Integrasikan Industri Halal dan Pendidikan Global Satu Platform Strategis
Jakarta, katakabar.com - Launching Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival telah sukses digelar di Aula Graha Utama Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai momentum awal penguatan kolaborasi lintas sektor membangun ekosistem halal dan pendidikan yang terintegrasi di Indonesia, Senin kemarin. Penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai strategic partner dalam menghadirkan platform yang menghubungkan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, serta pengembangan generasi muda, sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk menjadi pusat pertumbuhan ekosistem halal global yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan. Usung semangat kolaborasi lintas sektor, Pekan Halal Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan halal, tetapi menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri, institusi pendidikan, komunitas kreatif, regulator, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun masa depan ekosistem halal Indonesia. Direktur PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, menjelaskan Pekan Halal Indonesia hadir sebagai pelengkap ekosistem event halal nasional dengan menawarkan diferensiasi melalui integrasi sektor bisnis, edukasi, dan gaya hidup. “Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi integrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” ujarnya. Menurutnya, konsep ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan industri halal yang terus bergerak menuju pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan generasi muda. "Melalui kolaborasi dengan berbagai strategic partner, termasuk mendorong partisipasi lembaga seperti KNEKS dan BPJPH, PHI 2026 diharapkan dapat memperkuat edukasi publik terkait sertifikasi halal, literasi industri syariah, dan peluang pengembangan bisnis halal di Indonesia," jelasnya. Sebagai representasi perkembangan gaya hidup halal yang semakin dekat dengan generasi muda, PHI 2026 menghadirkan Halal Kulture, sebuah ruang eksplorasi gaya hidup halal dengan pendekatan yang segar, interaktif, dan relevan dengan tren masa kini. Usung konsep experiential exhibition, Halal Kulture akan menghadirkan berbagai program seperti Faedah Talkz, Creative Space, Outdoortainment, hingga Community Space yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman halal kini telah menjadi bagian dari identitas dan budaya hidup modern. Melengkapi pengalaman tersebut, GlamLocal hadir sebagai zona pameran modest fashion dan aksesoris yang menampilkan berbagai brand pilihan dengan beragam penawaran menarik bagi pengunjung. Area ini menjadi wadah bagi perkembangan industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memadukan gaya, kreativitas, dan nilai-nilai modest lifestyle. Sementara, kolaborasi bersama Deatextile diwujudkan melalui Textile Trade Event by Deatextile, sebuah zonasi khusus yang berfokus pada industri tekstil dan modest fashion muslim. Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, serta inovator tekstil untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion Indonesia di tingkat nasional maupun global. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, PHI 2026 diselenggarakan Bersama EduNation Festival, sebuah pameran pendidikan Islam berskala internasional yang akan mempertemukan institusi pendidikan, universitas global, tenaga pendidik, pelajar, dan berbagai organisasi pemberi beasiswa. Ketua KOPIN (Konsorsium Pendidikan Islam Internasional), Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, menjelaskan EduNation 2026 merupakan transformasi besar dari penyelenggaraan sebelumnya yang masih berfokus pada skala nasional. “EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional yang membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikan global. Kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah internasional, universitas dari Timur Tengah, Malaysia, hingga negara-negara lain untuk membuka peluang kolaborasi nyata,” ucapnya. EduNation dirancang sebagai ruang interaksi antara siswa, tenaga pendidik, orang tua, serta institusi pendidikan untuk mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran yang lebih kompetitif dan berorientasi global. Selain menghadirkan berbagai institusi pendidikan internasional, EduNation juga akan melibatkan organisasi pemberi beasiswa serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta melalui kemitraan strategis bersama berbagai organisasi pendidikan. Menurut Ustaz Ali selaku Ketua KOPIN, kolaborasi antara EduNation dan Pekan Halal Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan dan nilai-nilai halal. “Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,” timpalnya. Penguatan kolaborasi ini juga didukung oleh data dan potensi nyata pengembangan ekonomi halal nasional. Perwakilan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), Muhammad Quraisy, Ph.D., memaparkan Indonesia memiliki modalitas besar pengembangan industri halal, mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat. Saat ini, bebernya, lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, disertai dengan berkembangnya berbagai kawasan industri halal di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur. Ia menilai masih terdapat tantangan fundamental yang perlu dijawab bersama. “Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat. Banyak masyarakat merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” terangnya. Ia menegaskan halal kini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi telah berkembang menjadi jaminan kualitas, reputasi bisnis, serta faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar global. Pada konteks inilah, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival dinilai menjadi platform strategis untuk menjembatani kebutuhan edukasi, promosi, kolaborasi, dan penguatan literasi halal secara lebih luas. Dengan target puluhan ribu pengunjung dari kalangan pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial, PHI 2026 dan EduNation Festival diharapkan menjadi titik temu antara inovasi industri halal, pendidikan internasional, dan transformasi gaya hidup halal Indonesia. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan strategic partnership, ajang ini siap menghadirkan pengalaman pameran yang tidak hanya informatif dan inspiratif, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masa depan ekosistem halal Indonesia.
Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN
Jakarta, katakabar.com - Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi memulai ekspansi regional ke Filipina pada awal kuartal kedua 2026. Langkah ini menandai fase pertumbuhan strategis Voresi membangun ekosistem pendidikan nonformal berbasis teknologi yang berorientasi pada penciptaan talenta produktif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Ekspansi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Voresi untuk menjawab pergeseran global menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), di mana jalur karier nonformal semakin mendominasi. Voresi melihat peluang besar di negara berkembang ASEAN, di mana sistem pendidikan formal belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan industri yang terus berkembang. “Perkembangan teknologi mendorong lahirnya banyak profesi baru di sektor nonformal. Karena itu, pendidikan nonformal akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Cosmas, CEO dan Founder Voresi. Bangun Ekosistem Talenta dari Vocation Hingga Economic Value Berdiri pada 2024 lalu, Voresi menghadirkan pendekatan berbeda melalui hybrid ecosystem yang membantu remaja temukan dan kembangkan vocation (panggilan hidup), sebagai fondasi membangun karier berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Voresi tidak hanya membantu remaja temukan profesi impian, tetapi juga mengarahkan mereka pada specialization yang memiliki nilai ekonomi nyata. Hal ini memastikan passion yang dimiliki dapat dikonversi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Produk unggulan Voresi dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mendampingi remaja secara menyeluruhmembangun masa depan mereka. Melalui Voresi Lab+, sebagai AI-powered personal lab, remaja dapat mengidentifikasi vocation, profession, hingga specialization sebagai peta jalan karier yang terarah dan terukur. Proses ini kemudian diperkuat melalui Connect+, yakni platform mentoring yang menghubungkan remaja dengan para profesional yang telah sukses di bidang profesi yang mereka impikan, sehingga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dunia nyata. Tidak berhenti pada tahap eksplorasi dan validasi, Voresi juga menghadirkan Journeys+, sebuah program experiential learning yang memberikan pengalaman langsung melalui industry exposure, workshop praktis, hingga internship placement, sehingga remaja dapat memahami dan menjalani proses menuju profesi impian mereka secara konkret. Ketiga layanan ini membentuk pendekatan end-to-end yang memastikan setiap individu tidak hanya menemukan arah, tetapi juga memiliki jalur yang jelas untuk mewujudkan potensi mereka menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Traction Kuat di Indonesia Siap Replikasi ke Pasar ASEAN Sejak berdiri, Voresi telah membantu lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia, mencerminkan adopsi pasar yang kuat terhadap pendekatan dan ekosistem yang dikembangkan. Keberhasilan ini menjadi landasan ekspansi ke Filipina, yang dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai Senior High School (SHS) di wilayah Quezon, Manila, dan Caloocan. Melalui kemitraan ini, ribuan siswa kini mendapatkan akses ke platform Voresi dan seluruh ekosistem layanannya melalui www.voresi.com.
