PLN
Sorotan terbaru dari Tag # PLN
Pemadaman Listrik Berulang di Selatpanjang, Mahasiswa Desak PLN Terbuka Penyebab dan Beri Solusi Jangka Panjang
Kepulajan Meranti, katakabar.com - Pemadaman listrik kembali terjadi berulang di Selatpanjang, dan sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menuai sorotan dari mahasiswa dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius sebab berdampak terhadap aktivitas warga, pelayanan publik hingga operasional pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Kamis (13/8). Aspirasi tersebut disuarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Meranti bersama Ikatan Pemuda Pemudi Selatpanjang (IPPS), mahasiswa STKIP Kepulauan Meranti serta mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Mereka mempertanyakan kesiapan sistem kelistrikan sekaligus transparansi informasi dari PLN ULP Selatpanjang setiap kali terjadi pemadaman. Mahasiswa menilai masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, estimasi waktu pemulihan hingga langkah yang dilakukan PLN agar gangguan serupa tidak terulang lagi ke depan. Persoalan pemadaman listrik di Kepulauan Meranti sendiri bukan hal baru. Pada Oktober 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti pernah melakukan rapat koordinasi bersama pihak PLN setelah masyarakat mendatangi Kantor ULP PLN Selatpanjang untuk meminta kejelasan terkait pemadaman yang terjadi berulang. Memasuki 2026, keluhan serupa kembali muncul. Pemadaman yang terjadi dari waktu ke waktu membuat masyarakat mempertanyakan apakah gangguan tersebut hanya bersifat teknis atau berkaitan dengan persoalan yang lebih mendasar pada sistem kelistrikan. Mahasiswa berharap PLN memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat setiap kali terjadi gangguan. Menurut mereka, informasi yang perlu disampaikan antara lain penyebab pemadaman, cakupan wilayah terdampak, estimasi waktu listrik kembali menyala serta tindakan penanganan yang sedang dilakukan. Pemadaman tanpa pemberitahuan yang memadai dinilai menyulitkan masyarakat, terutama pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Bagi UMKM, listrik bagian penting kegiatan operasional. Sejumlah usaha menggunakan mesin produksi, lemari pendingin, freezer, komputer, mesin kasir dan berbagai perangkat elektronik lainnya. Pemadaman mendadak, dan berlangsung dalam waktu yang tidak pasti dapat menyebabkan aktivitas usaha terhenti, produktivitas menurun hingga berpotensi menimbulkan kerugian, khususnya bagi usaha yang menyimpan bahan atau produk yang membutuhkan suhu tertentu. Lantaran itu, masyarakat berharap peningkatan keandalan pasokan listrik berjalan beriringan dengan keterbukaan informasi kepada pelanggan. Mahasiswa dan masyarakat meminta Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, memberikan penjelasan terbuka mengenai sejumlah persoalan. Pertama, penyebab pemadaman yang terjadi berulang dari pagi, siang hingga malam. Kedua, kepastian perbaikan dan stabilisasi jaringan agar pemadaman tidak terus berulang. Ketiga, pemberitahuan kepada pelanggan apabila pemadaman merupakan bagian dari pemadaman terencana. Keempat, informasi mengenai estimasi waktu pemulihan ketika terjadi gangguan. Kelima, evaluasi terhadap kualitas pelayanan kelistrikan di Selatpanjang dan wilayah sekitarnya. Keenam, kemungkinan kompensasi atau bentuk pertanggungjawaban pelayanan apabila kondisi pemadaman memenuhi ketentuan yang berlaku. Ketujuh, jaminan tindak lanjut dan solusi konkret, bukan sekadar pemberitahuan bahwa sedang terjadi gangguan. Kedelapan, penyediaan saluran pengaduan yang responsif bagi pelanggan. Menanggapi kondisi tersebut, Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap penyebab gangguan. “Sistem black out, penyebab masih ditelusuri,” kata Roni saat memberikan keterangan terkait kondisi kelistrikan. Roni menjelaskan, pihak PLN Selatpanjang saat ini juga tengah melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Meski demikian, mahasiswa dan masyarakat berharap proses evaluasi dan perbaikan tersebut disertai informasi yang terbuka sehingga masyarakat mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik. Pimpinan Cabang IMM Kepulauan Meranti bersama mahasiswa STKIP Meranti dan UT menyatakan masih menunggu klarifikasi resmi dari PLN ULP Selatpanjang. Sebagai bentuk keterbukaan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak PLN, mereka meminta PLN menyampaikan video klarifikasi resmi paling lambat Senin, 17 Agustus 2026. Klarifikasi tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat, mulai dari penyebab pemadaman, kondisi sistem kelistrikan, kesiapan kapasitas pembangkit dan jaringan, langkah penanganan yang telah dilakukan hingga solusi jangka panjang. Mahasiswa menegaskan permintaan klarifikasi tersebut bukan bertujuan untuk menghakimi PLN, melainkan sebagai upaya memperoleh informasi dan kepastian mengenai pelayanan listrik yang diterima masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat mengakui gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang berulang dan berlangsung tanpa informasi yang memadai dinilai perlu mendapatkan evaluasi lebih serius. Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan setiap kali listrik padam, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa terdapat langkah nyata untuk mencegah persoalan serupa terus berulang. Itu sebabnya, mereka berharap PLN dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kepulauan Meranti. Pemerintah Kabupaten (Pemka Kepulauan Meranti juga diharapkan ikut mengawal aspirasi masyarakat dan mendorong adanya koordinasi bersama PLN terkait peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan. Pada akhirnya, masyarakat berharap persoalan pemadaman listrik tidak lagi menjadi masalah yang berulang dari tahun ke tahun. Keandalan pasokan listrik dinilai penting bukan hanya untuk kenyamanan warga, tetapi untuk menjaga aktivitas ekonomi dan keberlangsungan usaha masyarakat di Kepulauan Meranti.
