Luncurkan Beasiswa Rp20 Juta, Gerak Tumbuh Indobesia Komitmen Perlindungan Data Nasional
Nasional
Jumat, 10 April 2026 | 13:12 WIB

Luncurkan Beasiswa Rp20 Juta, Gerak Tumbuh Indobesia Komitmen Perlindungan Data

Jakarta, katakabar.com - Gerak Tumbuh Indonesia resmi meluncurkan Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 dengan bantuan pendidikan hingga Rp20 juta per semester. Program ini terbuka untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai SD hingga kategori umum, dengan komitmen pada transparansi pengelolaan data peserta. “Privasi dan keamanan data peserta adalah prioritas kami. Kami berkomitmen mengelola data dengan aman dan bertanggung jawab, hanya untuk keperluan program,” ujar tim Gerak Tumbuh Indonesia. Sebagai bentuk komitmen, Gerak Tumbuh Indonesia terapkan prinsip minimisasi data. Data yang dikumpulkan terbatas pada identitas dasar, data pendidikan, dan dokumen pendukung yang relevan untuk proses seleksi. “Kami tidak meminta data yang tidak perlu. Tidak ada permintaan akses media sosial, tidak ada kata sandi, dan tidak ada data biometrik. Yang kami butuhkan hanya informasi untuk menilai kelayakan beasiswa secara objektif,” jelas tim program. Data peserta tidak dibagikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan. Akses ke data dibatasi hanya untuk tim seleksi yang berwenang. Data yang terkumpul membantu kami meningkatkan kualitas program. Peserta dapat menghubungi halo@geraktumbuh.id kapan saja untuk koreksi data atau pertanyaan terkait privasi. Kami memahami pentingnya keamanan dalam mendaftar program beasiswa. Berikut beberapa hal yang bisa membantu mengenali program yang kredibel: “Kami ingin Gen Z Indonesia lebih waspada dan mampu membedakan program yang kredibel dari yang tidak,” tambah tim Gerak Tumbuh. Sebagai inisiatif baru, Gerak Tumbuh memahami pentingnya membangun kepercayaan. Peserta dapat memverifikasi informasi program melalui saluran resmi kami di geraktumbuh.id, @geraktumbuh.id, dan halo@geraktumbuh.id. Tentang Program Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 menawarkan bantuan pendidikan senilai hingga Rp20 juta per semester untuk mendukung biaya pendidikan dan pengembangan diri Gen Z Indonesia dari berbagai jenjang. Pendaftaran dibuka mulai 1 April 2026. Kuota terbatas dan dapat ditutup lebih awal jika kuota terpenuhi. Daftar Sekarang: 📝 Formulir pendaftaran: geraktumbuh.id/daftar 📖 Panduan lengkap & FAQ: geraktumbuh.id Jangan lewatkan kesempatan ini! Semua jenjang pendidikan berhak mendaftar.

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jakarta, katakabar.com - Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional. “Perdagangan baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu, penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pasar Baja Global Semakin Tertutup Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara. Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ), serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor. Selain tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui mekanisme sertifikat karbon. Menurut Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. Risiko Tekanan Impor di Pasar Domestik Dalam situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat, produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih terbuka, termasuk Asia Tenggara. Tekanan tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang semakin ketat di dalam negeri. Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Pasar Emas Berhati-hati Menjelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS Internasional
Internasional
Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:02 WIB

