Banjarbaru

Sorotan terbaru dari Tag # Banjarbaru

Grand Qin Hotel Banjarbaru Hadirkan Kelana Rasa: Journey to the Middle East di Ramadan 2026 Hotel
Hotel
Senin, 16 Februari 2026 | 21:46 WIB

Grand Qin Hotel Banjarbaru Hadirkan Kelana Rasa: Journey to the Middle East di Ramadan 2026

Banjarbaru, katakabar.com - Grand Qin Hotel Banjarbaru kembali hadirkan pengalaman berbuka puasa tematik melalui program unggulan Kelana Rasa, yang tahun ini memasuki edisi ketiga dengan mengusung tema “Journey to the Middle East.” Konsep ini menjadi kelanjutan dari perjalanan kuliner Kelana Rasa yang menggabungkan budaya, sejarah, dan cita rasa dari berbagai belahan dunia. Sejak pertama kali diperkenalkan, Kelana Rasa dirancang sebagai perjalanan rasa dan budaya. Di edisi pertama, Grand Qin Hotel Banjarbaru mengangkat tema “Seribu Satu Malam” dengan nuansa klasik Timur Tengah yang dipadukan dengan menu Asia dan Arabian food serta atmosfer megah.Memasuki edisi kedua, Kelana Rasa hadir dengan tema “Islam Through All Asia,” yang menggambarkan perjalanan dan penyebaran Islam di Asia melalui ragam sajian khas dari berbagai wilayah. Pada edisi ketiga ini, Kelana Rasa melanjutkan kisah tersebut dengan lebih fokus pada kawasan Timur Tengah sebagai pusat awal perkembangan peradaban Islam. Sales Marketing Manager Grand Qin Hotel Banjarbaru, Yuli Diah Evyanti, menjelaskan konsep ini diangkat sebagai refleksi perjalanan sejarah Islam yang kemudian menyebar hingga ke Nusantara. “Melalui Kelana Rasa: Journey to the Middle East, kami ingin mengajak tamu merasakan perjalanan sejarah Islam yang masuk ke Indonesia dengan mengambil spesifikasi wilayah Middle East sebagai titik awalnya,” ujarnya. Tak hanya menghadirkan konsep tematik, Grand Qin Hotel Banjarbaru juga menawarkan pilihan paket berbuka puasa yang menarik, yaitu: Kelana Rasa Buffet All You Can Eat – Rp250.000 nett/pax Paket Takjil – Rp99.000 nett/pax Marketing Communication Grand Qin Hotel Banjarbaru, Yudha, menimpali selama periode Ramadan, hotel juga menghadirkan berbagai promo spesial. “Kami memberikan diskon 10 persen pada tiga hari pertama Ramadan (1–3 Ramadan) dan tiga hari terakhir Ramadan (28–30 Ramadan). Selain itu, tersedia promo beli 10 gratis 1, di mana tamu ke-11 tidak dikenakan biaya,” ulasnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia, Grand Qin Hotel Banjarbaru juga memberikan diskon tambahan 5 persen bagi tamu yang melakukan repeat order dengan menunjukkan bukti pembayaran sebelumnya. Dengan kombinasi konsep budaya, nilai sejarah, sajian autentik Middle East, serta promo menarik, Kelana Rasa: Journey to the Middle East diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya untuk menikmati momen berbuka puasa Ramadan yang berbeda dan berkesan. informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan hubungi WhatsApp Reservation : +62 811-5736-406 Untuk melihat kegiatan sosial dan berita lain dari Grand Qin Hotel melalui halaman https://grandqinhotels.com/news/ Untuk melihat kegiatan sosial dan berita lain dari Grand Qin Hotel melalui halaman https://grandqinhotels.com/special-offers/ Sementara informasi resmi tentang hotel dapat dilihat di grandqinhotels.com

Pemprov Kalsel Dukung Pelatihan, Harapannya Hasilkan Pekebun Sawit M3 Nasional
Nasional
Kamis, 13 Juli 2023 | 19:40 WIB

Pemprov Kalsel Dukung Pelatihan, Harapannya Hasilkan Pekebun Sawit M3

Banjarbaru, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dukung Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan 1,2 dan 4 di Provinsi Kalimantan Selatan. Programnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit itu, kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan (ditjenbun), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) Training di Banjarbaru, pada Selasa (11/7) lalu. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimatan Selatan, Suparmi menjelaskan, Kalimantan Selatan telah banyak melakukan berbagai inovasi, seperti strategi pemberdayaan di sektor hulu dan memperkuat sektor hilir. Tujuan berbagai inovasi itu, untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing usaha perkebunan dan peternakan. Endingnya bagaiman masyarakat pekebun sawit dan peternak sejahtera. Di antara inovasi itu ujar Suparmi, bantuan berupa hibah alat, sarana produksi, bibit tanam, dan bibit ternak. Lalu, peningkatan fungsi intensifikasi dan pengembangan lahan sawit, meningkatkan produksi dan produktivitas, meningkatkan kinerja fungsi perbibitan, pakan ternak, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, serta meningkatkan kinerja fungsi pengolahan baik bidang perkebunan dan peternakan. Untuk pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan, salah satu upayanya dilakukan melalui peremajaan tanaman yang kurang produktif, tanaman tua dan/atau rusak dengan dukungan pengembangan SDM dan bantuan Sarana dan Prasarana (Sarpras), jelasnya. Hal itu tutur Suparmi, sejalan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016, berbunyi BPDPKS mempunyai tugas antara lain melakukan perencanaan dan penganggaran, penghimpunan, pengelolaan dan penyaluran penggunaan dana, penatausahaan dan pertanggungjawaban serta melakukan pengawasan dana peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR), pengembangan SDM, dan bantuan Sarpras. Untuk itu, diperlukan kerja keras semua baik melalui upaya meningkatkan koordinasi antar kabupaten dan kota dan provinsi serta pemilihan strategi yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan dengan tetap mengacu pada aturan yang ada dan tertib administrasi, imbaunya. Pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit dalam kerangka pendanaan BPDPKS difokuskan dua kegiatan, yakni pendidikan melalui pemberian beasiswa dan penguatan kelembagaan pendidikan yang diberikan kepada pekebun, keluarga pekebun, dan ASN yang bertugas di bidang kelapa sawit. Terus, kegiatan pelatihan kepada petani/pekebun. Kegiatan pelatihan diharapkan mampu menjadikan perkebunan Maju, Mandiri dan Modern (M3). "Mandiri maksudnya tidak selalu bergantung pada impor, sedang modern artinya pekebun menggunakan berbagai inovasi teknologi agar mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing produk," bebernya. Nah, soal pengembangan sawit melalui gerakan peningkatan produksi diharapkan mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan pangan asal perkebunan, meningkatkan ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahtaraan pekebun. Untuk mencapai target maka pengembangan komoditas perkebunan dibangun melalui pemenuhan kebutuhan benih tanaman yang berkualitas dan berkelanjutan, serta efisiensi budidaya tanaman perkebunan, sebutnya.