Program B50

Sorotan terbaru dari Tag # Program B50

Perkuat Program B50, PTPN IV PalmCo Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani Nasional
Nasional
Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Perkuat Program B50, PTPN IV PalmCo Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus perkuat dukungan terhadap program Mandatori Biodiesel B50, dan ketahanan pangan nasional melalui penguatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta peningkatan serapan tandan buah segar (TBS) petani. Hingga Juni 2026, PalmCo telah menyerap sebanyak 1,73 juta ton TBS petani sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperkuat pasokan bahan baku energi nabati nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat kunjungan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina PTPN IV Regional 2 di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang didampingi Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, di pertengahan Juli 2026 lalu. Kunjungan tersebut menegaskan peran PalmCo dalam memperkuat pasokan pangan, energi, dan keberlanjutan sektor perkebunan melalui peningkatan produktivitas sawit rakyat, penguatan kemitraan petani, serta dukungan terhadap implementasi Mandatori Biodiesel B50. Dalam kesempatan tersebut, Heru Tri Widarto menegaskan bahwa PTPN IV PalmCo memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi nasional. Menurutnya, implementasi B50 membutuhkan dukungan pasokan CPO domestik yang kuat, yang hanya dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas kebun rakyat dan penguatan rantai pasok sawit nasional. Ia juga memastikan Kementerian Pertanian memandang langkah PalmCo sebagai momentum strategis untuk mempercepat transformasi industri sawit nasional. "Kami mengapresiasi peran PTPN IV PalmCo yang menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sawit rakyat dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program energi nasional," ujar Heru saat dialog bersama petani di Adolina. Program Biodiesel B50 yang dimandatkan pemerintah mewajibkan pencampuran 50 persen solar fosil dengan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis sawit. Kebijakan tersebut diproyeksikan menyerap tambahan sekitar 1–2 juta ton CPO domestik setiap tahun sehingga memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Hingga Juni 2026, PTPN IV PalmCo telah memproduksi 1,29 juta ton CPO yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng nasional sekaligus mendukung peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel B50. Perseroan memandang peningkatan produktivitas menjadi kunci agar kebutuhan pangan dan energi dapat dipenuhi secara bersamaan. Kontribusi PalmCo terhadap penguatan petani juga tercermin dari penyerapan TBS. Sepanjang 2025 perusahaan menyerap 3,26 juta ton TBS petani. Hingga Juni 2026, serapan mencapai 1,73 juta ton, dengan sekitar 30 persen bahan baku industri PalmCo berasal dari petani rakyat. Pada periode yang sama, PalmCo telah membina 28.786 keluarga petani di lahan seluas 54.148 hektare. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan implementasi B50 menjadi momentum untuk memperkuat produktivitas sawit rakyat. "Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI kepada PTPN IV PalmCo. Dukungan tersebut semakin memperkuat komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap peningkatan kebutuhan energi nasional juga menciptakan peningkatan kesejahteraan bagi petani," ujarnya. Menurut Jatmiko, penguatan produktivitas dilakukan melalui empat Program PTPN untuk Sawit Rakyat, yakni pola single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan swadaya/offtaker, serta pemberdayaan koperasi petani. Pendekatan tersebut dirancang agar petani memperoleh akses teknologi, pendampingan, dan kepastian pasar secara berkelanjutan. Strategi hilirisasi tersebut juga diperkuat melalui kerja sama PTPN IV PalmCo dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam riset "Bensin Sawit" sebagai bagian dari diversifikasi produk hilir dan penguatan ekosistem energi terbarukan nasional. Menutup kunjungan tersebut, Jatmiko K. Santosa menegaskan PalmCo akan terus memperkuat sinergi antara peningkatan produktivitas sawit, penguatan petani rakyat, dukungan terhadap program B50, serta pengembangan inovasi energi berbasis sawit guna mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Bila Program B50 Dijalankan 2026, Dorab Mistry Prediksi Harga CPO Bisa Tembus MYR 5.000 per Ton Sawit
Sawit
Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:10 WIB

Bila Program B50 Dijalankan 2026, Dorab Mistry Prediksi Harga CPO Bisa Tembus MYR 5.000 per Ton

Jakarta, katakabar.com - Bila program B50 dijalankan pada 2026 mendatang, Trader senior sekaligus pengamat pasar CPO, Dorab Mistry, prediksi harga Crude Palm Oil (CPO) bisa tembus MYR 5.000 per ton. Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) terus menunjukkan penguatan di pasar global. Lihat perdagangan Rabu (8/10) lalu, kontrak CPO di Bursa Malaysia untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,7 persen ke level MYR 4.546 per ton atau tertinggi hampir dua bulan belakangan ini. Kenaikan ini didorong stagnasi produksi di dua negara produsen utama, Indonesia dan Malaysia, sisi lain permintaan global terus meningkat. “Harga CPO tinggi lantaran produksi kedua negara stagnan, sedangkan permintaan terus tumbuh,” kata Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dilansir dari laman EMG, Selasa sore. Sepekan terakhir, harga CPO naik 3,55 persen secara point-to-point, dan sepanjang tahun 2025 sudah menguat 2,3 persen. Dijelaskan Eddy, tren kenaikan masih berpotensi berlanjut bila pemerintah Indonesia benar-benar menerapkan kebijakan biodiesel B50, yakni campuran 50 persen minyak nabati dalam bahan bakar solar. “Kalau program B50 dijalankan pad kondisi saat ini, ekspor berkurang dan otomatis harga minyak sawit dunia ikut naik,” terangnya. Kebijakan B50 akan meningkatkan konsumsi domestik CPO, yang berarti pasokan untuk pasar ekspor akan menurun. Kabar mengenai rencana penerapan B50 menjadi sentimen positif di pasar komoditas. Para pelaku memperkirakan kebijakan energi hijau itu bisa menjadi faktor penentu arah harga sawit global dalam beberapa bulan mendatang. Trader senior sekaligus pengamat pasar CPO, Dorab Mistry, prediksi harga CPO berpotensi menembus level MYR 5.000 per ton jika program B50 benar-benar dijalankan tahun depan. “Jika Indonesia menjalankan B50, maka akan terjadi kelangkaan pasokan di pasar dunia dan harga akan melonjak,” ujar Mistry.

Kapasitas Pabrik dan Kecukupan Pasokan CPO Kunci Sukses Program B50 Sawit
Sawit
Minggu, 08 September 2024 | 20:12 WIB

Kapasitas Pabrik dan Kecukupan Pasokan CPO Kunci Sukses Program B50

Jakarta, katakabar.com - Ketua Working Group B50, Andi Nur Alam Syah menjelaskan, kapasitas pabrik, dan kecukupan pasokan bahan baku crude palm Oil (CPO) harus terjamin kunci kesuksesan program B50. "Sejumlah tantangan ini yang terus membayangi upaya pengembangan program B50," ujar Andi, dilansir dari laman EMG, Ahad (8/9).