Perkuat Pilar Sosial ESG, Pelindo Multi Terminal Tempatkan SDM Pusat Perubahan Sumut
Sumut
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:06 WIB

Perkuat Pilar Sosial ESG, Pelindo Multi Terminal Tempatkan SDM Pusat Perubahan

Medan, katakabar.com - Sejalan dengan komitmen perusahaan implementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari pilar sosial (Social) dalam roadmap keberlanjutan perusahaan. Penguatan kapasitas, ketangguhan, dan kemampuan adaptasi insan perusahaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan industri yang berlangsung semakin cepat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam gelaran BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) Session Series 33 yang mengangkat tema “People at the Center of Change: Resilience, Adaptability, and Continuity”, yang digelar Kamis (18/6) di Grha Pelindo Medan, serta diikuti secara daring oleh insan perusahaan. Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menegaskan keberlanjutan perusahaan di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat tidak hanya ditentukan oleh sistem, teknologi, maupun fasilitas, melainkan terutama oleh kesiapan manusia di dalam organisasi. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan sistem yang ada atau fasilitas yang terus kita perbaiki. Yang paling menentukan adalah manusianya. Karena itu, SDM harus dipersiapkan dengan baik agar mampu menjaga keberlanjutan perusahaan dan menjadi penggerak utama transformasi yang sedang berlangsung,” ujar Edi. Ia menambahkan industri kepelabuhanan dan logistik saat ini bergerak sangat dinamis, ditandai oleh perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pelanggan, serta tuntutan efisiensi yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut insan perusahaan untuk memiliki resilience, adaptability, dan continuity dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. “Kunci utama menghadapi perubahan sesungguhnya berada di tangan kita sendiri. Dengan ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus berkembang, kita yakin insan Pelindo Multi Terminal mampu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya. Sementara, Komisaris Pelindo Multi Terminal, Gugun Gumilar, pada sesi paparan menekankan perubahan berkelanjutan selalu berangkat dari manusia sebagai pusat transformasi organisasi. Ia menyampaikan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, faktor penentu keberhasilan organisasi bukan semata teknologi atau sistem, melainkan kualitas manusia yang ada di dalamnya. “Perubahan yang berkelanjutan selalu dimulai dari cara berpikir manusia. Ketika berbicara tentang transformasi perusahaan, sesungguhnya yang sedang kita bicarakan adalah bagaimana membangun manusia yang tangguh, adaptif, dan memiliki karakter yang kuat,” timpalnya. Gugun menerangkan resilience bukan hanya kemampuan bertahan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit dan menjadikan tantangan sebagai energi untuk tumbuh. Sementara adaptability mencerminkan kesiapan menerima perubahan, dan continuity memastikan nilai, budaya, serta tujuan perusahaan tetap terjaga di tengah transformasi. “Perubahan besar tidak terjadi secara instan. Semuanya berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika setiap insan perusahaan memiliki komitmen untuk terus belajar dan memberikan kontribusi positif, perubahan tersebut akan membawa dampak nyata bagi kemajuan perusahaan,” bebernya. Pada kegiatan yang sama, perusahaan juga memberikan apresiasi kepada para inovator yang berkompetisi dalam program pengembangan inovasi di lingkungan Pelindo Group, yakni Pelindo IDEA dalam mewakili Pelindo Multi Terminal. Selain itu, perusahaan juga memberikan penghormatan kepada pekerja yang telah memasuki masa purnabakti atas dedikasi dan kontribusinya selama menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.

Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen Nasional
Nasional
Minggu, 21 Juni 2026 | 17:05 WIB

Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

Lampung, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung operasional perkebunan yang semakin profesional, PTPN IV Regional VII taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti oleh 25 mandor panen dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang terstandarisasi, terukur, dan diakui secara resmi sesuai kebutuhan industri perkebunan modern. Mandor panen memiliki peran penting dalam operasional perkebunan. Sebagai ujung tombak pengawasan di lapangan, mandor panen bertanggung jawab memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai standar, mulai dari pengelolaan tenaga kerja, pelaksanaan pemeliharaan tanaman, panen, hingga pengawasan kualitas pekerjaan. Lantaran itu, peningkatan kompetensi mandor panen menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan perusahaan. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini menghadirkan tim asesor dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang sertifikasi perkebunan, yakni Rendy Dwi Hartanto, S.ST selaku Asesor Kementerian Pertanian, Habib Prayitno selaku Kasubbag Learning & Certification LPP, Tiara Syafa Maulidza selaku Staf Learning LPP, Roni Mulyawan selaku Ketua TUK Tim Asesor LSP Kementerian Pertanian, Ahmad selaku Pendamping Asesor Kementerian Pertanian, serta Royan Albab dari Tim TUK Kementerian Pertanian. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan materi mengenai aspek teknis pekerjaan mandor panen, tetapi juga mengikuti proses asesmen kompetensi untuk memastikan kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sertifikasi yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi pengakuan resmi atas kompetensi para mandor panen sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan pengembangan kompetensi sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. “Keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, sarana, atau fasilitas yang dimiliki, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Mandor panen merupakan garda terdepan yang mengawal pelaksanaan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi sangat penting agar setiap mandor panen memiliki kemampuan, pengetahuan, dan standar kerja yang semakin baik,” kata Denny. Ia menambahkan sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bukti bahwa seorang mandor panen memiliki kompetensi yang diakui dan mampu menjalankan tugas secara profesional. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu sebanyak mungkin, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri. Ketika kualitas SDM meningkat, maka kualitas pengelolaan kebun juga akan meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap produktivitas serta kinerja perusahaan secara keseluruhan,” jelasnya. Menurut Denny, di tengah tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis, perusahaan membutuhkan insan perkebunan yang adaptif, kompeten, dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. “Kita harus terus membangun budaya belajar di seluruh lini organisasi. Setiap peningkatan kompetensi yang dimiliki karyawan akan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan dan mencapai target-target yang semakin tinggi di masa depan,” tegasnya. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar kompetensi mandor panen perkebunan, pengelolaan tenaga kerja, pengawasan kegiatan operasional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan administrasi lapangan, hingga aspek kepemimpinan dalam mengelola tim kerja. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun manajerial para mandor panen dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, proses asesmen yang dilakukan oleh tim asesor bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta secara objektif berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Kementerian Pertanian. Dengan adanya sertifikasi ini, para mandor panen diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih profesional, efektif, dan sesuai dengan praktik terbaik di industri perkebunan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transformasi dan peningkatan daya saing sektor perkebunan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. PTPN IV Regional VII meyakini bahwa keberhasilan perusahaan dalam mencapai target produksi dan produktivitas tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin lapangan dalam mengelola sumber daya secara optimal. Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen ini, PTPN IV Regional VII kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan SDM yang semakin kompeten, profesional, dan tersertifikasi, perusahaan optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan industri serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara, dan pembangunan sektor perkebunan nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK dalam membangun insan perkebunan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat transformasi perusahaan menuju pengelolaan perkebunan yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

PHR Buka Magang Batch 9: Komitmen Kembangkan SDM Unggul Sektor Energi Nasional
Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:05 WIB

