Program Semarak Riau PHR Dorong Pemuda Adat Suku Bonai Perkuat Kapasitas Peternakan Riau
Riau
Jumat, 26 Juni 2026 | 11:15 WIB

Program Semarak Riau PHR Dorong Pemuda Adat Suku Bonai Perkuat Kapasitas Peternakan

Rokan Hulu, katakabar.com - Beternak sapi bukan sekadar aktivitas sehari-hari bagi Kafrizal, Ketua Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai di Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, tetapi ternak sapi aset berharga sekaligus harapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat adat di kampungnya. Tetapi, harapan tersebut selama ini dihadapkan pada berbagai tantangan. Kelompok peternak masih mengandalkan pakan alami berupa pelepah sawit dan rumput gajah yang diberikan secara langsung tanpa pengolahan maupun perhitungan kebutuhan nutrisi yang tepat. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ternak dan membuat peternak kesulitan memastikan kebutuhan nutrisi sapi terpenuhi secara optimal. Selain itu, keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan ternak juga menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya beserta kelompok. Sebagian besar anggota kelompok belum memahami jenis obat-obatan, vitamin, maupun suplemen yang dibutuhkan sapi pada setiap fase pertumbuhan. Ketika ternak mengalami penurunan kondisi fisik atau menunjukkan gejala sakit, para peternak sering kali merasa bingung menentukan langkah penanganan yang tepat. "Kami sering merasa khawatir ketika melihat sapi tidak berkembang sesuai harapan. Saat ada yang sakit atau nafsu makannya menurun, kami juga bingung harus melakukan apa," cerita Kafrizal. Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Sejahterakan Masyarakat Kampung Riau (Semarak Riau) memfasilitasi pelatihan perawatan sapi bagi Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak dalam memahami komposisi pakan yang tepat, pengelolaan kesehatan ternak, serta pengembangan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan. Selain pelatihan, kelompok juga menerima dukungan sarana dan prasarana berupa tiga ekor anakan sapi betina jenis Bali, mesin pencacah pakan, paket pakan ternak, nutrisi fermentasi pakan, obat-obatan, suplemen, alat penunjang pembuatan pakan, serta plang nama kelompok. Berbekal pengetahuan dan fasilitas yang diterima melalui Program Semarak Riau, anggota Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai mulai mempersiapkan langkah-langkah perbaikan dalam pengelolaan usaha peternakan mereka. Melalui pelatihan yang diberikan, anggota kelompok memperoleh pemahaman baru mengenai penyusunan pakan yang lebih seimbang, pengolahan bahan pakan, serta pentingnya menjaga kesehatan ternak secara terencana. Mesin pencacah pakan yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengolah rumput gajah dan bahan pakan lainnya sehingga lebih mudah dikonsumsi ternak. Selain itu, bantuan obat-obatan, suplemen, dan nutrisi fermentasi pakan menjadi sarana pendukung yang akan digunakan kelompok untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan sapi ke depannya. Pengetahuan dan sarana yang diperoleh tersebut diharapkan dapat membantu anggota kelompok menerapkan praktik peternakan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dengan bekal tersebut, kelompok optimistis dapat meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak secara bertahap, sehingga mendukung pertumbuhan sapi yang lebih optimal dan memperkuat keberlanjutan usaha peternakan yang mereka jalankan. Bagi Kafrizal dan anggota kelompok lainnya, program ini menjadi awal dari harapan baru untuk mengembangkan usaha peternakan yang lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat adat di Desa Bonai. "Dulu, kami sering dihampiri rasa bingung dan khawatir kalau sapi kami tidak berkembang. Kini, secercah harapan mulai tumbuh. Rasanya bangga memiliki pengetahuan dan peralatan yang dapat membantu kami merawat ternak dengan lebih baik kedepannya," ujar Kafrizal. Sedang, Manager Community Involvement & Development PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri. "Melalui Program Semarak Riau, kami berupaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui transfer pengetahuan, penguatan kelembagaan kelompok, serta penyediaan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai untuk mengembangkan usaha peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," imbuh Iwan. Program Semarak Riau merupakan salah satu wujud komitmen PHR dalam mendukung pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Mulai Pengerjaan Jalan Lintas Pinang Kubu Sepanjang 15 Kilometer, Ini Asa PHR Riau
Riau
Kamis, 25 Juni 2026 | 10:36 WIB

