Safe Haven

Sorotan terbaru dari Tag # Safe Haven

Harga Emas Berpotensi Menguat Meski Sentimen Safe Haven Berkurang Internasional
Internasional
Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Harga Emas Berpotensi Menguat Meski Sentimen Safe Haven Berkurang

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (6/8). Dari analisis terbaru dari Dupoin Futures, prospek kenaikan logam mulia tersebut semakin menguat setelah muncul sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan dominasi buyer masih sangat solid. Tetapi, arah pergerakan harga diperkirakan tetap diwarnai volatilitas karena pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik, pergerakan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan secara teknikal emas (XAUUSD) pada time frame Daily berhasil menunjukkan perubahan struktur harga yang sangat positif. Setelah beberapa waktu bergerak dalam fase konsolidasi, harga akhirnya mampu menembus area tersebut dan mengonfirmasi kelanjutan tren naik. "Keberhasilan keluar dari fase sideways menjadi salah satu indikasi bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar dan membuka peluang penguatan menuju level yang lebih tinggi," ujarnya. Menurutnya, sinyal bullish semakin diperkuat oleh keberhasilan harga keluar dari pola Bullish Pennant, yang dikenal sebagai salah satu pola kelanjutan tren (continuation pattern). Pola ini sering kali menjadi petunjuk setelah fase konsolidasi berakhir, harga memiliki peluang untuk kembali bergerak searah dengan tren utama. Dalam kondisi saat ini, breakout dari pola tersebut memperlihatkan bahwa optimisme pelaku pasar terhadap harga emas (XAUUSD) masih terjaga dan potensi reli lanjutan tetap terbuka. Selain breakout dari Bullish Pennant, sambungnya, Dupoin Futures juga mencermati terbentuknya pola Double Bottom, yang semakin memperkuat peluang pembalikan arah menjadi bullish. Pola tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual mulai kehilangan kekuatan, sementara buyer secara bertahap mengambil alih kendali pasar. Kombinasi dua pola teknikal tersebut memberikan konfirmasi yang cukup kuat bahwa tren kenaikan emas (XAUUSD) masih berada dalam jalur yang positif. Dalam proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area 4.354, yang menjadi resistance penting dalam pergerakan harga saat ini. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang memadai, maka peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.483 sebagai target resistance berikutnya. "Selama momentum beli tetap terjaga, skenario bullish masih menjadi acuan utama bagi pelaku pasar dalam jangka pendek hingga menengah," imbuh Geraldo Dupoin Futures mengingatkan kenaikan yang cukup agresif juga berpotensi memunculkan aksi ambil untung atau profit taking. Oleh sebab itu, investor dan trader tetap disarankan untuk memperhatikan level resistance yang ada sebagai area evaluasi terhadap kekuatan tren yang sedang berlangsung. Koreksi jangka pendek masih mungkin terjadi, tetapi selama struktur bullish tetap terjaga, peluang kenaikan lanjutan dinilai masih lebih dominan. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat harga emas (XAUUSD) pada sesi perdagangan Asia diperkirakan bergerak mixed karena pasar masih dipengaruhi oleh sentimen yang saling berlawanan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan mengenai proses diplomasi yang dinilai berjalan cukup positif berpotensi mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas, karena meningkatnya optimisme terhadap stabilitas geopolitik. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat masih menjadi faktor yang memberikan dukungan bagi harga emas (XAUUSD). Nilai tukar dolar yang bertahan di dekat level terendah dalam beberapa pekan terakhir membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global karena harganya relatif lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar AS. Kondisi ini dinilai mampu menjaga minat beli terhadap logam mulia meskipun sentimen safe haven mulai sedikit mereda. Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan Federal Reserve. Menurut Dupoin Futures, setiap perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga akan berdampak langsung terhadap pergerakan dolar AS maupun imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Apabila muncul sinyal bahwa The Fed akan lebih akomodatif atau membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter, maka tekanan terhadap dolar berpotensi meningkat sehingga memberikan ruang lebih besar bagi harga emas (XAUUSD) untuk melanjutkan kenaikannya. Sebaliknya, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan hasil yang kuat dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, maka ruang kenaikan emas dapat menjadi lebih terbatas. Dalam situasi tersebut, investor cenderung mengalihkan dana ke aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih cenderung positif. Breakout dari fase sideways, keberhasilan keluar dari pola Bullish Pennant, serta konfirmasi Double Bottom menjadi kombinasi sinyal teknikal yang memperkuat peluang kenaikan menuju area 4.354 dan bahkan 4.483 apabila momentum beli tetap berlanjut. Kendati demikian, investor tetap disarankan untuk memantau perkembangan negosiasi geopolitik, arah pergerakan dolar AS, serta kebijakan Federal Reserve, karena faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama apakah reli emas (XAUUSD) mampu berlanjut atau justru mengalami fase konsolidasi dalam waktu dekat.

