Wow! Indonesia Peringkat 5 Asia Publikasi Ilmiah 2024 Internasional
Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 08:06 WIB

Wow! Indonesia Peringkat 5 Asia Publikasi Ilmiah 2024

Jakarta, katakabar.com - Indonesia tempati peringkat ke 19 dunia dan peringkat ke 5 di Asia dalam jumlah publikasi ilmiah tahun 2024 berdasarkan data SCImago Journal Rank yang bersumber dari Scopus. Indonesia mencatatkan capaian penting dalam peta riset global tahun 2024. Data terbaru menunjukkan, Indonesia berhasil menempati peringkat ke 19 dunia dalam jumlah publikasi ilmiah serta peringkat ke 5 di kawasan Asia. Pencapaian ini menunjukkan produktivitas riset nasional terus berkembang dan semakin diperhitungkan di tingkat internasional. Data tahun 2024 dari SCImago Journal Rank yang bersumber dari basis data Scopus mencatat Indonesia menghasilkan 64.596 dokumen ilmiah sepanjang tahun tersebut. Jumlah ini tempatkan Indonesia di atas beberapa negara Eropa seperti Polandia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan publikasi ilmiah yang cukup pesat. Di tingkat Asia, Indonesia berada pada posisi kelima, berada di bawah Jepang dan Korea Selatan, serta di atas Malaysia dan Taiwan. Posisi ini menunjukkan kontribusi riset Indonesia di kawasan Asia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, pemeringkatan global tidak hanya ditentukan oleh jumlah dokumen yang dipublikasikan. Indikator lain seperti jumlah sitasi, h-index, serta dampak ilmiah dari penelitian juga menjadi faktor penting dalam menilai kualitas riset suatu negara. Jika dilihat dari indikator tersebut, tantangan Indonesia saat ini tidak lagi sekadar meningkatkan jumlah publikasi jurnal, tetapi juga memperkuat kualitas dan pengaruh ilmiah dari penelitian yang dihasilkan. Artinya, fokus pengembangan riset tidak hanya pada kuantitas karya ilmiah, tetapi juga pada kontribusi nyata penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk melihat dampak ilmiah adalah rasio sitasi per dokumen. Pada tahun 2024, rasio sitasi publikasi Indonesia tercatat berada di angka 0,52, yang masih relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di Asia. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah publikasi terus meningkat, pengaruh ilmiah dari penelitian Indonesia masih perlu ditingkatkan agar lebih sering dirujuk oleh peneliti internasional. Pada konteks ini, publikasi jurnal pada jurnal bereputasi internasional menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas dan visibilitas riset. Jurnal bereputasi umumnya memiliki standar seleksi yang ketat, proses peer review yang kredibel, serta jangkauan pembaca internasional yang luas. Dengan standar tersebut, penelitian yang diterbitkan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan sitasi dan memberikan dampak ilmiah yang lebih signifikan. Selain itu, publikasi pada jurnal bereputasi juga berperan penting dalam memperluas akses terhadap hasil penelitian Indonesia. Ketika karya ilmiah dipublikasikan pada jurnal yang memiliki reputasi kuat, penelitian tersebut akan lebih mudah ditemukan oleh komunitas akademik global sehingga potensi kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan juga semakin terbuka. Ke depan, peningkatan kualitas publikasi menjadi agenda strategis bagi ekosistem riset nasional. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti penguatan metodologi penelitian, peningkatan kolaborasi internasional, serta kemampuan peneliti dalam memilih jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Pendekatan yang lebih terencana dalam proses publikasi jurnal juga menjadi faktor penting. Peneliti perlu memahami standar penulisan ilmiah global, memastikan kebaruan penelitian yang dilakukan, serta menyesuaikan naskah dengan kriteria jurnal yang dituju agar peluang publikasi semakin besar. Dalam praktiknya, sebagian peneliti juga memanfaatkan jasa publikasi jurnal sebagai bentuk pendampingan dalam proses persiapan naskah, mulai dari penyuntingan akademik, penyesuaian format jurnal, hingga proses submit dan komunikasi dengan editor. Pendampingan semacam ini dapat membantu memastikan bahwa naskah penelitian telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh jurnal internasional. Capaian Indonesia sebagai peringkat ke 5 Asia dalam output riset tahun 2024 menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia pendidikan tinggi dan penelitian nasional. Tetapi, menjaga konsistensi publikasi pada jurnal bereputasi tetap menjadi kunci agar posisi Indonesia dalam pemeringkatan global tidak hanya bertahan, tetapi juga terus meningkat. Di tengah kompetisi akademik global yang semakin ketat, kualitas publikasi ilmiah akan menjadi faktor utama yang menentukan seberapa besar kontribusi riset Indonesia terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia.