Kedubes India Dorong Pelatihan Dosen dan Akademik Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta melalui Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) perluas kerjasama pendidikan dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui kunjungan resmi, Senin (4/5) di Semarang, Jawa Tengah, dengan menawarkan program pelatihan dosen, beasiswa, dan pertukaran akademik lintas institusi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang strategis. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi pendidikan India di Indonesia, yang kini semakin diarahkan pada kerja sama yang bersifat praktis dan berdampak langsung. Melalui skema seperti Indian Council for Cultural Relations (ICCR) dan Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC), akademisi Indonesia mendapatkan akses untuk mengikuti pelatihan di berbagai institusi pendidikan di India dalam durasi mulai dari dua minggu hingga beberapa bulan. “Program ini membuka kesempatan luas bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi di berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi hingga kepemimpinan,” ujar Direktur JNICC, Kamal Khurana. Bagi UNNES, kerja sama ini dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam jaringan akademik global. Wakil Rektor IV UNNES, Nur Qudus, menegaskan kampus akan segera menindaklanjuti peluang tersebut di tingkat fakultas. “Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini dan akan menindaklanjuti peluang dengan mengidentifikasi bidang yang relevan serta mendorong partisipasi dosen di tingkat fakultas,” ucapnya. Program yang ditawarkan juga dilengkapi dengan dukungan komprehensif, mencakup tiket perjalanan internasional, akomodasi, biaya pelatihan, hingga tunjangan hidup selama program berlangsung. Skema ini dinilai mampu memperluas akses bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi tanpa terbebani biaya tambahan. Adapun bidang yang ditawarkan mencakup teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), teknik dan rekayasa, manajemen dan kepemimpinan, pendidikan, bahasa Inggris, kesehatan, yoga, serta lingkungan dan energi terbarukan. Cakupan ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berorientasi pada akademik konvensional, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tantangan global. Selain kerja sama akademik, pendekatan diplomasi budaya juga menjadi bagian dari inisiatif ini. Kegiatan yoga yang melibatkan ratusan mahasiswa digelar sebagai bagian dari pengenalan budaya India sekaligus promosi gaya hidup sehat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari curtain raiser menuju 100 hari peringatan International Day of Yoga (IDY) 2026,” ungkap TIC (Teacher of Indian Culture) JNICC, Sunil Karamchandani. Ia menambahkan, “1st World Yogasana Sport Championship 2026 akan digelar pada 4 hingga 8 Juni di Ahmedabad, Gujarat, hal ini akan menjadi kesempatan bagus bagi mahasiswa untuk bisa ikut berpartisipasi di tingkat internasional.” Menuju Kolaborasi Jangka Panjang Sebagai bagian dari penguatan kerja sama jangka panjang, keberadaan India Corner di UNNES menjadi sarana pendukung yang menghubungkan aspek pendidikan dan budaya. Fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa dan akademisi.
Lewat AI Connect Offline Series, TI dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang
Padang, katakabar.com - AI Connect Offline Series di Telkom AI Center Padang bahas peran Google for Education dan Google Reference School mendorong transformasi pendidikan digital di era AI. Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong sektor pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal ini menjadi fokus dalam AI Connect Offline Series: “Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the AI Era” yang berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 April 2026 lalu di Telkom AI Center Padang. Di hari pertama yang berfokus pada segmen pendidikan tinggi, peserta mendapatkan pemaparan terkait pemanfaatan teknologi meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui sesi bertema “Boosting Teaching and Learning Productivity with Google for Education.” Komang Oka Nugraha dari Universitas Udayana, menyampaikan pemanfaatan teknologi digital, termasuk platform dari Google for Education, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. “Transformasi