Pasar Emas Berhati-hati Menjelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan Emas (XAU/USD) global menunjukkan pelemahan terbatas pada perdagangan terkini, menyusul rilis sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang mencerminkan perbaikan aktivitas bisnis dan ketahanan pasar tenaga kerja. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi setelah reli kuat sebelumnya. Meski demikian, arah utama pergerakan Emas (XAU/USD) masih berada dalam jalur bullish. Di perdagangan Rabu (7/1), harga Emas terkoreksi hampir satu persen setelah sempat mencatatkan level tertinggi terbarunya. Emas kemudian bergerak di sekitar area $4.465, seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi AS. Data ekonomi yang lebih solid membuat sebagian investor mengurangi kepemilikan aset safe-haven dalam jangka pendek, sehingga memicu aksi ambil untung di pasar logam mulia. Meski mengalami koreksi, menurut Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan sinyal teknikal emas masih menunjukkan kecenderungan positif. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan pergerakan indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tekanan beli belum sepenuhnya melemah. Kondisi ini membuka peluang bagi XAU/USD untuk kembali menguat apabila sentimen pasar berbalik mendukung. Dalam proyeksi jangka pendek, harga Emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area $4.520 jika momentum bullish kembali menguat. Sebaliknya, bila tekanan jual berlanjut, maka area $4.432 diperkirakan menjadi zona penurunan terdekat yang akan diuji pasar. Di sesi perdagangan Asia hari Kamis (8/1), harga Emas kembali bergerak melemah mendekati area $4.450. Pelemahan ini terjadi di tengah berkurangnya kekhawatiran geopolitik dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Aksi ambil untung dinilai sebagai faktor utama yang membatasi pergerakan harga, terutama setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. Fokus pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS bulan Desember yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Data tersebut dipandang krusial karena dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, peluang pelonggaran kebijakan moneter akan kembali menguat, yang secara historis cenderung mendukung harga Emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi logam mulia dalam jangka pendek. Sementara, indikator ekonomi lainnya menunjukkan gambaran yang beragam. PMI Jasa ISM tercatat meningkat, mencerminkan ekspansi aktivitas sektor jasa AS, dengan subindeks ketenagakerjaan kembali ke zona ekspansi. Tetapi, laporan JOLTS memperlihatkan penurunan jumlah lowongan pekerjaan, yang menandakan adanya pendinginan bertahap di pasar tenaga kerja. Kombinasi data ini menciptakan ketidakpastian arah pasar dalam jangka pendek. Dengan latar belakang tersebut, Andy Nugraha menilai pergerakan harga emas ke depan masih akan diwarnai volatilitas. Selama struktur tren bullish tetap terjaga dan harga mampu bertahan di atas area support kunci, potensi penguatan dinilai masih terbuka, meskipun pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi menunggu katalis berikutnya dari data ekonomi AS.

Audit Pajak PT PMA di Era Pengawasan Berbasis Data Nasional
Nasional
Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:00 WIB