Ukir Prestasi di Asia, Eddy Saputra Dinobatkan Golden Inspiring Professional 2025 Internasional
Internasional
Sabtu, 20 Desember 2025 | 10:06 WIB

Ukir Prestasi di Asia, Eddy Saputra Dinobatkan Golden Inspiring Professional 2025

Jakarta, katakabar.com - Lagi, nama Eddy Saputra, Master Terapis sekaligus Founder PT Lee Tit Tar, curi perhatian publik setelah berhasil meraih dua penghargaan prestisius tingkat Asia sekaligus pada 2025. Penghargaan tersebut diberikan World Achievement Association (WAA) bekerja sama dengan Majalah Penghargaan, lembaga yang secara konsisten memberikan apresiasi kepada tokoh, profesional, dan pelaku industri berprestasi di kawasan Asia. Penghargaan dua sekaligus diraih Eddy Saputra, yakni “No.1 Champions Golden Award Winner 2025” dengan kategori No.1 Golden Inspiring Professional 2025, serta “Asia Most Recommended Awards 2025”. Kedua penghargaan ini menegaskan reputasi dan kontribusi Eddy Saputra sebagai figur profesional yang dinilai memiliki pengaruh kuat, dedikasi tinggi, serta konsistensi dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penghargaan No.1 Champions Golden Award Winner 2025 diberikan kepada individu yang dinilai mampu menjadi sumber inspirasi, memiliki integritas profesional, serta menunjukkan pencapaian luar biasa di bidang yang digelutinya. Pada kategori No.1 Golden Inspiring Professional 2025, Eddy Saputra dinilai berhasil mengembangkan praktik terapi dan pengembangan diri secara profesional, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Sementara, Asia Most Recommended Awards 2025 diberikan kepada individu dan brand yang memperoleh tingkat kepercayaan tinggi dari publik serta direkomendasikan secara luas. Berdasarkan data penyelenggara, lebih dari 89 persen konsumen cenderung mempercayai individu atau perusahaan yang telah menerima penghargaan resmi, menjadikan penghargaan ini sebagai simbol kredibilitas dan keunggulan kompetitif di tingkat Asia. Prosesi penyerahan penghargaan akan berlangsung dalam rangkaian acara Celebrating ASEAN & Asia Winner's Night, pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Aloft South Jakarta, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Acara ini akan dihadiri oleh para profesional lintas industri, pemimpin inspiratif, pelaku bisnis, serta tokoh berpengaruh dari berbagai negara Asia. World Achievement Association menyebut kehadiran para penerima penghargaan dalam malam penganugerahan ini sebagai tonggak bersejarah perjalanan profesional mereka, sekaligus bentuk pengakuan resmi atas dedikasi, kualitas, dan prestasi yang telah dicapai. Selain menjadi simbol prestasi, penghargaan ini juga memiliki nilai strategis dalam meningkatkan personal branding, memperkuat citra profesional, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. Sertifikat dan trofi yang diterima para pemenang diharapkan mampu menjadi bukti nyata kualitas serta daya saing di era global. Bagi Eddy Saputra, pencapaian ini menjadi momentum penting untuk terus mengembangkan peran dan kontribusinya sebagai Master Terapis, sekaligus memperluas jangkauan layanan dan pengaruh positif di bidang pengembangan diri dan kesehatan holistik. Keberhasilan Eddy Saputra meraih dua penghargaan sekaligus tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini menegaskan profesional Indonesia mampu bersaing, diakui, dan direkomendasikan di tingkat Asia. Dengan diraihnya dua penghargaan bergengsi tersebut, Eddy Saputra semakin mengukuhkan posisinya sebagai figur profesional inspiratif, sekaligus mempertegas komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan masa depan yang lebih baik.

