Dinamika

Sorotan terbaru dari Tag # Dinamika

BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 24 Maret 2026 | 14:09 WIB

BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara

Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tegaskan komitmen untuk menjaga kinerja pembiayaan alat berat tetap stabil di tengah berkembangnya wacana penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara tahun 2026. Perseroan melihat dinamika tersebut merupakan bagian dari siklus perencanaan di industri pertambangan yang masih berada dalam koridor wajar. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan hingga saat ini belum terdapat indikasi signifikan yang mengarah pada penundaan maupun ekspansi pembiayaan alat berat. Permintaan dari sektor ini dinilai tetap menunjukkan tren yang positif, khususnya dari pelaku usaha dengan fundamental bisnis yang kuat dan berorientasi jangka panjang. “Permintaan pembiayaan alat berat masih berjalan dengan baik, terutama dari sektor-sektor produktif yang memiliki daya tahan bisnis yang solid. Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembiayaan di segmen ini,” cerita Wahyudi. Untuk menjaga kualitas pertumbuhan, sambungnya, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential principle) dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan manajemen risiko yang disiplin serta selektif dalam menentukan portofolio, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan usaha debitur. Sejalan dengan itu, ucapnya, BRI Finance juga terus mencermati perkembangan kebijakan serta dinamika industri guna memastikan strategi bisnis tetap adaptif dan relevan. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan arah kebijakan yang ada, BRI Finance memproyeksikan pembiayaan alat berat hingga akhir tahun 2026 akan tetap berada pada level yang stabil. Perseroan akan memfokuskan pembiayaan pada sektor-sektor dengan prospek positif guna mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Sebagai gambaran kinerja, hingga awal tahun 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh signifikan sebesar 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan kontribusi terhadap total portofolio mencapai 20,17%. Capaian ini mencerminkan kuatnya permintaan serta posisi strategis segmen alat berat dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Jelang Dinamika Bitcoin Terhadap CPI Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 13 Maret 2026 | 09:00 WIB

Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Jelang Dinamika Bitcoin Terhadap CPI

