Kemitraan Indonesia–India: Pengembangan SDM Perlu Dapat Perhatian Lebih Besar
Jakarta, katakabar.com - Persahabatan yang semakin erat tengah terjalin antara dua pemimpin politik paling berpengaruh di Asia. Sejak kunjungan kenegaraan pertama Presiden RI, H Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 atas undangan Perdana Menteri India, Narendra Modi, kedua pemimpin berhasil membangun hubungan yang hangat dan saling percaya. Persahabatan tersebut akan semakin diperkuat melalui kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Modi ke Indonesia pada 6 hingga 8 Juli 2026 atas undangan Presiden RI. Kunjungan ini merupakan lawatan resmi pertama Modi ke Indonesia sejak Presiden Prabowo menjabat, sekaligus kunjungan keempatnya secara keseluruhan ke Indonesia. Tetapi, arti penting kunjungan ini jauh melampaui penandatanganan berbagai kesepakatan bilateral. Kunjungan tersebut mencerminkan semakin strategisnya hubungan Indonesia–India di tengah perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi kawasan Indo-Pasifik. Pada saat Presiden RI, H Prabowo Subianto berkunjung ke India pada Januari 2025, kedua pemimpin telah menyepakati sejumlah agenda prioritas, antara lain memperdalam kerja sama pertahanan, memperluas perdagangan dan investasi, memperkuat keamanan maritim, meningkatkan kolaborasi di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta mempererat kemitraan di sektor kesehatan dan pendidikan. Pertemuan di Jakarta diharapkan menjadi momentum untuk mengubah berbagai komitmen politik tersebut menjadi implementasi yang nyata. Dari Look East Menuju Act East Kunjungan Perdana Menteri Modi juga mencerminkan semakin kuatnya keterlibatan India di Asia Tenggara. Dalam satu dekade terakhir, hubungan India dengan kawasan ini telah mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya lebih banyak berorientasi pada diplomasi melalui kebijakan Look East Policy, kini India mengembangkan pendekatan yang jauh lebih ambisius melalui Act East Policy. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa India tidak lagi sekadar ingin menjalin hubungan dengan Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bagian penting dari arsitektur ekonomi kawasan. Bagi Asia Tenggara, India merupakan salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia sekaligus pasar yang dihuni lebih dari 1,4 miliar penduduk. Sebaliknya, bagi India, Asia Tenggara merupakan pintu gerbang menuju kawasan Indo-Pasifik, pusat manufaktur yang semakin penting, serta mitra strategis dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Hubungan ekonomi kedua belah pihak pun berkembang sangat pesat. Nilai perdagangan antara India dan Asia Tenggara hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, meningkat dari sekitar US$76 miliar pada 2014 menjadi US$140 miliar pada 2024. ASEAN kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar India dengan kontribusi sekitar 11 persen terhadap total perdagangan global negara tersebut. Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia menjadi jangkar utama dalam hubungan ekonomi yang terus berkembang ini. Jika satu dekade terakhir ditandai oleh pertumbuhan perdagangan yang sangat pesat, maka satu dekade mendatang berpotensi menjadi periode yang jauh lebih penting. Pergeseran rantai pasok global mendorong banyak perusahaan untuk meninjau kembali strategi investasinya. Berbagai perubahan struktural yang sedang berlangsung menciptakan peluang baru bagi negara-negara yang mampu menawarkan ekosistem manufaktur yang saling melengkapi. Dalam konteks inilah Indonesia dan India memiliki peluang menjadi penggerak utama perubahan, ketika kedua pemimpin negara merumuskan arah baru bagi kemitraan bilateral. Seiring semakin banyak perusahaan global mengurangi ketergantungan pada satu basis produksi melalui strategi China+1 maupun China+Many, India dan Asia Tenggara tidak lagi dipandang sebagai pesaing, melainkan sebagai ekosistem manufaktur yang saling melengkapi di berbagai sektor seperti elektronik, otomotif, farmasi, semikonduktor, dan industri kimia. India mengembangkan berbagai kebijakan seperti Make in India dan National Logistics Policy, sementara negara-negara Asia Tenggara memiliki keunggulan masing-masing. Vietnam menjadi kekuatan utama dalam ekspor elektronik, Indonesia tengah membangun industri kendaraan listrik, Thailand mempertahankan posisinya sebagai pusat otomotif regional, sedangkan Malaysia memainkan peran penting dalam pengemasan dan pengujian semikonduktor. Bila dipadukan dengan peran Singapura sebagai pusat konektivitas global dan layanan keuangan kelas dunia, seluruh negara tersebut berpotensi membentuk rantai nilai regional yang semakin kuat dan terintegrasi. Pengembangan Sumber Daya Manusia Kunci Ketika Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi bertemu di Jakarta, pembahasan mereka seharusnya juga memberikan perhatian besar pada perkembangan teknologi paling revolusioner