Tanam
Sorotan terbaru dari Tag # Tanam
'Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang': PHR Tanam 700 Mangrove di Kawasan Marine Dumai
Dumai, katakabar.com - Sebagai wujud komitmen nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim global, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) gelar aksi penanaman 700 pohon mangrove di kawasan Pelabuhan (Marine) Dumai, Kamis (6/8). Kegiatan bertajuk Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 angkat tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Dumai, instansi maritim, serta jajaran pemangku kepentingan di kawasan pesisir. Aksi hijau ini tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis PHR dalam memenuhi dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), serta mendukung pencapaian target Environmental Excellence dan program efisiensi pengelolaan lingkungan di Zona Rokan. Hutan mangrove diposisikan sebagai benteng alami pesisir Dumai yang rentan terhadap abrasi, gelombang pasang, hingga ancaman erosi laut. Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya, mengatakan PHR ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan dan memberikan dampak ekologis serta sosial bagi masyarakat sekitar. "Ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang efektif untuk menekan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Lewat penanaman 700 bibit mangrove ini, kami menegaskan komitmen berkelanjutan PHR untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus menahan laju abrasi dan nilai tambah ekologi bagi masyarakat sekitarnya," kata I Nyoman. Ia menambahkan, menjaga kelestarian lingkungan merupakan komitmen bersama. Penanaman mangrove ini harus menjadi pemantik semangat untuk terus menumbuhkan budaya peduli lingkungan dalam setiap aktivitas sehari-hari, baik di area operasi maupun di tengah masyarakat. “Saya mengajak seluruh pekerja dan mitra kerja PHR untuk tidak hanya menjadi bagian dari penyedia energi bagi negeri, tetapi juga menjadi penggerak yang aktif merawat benteng pesisir kita. Mari kita jadikan nilai-nilai keberlanjutan (sustainability) sebagai gaya hidup, demi memperkokoh warisan lingkungan yang bersih, aman, dan lestari bagi generasi mendatang,” serunya. Di sisi lain, secara ekologis, dan keberadaan ekosistem mangrove yang subur di kawasan pesisir Dumai akan mendukung rantai makanan laut, meningkatkan populasi hewan laut. Kolaborasi ini juga mempererat harmonisasi hubungan dan program kemasyarakatan antara PHR, pemerintah daerah, dan warga sekitar wilayah operasional. Acara yang berlangsung di Marine Dumai diawali dengan seremoni pembukaan di ICC Room, dilanjutkan dengan penyampaian gambaran umum program lingkungan oleh tim HSE, penyerahan plakat penghargaan antar-instansi, hingga aksi langsung penanaman pohon mangrove secara simbolis oleh para pimpinan instansi. Pemerintah Kota Dumai memberikan apresiasi kepada PHR atas kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, khususnya melalui program penanaman mangrove. Apresiasi tersebut disampaikan Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, Drs. H. Muhammad Yunus, dalam acara penanaman mangrove di kawasan pesisir Dumai. Ia menekankan ekosistem mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami penahan abrasi serta paru-paru bumi yang berfungsi menyerap karbon. “Pentingnya mangrove untuk benteng alam yang menahan abrasi, apalagi garis pantai Dumai sangat panjang. Pada kesempatan ini, kami sampaikan terima kasih atas kepedulian yang tak hanya pada sektor energi, tetapi juga lingkungan. Kita masih bersama-sama menjaga pantai karena Dumai adalah area pesisir. Mangrove ini sebagai paru-paru yang bisa menyerap karbon, serta berfungsi sebagai sumber kehidupan yang manfaatnya akan diterima oleh generasi kita, warga, serta kelangsungan hidup manusia dan hewan laut. Kami berterima kasih dan mengapresiasi inisiatif ini melalui program yang berjalan,” terangnya. Sinergi penanaman mangrove di wilayah operasional Marine Dumai ini memberikan keuntungan ganda secara strategis. Pemilihan lokasi di dalam batas operasional (boundary) PHR memastikan pemantauan dan perawatan tumbuh kembang tanaman mangrove dapat dilakukan secara berkala dan terukur. Di saat yang sama, pengembangan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Dumai juga membuka peluang pemanfaatan potensi berbasis kemasyarakatan, seperti peningkatan ketersediaan komoditas perikanan pantai (ikan dan kepiting) serta potensi pengembangan kawasan ekowisata pesisir yang bernilai ekonomi bagi warga tempatan. Inisiatif ini dirancang melalui serangkaian tahapan terencana yang dimulai sejak Mei 2026. Tahapan tersebut meliputi pemetaan dan survei kelayakan lokasi, koordinasi lintas pemangku kepentingan, hingga pemenuhan perlengkapan keselamatan kerja (HSE) untuk memastikan seluruh proses penanaman berjalan aman dan berdampak optimal. Ke depan, PT Pertamina Hulu Rokan berkomitmen untuk terus mengawal program-program pemeliharaan lingkungan hidup terpadu di seluruh wilayah kerja Zona Rokan. Langkah ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission melalui pemanfaatan potensi penyerap karbon alami. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
