Transaksi
Sorotan terbaru dari Tag # Transaksi
Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2 persen, Bittime Sebut Pasar Indonesia Kian Matang
Jakarta, katakabar.com - Bittime menilai pasar aset kripto Indonesia semakin matang seiring pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen. Data OJK mencatat transaksi aset kripto Juni 2026 mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,20 persen secara bulanan. Bittime melihat penguatan regulasi, diversifikasi aset digital, serta meningkatnya aktivitas perdagangan menjadi fondasi pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi OJK, menilai pasar aset kripto Indonesia semakin matang seiring meningkatnya aktivitas transaksi, jumlah konsumen, serta penguatan regulasi dan pengawasan industri. Penilaian tersebut sejalan dengan data OJK yang mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, meningkat 24,20 persen month-to-month (mtm) dibandingkan Rp23,01 triliun pada Mei 2026. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital juga meningkat 1,32 persen mtm menjadi 22,69 juta akun pada Juni 2026. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap aset digital. Menurutnya, perkembangan aktivitas pasar yang diikuti penguatan regulasi dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri dalam jangka panjang. “Pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital di Indonesia terus meningkat. Di saat yang sama, regulasi dan pengawasan yang semakin kuat dapat memberikan kepastian bagi pelaku industri dan investor, sekaligus membangun fondasi yang lebih sehat bagi pertumbuhan pasar,” kata Ryan. Regulasi Perkuat Kepercayaan, Tantangan Pasar Tetap Ada Bittime melihat regulasi yang semakin jelas di Indonesia maupun global dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar aset digital. Pengawasan OJK memberikan standar yang lebih jelas bagi pelaku industri sekaligus memperkuat aspek perlindungan konsumen. Di tingkat global, implementasi penuh Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Eropa sejak 1 Juli 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam menciptakan standar regulasi aset kripto yang lebih seragam. Sementara di Amerika Serikat, pelaku industri masih menantikan perkembangan Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) yang diharapkan memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital. Di Indonesia, penguatan regulasi juga berlanjut melalui revisi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Tetapi, Bittime menilai pasar aset kripto masih menghadapi tantangan pada semester kedua 2026. Ketegangan geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral global masih berpotensi mempengaruhi sentimen investor dan pergerakan aset kripto. “Pada semester kedua 2026, pasar aset kripto masih akan menghadapi dinamika dari kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Karena itu, investor perlu mencermati perkembangan pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek,” ucap Ryan. Pasar Aset Digital Semakin Beragam Di tengah perkembangan tersebut, Bittime terus memperluas pilihan aset digital bagi masyarakat Indonesia, mulai dari aset kripto hingga aset berbasis blockchain lainnya. Bittime menyediakan akses ke berbagai aset, mulai dari Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, dan USDT, hingga Tokenized US Stocks seperti NVDA, AAPL, GOOGL, dan META. Keragaman minat pengguna juga tercermin dari aktivitas perdagangan di Bittime. Berdasarkan data trade volume sepanjang pekan lalu, aset yang aktif diperdagangkan tidak hanya berasal dari aset kripto mainstream, tetapi juga mencakup AI Stocks dan meme token. Pada kategori AI Stocks, tiga aset dengan trade volume tertinggi adalah NVDAX, SPCXX, dan TSLAX. Sementara pada kategori meme, TUT, KOMA, dan BABYSHARK menjadi tiga aset dengan trade volume tertinggi. Untuk aset mainstream, Solana (SOL), Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH) mencatat trade volume tertinggi. Pada Juli 2026, Bittime juga menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin perdagangan derivatif aset keuangan digital melalui proses perizinan yang sepenuhnya berlangsung di bawah era pengawasan OJK, dengan izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). “Pertumbuhan industri bukan hanya mengenai peningkatan transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat menyediakan akses yang semakin beragam dengan tetap mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan edukasi investor,” tandas Ryan.
