menilai pelaksanaan PPM yang dipaparkan telah sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ekosistem laut dan darat yang relevan dengan karakteristik Kepulauan Meranti. “Program PPM ini yang paling penting. Teknis migas kita memang perlu terus belajar, tetapi dampak langsung ke masyarakat harus benar-benar dirasakan,” ujar Helmi. Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti berharap sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam peningkatan produksi migas nasional, tetapi juga dalam memastikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring antara kegiatan eksplorasi energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan lokal.

Tidak Cuma Tanam Pohon, LindungiHutan Tawarkan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 18 November 2025 | 08:37 WIB

Tidak Cuma Tanam Pohon, LindungiHutan Tawarkan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Tangerang, katakabar.com - LindungiHutan selama ini dikenal sebagai platform penghimpun dana lingkungan yang fokus pada penanaman pohon. Tetapi, di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi ekologis yang berkelanjutan, LindungiHutan memperluas kiprahnya melalui berbagai program community development. Salah satu inisiatif tersebut adalah Treesbash, sebuah program pemberdayaan yang tidak hanya mendorong aksi penanaman, tetapi edukasi, penguatan kelompok masyarakat, peningkatan literasi lingkungan, hingga pembukaan peluang ekonomi hijau. Salah satu lokasi yang merasakan dampak program ini adalah Desa Sukawali di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Wilayah ini merupakan pesisir yang menjadi titik pertemuan Sungai Cisadane dan Laut Jawa. Desa Sukawali memiliki sejarah panjang kerusakan ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi tambak. Kerusakan tersebut berujung pada menurunnya kualitas perairan dan merosotnya hasil tambak udang warga, yang kemudian mendorong masyarakat mengambil langkah pemulihan. Sejak 2020, warga bersama LindungiHutan menanam kembali mangrove Rhizophora sp. di muara sungai. Hingga hari ini, sebanyak 26.097 pohon telah tertanam untuk memperkuat ekosistem pesisir, menahan abrasi, dan memulihkan kualitas perairan. Program penanaman yang berkelanjutan ini berjalan paralel dengan edukasi lingkungan dan pendampingan warga yang kini aktif menjaga wilayah pesisir. Seiring membaiknya ekosistem mangrove, Desa Sukawali berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan CSR berbasis lingkungan dan pemberdayaan. Di lokasi ini, LindungiHutan melaksanakan beragam kegiatan seperti aksi bersih pantai, pelatihan pengelolaan sampah, peningkatan literasi lingkungan, serta penguatan kelompok masyarakat pesisir. Pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian warga sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi lokal melalui praktik-praktik ramah lingkungan. Kolaborasi nyata terlihat dalam kegiatan PT Orix Indonesia Finance yang bekerja sama dengan LindungiHutan dan Kertabumi Recycling Center pada 12 Desember 2024 lalu. Melalui aksi Beach Cleaning di Pantai KSS Sukawali bertema “Care for the Beach, Care for the Earth! Small Actions, Big Waves of Change”, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 430 kg sampah, setara 1.465 kgCO₂e, dan diikuti pelatihan manajemen sampah bagi 30 warga. Pelatihan tersebut meningkatkan pemahaman tentang pemilahan sampah, daur ulang, hingga pengelolaan limbah rumah tangga yang berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. LindungiHutan menegaskan misinya tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi memastikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi dapat tumbuh dan berkembang bersama lingkungan yang mereka jaga. “Kami ingin memastikan setiap aksi penanaman juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, sehingga keberlanjutan tidak hanya terjadi pada alam, tetapi juga pada kehidupan warga,” ujar Aisyah dari Tim Operasional LindungiHutan.