Mulai Pengerjaan Jalan Lintas Pinang Kubu Sepanjang 15 Kilometer, Ini Asa PHR

Rokan Hilir, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara resmi mulai proyek perbaikan Jalan Lintas Pinang Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Langkah strategis ini dilakukan sebagai wujud nyata komitmen perusahaan mendukung kelancaran operasional hulu migas sekaligus menjawab aspirasi masyarakat setempat yang mendambakan akses jalan yang bagus. Proyek perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 15 kilometer ini dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multi years). Selain perbaikan, PHR juga melakukan pembersihan pada sisi kanan-kiri badan jalan, yang mana banyak ditumbuhi semak belukar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terhalangnya pandangan pengendara, sehingga aspek keselamatan lebih terjaga. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan perbaikan jalan ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Selain untuk kelancaran operasional, perbaikan jalan tersebut juga mempermudah akses warga, sehingga memiliki dampak berganda. "PHR memahami bahwa akses jalan yang memadai adalah nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Perbaikan ini tidak hanya mendukung operasional PHR, tetapi yang lebih utama adalah untuk memberikan kemudahan bagi warga sekitar dalam beraktivitas sehari-hari. Kami berharap sinergi ini memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir," kata Eviyanti. Keputusan PHR untuk melakukan perbaikan ini disambut hangat oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang selama ini menantikan perbaikan akses jalan tersebut. Camat Kubu, Dr. Syafrizal, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili masyarakat Kubu, Kubu Babussalam. "Pada prinsipnya, kami sangat berterima kasih atas respon cepat dan nyata dari PHR terhadap aspirasi masyarakat kami. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh kelancaran proyek ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mari kita jaga dan manfaatkan pembangunan ini dengan tertib, agar pelaksanaannya berjalan aman dan lancar hingga tuntas," jelasnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Kubu Babussalam, Ahmad Marzan S.STP, aminkan Camat Kubu. Ia menyatakan dukungannya. "Kami bersama warga siap mendukung penuh pekerjaan ini. Kami juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya, jika ada informasi atau kendala di lapangan, silakan sampaikan kepada kami agar dapat dikoordinasikan dengan baik bersama PHR," ucapnya. Melalui sinergi antara PHR, pemerintah daerah, dan masyarakat, perbaikan jalan lintas ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Rokan Hilir secara berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Literasi Digital Media 2026, PHR Dorong Wartawan Lebih Adaptif dan Profesional di Tengah Arus Disrupsi Teknologi Serba Serbi
Serba Serbi
Jumat, 19 Juni 2026 | 20:10 WIB

Literasi Digital Media 2026, PHR Dorong Wartawan Lebih Adaptif dan Profesional di Tengah Arus Disrupsi Teknologi

Duri, katakabar.com - Pertamina Hulu Rokan (PHR) dorong wartawan lebih adaptif, dan profesional lewat kegiatan Literasi Digital Media 2026, di Hang Nadim Conference Room, Widuri Club PHR, Jumat (19/6). Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi jurnalis di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas. Apalagi kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama kawal kedaulatan energi nasional. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyadari pentingnya hal itu, makanya kegiatan dilaksanakan bersama rekan-rekan jurnalis di Wilayah Operasional North. Di mana agenda ini padukan esensi kebugaran fisik, penguatan pemahaman hukum pers, hingga strategi adaptasi teknologi digital guna melahirkan jurnalisme yang profesional. Kegiatan berlangsung semarak diawali dengan jalan santai bersama manajemen PHR dan puluhan wartawan. Selain mempromosikan gaya hidup sehat, momen ini menjadi ruang diskusi santai tanpa sekat untuk mempererat keakraban yang selama ini telah terjalin baik demi mendukung penyebaran informasi positif terkait ketahanan energi di Blok Rokan. Acara tersebut mengangkat materi terkait aspek hukum pers (Legal Awareness) dan adaptasi teknologi (Tech Adaptation). Di sesi hukum, wartawan diajak membedah kode etik jurnalisme, serta langkah mitigasi risiko peliputan agar terhindar dari sengketa hukum maupun jeratan Undang Undang ITE yang dibawakan Mario Abdillah Khair selaku Ahli Pers Dewan Pers. Sementara pada sesi teknologi, para peserta dilatih untuk mengoptimalkan media sosial secara etis guna melakukan riset tren, distribusi informasi, hingga memproduksi konten berita interaktif yang berdaya jangkau luas oleh Eko Faizin dari AJI Pekanbaru. Pjs. Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, mengatakan hubungan baik dengan media bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan pilar penting yang ikut menjaga denyut nadi industri migas tanah air. "Rekan-rekan media adalah garda terdepan sekaligus mitra strategis PHR dalam menyebarkan edukasi mengenai perjuangan ketahanan energi nasional. Tetapi, kami juga memahami tantangan jurnalisme hari ini semakin berat dengan adanya kecerdasan buatan, media sosial, dan dinamika hukum. Itu sebabnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PHR untuk tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi,” ujar Yulia. Melalui sinergi yang terus disegarkan ini, PHR berharap pers dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus edukasi publik secara profesional. Kemitraan yang kokoh ini menjadi bukti untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara industri hulu migas dan dunia jurnalisme. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