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Menguat Internasional
Internasional
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Menguat

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan di pekan kedua Agustus 2026. Menurut analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum kenaikan dinilai masih cukup solid setelah muncul konfirmasi teknikal yang menunjukkan bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah faktor eksternal, terutama penguatan dolar Amerika Serikat, perkembangan geopolitik global, serta arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dapat memengaruhi volatilitas harga dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan secara teknikal emas (XAUUSD) pada time frame Daily memberikan sinyal positif setelah berhasil keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Kata Geraldo, terbentuknya pola Bullish Pennant menjadi salah satu indikasi bahwa tren naik sebelumnya masih memiliki peluang untuk berlanjut. Pola tersebut semakin terkonfirmasi setelah harga mampu melakukan breakout dari area konsolidasi, sebuah sinyal yang umumnya dipandang sebagai awal dari fase penguatan berikutnya. Dalam pandangan Dupoin Futures, keberhasilan breakout tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek kenaikan harga emas (XAUUSD). Setelah sempat bergerak dalam rentang yang terbatas, buyer kini kembali menunjukkan dominasinya sehingga membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan reli menuju level yang lebih tinggi. Selama tidak muncul tekanan jual yang signifikan, skenario bullish masih dinilai sebagai arah pergerakan yang lebih dominan. Optimisme tersebut juga didukung oleh indikator Stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum beli masih terus berkembang dan belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Walaupun posisi overbought sering dikaitkan dengan potensi koreksi jangka pendek, indikator tersebut juga dapat mencerminkan kuatnya tren naik apabila didukung oleh volume transaksi dan sentimen pasar yang positif. Selain indikator momentum, Moving Average (MA) 21 juga menjadi perhatian utama dalam analisis Dupoin Futures. Saat ini, garis MA 21 telah berubah fungsi menjadi dynamic support, yang memperkuat struktur bullish pada emas (XAUUSD). Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan dinilai masih tetap terbuka. Area support dinamis ini sekaligus menjadi acuan penting bagi trader untuk mengukur validitas tren yang sedang berlangsung. Berdasarkan kombinasi berbagai indikator teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) berpotensi menguji area resistance 4.135 dalam waktu dekat. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan konfirmasi yang kuat, maka peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.202, yang menjadi target resistance berikutnya. Meskipun demikian, investor tetap disarankan untuk tidak mengabaikan potensi koreksi teknikal yang sewaktu-waktu dapat terjadi setelah kenaikan yang cukup tajam. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai bahwa prospek harga emas (XAUUSD) masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen positif dan negatif yang membuat pergerakan harga berpotensi berlangsung fluktuatif. Pada sesi perdagangan Tokyo, harga emas diperkirakan bergerak mixed, seiring pasar yang masih menimbang perkembangan geopolitik di satu sisi dan kekuatan dolar AS di sisi lainnya. Sentimen positif bagi emas (XAUUSD) masih berasal dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Kekhawatiran pasar kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai menipisnya stok rudal presisi jarak jauh milik Amerika Serikat akibat konflik dengan Iran. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut memicu meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik, sehingga permintaan terhadap instrumen lindung nilai seperti emas berpotensi tetap terjaga. Tetapi, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa ruang kenaikan harga emas (XAUUSD) dapat menjadi lebih terbatas apabila dolar Amerika Serikat kembali menguat. Penguatan mata uang AS didorong oleh sejumlah data ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve belum akan terburu-buru melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Dalam situasi tersebut, aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain perkembangan dolar AS, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada sejumlah data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Menurut Dupoin Futures, data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai prospek kebijakan suku bunga The Fed pada beberapa bulan mendatang. Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan atau muncul sinyal yang lebih dovish dari bank sentral AS, peluang pelemahan dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas (XAUUSD). Sebaliknya, jika data ekonomi kembali melampaui ekspektasi, tekanan terhadap emas berpotensi meningkat karena investor akan kembali memburu aset berbasis dolar. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih cenderung positif selama struktur teknikal tetap terjaga. Konfirmasi pola Bullish Pennant, keberhasilan breakout dari area konsolidasi, dukungan Moving Average 21 sebagai dynamic support, serta indikator Stochastic yang masih mengarah naik menjadi kombinasi sinyal yang memperkuat peluang kenaikan menuju area 4.135 hingga 4.202. Meskipun demikian, investor dan trader tetap disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik global, pergerakan dolar AS, serta hasil rilis data ekonomi Amerika Serikat karena faktor-faktor tersebut berpotensi memengaruhi arah harga emas (XAUUSD) dan menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang

Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Diprediksi Terus Menguat Internasional
Internasional
Jumat, 10 Juli 2026 | 15:05 WIB

Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Diprediksi Terus Menguat

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan di pekan depan, didukung oleh kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang sama-sama mengarah ke prospek positif. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe harian (daily) masih berada dalam fase bullish, dengan potensi kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support utama. Dari sisi teknikal, Geraldo Kofit menilai pergerakan emas telah memberikan sinyal pembalikan arah yang cukup kuat setelah terbentuknya pola Double Bottom. Pola ini dikenal sebagai salah satu indikator bullish reversal yang mengisyaratkan berakhirnya dominasi tekanan jual dan mulai menguatnya aksi beli di pasar. Kemunculan pola tersebut menjadi indikasi bahwa pelaku pasar mulai kembali mengakumulasi emas setelah sebelumnya mengalami fase koreksi yang cukup panjang. "Keberhasilan harga mempertahankan area support memperkuat keyakinan bahwa tren naik masih memiliki peluang untuk berlanjut. Selama level tersebut tidak ditembus ke bawah, skenario bullish dinilai masih menjadi acuan utama. Dupoin Futures memproyeksikan target kenaikan awal berada di kisaran 4.220 sebagai resistance pertama. Apabila harga mampu melewati level tersebut dengan didukung volume transaksi yang memadai, maka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di area 4.330 akan semakin besar," jelasnya. Selain pola harga, jata Gelardo, indikator teknikal lainnya juga memperlihatkan sinyal yang mendukung kelanjutan tren positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik dan belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan maupun divergensi yang biasanya menjadi sinyal awal pembalikan arah. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum beli masih terjaga dan memberikan peluang bagi harga emas untuk mempertahankan laju kenaikannya dalam jangka menengah. Disebutkan Geraldo Kofit, setiap koreksi yang mungkin terjadi dalam beberapa sesi ke depan masih berpotensi menjadi bagian dari fase konsolidasi yang sehat, bukan indikasi perubahan tren. Selama struktur harga tetap mempertahankan pola higher low dan mampu bertahan di atas area support, peluang kenaikan masih dinilai lebih besar dibandingkan risiko penurunan. Dari sisi fundamental, sambungnya, prospek emas juga memperoleh dukungan dari meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda, ditambah berbagai risiko geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan internasional, membuat investor kembali meningkatkan alokasi dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan logam mulia dalam beberapa waktu terakhir. Di samping itu, ulas Gelardo, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi mengambil kebijakan yang lebih longgar apabila indikator ekonomi mulai menunjukkan perlambatan menjadi sentimen positif bagi harga emas. Jika inflasi bergerak lebih rendah, pertumbuhan ekonomi melambat, atau pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum, peluang penurunan suku bunga akan semakin terbuka. "Skenario tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini secara historis menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas, karena ketika imbal hasil aset berbasis dolar menurun, daya tarik emas sebagai instrumen investasi cenderung meningkat. Selain itu, pelemahan dolar juga membuat harga emas lebih kompetitif bagi investor global sehingga mampu mendorong permintaan yang lebih tinggi," tuturnya. Optimisme terhadap emas juga didukung oleh strategi diversifikasi yang masih diterapkan banyak investor institusi. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan, emas tetap dipandang sebagai salah satu aset yang mampu menjaga stabilitas portofolio. Permintaan yang relatif stabil dari kelompok investor ini menjadi salah satu faktor yang membantu mempertahankan tren kenaikan harga. Dengan mempertimbangkan kombinasi sinyal teknikal yang semakin kuat dan sentimen fundamental yang masih mendukung, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama dan tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari kebijakan moneter maupun perkembangan ekonomi global, peluang menuju area resistance 4.220 hingga 4.330 masih terbuka. Lantaran itu, pelaku pasar disarankan untuk terus mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang berpotensi menjadi katalis utama bagi pergerakan harga emas dalam jangka pendek maupun menengah.