Bitcoin Anjlok 17,9 persen, Transaksi Kripto RI Justru Tembus Rp28,58 Triliun
Jakarta, katakabar.com - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, melonjak 24,20% dibandingkan transaksi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp23,01 triliun. Kenaikan transaksi tersebut terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah akun konsumen aset keuangan digital. Hingga Juni 2026, jumlah akun mencapai 22,69 juta, meningkat 1,32% secara bulanan dari 22,40 juta akun pada Mei 2026. Pertumbuhan aktivitas perdagangan juga berlangsung di tengah tingginya volatilitas pasar kripto global. Data Bitcoin Monthly Report menunjukkan harga Bitcoin turun 17,9% sepanjang Juni 2026, dari sekitar US$71.440 pada awal periode menjadi US$58.646 pada akhir bulan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya pergerakan harga Bitcoin sepanjang Juni dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong meningkatnya aktivitas jual-beli di pasar kripto. Volatilitas harga yang tinggi biasanya membuat pelaku pasar lebih aktif menyesuaikan posisi, baik untuk merespons peluang kenaikan maupun mengelola risiko ketika harga bergerak turun. Dengan demikian, lonjakan nilai transaksi pada Juni tidak hanya mencerminkan bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga tingginya aktivitas investor dalam menghadapi dinamika pasar. Volatilitas Bitcoin Dorong Aktivitas Perdagangan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai peningkatan transaksi kripto pada Juni menunjukkan bahwa pasar aset digital Indonesia semakin aktif. Menurutnya, salah satu faktor yang ikut mendorong tingginya aktivitas perdagangan adalah pergerakan harga Bitcoin yang cukup volatil sepanjang bulan tersebut. “Kenaikan transaksi kripto hingga Rp28,58 triliun menunjukkan bahwa aktivitas pasar aset digital di Indonesia semakin tinggi. Jika melihat pergerakan Bitcoin sepanjang Juni yang cukup volatil, kondisi tersebut juga dapat mendorong investor untuk lebih aktif melakukan penyesuaian posisi dan memanfaatkan pergerakan pasar. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital tetap kuat, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis,” kata Yudho. Menurut Yudho, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diimbangi dengan semakin mudahnya akses terhadap layanan aset digital, sekaligus edukasi yang memadai agar masyarakat dapat memahami risiko volatilitas pasar. “Volatilitas merupakan bagian dari karakteristik pasar aset kripto. Karena itu, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diikuti dengan akses yang mudah, keamanan, edukasi, dan pemahaman risiko yang memadai. Dengan fondasi tersebut, pertumbuhan industri dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya. Jumlah Investor Kripto Tembus 22,69 Juta Pertumbuhan transaksi pada Juni juga berjalan seiring dengan peningkatan jumlah akun konsumen aset keuangan digital. OJK mencatat jumlah akun mencapai 22,69 juta pada Juni, naik dari 22,40 juta pada bulan sebelumnya. Angka tersebut melanjutkan tren pertumbuhan industri yang sebelumnya tercatat dalam data OJK per Mei 2026. Pada periode tersebut, jumlah investor kripto Indonesia telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi bulanan sebesar Rp23,01 triliun. Pertumbuhan jumlah pengguna dan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa aset kripto semakin mendapatkan tempat dalam ekosistem keuangan digital Indonesia. Selain transaksi aset kripto, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga mengalami peningkatan. OJK mencatat transaksi derivatif mencapai Rp4,19 triliun pada Juni 2026, naik 3,64% dibandingkan Rp4,04 triliun pada Mei. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menilai pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih terjaga. “Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto Indonesia, masih terjaga dengan baik,” ucap Adi saat konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK awal Agustus 2026 lalu. Akses Investasi Semakin Mudah Pertumbuhan jumlah investor dan transaksi juga mendorong pelaku industri untuk memperluas akses terhadap aset digital. FLOQ, sebagai platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi OJK, terus mengembangkan kemudahan bagi masyarakat untuk masuk ke ekosistem kripto. Salah satunya melalui fasilitas deposit menggunakan Virtual Account (VA) BCA, BRI, dan Nobu Bank. Pengguna dapat melakukan deposit mulai dari Rp10.000 dan membeli aset kripto mulai dari Rp1.000. Kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya FLOQ untuk menurunkan hambatan awal bagi masyarakat yang ingin mengakses aset digital. “Kami melihat pertumbuhan investor kripto di Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar. Semakin mudah masyarakat mengakses ekosistem kripto melalui jalur yang mereka gunakan sehari-hari, semakin besar pula peluang adopsi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, kami menghadirkan opsi deposit melalui BCA, BRI, dan Nobu Bank agar proses memulai investasi menjadi lebih praktis dan nyaman bagi pengguna,” tutur Yudho. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, dengan total unduhan aplikasi mencapai lebih dari 2 juta kali. Platform ini juga mendukung perdagangan lebih dari 100 aset digital. FLOQ juga terus mendorong peningkatan literasi aset digital melalui FLOQ Academy, yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Transaksi Kripto di Indonesia Selalu Tembus Rp45 Triliun Pada Agustus Dua Tahun Terakhir, Apa Penyebabnya?