CS Forum Sukses: PHR dan Mitra Kerja Selaraskan Visi Penerapan Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan Riau
Riau
Jumat, 12 Juni 2026 | 11:34 WIB

CS Forum Sukses: PHR dan Mitra Kerja Selaraskan Visi Penerapan Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan

Duri, katakabar.com - Berkomitmen penuh mewujudkan operasional hulu migas aman, andal, produktif, dan berkelanjutan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) lewat tim Production Sumatra Light (SL) North secara sukses gelar Contractor Synergy Forum, Selasa (9/6) lalu. Forum strategis ini dihadiri pimpinan operasi area utara beserta seluruh pimpinan mitra kerja operasional sebagai wadah koordinasi, evaluasi, serta penyelarasan visi untuk perkuat implementasi kebijakan keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan lingkungan hidup yang sesuai dengan regulasi baku Health, Safety, and Environment (HSE) Zona Rokan. Sebagai wujud nyata dari sinergi tersebut, seluruh pihak resmi sepakati dan tandatangani piagam komitmen bertajuk Komitmen Penguatan Kepemimpinan dan Sinergi atau KOMPAS-PSLN. Dokumen ini menegaskan kesepakatan bersama untuk menempatkan keselamatan kerja serta pelestarian fungsi lingkungan di atas target operasional lainnya dengan memegang teguh prinsip tanpa kecelakaan kerja di seluruh wilayah kerja. Melalui komitmen kolektif ini, budaya keselamatan serta tanggung jawab lingkungan tidak hanya berhenti di level manajemen atau tataran administratif formal, melainkan diinternalisasi secara menyeluruh dan dipraktikkan secara konsisten hingga level pekerja garda terdepan di lapangan. Senior Manager Production SL North, Tomi Ihwanto, menegaskan landasan utama dari terciptanya lingkungan kerja yang aman dan lestari senantiasa berakar pada arahan, keteladanan nyata, serta konsistensi yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan. Menurut Tomi, pimpinan perusahaan dan mitra kerja wajib hadir secara langsung di tengah-tengah lapangan untuk menunjukkan kepemimpinan yang terlihat jelas guna berdialog, menyerap aspirasi, serta membangun empati mendalam terhadap kondisi nyata para pekerja. “Kehadiran aktif pihak manajemen tersebut sangat kritikal demi menjamin bahwa setiap prosedur keselamatan dipahami secara seragam, ketersediaan sumber daya manusia serta peralatan kerja yang kompeten terpenuhi dengan standar tertinggi, dan kepatuhan penuh terhadap tata kelola perusahaan yang bersih tetap terjaga di setiap lini keputusan operasional,” ujarnya. Dalam paparannya, Tomi Ihwanto, menyatakan budaya keselamatan yang kokoh di area kerja hanya dapat terbangun apabila pimpinan mampu menjadi teladan sejati yang mengintegrasikan aspek perlindungan lingkungan dan keselamatan ke dalam setiap keputusan operasional perusahaan. Ia menggarisbawahi kontribusi paling mulia bagi industri ini bukan sekadar pencapaian produksi yang optimal, melainkan kepastian bahwa seluruh aktivitas berjalan ramah lingkungan tanpa merusak ekosistem sekitar, serta kepastian bahwa setiap pekerja dapat pulang kembali ke rumah bersama keluarga dalam kondisi yang selamat dan sehat. Selain memperkuat peran kepemimpinan, forum sinergi ini juga melahirkan kesepakatan krusial mengenai penanaman keberanian di kalangan pekerja untuk melakukan intervensi keselamatan secara langsung di lapangan melalui optimalisasi hak penghentian kerja (Stop Work Authority) apabila ditemukan kondisi maupun tindakan yang dinilai membahayakan manusia atau lingkungan sekitar. Guna menindaklanjuti kesepakatan tersebut secara aplikatif, sejumlah mitra kerja strategis segera merumuskan dan melaksanakan program penguatan keselamatan yang komprehensif, seperti penataan ulang logistik peralatan kerja guna menekan potensi bahaya fisik, pengelolaan kotak peralatan kerja yang diperiksa secara berkala, hingga perbaikan penempatan fasilitas pengujian sumur demi mengeliminasi risiko tergelincir bagi para teknisi operasional. Lebih jauh lagi, kepedulian terhadap lingkungan kerja di era modern ini turut diimplementasikan secara inklusif melalui program pemeliharaan kesehatan mental pekerja guna mengantisipasi risiko penurunan konsentrasi akibat kelelahan atau tekanan kerja ekstrem yang dapat memicu insiden fatal. Sejalan dengan akselerasi teknologi, forum ini juga menyepakati perluasan pemanfaatan platform pemantauan digital secara seketika guna mempercepat proses identifikasi deviasi prosedur kerja, mempermudah pelacakan tren isu keselamatan, serta memastikan setiap temuan potensi bahaya dapat ditindaklanjuti secara sistematis, terbuka, dan tuntas agar tidak terjadi pengulangan insiden di masa mendatang melalui proses pembelajaran organisasi yang sehat. Pada penutupan piagam komitmen bersama, Production SL North dan mitra kerja juga mempertegas komitmen sosial dan lingkungan mereka untuk senantiasa menghormati nilai-nilai kebudayaan setempat, menjaga keharmonisan hubungan dengan para pemangku kepentingan lokal, serta berkontribusi aktif dalam menyukseskan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui sinergi komunikasi yang harmonis, pelaksanaan evaluasi kendala operasi yang terukur, serta penerapan perbaikan operasional secara berkelanjutan, aliansi strategis ini optimis mampu menciptakan ekosistem industri energi yang efisien, berintegritas tinggi, patuh terhadap regulasi pemerintah, serta mampu menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan masa depan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Pemboran Sumur Ekspansi Tuntas: PHR Produksi 903 BOPD dari Sumur Pungut Riau
Riau
Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:05 WIB