Harga Emas Menguat Tipis di Asia, Pasar Tetap Waspada Sinyal Fed Internasional
Internasional
Selasa, 18 November 2025 | 09:38 WIB

Harga Emas Menguat Tipis di Asia, Pasar Tetap Waspada Sinyal Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali jadi pusat perhatian pelaku pasar setelah pergerakan tajam pada akhir pekan lalu. Emas sempat anjlok hampir 2 persen pada perdagangan Jumat (14/11) sebelum akhirnya pulih dari level terendah harian di $4.032. Meski sempat bangkit, logam mulia tersebut tetap berada di bawah tekanan karena meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat menghentikan siklus pelonggaran moneternya. Berdasarkan analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, Harga XAU/USD masih diperdagangkan di bawah $4.100, atau melemah sekitar 1,72 persen. Andy menilai kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average terbaru menunjukkan momentum bullish mulai melemah, membuka peluang koreksi lebih pada perdagangan saat ini. Dari sudut pandang teknikal, Nugraha memproyeksikan dua skenario utama. Jika tekanan bearish berlanjut, emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area $4.038, yang menjadi support terdekat sekaligus level kritis bagi buyer. Jika harga gagal menembus support dan terjadi koreksi, maka potensi rebound terdekat berada di area $4.145, menjadi resistance awal yang harus dilewati untuk mengembalikan dominasi bullish. Arah harga emas hari ini sangat ditentukan oleh respons pasar terhadap komentar para pejabat The Fed yang dijadwalkan berbicara malam nanti, termasuk John Williams, Philip Jefferson, Neel Kashkari, dan Christopher Waller. Di perdagangan sesi Asia Senin (17/11), emas sempat pulih tipis ke level $4.105, mengakhiri penurunan dua hari berturut-turut. Penguatan kecil ini terjadi seiring melemahnya dolar AS, namun para pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang serangkaian pidato pejabat The Fed yang dapat mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga. Sentimen risk-on sedikit meningkat setelah pemerintah federal AS kembali beroperasi usai Presiden Donald Trump menandatangani RUU pendanaan, mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang yang berlangsung 43 hari. Peristiwa ini meredakan permintaan aset safe haven, termasuk emas. Tetapi, ketidakpastian kembali muncul karena tertundanya rilis data ekonomi selama periode shutdown. Para analis memperkirakan data yang akan dirilis pekan ini dapat menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan potensi perlambatan ekonomi AS dua faktor yang umumnya mendukung kenaikan emas karena menekan penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik tipis 0,08 persen ke posisi 99,31, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 2,5 basis poin menjadi 4,10 persen. Imbal hasil riil AS pun mengalami kenaikan hampir 3 basis poin ke 1,862 persen, menciptakan tekanan tambahan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Tren Bullish XAU/USD Masih Kokoh Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Tren Bullish XAU/USD Masih Kokoh

