Ajari

Sorotan terbaru dari Tag # Ajari

Holding PTPN Ajari Budidaya Petani Kelapa Sawit Jabar hingga Sulawesi Dongkrak Produktivitas Sawit
Sawit
Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:01 WIB

Holding PTPN Ajari Budidaya Petani Kelapa Sawit Jabar hingga Sulawesi Dongkrak Produktivitas

Jakarta, katakabar.com - Para pengurus koperasi petani kelapa sawit mulai Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan, hingga Sulawesi ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Mitra Binaan, berlangsung di Mess Tandun, Kabupaten Kampar, Riau. PTPN IV PalmCo yang gelar pelatihan dua hari lamanya mulai 30 hingga 31 Oktober 2025 ini sebagai upaya mempersempit kesenjangan produktivitas antara perkebunan sawit rakyat dan perusahaan. Selama pelatihan, para petani memperoleh materi dari sejumlah pakar budi daya sawit, mulai dari penggunaan bibit unggul, pengendalian hama terpadu, hingga teknik panen efisien. Pelatihan itu dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke kebun PTPN IV Regional III, serta koperasi Karyawa Mukti dan Makarti Jaya untuk melihat praktik terbaik pengelolaan sawit berkelanjutan. Pelaksana Tugas atau Plt. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi mengapresiasi langkah PalmCo dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani sawit salah satu kunci kemajuan daerah. “Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi sangat penting. Kami berterima kasih kepada PalmCo yang mengambil peran aktif dalam peningkatan kapasitas petani,” kata Supriadi, melalui keterangan tertulis dilansir Jumat (30/10) sore. Menurut Supriadi, sektor kelapa sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi Riau, dengan kontribusi mencapai sekitar 24 persen terhadap PDRB sektor pertanian provinsi. "Riau produsen sawit terbesar di Tanah Air, dengan luas areal lebih dari 3,4 juta hektare, sekitar 60 persen di antaranya kebun milik rakyat," ulasnya. “Dengan pengelolaan yang lebih baik, potensi ini bisa menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Supriadi. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin mengutarakan, pelatihan ini bagian dari strategi pihaknya memperkuat kemitraan, dan mengakselerasi transformasi sektor sawit menuju praktik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Disparitas produktivitas antara kebun petani dan perusahaan masih cukup besar, padahal sekitar 60 persen dari total 17 juta hektare perkebunan sawit nasional dikelola oleh petani,” ucap Irwan. Kata Irwan, rata-rata produktivitas sawit rakyat saat ini masih berkisar 2–3 ton minyak sawit mentah (CPO) per hektare per tahun. Sedang perkebunan besar negara dan swasta mampu mencapai 5 hingga 6 ton. “Kami ingin para petani mitra dapat naik kelas, dengan produktivitas yang sebanding dengan perusahaan,” jelas Irwan. Hingga Oktober 2025 ini, PTPN IV PalmCo tercatat telah bermitra dengan ribuan petani yang mengelola sekitar 20.000 hektare kebun sawit di berbagai wilayah Indonesia. Dari luasan tersebut, sekitar 5.000 hektare dikelola dengan pola single management seluruh proses budidaya, dari peremajaan hingga panen, dilakukan secara terpadu dengan standar perusahaan. Pola manajemen tunggal ini mendapat apresiasi dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir). Ketua Aspekpir, Setiyono menilai model kemitraan PalmCo sebagai bentuk pemberdayaan petani yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.

Asa Ekonomi Mandiri, BPDP dan HWDI Ajari Penyandang Disabilitas Bikin Jajanan Pasar Sawit
Sawit
Minggu, 21 September 2025 | 19:54 WIB

Asa Ekonomi Mandiri, BPDP dan HWDI Ajari Penyandang Disabilitas Bikin Jajanan Pasar

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP gandeng HWDI latih penyandang disabilitas bikin lemper, pukis, lumpang, dan bugis mandi, membuka peluang usaha baru untuk kemandirian ekonomi mereka. Kegiatan ini bukti BPDP menunjukkan komitmen bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, di LKP Gitra Garini Halim. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata mendorong kemandirian ekonomi melalui keterampilan olahan pangan berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Pelatihan jajanan pasar ini menghadirkan menu khas, seperti lemper, lumpang, pukis, dan bugis mandi, yang diajarkan dari pengolahan bahan baku hingga teknik memasak praktis. Menurut Aida Fitria, Ketua Tim Implementasi PUG BPDP 2025, tujuan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak, tetapi membuka peluang usaha baru yang inklusif dan berkelanjutan. “Ini bukan sekadar pelatihan. Ini langkah nyata menuju kemandirian,” ujar Aida, dilansir dari laman EMG, Minggu (21/9). Dengan memanfaatkan komoditas lokal, seperti sawit, kakao, dan kelapa, peserta bisa mengubah keterampilan menjadi produk bernilai jual tinggi, yang siap dipasarkan. Seorang peserta, Ayu, yang disabilitas tuli, berbagi pengalaman. “Saya senang bisa belajar membuat jajanan pasar yang bermanfaat. Semoga program ini terus berjalan dan bisa membantu teman-teman disabilitas lain,” ucapnya. Pelatihan ini memberi mereka ilmu praktis sekaligus rasa percaya diri untuk mulai membangun usaha dari rumah. Kerja sama antara BPDP dan HWDI tidak hanya fokus pada teknik memasak. Aspek sosial dan psikologis peserta juga diperhatikan. Peserta belajar bekerja sama, mengatur waktu, dan membangun rasa percaya diri modal penting bagi siapa saja yang ingin memulai usaha sendiri. Pelatihan jajanan pasar untuk penyandang disabilitas ini menjadi contoh nyata bagaimana BPDP mendorong kemandirian ekonomi yang inklusif. Komoditas perkebunan diolah menjadi produk bernilai tambah, membuka peluang usaha yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan semangat mandiri bagi peserta. Dari dapur sederhana yang hangat itu, setiap lemper, lumpang, pukis, dan bugis mandi yang diolah peserta menjadi simbol harapan dan kemandirian. “Kami ingin peserta bisa mengubah ilmu menjadi usaha nyata dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mandiri,” terang Aida.

Bersama AGATIS, Priska Sahanaya Ajari Tips Sukses Public Speaking Siswa SD Don Bosco 2 Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 04 September 2024 | 07:39 WIB

Bersama AGATIS, Priska Sahanaya Ajari Tips Sukses Public Speaking Siswa SD Don Bosco 2

akarta, katakabar.com - Bersama AGATIS Coach Priska Sahanaya ajari tips sukses public speaking siswa SD Don Bosco 2, di paruh Juli 2024 lalu. Coach Priska Sahanaya, seorang Public Speaking ternama di Indonesia, dengan pengalaman membawakan acara lebih dari ratusan ribu peserta dan bekerja sama dengan ratusan sekolah.