Pemboran Sumur Ekspansi Tuntas: PHR Produksi 903 BOPD dari Sumur Pungut

Duri, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tuntaskan pemboran sumur pengembangan Pungut PT-069, di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Bukan sekadar pemboran biasa, para engineer PHR harus meliukkan mata bor secara miring (directional drilling) hingga mencapai kedalaman akhir 3.446 ftMD atau sekitar 3.359 TVD. Hasilnya, 903 BOPD (barrel oil per day) berhasil diproduksi.Target pengeboran tersebut adalah Lapisan Pasir Bekasap, sebuah reservoir kaya hidrokarbon yang menjadi tumpuan harapan. Proyek pengeboran ini diselesaikan hanya dalam waktu 12 hari. Lebih dari itu, efisiensi tim di lapangan berhasil menghemat anggaran dan hanya menghabiskan 51,37% dari total bujet yang dialokasikan. Sebuah pembuktian bahwa kerja keras dan kecerdasan teknis bisa berjalan beriringan dengan penghematan biaya. ​Puncaknya terjadi pada 29 Mei 2026 lalu. Saat pompa listrik Electrical Submersible Pump (ESP) mulai dinyalakan untuk uji produksi, cairan hitam cruide oil mulai mengalir. Hasilnya menggembirakan, sumur tersebut menghasilkan 903 BOPD minyak mentah murni tanpa kandungan air setetes pun (no persen water cut). Cruide oil ini pun langsung dialirkan ke fasilitas produksi untuk memperkuat pasokan minyak mentah nasional. ​Di tengah tantangan penurunan produksi alami (natural decline) lapangan-lapangan migas tua di Indonesia, setiap barel minyak baru yang berhasil diproduksikan adalah keberhasilan besar bagi ketahanan energi nasional. Pencapaian ini menegaskan posisi Blok Rokan sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak bumi Indonesia. ​General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas keberhasilan tim di lapangan. ​"Alhamdulillah, PT PHR telah melakukan pemboran Sumur Pengembangan Pungut PT-069. Pada tanggal 29 Mei lalu, telah dilakukan test produksi dengan laju alir minyak menggunakan pompa listrik ESP sebesar 903 BOPD tanpa kandungan air, dan langsung kita produksikan," kata Andre Wijanarko. ​Andre menjelaskan produksi sumur ini berasal dari lapisan Pasir Bekasap di Lapangan Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Pemboran dilakukan secara miring atau directional menggunakan Rig ACS-23 hingga kedalaman akhir 3.446 ftMD/3.359 TVD dengan total waktu pengerjaan 12 hari, dan berhasil menghemat biaya hingga hanya menghabiskan 51,37 persen dari bujet. "Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat agar sumur ini dapat terus berproduksi secara optimal dalam jangka waktu yang cukup lama demi mendukung ketahanan energi nasional," jelasnya. ​Dari Lapangan Pungut, aliran minyak murni tanpa air ini menjadi simbol optimisme baru. Bahwa dengan keahlian, efisiensi, dan semangat, Blok Rokan masih menyimpan potensi besar dalam mendukung ketahanan energi nasional. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Kamis, 28 Mei 2026 | 12:35 WIB

