Bukan Sekadar

Sorotan terbaru dari Tag # Bukan Sekadar

Bukan Sekadar Bangun Gedung, Ini Alasan Proyek Waringin Megah Bisa Lebih Cepat dan Aman Default
Default
Senin, 06 April 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Bangun Gedung, Ini Alasan Proyek Waringin Megah Bisa Lebih Cepat dan Aman

Jakarta, katakabar.com - Usung pilar “Humans Behind the Build”, Waringin Megah tempatkan tenaga kerja sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan. Di tengah kompleksitas industri konstruksi, Waringin Megah General Contractor menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh desain dan material, tetapi oleh manusia di baliknya, serta bagaimana keselamatan mereka dijaga secara konsisten. Tim yang bekerja di lapangan maupun di kantor berjalan dalam sistem koordinasi terstruktur, dengan pembagian peran yang jelas dan saling terintegrasi. Setiap area memiliki koordinator yang memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai target. Koordinator kantor berfokus pada operasional dan komunikasi internal, sementara koordinator proyek mengawal langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan mulai dari pengawasan hingga pengelolaan tim. Koordinasi rutin menjadi kunci. Melalui pertemuan mingguan lintas divisi yang dilakukan secara hybrid, seluruh progres, tantangan, dan strategi dibahas secara terbuka. Evaluasi mendalam juga dilakukan setiap dua minggu untuk memastikan proyek tetap berada di jalur yang tepat. Selain itu, setiap pekerjaan selalu diawali dengan identifikasi risiko yang terdokumentasi secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk mengantisipasi kendala lebih awal serta mengambil keputusan berbasis data yang akurat. Dalam menghadapi tantangan di lapangan, tim Waringin Megah mengedepankan problem solving yang terukur mengidentifikasi akar masalah dan menentukan solusi paling efisien tanpa mengorbankan kualitas. Pembelajaran dari setiap pengalaman menjadi bagian dari peningkatan kompetensi tim secara berkelanjutan. Di sisi lain, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Waringin Megah menerapkan standar HSE (Health, Safety, and Environment) secara konsisten di setiap proyek. “Proyek yang aman bukan berarti tanpa risiko, tetapi proyek yang mampu mengendalikan risiko dengan baik. Dengan penerapan yang konsisten mulai dari safety induction, penggunaan APD, hingga pengawasan rutin pekerjaan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien,” kata Joko Mariyanto, Manager K3 Waringin Megah General Contractor. Komitmen ini diwujudkan melalui briefing rutin, disiplin penggunaan Alat Pelindung Diri, serta pengawasan langsung di lapangan. Waringin Megah juga menanamkan budaya bahwa keselamatan kerja adalah tanggung jawab seluruh tim, bukan hanya fungsi K3. Dengan pendekatan yang berpusat pada manusia dan sistem kerja yang disiplin, Waringin Megah membuktikan bahwa di balik setiap proyek yang berhasil, ada tim yang bekerja dengan aman, terarah, dan penuh tanggung jawab.

Bukan Sekadar Jual-Beli Alat Tulis, Tokojadi Buka Ruang Promosi Gratis Bagi Pelanggan Ekonomi
Ekonomi
Senin, 12 Januari 2026 | 17:56 WIB

Bukan Sekadar Jual-Beli Alat Tulis, Tokojadi Buka Ruang Promosi Gratis Bagi Pelanggan

Karawang, katakabar.com - Melanjutkan semangat tahun akselerasi yang didasari nilai integritas. Lagi, Tokojadi luncurkan inisiatif baru berfokus pada pemberdayaan pelanggan. Melalui program "Tumbuh Bersama Tokojadi", kini setiap pelanggan setia memiliki kesempatan untuk mempublikasikan profil bisnis, kegiatan, maupun jasa mereka di laman resmi www.tokojadi.net/blog secara cuma-cuma. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi nyata Tokojadi terhadap para pelanggannya yang sebagian besar merupakan instansi swasta, Instansi Pemerintahan, perkantoran dan usaha lokal. Tokojadi menyadari di era digital ini, eksposur dan publikasi adalah salah satu tantangan terbesar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). "Kami tumbuh karena dukungan pelanggan. Oleh karena itu, kami ingin memberikan nilai lebih. Blog Tokojadi bukan lagi sekadar membahas seputar alat tulis kantor, melainkan kami wakafkan menjadi etalase bersama bagi produk dan jasa para pelanggan kami," ujar Suryono, pimpinan Tokojadi. Saling Mendukung, Saling Menguntungkan Program ini kedepankan prinsip simbiosis mutualisme. Dengan mempublikasikan profil pelanggan di situs Tokojadi, diharapkan jangkauan pasar pelanggan semakin luas melalui jejak digital yang positif. Persyaratan yang ditetapkan pun sangat sederhana, bertujuan untuk menjaga kualitas konten agar tetap informatif dan bermanfaat bagi pembaca luas. Program ini menjadi bukti nyata bahwa bagi Tokojadi, pelanggan adalah mitra sejajar dalam perjalanan bisnis. Integritas dan kepedulian sosial menjadi landasan utama bagi Tokojadi untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan mandiri, tetapi juga membantu komunitas sekitarnya untuk ikut naik kelas.