saat ini, yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI akan mengubah secara mendasar cara manusia bekerja, belajar, berinteraksi, dan menjalani kehidupan di masa depan. Karena itu, kunci utama untuk memaksimalkan manfaat AI bukan semata-mata terletak pada teknologinya, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya. Inilah salah satu bidang kerja sama Indonesia–India yang paling menjanjikan, namun hingga kini masih belum banyak mendapatkan perhatian. Kedua negara sama-sama memiliki populasi muda yang produktif dan membutuhkan lebih banyak lapangan kerja berkualitas serta peluang karier yang menjanjikan. Di tengah berbagai pembahasan mengenai perdagangan, pertahanan, dan teknologi digital, investasi pada pengembangan sumber daya manusia justru berpotensi memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang paling besar bagi kedua negara. Membangun Talenta Masa Depan Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja yang besar dan produktif, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memperluas ketersediaan talenta, terutama pada tingkat manajemen dan kepemimpinan. Di sisi lain, kekuatan terbesar India bukan hanya terletak pada besarnya jumlah penduduk, melainkan pada kedalaman ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan yang telah dibangunnya selama puluhan tahun. Meski demikian, hubungan akademik antara kedua negara masih belum berkembang seoptimal potensi yang dimiliki. Hingga kini, hanya sedikit perguruan tinggi India yang secara aktif membangun kemitraan strategis dengan universitas-universitas di Indonesia melalui pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, maupun penelitian bersama. Beberapa universitas Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor memang telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di India, termasuk Indian Institutes of Technology (IIT), Indian Institutes of Management (IIM), University of Delhi, dan Jawaharlal Nehru University. Namun, hingga kini belum banyak kemitraan berskala besar dan berdampak strategis seperti yang telah dibangun Indonesia bersama berbagai universitas di Australia, Jepang, Tiongkok, Singapura, maupun Amerika Serikat. Padahal, ruang untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan India masih sangat terbuka. Potensi terbesar justru tidak terletak pada program pertukaran mahasiswa konvensional. Yang lebih dibutuhkan adalah kolaborasi yang bersifat strategis, seperti penyelenggaraan pendidikan eksekutif, akademi bersama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan keterampilan digital, pusat riset bersama, serta program pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Bahkan, terbuka peluang membangun kemitraan segitiga antara perguruan tinggi Indonesia, India, dan Singapura untuk menghadirkan program pendidikan yang dapat melayani kebutuhan kawasan Asia Tenggara secara lebih luas. Apabila dipandang dari perspektif pembangunan ekonomi, kerja sama antarpendidikan tinggi dapat berkembang menjadi salah satu pilar utama hubungan Indonesia–India. India memiliki kapasitas yang sangat besar dalam mencetak insinyur, manajer, dan tenaga ahli teknologi, sementara Indonesia membutuhkan semakin banyak talenta di bidang-bidang tersebut untuk mendukung transformasi industrinya. Melalui kemitraan kelembagaan yang dirancang secara baik, Indonesia dapat mempercepat pengembangan sumber daya manusianya, sementara India memperluas pengaruh pendidikan tingginya di Asia Tenggara. Hasilnya bukan hanya menguntungkan sektor pendidikan, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi kedua negara dalam jangka panjang. Kemitraan semacam ini juga akan mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people connections) sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga. Ketika India semakin memperluas perannya di Asia Tenggara melalui kebijakan Act East, dan Indonesia terus mendorong transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi di bawah agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto, investasi pada pengembangan sumber daya manusia berpotensi menjadi fondasi utama fase berikutnya dalam hubungan bilateral kedua negara. Bagi berbagai institusi yang bergerak di bidang pendidikan eksekutif dan pengembangan kepemimpinan, momentum ini menghadirkan peluang yang sangat besar. Ke depan, pengembangan kepemimpinan kemungkinan akan menjadi sama pentingnya dengan perdagangan, investasi, maupun kerja sama pertahanan dalam memperkuat hubungan Indonesia–India. *Shoeb Kagda adalah Country Director Singapore Management University (SMU) Indonesia Office sekaligus Co-Founder Indonesia Economic Forum. Selama lebih dari tiga dekade, ia aktif mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, bisnis, dan kebijakan publik, dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan, pendidikan eksekutif, investasi, dan hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Asia.