Berbagi Kebahagiaan di Idul Adha 1447 H: PHR Salurkan 223 Akor Hewan Kurban Hingga Pelosok Desa

Pekanbaru, katakabar.com - Gema takbir Hari Raya Idul Adha 1447 Hijiriah tidak hanya membawa kedamaian spiritual, tetapi juga mengalirkan kebahagiaan di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Keluarga besar PHR salurkan 223 ekor hewan kurban sebagai wujud kepedulian untuk saling berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya di momen istimewa hari raya kurban ini. Lebih dari sekadar angka, ratusan sapi, kambing, dan domba yang disebar ke berbagai masjid dan musala di sekitar wilayah operasi  adalah kolaborasi  yang erat bersama masyarakat. Hewan-hewan kurban hadir dari ketulusan berlapis: mulai dari bantuan resmi perusahaan, hingga  sukarela para pekerja KKMBS, Badan Dakwah Islam (BDI) PHR, serta Laznas PHR. Di antara ratusan hewan kurban, pemandangan menarik perhatian jemaah di Masjid Agung An Nur, Pekanbaru. Seekor sapi berukuran jumbo hadir di sana, menjadi simbol semangat energi kebaikan dari PHR untuk masyarakat Riau. Di sudut Kelurahan Minas Jaya, rasa syukur mengalir dari pengurus Mushala Al Mukminin. Fadlan Ginting, mewakili masyarakat tidak dapat menyembunyikan rasa haru saat menerima bantuan sapi kurban tahun ini. "Jamaah musala Al Mukminin mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan sapi kurban. Kami tidak tahu bagaimana membalas kebaikan dari PHR, hanya Allah yang bisa membalas itu semua," ucap Fadlan penuh syukur. "Kami hanya bisa mendoakan semoga PHR selalu jaya dan terus berkarya, murah rezeki, dan panjang umur untuk seluruh manajemen, dan karyawan PHR," tuturnya. Bagi PHR, menjaga energi untuk negeri perlu berjalan beriringan dengan merawat energi sosial di tengah masyarakat. Semangat berkurban Iduladha diharapkan dapat menjadi energi positif bagi para pekerja untuk dapat terus menjalani kegiatan operasi dengan andal dan selamat. "Penyaluran hewan kurban sekaligus sebagi wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas nikmat dan kesehatan yang telah diberikan. Melalui sinergi antara perusahaan dan para pekerja, kami ingin memastikan bahwa keberadaan PHR memberikan dampak positif bagi warga sekitar," kata Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief. Rudi menambahkan, penyaluran hewan kurban diharapkan dapat memberi keberkahan yang merata bagi masyarakat. "Kami berharap hewan kurban yang disalurkan dapat membawa berkah dan kebahagiaan bagi yang menerima, sekaligus memperkuat hubungan harmonis yang telah terjalin antara PHR dan masyarakat di Zona Rokan," jelasnya. Momentum suci Idul Adha ini menjadi pengingat bagi seluruh Perwira PHR pengabdian terbaik kepada negeri senantiasa berakar pada kepedulian yang tulus kepada sesama. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Utamakan Keselamatan Masyarakat, PHR Taja Sosialisasi dan Edukasi di Rantau Kopar Riau
Riau
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:09 WIB

Utamakan Keselamatan Masyarakat, PHR Taja Sosialisasi dan Edukasi di Rantau Kopar

