Coding Baru

Sorotan terbaru dari Tag # Coding Baru

LEAP Hadirkan Kurikulum Coding Baru  Cetak Inovator Digital Muda  Indonesia Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 21 Mei 2025 | 09:25 WIB

LEAP Hadirkan Kurikulum Coding Baru Cetak Inovator Digital Muda Indonesia

Surabaya, katakabar.com - Di tengah percepatan transformasi digital di berbagai sektor, kemampuan literasi digital dan coding menjadi salah satu kompetensi penting abad ke 21. Menyadari hal ini, LEAP Surabaya resmi luncurkan kurikulum baru bertajuk Leap Coding Class-Build Something Different, program pembelajaran berbasis proyek yang dirancang untuk mencetak digital creators muda yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi masa depan. Kurikulum anyar ini bagian dari langkah strategis LEAP perluas layanan pendidikan digitalnya. Berbeda dengan program sebelumnya yang menggunakan block-based coding seperti Scratch, kini siswa akan diajak masuk ke dunia text-based coding menggunakan bahasa pemrograman yang digunakan langsung dalam industri, seperti HTML, CSS, dan JavaScript. Bahkan, di tingkat lanjutan, siswa akan belajar mengembangkan proyek berbasis Artificial Intelligence (AI). “Anak-anak tidak hanya belajar mengenal kode, tapi mereka juga akan membangun sesuatu yang berbeda. Kami ingin mereka tumbuh sebagai pembuat, bukan hanya pengguna teknologi,” ujar Ika Asriani Yadin, S.E., C.A., Ak., M.M., Kepala Lembaga LEAP. Melalui kurikulum ini, kata Ika, kami percaya setiap anak bisa menjadi inovator digital sejak dini jika diberi platform yang tepat. "LEAP Coding Class menggunakan struktur bertingkat: Basic, Intermediate, dan Advanced. Di tingkat Basic, siswa diperkenalkan pada dasar-dasar pemrograman dan pembuatan halaman web interaktif," jelasnya. Di level Intermediate, sambung Ika, mereka akan membuat game berbasis web. Dan di tingkat Advanced, mereka akan membangun dan melatih model AI untuk proyek-proyek seperti pengenalan gambar, seni digital, atau simulasi berbasis machine learning. "Kurikulum ini dikembangkan bersama BSD Education, platform edukasi teknologi dari Amerika Serikat yang telah digunakan di lebih dari 20 negara, dan dipercaya oleh ribuan pendidik di seluruh dunia," tuturnya.