Audit Pajak PT PMA di Era Pengawasan Berbasis Data

Jakarta, katakabar.com - Kurun beberapa tahun terakhir, perusahaan penanaman modal asing (PT PMA) di Indonesia beroperasi di bawah lanskap perpajakan yang semakin berbasis data dan analisis risiko. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tidak lagi mengandalkan pendekatan acak dalam pemeriksaan, melainkan memanfaatkan sistem Compliance Risk Management (CRM), integrasi data lintas instansi, serta pelaporan digital yang semakin rinci. Bagi investor asing, perubahan ini menggeser audit pajak dari peristiwa yang jarang terjadi menjadi risiko kepatuhan yang perlu dikelola secara strategis. Penting untuk dipahami bahwa audit pajak di Indonesia bukanlah hukuman, melainkan instrumen pengawasan. Tegapi, bagi PT PMA yang umumnya memiliki transaksi lintas negara, struktur grup, dan pola pembiayaan yang lebih kompleks, probabilitas untuk masuk radar pemeriksaan memang lebih tinggi. Hal ini bukan semata karena status asing, melainkan karena karakteristik bisnis yang secara alami membawa indikator risiko tertentu. Salah satu pemicu paling konsisten adalah permohonan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap klaim pengembalian PPN melalui mekanisme restitusi reguler wajib diaudit sebelum dana dikembalikan. Bagi PT PMA di sektor manufaktur, ekspor, atau industri dengan impor tinggi, kondisi kelebihan PPN masukan adalah hal yang lazim. Namun, audit dalam konteks ini bersifat prosedural, bukan karena dugaan pelanggaran. Meski demikian, temuan administratif kecil, seperti ketidaksesuaian faktur pajak atau perbedaan periode pelaporan dapat berujung pada penyesuaian atau penundaan restitusi. Di luar PPN, isu transfer pricing menjadi area pengawasan yang semakin dominan. Transaksi dengan pihak afiliasi, baik dalam bentuk penjualan barang, jasa manajemen, royalti, maupun pembiayaan intra-grup, menuntut pembuktian bahwa harga yang digunakan mencerminkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (arm's length principle). DJP secara aktif membandingkan margin dan rasio keuangan PT PMA dengan tolok ukur industri. Ketika perusahaan menunjukkan pola kerugian berulang atau margin yang menyimpang signifikan tanpa justifikasi yang kuat, risiko audit meningkat secara substansial. Dokumentasi transfer pricing berperan krusial dalam konteks ini. Ketiadaan atau keterlambatan penyusunan Master File dan Local File sering kali dipandang sebagai sinyal lemahnya tata kelola pajak. Bahkan ketika transaksi sebenarnya wajar secara komersial, kegagalan mendokumentasikannya dengan benar dapat membuka pintu pemeriksaan lebih mendalam. Aspek lain yang kerap memicu perhatian adalah ketidaksesuaian antara laporan keuangan dan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak. Selisih besar antara laba akuntansi dan laba fiskal bukanlah hal terlarang, tetapi memerlukan rekonsiliasi yang jelas dan terdokumentasi. Dalam sistem DJP yang semakin terintegrasi, perbedaan tanpa penjelasan memadai mudah terdeteksi dan dikategorikan sebagai anomali risiko. Tidak kalah penting adalah kewajiban pemotongan dan pemungutan pajak. PT PMA umumnya berhadapan dengan PPh Pasal 21, 23, dan 26, terutama terkait gaji ekspatriat, jasa pihak ketiga, serta pembayaran ke luar negeri. Kesalahan klasifikasi objek pajak, tarif, atau ketepatan waktu setor sering kali menjadi pintu masuk audit, karena DJP dapat mencocokkan data pemotongan dengan laporan pihak lain dan transaksi lintas batas. Dalam banyak kasus, proses audit diawali dengan SP2DK (Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan). Surat ini bukan audit, tetapi permintaan klarifikasi. Tetapi, pengalaman menunjukkan bahwa respons yang tidak lengkap, terlambat, atau defensif justru meningkatkan kemungkinan pemeriksaan formal. Dengan jangka waktu klarifikasi yang terbatas dan cakupan tahun pajak hingga lima tahun ke belakang, SP2DK seharusnya diperlakukan sebagai peringatan awal yang serius. Audit juga kerap muncul dalam momen-momen korporasi strategis, seperti merger, akuisisi, restrukturisasi, atau likuidasi. Dalam konteks ini, DJP berkepentingan memastikan seluruh kewajiban pajak telah diselesaikan sebelum perubahan struktur atau penutupan entitas. Bagi investor, hal ini menegaskan bahwa kepatuhan pajak bukan hanya isu operasional, tetapi juga faktor penting dalam perencanaan transaksi dan exit strategy. Melihat pola tersebut, semakin banyak PT PMA mulai memandang kesiapan audit (audit readiness) sebagai bagian dari manajemen risiko. Pendekatan ini menekankan dokumentasi yang rapi, konsistensi pelaporan, serta respons yang terstruktur terhadap permintaan otoritas pajak. Di titik inilah peran penasihat profesional menjadi relevan, bukan untuk “menghindari” audit, tetapi untuk memastikan perusahaan siap menghadapinya. Pada praktiknya, konsultan seperti CPT Corporate kerap dirujuk oleh investor asing untuk membantu menilai profil risiko pajak, menyiapkan dokumentasi, dan mendampingi komunikasi dengan otoritas. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan PT PMA untuk menjaga kepatuhan tanpa mengorbankan fokus pada kegiatan bisnis inti, khususnya dalam konteks layanan perpajakan dan kepatuhan perusahaan yang semakin kompleks. Ke depan, arah kebijakan DJP menunjukkan bahwa pengawasan berbasis data akan terus diperkuat. Bagi PT PMA, memahami pemicu audit bukan soal mencari celah, melainkan membaca sinyal kebijakan dan menyesuaikan tata kelola internal. Dalam iklim seperti ini, transparansi, dokumentasi, dan kesiapan menjadi aset strategis yang sama pentingnya dengan modal dan pasar.