Intensifkan Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus percepat transformasi sumber daya manusia melalui program sertifikasi kompetensi berskala besar. Dengan target 5.120 tenaga kerja tersertifikasi, PalmCo menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing sebagai fondasi utama peningkatan produktivitas, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan bisnis. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan pengembangan kompetensi merupakan investasi strategis perusahaan dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. "Standardisasi kompetensi tidak hanya meningkatkan kualitas individu karyawan, tetapi juga menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang semakin baik," ujar Jatmiko. Hingga Juni 2026, kata Jatmiko, PalmCo telah berhasil mencetak 2.581 tenaga kerja tersertifikasi pada bidang tanaman, yang terdiri atas 86 Asisten Kepala, 336 Asisten Afdeling, serta 2.159 Mandor I dan Mandor Pemeliharaan. Seluruh tenaga kerja tersebut telah memiliki kompetensi yang terverifikasi sesuai standar industri dan menjadi garda terdepan dalam mendukung operasional perkebunan yang lebih efektif dan berkinerja tinggi. "Transformasi kompetensi juga diperluas ke sektor pengolahan melalui pelaksanaan pengukuran kompetensi terhadap 1.312 karyawan mekanik di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keandalan operasional pabrik sekaligus menjaga konsistensi kualitas proses produksi," jelasnya. Selain membangun tenaga kerja yang kompeten, sambung Jatmiko, PalmCo juga memperkuat kapasitas internal melalui sertifikasi 42 asesor kompetensi, yang terdiri atas 29 Asisten dan 13 Asisten Kepala (Askep) di seluruh regional. Saat ini, 10 asesor telah aktif menjalankan tugas sebagai asesor kompetensi internal untuk mendukung percepatan sertifikasi di seluruh wilayah operasional. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, ucapnya, PalmCo juga menetapkan 30 Subject Matter Expert (SME) terbaik di bidang Tanaman dan Teknik Pengolahan dari Regional I hingga Regional VII. Para SME tersebut telah mengikuti program Train the Trainer di PT LPP Agro Nusantara (LPPAN) sebagai langkah membangun ekosistem pembelajaran internal yang kuat dan berkelanjutan. Holding Perkebunan Nusantara memandang penguatan kompetensi SDM sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung transformasi perusahaan. Peningkatan kompetensi para mandor dan asisten afdeling diyakini akan memberikan dampak nyata terhadap kinerja operasional, mulai dari peningkatan akurasi pemeliharaan tanaman, ketepatan aplikasi pemupukan, optimalisasi produktivitas, hingga pengurangan potensi losses pada proses panen. "Transformasi perusahaan hanya dapat diwujudkan melalui SDM yang terus belajar, berkembang, dan memiliki kompetensi yang terstandar. Karena itu, kami akan terus mengakselerasi program sertifikasi hingga mencapai target 5.000 tenaga kerja tersertifikasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam peningkatan kinerja, efisiensi, serta penguatan tata kelola perusahaan," tegas Jatmiko. Melalui percepatan program sertifikasi kompetensi ini, PTPN IV PalmCo semakin menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mendorong PalmCo menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia yang siap menghadapi dinamika industri kelapa sawit di masa depan.