Menteri ESDM, BIN dan Kejagung Harus Serius Selidiki Stok Batubara PLN, "Awas, Dirut PLN Itu Licik
Langkah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menelusuri kejanggalan stok batubara PLN hingga memicu pemadaman bergilir di Jawa dan Kalimantan, mendapat apresiasi dari elemen masyarakat
Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Tapi PLN Tidak Transparan
Pemadaman listrik di tanah air terus meluas. Setelah Pulau Jawa yang hingga kini belum normal total, sekarang situasi serupa juga melanda Pulau Kalimantan.
Temui PLN, Afni Ingin Semua Rumah di Siak Terang
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan hingga saat ini masih ada rumah-rumah di daerahnya yang belum teraliri listrik.
Polisi Ringkus Spesialis Pencuri Kabel PLN di Kisaran, Pelaku Nyamar Jadi Petugas
Satreskrim Polres Asahan berhasil membongkar sindikat pencurian kabel listrik milik PT PLN (Persero) di Jalan Sanusi Pane, Kelurahan Mutiara, Kota Kisaran Timur.
PWMOI Jalin Sinergi dan Kolaborasi dengan PLN Sambut Bulan Ramadhan
Pekanbaru, katakabar.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau jalin silaturahmi dan audiensi dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UIDRKR). Di pertemuan silaturahmi dan diskusi bersama di Cafe Kimteng, Arengka, Pekanbaru, sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi menjelang bulan suci Ramadhan, Senin (26/1). Ketua DPW PWMOI Riau, Rio Kasairy, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara insan pers dan PLN sekaligus membahas berbagai isu terkait pelayanan kelistrikan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. “Kegiatan ini bentuk silaturahmi dan audiensi agar kita saling mengenal. Banyak hal yang dibahas, mulai dari permasalahan di lapangan hingga program-program PLN,” ujar Rio. Menurut Rio, menjelang bulan Ramadhan biasanya terjadi peningkatan konsumsi listrik di masyarakat, sehingga diperlukan peran media dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada publik. “Hal-hal seperti ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat agar mereka memahami kondisi kelistrikan dan berbagai upaya yang dilakukan PLN,” tambahnya. Rio berharap melalui pertemuan tersebut, PWMOI dan PLN dapat terus bersinergi menyampaikan informasi yang akurat dan konstruktif kepada masyarakat. Di kegiatan sama, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIDRKR, Syaepul Hanan, mengapresiasi kehadiran PWMOI sebagai mitra strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. “Media adalah mitra strategis PLN dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, terlebih wilayah kerja kami mencakup Riau dan Kepulauan Riau yang cukup luas,” ucap Hanan. Hanan menyampaikan, menjelang Ramadhan kondisi pasokan listrik di wilayah UIDRKR dalam keadaan aman dan surplus. PLN juga terus melakukan pemeliharaan jaringan guna memastikan keandalan pasokan listrik. “Saat ini sistem kelistrikan sudah terinterkoneksi dari Aceh hingga Lampung, sehingga kami optimistis pasokan listrik selama Ramadhan dalam kondisi aman,” ujarnya. Ia berharap sinergi antara PLN dan PWMOI dapat terus terjalin agar informasi terkait kelistrikan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Di pertemuan tersebut, dari PWMOI turut hadir Sekretaris DPW Zul Iman, Bendahara DPW Nurhayati, Wakil Ketua DPW Sampir, Humas DPW Hendra Saputra, Sekretaris Bidang OKK Sadrial, Ketua Bidang Ekonomi Tati, serta Sekretaris Bidang Infokom dan IT Azriel. Sementara dari PLN hadir Assistant Manager Keuangan dan Umum UP3 Pekanbaru David Sibarani, Tim Leader Administrasi dan Umum UP3 Pekanbaru Rivad, serta Ade selaku Humas PLN UIDRKR.