Mengenal Fusaka, Terobosan Jaringan Ethereum Stabilkan Biaya dan Perluas Kapasitas Data Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 07 Desember 2025 | 08:30 WIB

Mengenal Fusaka, Terobosan Jaringan Ethereum Stabilkan Biaya dan Perluas Kapasitas Data

Jakarta, katakabar.com - Harga Ethereum (ETH) baru-baru ini mencatat lonjakan signifikan, melampaui batas psikologis $3.100 pada awal pekan ini, Peningkatan harga yang terjadi ini beriringan dengan aktivasi sukses dari pembaruan besar jaringan Ethereum, yang dikenal sebagai Fusaka. Pembaruan ini langkah penting yang dilakukan Ethereum untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensinya. Salah satu hasil paling krusial dari Fusaka adalah membuat transaksi di jaringan Layer 2 ini menjadi lebih lancar dan terjangkau. Fusaka juga memberikan perbaikan penting pada sistem penentuan biaya penggunaan data atau blob di Ethereum. Sebelumnya, biaya ini hampir tidak ada, yang menyebabkan L2 menggunakan data jaringan secara gratis. Situasi ini tidak sehat dan tidak berkelanjutan untuk jangka panjang. Dengan Fusaka, sistem biaya diperbaiki agar lebih adil dan stabil. Hasilnya, meskipun terlihat seperti peningkatan biaya, sesungguhnya ini adalah pengenalan harga yang stabil dan rendah untuk memastikan kesehatan jaringan. Bagi pengguna, perubahan ini tidak akan menyebabkan lonjakan tiba-tiba pada biaya transaksi L2 sebaliknya, ini menjamin bahwa biaya akan tetap dapat diprediksi dan terjangkau di masa depan. Inti dari peningkatan Fusaka adalah pengenalan PeerDAS, sebuah terobosan fundamental dalam rencana penskalaan jangka panjang Ethereum yang memungkinkan jaringan Ethereum untuk mengelola data dalam jumlah yang jauh lebih besar tanpa membebani operator yang menjalankan jaringan. Dengan kata lain, Fusaka membuka jalan bagi Ethereum untuk meningkatkan skala secara nyata dan mempersiapkannya untuk masa depan. Ketersediaan ruang data yang lebih besar dan efisien ini memberikan dasar yang kuat bagi pengembang untuk membangun aplikasi canggih mulai dari layanan keuangan baru hingga permainan online yang kompleks. Secara keseluruhan, pembaruan Fusaka ini memperkuat fondasi Ethereum, memastikan sistem biaya yang lebih stabil, dan menempatkan jaringan pada jalur yang tepat untuk mewujudkan potensi pertumbuhan penuhnya di tahun-tahun mendatang. Di sisi lain, Bittime sebagai crypto exchange lokal memandang bahwa pembaruan Fusaka ini sebagai dorongan positif yang penting bagi seluruh ekosistem aset kripto. Kemampuan Ethereum untuk menangani transaksi dalam volume besar dengan biaya yang lebih rendah akan meningkatkan likuiditas di pasar aset kripto dan memudahkan transfer aset. Peningkatan ini menunjukkan kedewasaan dan komitmen pengembang Ethereum untuk terus berinovasi dan berkembang, hal tersebut merupakan sinyal baik bagi para investor jangka panjang. Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Setelah Reli Panjang, Harga Emas Melemah ke $4.054 per Ons Jelang Rilis Data Inflasi AS Ekonomi
Ekonomi
Senin, 27 Oktober 2025 | 09:04 WIB