Lewat Pelatihan Karakterisasi Produk Sawit dan Kakao BPDP dan DJBC Perkuat Kapasitas SDM di Medan
Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) taja Pelatihan Peningkatan Kapasitas Karakterisasi Produk Turunan Kelapa Sawit dan Kakao Angkatan I di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Medan. Kegiatan ini diikuti peserta dari BPDP dan DJBC untuk memperdalam pemahaman mengenai karakteristik, klasifikasi, mutu, serta ketentuan ekspor produk turunan kelapa sawit dan kakao. Selama tiga hari, peserta memperoleh wawasan secara langsung dari para pakar dan praktisi industri. Prof. Dr. Ir. Udin Hasanudin membuka sesi dengan membahas perkembangan industri dan hilirisasi kelapa sawit, dilanjutkan Dr. Hasrul Abdi Hasibuan yang mengulas klasifikasi berbagai produk turunan kelapa sawit. Pemahaman mengenai karakteristik dan mutu produk kelapa sawit kemudian diperdalam melalui materi yang disampaikan Ilmi Fadhillah Rizki, Manda Edy Mulyono, M. Erlangga Habibi Nasution, dan M. Anshari. Selain kelapa sawit, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai potensi hilirisasi kakao melalui pemaparan Ariza Budi Tunjungsari mengenai perkembangan industri kakao dan isu terkini. Selanjutnya, Hendy Firmanto membahas teknik identifikasi, pengambilan sampel, serta analisis mutu produk kakao sebagai bekal penting dalam proses pemeriksaan dan perdagangan ekspor. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui studi kasus mengenai klasifikasi produk dan implikasi fiskal komoditas kelapa sawit dan kakao. Peserta turut mengikuti kunjungan ke Oil Palm Education Center (OPEC), Laboratorium PPKS, dan Galeri PPKS untuk melihat secara langsung proses identifikasi, pengujian, serta pengembangan produk turunan kelapa sawit. Melalui kegiatan ini, BPDP dan DJBC berharap dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung tata kelola perdagangan komoditas perkebunan yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat hilirisasi dan meningkatkan daya saing produk kelapa sawit dan kakao Indonesia di pasar global.
Perkuat Pilar Sosial ESG, Pelindo Multi Terminal Tempatkan SDM Pusat Perubahan
Medan, katakabar.com - Sejalan dengan komitmen perusahaan implementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari pilar sosial (Social) dalam roadmap keberlanjutan perusahaan. Penguatan kapasitas, ketangguhan, dan kemampuan adaptasi insan perusahaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan industri yang berlangsung semakin cepat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam gelaran BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) Session Series 33 yang mengangkat tema “People at the Center of Change: Resilience, Adaptability, and Continuity”, yang digelar Kamis (18/6) di Grha Pelindo Medan, serta diikuti secara daring oleh insan perusahaan. Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menegaskan keberlanjutan perusahaan di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat tidak hanya ditentukan oleh sistem, teknologi, maupun fasilitas, melainkan terutama oleh kesiapan manusia di dalam organisasi. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan sistem yang ada atau fasilitas yang terus kita perbaiki. Yang paling menentukan adalah manusianya. Karena itu, SDM harus dipersiapkan dengan baik agar mampu menjaga keberlanjutan perusahaan dan menjadi penggerak utama transformasi yang sedang berlangsung,” ujar Edi. Ia menambahkan industri kepelabuhanan dan logistik saat ini bergerak sangat dinamis, ditandai oleh perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pelanggan, serta tuntutan efisiensi yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut insan perusahaan untuk memiliki resilience, adaptability, dan continuity dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. “Kunci utama menghadapi perubahan sesungguhnya berada di tangan kita sendiri. Dengan ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus berkembang, kita yakin insan Pelindo Multi Terminal mampu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya. Sementara, Komisaris Pelindo Multi Terminal, Gugun Gumilar, pada sesi paparan menekankan perubahan berkelanjutan selalu berangkat dari manusia sebagai pusat transformasi organisasi. Ia menyampaikan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, faktor penentu keberhasilan organisasi bukan semata teknologi atau sistem, melainkan kualitas manusia yang ada di dalamnya. “Perubahan yang berkelanjutan selalu dimulai dari cara berpikir manusia. Ketika berbicara tentang transformasi perusahaan, sesungguhnya yang sedang kita bicarakan adalah bagaimana membangun manusia yang tangguh, adaptif, dan memiliki karakter yang kuat,” timpalnya. Gugun menerangkan resilience bukan hanya kemampuan bertahan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit dan menjadikan tantangan sebagai energi untuk tumbuh. Sementara adaptability mencerminkan kesiapan menerima perubahan, dan continuity memastikan nilai, budaya, serta tujuan perusahaan tetap terjaga di tengah transformasi. “Perubahan besar tidak terjadi secara instan. Semuanya berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika setiap insan perusahaan memiliki komitmen untuk terus belajar dan memberikan kontribusi positif, perubahan tersebut akan membawa dampak nyata bagi kemajuan perusahaan,” bebernya. Pada kegiatan yang sama, perusahaan juga memberikan apresiasi kepada para inovator yang berkompetisi dalam program pengembangan inovasi di lingkungan Pelindo Group, yakni Pelindo IDEA dalam mewakili Pelindo Multi Terminal. Selain itu, perusahaan juga memberikan penghormatan kepada pekerja yang telah memasuki masa purnabakti atas dedikasi dan kontribusinya selama menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen