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali torehkan rekor baru dengan tren kenaikan yang solid. Pada sesi perdagangan Amerika Utara, Senin (13/10), harga logam mulia ini menembus level psikologis penting di atas $4.100 dan terus bergerak naik hingga mendekati $4.130 pada awal sesi Asia, Selasa (15/10). Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, lonjakan harga emas kali ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang mendorong para investor beralih ke aset aman seperti emas. Secara teknikal, Andy menjelaskan sinyal dari grafik candlestick serta indikator Moving Average (MA) mengonfirmasi kekuatan tren bullish yang masih dominan pada XAU/USD. Sentimen pasar cenderung positif, dan selama tekanan beli tetap kuat, peluang kenaikan lebih lanjut masih terbuka lebar. “Apabila momentum kenaikan ini bertahan, emas berpotensi menembus level $4.200 dalam waktu dekat. Namun, bila terjadi koreksi teknikal, maka area $4.071 menjadi batas bawah yang perlu diwaspadai oleh trader,” jelas Andy. Dari sisi fundamental, eskalasi konflik perdagangan AS–Tiongkok menjadi pendorong utama reli harga emas. Presiden AS, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang lebih keras terhadap Tiongkok, termasuk penerapan tarif 100% untuk seluruh barang impor asal Negeri Tirai Bambu serta pembatasan ekspor perangkat lunak strategis buatan AS yang akan berlaku mulai 1 November. Meski Trump kemudian menenangkan pasar dengan pernyataan “semuanya akan baik-baik saja,” kekhawatiran terhadap perang dagang masih membebani pelaku pasar. Faktor lain yang memperkuat reli emas adalah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve (The Fed). Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat Oktober, dan kemungkinan lanjutan pada Desember mendatang. Kebijakan suku bunga rendah ini membuat emas semakin menarik karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil. Meski, sejumlah analis memperingatkan potensi koreksi harga setelah kenaikan signifikan lebih dari 56% sepanjang tahun ini. Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Bank, menilai “Rally emas masih memiliki ruang untuk tumbuh, tetapi konsolidasi jangka pendek akan lebih sehat bagi kelanjutan tren naiknya.” Sementara, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun delapan basis poin ke 4,059 persen, dan imbal hasil riil juga menurun ke 1,742 persen, kondisi yang semakin memperkuat dukungan terhadap harga emas. Analis dari Bank of America serta Societe Generale bahkan memperkirakan harga emas bisa mencapai $5.000 pada tahun 2026, sedangkan Standard Chartered menaikkan target rata-rata untuk tahun depan menjadi $4.488.

Kesadaran Kripto Indonesia Nomor Dua di Asia, Mengapa Pemahaman Masih Sulit? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Desember 2024 | 18:38 WIB

Kesadaran Kripto Indonesia Nomor Dua di Asia, Mengapa Pemahaman Masih Sulit?

Jakarta, katakabar.com - Survei terbaru yang dilakukan oleh Consensys bekerja sama dengan YouGov mengungkapkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap aset kripto. Angka ini naik sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkan Indonesia sejajar dengan Korea Selatan sebagai negara dengan tingkat kesadaran kripto tertinggi kedua di Asia, setelah Turki. Meskipun demikian, peningkatan kesadaran ini tidak diiringi dengan peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebanyak 63 persen responden mengaku masih kesulitan memahami konsep dasar kripto dan teknologi blockchain yang mendasarinya. Temuan ini menjadi sorotan bagi pelaku industri kripto, termasuk Tokocrypto, yang melihat potensi besar dalam pasar Indonesia namun dihadapkan pada tantangan edukasi. Edukasi Jadi Kunci Adopsi Massal VP PR & Marketing Tokocrypto, Rieka Handayani menekankan pentingnya edukasi mendorong adopsi kripto di Indonesia. "Meskipun minat masyarakat terhadap kripto semakin besar, rendahnya tingkat pemahaman menjadi hambatan utama," kata Rieka. Ia menambahkan generasi muda, khususnya yang berusia 18 hingga 35 tahun kelompok yang paling aktif dalam transaksi kripto.

Aspire Luncurkan Rangkaian Fitur AI Canggih Ungkit Efisiensi Operasional Bisnis di Asia Tekno
Tekno
Senin, 03 Juni 2024 | 22:06 WIB

Aspire Luncurkan Rangkaian Fitur AI Canggih Ungkit Efisiensi Operasional Bisnis di Asia