PLN Serahkan Bantuan Air Bersih di Kepulauan Meranti, H Asmar Minta Tambahan 100 Titik Sumur Bor
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terima bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), berupa penyediaan air bersih dari PT PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Tengah. Serah terima berlangsung di Kantor Desa Banglas, Jumat (14/11). Kegiatan penyerahan bantuan dipimpin langsung Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, turut dihadiri Senior Manager P2K PT PLN (Persero) UIP Sumbagteng, unsur Dinas PUPR, Dinas Kominfo, Camat Tebing Tinggi, serta para undangan. Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN, Osta Melano, menjelaskan program TJSL bertajuk “Menjaga Air untuk Bumi yang Tangguh” wujud komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. “Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air tidak ada pertanian, kesehatan, dan keberlanjutan kehidupan itu sendiri,” kata Osta Melano. Ia memaparkan, PLN telah membangun 10 titik sumur bor dan 2 unit MCK yang tersebar di 8 desa dan kelurahan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Fasilitas tersebut mencakup 620 penerima manfaat. Keberadaan sarana air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan, kebersihan lingkungan, serta kenyamanan siswa di sekolah yang menjadi lokasi pembangunan MCK. Program ini ujarnya, menjadi kontribusi PLN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke 6, yakni penyediaan air bersih dan sanitasi layak. “Semoga pembangunan 10 titik sumur bor ini dapat membantu mengatasi persoalan air bersih, khususnya di wilayah gambut yang selama ini menghadapi tantangan kualitas air,” harapnya. Bupati Kepulauan Meranti, Asmar Apresiasi PLN, Usulkan Penambahan 100 Titik Sumur Bor. Ia sampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PLN UIP Sumbagteng. Menurutnya, penyediaan fasilitas air bersih sangat penting bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan akses air atau terdampak kekeringan. “Bantuan ini sangat membantu masyarakat. Ini bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran daerah,” tegasnya. H Asmar berharap pemerintah desa, dan masyarakat dapat merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya berkelanjutan. Ia mendorong pembentukan kelompok pengelola untuk memastikan operasional dan pemeliharaan sumur bor berjalan baik. Di kegiatan itu, Bupati turut mengusulkan agar PLN menambah jumlah titik sumur bor pada program berikutnya. “Terima kasih kepada PLN UIP SBT atas 10 titik sumur bor yang diberikan. Ke depan, kami berharap PLN dapat membantu hingga 100 titik sumur bor untuk menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ucapnya. Ia mengajak perusahaan lain yang beroperasi di Meranti untuk berpartisipasi aktif menjalankan program TJSL pada berbagai sektor demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi untuk Kepulauan Meranti Lebih Baik Program TJSL penyediaan air bersih dari PLN menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat.
PLN dan IWO Riau Kolaborasi Bantu Nurjanah Penderita Tumor Asal Inhil
Tembilahan, katakabar.com - Wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Riau dan PLN ULP Tembilahan. Kedua pihak bersama-sama salurkan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta untuk Nurjanah 19 tahun, seorang remaja asal Desa Teluk Kelasa, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, yang tengah berjuang melawan penyakit tumor di bagian perut. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ketua Pengurus Wilayah IWO Provinsi Riau, Muridi Susandi, bersama Manajer PLN ULP Tembilahan, Sabur Januardi, di RSUD Tembilahan, tempat Nurjanah menjalani perawatan. Dana bantuan berasal dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, lembaga sosial di bawah PLN yang menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, serta sedekah karyawan. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga Nurjanah. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa insan media dan PLN bisa berjalan beriringan dalam menebar kebaikan,” ujar Muridi Susandi usai menyerahkan bantuan, Selasa (5/11). Sementara, Sabur Januardi menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). “Melalui YBM PLN, kami berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga Nurjanah diberi kesembuhan dan keluarga tetap tabah menghadapi ujian ini,” jelasnya. Nurjanah, gadis kelahiran 13 Juli 2006 silam itu, kini hanya bisa berbaring lemah di ruang perawatan. Sang ibu, Siti Hajrah, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari berbagai pihak, terutama bantuan dari PLN dan IWO Riau. “Kami tidak menyangka masih banyak orang baik yang peduli. Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Ayah Nurjanah, Kaban, sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Meski biaya pengobatan sebagian ditanggung BPJS Kesehatan, keluarga tetap kesulitan menutupi biaya transportasi dan kebutuhan selama menjaga di rumah sakit. Kolaborasi PLN dan IWO Riau ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut berperan dalam aksi-aksi kemanusiaan, terutama membantu masyarakat kurang mampu di pelosok daerah.