Lampung, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung operasional perkebunan yang semakin profesional, PTPN IV Regional VII taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti oleh 25 mandor panen dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang terstandarisasi, terukur, dan diakui secara resmi sesuai kebutuhan industri perkebunan modern. Mandor panen memiliki peran penting dalam operasional perkebunan. Sebagai ujung tombak pengawasan di lapangan, mandor panen bertanggung jawab memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai standar, mulai dari pengelolaan tenaga kerja, pelaksanaan pemeliharaan tanaman, panen, hingga pengawasan kualitas pekerjaan. Lantaran itu, peningkatan kompetensi mandor panen menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan perusahaan. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini menghadirkan tim asesor dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang sertifikasi perkebunan, yakni Rendy Dwi Hartanto, S.ST selaku Asesor Kementerian Pertanian, Habib Prayitno selaku Kasubbag Learning & Certification LPP, Tiara Syafa Maulidza selaku Staf Learning LPP, Roni Mulyawan selaku Ketua TUK Tim Asesor LSP Kementerian Pertanian, Ahmad selaku Pendamping Asesor Kementerian Pertanian, serta Royan Albab dari Tim TUK Kementerian Pertanian. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan materi mengenai aspek teknis pekerjaan mandor panen, tetapi juga mengikuti proses asesmen kompetensi untuk memastikan kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sertifikasi yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi pengakuan resmi atas kompetensi para mandor panen sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan pengembangan kompetensi sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. “Keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, sarana, atau fasilitas yang dimiliki, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Mandor panen merupakan garda terdepan yang mengawal pelaksanaan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi sangat penting agar setiap mandor panen memiliki kemampuan, pengetahuan, dan standar kerja yang semakin baik,” kata Denny. Ia menambahkan sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bukti bahwa seorang mandor panen memiliki kompetensi yang diakui dan mampu menjalankan tugas secara profesional. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu sebanyak mungkin, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri. Ketika kualitas SDM meningkat, maka kualitas pengelolaan kebun juga akan meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap produktivitas serta kinerja perusahaan secara keseluruhan,” jelasnya. Menurut Denny, di tengah tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis, perusahaan membutuhkan insan perkebunan yang adaptif, kompeten, dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. “Kita harus terus membangun budaya belajar di seluruh lini organisasi. Setiap peningkatan kompetensi yang dimiliki karyawan akan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan dan mencapai target-target yang semakin tinggi di masa depan,” tegasnya. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar kompetensi mandor panen perkebunan, pengelolaan tenaga kerja, pengawasan kegiatan operasional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan administrasi lapangan, hingga aspek kepemimpinan dalam mengelola tim kerja. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun manajerial para mandor panen dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, proses asesmen yang dilakukan oleh tim asesor bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta secara objektif berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Kementerian Pertanian. Dengan adanya sertifikasi ini, para mandor panen diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih profesional, efektif, dan sesuai dengan praktik terbaik di industri perkebunan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transformasi dan peningkatan daya saing sektor perkebunan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. PTPN IV Regional VII meyakini bahwa keberhasilan perusahaan dalam mencapai target produksi dan produktivitas tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin lapangan dalam mengelola sumber daya secara optimal. Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen ini, PTPN IV Regional VII kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan SDM yang semakin kompeten, profesional, dan tersertifikasi, perusahaan optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan industri serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara, dan pembangunan sektor perkebunan nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK dalam membangun insan perkebunan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat transformasi perusahaan menuju pengelolaan perkebunan yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