Rokan Hilir, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan taja Sosialisasi Keselamatan Masyarakat di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan ini bentuk komitmen nyata menjaga keselamatan masyarakat di sekitar area kerjam Sosialisasi dan edukasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness) warga dan generasi muda mengenai pentingnya mematuhi aspek keselamatan, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di dekat wilayah operasi hulu migas. Mengingat, lokasi tersebut berdampingan dengan jalur pipa, fasilitas produksi, kelistrikan hingga sumur migas. Edukasi mengenai potensi bahaya dan langkah pencegahannya menjadi hal yang sangat penting demi menciptakan lingkungan yang aman dan selamat bagi semua pihak. Lurah Rantau Kopar, Nurhidayati, sampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif yang dilakukan oleh PHR. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan operasional migas sangat dibutuhkan oleh masyarakat Rantau Kopar. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi keselamatan masyarakat yang dilaksanakan oleh PHR ini. Mengingat banyak warga kami yang tinggal dan beraktivitas di wilayah sekitar operasi, pemahaman seperti ini sangatlah penting demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Nurhidayati. Guna memastikan pesan keselamatan ini tersebar luas, Nurhidayati sengaja melibatkan para perangkat lingkungan dalam kegiatan ini. "Kami mengajak beberapa Ketua RT dan RW yang wilayahnya dekat dengan operasi PHR. Harapannya, setelah mendapatkan pemahaman dari sosialisasi ini, mereka dapat meneruskan dan menyampaikan kembali pesan-pesan keselamatan tersebut secara langsung kepada warga di lingkungannya masing-masing," ucapnya. Selain menyasar masyarakat umum lewat perangkat desa, sosialisasi ini juga menyentuh sektor pendidikan dengan merangkul para pelajar. Langkah kolaboratif ini disambut baik oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Rantau Kopar, Slamet Ginanjar. "Kami berterima kasih kepada PHR yang telah mengajak sekolah kami berkolaborasi dalam kegiatan yang sangat bagus ini," tutur Slamet. Slamet berharap, edukasi sejak dini ini dapat membentuk karakter siswa yang lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar. "Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini, para siswa dapat memahami dan lebih waspada akan potensi bahaya yang ada di sekitar lingkungan sekolah, jalan raya, maupun wilayah operasi PHR yang berada dekat dengan rumah mereka," imbuhnya. Melalui program sosialisasi yang berkelanjutan ini, PHR berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah setempat dan institusi pendidikan. Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief, mengatakan keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitar area operasi merupakan hal yang utama. "Kesadaran bersama yang tertanam di tengah masyarakat diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional migas dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keselamatan warga di sekitar wilayah operasi tetap menjadi yang utama," terangnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Kamis, 21 Mei 2026 | 21:05 WIB

PHR Bongkar Keunggulan Operasi dan Inovasi Capai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatera di IPA Convex 2026

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif di ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Ajang tersebut sebuah perhelatan industri migas pertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas masa depan energi nasional. Sebagai salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia, kehadiran PHR tidak hanya memperlihatkan peran strategis perusahaan dalam pengelolaan migas, tetapi juga menampilkan capaian produksi, inovasi teknologi, serta komitmen keberlanjutan. “Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode, termasuk MNK, PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas berkelanjutan,” kata Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin. Diketahui, sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) sebagai salah satu metode yang digencarkan guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields). Pada ajang IPA Convex kali ini, PHR juga akan berpartisipasi dalam sesi diskusi Technical Program-Special Session bertema _Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security_ . General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko tampil sebagai pembicara utama dengan memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua yang tetap produktif melalui penerapan teknologi dan manajemen berkelanjutan. Sesi ini mengupas bagaimana perjalanan manajemen reservoir (reservoir management/RM) di Zona Rokan, sebuah operasi onshore terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan 12.600 sumur. Produksi dari area ini sekitar 151 ribu barel minyak per hari, serta 33 MMSCFD gas, dengan metode pemulihan primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, Blok Rokan diarahkan untuk terus berkembang melalui survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, serta penerapan inovasi digital berbasis AI/ML. Pesan utama dari materi ini adalah dengan manajemen reservoir yang disiplin, teknologi mutakhir, dan kepemimpinan yang kuat, lapangan matang seperti Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung energi Indonesia di masa depan. Tidak hanya di sesi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga menunjukkan komitmen akademis dan teknis dengan total 13 keterlibatan dalam program Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Partisipasi ini menegaskan kontribusi aktif PHR dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi teknologi kepada komunitas migas nasional dan internasional. Tak kalah menarik, dalam momen IPA Convex 2026 kali ini juga akan ada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk produksi operasi minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Rokan. PHR akan membeli gas dari PEP, dengan perjanjian jual beli ini akan mendukung kebutuhan gas khususnya di WK Rokan untuk kegiatan operasi produksi minyak dan gas bumi. Inovasi dan Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra PHR Regional 1 Sumatra terus menunjukkan berbagai capaian inovasi dan kinerja produksi di masing-masing zona operasi. Di Zona Rokan, selain pengembangan MNK, PHR berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Selasa, 14 Januari 2025. Keberhasilan penerapan metode steamflood ini menjadi bukti nyata inovasi anak bangsa dalam mengembangkan teknologi sektor migas sekaligus tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di Zona Rokan. Melalui implementasi steamflood di lapangan NDD A14, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi para pekerja PHR untuk terus berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional. Di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi sebesar 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026. Percepatan proyek dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item. Sementara di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, dengan menargetkan klaster sumur di Lapangan Benuang berhasil menciptakan efisiensi biaya yang signifikan sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas. Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, implementasi teknologi ini menunjukkan hasil impresif. Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 BOPD, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD atau hampir tiga kali lipat, dengan rata-rata produksi harian mencapai 1.552 BOPD. Berbagai inovasi itu turut menunjang capaian produksi. Sepanjang tahun 2025, PHR Regional 1 Sumatra mencatat produksi lebih dari 30% produksi nasional, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi produksi nasional. Zona Rokan sebagai tulang punggung operasi berhasil mempertahankan stabilitas produksi di tengah tantangan lapangan tua, sementara Zona 1 dan Zona 4 menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru. Sejak 2025 hingga kini, PHR juga mencatat berbagai prestasi membanggakan. Di Zona Rokan, implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) terbukti meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua, sekaligus meraih penghargaan dari SKK Migas atas keberhasilan menjaga produksi di atas target. Zona 1 berhasil mengembangkan digital monitoring system yang meningkatkan efisiensi operasi dan mendapat apresiasi sebagai inovasi digital terbaik di internal Pertamina. Sementara itu, Zona 4 mencatat keberhasilan program drilling, workover & well intervention yang mendongkrak produksi minyak dan gas, serta meraih penghargaan keselamatan kerja (Safety Performance Award) tingkat nasional. TJSL Selain capaian produksi dan teknologi, PHR juga menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh area operasi Regional 1 Sumatra. Di Zona 1, Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Di Zona Rokan, PHR mengembangkan Brand Mandau sebagai inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk unggulan Batik Mandau. Sementara di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah bambu dan batik. PHR Zona 1 juga ikut meramaikan pameran di booth SKK Migas dengan menampilkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai kopi Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Aceh Tamiang. Kehadiran UMKM binaan ini memperlihatkan komitmen PHR dalam mendukung ekonomi kaum difabel di wilayah operasi. Dengan kehadiran PHR di IPA Convex 2026, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan industri energi nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi.