LSM EKA Siap Tanam Dua Ribu Pohon Dukung Green Policing dan Pelestarian Lingkungan di Kepulauan Meranti
Selatpanjang, katakabar.com - Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditunjukkan LSM EKA (Ekonomi Kreatif Andalan) melalui berbagai program konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Organisasi yang berdiri sejak tahun 2017 lalu ini berkomitmen mendukung upaya pelestarian ekosistem gambut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta pengembangan ekonomi masyarakat yang berwawasan lingkungan. Ketua dan pengurus LSM EKA, Ferengki, menyampaikan keberadaan organisasi ini dilandasi oleh keprihatinan terhadap pentingnya menjaga ekosistem gambut yang memiliki fungsi strategis sebagai penyimpan karbon, pengatur tata air, sekaligus habitat berbagai keanekaragaman hayati. "Melalui berbagai program konservasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, LSM EKA berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam," ujarnya. Selain bergerak di bidang konservasi, ucapnya, LSM EKA juga mengembangkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang ramah lingkungan. Organisasi ini memiliki visi menjadi lembaga yang profesional, mandiri, dan terpercaya dalam mewujudkan kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Untuk mendukung Program Green Policing Polda Riau, LSM EKA pada akhir bulan Agustus 2026 ini merencanakan akan melaksanakan kegiatan penanaman sebanyak 2.000 bibit pohon tanaman hutan di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti. Pada kegiatan tersebut, LSM EKA mengajak Kapolres Kepulauan Meranti untuk turut hadir dan mendampingi pelaksanaan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan semangat terhadap upaya pelestarian lingkungan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, kehadiran Kapolres diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus menjadi wujud kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang hijau, lestari, dan berkelanjutan. LSM EKA juga meyakini kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya peduli lingkungan serta wujud pendekatan Polri menjaga Harkamtibmas. Organisasi ini berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Bhabinkamtibmas Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Bentengi Pesisir dari Abrasi
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Bhabinkamtibmas Desa Bungur, Aipda Nanda, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Setahun, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan itu bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove. Aipda Nanda mengatakan, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi. "Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir," ujarnya. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau sebagai bagian dari penguatan kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan. Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjaga, serta merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi antara Polri, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dari ancaman abrasi dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.
Polsek Rangsang Tanam Jagung Pipil di Penyagun Dorong Ketahanan Pangan Pesisir
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang tunjukkan konsistensi dukung program swasembada pangan nasional di wilayah pesisir Provinsi Riau. Di bawah komando Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, institusi tersebut turun langsung ke ladang guna menggerakkan sektor pertanian masyarakat kepulauan secara berkelanjutan. Kegiatan penanaman jagung pipil itu dilaksanakan di Jalan M. Ali, RT 07 RW 04, Dusun 2, Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (21/5) lalu. Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, menegaskan kehadiran Polri di tengah perladangan warga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan. “Ini bagian dari program optimalisasi lahan yang terus kami dorong. Sebagai wilayah kepulauan, Kepulauan Meranti sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan pangan yang mayoritas masih didatangkan dari luar pulau, bahkan luar provinsi. Jika tidak dimulai dari pemanfaatan lahan tidur seperti di Desa Penyagun ini, ketahanan pangan kita akan selalu rapuh,” ujar AKP Gunawan. Sinergi Polisi dan Petani Lokal Gerakan penanaman kali ini memanfaatkan lahan seluas 0,5 hektare milik warga setempat, Abdul Karim DJ. Polsek Rangsang mengedepankan fungsi pembinaan masyarakat melalui peran bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) sebagai motor penggerak di lapangan. Dua personel yang dikerahkan langsung ke lokasi, yakni AIPDA Taufiq Dirgahayu selaku Bhabinkamtibmas Desa Tebun dan AIPDA Haryandi selaku Bhabinkamtibmas Desa Penyagun. Bersama Kepala Dusun 2, Abdul Rahman dan masyarakat setempat, mereka bahu-membahu menanam benih jagung pipil di lahan pertanian warga. AKP Gunawan menjelaskan pemilihan komoditas jagung pipil telah melalui pertimbangan bersama kelompok tani, menyesuaikan karakteristik tanah pesisir serta prospek pasar yang dinilai menjanjikan. “Jagung pipil memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca pesisir dan masa tanamnya relatif terukur. Selain itu, kebutuhan pakan ternak berbasis jagung di tingkat regional cukup tinggi. Karena itu, kami tidak hanya mendampingi proses penanamannya, tetapi juga mengawal kesinambungan hasil panen agar petani memperoleh kepastian pasar,” ucapnya. Dorong Ketahanan Pangan Wilayah Kepulauan Langkah Polsek Rangsang tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Dusun 2 Desa Penyagun. Keterlibatan langsung aparat kepolisian di lahan pertanian dinilai mampu membangkitkan kembali semangat bertani warga di tengah tantangan ekonomi. Kegiatan penanaman yang dimulai sejak pukul 10.30 WIB itu berakhir pada pukul 12.