"Dalam dua tahun terakhir, transaksi kripto di Indonesia pada bulan Agustus konsisten menembus Rp45 triliun, menjadikannya salah satu periode perdagangan paling aktif". Jakarta, katakabar.com - Bulan Agustus menjadi salah satu periode dengan aktivitas perdagangan aset kripto yang relatif tinggi di Indonesia. Kurun dua periode Agustus terakhir yang telah memiliki data lengkap, nilai transaksi kripto nasional konsisten berada di atasRp45 triliun. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan nilai transaksi aset kripto pada Agustus 2024 mencapai Rp48,92 triliun. Sementara itu, berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi pada Agustus 2025 tercatatsekitar Rp45,21 triliun. Secara gabungan, transaksi pada kedua periode Agustus tersebut mencapai lebih dari Rp94,13 triliun. Penggunaan dua sumber regulator tersebut mengikuti peralihan tugas pengaturan dan pengawasan aset kripto dari Bappebti kepada OJK yang berlaku sejak Januari 2025. Lihat, Agustus 2024, nilai transaksi kripto meningkat 15,54 persen dibandingkan Juli 2024 yang sebesar Rp42,34 triliun. Namun, pada Agustus 2025, transaksi turun dari Rp52,46 triliun pada Juli menjadi Rp45,21 triliun. Kondisi ini memperlihatkan bahwa aktivitas pasar pada bulan Agustus tetap besar, tetapi arah pergerakannya dapat berbeda setiap tahun karena dipengaruhi sentimen global, kondisi makroekonomi, likuiditas, dan perilaku investor. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan data tersebut mencerminkan minat masyarakat terhadap aset kripto yang tetap kuat, meskipun nilai transaksi dan harga aset digital dapat bergerak secara fluktuatif. “Nilai transaksi yang tetap berada di atas Rp45 triliun dalam dua periode Agustus menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Indonesia di pasar kripto masih cukup aktif. Namun, tingginya aktivitas tidak selalu berarti harga akan terus naik. Investor perlu memahami faktoryang menggerakkan pasar dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan momentum atau asumsi musiman,” ujar Yudho. Peluang Kenaikan Tetap Ada Dari sisi pergerakan harga, performa Bitcoin pada Agustus juga menunjukkan pola yang beragam. Bitcoin tercatat melemah sekitar 8,75 persen pada Agustus 2024 dan kembali turun sekitar 6,48 persen pada Agustus 2025. Data historis CoinGlass yang dihimpun hingga 2025 menunjukkan Bitcoin hanya mencatat kenaikan dalam empat dari 12 periode Agustus sejak 2013. Meskipun rata-rata return Agustus masih positif sekitar 1,75 persen, nilai mediannya berada di kisaran minus 8,04 persen. Perbedaan tersebut terjadi karena rata-rata terdorong oleh kenaikan besar pada tahun tertentu, termasuk lonjakan lebih dari 65 persen pada Agustus 2017. Menurut Yudho, data historis tetap dapat digunakan sebagai referensi, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam memperkirakan pergerakan pasar. “Peluang kenaikan tentu tetap terbuka, terutama ketika didukung likuiditas, sentimen makroekonomi, perkembangan regulasi, dan masuknya permintaan baru. Namun, data historis juga mengingatkan bahwa Agustus mungkin menjadi bulan yang bullish. Strategi yang disiplin, manajemen risiko, serta kemampuan membedakan antara investasi dan spekulasi tetap menjadi hal utama,” jelasnya. Investor juga perlu menyesuaikan nilai transaksi dengan kemampuan finansial, menghindari penggunaan dana kebutuhan sehari-hari, dan melakukan riset mandiri sebelum memilih aset kripto. Sambut HUT RI, FLOQ Hadirkan Program Edukasi dan Aktivasi Pengguna Sejalan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, FLOQ menghadirkan rangkaian kampanye bertema kemerdekaan yang berlangsung pada 1–20 Agustus 2026. Salah satu programnya adalah Referral Trading Competition, yang menghitung gabungan volume transaksi peserta dan pengguna yang terhubung melalui kode referral. Program tersebut menyediakan total hadiah senilai Rp17 juta bagi peserta dengan volume transaksitertinggi. Selain itu, FLOQ menghadirkan program Tebak-Tebakan Kemerdekaan berupa pertanyaan benar atau salah yang dapat dijawab setiap hari. Setelah menjawab, pengguna dapat melihat jawaban yang benar beserta informasi atau fun fact yang tersedia. Sebanyak 70 pengguna terpilih berkesempatan mendapatkan total hadiah Rp7 juta dalam bentuk USDT. Yudho mengatakan rangkaian kampanye tersebut dirancang untuk menggabungkan aktivitas pengguna dengan pengalaman belajar yang lebih ringan dan relevan dengan momentum kemerdekaan. “Bagi kami, semangat kemerdekaan dalam dunia finansial tidak hanya berarti memiliki kebebasan untuk bertransaksi, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengambil keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab. Karena itu, kampanye ini tidak hanyamenghadirkan aktivitas trading, tetapi juga unsur edukasi yang dapat membantu pengguna mengenal pasar kripto dengan cara yang lebih interaktif,” kata Yudho. Melalui rangkaian program tersebut, FLOQ berharap momentum HUT RI dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif meningkatkan literasi, memahami peluang dan risiko aset digital, serta membangun kebiasaan bertransaksi yang lebih terukur. Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi.