Pemulihan Aceh Bukan Sekadar Fisik Tapi Rasa Aman dan Nyaman Masyarakat Beraktivitas Penting Nasional
Nasional
Senin, 05 Januari 2026 | 14:14 WIB

Pemulihan Aceh Bukan Sekadar Fisik Tapi Rasa Aman dan Nyaman Masyarakat Beraktivitas Penting

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, pemulihan harus sentuh aspek psikologis, yakni mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat menjalani aktivitas harian. Hal tersebut diwujudkan Kementerian PU melalui percepatan pembangunan sumur bor air bersih di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat kehidupan sosial warga, seperti tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pasar, kantor pemerintahan, hingga Hunian Sementara (Huntara). “Masjid, sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketika air bersih tersedia di sana, warga bisa kembali beribadah dengan tenang, anak-anak bisa belajar dengan layak, dan risiko penyakit dapat dicegah,” ujar Dody Hanggodo. Ia menjelaskan, pemulihan fasilitas ini krusial untuk memastikan kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat segera bangkit kembali setelah masa tanggap darurat. Sejak 28 Desember 2025 lalu, Kementerian PU telah memulai pekerjaan pengeboran sumur bor air tanah di sejumlah lokasi ibadah dan fasilitas umum. Saat ini, satu titik telah fungsional, yakni di Masjid Simpang Lhee, di Kecamatan Manyak Payed, yang segera dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa rumah pompa dan MCK. Pembangunan ini dilaksanakan secara terintegrasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Lokasi-lokasi ini dipilih agar air bersih dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar (komunal), baik pada masa darurat maupun pemulihan jangka panjang. Berikut beberapa titik yang telah memasuki tahap pengeboran: 1. Di Kabupaten Aceh Tamiang: · Fasilitas Kesehatan: Puskesmas Karang Baru, Tamiang Hulu, Sekerak, Bandar Pusaka, Kuala Simpang, Rantau, Bendahara, dan Polindes Manyak Payed. · Fasilitas Umum & Ibadah: Pasar Manyak Payed, Masjid Babul Falah (Karang Baru), Masjid Al Ikhlas (Banda Mulia), Kantor Kecamatan Kuala Simpang, Huntara DPRK Aceh Tamiang, Ponpes Darul Muchlisin (Karang Baru), TK Nurul Ikhlas Telaga Muku II (Banda Mulia), dan Meunasah Meurandeh (Manyak Payed). 2. Di Kabupaten Pidie Jaya: Kompleks Dishub Pidie Jaya, Kompleks Perpustakaan dan Arsip, Meunasah Gampong Beurawang, Meunasah Balek, dan Meunasah Gampong Dayah Kruet. 3. Di Kabupaten Bener Meriah: Huntara Blang Rakal dan Huntara Tunyang. Dalam melakukan pengeboran sumur, Kementerian PU menerapkan pendekatan berbasis data hidrogeologi dan mitigasi risiko bencana. Kedalaman pengeboran bervariasi antara 60 hingga 82 meter, disesuaikan dengan hasil survei geolistrik untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan sumber air. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan tetap berfungsi pada kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi ekstrem. Secara keseluruhan, khusus untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU merencanakan pembangunan 47 titik sumur bor air baku yang tersebar di 30 lokasi pada 12 kecamatan. Rinciannya terdiri atas 14 titik sumur bor dangkal dan 33 titik sumur bor dalam. Setiap titik dirancang sebagai cadangan air bersih jangka menengah. Langkah ini berjalan seiring dengan penyediaan sarana pendukung darurat lain, seperti IPA Mobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air, yang telah beroperasi di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.