PHR Buka Magang Batch 9: Komitmen Kembangkan SDM Unggul Sektor Energi
Jakarta, katakabar.com - Sebagai komitmen perusahaan kembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor energi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) buka lagi Program Magang Kerja Batch 9. Program ini menghadirkan ruang belajar dan pengembangan diri bagi para lulusan terbaik, khususnya putra-putri Riau, untuk berkontribusi dalam perjalanan transformasi energi nasional. Lewat program sudah berjalan sejak 2022 lalu, peserta magang berkesempatan melihat dan terlibat langsung dengan berbagai aktivitas operasional dan bisnis perusahaan. Selama enam bulan masa magang, mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata, pendampingan dari para profesional PHR, serta berkesempatan berkontribusi dalam berbagai proyek strategis yang mendukung operasional perusahaan. “Program ini salah satu bentuk investasi perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang relevan, memperluas wawasan peserta mengenai industri hulu migas, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Vice President Human Capital PHR Regional 1 Sumatra, Sanon R.A. Sitanggang, lewat keterangan resmi, Kamis siang. Peserta nanti bakal ditempatkan di berbagai fungsi, mulai dari teknik produksi, geologi, kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSE), keuangan, komunikasi, hingga pengembangan teknologi dan digitalisasi operasional migas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja profesional. Program magang ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 yang telah menyelesaikan pendidikan dan belum bekerja. Pendaftar berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal Baik Sekali atau setara, serta memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Bagi peserta yang lolos nanti akan ditempatkan di seluruh Zona Rokan dan Jakarta, sesuai lokasi pilihan magang. Untuk penempatan di Riau, peserta harus memenuhi minimal salah satu kriteria berikut, yakni lahir di Riau, atau berdomisili di Riau, atau lulusan perguruan tinggi yang berada di wilayah Riau. Sedang, kesempatan magang di Jakarta terbuka bagi pelamar dari seluruh Indonesia. Pendaftaran Program Magang Kerja Batch 9 akan berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026 melalui laman magangphr.id. Setelah proses pendaftaran, peserta akan mengikuti rangkaian seleksi yang meliputi tes potensi akademik dan wawancara pada periode 21 Juni hingga 10 Juli 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti onboarding dan orientasi pada 31 Agustus 2026 sebelum memulai masa magang pada 1 September 2026. Program berlangsung hingga Februari 2027. Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku, perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat magang. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, Program Magang Kerja PHR telah melibatkan lebih dari 825 putra-putri Riau dari berbagai disiplin ilmu. Dari delapan batch sebelumnya, para alumni program tersebut kini meniti karier di berbagai perusahaan energi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri. Melalui program ini, PHR terus memperkuat perannya dalam membangun talent pipeline yang berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sumber daya manusia sektor energi Indonesia di masa depan. Tentang PT Pertamina Hulu Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
KLTC® dan SIKPA Kolaborasi Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga
Jakarta, katakabar.com - KLTC® dan SIKPA kerja sama hadirkan program edukasi keluarga berbasis leadership, coaching, dan parenting sebagai upaya membangun kualitas SDM yang dimulai dari lingkungan keluarga dan relasi di dalam rumah. Di tengah semakin kompleksnya tantangan keluarga modern, banyak orang tua merasa dituntut untuk mampu memahami anak, membangun komunikasi yang sehat, sekaligus tetap menjaga kestabilan emosional di dalam rumah. Tetapi di saat yang sama, tidak sedikit keluarga yang menjalani proses pengasuhan hanya berdasarkan pengalaman masa lalu, potongan informasi dari media sosial, atau pola yang diwariskan dari generasi sebelumnya tanpa benar-benar memahami dampaknya terhadap perkembangan anak dan kualitas relasi keluarga. Berangkat dari realitas tersebut, Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) bersama Sekolah Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (SIKPA) resmi jalin kerja sama lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan pendekatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis keluarga. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui berbagai program edukasi keluarga yang mengintegrasikan leadership, coaching, parenting, dan character building dalam satu pendekatan yang lebih menyeluruh. Program-program yang akan dikembangkan mencakup pelatihan parenting, family leadership, hingga coaching session untuk orang tua dan pasangan. Tidak hanya berfokus pada pola asuh anak, program ini dirancang untuk membantu individu memahami dirinya sendiri, cara berkomunikasi, serta bagaimana membangun relasi yang sehat di dalam keluarga. Selama ini, KLTC® dikenal melalui berbagai program pengembangan leadership, coaching, dan pelatihan SDM untuk individu maupun organisasi. Melalui kolaborasi ini, KLTC® membawa pendekatan yang berbeda, yaitu menghadirkan leadership ke dalam ruang keluarga. KLTC® melihat bahwa kemampuan memimpin tidak hanya muncul di ruang kerja atau organisasi, tetapi mulai terbentuk dari cara seseorang belajar mendengarkan, memahami emosi, menyelesaikan konflik, dan membangun rasa aman di rumah. Sementara, SIKPA aktif menghadirkan edukasi seputar keluarga dan perkembangan anak kepada masyarakat umum melalui berbagai program pembelajaran yang relevan dengan tantangan keluarga masa kini. Dengan audiens yang luas, SIKPA menjadi ruang belajar bagi orang tua, pasangan, maupun individu yang ingin memahami proses tumbuh kembang manusia secara lebih mendalam. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi. SIKPA menghadirkan perspektif ilmu keluarga dan perkembangan anak, sementara KLTC® membawa pendekatan leadership dan coaching yang selama ini diterapkan dalam pengembangan SDM dan organisasi. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi ingin menghadirkan proses belajar yang tidak hanya membahas bagaimana mendidik anak, tetapi juga bagaimana orang tua bertumbuh bersama proses pengasuhan yang mereka jalani. Saskia Ratry Arsiwie, Founder SIKPA, menyampaikan kolaborasi ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang semakin besar terhadap edukasi keluarga yang lebih reflektif, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Selama ini banyak orang tua belajar parenting dari media sosial atau potongan-potongan informasi yang belum tentu utuh. Padahal, anak tidak tumbuh hanya dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari contoh nyata yang mereka lihat setiap hari di rumah. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang membantu keluarga bukan hanya memahami pola asuh, tetapi juga memahami komunikasi, emosi, dan dinamika hubungan di dalam rumah,” jelas Saskia. Kolaborasi antara KLTC® dan SIKPA juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan pengembangan manusia yang lebih terintegrasi. Jika selama ini leadership sering dipahami hanya dalam konteks organisasi atau pekerjaan, kedua institusi melihat bahwa fondasi leadership sebenarnya mulai terbentuk dari kehidupan sehari-hari di rumah. Cara seseorang belajar mendengarkan, menyelesaikan konflik, membangun empati, hingga menghadapi tekanan sering kali pertama kali dipelajari melalui hubungan dengan keluarga. Lantaran itu, keluarga dipandang bukan hanya sebagai tempat tumbuh, tetapi juga ruang pertama yang membentuk karakter, pola pikir, dan kualitas relasi seseorang di masa depan.
Holding PTPN Kembangkan Kompetensi SDM, PT IKN Taja Fokus English Training
Medan, katakabar.com - PT Industri Karet Nusantara (IKN) terus memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui penyelenggaraan program pelatihan bertajuk “English Training for Professionals”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan daya saing karyawan di tengah dinamika globalisasi dan tuntutan industri yang semakin kompetitif. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Industri Karet Nusantara berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan, termasuk dalam penguasaan bahasa asing yang menjadi kebutuhan utama dalam komunikasi bisnis global. Program pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan diikuti oleh puluhan karyawan dari berbagai fungsi, mulai dari operasional, pemasaran, hingga manajemen. Materi pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi profesional, seperti presentation skills, negotiation, serta penulisan formal email dalam bahasa Inggris. Selain penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan sesi praktik interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi situasi kerja nyata. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan peserta mampu mengaplikasikan kemampuan bahasa Inggris secara efektif dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Para peserta menyambut positif program ini. Mereka menilai pelatihan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memperluas wawasan terkait budaya kerja global serta komunikasi lintas negara. Program “English Training for Professionals” bagian dari komitmen PT Industri Karet Nusantara dalam mengembangkan kapabilitas karyawan secara berkelanjutan, sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.