Pemkab Kepulauan Meranti dan PLN Tambah 8 MW Daya Listrik, H Asmar: Insya Allah Tak Ada Lagi Listrik Padam
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama PT PLN (Persero) menegaskan komitmen bersama untuk mengatasi krisis listrik selama ini dikeluhkan masyarakat. Di pertemuan antara Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, dengan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepri, Joni, disepakati adanya penambahan daya sebesar 8 megawatt (MW) yang akan segera beroperasi di Kota Selatpanjang. Pertemuan berlangsung di Ruang Melati Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (3/11/2025), dihadiri jajaran asisten daerah, perwakilan Dinas Perhubungan, serta rombongan PLN dari Provinsi Riau dan Dumai. PLN Siapkan Tambahan Mesin 8 MW General Manager PLN UID Riau dan Kepri, Joni, menjelaskan peningkatan pasokan listrik ini merupakan bagian dari program jangka pendek PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan di Kepulauan Meranti. “Saat ini beban puncak di Selatpanjang mencapai sekitar 12 MW, sementara kemampuan mesin masih pas-pasan. Kami sudah melakukan koordinasi agar dalam waktu dekat ada penambahan delapan unit mesin dengan kapasitas 6 MW,” jelasnya. Menurut Joni, dua unit mesin baru telah tiba di lokasi dan sedang dalam proses pemasangan instalasi kabel serta pipa bahan bakar. Empat unit tambahan lainnya akan dikirim secara bertahap, sehingga total tambahan daya mencapai 8 MW dalam 45 hari ke depan. “Insya Allah pada bulan Desember nanti kita akan tambah lagi 2 MW di PLTW. Jadi total kapasitas yang tersedia di Selatpanjang mencapai 20 MW. Dengan beban puncak 12 MW, kita akan memiliki cadangan daya yang cukup kuat,” tambahnya. Selain itu, PLN menyiapkan mesin baru di sejumlah kecamatan yang masih mengalami defisit listrik hingga 100 kW. Joni menuturkan, ke depan PLN akan membangun jaringan kabel laut dari Siak menuju Gogok pada tahun 2028. Jaringan ini akan menjadi transmisi utama yang menghubungkan Kepulauan Meranti dan Tanjung Balai Karimun dengan sistem kelistrikan Sumatera secara menyeluruh. Permasalahan Listrik Murni Kerusakan Mesin Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut baik langkah cepat PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan di daerahnya. Ia menegaskan bahwa Pemkab siap memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal pengamanan instalasi dan distribusi mesin pembangkit. “Saya sudah dapat laporan dari Pak Wakil, empat unit mesin sudah tiba dan segera beroperasi. Kita akan bantu pengamanannya bersama Dishub dan Polres agar proses ini berjalan lancar,” ucap H Asmar. Ia menegaskan permasalahan listrik di Kepulauan Meranti murni disebabkan kerusakan mesin, bukan faktor lain seperti manipulasi atau provokasi. Ia berharap masyarakat memahami situasi tersebut dan turut mendukung langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan PLN. H Asmar mengungkapkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)di Pulau Rangsang, hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis. Proyek tersebut diklaim akan menjadi salah satu PLTS terbesar di dunia, menggunakan lahan milik perusahaan tanpa mengambil lahan masyarakat. “Insya Allah PLTS di Pulau Rangsang akan segera dibangun. Hamdal-nya sudah keluar, dan proyek ini akan melibatkan PLN juga. Ini bukti keseriusan pemerintah mendukung energi bersih dan pembangunan ekonomi di Kepulauan Meranti,” jelas H Asmar. Selain PLTS, Pemkab Kepulauan Meranti menyiapkan pembangunan kawasan industri kelapa di Pulau Rangsang yang akan menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja lokal. Pembangunan ini diiringi dengan penguatan infrastruktur kelistrikan untuk menunjang kegiatan industri. Kepulauan Meranti Menuju Kemandirian Energi Dengan penambahan daya listrik sebesar 8 MW, pembangunan PLTS Rangsang, dan rencana interkoneksi kabel laut ke sistem Sumatera, Kabupaten Kepulauan Meranti diproyeksikan akan segera keluar dari krisis listrik dan menuju era baru kemandirian energi. “Kami siap mendukung seluruh program pembangunan di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegas GM PLN UID Riau dan Kepri, Joni.
PLN Terangi Rumah Warga Lewat Program Light Up The Dream
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) yang terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat kur...