Banyuwangi

Sorotan terbaru dari Tag # Banyuwangi

Era Baru Budidaya Udang: FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Banyuwangi Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 13 Maret 2026 | 12:00 WIB

Era Baru Budidaya Udang: FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Banyuwangi

Banyuwangi, katakabar.com - Integrasi teknologi Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dari FisTx mulai diterapkan di tambak udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi ,Jawa Timur guna perkuat biosekuriti dan stabilitas kualitas air dalam budidaya udang modern. Ini sinyal penguatan industri udang Indonesia setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari tekanan harga global hingga risiko penyakit dalam budidaya. Momentum pemulihan ini dinilai perlu diikuti dengan penguatan teknologi budidaya serta peningkatan standar pengelolaan kualitas air tambak. Pengamat akuakultur nasional, Dr. Hasanuddin Atjo, menilai peningkatan daya saing industri udang Indonesia sangat bergantung pada konsistensi penerapan standar operasional budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat. “Industri udang Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menguat. Hal itu harus didukung dengan kalibrasi SOP yang konsisten, monitoring yang baik, serta teknologi yang mampu menjaga kualitas air tambak,” ujar Hasanuddin Atjo. Pengelolaan kualitas air sendiri menjadi faktor kunci dalam budidaya udang intensif. Stabilitas parameter air seperti oksigen terlarut, pH, serta tingkat mikroorganisme sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas udang dalam satu siklus budidaya. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi akuakultur nasional FisTx mengembangkan berbagai solusi pengolahan air tambak, salah satunya melalui teknologi elektrokimia Cakra Elektrolisis. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan proses elektrolisis untuk menghasilkan senyawa oksidator aktif seperti asam hipoklorit (HOCl) dari ion klorida yang secara alami terdapat dalam air laut. Senyawa tersebut dikenal efektif menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti Vibrio serta meningkatkan nilai oxidation-reduction potential (ORP) yang berperan penting dalam menjaga stabilitas kualitas air. CEO FisTx, Rico Wibisono, mengatakan penguatan sistem pengolahan air menjadi salah satu pendekatan penting dalam modernisasi tambak udang di Indonesia. “Kualitas air fondasi utama keberhasilan budidaya udang intensif. Melalui teknologi elektrolisis, kami ingin menghadirkan sistem pengolahan air yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan tambak yang lebih stabil dan aman bagi pertumbuhan udang,” kata Rico. Sebagai implementasi teknologi di lapangan, pada Maret 2025 FisTx mulai melakukan pemasangan sistem sterilisasi air terintegrasi di salah satu tambak budidaya udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi. Tambak ini memiliki sekitar 20 hingga 22 kolam budidaya, dengan luas kolam yang bervariasi mulai dari sekitar 2.500 meter persegi hingga 5.000 meter persegi per kolam. Skala tersebut memungkinkan penerapan sistem budidaya intensif dengan manajemen kualitas air yang lebih terkontrol. Di proyek ini, teknologi Cakra Elektrolisis digunakan bersamaan dengan sistem sterilisasi ultraviolet Baskara UV untuk menciptakan sistem perlindungan berlapis terhadap patogen dalam budidaya udang. Baskara UV memanfaatkan sinar ultraviolet untuk menonaktifkan mikroorganisme seperti bakteri dan virus pada air baku sebelum masuk ke dalam sistem tambak. Sementara, Cakra Elektrolisis menghasilkan senyawa oksidator aktif yang membantu menjaga kualitas air selama proses budidaya berlangsung. Integrasi kedua teknologi tersebut membentuk pendekatan multi-barrier biosecurity, yakni sistem perlindungan berlapis terhadap patogen yang semakin banyak diterapkan dalam budidaya udang modern. Menurut Rico, kombinasi teknologi sterilisasi fisik dan proses elektrokimia diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan stabilitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dalam pengelolaan kualitas air. Kabupaten Banyuwangi sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penting pengembangan budidaya udang vaname di Indonesia. Penerapan teknologi pengolahan air modern di kawasan Pantai Blimbingsari ini diharapkan dapat menjadi contoh transformasi teknologi tambak menuju sistem budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

PTPN I Siapkan Banyuwangi Model Kebun Kelapa Genjah Nasional Nasional
Nasional
Rabu, 19 November 2025 | 19:19 WIB