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Program ini menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan nasional di daerah, khususnya wilayah kepulauan yang masih bergantung pada distribusi bahan pangan dari luar daerah.
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Rangsang Tanam Jagung Pipil Seluas 1,5 Hektar di Teluk Samak
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Rangsang melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil seluas di lahan seluas 1,5 hektar di Desa Teluk Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, (Sabtu (28/4). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Rangsang AKP Gunawan SH bersama pemerintah desa dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Arta Niaga Teluk Samak. Adapun lokasi penanaman berada di wilayah Desa Teluk Samak dengan titik koordinat 0°51'29.1"N 103°03'32.1"E. Lahan yang digunakan merupakan milik BUMDes Arta Niaga Teluk Samak. Di kegiatan tersebut hadir Kepala Desa Teluk Samak, Bahrin AB, Pj Kanit Binmas, Bripka Benny Surya, Bhabinkamtibmas Desa Teluk Samak, Bripka S.P. Silaen, Ketua BUMDes Arta Niaga, Abdul Rohim, serta anggota BUMDes dan masyarakat setempat. Kapolres Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan SH, mengatakan kegiatan ini bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Penanaman jagung pipil ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP Gunawan. Ia menjelaskan, keterlibatan Polri dalam program tersebut dilakukan melalui penyuluhan, pendampingan, hingga pelaksanaan penanaman bersama masyarakat dan pihak desa. Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi langkah penting meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah Kepulauan Meranti. Kegiatan penanaman jagung pipil tersebut berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dan berjalan aman, tertib, serta kondusif. Laporan kegiatan juga disampaikan kepada Wakapolres Kepulauan Meranti, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, dan Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti.
Dukung Pelestarian Pesisir, Kogabwilhan III Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Gambesi
Jakarta, katakabar..com - Kogabwilhan III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kota Ternate, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mengurangi risiko abrasi serta bencana alam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen TNI perkuat ketahanan nasional melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sinergi dengan masyarakat serta pemerintah daerah. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menggelar kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, menegaskan penanaman mangrove memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus mendukung kedaulatan negara. Menurutnya, upaya menjaga kedaulatan tidak semata berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan yang sehat, kata dia, merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. “Menjaga kedaulatan negara bukan hanya soal pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” ujar Joko saat dihubungi wartawan, Kamis (15/1) lalu. Ia menjelaskan, 1.000 bibit mangrove yang disiapkan PT Position tersebut ditanam untuk menahan abrasi pantai, meredam dampak gelombang laut, serta mengurangi risiko bencana seperti banjir rob dan tsunami. Selain itu, penanaman mangrove juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Kota Ternate. Melalui kegiatan ini, Kogabwilhan III berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Maluku Utara. “Perlu dipahami penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial. Menanam mangrove di kawasan pesisir pada hakikatnya merupakan investasi jangka panjang bagi anak cucu dan generasi mendatang bangsa ini,” jelas Joko. Kogabwilhan III juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya bersama menjaga keseimbangan alam, mendukung mitigasi perubahan iklim, serta mendorong peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Joko menegaskan TNI akan terus aktif dan adaptif menghadapi tantangan nonmiliter, khususnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan wilayah pesisir Indonesia. “Insya Allah, kegiatan serupa akan terus berlanjut dan dilaksanakan di berbagai wilayah pesisir di tanah air sebagai wujud nyata komitmen TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara sekaligus pelindung lingkungan hidup NKRI,” sebutnya.