'Lumbung Pangan' Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Riau
Riau
Rabu, 06 Agustus 2025 | 15:53 WIB

'Lumbung Pangan' Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Wakil Bupati Rokan Hulu, H Syafaruddin Poti, S.H, M.M hadiri Panen Raya program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa, di Desa Bangun Purba Timur Jaya, Rabu (6/8). Kegiatan ini bagian dari program "Lumbung Pangan' yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan potensi lokal. Program ini dilaksanakan atas kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Baznas Provinsi Riau, dan Baznas Kabupaten Rokan Hulu. Didampingi Kadis Pertanian, Fisman Hendri, S.Hut,Ketua Baznas Rokan Hulu, Baihaqi Adhduha, Lc, M.H, Camat Bangun Purba, Admiral, S.P, Kades Bangun Purba Timur, Jaya Saiful Hadi, serta pihak terkait lainnya. Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program pemberdayaan ini. “Panen Raya ini bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat yang besar, terutama memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa,” ujar Wabup. Ia berharap agar program seperti ini terus berlanjut dan dapat direplikasi di desa-desa lainnya karena menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan desa dan menjadi simbol keberhasilan dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

UNDP Luncurkan Inisiatif Baru Dorong Perlindungan dan Pemberdayaan PPL Default
Default
Sabtu, 26 Juli 2025 | 15:16 WIB

UNDP Luncurkan Inisiatif Baru Dorong Perlindungan dan Pemberdayaan PPL

sosial, termasuk kekerasan terhadap pembela perempuan, terdokumentasi secara sistematis dan digunakan untuk merumuskan kebijakan perlindungan dan pencegahan,” timpal Andre Notohamijoyo, Plh. Asisten Deputi Penanganan Pascakonflik Sosial, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Lewat Program Pemberdayaan Disabilitas Pelindo Solusi Logistik Tegaskan Komitmen Inklusivitas Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 01 Mei 2025 | 12:27 WIB

Lewat Program Pemberdayaan Disabilitas Pelindo Solusi Logistik Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Jakarta, katakabar.com - PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL sebagai subholding Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Kepelabuhanan Pelindo terus menunjukkan komitmennya mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas di Indonesia melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL. Langkah ini sejalan dengan arahan Pemerintah Republik Indonesia untuk memperkuat pembangunan inklusif, mendukung pelaksanaan Asta Cita, serta mendorong terciptanya kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. Sejak awal inisiatifnya, Pelindo Solusi Logistik secara konsisten meluncurkan berbagai inisiatif untuk komunitas disabilitas. Program ini diawali dengan pemberian bantuan kaki palsu gratis dan dilanjutkan dengan distribusi Ankle Foot Orthosis (AFO). Memperluas kontribusinya, Pelindo Solusi Logistik kemudian meluncurkan program Kelompok Disabilitas Produktif atau KEDIP untuk mendukung peningkatan kemandirian penyandang disabilitas melalui kegiatan pembekalan UMKM disabilitas. KEDIP tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha dan modal, tetapi juga membekali peserta dengan pelatihan marketing, optimalisasi media sosial, branding dan packaging, pencatatan keuangan hingga advokasi legalitas usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendampingan intensif dilakukan untuk memastikan usaha peserta berkelanjutan. Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Pelindo Solusi Logistik, Herman Susilo menyampaikan, program ini bertujuan untuk membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. "Kami percaya pemberdayaan harus diberikan melalui pendekatan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan. Program-program ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi saudara-saudara disabilitas, sehingga mereka bisa berdaya dan produktif di tengah masyarakat," kata Herman. Seorang penerima manfaat, Holimah 46 tahun sampaikan rasa terima kasih kepada Pelindo Solusi Logistik atas dukungan yang diberikan melalui Program KEDIP. "Kami ucapkan terima kasih kepada Pelindo Solusi Logistik atas bantuan program KEDIP ini. Saya berharap bantuan ini dapat membantu kami dalam meningkatkan kapasitas usaha, dan ke depannya semoga dapat menjangkau saudara-saudara kami yang lain yang membutuhkan," sebut Holimah.

OIC Youth Indonesia Gelar Iftar Bersama Pemimpin, Diplomat, dan Visioner Muda Nusantara
Nusantara
Minggu, 23 Maret 2025 | 14:10 WIB