PTPN I Siapkan Banyuwangi Model Kebun Kelapa Genjah Nasional

Banyuwangi, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara di bawah PTPN III (Persero), terus memperkuat komitmen dukung Program Hilirisasi Perkebunan yang digagas Pemerintah Republik Indonesia. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, melakukan peninjauan langsung ke lokasi persiapan penanaman kelapa seluas 50 hektare di Regional 5, Banyuwangi, Jawa Timur, di pekan keempat Oktober 2025 lalu. Peninjauan dilakukan di Afdeling Sidomulyo Kampe, Kebun Pasewaran, yang ditetapkan sebagai kebun percontohan untuk pengembangan kelapa secara lebih luas di seluruh unit PTPN I. Di kunjungan tersebut, Teddy meninjau detail teknis persiapan, mulai dari jarak tanam, dimensi lubang, jenis pupuk, hingga aspek agronomis lainnya. Ia meminta penjelasan terkait karakteristik dan potensi varietas kelapa yang akan ditanam. Manajer Kebun Pasewaran, Ardi Arjasa, dalam laporannya menjelaskan demplot perdana akan menggunakan varietas kelapa genjah, yaitu Kelapa Merah Bali dan Entog Kebumen. Kedua varietas tersebut dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain cepat berbuah di usia 3-4 tahun, masa produktif hingga 25 tahun, potensi produksi tinggi, jumlah buah melimpah, serta kandungan santan yang lebih tinggi. “Jenis kelapa ini toleran di ketinggian hingga 500 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat sesuai untuk kondisi agroklimat di lokasi ini. Kami telah menyiapkan demplot seluas 50 hektare dan akan segera memulai tanam perdana,” kata Ardi. Usai melakukan peninjauan, Teddy menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap pengembangan komoditas kelapa ini. Ia menegaskan bahwa penanaman kelapa genjah merupakan langkah strategis yang sejalan dengan mandat hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian. “Kita pernah mengembangkan kelapa di beberapa unit, tetapi tidak berlanjut. Kini, kita memulai kembali sebagai respons atas kebutuhan pasar dan potensi ekonomi yang besar. Ini tindak lanjut dari Program Hilirisasi Perkebunan yang dicanangkan Presiden. Pastikan seluruh SOP agronomis dan teknis diimplementasikan sesuai standar,” tegas Teddy. Menurut Teddy, PTPN I, sebagai Subholding SupportingCo yang mengelola berbagai komoditas strategis seperti karet, kopi, kakao, kelapa, dan tembakau, berkomitmen untuk memperkuat nilai tambah produk perkebunan melalui diversifikasi dan hilirisasi. “Melalui pengembangan kelapa genjah ini, kami ingin mendorong terciptanya nilai tambah dari hasil perkebunan rakyat dan perusahaan. Kami berharap Kebun Pasewaran menjadi pusat percontohan budidaya dan inovasi kelapa di lingkungan PTPN I,” jelasnya. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menimpali program ini fondasi penting membangun rantai nilai industri kelapa yang terintegrasi di masa depan. “Penanaman kelapa genjah ini adalah fondasi hulu yang sangat penting dalam mensukseskan Hilirisasi Perkebunan Pemerintah. Komitmen PTPN I bukan hanya menanam, tetapi memastikan terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi sehingga kelapa dapat menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Setiap aset dan sumber daya PTPN I harus bekerja optimal dalam mendukung program nasional,” ucap Aris.

PTPP Tanam Ribuan Bibit Terumbu Karang di Banyuwangi, Wujud Nyata Lestarikan Ekosistem Laut Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 17 Agustus 2025 | 10:53 WIB

PTPP Tanam Ribuan Bibit Terumbu Karang di Banyuwangi, Wujud Nyata Lestarikan Ekosistem Laut

Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi penanaman 2.500 bibit terumbu karang di Grand Watu Dodol, Pantai Bangsring, Banyuwangi, Jawa Timur. Program konservasi ini dilakukan bersama tujuh perusahaan BUMN lainnya, yakni PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PERURI, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, BNI, dan Brantas Abipraya, dengan dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, BP3 Banyuwangi, Forkopimda Kecamatan Wongsorejo, serta kelompok masyarakat pesisir setempat. Bibit karang jenis Acropora Tenuis dan Montipora yang ditanam diharapkan dapat memulihkan keanekaragaman hayati laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Keberlanjutan bisnis hanya bisa berjalan apabila seiring dengan keberlanjutan lingkungan. Melalui program konservasi ini, kami berupaya mengembalikan fungsi ekosistem laut yang rusak sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi nelayan dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Sabtu siang. Kata Joko, program ini sejalan dengan komitmen PTPP dalam mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya Quality Education, No Poverty, dan Partnership for the Goals.

Wapres RI Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Kebun Jolondoro Banyuwangi Nasional
Nasional
Senin, 30 Juni 2025 | 23:00 WIB

Wapres RI Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Kebun Jolondoro Banyuwangi

Nusantara atau SGN, Mahmudi, menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas kebun Jolondoro menjadi bukti konkret keberhasilan kolaborasi antara perusahaan dan petani. “Kebun Jolondoro telah menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan, dari 69 ton per hektare pada 2023, naik menjadi 97 ton per hektare pada 2024, dan ditargetkan mencapai 114 ton per hektare pada 2025,” ucapnya.