PHR Buka Magang Batch 9: Komitmen Kembangkan SDM Unggul Sektor Energi

Jakarta, katakabar.com - Sebagai komitmen perusahaan kembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor energi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) buka lagi Program Magang Kerja Batch 9. Program ini menghadirkan ruang belajar dan pengembangan diri bagi para lulusan terbaik, khususnya putra-putri Riau, untuk berkontribusi dalam perjalanan transformasi energi nasional. Lewat program sudah berjalan sejak 2022 lalu, peserta magang berkesempatan melihat dan terlibat langsung dengan berbagai aktivitas operasional dan bisnis perusahaan. Selama enam bulan masa magang, mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata, pendampingan dari para profesional PHR, serta berkesempatan berkontribusi dalam berbagai proyek strategis yang mendukung operasional perusahaan. “Program ini salah satu bentuk investasi perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang relevan, memperluas wawasan peserta mengenai industri hulu migas, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Vice President Human Capital PHR Regional 1 Sumatra, Sanon R.A. Sitanggang, lewat keterangan resmi, Kamis siang. Peserta nanti bakal ditempatkan di berbagai fungsi, mulai dari teknik produksi, geologi, kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSE), keuangan, komunikasi, hingga pengembangan teknologi dan digitalisasi operasional migas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja profesional. Program magang ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 yang telah menyelesaikan pendidikan dan belum bekerja. Pendaftar berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal Baik Sekali atau setara, serta memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Bagi peserta yang lolos nanti akan ditempatkan di seluruh Zona Rokan dan Jakarta, sesuai lokasi pilihan magang. Untuk penempatan di Riau, peserta harus memenuhi minimal salah satu kriteria berikut, yakni lahir di Riau, atau berdomisili di Riau, atau lulusan perguruan tinggi yang berada di wilayah Riau. Sedang, kesempatan magang di Jakarta terbuka bagi pelamar dari seluruh Indonesia. Pendaftaran Program Magang Kerja Batch 9 akan berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026 melalui laman magangphr.id. Setelah proses pendaftaran, peserta akan mengikuti rangkaian seleksi yang meliputi tes potensi akademik dan wawancara pada periode 21 Juni hingga 10 Juli 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti onboarding dan orientasi pada 31 Agustus 2026 sebelum memulai masa magang pada 1 September 2026. Program berlangsung hingga Februari 2027. Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku, perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat magang. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, Program Magang Kerja PHR telah melibatkan lebih dari 825 putra-putri Riau dari berbagai disiplin ilmu. Dari delapan batch sebelumnya, para alumni program tersebut kini meniti karier di berbagai perusahaan energi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri. Melalui program ini, PHR terus memperkuat perannya dalam membangun talent pipeline yang berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sumber daya manusia sektor energi Indonesia di masa depan. Tentang PT Pertamina Hulu Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

KLTC® dan SIKPA Kolaborasi Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:05 WIB

KLTC® dan SIKPA Kolaborasi Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga

Jakarta, katakabar.com - KLTC® dan SIKPA kerja sama hadirkan program edukasi keluarga berbasis leadership, coaching, dan parenting sebagai upaya membangun kualitas SDM yang dimulai dari lingkungan keluarga dan relasi di dalam rumah. Di tengah semakin kompleksnya tantangan keluarga modern, banyak orang tua merasa dituntut untuk mampu memahami anak, membangun komunikasi yang sehat, sekaligus tetap menjaga kestabilan emosional di dalam rumah. Tetapi di saat yang sama, tidak sedikit keluarga yang menjalani proses pengasuhan hanya berdasarkan pengalaman masa lalu, potongan informasi dari media sosial, atau pola yang diwariskan dari generasi sebelumnya tanpa benar-benar memahami dampaknya terhadap perkembangan anak dan kualitas relasi keluarga. Berangkat dari realitas tersebut, Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) bersama Sekolah Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (SIKPA) resmi jalin kerja sama lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan pendekatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis keluarga. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui berbagai program edukasi keluarga yang mengintegrasikan leadership, coaching, parenting, dan character building dalam satu pendekatan yang lebih menyeluruh. Program-program yang akan dikembangkan mencakup pelatihan parenting, family leadership, hingga coaching session untuk orang tua dan pasangan. Tidak hanya berfokus pada pola asuh anak, program ini dirancang untuk membantu individu memahami dirinya sendiri, cara berkomunikasi, serta bagaimana membangun relasi yang sehat di dalam keluarga. Selama ini, KLTC® dikenal melalui berbagai program pengembangan leadership, coaching, dan pelatihan SDM untuk individu maupun organisasi. Melalui kolaborasi ini, KLTC® membawa pendekatan yang berbeda, yaitu menghadirkan leadership ke dalam ruang keluarga. KLTC® melihat bahwa kemampuan memimpin tidak hanya muncul di ruang kerja atau organisasi, tetapi mulai terbentuk dari cara seseorang belajar mendengarkan, memahami emosi, menyelesaikan konflik, dan membangun rasa aman di rumah. Sementara, SIKPA aktif menghadirkan edukasi seputar keluarga dan perkembangan anak kepada masyarakat umum melalui berbagai program pembelajaran yang relevan dengan tantangan keluarga masa kini. Dengan audiens yang luas, SIKPA menjadi ruang belajar bagi orang tua, pasangan, maupun individu yang ingin memahami proses tumbuh kembang manusia secara lebih mendalam. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi. SIKPA menghadirkan perspektif ilmu keluarga dan perkembangan anak, sementara KLTC® membawa pendekatan leadership dan coaching yang selama ini diterapkan dalam pengembangan SDM dan organisasi. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi ingin menghadirkan proses belajar yang tidak hanya membahas bagaimana mendidik anak, tetapi juga bagaimana orang tua bertumbuh bersama proses pengasuhan yang mereka jalani. Saskia Ratry Arsiwie, Founder SIKPA, menyampaikan kolaborasi ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang semakin besar terhadap edukasi keluarga yang lebih reflektif, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Selama ini banyak orang tua belajar parenting dari media sosial atau potongan-potongan informasi yang belum tentu utuh. Padahal, anak tidak tumbuh hanya dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari contoh nyata yang mereka lihat setiap hari di rumah. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang membantu keluarga bukan hanya memahami pola asuh, tetapi juga memahami komunikasi, emosi, dan dinamika hubungan di dalam rumah,” jelas Saskia. Kolaborasi antara KLTC® dan SIKPA juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan pengembangan manusia yang lebih terintegrasi. Jika selama ini leadership sering dipahami hanya dalam konteks organisasi atau pekerjaan, kedua institusi melihat bahwa fondasi leadership sebenarnya mulai terbentuk dari kehidupan sehari-hari di rumah. Cara seseorang belajar mendengarkan, menyelesaikan konflik, membangun empati, hingga menghadapi tekanan sering kali pertama kali dipelajari melalui hubungan dengan keluarga. Lantaran itu, keluarga dipandang bukan hanya sebagai tempat tumbuh, tetapi juga ruang pertama yang membentuk karakter, pola pikir, dan kualitas relasi seseorang di masa depan.