Perkuat Ketahanan Pesisir, CGV Cinemas Indonesia Tanam Lebih dari 2.800 Mangrove di Karawang
Karawang, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan terutama di daerah pesisir Indonesia, CGV Cinemas Indonesia mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan lingkungan. Melalui dukungan para pengunjungnya, CGV bersama LindungiHutan menanam 2.857 mangrove Rhizophora di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang. Penanaman ini merupakan bagian dari target penanaman pohon yang digalang melalui partisipasi publik di jaringan bioskop CGV seluruh Indonesia, melalui pembelian paket Grow Combo yang berisi 1 Popcorn, 2 Air Mineral, serta Grow Kit yang diberikan sebagai simbolis kontribusi pengunjung dalam penanaman pohon. Lokasi penanaman ini bukan tanpa alasan. Pesisir utara Jawa, termasuk Dusun Tangkolak, telah lama berada dalam tekanan. Banjir rob yang kian sering, abrasi yang terus menggerus daratan, serta degradasi ekosistem pesisir menjadi sinyal kuat bahwa upaya adaptasi iklim tidak bisa lagi ditunda. Dusun Tangkolak, yang dikenal sebagai kawasan nelayan dengan sejarah panjang aktivitas kelautan, kini menghadapi ancaman nyata terhadap ruang hidup dan potensi wisata baharinya. Kondisi seperti ini, mangrove menjadi pertahanan alami yang sangat dibutuhkan. Rhizophora sp., jenis mangrove yang ditanam dalam program ini, mampu meredam gelombang, memperkuat tanah pesisir, menjadi habitat penting bagi biota laut, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Sejak 2019, LindungiHutan telah bekerja bersama masyarakat Tangkolak dalam memperluas sabuk hijau pesisir, dan melalui kolaborasi ini CGV berperan sebagai penggerak utama yang melibatkan publik secara langsung dalam pemulihan lingkungan. Upaya penanaman ini menjadi bukti bahwa sektor industri dapat memainkan peran strategis dalam menghadapi urgensi perubahan iklim. Di tengah meningkatnya permukaan laut dan risiko kerusakan pesisir, kontribusi nyata dari perusahaan seperti CGV menunjukkan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat restorasi ekosistem di Indonesia. “Sebagai perusahaan terbuka, CGV berkomitmen untuk terus memberi kontribusi bagi masyarakat. Tahun ini, melalui partisipasi para pengunjung, kami menghadirkan aksi yang bermakna untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau. Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Lindungi Hutan dan berharap kegiatan penanaman ini dapat memberi manfaat nyata bagi ekosistem sekitar,” ucap Mr. Mark, CEO CGV Cinemas Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Partisipasi publik melalui CGV menunjukkan bahwa aksi lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Setiap paket Grow Combo yang dibeli dan setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari gerakan besar untuk memulihkan pesisir. Melalui model kolaborasi ini, CGV tidak hanya memfasilitasi penanaman mangrove, tetapi turut memperluas dampaknya bagi masyarakat nelayan, keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim. Sebanyak 2.857 pohon telah ditanam di Tangkolak. Dalam beberapa tahun mendatang, pohon-pohon tersebut akan tumbuh menjadi benteng hijau yang melindungi garis pantai, menyediakan habitat baru bagi biota laut, dan memperkuat fondasi wisata bahari setempat. Aksi ini menjadi investasi penting bagi masa depan pesisir Indonesia, dan CGV berada di garis depan mewujudkannya. Ke depannya, CGV akan terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. Untuk informasi lengkap dan pembaruan terbaru, kunjungi media sosial @cgv.id, aplikasi CGV, atau situs resmi www.cgv.id
LindungiHutan Hadirkan Pohon Seduh, Merchandise Ramah Lingkungan Ajak Publik Tanam di Rumah
