Alfi Convex 2025

Sorotan terbaru dari Tag # Alfi Convex 2025

Perkuat Peran Perempuan, Alfi Convex 2025 Taja Forum Pemimpin Logistik Nasional
Nasional
Jumat, 14 November 2025 | 16:37 WIB

Perkuat Peran Perempuan, Alfi Convex 2025 Taja Forum Pemimpin Logistik

Jakarta, katakabar.com - Alfi Convex 2025 taja forum "Breaking Barriers, Building Futures" yang menampilkan empat perempuan pemimpin asosiasi logistik dan maritim Indonesia. Forum ini membuktikan peningkatan representasi perempuan di sektor strategis nasional, dengan data menunjukkan pertumbuhan 3,36 persen dalam dua tahun terakhir. Sebagai upaya memperkuat peran perempuan di sektor strategis nasional, Alfi Convex 2025 gelar forum berjudul “Breaking Barriers, Building Futures: Indonesia Women Leaders in Logistics and Transport 2025.” Forum ini menandai momentum bersejarah dalam upaya mendorong inklusivitas dan kepemimpinan gender di industri logistik dan transportasi, sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Meskipun industri logistik dan transportasi merupakan sektor vital yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, keterlibatan perempuan di dalamnya masih sering dianggap terbatas. Forum ini hadir untuk mendobrak pandangan tersebut dengan menampilkan empat perempuan pemimpin asosiasi industri maritim dan logistik terkemuka di Indonesia. Peningkatan Representasi Perempuan Liana Trisnawati, Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), menyoroti peningkatan representasi perempuan yang nyata dalam sektor ini. “Kurum dua tahun terakhir, 2022-2024, persentase perempuan di sektor maritim telah meningkat sebesar 3,36 persen. Hal ini merupakan pengakuan nyata dari dunia usaha, politik, legislatif, dan korporasi terhadap kepemimpinan perempuan,” cerita Liana. Ia menambahkan persentase pelaut perempuan Indonesia bahkan berada di atas rata-rata global, yang masih kurang dari 2 persen. Carmelita Hartoto, Ketua Umum Indonesian Shipowners' Association (INSA) aminkan Liana. Ia menekankan penting bagi perempuan untuk diberikan kesempatan di industri ini. Ia menyatakan meski sering muncul keraguan apakah perempuan bisa menguasai pekerjaan di bidang shipping dan pelabuhan, kenyataannya menunjukkan bahwa perempuan pasti mampu melakukannya jika diberi peluang. Ia menambahkan dengan semakin majunya peran perempuan sebagai pemimpin negara, dan posisi pejabat perempuan yang strategis, industri ini pasti akan lebih maju. Sementara Utami Prasetiawati, Ketua Umum Perkumpulan Logistik Berikat Indonesia (PPLBI), membagikan strategi organisasinya memberdayakan perempuan, dengan menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah terus belajar dan mengelilingi diri dengan orang-orang yang berorientasi maju. “Kami tidak memberikan pengecualian pada perempuan, saya tetap meminta karyawan perempuan untuk dinas luar, khususnya di pelabuhan. Kami tunjukkan semua itu bisa dipelajari, karena bisa jadi di bidang-bidang yang biasanya dikerjakan laki-laki, justru perempuanlah yang sukses,” jelas Utami. Juliana Sofhia Damu, FCILT, Wakil Ketua Umum Asia Tenggara, Global Woman in Logistics and Transport, menutup diskusi dengan pesan inspiratif. Ia menegaskan kepemimpinan adalah proses belajar yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa tidak ada "karpet merah" untuk mencapai kesuksesan. Satu-satunya jalan adalah memperlengkapi diri dengan knowledge dan skill yang memadai, serta terus meningkatkan kemampuan diri dalam literasi kepemimpinan.