Kolaborasi Muhammadiyah dan Kementerian UMKM Cetak Potensi Transaksi Rp2,2 Miliar
Yogyakarta, katakabar.com - Langkah nyata mendorong pengusaha usaha mikro naik kelas terus digelorakan. Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Business Matching Program Penguatan Rantai Pasok (Supply Chain) UMKM, Selasa (30/6), di Kampus Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang dihadiri antara lain PP Aisyiyah, Majelis Pengembangan Masyarakat PP Muhammadiyah, Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah. Point pentingnya sukses mempertemukan produk-produk lokal terbaik dengan raksasa ritel dan agregator nasional, serta diproyeksikan mampu mencetak potensi nilai transaksi hingga Rp2,2 miliar. Kegiatan ini merupakan puncak dari program pendampingan intensif yang diinisiasi sejak 15 Juni 2026. Dari total 60 UMKM binaan LP UMKM Muhammadiyah asal wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta yang mendaftar, sebanyak 48 UMKM berhasil lolos kurasi menuju tahap pitching, dan 25 UMKM terpilih melaju ke tahap negosiasi langsung, one-on-one business matching dengan para buyer utama. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku UMKM langsung berhadapan dengan agregator pasar dan korporasi jaringan nasional, antara lain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Krisna Oleh-Oleh Bali, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dan PT Indomarco Primatama (Indomaret). Kementerian UMKM diwakili Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro - Deputi Bidang Usaha Mikro, Pristiyanto, menyampaikan agenda ini implementasi nyata dari komitmen Pemerintah dalam mengorkestrasi ekosistem kemitraan usaha mikro agar masuk ke dalam rantai pasok industri nasional. "Penguatan rantai pasok adalah kunci agar UMKM kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Lewat sinergi bersama LP UMKM Muhammadiyah, kita membangun agregasi produk yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan. Korporasi mendapatkan kepastian pasokan bahan baku lokal bermutu, sementara UMKM mendapatkan kepastian pasar (offtaker). Ini adalah model ideal dari gotong royong ekonomi nasional," ungkapnya. Melalui skema kemitraan ini, potensi transaksi sebesar Rp2,2 miliar tersebut ditargetkan dapat segera terealisasi secara bertahap. Dalam jangka panjang, program kolaboratif ini tidak hanya diproyeksikan untuk memperluas skala usaha dan kapasitas produksi pelaku mikro, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis umat dan kerakyatan," ujarnya. Di sisi lain, Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pengembang dan Pelatihan, Bambang Sutrisno, menegaskan Business Matching ini menjadi jembatan konkret (concrete bridge) untuk memecah tantangan akses pasar yang sering dihadapi pelaku usaha mikro. "Keberhasilan pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada seremonial pelatihan, melainkan harus bermuara pada akses pasar yang berkelanjutan. Potensi transaksi sebesar Rp2,2 miliar ini membuktikan produk UMKM binaan Muhammadiyah memiliki daya saing tinggi. Kami akan mengawal proses lanjutan dari Letter of Intent (LoI) hingga terwujudnya sales contract sehingga terciptanya kemitraan jangka panjang yang inklusif," jelasnya.
Tingkatkan Transaksi Ekonomi di Tingkat Tapak, Bank BRI Cabang Duri Serahkan GBM ke Pedagang Kecil
Duri, katakabar.com - Bank BRI Cabang Duri yang berlokasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, persis depan perkantoran Pemerintah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau serahkan perangkat pendukung unit gerobak berlian bermakan (GBM) kepada sejumlah pedagang kecil yang mengais rezeki di kawasan pasar tradisional Simpang Padang Duri. Kegiatan ini mendukung program pemerintah untuk meningkatkan transaksi perekonomian di tingkat tapak. Sejumlah pedagang kecil pasar tradisional Simpang Padang Duri penerima manfaat merupakan nasabah Bank BRI Cabang Duri. Ketika menerima bantuan gerobak berlian bermakna didampingi pihak keluarga di halaman kantor Bank BRI Cabang Duri. Branch Office Head Bank BRI Cabang Duri, Eka Marvianda, mengatakan penyerahan bantuan gerobak berlian bermakna kepada sejumlah pedagang kecil yang termasuk nasabah BRI Cabang Duri sebagai bentuk kepedulian Bank BRI kepada masyarakat khususnya pedagang kecil sehari-hari menjual dagangandi pasar tradisionl Simpang Padang Duri. “Mengenai pos anggaran pembiayaan pembuatan gerobak berlian dari sumber dana yang sah, yang dihasilkan dari infak setiap hari jum’at, sedekah, dan santunan yang disisihkan seluruh karyawan-karyawati Bank BRI Cabang Duri. “Adanya bantuan gerobak berlian bermakna BRI Cabang Duri diharapkan para pedagang kecil mampu mendongkrak aktivitas transaksi jual beli di tingkat tapak di perkotaan Duri ini,” jelasnya. Berikut sejumlah pedagang kecil yang menerima bantuan, yakni Anisa Siregar nasabah Bank BRI Kandis sehari-hari menjual sarapan pagi di pasar, Wahyuni nasabah Bank BRI Cabang Duri yang sehari-hari menjual bakso cup dan keripik pisang, Rere Maktalena nasabah Bank BRI Unit Sebangar Bathin Solapan berjualan sarapan pagi, Samyo nasabah Bank BRI unit Simpang Garoga Duri berjualan Ketoprak, dan Desiana nasabah Bank BRI Unit Pasar Duri berjualan sarapan pagi dan sejumlah lainnya. "Program BRI ini bertujuan untuk meningkatkan transaksi perekonomian masyarakat yang melakukan jual beli di tingkat tapak, dan khususnya bagi seluruh nasabah Bank BRI Cabang Duri guna mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," imbuhnya. Untuk itu, kepada segenap lapisan masyarakat untuk tetap waspada ketika melakukan transaksi jual beli, dan hindari penipuan dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan Bank BRI.
