Sendiri

Sorotan terbaru dari Tag # Sendiri

Dari C-Suite ke FPA: Kenapa Makin Banyak Eksekutif Senior Pilih Bangun Agency Sendiri di Umur Produktif? Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 21 Juni 2026 | 19:05 WIB

Dari C-Suite ke FPA: Kenapa Makin Banyak Eksekutif Senior Pilih Bangun Agency Sendiri di Umur Produktif?

Jakarta, katakabar.com - Di ruangan yang nyaman, jabatan yang tertulis jelas di kartu nama, dan gaji yang masuk otomatis setiap tanggal satu lalu bertanya: seberapa lama saya mau terus begini? Pertanyaan itu bukan muncul karena tidak bahagia. Justru sebaliknya saya sedang di titik terbaik karier korporat saya. Chief Sales & Marketing Officer, empat tahun lebih di sebuah perusahaan mediaa & agency, memimpin tim sales, digital strategy, social media, dan influencer marketing. Semua angka tumbuh. Semua orang bilang karier saya bagus. Tapi ada sesuatu yang tidak bisa saya abaikan: saya tahu persis apa yang hilang dari industri ini, dan saya tahu cara mengisinya. Ini Bukan Soal Kabur Ini Soal Kalkulasi Ada kesalahpahaman besar tentang eksekutif yang memilih keluar dari korporat untuk membangun sesuatu sendiri. Banyak yang menganggap ini keputusan emosional burnout, konflik internal, atau sekadar bosan rutinitas. Kenyataannya, setidaknya untuk saya dan banyak eksekutif yang saya kenal, ini adalah keputusan yang sangat kalkulatif. Setelah lebih dari satu dekade di industri digital dari Suara Merdeka, Kompas Gramedia, RWE Digital Agency, Okezone, kumparan, hingga Urbanasia saya punya sesuatu yang tidak ternilai: peta lengkap ekosistemnya. Saya tahu cara kerja media nasional dan lokal dari dalam. Saya tahu apa yang benar-benar dibutuhkan brand tapi tidak bisa mereka minta secara eksplisit. Saya tahu mana strategi yang kelihatan bagus di pitch deck tapi gagal di eksekusi. Di titik itu, pertanyaannya bukan lagi "berani tidak?" tapi "kenapa tidak sekarang?" Gap Tidak Ada Mengisi Saya mendirikan Posthinks pada tahun 2019 bukan karena ingin punya perusahaan sendiri sebagai tujuan tapi karena saya melihat gap yang nyata. Brand-brand besar di Indonesia punya anggaran marketing yang besar. Tapi mereka sering kali berjalan dengan strategi yang terfragmentasi: satu vendor untuk influencer, satu lagi untuk media placement, satu lagi untuk SEO, satu lagi untuk data. Hasilnya? Tidak ada yang terintegrasi. Tidak ada yang bisa diaudit secara menyeluruh. Posthinks lahir sebagai jawaban atas itu: satu ekosistem yang menggabungkan big data, 100.000+ talent dan buzzer, 500+ content clipper, 10.000+ media network, SEO, dan media buying semuanya terkoneksi dan terukur. Hasilnya bukan teori. Dalam waktu satu setengah tahun, kami sudah menangani kampanye untuk Pertamina, Shopee, Telkom, OCBC, Unilever, BRI dan menghasilkan angka yang bisa dipertanggungjawabkan: 3 juta unique visitors per bulan untuk OCBC. Tren Sedang Kita Saksikan Bersama Saya bukan satu-satunya. Dalam lima tahun terakhir, semakin banyak eksekutif senior VP, C-level, GM yang memilih keluar dari korporat di usia produktif untuk membangun sesuatu sendiri. Ini bukan krisis identitas. Ini adalah pergeseran yang logis. Ada tiga hal yang membuat momen ini berbeda dari generasi sebelumnya: Pertama, ekosistem pendukung semakin matang. Talenta freelance berkualitas, platform teknologi yang powerful, dan akses ke jaringan yang dulu hanya dimiliki korporat besar sekarang bisa dibangun oleh tim kecil yang tepat. Kedua, klien semakin sophisticated. Mereka tidak lagi mencari vendor terbesar mereka mencari yang paling paham industri mereka. Dan tidak ada yang lebih paham industri daripada orang yang sudah bertahun-tahun bergerak di dalamnya dari level strategis. Ketiga, window of opportunity tidak menunggu. Di industri yang bergerak secepat digital marketing, mereka yang punya network, insight, dan track record punya keunggulan yang sangat konkret tapi keunggulan itu memiliki shelf life. Semakin lama ditunda, semakin tipis keunggulan itu. Pertanyaan Harusnya Ditanyakan Kalau Anda seorang eksekutif senior yang pernah sekilas memikirkan hal yang sama, izinkan saya balik bertanya: Apa yang sudah Anda ketahui dari dalam industri yang belum bisa dilakukan oleh orang lain dengan benar? Dan berapa lama lagi Anda akan menyimpan pengetahuan itu untuk organisasi orang lain? Saya tidak sedang bilang semua orang harus jadi founder. Tapi saya sedang bilang: usia produktif adalah aset dan pilihan terbaik untuk aset itu bukan selalu berada di dalam struktur yang sudah ada. Kadang, keputusan terbaik adalah membangun meja Anda sendiri.