digital di lingkungan kampus bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Sementara, Pandu Satria Nugroho dari Google for Education, menekankan ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Ia menyoroti peran program Google Reference School sebagai benchmark dalam transformasi digital sekolah. “Melalui Google for Education dan inisiatif seperti Google Reference School, kami berharap semakin banyak sekolah yang mampu meningkatkan kualitasnya dan berkembang hingga eksis di tingkat internasional,” jelasnya. Memasuki hari kedua yang menyasar segmen K-12, kegiatan mengangkat tema “Beyond the Limits: Achieving Global Excellence with Google for Education.” yang menyoroti bagaimana sekolah dapat berkembang menjadi institusi berstandar global melalui adopsi teknologi digital. Yansen Makitika dari Sekolah Kristen Kalam Kudus membagikan pengalaman transformasi yang dilakukan di institusinya, termasuk dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis digital. Ia mengungkapkan semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi motivasi utama dalam mendorong perubahan. “Saya tidak berasal dari latar belakang pendidikan, namun melalui pembelajaran dari platform seperti Google for Education, saya dapat memahami sistem pendidikan dan bagaimana meningkatkannya ke level yang lebih tinggi,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran digital di kalangan institusi pendidikan. “Harapannya, sekolah-sekolah di Padang bisa semakin aware terhadap kemajuan digital dan mulai bertransformasi menuju sistem pendidikan berbasis teknologi,” imbuhnya. Dari sisi dukungan ekosistem, pihak Metranet menyampaikan komitmennya membantu proses adaptasi dan implementasi teknologi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti konektivitas internet yang menjadi bagian penting dalam digitalisasi pendidikan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai respons positif selama kegiatan berlangsung. Baik pada hari pertama maupun kedua, peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pemanfaatan Google for Education serta konsep sekolah berbasis digital, termasuk potensi untuk berkembang menuju standar Google Reference School. Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect, menuturkan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. “Kami melihat bahwa teknologi, termasuk ekosistem pembelajaran digital, dapat menjadi alat kolaborasi. Harapannya, semakin banyak ruang diskusi dan implementasi nyata yang dapat mendorong kemajuan pendidikan sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan di era digital,” sebutnya. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Telkom AI Center Padang diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mendukung kolaborasi dan pertukaran wawasan antara teknologi dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong adopsi Google for Education dan penguatan kualitas sekolah menuju standar global.
Pemkab Langkat Dorong Penguatan PGRI dan Pembinaan Generasi Lewat Porsenijar 2026
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Rudi Kinandung, M.AP menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelantikan Pengurus Cabang (PC) dan PC Khusus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Langkat yang dirangkai dengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Kabupaten Langkat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Olahraga Stabat, Kamis (23/4/2026).
Holding PTPN Dorong Pendidikan dan Ekonomi Rohul Lewat Program TJSL PTPN IV Regional III
Rokan Hulu, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PalmCo, secara konsisten perkuat kontribusi terhadap pembangunan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan telah menyalurkan bantuan dengan total mencapai Rp2,4 miliar. Program tersebut difokuskan pada penguatan sektor ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan infrastruktur sosial di wilayah sekitar operasional perusahaan. "Program TJSL kami dirancang untuk menyentuh kebutuhan mendasar dan mendukung potensi yang ada di masyarakat Rokan Hulu, khususnya di sekitar wilayah operasional kami. Fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur sosial," ujar Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional III, Andiansyah Hamdani dalam keterangannya, di penghujung Januari 2026 lalu. Data