Setelah Reli Panjang, Harga Emas Melemah ke $4.054 per Ons Jelang Rilis Data Inflasi AS

Jakarta, katakabar.com - Harga emas kembali melemah mendekati level terendah dalam dua minggu terakhir setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam lima tahun pada sesi sebelumnya Kamis (23/1). Aksi ambil untung investor menjadi pemicu utama koreksi ini, seiring pasar bersiap menanti rilis data inflasi utama Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya. Harga emas spot tercatat turun 1,7 persen menjadi $4.054 per ons pada pukul 13.42 waktu New York, setelah sempat menguat hingga $4.161 per ons di awal sesi. Pergerakan ini menunjukkan sikap hati-hati pelaku pasar setelah reli panjang yang membawa emas menembus rekor baru bulan lalu, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. Menurut analis pasar, penurunan harga emas kali ini wajar terjadi setelah lonjakan harga signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Investor yang telah menikmati keuntungan dari reli panjang cenderung menutup posisi menjelang publikasi data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi tersebut diperkirakan menjadi indikator penting untuk menentukan seberapa cepat Federal Reserve (The Fed) dapat mulai memangkas suku bunga acuan. Jika inflasi masih menunjukkan tren yang kuat, maka peluang pemangkasan suku bunga akan semakin kecil, dan hal ini biasanya memberikan tekanan terhadap harga emas, karena imbal hasil obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan aset non-yield seperti emas. “Pasar sedang berada di fase 'wait and see'. Banyak investor yang mengunci keuntungan lebih dulu karena khawatir angka inflasi bisa membuat The Fed kembali bersikap hawkish,” kata analis komoditas senior di TD Securities, Bart Melek. Selain aksi ambil untung, pelemahan emas juga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields). Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sementara imbal hasil obligasi yang meningkat menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Ups! Mayoritas Petani Sawit Belum Punya Data Geolokasi dan Dokumen Sah Sawit
Sawit
Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:51 WIB

Ups! Mayoritas Petani Sawit Belum Punya Data Geolokasi dan Dokumen Sah

Jakarta, katakabar.com - Para petani kecil kelapa sawit Indonesia menghadapi regulasi baru Uni Eropa (UE) sepertinya masih jauh dari memadai. Soalnya mayoritas petani belum punya data dasar, seperti titik koordinat kebun dan dokumen usaha yang sah. Padahal hal itu jadi syarat utama agar sawit Indonesia tetap bisa masuk ke pasar Eropa. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Afaqa Hudaya, menyatakan kondisi ini memprihatinkan. Berdasarkan data yang ia paparkan, sekitar 69 persen petani kecil belum mengetahui titik koordinat kebun mereka (geolokasi), sementara 67 persen belum memiliki Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan (STD-B) yang masih berlaku. “Memang 83 persen petani sudah punya bukti kepemilikan lahan, tapi validitas administratif dan pemetaan spasial untuk traceability masih sangat terbatas,” ujar Afaqa saat diskusi publik bertajuk “Memperkuat Daya Saing Petani Kecil dalam Kerangka EUDR untuk Sawit Berkelanjutan” yang ditaja INDEF secara daring, Selasa (14/10) kemarin. Regulasi yang dimaksud Afaqa, dilansir dari laman EMG, Rabu (15/10), European Union Deforestation Regulation (EUDR). Aturan ini mewajibkan setiap produk pertanian, termasuk kelapa sawit, terbukti bebas dari deforestasi dan memiliki data asal-usul yang jelas sebelum bisa diimpor ke Uni Eropa. Masalahnya, sebagian besar petani kecil belum punya kemampuan teknis maupun dukungan kelembagaan untuk memenuhi persyaratan tersebut. “Kondisi ini menggambarkan lemahnya kesiapan teknis dan kelembagaan petani kecil dalam memenuhi tuntutan legalitas dan keterlacakan,” jelasnya. Afaqa mengingatkan, petani kecil merupakan bagian penting dari rantai pasok sawit nasional. Bila tidak segera dibenahi, mereka bisa tersingkir dari pasar ekspor karena dianggap tidak memenuhi standar keberlanjutan. “Kalau petani kecil tidak difasilitasi untuk menyesuaikan diri, mereka akan kehilangan akses ke pasar internasional,” ucapnya. Kondisi ini bisa berdampak serius terhadap pendapatan petani dan kestabilan pasokan bahan baku industri minyak sawit dalam negeri. Menurut Afaqa, petani kecil merupakan bagian penting dari rantai pasok sawit nasional. Bila tidak segera dibenahi, mereka bisa tersingkir dari pasar ekspor karena dianggap tidak memenuhi standar keberlanjutan.