Pasang Vinyl Flooring Sendiri Bagi Pemula Dijamin Anti Gagal! Ikuti 8 Langkah Ini Serba Serbi
Serba Serbi
Sabtu, 10 Februari 2024 | 20:51 WIB

Pasang Vinyl Flooring Sendiri Bagi Pemula Dijamin Anti Gagal! Ikuti 8 Langkah Ini

katakabar.com - Vinyl flooring pilihan lantai terbaik dan popular. Vinyl banyak digunakan, tahan air, mudah dirawat, dan punya tampilan yang stylish. Bagi orang awam, memasang vinyl flooring mungkin cukup mendebarkan, lantaran kekhawatiran salah memasang. Tapi, memasang vinyl tidak menakutkan jika tahu caranya. Memang, ada cara memasang vinyl flooring sendiri sehingga hasilnya lebih memuaskan. Ini paduan yang dapat Anda lihat siulasan berikut. Dijamin rapi dan anti gagal! Siapkan Alat Pasang Vinyl Sebelum mulai memang vinyl, pastikan Anda sudah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Mengingat setiap tindakan vinyl cukup krusial sehingga memerlukan alat bantu agar hasilnya memuaskan. Untuk alat dan bahan yang perlu disiapkan seperti, vinyl flooring, lem vinyl, pisau cutter, meteran, roller, dan papan kayu sebagai pedoman potong. Pemilihan Jenis Vinyl Tepat Untuk mendapat hasil memuaskan, pilihlah jenis vinyl flooring sesuai kebutuhan dan gaya ruang Anda di rumah. Di antara yang lain, jenis vinyl plank atau tile termasuk salah satu yang terbaik. Jenis vinyl ini hadir dengan beragam warna serta tekstur. Setelah proses pemasangan, sudah pasti lantai rumah, kamar, atau kantor Anda akan jadi lebih estetik. Persiapkan Lantai Dengan Baik Hasil pemasangan vynil turut dipengaruhi oleh kondisi lantai, lho. Hindari lantai yang cenderung lembab atau terlalu kering. Ini bisa bikin lem vinyl tidak rekat dan rentan lepas. Untuk itu, pastikan lantar dasar dalam kondisi baik, seperti harus rata, kering, dan bersih. Nah, jika lantai terdapat ketidakrataan segera perbaiki hingga tidak ada celah. Pengukuran dan Perencanaan Langkah selanjutnya adalah mengukur dan menentukan area pemasangan. Pastikan ukuran lantai dan vinyl yang hendak dipasang sesuai, agar Anda tidak rugi. Anda bisa menggunakan papan kayu sebagai dasar potong untuk memastikan potongan vinyl lurus serta akurat. Pemasangan Lapisan Underlayment Sesaat sebelum memasang vinyl, Anda perlu menambahkan lapisan underlayment. Lapisan ini mempunyai sejumlah manfaat buat pemasangan vinyl. Sebut saja seperti, meningkatkan keamanan dan kenyamanan. Selain itu, underlayment juga membantu meredam suara dan memberikan izolasi termal. Pemasangan Vinyl Flooring Ini dia langkah paling krusial, yakni memasang vinyl flooring. Pertama, tempatkan lem vinyl pada lantai dengan rapi menggunakan perekat yang sesuai. Mulailah memasang vinyl dari sudut ruangan, dan tekan dengan perlahan ke lantai. Pastikan menekan permukaan secara menyeluruh dengan roller guna memastikan lem meresap dengan baik. Penyelesaian Detail Setelah vinyl flooring dipasang, tentu akan ada saja bagian-bagian yang kurang rapi. Salah satu yang paling mengganggu adalah bagian vinyl berlebih. Untuk itu, Anda perlu melakukan finishing dengan melakukan pemotongan vinyl di beberapa spot. Misalnya seperti di area tiang atau pintu. Penyegelan dan Pembersihan Setelah pemasangan vinyl selesai, lanjut periksa apakah semua sisi vinyl terpasang dengan baik. Kalau sudah, bersihkan sisa-sisa lem atau debu dengan hati-hati. Biarkan vinyl flooring rekat dengan mendiamkannya setidaknya 24 jam sebelum digunakan. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat dengan mudah memasang sendiri vinyl flooring dengan hasil yang memuaskan. Jangan ragu untuk mencoba, dan rasakan kenyamanan berjalan di lantai baru Anda. Untuk harga vinyl lantai, silakan hubungi Courtina. Kontak: Courtina 0812 2000 0883