realisasi penyaluran dana TJSL menunjukkan, total bantuan tersebut merupakan akumulasi dari ratusan program yang dijalankan secara berkelanjutan selama satu dekade terakhir. Pada 2025 saja, tercatat 66 jenis program bantuan telah direalisasikan di berbagai kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama, di antaranya melalui pembangunan dan renovasi sekolah, pengadaan perangkat komputer yang dilengkapi akses internet gratis selama satu tahun untuk sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama, serta dukungan bagi peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. "Kami melihat pendidikan sebagai fondasi utama. Bantuan pengadaan komputer dan Mifi gratis selama setahun untuk lima sekolah, seperti SMPN 1 Kunto Darussalam dan SDN 003 Pagaran Tapah, adalah upaya kami memutus mata rantai ketertinggalan dalam mengakses teknologi digital bagi pelajar di daerah," paparnya. Selain sektor pendidikan, ulasnya, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi pilar penting dalam program TJSL perusahaan. Berbagai program pemberdayaan dilakukan melalui bantuan budidaya ternak, bantuan usaha berupa bibit dan pakan ikan, pengadaan armada angkutan sampah untuk desa, hingga penyaluran paket sembako dalam skala besar guna mendukung ketahanan ekonomi keluarga. PTPN IV Regional III juga memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur sosial, antara lain melalui pembangunan dan revitalisasi fasilitas umum seperti sekolah, masjid, mushalla, ruang guru, lapangan olahraga, hingga perbaikan akses jalan. "Infrastruktur yang memadai adalah tulang punggung bagi aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Kami berupaya berkontribusi sesuai dengan kebutuhan yang diusung oleh masyarakat dan pemerintah setempat," ceritanya. Secara keseluruhan, sejak dimulai pada tahun 2015, program CSR/TJSL PTPN IV Regional III di Kabupaten Rokan Hulu telah melalui berbagai fase pengembangan. Pada tahap awal, bantuan lebih banyak difokuskan pada dukungan langsung kepada lembaga pendidikan dan keagamaan. Seiring waktu, program tersebut berkembang menjadi lebih beragam dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Data menunjukkan pada 2018 menjadi salah satu puncak penyaluran bantuan dengan total Rp255 juta untuk 24 program, yang didominasi bantuan bagi rumah ibadah, PAUD, TK, serta posyandu. Hal ini menunjukkan perhatian perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dan penguatan layanan kesehatan dasar. Di periode berikutnya, seperti tahun 2022 dan 2023, program bantuan semakin berkembang dengan menjangkau aspek yang lebih luas, mulai dari bantuan bagi korban bencana, dukungan usaha masyarakat, penyaluran hewan kurban dalam jumlah besar, hingga penyelenggaraan pasar murah paket sembako dalam rangka peringatan HUT BUMN. Penyaluran bantuan pada tahun 2024 dan 2025 juga semakin masif dan terstruktur dengan total nilai mencapai miliaran rupiah. Selain jumlah program yang meningkat, bantuan juga diarahkan untuk menjawab berbagai isu strategis, seperti konservasi lingkungan melalui gerakan penanaman pohon, bantuan bagi korban banjir, serta revitalisasi infrastruktur publik yang memiliki fungsi vital bagi masyarakat. Andiansyah Hamdani menjelaskan seluruh program TJSL disalurkan melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai lembaga terkait. "Kami tidak bekerja sendiri. Semua program dirumuskan bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan tepat sasaran, tepat guna, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," terangnya. Ia menambahkan keberlanjutan program menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan TJSL perusahaan. Program-program seperti budidaya ikan dan kambing, penanaman pohon, serta bantuan peralatan usaha diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Dengan total akumulasi dana yang disalurkan sejak 2015 hingga 2025 mencapai miliaran rupiah, PTPN IV Regional III berharap kontribusi tersebut dapat menjadi katalisator bagi kemajuan Kabupaten Rokan Hulu serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. "Masyarakat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga adalah mitra terbaik bagi perusahaan kami. Investasi sosial ini adalah bentuk tanggung jawab kami dan keyakinan akan masa depan Rokan Hulu yang lebih baik," sebut Andiansyah Hamdani.
PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rohul
Rokan Hulu, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara lewat entitas usahanya, yakni PTPN IV Regional III, secara konsisten perkuat kontribusi terhadap pembangunan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), entitas perkebunan plat merah di bawah Sub Holding PalmCo tersebut telah menyalurkan total bantuan mencapai Rp2,4 miliar dengan fokus utama pada penguatan sektor ekonomi dan pendidikan. "Program TJSL kami dirancang untuk menyentuh kebutuhan mendasar dan mendukung potensi yang ada di masyarakat Rokan Hulu, khususnya di sekitar wilayah operasional kami. Fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur sosial," ucap Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum, Andiansyah Hamndani dalam keterangan resmi, Senin (26/1/) lalu. Data realisasi penyaluran dana TJSL yang dirilis menunjukkan, total bantuan tersebut akumulasi dari ratusan program yang berlangsung secara berkesinambungan selama satu dekade terakhir. Pada 2025 lalu, terdapat 66 jenis dan program bantuan direalisasikan yang tersebar di berbagai kecamatan. Pendidikan satu dari program yang cukup menonjol, termasuk pembangunan dan renovasi sekolah, pengadaan komputer dengan internet gratis selama setahun untuk beberapa SD dan SMP, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. "Kami melihat pendidikan sebagai fondasi utama. Bantuan pengadaan komputer dan Mifi gratis selama setahun untuk lima sekolah, seperti SMPN 1 Kunto Darussalam dan SDN 003 Pagaran Tapah, adalah upaya kami memutus mata rantai ketertinggalan dalam mengakses teknologi digital bagi pelajar di daerah," terangnya. Selain pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat menjadi pilar penting. Budidaya hewan ternak, bantuan usaha bibit dan pakan ikan, pengadaan angkutan sampah untuk desa, serta pemberian paket sembako dalam skala besar. Hal ini bertujuan untuk menstimulasi produktivitas dan ketahanan ekonomi keluarga. Tidak ketinggalan, pembangunan infrastruktur sosial juga mendapat perhatian. Dana dialokasikan untuk pembangunan dan revitalisasi sekolah, masjid, mushalla, ruang guru, lapangan olahraga, hingga perbaikan jalan. "Infrastruktur yang memadai adalah tulang punggung bagi aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Kami berupaya berkontribusi sesuai dengan kebutuhan yang diusung oleh masyarakat dan pemerintah setempat," tuturnya. Secara keseluruhan, sejak dimulai pada 2015 silam, program CSR/TJSL PTPN IV Regional III di Rokan Hulu telah melalui berbagai fase. Awalnya, bantuan lebih terkonsentrasi pada bantuan langsung ke institusi pendidikan dan keagamaan. Seiring waktu, program berkembang menjadi lebih beragam dan bersifat pemberdayaan. Data menunjukkan, pada tahun 2018 menjadi puncak penyaluran dengan total Rp255 juta yang diarahkan untuk 24 program, didominasi bantuan untuk rumah ibadah, PAUD, TK, dan posyandu. Tren ini menunjukkan perhatian pada pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dan kesehatan dasar. Di tahun-tahun berikutnya, seperti 2022 dan 2023, bantuan mulai menyentuh aspek yang lebih luas. Mulai dari bantuan korban bencana, bantuan usaha, bantuan hewan qurban dalam skala besar, hingga paket sembako pasar murah dalam rangka HUT BUMN. Hal ini mencerminkan respons perusahaan terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Penyaluran pada tahun 2024 dan 2025 semakin masif dan terstruktur, dengan total masing-masing mencapai miliaran rupiah. Bantuan tidak hanya banyak secara kuantitas tetapi juga menjawab isu spesifik seperti konservasi lingkungan melalui gerakan menanam pohon, bantuan banjir, dan revitalisasi infrastruktur publik yang vital. Andiansyah Hamdani mengungkapkan mekanisme penyaluran dilakukan melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait. "Kami tidak bekerja sendiri. Semua program dirumuskan bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan tepat sasaran, tepat guna, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," jelasnya. Dia menambahkan keberlanjutan program menjadi prinsip utama. Bantuan seperti budidaya ikan dan kambing, penanaman pohon, serta bantuan peralatan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan mendorong kemandirian masyarakat. Dengan total akumulasi dana yang disalurkan dari 2015 hingga 2025 mencapai miliaran rupiah, PTPN IV Regional III berharap kontribusinya dapat menjadi katalisator positif bagi kemajuan Rokan Hulu. Perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan wilayah sebagai bagian integral dari operasional bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. "Masyarakat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga adalah mitra terbaik bagi perusahaan kami. Investasi sosial ini adalah bentuk tanggung jawab kami dan keyakinan akan masa depan Rokan Hulu yang lebih baik," sebutnya.
Pemkab Langkat Perkuat Pengajar Al-Qur'an dan Dukung Standarisasi Metode Tsaqifa
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Materi Pe...