Data Ekonomi Paling Mempengaruhi Pergerakan Forex: Dari PMI Hingga NFP Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 08 Agustus 2025 | 10:08 WIB

Data Ekonomi Paling Mempengaruhi Pergerakan Forex: Dari PMI Hingga NFP

Jakarta, katakabar.com - NFP, PMI, CPI, suku bunga, dan GDP adalah lima data ekonomi yang paling memengaruhi pasar forex. Pemahaman terhadap data ini membantu trader memprediksi arah pasar dengan lebih akurat. Platform KVB Indonesia menyediakan semua tools yang dibutuhkan untuk menghadapi rilis data ekonomi dengan strategi yang tepat. Dalam dunia trading forex, pergerakan harga tidak hanya ditentukan oleh grafik dan indikator teknikal, tapi juga oleh berbagai data ekonomi yang dirilis secara berkala oleh pemerintah atau lembaga independen. Trader yang paham cara membaca dan mengantisipasi rilis data ini akan memiliki keunggulan dibandingkan yang hanya mengandalkan teknikal semata. Berikut ini beberapa indikator ekonomi utama yang sangat memengaruhi pasar forex. 1. Non-Farm Payrolls (NFP) NFP adalah salah satu data ekonomi paling berdampak dalam kalender ekonomi global. Dirilis setiap bulan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, data ini mencerminkan jumlah pekerjaan baru (di luar sektor pertanian) yang tercipta. Jika data aktual jauh dari ekspektasi pasar, volatilitas bisa meningkat drastis terutama pada pasangan mata uang yang melibatkan USD seperti EUR/USD, GBP/USD, atau USD/JPY. Baca Juga: Mengenal Rilis Non-Farm Payroll dan Dampaknya terhadap Forex 2. PMI (Purchasing Managers' Index) PMI mencerminkan kondisi sektor manufaktur dan jasa berdasarkan survei terhadap para manajer pembelian. PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi ekonomi, sedangkan di bawah 50 menandakan kontraksi. Indeks ini menjadi indikator awal kesehatan ekonomi dan sangat memengaruhi mata uang negara bersangkutan, terutama jika rilisnya mengejutkan pasar.

Indorack Hadirkan Smart Integrated Rack, Inovasi Micro Data Center Modern Default
Default
Kamis, 31 Juli 2025 | 19:00 WIB