Satukan Leadership dan Personal Branding Pengembangan SDM, KLTC MoA Dengan Pamoraya Agency
Jakarta, katakabar.com - Kerja sama KLTC dan Pamoraya Agency menunjukkan pentingnya mengintegrasikan kemampuan dan citra membangun pengakuan profesional masa kini. Pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka. Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC) Group kembali menjalin kerja sama strategis dalam kerangka MoA (Memorandum of Agreement) dengan Pamoraya Agency sebagai langkah untuk mengintegrasikan pengembangan kepemimpinan (leadership) dengan peningkatan personal branding dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kolaborasi ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan profesional masa kini yang tidak hanya dituntut kompeten, tetapi mampu membangun kredibilitas dan pengaruh di ruang publik. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka, banyak individu telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni, namun belum mampu membangun positioning yang kuat. Di era digital, kompetensi tanpa visibilitas sering kali membuat potensi tidak berkembang secara optimal. Hal ini menunjukkan pengembangan SDM tidak lagi cukup berfokus pada peningkatan kemampuan, tetapi juga perlu diiringi dengan kemampuan membangun citra dan kepercayaan. KLTC® selama ini dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas kepemimpinan, pelatihan SDM, serta pembentukan trainer profesional melalui pendekatan yang berbasis best practice dan pengalaman industri. Berbagai program yang dijalankan dirancang untuk membantu individu dan organisasi meningkatkan kapasitas, membangun pola pikir, serta mengembangkan kemampuan leadership yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Sementara, Pamoraya Agency merupakan Brand Science Expert dan Strategic Branding Partner terkemuka yang dikenal dengan pendekatan yang terstruktur dalam membangun reputasi, kredibilitas, dan positioning individu maupun institusi. Pamoraya menghadirkan layanan terpadu mulai dari branding, profile management, public relations, hingga marketing solutions yang dirancang untuk membantu klien tidak hanya berkembang secara kompetensi, tetapi juga memiliki pengaruh dan kepercayaan di ruang publik. Dalam banyak kasus, individu dengan kompetensi tinggi belum dikenal secara luas karena tidak memiliki strategi personal branding yang tepat. Di sinilah peran Pamoraya menjadi relevan, yakni membantu membentuk persepsi publik yang selaras dengan nilai dan keahlian yang dimiliki individu maupun organisasi. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pengembangan kapasitas internal melalui leadership yang dibangun oleh KLTC®, serta penguatan persepsi eksternal melalui personal branding yang dikembangkan oleh Pamoraya Agency. Dengan menggabungkan keduanya, pengembangan SDM tidak hanya berfokus pada kemampuan, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dapat dikenal, dipercaya, dan memberikan dampak yang lebih luas. Melalui kerja sama ini, KLTC® dan Pamoraya Agency akan mengembangkan berbagai program terpadu yang mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan dengan strategi personal branding. Inisiatif ini mencakup pelatihan, workshop, mentoring, hingga pengembangan kurikulum yang dirancang untuk membantu individu membangun kompetensi sekaligus kredibilitas secara bersamaan. Puguh Dwi Kuncoro, Direktur Utama KLTC® menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pendekatan pengembangan SDM yang telah dilakukan. “Selama ini, banyak individu sudah memiliki kompetensi yang baik, tetapi belum mampu membangun positioning yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan SDM tidak hanya berhenti pada kompetensi, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dikenal dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya. Pamoraya Agency juga melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk menghadirkan pendekatan personal branding yang lebih terstruktur dan berbasis pada fondasi kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, proses pengembangan tidak hanya berfokus pada citra, tetapi juga pada substansi yang mendasarinya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai kalangan, mulai dari profesional, trainer, akademisi, hingga individu yang ingin mengembangkan kariernya lebih jauh lagi. Dengan mengintegrasikan leadership dan personal branding, peserta tidak hanya memiliki kompetensi yang mumpuni, tetapi juga kemampuan untuk membangun reputasi yang kredibel dan berkelanjutan. Ke depan, KLTC® dan Pamoraya Agency berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi ini melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menggabungkan kekuatan leadership dan personal branding, kedua institusi optimis dapat membantu menciptakan individu yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Syah Afandin Bawa Langkat Raih Penghargaan Nasional Pembangunan Keluarga Berkualitas
Langkat, Katakabar.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam membangun sumber daya manusia (SDM) dan keluarga berkualitas kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Kabupaten Langkat berhasil meraih penghargaan atas keberhasilannya dalam penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Berkualitas tingkat kabupaten/kota tahun 2026.