Mulai Pengerjaan Jalan Lintas Pinang Kubu Sepanjang 15 Kilometer, Ini Asa PHR Riau
Riau
Kamis, 25 Juni 2026 | 10:36 WIB

Mulai Pengerjaan Jalan Lintas Pinang Kubu Sepanjang 15 Kilometer, Ini Asa PHR

Rokan Hilir, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara resmi mulai proyek perbaikan Jalan Lintas Pinang Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Langkah strategis ini dilakukan sebagai wujud nyata komitmen perusahaan mendukung kelancaran operasional hulu migas sekaligus menjawab aspirasi masyarakat setempat yang mendambakan akses jalan yang bagus. Proyek perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 15 kilometer ini dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multi years). Selain perbaikan, PHR juga melakukan pembersihan pada sisi kanan-kiri badan jalan, yang mana banyak ditumbuhi semak belukar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terhalangnya pandangan pengendara, sehingga aspek keselamatan lebih terjaga. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan perbaikan jalan ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Selain untuk kelancaran operasional, perbaikan jalan tersebut juga mempermudah akses warga, sehingga memiliki dampak berganda. "PHR memahami bahwa akses jalan yang memadai adalah nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Perbaikan ini tidak hanya mendukung operasional PHR, tetapi yang lebih utama adalah untuk memberikan kemudahan bagi warga sekitar dalam beraktivitas sehari-hari. Kami berharap sinergi ini memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir," kata Eviyanti. Keputusan PHR untuk melakukan perbaikan ini disambut hangat oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang selama ini menantikan perbaikan akses jalan tersebut. Camat Kubu, Dr. Syafrizal, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili masyarakat Kubu, Kubu Babussalam. "Pada prinsipnya, kami sangat berterima kasih atas respon cepat dan nyata dari PHR terhadap aspirasi masyarakat kami. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh kelancaran proyek ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mari kita jaga dan manfaatkan pembangunan ini dengan tertib, agar pelaksanaannya berjalan aman dan lancar hingga tuntas," jelasnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Kubu Babussalam, Ahmad Marzan S.STP, aminkan Camat Kubu. Ia menyatakan dukungannya. "Kami bersama warga siap mendukung penuh pekerjaan ini. Kami juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya, jika ada informasi atau kendala di lapangan, silakan sampaikan kepada kami agar dapat dikoordinasikan dengan baik bersama PHR," ucapnya. Melalui sinergi antara PHR, pemerintah daerah, dan masyarakat, perbaikan jalan lintas ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Rokan Hilir secara berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Kejari Inhil Periksa Lima Saksi Soal Proyek Jalan Pulau Kijang-Sanglar 2023 Bermasalah Hukrim
Hukrim
Senin, 10 Maret 2025 | 12:05 WIB

Kejari Inhil Periksa Lima Saksi Soal Proyek Jalan Pulau Kijang-Sanglar 2023 Bermasalah

Tembilahan, katakabar.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir periksa lima saksi terkait pengerjaan proyek senilai belasan miliar ruas jalan Pulau Kijang-Sanglar tahun 2023 lalu, diduga tidak sesuai spesifikasi yang sudah di tentukan. Soalnya, saat itu PT Gunung Guntur adalah pihak kedua yang diberi kepercayaan untuk mengerjakan proyek hingga selesai, tapi bobot dari hasil pengerjaan tidak sesuai dengan ketentuan, hingga menimbulkan sebuah masalah. Nilai pagu proyek tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir, Nova Fuspitasari, SH, M.H melalui Kasi Intel, Erik Rusnandar, yakni lebih kurang sebesar Rp15 miliar. "Pagu anggaran lebih kurang Rp15 miliar," terant Erik, Kasi Intel Kejari Indragiri Hilir, Kamis (6/3) siang. Sepekan terakhir ini, ujar Kasi Intel Kejari Indragiri Hilir, sudah lima orang dari dinas terkait yang dipanggil diantaranya, PPTK, PPK, PA, Bendahara, dan Pengguna Anggaran.