Indorack Hadirkan Smart Integrated Rack, Inovasi Micro Data Center Modern

Jakarta, katakabar.com - Indorack, perusahaan penyedia network cabinet terkemuka di Indonesia, resmi luncurkan produk terbaru mereka, Smart Integrated Rack, di akhir pekan pertama Mei 2025 lalu. Produk ini inovasi rak server yang mengintegrasikan berbagai sistem kritikal dalam satu unit. Smart Integrated Rack jadi langkah strategis Indorack jawab gangguan layanan akibat kelistrikan dan cooling, yang menurut Uptime Institute Annual Outage Analysis 2024, dua faktor tersebut masih menjadi penyebab utama outage di data center global. “Harapannya dengan kehadiran produk ini, data center di Indonesia dapat menekan risiko gangguan sekaligus mengoptimalkan operasional harian. Kehadiran Smart Integrated Rack juga adalah wujud komitmen Indorack dalam menghadirkan inovasi yang adaptif untuk mendukung kebutuhan digitalisasi di berbagai sektor,” ujar Ibnu Hasan, Sales Manager Indorack. Fitur unggulan Smart Integrated Rack meliputi: Power Stability & Management: Dilengkapi built-in Power Management Unit, unit UPS, dan power protection. Environment Control: Menyediakan sistem pengendalian suhu terintegrasi dengan air conditioning, sensor suhu dan kelembaban, sensor kebocoran air, hingga smoke detection. Safety: Mencakup sistem pemadam api otomatis, emergency alarm, emergency exhaust fan yang bekerja adaptif sesuai kondisi, serta smart lock door berbasis PIN dan kartu RFID.

Harga Emas Menguat, Fokus Pasar Tertuju pada Data NFP AS Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 02 Juli 2025 | 10:02 WIB

Harga Emas Menguat, Fokus Pasar Tertuju pada Data NFP AS

Jakarta, katakabar com - Harga emas atau XAU/USD mengalami penguatan di awal pekan ini, dipicu pelemahan Dolar Amerika Serikat, serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven menjelang dirilisnya sejumlah data ekonomi penting dari AS, termasuk laporan Nonfarm Payrolls atau NFP yang menjadi sorotan utama pasar. Pada perdagangan Senin (30/6), harga emas tercatat menguat 0,58 persen, seiring melemahnya Dolar AS yang bergerak di sekitar titik terendah sejak Februari 2022. Melemahnya mata uang AS tersebut tak lepas dari meningkatnya ketidakpastian politik di 'Negeri Paman Sam', menyusul spekulasi terkait rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang diperkirakan umumkan calon Ketua Federal Reserve baru pada September atau Oktober 2025 mendatang. Situasi ini memicu kecemasan di pasar, mendorong investor untuk melirik emas sebagai aset perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi. Memasuki Selasa (1/7), harga emas masih stabil di kisaran $3.300-an per troy ounce, dengan posisi terakhir berada di level $3.292, meski sebelumnya sempat turun ke level terendah harian di $3.246. Jika dilihat dari performa bulanan, harga emas diprediksi akan menutup bulan Juni dengan kenaikan tipis sekitar 0,18 persen. Menurut analisis, Andy Nugraha dari Dupoin Futures Indonesia, secara teknikal pergerakan harga emas masih terjaga di jalur yang positif meski dibayangi berbagai ketidakpastian global. "Dari sisi teknikal, pola candlestick menunjukkan sinyal bullish yang diperkuat dengan pergerakan indikator Moving Average yang mulai mengarah ke atas. Ini membuka peluang bagi lanjutan tren penguatan pada XAU/USD," jelas Andy. Ia menjelaskan, tekanan terhadap Dolar AS serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi faktor yang menopang harga emas. Tercatat, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun tiga basis poin ke level 4,242 persen, sementara imbal hasil riil AS juga terkoreksi ke kisaran 1,952 persen. Tapi, Andy mengingatkan pergerakan harga emas masih sangat mungkin mengalami volatilitas, terutama menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya laporan NFP yang dijadwalkan keluar pada akhir pekan ini. "Laporan NFP menjadi indikator krusial untuk memetakan arah kebijakan suku bunga The Fed. Jika data ketenagakerjaan menunjukkan pelemahan, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga akan meningkat dan membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan tren bullish," ucap Andy.