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya
Jakarta, katakabar.com - Bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus dorong adopsi perbankan digital di masyarakat melalui ragam program menarik termasuk program loyalitas pelanggan untuk mendorong minat masyarakat bertransaksi. Sebagai bagian dari program Loyalitas Pelanggan yaitu Raya Poin, Bank Raya menggelar program Lelang Raya Poin yang merupakan program lelang berbagai produk menarik seperti smartphone, smart TV, laptop, tablet, smartwatch, hingga perangkat elektronik rumah tangga dengan harga yang sangat terjangkau. Program Lelang Raya Poin ini bekerja sama dengan Dinomarket sebagai mitra penyelenggara, dengan proses pembayaran yang dilakukan menggunakan Kartu Digital Debit Visa Bank Raya. Lelang Raya Poin akan digelar setiap minggu pertama hingga bulan Januari 2027. Nasabah otomatis akan mendapatkan Raya Poin melalui berbagai transaksi di Aplikasi Raya, antara lain pembukaan rekening dan setoran awal, transaksi transfer BI-Fast, top up e-wallet, pembayaran menggunakan QRIS, serta peningkatan saldo rata-rata bulanan. Poin yang berhasil dikumpulkan dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur Raya Poin di Aplikasi Raya dengan berbagai pilihan reward yang tersedia, atau ditukarkan dengan voucher lelang untuk dapat mengikuti Lelang Raya Poin. Kicky Andrie Davetra, Direktur Bisnis Bank Raya, mengatakan Lelang Raya Poin ini tentunya menambah keseruan program Raya Poin dengan beragam reward yang dihadirkan, dan dapat menjadi momentum yang dinantikan oleh para nasabah Bank Raya di seluruh Indonesia. "Kami ingin setiap nasabah merasakan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan Aplikasi Raya, di samping tentunya merasakan manfaat mengelola keuangan secara praktis melalui berbagai fitur yang tersedia," ujarnya. Sejak digelar pada Mei 2026, Lelang Raya Poin mendapatkan respons yang positif dari nasabah. Sejumlah produk berhasil dimenangkan dengan harga yang sangat menarik, di antaranya Smart TV 43 inch, voucher senilai Rp1.000.000,- air purifier, dan logam mulia. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Lelang Raya Poin menjadi salah satu program loyalitas yang diminati nasabah karena memberikan kesempatan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik dengan harga yang kompetitif, sekaligus mendorong peningkatan pemanfaatan layanan dan transaksi digital melalui Aplikasi Raya. "Kami berharap masyarakat selalu menantikan dan menikmati keseruan program yang kami hadirkan untuk nasabah kami. Melalui Raya Poin, kami ingin mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital yang lebih inklusif, sekaligus memberikan pengalaman perbankan yang menyenangkan bagi seluruh nasabah Bank Raya," sebutnya
Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto Indonesia terus memperlihatkan perkembangan positif, baik dari sisi transaksi perdagangan dan jumlah investor. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aktivitas transaksi kripto di pasar spot telah mencapai Rp99,01 triliun secara year-to-date hingga April 2026, mendekati ambang Rp100 triliun hanya dalam periode empat bulan. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen aset digital masih tetap kuat, meski kondisi pasar global masih bergerak fluktuatif. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan nilai transaksi aset kripto pada April 2026 tercatat sebesar Rp22,98 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi 2,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di level Rp22,34 triliun. Dengan tambahan transaksi pada April, akumulasi transaksi kripto nasional sejak awal tahun telah mencapai Rp99,01 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia masih cukup solid di tengah dinamika pasar. “Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto di Indonesia tercatat masih terjaga dengan baik,” ujar Adi Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Mei 2026, Juma (5/6). Jumlah Konsumen Terus Bertumbuh Selain dari sisi transaksi, OJK juga mencatat adanya kenaikan jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto. Pada April 2026, jumlah akun konsumen mencapai 21,70 juta, meningkat dari 21,37 juta akun pada Maret 2026. Kenaikan sebesar 1,57 persen secara bulanan tersebut menjadi sinyal bahwa adopsi aset kripto di Indonesia masih berlanjut. Bertambahnya jumlah akun konsumen juga memperlihatkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap pemanfaatan aset digital sebagai bagian dari aktivitas keuangan mereka. Kondisi ini sekaligus memperkuat pandangan ekosistem aset kripto nasional mulai memasuki tahap perkembangan yang lebih matang, tidak hanya dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga dari sisi aktivitas transaksi dan kesiapan pelaku usaha. PAKD Mulai Tunjukkan Kinerja Positif Perkembangan industri juga terlihat dari kinerja Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). OJK menyampaikan bahwa seluruh PAKD telah menyerahkan laporan keuangan untuk tahun buku 2025. Dari laporan tersebut, sebagian pelaku usaha telah berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Di sisi lain, masih terdapat pelaku usaha yang berada dalam tahap konsolidasi dan investasi. Fase tersebut terutama berkaitan dengan kebutuhan pengembangan teknologi, penguatan infrastruktur, serta penyesuaian terhadap kerangka pengawasan OJK. Salah satu PAKD yang mencatatkan performa positif adalah Tokocrypto. Perusahaan berhasil membukukan profitabilitas selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat model bisnis, menjaga efisiensi operasional, serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa industri kripto di Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang sehat apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik, inovasi berkelanjutan, dan komitmen terhadap perlindungan konsumen. “Capaian profitabilitas Tokocrypto dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa industri aset kripto dapat berkembang secara lebih sehat dan berkelanjutan. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seimbang dengan penguatan produk, peningkatan kualitas layanan, keamanan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi,” ulas Calvin. Produk Kripto Semakin Beragam Calvin menjelaskan, Tokocrypto terus mengembangkan produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Penguatan layanan ini dilakukan untuk menciptakan pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan relevan dengan kondisi pasar. Saat ini, sejumlah produk yang paling banyak diminati pengguna Tokocrypto mencakup perdagangan spot, staking, serta fitur Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian berkala. Ketiga layanan tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi pengguna dengan kebutuhan dan strategi yang berbeda. Perdagangan spot masih menjadi pilihan utama karena memberikan akses langsung bagi pengguna untuk melakukan jual beli aset kripto. Sementara itu, staking menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan aset kripto yang dimiliki. Di sisi lain, DCA semakin diminati karena membantu pengguna melakukan pembelian secara bertahap dalam periode tertentu. “Dalam situasi pasar yang masih bergerak dinamis, pengguna membutuhkan layanan yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga membantu mereka mengambil keputusan secara lebih terencana. Spot trading tetap menjadi produk utama, sementara staking dan DCA semakin relevan bagi pengguna yang ingin menghadapi volatilitas pasar dengan pendekatan yang lebih disiplin,” jelas Calvin. Ketahanan Industri Jadi Perhatian Utama OJK menegaskan penilaian terhadap industri aset keuangan digital dan aset kripto tidak hanya bertumpu pada aspek profitabilitas. Regulator juga memperhatikan kecukupan modal, kualitas tata kelola, keandalan teknologi, keamanan siber, serta kemampuan pelaku usaha dalam melindungi aset dan dana konsumen. “Yang paling penting adalah industri memiliki ketahanan, tata kelola yang baik, dan mampu menjalankan kewajibannya kepada konsumen secara kredibel,” ujar Adi. OJK juga menyoroti profitabilitas industri masih memiliki tantangan. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain beban biaya transaksi serta aspek perpajakan. Oleh karena itu, regulator bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan kajian untuk mendorong ekosistem aset keuangan digital yang lebih sehat dan kompetitif. Ekosistem Kripto Nasional Terus Diperkuat Dengan nilai transaksi yang hampir menyentuh Rp100 triliun hingga April 2026, pertumbuhan jumlah konsumen, serta mulai membaiknya kinerja sejumlah PAKD, industri kripto Indonesia dinilai berada pada jalur pertumbuhan yang lebih kuat. Calvin menilai momentum ini perlu dijaga melalui kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Penguatan edukasi, peningkatan standar layanan, inovasi produk, serta penerapan tata kelola yang baik menjadi faktor penting untuk membangun ekosistem aset kripto yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, industri aset kripto nasional diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi transaksi, tetapi juga mampu memperkuat kepercayaan publik melalui layanan yang kredibel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
AkuSign Perkuat Ekosistem Tanda Tangan Digital Dukung Keamanan Transaksi Elektronik di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - AkuSign melalui acara "AkuSign Experience Day" perkuat komitmen membangun ekosistem tanda tangan elektronik tersertifikasi yang aman, sah, dan terpercaya. Bersama regulator seperti BSSN dan KOMDIGI serta kolaborasi dengan AITI, AkuSign menyoroti meningkatnya ancaman keamanan siber di era transformasi digital, mulai dari penyalahgunaan identitas hingga manipulasi dokumen berbasis AI. AkuSign, penyedia layanan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) berizin di Indonesia, resmi memperkuat komitmennya dalam mendukung keamanan transaksi digital nasional melalui pengembangan ekosistem tanda tangan elektronik yang aman, sah, dan terpercaya. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara “AkuSign Experience Day” yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Jakarta dan dihadiri oleh regulator, asosiasi industri, pelaku usaha, pelanggan, serta media. Di acara tersebut, AkuSign juga berkolaborasi bersama Asosiasi IT Indonesia (AITI) untuk mendorong peningkatan edukasi dan adopsi tanda tangan elektronik tersertifikasi sebagai bagian penting dari transformasi digital di berbagai sektor industri. Menjawab Tantangan Keamanan di Era Transformasi Digital Perkembangan transformasi digital yang semakin pesat di Indonesia menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses bisnis dan layanan elektronik. Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas digital juga diikuti oleh meningkatnya risiko keamanan siber, termasuk penyalahgunaan identitas digital dan pemalsuan dokumen elektronik. Masih banyak masyarakat maupun organisasi yang belum memahami bahwa tidak seluruh tanda tangan digital memiliki kekuatan hukum yang sama. Dalam praktiknya, terdapat tanda tangan yang hanya berupa gambar atau hasil scan pada dokumen PDF dan belum memenuhi standar keamanan maupun ketentuan legal sebagai tanda tangan elektronik tersertifikasi. Dua pembicara utama dari regulator nasional, yakni: - Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia BSSN - Martha Simbolon, S.T., Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) membahas pentingnya penguatan keamanan siber, tata kelola digital, serta implementasi layanan digital terpercaya dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional. Dalam paparannya, Dr. Sulistyo, menyampaikan keamanan digital kini menjadi pondasi utama dalam pembangunan ekosistem digital, khususnya di tengah meningkatnya penggunaan layanan elektronik di sektor pemerintahan maupun bisnis. “Penerapan sistem keamanan yang kuat, perlindungan data, serta penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan digital,” ujar Dr. Sulistyo. Sementara, Martha Simbolon menjelaskan gambaran aktivitas digital dan pertumbuhan nilai pasar ekonomi digital Indonesia meningkat setiap tahunnya, hal ini mengakibatkan munculnya ancaman terbaru terhadap keamanan siber seperti: Penipuan berbasis AI, Manipulasi digital (pemalsuan dokumen fisik) serta Penipuan terkini lebih canggih dan mudah di akses. Sehingga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, penyedia