Holding PTPN Kembangkan Kompetensi SDM, PT IKN Taja Fokus English Training Nasional
Nasional
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:05 WIB

Holding PTPN Kembangkan Kompetensi SDM, PT IKN Taja Fokus English Training

Medan, katakabar.com - PT Industri Karet Nusantara (IKN) terus memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui penyelenggaraan program pelatihan bertajuk “English Training for Professionals”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan daya saing karyawan di tengah dinamika globalisasi dan tuntutan industri yang semakin kompetitif. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Industri Karet Nusantara berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan, termasuk dalam penguasaan bahasa asing yang menjadi kebutuhan utama dalam komunikasi bisnis global. Program pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan diikuti oleh puluhan karyawan dari berbagai fungsi, mulai dari operasional, pemasaran, hingga manajemen. Materi pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi profesional, seperti presentation skills, negotiation, serta penulisan formal email dalam bahasa Inggris. Selain penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan sesi praktik interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi situasi kerja nyata. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan peserta mampu mengaplikasikan kemampuan bahasa Inggris secara efektif dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Para peserta menyambut positif program ini. Mereka menilai pelatihan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memperluas wawasan terkait budaya kerja global serta komunikasi lintas negara. Program “English Training for Professionals” bagian dari komitmen PT Industri Karet Nusantara dalam mengembangkan kapabilitas karyawan secara berkelanjutan, sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.

Satukan Leadership dan Personal Branding Pengembangan SDM, KLTC MoA Dengan Pamoraya Agency Nasional
Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 17:10 WIB

Satukan Leadership dan Personal Branding Pengembangan SDM, KLTC MoA Dengan Pamoraya Agency