Jakarta, katakabar.com - Aspire Luncurkan rangkaian fitur AI Canggih untuk tingkatkan efisiensi operasional bisnis di Asia. Solusi berbasis AI ini memungkinkan bisnis mengurangi waktu kerja manual hingga 75 persen. Aspire, platform manajemen keuangan all-in-one terkemuka di Asia, umumkan peluncuran 'Aspire AI', rangkaian fitur canggih berbasis AI yang dirancang untuk memberikan analisis real-time, dan membuat proses keuangan lebih simpel dengan otomatisasi. Peluncuran fitur ini merupakan bentuk dari komitmen Aspire untuk meningkatkan memberikan solusi manajemen keuangan bagi bisnis dan mendorong inovasi di sektor fintech. Di tengah kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian iklim bisnis global, banyak perusahaan di Singapura memprioritaskan efisiensi operasional melalui bantuan teknologi, termasuk AI. Tapi, masih terdapat kesenjangan signifikan antara potensi AI dalam otomatisasi keuangan dan penerapannya. Laporan terbaru menunjukkan 80 persen dari semua pekerjaan di departemen keuangan memiliki potensi untuk diotomatisasi. Hal ini meningkatkan efisiensi operasional bisnis di era digital. 'Aspire AI' memungkinkan bisnis di seluruh Asia untuk memanfaatkan fitur berbasis AI guna meningkatkan produktivitas mereka. “Kami berupaya membuat manajemen keuangan menjadi lebih mudah dan intuitif bagi bisnis di seluruh Asia. Peluncuran 'Aspire AI' sebagai langkah untuk mencapai tujuan ini,” ujar Andrea Baronchelli, Co-Founder dan CEO Aspire. “AI terus menjadi pendorong utama inovasi. Dengan memanfaatkan kemampuan teknologi ini, kami dapat memberikan insight keuangan real-time kepada perusahaan, sehingga pemilik bisnis dan CFO dapat membuat keputusan bisnis yang lebih cepat dan tepat, dibandingkan sebelumnya ketika mengumpulkan data keuangan perusahaan mungkin membutuhkan waktu kuartalan,” jelasnya. 'Aspire AI' yang baru diluncurkan mencakup tambahan fitur utama pada dasbor analitik Aspire, yang mengonsolidasikan analitik arus kas real-time dengan insight manajemen pengeluaran, memungkinkan bisnis untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang finansial mereka guna membuat keputusan berbasis data secara real-time. Selain itu, klien dapat menikmati pencatatan pengeluaran otomatis, proses penutupan akhir bulan yang otomatis, dan pencocokan tanda terima atau tagihan instan, yang mengurangi pekerjaan manual bagi tim keuangan secara signifikan. Fitur keamanan seperti fraud detection system dan pemblokiran kartu otomatis yang ditingkatkan AI dapat memberikan ketenangan lebih bagi klien. 'Aspire AI Assistant', fitur tambahan yang saat ini sedang dikembangkan dan akan diluncurkan akhir tahun ini, akan menawarkan platform chat-to-action intuitif bagi klien untuk berinteraksi dengan data keuangan mereka. Pengguna akan dapat memberikan perintah, seperti "Buat kartu untuk John dalam anggaran perjalanan" atau "Tambahkan Jessica ke anggaran bonding tim" untuk memicu perintah yang sesuai di platform. Kemampuan text-to-command ini akan memfasilitasi otomatisasi real-time dari alur kerja keuangan, sehingga menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan 'Aspire AI', Aspire terus memimpin dalam solusi keuangan inovatif, mempermudah proses yang kompleks, dan melengkapi bisnis di seluruh Asia dengan platform manajemen keuangan cerdas yang mereka butuhkan untuk sukses di tengah tuntutan ekonomi yang terus berkembang. Kontak: Grace Oktaviani grace.b@aspireapp.com

Luncurkan “Aspire for Startups” Aspire Dukung Startup Generasi Selanjutnya di Asia Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 23 April 2024 | 19:44 WIB

Luncurkan “Aspire for Startups” Aspire Dukung Startup Generasi Selanjutnya di Asia