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369 Internasional
Internasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:05 WIB

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan di perdagangan hari Rabu (17/6). Meskipun sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia masih didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang cukup positif. Kondisi tersebut membuat prospek emas dalam jangka pendek tetap mengarah ke atas, selama tekanan beli masih mampu menjaga harga bertahan di area support penting. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada grafik empat jam (H4) masih menunjukkan struktur bullish cukup kuat. Harga emas dinilai masih mampu mempertahankan tren kenaikan setelah berhasil bertahan di atas area support kedua yang sebelumnya menjadi titik perhatian pelaku pasar. "Hingga saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan perubahan arah menjadi bearish. Hal tersebut terlihat dari belum terbentuknya penutupan candlestick di bawah level support yang telah diuji sebelumnya. Selama area tersebut tetap bertahan, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar," ujarnya. Dari sisi teknikal, kata Kofit, harga juga berhasil membentuk swing low baru di kisaran 4.328. Terbentuknya pola tersebut menunjukkan minat beli kembali muncul ketika harga berada di area support. Situasi ini menjadi salah satu indikasi bahwa pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan sehingga tekanan beli tetap mendominasi perdagangan. "Apabila momentum positif tersebut terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi menguji level resistance pertama di area 4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus, ruang kenaikan diperkirakan masih terbuka hingga mencapai resistance berikutnya di kisaran 4.369. Kedua level ini menjadi area yang akan diperhatikan investor sebagai target penguatan dalam jangka pendek," jelasnya. Selain pola pergerakan harga yang masih mendukung tren naik, terang Kofit, indikator teknikal juga memperlihatkan kondisi yang cukup positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski indikator tersebut telah mendekati zona overbought, hingga kini belum muncul tanda-tanda pelemahan momentum maupun sinyal pembalikan arah yang kuat. Dengan demikian, tekanan beli masih dinilai cukup dominan untuk menjaga kenaikan harga emas. Dari sisi fundamental, emas juga masih mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda membuat sebagian investor memilih mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, hingga tingginya volatilitas di pasar keuangan menjadi faktor yang terus menopang permintaan terhadap emas. Selain itu, lanjutnya, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sehingga turut mendorong kenaikan harga. "Faktor lain yang ikut memperkuat prospek emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi bergerak turun, biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi lebih rendah. Situasi tersebut membuat emas kembali menarik sebagai pilihan investasi, terutama bagi investor yang ingin menjaga nilai aset di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian," jelasnya. Masih Analis Dupoin Futures, pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah investor mulai memperkirakan bank sentral Amerika Serikat berpotensi mengambil sikap yang lebih longgar apabila data ekonomi, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, maupun aktivitas manufaktur, menunjukkan perlambatan. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan pergerakan dolar AS sekaligus memberikan tambahan sentimen positif bagi harga emas. Secara keseluruhan, bebernya, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih cukup terbuka pada perdagangan hari ini. Struktur teknikal yang tetap bullish, terbentuknya swing low baru, serta indikator yang masih mendukung kenaikan menjadi sinyal bahwa momentum beli belum berakhir. Di sisi lain, dukungan dari faktor fundamental, seperti tingginya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, dan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve, turut memperkuat prospek positif logam mulia. Selama harga tetap bertahan di atas area support 4.328, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.354 hingga 4.369 masih dinilai cukup besar dalam jangka pendek.

