Dikembangkan

Sorotan terbaru dari Tag # Dikembangkan

Cuncun: Festival Perang Air Harus Terus Dikembangkan Dukung Keberagaman dan Ekonomi Lokal Riau
Riau
Minggu, 02 Februari 2025 | 18:01 WIB

Cuncun: Festival Perang Air Harus Terus Dikembangkan Dukung Keberagaman dan Ekonomi Lokal

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Perayaan Imlek 2025 di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, semakin semarak dengan rangkaian acara spektakuler, yakni Festival Perang Air (Cian Cui), Carnival Night, dan Festival Lampion. Acara tahunan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tapi berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan promosi pariwisata daerah. Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Cuncun, SH, M.Si menegaskan, festival ini diantara program prioritas yang terus ia perjuangkan. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga strategi efektif untuk mendorong sektor pariwisata, UMKM, perhotelan, transportasi, dan kuliner di Kepulauan Meranti.

Periset BRIN Kembangkan Limbah Sawit Untuk Diagnosa Emboli Paru Tekno
Tekno
Kamis, 18 Januari 2024 | 19:18 WIB

Periset BRIN Kembangkan Limbah Sawit Untuk Diagnosa Emboli Paru

Jakarta, katakabar.com - Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri BRIN, Indra Saptiama menjelaskan penegakan diagnosa yang tepat sangat penting bagi pasien yang diduga mengalami emboli paru, agar dapat dilakukan stratifikasi risiko dan pengobatan yang tepat kepada pasien. Berangkat dari situ, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit untuk diagnosa emboli paru. "Emboli paru adalah kondisi penyumbatan darah di paru-paru yang bisa menyebabkan kematian jaringan," ujar Indra lewat keterangan resmi saat Monitoring dan Evaluasi Grant Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit, dilansir dari laman medcom.id, pada Kamis (18/1). Menurutnya, pencitraan paru sebagai salah satu pencitraan ventilasi menggunakan nano aerosol karbon bertanda 99mTc yang dihasilkan dari generator komersial. Penggunaan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan aerosol karbon subsititusi bakal memberi nilai tambah secara komersial. "Tahapan riset yang dilakukan mulai dari pembuatan nanopartikel kelapa sawit, terus melakukan formulasi serbuk pembawa nanopartikel karbon dan penandaan Tc-99m pada nanopartikel karbon, serta uji cellular uptake pada sel kanker dan normal paru-paru, didapatkan pada sel kanker lebih banyak mengikat karbon dibandingkan dengan sel normal," ulasnya. Lantaran komposisi lipid yang lebih besar pada sel kanker dan penandaan nanopartikel karbon dengan 99mTc sudah sangat baik dengan perolehan persentasi penandaan sebesar 96,69 persen dengan kemurnian radiokimia diatas 99 persen. Jadi, Indra berencana melakukan optimasi lebih lanjut untuk memperoleh ukuran partikel karbon kelapa sawit yang lebih baik. Salah satunya dengan cara mengoptimasi parameter spray-dry. Selain itu, Indra melakukan pengujian sitotoksisitas in vitro untuk menguji keamanan nanopartikel karbon lebih lanjut untuk pengujian pada hewan coba. Ini untuk mengetahui pencitraan ideal pada organ paru-paru dan efeknya pada organ lain, meliputi uji biodistribusi dan uji clearance. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Zaid Burhan Ibrahim menimpali, penelitian yang diusulkan dapat mencapai keluaran sesuai dengan yang dijanjikan, dan tepat waktu agar memberikan manfaat langsung untuk kemajuan industri kelapa sawit di Indonesia.

Sisi Hulu Pemuliaan Kelapa Sawit Terus Dikembangkan Nasional
Nasional
Jumat, 06 Oktober 2023 | 09:53 WIB

Sisi Hulu Pemuliaan Kelapa Sawit Terus Dikembangkan

Palangkaraya, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah kembangkan pemuliaan tanaman kelapa sawit guna menghasilkan bibit unggul. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman menjelaskan, pemuliaan tanaman kelapa sawit mesti terus dikembangkan agar menghasilkan bibit unggul. "Di sisi hulu, kita sudah kembangkan pemuliaan tanaman kelapa sawit guna menghasilkan bibit unggul," ujar Eddy lewat keterangan resmi, dilansir dari laman borneonews.co.id, pada Jumat (6/10). Kata Eddy, bibit yang unggul so pasti bakal dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Untuk itu, jelas Eddy, kita bikin pengembangan produk pangan dan pakan bernutrisi tinggi berbasis kelapa sawit. Ini masih sisi hulu Tidak hanya itu, beber Eddy, kajian sosial ekonomi terus dikembangkan melalui studi di lingkungan perkebunan, pekerja di industri kelapa sawit dan kajian sertifikasi demi mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan dan mendukung sirkular ekonomi. "BPDPKS melakukan berbagai upaya itu, harapannya dapat terus memberikan kontribusi yang maksimal," tegasnya. Tentang kontribus yang dilakukan, sambung Eddy, berupa mensupport program-program yang diamanatkan, seperti penelitian sedang dan bakal dilaksanakan untuk dimanfaatkan industri kelapa sawit, pemerintah dan masyarakat. Hal itu, sebut Eddy, sebagai acuan atau pedoman pengembangan industri kelapa sawit dan produk-produk turunannya serta pengambilan kebijakan keberlanjutan industri sawit yang lebih baik ke depan.