Jakarta, katakabar.com - Aspire luncurkan program baru, "Aspire for Startups," yang bertujuan untuk mendukung para founder startup dalam setiap tahap perjalanan usaha mereka. Dunia startup menghadapi tantangan besar akibat krisis ekonomi yang terjadi baru-baru ini. Di mana model bisnis dan kemampuan beradaptasi, dan para founders ini diuji. Meskimengalami banyak hambatan, Asia terus mengalami pertumbuhan inovasi dan tingkat adopsi teknologi dan kewirausahaan yang melampaui tahun-tahun sebelumnya. Menurut Mckinsey, dalam satu dekade terakhir, Asia menyumbang 52 persen pertumbuhan global dalam pendapatan perusahaan teknologi, 43 persen pertumbuhan global dalam pendanaan startup, dan 87 persen pertumbuhan global dalam pengajuan paten. Program “Aspire for Startups” dirancang untuk memberi bekal para pendiri startup dengan platform, sumber daya, dan koneksi yang dibutuhkan untuk terus berkembang dalam ekosistem startup saat ini. "Aspire for Startups" memberikan berbagai manfaat yang menyeluruh seperti akses eksklusif bagi para founders dan pemilik usaha ke komunitas yang suportif dan memiliki visi ya ng sama, bernama "FoundersXchange", wawasan dan informasi bisnis, akun bisnis, dan potongan senilai hingga 50 ribu USD untuk langganan platform teknologi dan SaaS lengkap yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan bisnis mereka. Ini termasuk diskon 50 persen untuk langganan Google Workspace, diskon 25 persen untuk paket premium Slack, langganan Zendesk gratis selama 6 bulan, kredit AWS senilai $5000, dan masih banyak lagi. “Aspire selalu berkomitmen untuk mendukung para founders di Asia. Dengan “Aspire for Startups”, kami ingin menunjukan komitmen kami dengan menyediakan platform untuk memfasilitasi komunitas dan membantu efisiensi operasional bisnis mereka,” tutur Andrea Baronchelli, CEO & founder Aspire. Dengan memanfaatkan komunitas, wawasan, kata Andrea, dan sumber daya kami, program ini memberikan bekal bagi para founders di Asia dengan platform yang diperlukan untuk memaksimalkan potensi mereka. Dengan dukungan partner global seperti Peak XV, Action Community for Entrepreneurship (ACE) dan Google Cloud, Aspire bertujuan untuk membantu menghadapi permasalahan yang dihadapi banyak startup, dan membangun komunitas suportif bagi para founders yang tersebar di seluruh benua. Program “Aspire for Startups” dimulai dengan serangkaian acara peluncuran yang akan diadakan di Indonesia dan Singapura bulan depan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program dan komunitas, silakan kunjungi: aspireapp.com/aspire-for-startups. Kontak: Grace Oktaviani +62 819 66 99 67 grace.b@aspireapp.com

Kita Punya PalmCo, Indonesia Siap Saingi Perusahaan Sawit Terbesar di Asia Nusantara
Nusantara
Minggu, 13 Agustus 2023 | 17:34 WIB