Emas dan Silver Dipandang Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 27 Maret 2026 | 20:38 WIB

Emas dan Silver Dipandang Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas di pasar domestik terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia sebagai salah satu instrumen “safe haven” dalam menjaga nilai kekayaan. Berdasarkan data platform Bittime, tren ini turut berdampak pada aset kripto berbasis emas, yakni Tether Gold ($XAUT), yang mencatatkan kenaikan harga sebesar 4,23% pada 25 Maret 2026 lalu. Aset emas saat ini dipandang sebagai jangkar stabilitas di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, serta dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Kondisi ini menjadikan real world assets (RWA) sebagai opsi bagi investor ritel maupun institusi yang ingin memitigasi risiko penurunan daya beli akibat inflasi. Seiring dengan perkembangan teknologi finansial, minat terhadap komoditas fisik turut merambah ke sektor RWA dalam bentuk aset digital. Sejalan dengan ini, Bittime, platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada volume perdagangan harian di platformnya. Di mana, nilai volume perdagangan $XAUT dan $SLVON tercatat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini mengindikasikan sebagian investor kini memanfaatkan efisiensi aset digital untuk mendapatkan kemudahan, dan nilai nilai intrinsik aset itu sendiri. Fenomena ini juga mendapat perhatian di platform media sosial X (Twitter) milik Bittime. Para investor turut membagikan pendapat mereka mengenai stabilitas harga emas merespons keadaan geopolitik di Timur Tengah yang saat ini sedang memanas, pada salah satu unggahan mereka. Para investor memandang aset digital berbasis emas seperti $XAUT ini sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang populer karena menawarkan stabilitas fisik dengan fleksibilitas perdagangan aset kripto. Salah satu investor, EshanNFts, memberikan perspektifnya mengenai popularitas perdagangan $XAUT dan $SLVON saat ini. Ia menilai bahwa, aset digital seperti emas dan silver cenderung dipandang sebagai aset stabil di tengah gejolak geopolitik saat ini. Apalagi, aset-aset berbasis RWA tersebut dapat dengan mudah diakses dalam bentuk aset kripto yang fleksibel, dan dimanfaatkan para trader untuk mendapatkan profit cepat. Tetapi, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Investor Berburu Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik AS Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 06 September 2025 | 17:00 WIB

Investor Berburu Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik AS

pengadilan federal yang menyatakan sebagian besar tarifnya ilegal. Langkah ini menambah sentimen ketidakpastian terhadap arah perdagangan global, yang secara historis selalu menjadi katalis positif bagi pergerakan harga emas. Diversifikasi dari dolar AS, kekhawatiran mengenai defisit anggaran, dan tekanan terhadap pasar ekuitas serta obligasi semakin memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen safe haven. Dengan kondisi pasar global yang dipenuhi ketidakpastian, para analis memperkirakan tren bullish emas masih akan berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika The Fed benar-benar mengambil langkah agresif dalam pemangkasan suku bunga.

Investor Berburu Safe Haven, Harga Emas Naik! Simak Prediksinya Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 30 Maret 2025 | 16:28 WIB

Investor Berburu Safe Haven, Harga Emas Naik! Simak Prediksinya

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali mencatatkan rekor tertinggi pada hari Kamis (27/3), mencapai level $3.059 per troy ounce. Kenaikan ini didorong ketidakpastian yang meningkat di pasar global akibat kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump, yang memberlakukan tarif 25 persen pada mobil dan suku cadang otomotif impor. Kebijakan ini memperburuk ketegangan dagang dan meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Berdasarkan analisis dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, tren naik emas diprediksi masih berlanjut. "Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini menunjukkan harga emas hari ini berpotensi naik hingga mencapai level $3.100. Jika harga gagal menembus level tersebut dan mengalami pembalikan (reversal), maka ada kemungkinan penurunan ke level $3.035 sebagai target terdekat," ujar Andy. Meskipun tren naik masih kuat, kata Andy, harga emas mengalami sedikit hambatan akibat penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) sempat turun 0,33 persen ke 104,31, tapi tetap berada di level yang cukup kuat.