OIC Youth Indonesia Gelar Iftar Bersama Pemimpin, Diplomat, dan Visioner Muda

Jakarta, katakabar.com - OIC Youth Indonesia gelar iftar untuk mempererat solidaritas global, di Jakarta (18/3) lalu, yang dihadiri pemimpin muda, diplomat, dan pejabat, termasuk Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A. serta perwakilan dari berbagai negara. Acara ini soroti peran pemuda pembangunan dan kontribusi kemanusiaan Indonesia. Acara iftar usung tema "Empowering Communities and Strengthening Global Solidarity Through the Spirit of Ramadhan", sebagai ajang mempererat hubungan antara pemimpin, diplomat, akademisi, dan visioner muda yang berkomitmen terhadap kemajuan Indonesia serta komunitas Muslim global. Sejumlah tokoh terkemuka hadir di acara ini, di antaranya Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., serta sejumlah diplomat seperti Duta Besar Mozambik untuk Indonesia H.E. Jose Belmiro Malate, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia H.E. Sergey Tolchenov, dan Wakil Kepala Misi Republik Arab Mesir Dr. Osama Hamdy. Hadir pula Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Republik Sudan untuk Republik Indonesia Sid Ahmed M. Alamain, Kepala Bagian Politik Kedutaan Besar Iran untuk Republik Indonesia Mrs. Faezah Jannati, Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Kazakhstan Mr. Bauyrzhan, serta perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Esa Sukmawijaya, Sekretaris BPKH RI Ahmad Zaky, Sekretaris Deputi Kemenko PMK RI / Sekretaris Ditjen IDP Kemlu RI Thomas Ardian Siregar, Ketua Palang Merah Indonesia Sumatera Utara Rahmatsyah, serta anggota Dewan Penasihat OIC Youth Indonesia Syaroni Rofii, Margaret Aliyatul Maimunah, Diska Resha Putra, dan para anggota Dewan Eksekutif OIC Youth Indonesia periode 2024-2029. Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, menyampaikan apresiasi kepada Ir. H. Ahmad Riza Patria atas dukungan terhadap acara ini, serta kepada para diplomat dan tokoh yang telah hadir. Ia menekankan pemuda Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi tantangan global.

Alumni LPDP Serukan #KontribusiAjaDulu di Workshop dan Fieldtrip Pemberdayaan UMKM Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 09 Maret 2025 | 17:04 WIB

Alumni LPDP Serukan #KontribusiAjaDulu di Workshop dan Fieldtrip Pemberdayaan UMKM Sawit

Yogyakarta, katakabar.com - CEO CV Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan jadi narasumber di kegiatan Workshop dan Fieldtrip angkat tema “Pemberdayaan UMKM Guna Mendukung Pemanfaatan Produk Turunan Kelapa Sawit” yang digelar Politeknik LPP Yogyakarta bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kamis (26/2) hingga Jumat (27/2) di Yogyakarta. Di acara itu, Ihsan sapaan akrab alumni LPDP ini menceritakan pengalamannya membangun usaha batik inovatifnya termasuk perjalanan selama memanfaatkan lilin batik dari sawit. Awalnya, Ihsan penerima beasiswa Bidikmisi di Jurusan Pendidikan Kimia UNY merasa tergerak untuk berwirausaha demi membantu perekonomian keluarga.

LindungiHutan dan TNWK Tingkatkan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan
Lingkungan
Senin, 02 Desember 2024 | 15:49 WIB

LindungiHutan dan TNWK Tingkatkan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Semarang, katakabar.com - Kolaborasi antara LindungiHutan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi upaya konservasi lingkungan dan pelestarian alam di Indonesia. Dalam kolaborasinya, LindungiHutan dan Taman Nasional Way Kambas bertujuan membangun arboretum sebagai upaya perlindungan satwa dari perburuan liar sekaligus pusat penelitian di Way Kambas.

Jaga Ketahanan Pangan Lewat Pemberdayaan Peternak Sapi Perah Lokal Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 02 Juli 2024 | 15:42 WIB

Jaga Ketahanan Pangan Lewat Pemberdayaan Peternak Sapi Perah Lokal

Jawa Tengah, katakabar.com - Yayasan Rumah Energi atau YRE, Sarihusada Generasi Mahardhika atau SGM, Danone Ecosystem dan PRISMA sejak tahun 2023 telah menjalankan program kolaborasi Local Milk Sourcing atau LMS sasar peternak lokal dan koperasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Susu punya peranan penting dalam ketahanan pangan, sebab selain menjadi sumber nutrisi bagi tubuh, susu juga berkontribusi pada rantai ekonomi dan sosial yang menyokong kesejahteraan masyarakat terutama di tingkat tapak.