Jakarta, katakabar.com - Kerja sama KLTC dan Pamoraya Agency menunjukkan pentingnya mengintegrasikan kemampuan dan citra membangun pengakuan profesional masa kini. Pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka. Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC) Group kembali menjalin kerja sama strategis dalam kerangka MoA (Memorandum of Agreement) dengan Pamoraya Agency sebagai langkah untuk mengintegrasikan pengembangan kepemimpinan (leadership) dengan peningkatan personal branding dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kolaborasi ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan profesional masa kini yang tidak hanya dituntut kompeten, tetapi mampu membangun kredibilitas dan pengaruh di ruang publik. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka, banyak individu telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni, namun belum mampu membangun positioning yang kuat. Di era digital, kompetensi tanpa visibilitas sering kali membuat potensi tidak berkembang secara optimal. Hal ini menunjukkan pengembangan SDM tidak lagi cukup berfokus pada peningkatan kemampuan, tetapi juga perlu diiringi dengan kemampuan membangun citra dan kepercayaan. KLTC® selama ini dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas kepemimpinan, pelatihan SDM, serta pembentukan trainer profesional melalui pendekatan yang berbasis best practice dan pengalaman industri. Berbagai program yang dijalankan dirancang untuk membantu individu dan organisasi meningkatkan kapasitas, membangun pola pikir, serta mengembangkan kemampuan leadership yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Sementara, Pamoraya Agency merupakan Brand Science Expert dan Strategic Branding Partner terkemuka yang dikenal dengan pendekatan yang terstruktur dalam membangun reputasi, kredibilitas, dan positioning individu maupun institusi. Pamoraya menghadirkan layanan terpadu mulai dari branding, profile management, public relations, hingga marketing solutions yang dirancang untuk membantu klien tidak hanya berkembang secara kompetensi, tetapi juga memiliki pengaruh dan kepercayaan di ruang publik. Dalam banyak kasus, individu dengan kompetensi tinggi belum dikenal secara luas karena tidak memiliki strategi personal branding yang tepat. Di sinilah peran Pamoraya menjadi relevan, yakni membantu membentuk persepsi publik yang selaras dengan nilai dan keahlian yang dimiliki individu maupun organisasi. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pengembangan kapasitas internal melalui leadership yang dibangun oleh KLTC®, serta penguatan persepsi eksternal melalui personal branding yang dikembangkan oleh Pamoraya Agency. Dengan menggabungkan keduanya, pengembangan SDM tidak hanya berfokus pada kemampuan, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dapat dikenal, dipercaya, dan memberikan dampak yang lebih luas. Melalui kerja sama ini, KLTC® dan Pamoraya Agency akan mengembangkan berbagai program terpadu yang mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan dengan strategi personal branding. Inisiatif ini mencakup pelatihan, workshop, mentoring, hingga pengembangan kurikulum yang dirancang untuk membantu individu membangun kompetensi sekaligus kredibilitas secara bersamaan. Puguh Dwi Kuncoro, Direktur Utama KLTC® menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pendekatan pengembangan SDM yang telah dilakukan. “Selama ini, banyak individu sudah memiliki kompetensi yang baik, tetapi belum mampu membangun positioning yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan SDM tidak hanya berhenti pada kompetensi, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dikenal dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya. Pamoraya Agency juga melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk menghadirkan pendekatan personal branding yang lebih terstruktur dan berbasis pada fondasi kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, proses pengembangan tidak hanya berfokus pada citra, tetapi juga pada substansi yang mendasarinya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai kalangan, mulai dari profesional, trainer, akademisi, hingga individu yang ingin mengembangkan kariernya lebih jauh lagi. Dengan mengintegrasikan leadership dan personal branding, peserta tidak hanya memiliki kompetensi yang mumpuni, tetapi juga kemampuan untuk membangun reputasi yang kredibel dan berkelanjutan. Ke depan, KLTC® dan Pamoraya Agency berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi ini melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menggabungkan kekuatan leadership dan personal branding, kedua institusi optimis dapat membantu menciptakan individu yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Syah Afandin Bawa Langkat Raih Penghargaan Nasional Pembangunan Keluarga Berkualitas Sumut
Sumut
Selasa, 07 April 2026 | 23:22 WIB

Syah Afandin Bawa Langkat Raih Penghargaan Nasional Pembangunan Keluarga Berkualitas

Langkat, Katakabar.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam membangun sumber daya manusia (SDM) dan keluarga berkualitas kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Kabupaten Langkat berhasil meraih penghargaan atas keberhasilannya dalam penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Berkualitas tingkat kabupaten/kota tahun 2026.

Catat! Ini Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026 Nasional
Nasional
Selasa, 07 April 2026 | 17:05 WIB