Semarang, katakabar.com - LindungiHutan perkenalkan Pohon Seduh, sebuah inovasi merchandise ramah lingkungan yang gabungkan kemudahan, kreativitas, dan edukasi dalam satu pengalaman menanam yang dapat dilakukan siapa saja. Terinspirasi dari konsep sederhana “menyeduh mie instan”, Pohon Seduh dirancang untuk memberikan pengalaman menanam yang intuitif dan menyenangkan, sekaligus menghadirkan alternatif merchandise yang lebih berkelanjutan bagi berbagai acara dan kampanye. Pohon Seduh hadir dalam bentuk kemasan mangkuk kraft ramah lingkungan berisi media tanam rockwool, benih, dan pupuk organik cair yang sudah siap digunakan. Produk ini tidak hanya menawarkan estetika, tetapi juga nilai fungsional dan edukatif, sehingga cocok untuk kalangan umum, keluarga, anak-anak, hingga peserta kampanye lingkungan. Dua varian tanaman cepat tumbuh disediakan untuk pengguna, yakni Kangkung (Ipomea reptans) dan Tomat Cherry Rampai (Solanum pimpinellifolium), keduanya dipilih untuk memberikan pengalaman menanam yang mudah sekaligus memuaskan. Untuk mulai menanam, pengguna cukup membuka kemasan, merendam rockwool selama kurang lebih 30 menit hingga menyerupai proses “menyeduh”, membuat lubang-lubang kecil untuk benih, lalu menyiram tanaman secara rutin dua kali sehari. Setelah hari ketujuh, tanaman dapat diberikan nutrisi tambahan menggunakan pupuk organik cair (POC) yang telah disertakan. Pengujian internal LindungiHutan menunjukkan hasil pertumbuhan yang sangat baik. Kangkung menunjukkan tingkat tumbuh 14 dari 15 benih dan dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hari, sementara tomat cherry menunjukkan tingkat tumbuh 9 dari 9 benih dan memiliki masa panen sekitar dua hingga tiga bulan. Untuk mendukung keberhasilan ini, rockwool dipilih sebagai media tanam utama karena mampu mengikat kelembaban dengan optimal, menjaga stabilitas fase awal pertumbuhan, serta mempercepat proses perkecambahan. Karakteristik ini sekaligus menguatkan konsep unik “seduh dan tumbuhkan” yang diusung oleh Pohon Seduh. Lebih dari sekadar produk tanam, Pohon Seduh dirancang sebagai merchandise yang berdampak, menghubungkan pengalaman menanam dengan nilai keberlanjutan yang relevan bagi perusahaan, komunitas, dan publik. Produk ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti aktivasi kampanye lingkungan, acara internal dan eksternal, bundling produk perusahaan, kegiatan edukasi seperti EducaTree, hingga program penghijauan massal seperti CorporaTree. Kemasan Pohon Seduh juga dapat dikustomisasi dan diintegrasikan dengan kampanye tertentu, memungkinkan pengguna terhubung dengan informasi, program, atau gerakan lingkungan yang lebih luas. Fleksibilitas ini menjadikan Pohon Seduh bukan hanya souvenir, tetapi juga medium komunikasi dan edukasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan kolaborasi. LindungiHutan sebagai platform kolaborasi lingkungan terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendekatkan masyarakat pada aksi penghijauan yang mudah dan relevan di kehidupan sehari-hari. Pohon Seduh menjadi salah satu upaya untuk mengajak publik merasakan bagaimana merawat tanaman dapat menjadi aktivitas sederhana namun bermakna, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, LindungiHutan berharap Pohon Seduh dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai menanam, merawat, dan memahami pentingnya menjaga ekosistem sejak dari rumah. Pihak yang ingin menjajaki kolaborasi, kerja sama kampanye, atau mengintegrasikan Pohon Seduh dalam kegiatan publik, pendidikan, maupun korporasi, dipersilakan menghubungi tim LindungiHutan untuk informasi lebih lanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan pengalaman menanam yang sederhana namun berdampak, dan menggerakkan lebih banyak langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.