Alfi Convex 2025 Dibuka, Dorong Transformasi Logistik Menuju Indonesia Emas 2045 Nusantara
Nusantara
Kamis, 13 November 2025 | 09:00 WIB

Alfi Convex 2025 Dibuka, Dorong Transformasi Logistik Menuju Indonesia Emas 2045

Tangerang, katakabar.com - Gelaran Alfi Convex 2025 perdana resmi dibuka dan berhasil menarik lebih dari 2000 pengunjung di sesi pembukaan acara Alfi Convex 2025, konferensi dan pameran logistik terbesar di Indonesia, resmi dibuka di ICE BSD, Tangerang. Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) yang gelar acara ini, dengan menggandeng pelaku usaha dan pembuat kebijakan untuk mempercepat transformasi logistik nasional. Usung tema “Indonesia in Motion: Transformasi Logistik Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan yang berlangsung pada 12 hingga 14 November 2025 ini menghadirkan lebih dari 30 pembicara dan diproyeksikan menarik lebih dari 5.000 pengunjung. Ketua Umum ALFI, M. Akbar Djohan, menegaskan logistik memegang peranan penting sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Akbar Djohan menyatakan apresiasi dan komitmen penuh ALFI terhadap program strategis pemerintah. “Kami sangat mengapresiasi program strategis Pak Menko (Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) untuk menjalankan program Zero ODOL. Dan kami ALFI, sebagai arsitek daripada ekosistem rantai pasok nasional, akan berkomitmen untuk mendukung semua arahan dari Pak Menko,” ujar Akbar. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran arus barang dan efisiensi logistik nasional demi meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia. “Logistik bukan sekedar jasa pendukung tetapi tulang punggung perdagangan nasional. Efisiensi logistik menentukan daya saing harga produk Indonesia di pasar domestik maupun internasional juga,” ucap Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Ia menyampaikan neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 masih mencatat surplus sebesar 4,34 miliar USD, dan Indonesia telah berhasil mempertahankan tren surplus ini selama beberapa tahun terakhir. Ditegaskannya, Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga posisi Indonesia agar tetap kuat dalam perdagangan internasional melalui capaian surplus tersebut. Dyah menambahkan bahwa surplus pada bulan September turut meningkatkan akumulasi surplus periode Januari hingga September 2025 menjadi 33,48 miliar USD, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 22,18 miliar USD. Sedang, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi sektor logistik nasional. Pada 2022 lalu, biaya logistik Indonesia mencapai 14,29 persen dari total PDB, sementara peringkat Indonesia masih berada di posisi 63 dari 139 negara berdasarkan data Bank Dunia. Kondisi ini berdampak pada perekonomian domestik dan turut menekan daya saing ekspor akibat tingginya biaya logistik. Pemerintah tengah memfinalisasi Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional sebagai wujud komitmen untuk membangun sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing. Strategi ini mencakup tiga pilar utama: pengembangan konektivitas infrastruktur, digitalisasi dan integrasi layanan logistik, serta peningkatan kapasitas SDM dan penyedia jasa agar mampu bersaing secara global. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya kesinambungan dalam upaya transformasi logistik nasional. Ia berharap Transformasi Logistik Menuju Indonesia Maju 2045 tidak berhenti hanya pada forum-forum dialog semata, tetapi benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret dan dapat diimplementasikan secara efektif. "Kerja sama dan kolaborasi antar semua stakeholder seperti ini rasanya adalah kunci untuk sukses dan harus kita kawal bersama-sama,” terang AHY. Selain konferensi, acara ini menampilkan pameran teknologi logistik terkini serta business matching yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor untuk membuka peluang kemitraan dan investasi baru. Alfi Convex 2025, didukung anggota Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia menaungi sektor jasa logistik, freight forwarding, pergudangan, dan transportasi multimoda dengan lebih dari 3.000 perusahaan anggota di 33 provinsi. ALFI juga menjadi penghubung strategis antara pemerintah dan pelaku usaha, sekaligus bagian dari ekosistem logistik global melalui keanggotaan di FIATA.