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah Kesehatan
Kesehatan
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:05 WIB

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah

Duri, katakabar.com - Semangat kemanusiaan berkobar ditunjukkan ratusan pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) padati lokasi donor darah sejak pagi hari, Rabu (20/5) kemarin. Di sela-sela aktivitas padat menjaga keandalan operasional demi ketahanan energi nasional, para pejuang energi ini dengan penuh antusias rela mengantre demi mendonorkan darah mereka untuk membantu sesama. Aksi sosial kemanusiaan yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional ini digelar di Kantor Gading PHR, Duri, Kabupaten Bengkalis. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau, kegiatan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 235 kantong darah dari antusiasme 304 pendaftar. Kantong darah tersebut siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah operasional dan sekitarnya melalui tenaga medis mitra tersebut. Donor darah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial pekerja PHR berjalan selaras dengan dedikasi mereka dalam memproduksikan minyak dan gas bumi. Bagaimanapun, di balik ketatnya disiplin kerja di lapangan, denyut nadi kepedulian terhadap keselamatan nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan. Operation Head Production & Operation PHR, I Gede Putu Ambara Guna, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas tingginya antusias yang ditunjukkan oleh segenap tim di lapangan. "Hari ini kami melihat pemandangan yang luar biasa, di mana para pekerja menunjukkan aksi kepeduliannyha terhadap sesama secara nyata melalui donor darah. PHR tidak hanya berkomitmen penuh dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap aspek kemanusiaan di lingkungan operasi,” ujarnya. Ia mengungkapkan, kebutuhan darah menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan memberikan kesempatan hidup bagi orang lain. “Mari kita rutin melaksanakan donor darah, untuk membantu sesama dan bukti kepedulian kita terhadap kemanusiaan,” ajaknya. Dua ratusan kantong darah yang terkumpul hari ini adalah simbol dari ketulusan pekerja lapangan untuk terus mengalirkan kehidupan bagi sesama. Tingginya antusiasme dalam kegiatan ini juga tercermin dari cerita para pekerja lapangan yang rela menyisihkan waktu dan berdiri di barisan antrean demi bisa berbagi. Muhammad Basrol, seorang pekerja lapangan yang menjabat Sr Supervisor Field Ops Balam North ikut serta dalam antrean, mengungkapkan alasannya bergabung dalam aksi ini. "Setetes darah yang kita bagikan hari ini bisa menjadi penyambung nyawa bagi saudara kita yang sedang berjuang di ruang perawatan. Menjaga energi itu tugas kami, tapi membantu sesama adalah panggilan hati. PHR tidak hanya beroperasi memastikan energi nasional terpenuhi, namun juga berkomitmen untuk bisa berbagi dengan sesama dalam bentuk darah. Setetes darah merupakan energi kehidupan buat sesama,” tuturnya. Melalui kegiatan yang berlangsung tertib ini, PHR berharap kontinuitas agenda serupa dapat terus terjaga. Sinergi multipihak antara industri, lembaga kemanusiaan, dan fasilitas kesehatan daerah diharapkan mampu memperkuat kepedulian PHR kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa S.STP M.Si mengapresiasi PHR. Ia menilai aksi kemanusiaan PHR telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi bentuk kepedulian bagi masyarakat yang ditunjukan oleh PHR, semoga darah yang terkumpul dapat bermanfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 20 Mei 2026 | 20:11 WIB

Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan komitmen menjalankan penugasan pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Zona Rokan secara bertanggungjawab, transparan, dan sesuai ketentuan berlaku. Optimis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan Sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip bisnis berkelanjutan, PHR menjalankan penugasan yang diberikan regulator berdasarkan Surat SKK Migas Nomor SRT-0406/SKKMA0000/2021/S1 pada 26 Juli 2021 terkait kegiatan pasca operasi dan penanganan TTM di Zona Rokan yang berasal dari operasi kontraktor sebelumnya. Sebanyak 250 lokasi pemulihan tersebar di lima kota dan atau kabupaten di Provinsi Riau dengan estimasi luas area terdampak mencapai sekitar 9,3 juta meter persegi atau sekitar 6 juta meter kubik volume tanah terkontaminasi. Sebagian besar lokasi berada di lahan milik masyarakat dengan total sekitar 3.000 persil lahan. Hingga akhir April 2026, PHR telah menyampaikan 88 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dari jumlah tersebut, 63 lokasi telah memperoleh persetujuan RPFLH dan tengah atau sudah dilakukan pemulihan. Dari 63 lokasi yang telah disetujui, sebanyak 20 lokasi telah selesai dilakukan pemulihan, dan saat ini sedang dalam proses evaluasi keberhasilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selain itu, terdapat 162 lokasi lainnya yang saat ini sedang dalam proses persiapan sebelum dapat masuk ke tahap pemulihan. Proses persiapan tersebut antara lain meliputi penyiapan akses lahan, pengumpulan/validasi data, pengadaan, koordinasi dengan para pihak terkait, serta penyusunan dokumen teknis yang dibutuhkan untuk mendukung proses persetujuan dan pelaksanaan pemulihan. Untuk mendukung percepatan, PHR bekerja sama dengan tiga kontraktor pelaksana yang ditunjuk melalui proses pengadaan resmi, dan transparan. Seluruh kegiatan pemulihan juga berada dalam pengawasan aparat penegak hukum, mulai dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) hingga Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). “Pemulihan TTM proses panjang yang melibatkan persetujuan teknis, akses lahan, validasi data, hingga evaluasi hasil pemulihan oleh KLH. PHR berkomitmen penuh untuk menyelesaikan penugasan ini sesuai arahan regulator, dengan tetap menjaga aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta keberlanjutan operasi Zona Rokan,” ujar Aryo Banowo, Pjs VP Remediation & Asset Retirement PHR Regional 1 Sumatra. Sebagai bagian dari upaya percepatan tersebut, PHR bersama SKK Migas dan KLH juga telah menyepakati roadmap percepatan pemulihan hingga tahun 2030 ditambah satu tahun periode monitoring yang sangat agresif. Roadmap tersebut menjadi acuan pelaksanaan pemulihan secara bertahap, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku. PHR berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis, perizinan, akses lahan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. PHR juga memastikan bahwa seluruh pelaksanaan penugasan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan operasi di Zona Rokan. Tentang PHR Regional 1 Sumatra PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan tugas dari Subholding Upstream Pertamina untuk mengelola bisnis dan operasional kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Regional 1 – Sumatra yang terbentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. PHR menghasilkan sepertiga produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream. Menjadi salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional. Pada 2025, PHR menyelesaikan restrukturisasi organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional. Integrasi organisasi ini mencakup Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam struktur Regional 1 demi memastikan operasional yang lebih optimal dan berkelanjutan. Restrukturisasi ini membawa dampak positif dalam pengelolaan aset hulu migas dari ujung utara hingga selatan Sumatra, sejalan dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dengan organisasi yang lebih efisien, PHR berupaya menjaga pasokan energi nasional dan menghadapi tantangan industri migas ke depan.