Komitmen Hijau, PTPN IV Regional VII Tanam 2.200 Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia
Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), gelar gerakan penanaman pohon serentak sempena memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program “PalmCo Green Movement Tanam 10.000 Pohon: Menanam Hari Ini, Menumbuhkan Masa Depan”, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan kualitas ekosistem di wilayah operasional. Penanaman pohon dilakukan secara serentak di seluruh unit kebun dan pabrik Regional VII, melibatkan ratusan insan perkebunan, jajaran manajemen, hingga perwakilan masyarakat. Kegiatan ini menciptakan kolaborasi yang kuat sebagai dukungan terhadap agenda keberlanjutan perusahaan. Pada gelaran tahun ini, PTPN IV Regional VII menanam 2.200 pohon yang terdiri atas tanaman buah produktif dan tanaman kayu bernilai ekologis tinggi. Jenis yang ditanam meliputi durian, mangga, alpukat, rambutan, nangkadak, matoa, jambu mente, jambu jamaica, jambu madu, kedondong, mahoni, dan jenis tanaman lainnya. Pemilihan tanaman tersebut mempertimbangkan daya adaptasi, manfaat ekologis, serta potensi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. Inisiatif ini merupakan langkah penting perusahaan untuk meningkatkan tutupan hijau, menekan potensi erosi tanah, serta menjaga kualitas udara di kawasan perkebunan. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional VII, M. Syafi'i Ritonga, menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Gerakan penanaman pohon ini adalah bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional. TJSL bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi komitmen moral perusahaan untuk berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis perusahaan selalu beriringan dengan keberlanjutan,” ujar Syafi'i Ritonga. Ia menambahkan kegiatan penanaman pohon akan terus dipantau secara berkelanjutan agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. “Menanam bukan hanya aktivitas simbolis, tetapi investasi jangka panjang bagi bumi dan generasi yang akan datang. Melalui PalmCo Green Movement, kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis perusahaan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Menanam hari ini berarti menumbuhkan masa depan,” ujar Denny. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh karyawan sebagai bukti bahwa nilai-nilai keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Selain insan perkebunan, kegiatan ini turut melibatkan masyarakat sekitar sebagai upaya memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sosial. Partisipasi publik diharapkan mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya penghijauan dan pelestarian alam. Gerakan ini juga selaras dengan kampanye perusahaan #TumbuhJuaraBangunNegeri, yang menekankan kontribusi berimbang terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan terselenggaranya PalmCo Green Movement di Regional VII, PTPN IV berharap kegiatan penanaman pohon ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan diperluas cakupannya. Perusahaan mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari industri, masyarakat, dan pemerintah, untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
Sempena HGN 2025, Polres Kepulauan Meranti Gelar Green Policing Edukasi Peduli Lingkungan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bhabinkamtibmas Polres Kepulauan Meranti gelar Green Policing di dua lokasi, Selasa (25/11) pagi. Selain itu, Polres Kepulauan Meranti melakukan kegiatan sosialisasi edukasi peduli lingkungan dan kegiatan penanaman bibit pohon Mangga di halaman SD N 24 Jalan Yossudarso Kelurahan Selatpanjang Kota, serta penanaman bibit pohon Mangga di Sekolah SMP Negeri 4 Rangsang Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa melalui Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Polsek Tebing Tinggi, Aipda Solehudin bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur, Brigadir Ade Fadli, menyampaikan di kegiatan tersebut melibatkan siswa dan sisiwi SD Negeri 24 Kelurahan Selatpanjang Kota. Mereka diedukasi perihal kegiatan peduli lingkungan dari rumah dan lingkungan sekolah. "Kami nelakukan kegiatan interaktif dengan tema peduli lingkungan, Melakukan penanaman bibit pohon Mangga di lingkungan SD N 24 Selatpanjang Konsep Green Policing sebagai pendekatan strategis, dan humanis menjaga ketertiban sosial, untuk keberlanjutan lingkungan hidup," ujar Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Polsek Tebing Tinggi, Aipda Solehudin. Menurut Aipda Solehudin, konsep Green Policing untuk menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman dan krisis lingkungan. Sementara, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Medang dan Desa Sungai Gayung Kiri, Bripka J M Pajaitan, menimpali Polres Kepualauan Meranti meneruskan program Kapolda Riau bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di halaman sekolah di wilayah Kabuapaten Kepulauan Meranti. Babinsa Desa Tanjung Medang, Koptu Masra, menyatakab kami melaksanakan Kegiatan berama unsur sekolah Melaksanakan kegiatan Edukatif perihal kegiatan peduli lingkungan mulai dari rumah, sekolah,lingkungan perkantoran dan sekitarnya. "Melakukan kegiatan pemberian bibit pohon Mangga angkat tema Peduli lingkungan, dan melakukan penanaman bibit pohon Mangga di Halaman sekolah SMP N 4 Rangsang Kepulauan Meranti," ucapnya. Dalam pada itu, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bakti Sosial Penanaman Pohon Mangrove sempena HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Parit Besar Desa Kedabu Rapat Kecanatan Rangsang Pesisir Kabupetan Kepulauan Meranti.