Catat! Ini Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah umumkan penyelenggaran pelatihan pengembangan SDM Perkebunan tahun 2026. Pengumuman ini sesui Nomor PENG-2/BPDP/2026 tentang pengumuman lolos seleksi lembaga penyelenggara program pelatihan pengembangan SDM perkebunan 2026. Sebelum masuk ke tahap pengumuman itu, lebih dulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melakukan rangkaian seleksi dan penilaian atas proposal yang masuk berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Berdasarkan itu BPDP menyatakan Lembaga Penyelenggara Pelatihan yang memenuhi kriteria sebagai Lembaga Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026. Berikut nama lembaga jenis pelatihan yang direkomendasikan, yakni Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), pelatihan teknis meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Terus, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) pelatihan manajerial, yaitu Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, dan Pelatihan Penguatan Kelembagaan. Sedang pelatihan kewirausahaan, yakni Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Lalu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang juga kategori pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi sama pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selaib itu, LPP Agro Nusantara bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Informasi Pasar dan Promosi, Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selanjutnya, PT Best Planter Indonesia, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Berikutnya, PT Citra Widya Education, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, serta PT Daya Guna Lestari, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Tidak hanya itu, PT Forestcitra Sejahtera, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta PT Global Scholarship Service (IPB Training), yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Iskol Agridaya Internasional adalah Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sedang, pelatihan kewirausahaan, Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Sedang, PT Koompasia Enviro Institute. Pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Berikutnya, PT Riset Perkebunan Nusantara bidang pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Sumberdaya Indonesia Berjaya, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sementara, PT Titian Karsa Mandiri, bidang pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Terus, PT Trifos International Sertifikasi pelatihan teknis, yakni Pelatihan Panen dan Pascapanen, dan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Selanjutnya, Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Smatek Tunas Mandiri pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Ditegaskan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman, Senin (6/4) kemarin, pengumuman ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah peserta per jenis pelatihan akan dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Utama BPDP yang akan disampaikan pada kesempatan pertama atau pembahasan selanjutnya. "Kami sampaikandengan semangat Komoditas Perkebunan yang BAIK (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkomitmen menjaga integritas, serta mewujudkan kepuasan layanan para stakeholder untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi," jelasnya.

BPDP Perkuat SDM Sawit Lewat Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SKKNI Sawit
Sawit
Rabu, 04 Februari 2026 | 11:12 WIB

BPDP Perkuat SDM Sawit Lewat Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SKKNI

Yogyakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Sawit Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Yogyakarta pada 22 hingga 23 Januari 2026 lalu. Kegiatan ini bertujuan selaraskan kurikulum pendidikan tinggi sawit dengan kebutuhan industri perkebunan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Workshop ini diikuti 37 perguruan tinggi dengan 86 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, asosiasi pendidikan, serta pemangku kebijakan. Kegiatan diselenggarakan oleh BPDP bekerja sama dengan Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perkebunan. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menyampaikan pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit. Ia menegaskan kurikulum pendidikan tinggi harus berbasis kompetensi agar lulusan siap kerja dan memiliki daya saing. “Melalui workshop ini, kami berharap kurikulum yang disusun benar-benar link dengan kebutuhan industri dan menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi,” ujarnya. Kegiatan ini dihadiri Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian, perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Komite Pengembangan SDM Perkebunan, serta pengurus ALPENBUN. Sedang narasumber berasal dari unsur industri dan perguruan tinggi, termasuk perwakilan PT Bumitama Gunajaya Agro, PT Cargill Indonesia, AKPY, Politeknik LPP, dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi. Selama workshop, peserta membahas penyusunan dan penyelarasan kurikulum berbasis SKKNI melalui diskusi kelompok. Peserta dibagi ke dalam empat bidang, yakni kebun atau agronomi, pabrik atau pengolahan, manajemen, serta teknologi dan informasi, untuk memetakan unit kompetensi ke dalam mata kuliah dan capaian pembelajaran lulusan. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Baginda Siagian, menilai workshop ini sebagai langkah penting memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri. Ia berharap kurikulum berbasis kompetensi mampu menghasilkan tenaga kerja perkebunan yang siap pakai dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas. Melalui kegiatan ini, BPDP menargetkan tersusunnya kerangka kurikulum pendidikan tinggi sawit berbasis SKKNI yang terstandar, aplikatif, dan relevan. BPDP berharap kurikulum tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh perguruan tinggi sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu mendukung keberlanjutan industri perkebunan nasional.