H Asmar Lihat Progres Pembangunan Jalan Alai Mengkikip Riau
Riau
Senin, 16 September 2024 | 16:49 WIB

H Asmar Lihat Progres Pembangunan Jalan Alai Mengkikip

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar tinjau pembangunan Jempatan Panglima Sampul, dan ruas Jalan Kampung Balak, serta Mengkikip di KecamatanTebing Tinggi Barat, Senin (16/9). Beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dampingi Plt Bupati Kepulauan Meranti saat tinjau pembangunan ruas Jalan Alai Kampung Balak, dan Mengkikip. Para Kepala OPD tersebut dibawa H Asmae agar tahu lebih detilnya apa yang disampaikan Kadis PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti

Proyek Jalan lingkar Barat Duri, Kasmarni Bilang Maret 2024 Sudah Bisa Dilintasi Riau
Riau
Jumat, 20 Oktober 2023 | 09:44 WIB

Proyek Jalan lingkar Barat Duri, Kasmarni Bilang Maret 2024 Sudah Bisa Dilintasi

Mandau, katakabar.com - Bupati Perempuan Pertama di Riau tinjau pengerjaan proyek Jalan Lingkar Barat Duri, pad Kamis (19/10) kemarin. Orang Nomor Satu di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis didampingi Camat Mandau, Camat Bathin Solapan, Camat Pinggir, Camat Talang Muandau dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. Proyel itu saat ini tahap pengerjaan menembus hutan talang, sesuai rencana semual bajal difungsikan sebagai jalan lintas guna menekan angka Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) yang sering terjadi di bilangan Jalan Hang Tuah saat ini multi fungsi Jalan Lintas Nasional. "Alhamdulillah, kita lihat pengerjaannya sudah berjalan. Ini keinginan masyarakat luas. Selama ini masyarakat mengeluhkan lakalantas yang melibatkan mobil berat. Ke depan dengan difungsikannya jalan ini, tidak ada lagi keluhan itu," kata Bupati Bengkalis, Kasmarni didampingi Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah. Bupati Kasmarni mengungkapkan, jika Bila tidak ada aral melintang, sebut Kasmarni, bulan Maret tahun depan.(2024) jalan ini sudah difungsikan. Saat ini pengerjaan fisik sudah mencapai 50 persen dengan panjang jalan yang dibuka mencapai 3,50 kilometer. Salah seorang Tokoh Masyarakat Kelurahan Pematang Pudu, Eri bersama beberapa warga sambut baik kehadiran Bupati Bengkalis, Kasmarni bersama rombongan yang lihat pengerjaan Jalan Lingkar Barat Duri. Masyarakat bangga dengan perjuangan Bupati Bengkalis, Kasmarni yang terus komitmen memajukan daerah. Mereka berharap Bupati perempuan pertama di Provinsi Riau itu dapat melanjutkan kepemimpinannya diperiode kedua. "Terima kasih Ibu Kasmarni, kita semua tidak pernah ragu lagi dengan kinerja Bunda Kasmarni. Tetap rendah hati dan bekerja demi masyarakat banyak, do'a kami semoga ibu selalu sehat dan lanjut periode kedua memimpin Bengkalis," papar Eri diaminkan warga yang hadir Diketahui, proyek Jalan Lingkar Barat Duri mulai pengerjaannya di era kepemimpinan Bupati Bengkalis ke 13, Herliyan Saleh. Setelah lima tahun lebih proyek itu mangkrak lantaran bersoal hukum di lembaga anti rasuah (KPK RI). Akhir pada 2023 ini, proyek yang digadang-gadang berfungsi sebagai jalan lintas nasional menggantikan posisi Jalan Hang Tuah multi fungsi dilanjutkan. Proyek itu mudah-mudaha selesai tepat waktu bisa dimanfaatkan pengguna jalan umumnya masyarakat.