Progresif

Sorotan terbaru dari Tag # Progresif

Holding PTPN, Abdul Rivai Ras: Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif! Nasional
Nasional
Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Holding PTPN, Abdul Rivai Ras: Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif!

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat transformasi bisnis di seluruh entitasnya guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan. Sejalan dengan langkah tersebut, PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi transformasi perusahaan melalui tata kelola yang semakin modern, profesional, dan adaptif terhadap dinamika industri agribisnis global. Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan transformasi yang telah dijalankan perusahaan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang tepat. Tetapi menurutnya, percepatan transformasi membutuhkan komitmen yang lebih kuat, terukur, dan progresif agar mampu menjawab tantangan industri ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Rivai Ras di Jakarta, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Direktur Utama bergelar Doktor Ilmu Politik Bidang Kebijakan Pertanahan itu menegaskan percepatan transformasi hanya dapat diwujudkan melalui komitmen bersama seluruh insan perusahaan. "Industri perkebunan atau farming adalah main course alias menu utama sebagai penyedia bahan baku industri manufaktur. Industri ini tidak akan mati selagi masih ada kehidupan. Lantaran itu, kita harus memperkuat semua lini dengan modernisasi dan profesionalitas agar perusahaan kita berkembang lebih progresif," terang Abdul Rivai Ras. Menurutnya, industri agribisnis memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional karena tidak hanya menghasilkan komoditas penting, tetapi juga menjadi sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tersebar di berbagai daerah. "Kita harus bertransformasi dengan cepat dan masif bukan hanya karena mengejar profit, tetapi menjaring efek sosial yang lebih luas. Kita tahu, perkebunan dan pertanian menyerap tenaga paling besar dalam rantai ekonomi. Sebarannya juga sangat luas, tidak terkonsentrasi di titik tertentu. Dan lebih penting lagi, lapangan kerja yang tercipta bisa dimasuki oleh siapa saja," terangnya. Abdul Rivai Ras menekankan dinamika industri perkebunan saat ini berkembang sangat cepat. Persaingan global, volatilitas harga komoditas, perubahan iklim, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga percepatan digitalisasi telah mengubah paradigma pengelolaan perusahaan perkebunan. "Mengelola PTPN I hari ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab untuk membangun sebuah korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat," imbuhnya. Untuk mewujudkan visi tersebut, PTPN I menetapkan lima pilar transformasi sebagai fondasi pengembangan perusahaan menuju korporasi agribisnis berkelas dunia, yakni penguatan Good Corporate Governance (GCG), penguatan manajemen risiko, digitalisasi manajemen, optimalisasi aset negara, serta penguatan sinergi kelembagaan. Terkait tata kelola perusahaan, Abdul Rivai Ras menegaskan sebagai perusahaan yang mengelola aset strategis milik negara, seluruh proses bisnis PTPN I harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, dan patuh terhadap regulasi. Tata kelola yang kuat diyakini menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan. Pada aspek manajemen risiko, ia menilai kemampuan mengelola risiko secara terukur menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah ketidakpastian bisnis global. Restrukturisasi organisasi melalui integrasi Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengantisipasi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). "Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global," tegasnya. Abdul Rivai Ras juga menuturkan digitalisasi bukan sekadar pemanfaatan teknologi, melainkan transformasi budaya kerja yang mengedepankan efisiensi, kecepatan, akurasi, serta pengambilan keputusan berbasis data. Implementasi smart farming, digitalisasi proses bisnis, dan integrasi sistem informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan. Sedang, optimalisasi aset negara diarahkan agar seluruh aset yang dikelola perusahaan mampu menghasilkan produktivitas dan nilai ekonomi yang optimal, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan kemitraan yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi di wilayah operasional perusahaan. Pada pilar penguatan sinergi kelembagaan, Abdul Rivai Ras menegaskan keberhasilan transformasi perusahaan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, DPR, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat. "Transformasi bukanlah pekerjaan satu orang atau satu institusi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun PTPN I menjadi perusahaan agribisnis nasional yang mampu berdiri sejajar dengan perusahaan-perusahaan perkebunan terbaik di dunia. Dengan tata kelola yang kuat, digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi yang solid, kami optimistis PTPN I akan menjadi korporasi yang semakin profesional, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia," sebut Abdul Rivai Ras. Melalui implementasi lima pilar transformasi tersebut, PTPN I bersama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing perusahaan melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, keberlanjutan, dan kolaborasi. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat posisi PTPN I sebagai bagian dari ekosistem agribisnis nasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi negara, masyarakat, dan perekonomian Indonesia.