Perdana di Indonesia, Petani Sawit di Muba Punya Pabrik CPO Sendiri 2024 Nusantara
Nusantara
Minggu, 17 Desember 2023 | 12:42 WIB

Perdana di Indonesia, Petani Sawit di Muba Punya Pabrik CPO Sendiri 2024

Palembang, katakabar.com - Pada 2024 nanti, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan bakal jadi kabupaten perdana di Indonesia petani sawit memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) penghasil Crude Palm Oil (CPO) sendiri. Soalnya, waktu dekat ini pembangunan pabrik oleh investor segera dimulai. "Kita dorong investor untuk segera memulai pembangunan pabrik CPO, dengan harapan di penghujung 2024 mendatang sudah bisa produksi," ujar Pj Bupati Muba, H Apriyadi Mahmud lewat keterangan resmi Diskominfo Muba, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (17/12). PKS tersebut, kata Apriyadi, kerja sama yang dilakukan antara investor dengan petani. Saham pabrik nantinya dimiliki petani sebesar 20 persen. "Dengan memiliki pabrik sendiri, bakal memberikan nilai tambah bagi petani. Tidak hanya dari panen hasil kebun, tapi hasil dari produksi CPO yang diolah di pabrik," terangnya. Bisa dibayangkan, ucap Bupati Muba, jika dalam setahun, misalnya keuntungannya Rp50 miliar, maka nanti saat RUPS petani melalui KUD mendapatkan bagi hasil dividen sebesar Rp 10 miliar. Pada 2024 nanti, Pemkab Muba bakal lanjutkan berbagai program yang sudah dilakukan tahun 2023, yakni dari program Bantu Umak, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, hingga Penurunan Angka Stunting. "Itu tetap kita prioritaskan, apalagi ini prioritas nasional," jelasnya. Lalu, dengan ditunjuknya Kabupaten Muba sebagai tuan rumah Porprov tahun 2025 mendatang, pihaknya sedang melakukan persiapan. "Kendati kegiatan baru tahun 2025, tapi persiapannya sudah dimulai sekarang, kita coba menyiapkan fasilitas olahraga dengan melibatkan pihak ketiga melalui CSR," imbuhnya.