teknologi, dan pelaku usaha dalam menciptakan transformasi digital yang aman, berkelanjutan, dan sesuai regulasi. “Tanda tangan elektronik saat ini bukan lagi sekadar alat pendukung administrasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam ekosistem digital yang mendukung keamanan dan legalitas transaksi elektronik. Penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008/UU No. 1 Tahun 2024 (UU ITE), konsekuensi tidak digunakannya TTE tersertifikasi dapat mengakibatkan kontrak elektronik batal dan proses pembuktian yang sulit serta meningkatkan risiko serangan siber“, jelas Martha Simbolon. Dorong Penggunaan Tanda Tangan Elektronik Aman dan Tersertifikasi Seiring meningkatnya adopsi digitalisasi di Indonesia, ancaman terhadap keamanan transaksi elektronik juga terus berkembang. Berbagai modus penyalahgunaan mulai dari pemalsuan identitas, penyalahgunaan data pribadi, hingga manipulasi dokumen elektronik berbasis teknologi AI seperti deepfake menjadi tantangan baru bagi organisasi dan pelaku bisnis. Melalui rangkaian kegiatan AkuSign Experience Day, AkuSign hadir sebagai solusi tanda tangan elektronik tersertifikasi yang membantu organisasi dalam: - Menjamin keabsahan dan legalitas dokumen digital - Menghadirkan sistem keamanan berstandar tinggi - Mendukung integrasi dengan sistem bisnis perusahaan - Memenuhi kebutuhan transaksi digital untuk enterprise maupun institusi pemerintah AkuSign juga menyediakan berbagai layanan digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, di antaranya: - Sertifikat Pribadi untuk profesional, eksekutif, dan pemangku kepentingan eksternal. - Sertifikat Perusahaan untuk kebutuhan penandatanganan atas nama perusahaan. - Sertifikat E-Seal untuk otomatisasi dokumen dalam jumlah besar seperti invoice, laporan, kontrak, dan surat resmi. - Bulk Signing Solution untuk proses penandatanganan dokumen secara terstruktur dan otomatis sesuai alur organisasi. Didukung Ekosistem Teknologi ASABA Innotech Sebagai bagian dari ASABA Innotech, AkuSign didukung oleh ekosistem teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi digital, layanan IT, serta kapabilitas cybersecurity. Dukungan tersebut memperkuat komitmen AkuSign dalam menghadirkan layanan transaksi digital yang aman, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan organisasi modern di era transformasi digital. Untuk informasi lengkap mengenai AkuSign, kunjungi: akusign.id
Skandal Hukum! Dugaan Tangkap Lepas dan Transaksi Rp200 Juta Guncang Kasus Pembunuhan di Sontang
Pasir Pengaraian, katakabar.com – Keadilan dipertanyakan di 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Rokan Hulu. Kasus bentrokan maut di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, yang merenggut nyawa seorang buruh, kini berubah jadi skandal besar yang mengguncang rasa keadilan masyarakat, bahkan hingga ke level nasional. Di balik proses hukum yang berjalan, muncul isu yang sangat mengerikan dan memuakkan. Publik digemparkan oleh dugaan praktik "tangkap lepas" terhadap sosok yang disebut sebagai otak intelektual pelaku pembunuhan berinisial AP. Lebih mencengangkan, beredar luas kabar kebebasan tersebut didapatkan melalui transaksi gelap bernilai fantastis, mencapai angka Rp200 Juta. "Isu ini bukan lagi sekadar bisik-bisik. Di warung kopi, ruang publik, hingga media sosial, pembicaraan tentang jual beli hukum ini semakin keras dan sulit dibendung," ujar aktivis peduli hukum meminta namanya dirahasiakan, dengan nada geram kepada katakabar.com, Rabu (29/4). Darah di Tanah Sawit Insiden berdarah itu terjadi Sabtu (7/2) lalu di areal eks PT Berkat Satu. Di mana bentrokan antar kelompok tewaskan seorang warga berinisial BB, dan melukai lima orang lainnya. Polisi sempat menunjukkan keseriusan dengan mengamankan sedikitnya 12 orang terduga pelaku. Tetapi, publik kini bertanya-tanya, di mana dalang utama di balik kekerasan tersebut? Mengapa sosok yang disebut sebagai otak justru bisa berjalan seenaknya? Keadilan Dijual Sumber terpercaya media ini menyoroti betapa rendahnya harga keadilan jika dugaan ini terbukti benar. Menurutnya, membebaskan tersangka pembunuhan dengan alasan sekadar "kooperatif" adalah hal yang sangat tidak masuk akal dan mencederai rasa nurani. "Kalau benar ada transaksi Rp200 juta demi melepaskan otak pembunuhan, ini bukan sekadar pelanggaran, ini adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan! Ini soal nyawa, bukan soal pelanggaran lalu lintas yang bisa digampangkan begitu saja," tegasnya. Ia menilai, alasan tersangka kooperatif sehingga diberi keringanan adalah pembenaran yang sangat buruk. "Menghilangkan nyawa orang itu tindakan berat. Kenapa bisa semudah itu proses hukumnya? Kami curiga ada permainan kotor di balik layar. Apakah aturan sudah diinjak-injak demi kepentingan segelintir orang?" ucapnya. Ia menegaskan, pihaknya bersama jaringan jurnalis tidak akan tinggal diam. Kasus ini akan terus dikawal sampai terang benderang. Darah korban tidak boleh sia-sia hanya karena ada oknum yang bermain mata. Polisi Tepis Tapi Ragu Tetap Ada Menanggapi kegaduhan ini, pihak kepolisian melalui Ipda M. Ali Akbar, S.H BKO Polres Rokan Hulu mewakili Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu, tepis keras isu uang jaminan senilai Rp200 juta. Diitegaskannya, penangguhan penahanan dilakukan karena tersangka dianggap kooperatif dan syarat administrasi terpenuhi, serta disetujui oleh para pihak. Ia menegaskan tidak ada uang yang diterima, melainkan jaminan orang. "Kalau mereka mengajukan jaminan uang, tentu dititipkan ke Panitera, kalau tidak mereka mengajukan orang. Soal isu angka Rp200 juta itu tidak benar," jelas Ipda M. Ali. Tetapi, jawaban tersebut belum sepenuhnya meredam keresahan justru perlu dipertanyakan kelayakan syarat tersebut. "Harus ditelusuri betul, apakah poin-poin kesepakatan dan syarat yang dipakai itu benar-benar sesuai undang-undang atau hanya rekayasa untuk memuluskan jalan tersangka keluar? Jangan sampai hukum hanya menjadi mainan bagi mereka yang punya kuasa dan uang," tandasnya. Kini, mata seluruh masyarakat tertuju pada institusi penegak hukum. Apakah keadilan benar-benar buta, atau justru "bisa dibeli"?