Terpilih Aklamasi, Fauzan Janji Bawa PGRI Inhil Lebih Progresif dan Inklusif Pendidikan
Pendidikan
Selasa, 17 Juni 2025 | 13:00 WIB

Terpilih Aklamasi, Fauzan Janji Bawa PGRI Inhil Lebih Progresif dan Inklusif

Ia menyampaikan tiga arah kebijakan utama yang akan menjadi pijakan organisasi ke depan: 1. Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui pelatihan, program kolaborasi antar sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. 2. Perlindungan Hak dan Kesejahteraan Guru PGRI memperkuat advokasi terhadap guru dalam menghadapi kriminalisasi, serta memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, termasuk untuk guru honorer. 3. Peran Strategis PGRI dalam Pembangunan Daerah Fokus pada peningkatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik sebagai kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Indragiri Hilir. Fauzan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi guru dan organisasi PGRI saat ini. Ia menyebut sejumlah aspirasi dari anggota yang akan menjadi prioritas program kerja pengurus baru, antara lain: Perlindungan terhadap kriminalisasi guru saat menjalankan tugas, Perjuangan untuk status, dan kesejahteraan guru honorer,Penyediaan kantor sekretariat dan rumah singgah PGRI Inhil, Fasilitas bantuan sosial bagi anggota yang tertimpa musibah, Program peningkatan kompetensi pendidik secara berkala. “Banyak harapan yang dititipkan kepada saya, mulai dari pelatihan hingga perhatian sosial. Ini menjadi prioritas kerja kita. Saya percaya, jika kita berjalan bersama, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita atasi,” tegas Fauzan. Pada konferensi tersebut diumumkan jajaran pengurus inti PGRI Kabupaten Indragiri Hilir periode 2025–2030 sebagai berikut: Ketua: H. Fauzan Amrullah, SE., M.Si Wakil Ketua I: Khaidir Rahman, M.Pd Wakil Ketua II: H. Indra Sabarianto, S.Pd.I., MA Wakil Ketua III: Agus Purwanto, S.Pd Sekretaris: Dedi Surahman, M.Pd Bendahara: Hj. Marisa Mona, M.Pd Acara pelantikan yang diselenggarakan di Hotel Inhil Pratama, Jalan Guru Hasan Lrg. Garam, Tembilahan Kota, berlangsung khidmat dan penuh semangat. Suasana keakraban antar peserta menunjukkan komitmen kuat untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Perjalanan Sepuluh Tahun Ekosistem Pembelajaran Progresif dan Inovatif Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 25 Desember 2024 | 14:42 WIB

Perjalanan Sepuluh Tahun Ekosistem Pembelajaran Progresif dan Inovatif

Jakarta, katakabar.com - Dimulai sebagai creative education platform, yang berevolusi menjadi sebuah ekosistem pembelajaran bagi individu, organisasi, instansi pemerintah, hingga brand global Ekosistem edukasi yang berfokus pada pengembangan diri, karier, dan bisnis di industri kreatif dan digital, lingkaran, genap berusia sepuluh tahun. Sebagai sebuah perusahaan independen dengan sumber pendanaan mandiri, capaian ini menjadi sebuah milestone penting. Mengutip data dari lembaga yang mengumpulkan dan menganalisis data pasar tenaga kerja di Amerika Serikat, U.S. Bureau Labor of Statistics, tercatat hanya ada 34,9 persen perusahaan yang berhasil bertahan hingga tahun kesepuluh. Dalam perayaan sedekade usia lingkaran, ekosistem edukasi yang berdiri sejak 2014 silam ini gelar acara publik bertajuk “Lingkarin yang Penting” di Ganara Art Space. Tema ini diangkat sebagai sebuah ajakan untuk berhenti sejenak dari dunia yang riuh akan berbagai noise dan distraksi, dan fokus menjalani kehidupan dengan kesadaran penuh dalam mengambil langkah-langkah yang relevan untuk mewujudkan potensi maksimal tiap-tiap individu.