Kita Punya PalmCo, Indonesia Siap Saingi Perusahaan Sawit Terbesar di Asia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia telah memiliki PalmCo, sub holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group. Ini Artinya, RI siap bersaing dengan perusahaan sawit terbesar di Asia. Berdirinya PalmCo diyakini berpotensi kuat mengalahkan perusahaan sawit besar di Asia, seperti Sime Darby Plantation Malaysia dan Golden Agri-Resources Singapura hingga perusahaan-perusahaan sawit besar di dalam negeri. Diketahui, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengumumkan rencana penggabungan 13 perusahaan di bawah Holding Perkebunan Nusantara menjadi dua Sub Holding, tahun lalu. PalmCo jadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas perkebunan, dan kapasitas produksi komoditas olahan sawit, termasuk hasil panen tandan buah segar (TBS), serta kapasitas produksi crude palm oil (CPO), minyak nabati dan minyak goreng. Head of Industry Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani menuturkan, PalmCo memiliki modal utama untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan sawit terbesar di Asia, terutama eksisting lahan yang strategis dari sisi geografis. “PTPN itu istilahnya kalau sektor kelapa sawit kebun kelas satu. Pengusaha-pengusaha kelapa sawit terakhir ini kelas dua dan kelas tiga. Itu dilihat dari kesuburan geografis. Maksudnya geografis, kalau jauh ongkos transportasi dan distribusi mahal. Jadi PTPN ini potensinya besar banget. Simple, asetnya bagus. Kalau perkebunan ya asetnya tanah dan kebunnya,” ujarnya, di Jakarta dilansir dari laman okezone.com, pada Minggu (13/8). Dendi menjabarkan, sesungguhnya sederhana saja melihat potensi PalmCO, dari posisi awal asetnya sudah bagus, terus perbaikan manajemen dan balance sheet (neraca keuangan) sudah mulai dilakukan lewat transformasi perusahaan. Reorganisasi PTPN Group dari banyak perusahaan yang memiliki jenis bisnis sama digabung membentuk sub holding. Dendi membandingkan kebijakan di PTPN dan PT Semen Indonesia yang menggabungkan tiga perusaahan semen “Emang arahnya (pembentukan PalmCo) bagus, seperti di semen. Mereka itukan sebenarnya karakter bisnisnya itu sama. Mereka buat dari beberapa perusahaan, Ada skala ekonomis, semua bergerak dibidang yang sama. Itu yang sebetulnya nanti arahnya ke sana,” bebernya. Untuk aset eksisting dan tanaman tua sebutnya, tinggal dilakukan replanting atau peremejaan tanaman, sehingga produktivitas meningkat. Berikutnya, perbaikan balance sheet, termasuk melanjutkan restrukturisasi utang dari laporan keuangan tahun 2020 yang sedang berjalan. “Balance sheet itu dibagusi. Biar cantik nanti IPO-nya. Utang-utang diberesi. Paling penting adalah perbaikan manajemen, pengelolaan kalau teknis pemeliharaan dan perawatan, sehingga produktivitasnya meningkat,” terangnya. Jika neraca keuangan telah baik, otomatis investasi bakal masuk. Bila diperlukan penarikan utang baru, masih tetap diminati investor karena pinjaman dipastikan digunakan membiayai kegiatan produktif di perusahaan. Satu hal yang tidak kalah penting, tambah Dendi adalah pembenahan manajemen, sehingga semua strategi bisnis berjalan efisien dan konsisten. Selanjutnya, tambahnya lagi, perlu dipikirkan untuk pengembangan hilirisasinya dan memperkuat industri processing. “Kalau kebun sudah produktif, balance sheet sudah bagus dan manajemen mendukung, PalmCo punya kemampuan menarik moral. Jadi, bisa bangun processing industrinya. Tidak berhenti di CPO, tapi bisa ke oleochemical dan produk-produk turunan sawit, nanti arahnya ke sana. Itu pada akhirnya langkah lanjutan ke sana,” ucapnya. Secara umum sambungnya, pembentukan PalmCo ini memberikan harapan baru bagi BUMN perkebunan karena sangat potensial untuk dikembangkan menjadi perusahaan sawit kelas dunia. “Asetnya bagus sekali PTPN itu. Itu Bagus sekali dari sisi kesuburan dan geografis, mereka rata-rata letaknya sangat strategis dan infrastrukturnya sangat strategis. Pergi saja ke kebun PTPN di sekitar Sumatera Utara, kebunnya sangat bagus, memang itu manajemen dan produktivitas yang perlu diperbaiki,” katanya. Tidak hanya letaknya strategis, lahan PalmCo sudah mengalahkan dua perusahaan sawit terbesar di Asia itu. Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII akan bergabung ke dalam PTPN IV untuk membentuk sub holding PalmCo, sehingga luas lahan konsolidasi sekitar 600 ribu hingga 700 ribu hektar. Luasan ini lebih besar dibandingkan lahan milik Sime Darby yang terdiri dari land bank seluas 266.488 hektar dan area tertanam 193.758 hektar. Lahan PalmCo lebih luas dari luas tanaman Golden Agri yang diketahui sekitar 485.606 hektar luasnya.