Pesan Wabup Tiorita Saat Hadiri Capping Day Akbid Langkat Angkatan XXIV
Langkat, Katakabar.com - Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH, mengingatkan para mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) bahwa dinamika masyarakat terus...
Ekosistem Dydactix Terungkap: Protokol Berbasis AI Transformasi Pendidikan Lewat "Proof-of-Learning"
Jakarta, katakabar.com - Dydactix(DAX), infrastruktur terdesentralisasi perintis untuk pengembangan modal manusia, telah mengumumkan peluncuran whitepaper teknisnya. Pencapaian ini menandai pengenalan resmi protokol Dydactix dan aset utilitas aslinya, menciptakan ekosistem Dydactix(DAX) yang kohesif yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan global melalui Kecerdasan Buatan (AI) dan teknologi blockchain. Inisiatif ini menjawab kegagalan pasar yang kritis: keterputusan antara pendidikan tradisional dan tuntutan ekonomi digital. Dengan mengintegrasikan Mesin AI Paideia dengan lapisan kepercayaan berbasis blockchain, solusi Dydactix(DAX) mengalihkan fokus dari ijazah statis ke kompetensi real-time yang dapat diverifikasi. Peran DAX dalam Protokol Dydactix Inti dari infrastruktur ini adalah sinergi antara platform dan mesin ekonominya. Sementara Dydactix berfungsi sebagai lapisan teknologi untuk "Proof-of-Learning" (Bukti Pembelajaran), token (DAX) berfungsi sebagai bahan bakar operasional yang menggerakkan jaringan. Whitepaper tersebut merinci bagaimana model Dydactix(DAX) memanfaatkan token untuk berbagai tujuan berbasis utilitas non-spekulatif: Staking Validator: Untuk memastikan integritas penilaian pendidikan, validator harus menaruhkan (stake) DAX untuk berpartisipasi dalam mekanisme konsensus. Hak Tata Kelola: Struktur Dydactix(DAX) dibangun untuk desentralisasi progresif. Pemegang token mengarahkan masa depan protokol dengan memberikan suara pada parameter utama dan alokasi perbendaharaan melalui Dydactix DAO. Akses & Pembayaran: Pelajar dan perusahaan menggunakan DAX untuk layanan bimbingan AI premium, pencetakan kredensial (minting), dan mengakses database talenta global. Direkayasa untuk Keberlanjutan Membedakan dirinya dari pendahulunya yang bermodel "Learn-to-Earn" yang fluktuatif, ekonomi Dydactix(DAX) direkayasa untuk stabilitas jangka panjang. Protokol ini menggunakan model alokasi strategis yang memprioritaskan pertumbuhan ekosistem dan insentif komunitas di atas likuiditas jangka pendek. Kunci dari visi Dydactix(DAX) adalah jadwal vesting (penguncian) yang ketat bagi kontributor inti dan pendukung awal. Desain ini memastikan bahwa semua pemangku kepentingan selaras dengan peta jalan (roadmap) multi-tahun protokol, mendorong lingkungan yang berkelanjutan di mana nilai bertambah bagi mereka yang menciptakan dan memverifikasi pengetahuan. Arsitektur Teknis yang Inovatif Platform Dydactix(DAX) beroperasi pada tumpukan tiga lapisan yang canggih: Lapisan Kecerdasan (Intelligence Layer): Mesin AI Paideia memberikan jalur pembelajaran yang sangat terpersonalisasi. Lapisan Konsensus (Consensus Layer): Mekanisme "Proof-of-Learning" yang unik memverifikasi penguasaan keterampilan. Lapisan Penyelesaian (Settlement Layer): Keterampilan yang terverifikasi dicetak sebagai Soulbound Tokens (dCreds), aset permanen yang dimiliki oleh pelajar. Tentang Dydactix(DAX) Dydactix(DAX) adalah protokol terdesentralisasi pertama di dunia untuk "Proof-of-Learning". Dengan menggabungkan infrastruktur pendidikan Dydactix dengan utilitas token (DAX), proyek ini memberdayakan pelajar untuk memiliki masa depan mereka dan memungkinkan pemberi kerja untuk memverifikasi talenta secara instan.