Tokocrypto Optimistis Dorong Transaksi Lewat Kolaborasi dengan BRI dan Bank Mandiri
Jakarta, katakabar.com - Platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus perkuat strategi bisnisnya di tengah tren penurunan transaksi aset kripto nasional dengan menghadirkan kanal deposit baru melalui dua bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemudahan akses bagi pengguna sekaligus mendorong kembali aktivitas transaksi di platform. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp24,33 triliun, mengalami penurunan dibandingkan Januari yang mencapai Rp29,28 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan penurunan tersebut selaras dengan pelemahan harga sejumlah aset kripto global. “Posisinya telah menurun dibandingkan posisi Januari 2026 dan ini sejalan dengan penurunan harga sejumlah aset kripto utama di global,” ujar Adi saat Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 lalu di Jakarta. Menanggapi kondisi tersebut, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perlambatan transaksi merupakan bagian dari siklus alami pasar kripto. Ia menjelaskan bahwa setelah mengalami lonjakan signifikan, pasar kini memasuki fase konsolidasi. “Pasar kripto saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebelumnya. Kondisi ini ditandai dengan koreksi harga dan penurunan volume transaksi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global,” ucap Calvin. Ia menambahkan dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi sentimen pasar. “Peningkatan tensi geopolitik mendorong investor global cenderung menghindari aset berisiko (risk-off), termasuk kripto. "Di sisi lain, kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat juga memicu likuidasi besar pada posisi leverage di pasar kripto, sehingga menekan volume transaksi,” jelasnya. Dari sisi aliran dana institusional, tren ETF Bitcoin juga mencerminkan kondisi pasar yang masih belum stabil. Pada Maret 2026, ETF Bitcoin sempat mencatat inflow sebesar US$1,13 miliar, namun momentum tersebut melemah dengan outflow mingguan mencapai minus US$296 juta di akhir bulan. Sementara, awal April, inflow tercatat sekitar US$69,6 juta, yang menunjukkan minat institusi masih ada, meski belum cukup kuat untuk mendorong reli pasar secara signifikan. Sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri kripto, Tokocrypto mengambil langkah proaktif dengan memperluas kanal deposit. Kehadiran BRI dan Bank Mandiri sebagai opsi baru melengkapi metode pembayaran yang sebelumnya sudah tersedia, seperti BCA dan QRIS. “Penambahan kanal deposit melalui bank-bank besar seperti BRI dan Bank Mandiri merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan inklusivitas dan kemudahan akses bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun dapat masuk ke pasar kripto dengan lebih praktis dan nyaman,” tutur Calvin. Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi investor, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang melambat. Dengan semakin banyak pilihan metode deposit, diharapkan pengguna dapat lebih aktif melakukan transaksi. Tingginya Minat Investor Kripto Di tengah perlambatan transaksi, minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia masih menunjukkan tren positif. Per Februari 2026, jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 21,07 juta, tumbuh 1,76% secara bulanan. Tokocrypto sendiri mencatat memiliki sekitar 4,8 juta pengguna dengan nilai transaksi lebih dari US$1,5 miliar pada kuartal I 2025. Hal ini menunjukkan meskipun jumlah pengguna belum mendominasi secara nasional, aktivitas transaksi di platform Tokocrypto tetap tinggi dan didominasi oleh investor dengan nilai transaksi yang signifikan. Ke depan, Tokocrypto optimistis bahwa kondisi pasar akan berangsur membaik, khususnya pada kuartal II 2026. Harapan ini didukung oleh potensi stabilisasi kondisi makroekonomi global serta meredanya tensi geopolitik. Selain itu, momentum Bulan Literasi Kripto (BLK) yang berlangsung pada April hingga Mei 2026 juga diproyeksikan menjadi katalis positif bagi industri. Program ini akan melibatkan berbagai pelaku industri dalam meningkatkan edukasi dan literasi terkait aset kripto, Web3, blockchain, serta keuangan digital secara umum. “Kami percaya edukasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri kripto. Tokocrypto siap berkontribusi aktif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran investor, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung menantang seperti saat ini,” tambah Calvin.