Digitalisasi SDM Sawit PTPN IV PalmCo Raih Pengakuan Nasional Sawit
Sawit
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:00 WIB

Digitalisasi SDM Sawit PTPN IV PalmCo Raih Pengakuan Nasional

Jakarta, katakabar.com - Upaya PTPN IV PalmCo melakukan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital peroleh pengakuan di tingkat nasional. Di ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2025 (IHCBA 2025), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara ini meraih predikat Platinum sebagai National Champion untuk kategori The Most Brilliant Human Capital Sustainability Strategy of The Year 2025. Penghargaan tersebut diumumkan saat acara yang digelar Business Update, dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Dalam Negeri, serta Forum Human Capital Indonesia (FHCI), di Jakarta, Jumat pekan lalu. Tak hanya pada level korporasi, apresiasi juga diberikan kepada jajaran pimpinan PTPN IV PalmCo. Direktur Utama, Jatmiko K. Santosa dinobatkan sebagai The Most Brilliant CEO in Human Capital Transformation, sedang Direktur SDM dan Teknologi Informasi Suhendri meraih gelar The Most Brilliant Chief Human Capital Officer of The Year 2025. Ketua Dewan Juri IHCBA 2025 menilai PTPN IV PalmCo berhasil menunjukkan praktik pengelolaan SDM yang adaptif terhadap tantangan industri, terutama dalam konteks sektor sawit yang padat karya dan tersebar secara geografis. Mengelola 70.000 Tenaga Kerja Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo Suhendri mengatakan, tantangan utama perusahaan saat ini adalah mengelola sekitar 70.000 tenaga kerja yang tersebar di lebih dari 150 unit kebun dan pabrik, dengan total areal mencapai lebih dari 500.000 hektare. “Sebagai perusahaan padat karya, tantangan kami adalah memastikan jumlah tenaga kerja yang besar ini benar-benar memberikan dampak pada produktivitas, pendapatan, dan efisiensi biaya per orang,” kata Suhendri selepas menerima penghargaan. Menurut dia, pendekatan pengelolaan konvensional tidak lagi memadai untuk mengawasi aktivitas di area yang sangat luas. Lantaran itu, PTPN IV PalmCo mempercepat transformasi digital melalui pembangunan PalmCo Business Cockpit, sebuah platform berbasis Internet of Things (IoT), drone, dan sensor. Platform tersebut memungkinkan pemantauan kinerja secara real time dan terautomatisasi, dari tingkat kantor pusat hingga manajer unit di lapangan. “Perkembangan pekerjaan bisa dipantau harian secara live. Ini menjadi tulang punggung pengambilan keputusan berbasis data,” tutur Suhendri. Tetapi, ia menegaskan, digitalisasi bukan semata soal teknologi. Tantangan terbesarnya justru pada peningkatan kompetensi SDM agar mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. “Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi juga mengubah pola pikir. Targetnya, tenaga kerja kami mampu bekerja sebagai modern farmers yang akrab dengan teknologi,” jelasnya. SDM Mitra Strategis Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo menambahkan, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan menyelaraskan strategi bisnis dengan pengelolaan SDM yang berorientasi pada manusia. Di PTPN IV PalmCo, cerita Ugun, karyawan tidak lagi dipandang sekadar sebagai faktor produksi, melainkan sebagai mitra strategis. “Kesehatan perusahaan sangat ditentukan oleh kesiapan dan kesejahteraan SDM-nya,” ulasnya. Ia menilai, dengan wilayah operasional yang membentang dari Aceh hingga Sulawesi, pengawasan berbasis kehadiran fisik pimpinan di lapangan sudah tidak relevan. “Dulu, kinerja ditentukan oleh seberapa jauh langkah kaki pemimpin mengelilingi kebun. Hari ini, hal itu mustahil tanpa dukungan teknologi,” imbuh Ugun. Terkait kesenjangan literasi digital di kalangan pekerja lapangan, Ugun optimistis hal tersebut dapat diatasi. Ia mencontohkan keberhasilan adopsi teknologi di sektor informal, seperti pengemudi ojek daring. “Kami menyediakan aplikasi pembelajaran mandiri di gawai karyawan, semacam asisten digital internal. Mereka bisa bertanya soal teknis pekerjaan, termasuk perhitungan hasil panen. Proses belajar menjadi lebih cepat dan inklusif,” terangnya. Tantangan Keberlanjutan Penghargaan ini, menurut manajemen PTPN IV PalmCo, menjadi pemacu untuk terus berinovasi di tengah tantangan perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan global, serta dinamika regulasi industri sawit. Dengan digitalisasi pengelolaan SDM, perusahaan berharap puluhan ribu karyawannya dapat tumbuh bersama, sekaligus memperkuat daya saing industri sawit nasional di masa depan.