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto mengawali pekan ini dengan tren positif yang mencatatkan penguatan harga, jelang Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat 2026. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange usung Trustworthy, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Menurut data dari CoinPedia, pasar aset kripto telah menunjukkan reaksi yang kuat terhadap data inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Di mana, pada 13 Februari 2026 lalu, ketika CPI Januari tercatat sebesar 2,4 persen, sedikit di bawah ekspektasi, bertepatan dengan aset Bitcoin ($BTC) yang melonjak sekitar 5 persen, naik dari titik terendah harian $65.889 menjadi hampir $70.500. Di saat yang sama, Ethereum ($ETH) dan XRP ($XRP) juga bereaksi kuat. Kedua koin tersebut naik sekitar 5 persen hingga 8 persen dalam satu hari, dengan $ETH bergerak di atas $2.100 dan $XRP diperdagangkan di dekat $1,55. Sekarang, data CPI Februari diperkirakan akan mencapai 2,5 persen, sedikit lebih tinggi dari angka Januari sebesar 2,4 persen. Karena itu, para trader mengamati dengan cermat bagaimana pasar akan bereaksi kali ini. Consumer Price Index (CPI) merilis Meskipun inflasi menunjukkan tren yang mulai mereda secara perlahan, angka tersebut masih berada di atas target ideal Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed sebesar 2 persen. Lebih lanjut, situasi ini menciptakan dilema kebijakan moneter, di mana The Fed kemungkinan besar akan menunda pemotongan suku bunga demi menjaga stabilitas ekonomi. Berdasarkan data pasar, terdapat probabilitas yang sangat tinggi suku bunga bakal dipertahankan pada level 3,5 persen hingga 3,75 persen, sebuah kondisi yang biasanya membatasi aliran likuiditas ke pasar aset spekulatif seperti aset kripto. Tetapi, investor juga perlu mewaspadai risiko koreksi jika inflasi melonjak melampaui prediksi, karena hal tersebut dapat memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Fluktuasi ini menuntut kedewasaan dalam berinvestasi agar tidak terjebak dalam pengambilan keputusan yang bersifat emosional saat pasar mengalami volatilitas tinggi. Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang. Untuk itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tetapi, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. Bagaimana Konflik Internasional Pengaruhi Harga Emas dan Dolar Jakarta, katakabar.com - Pasar keuangan global sangat sensitif terhadap kondisi geopolitik. Ketika konflik internasional meningkat, ketidakpastian ekonomi juga ikut meningkat dan memengaruhi pergerakan berbagai instrumen keuangan. Dua aset yang paling sering mengalami perubahan signifikan dalam situasi seperti ini adalah emas dan dolar Amerika Serikat. Emas dikenal sebagai aset safe haven yang sering dicari investor ketika situasi global tidak stabil. Sementara itu, dolar AS sering dianggap sebagai mata uang paling likuid dan relatif aman dalam kondisi krisis. Kombinasi dua faktor ini membuat keduanya sering menjadi pusat perhatian pelaku pasar ketika terjadi konflik geopolitik. Pada kondisi geopolitik yang tidak stabil, investor cenderung mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman. Emas sering menjadi pilihan utama karena memiliki nilai intrinsik dan historis yang kuat sebagai penyimpan nilai. Ketika ketegangan internasional meningkat, permintaan terhadap emas biasanya ikut naik. Hal ini dapat mendorong harga emas meningkat karena banyak investor mencari perlindungan dari ketidakpastian pasar. Fenomena ini telah terjadi dalam berbagai krisis global, termasuk konflik militer, ketegangan perdagangan, dan ketidakstabilan ekonomi. Peran Dolar AS dalam Ketidakpastian Global Selain emas, dolar Amerika Serikat juga sering mengalami penguatan ketika situasi global memanas. Sebagai mata uang cadangan utama dunia, dolar memiliki tingkat likuiditas tinggi dan digunakan secara luas dalam perdagangan internasional. Ketika konflik terjadi, banyak investor memindahkan aset mereka ke dolar untuk menjaga stabilitas portofolio. Permintaan yang meningkat terhadap dolar ini dapat menyebabkan mata uang tersebut menguat terhadap mata uang lainnya. Tetapi, dalam beberapa kondisi tertentu, kenaikan harga emas dan penguatan dolar bisa terjadi secara bersamaan karena keduanya dianggap sebagai aset pelindung dari risiko global. Risiko Geopolitik dan Strategi Persiapan Finansial Ketegangan geopolitik juga sering memicu kekhawatiran mengenai potensi konflik yang lebih besar di masa depan. Dalam situasi seperti ini, investor dan trader perlu memahami bagaimana perkembangan geopolitik dapat memengaruhi kondisi pasar serta mempersiapkan strategi finansial yang lebih bijak. Pembahasan lebih lanjut mengenai risiko konflik global dan strategi persiapan finansial dapat dibaca melalui artikel berikut: Risiko Perang Dunia III, Strategi Persiapan Finansial Dengan memahami hubungan antara konflik internasional dan pergerakan pasar, pelaku pasar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur. Dalam kondisi pasar yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, trader membutuhkan platform trading yang stabil serta akses informasi pasar yang akurat. Broker Trading KVB Indonesia menyediakan akses ke berbagai instrumen global seperti forex, emas, dan komoditas yang sangat dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dunia. Bagi Anda yang ingin mulai trading dan memanfaatkan peluang dari pergerakan pasar global, pendaftaran akun dapat dilakukan melalui: Link Registrasi KVB Futures Dengan pemahaman terhadap dinamika geopolitik serta dukungan platform trading yang tepat, trader dapat merespons perubahan pasar global dengan lebih cepat dan strategis.

Bittime Hadirkan Fleksibel Staking $XAUT di Tengah Dinamika Geopolitik dan Tren Cadangan Emas Global Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:39 WIB

Bittime Hadirkan Fleksibel Staking $XAUT di Tengah Dinamika Geopolitik dan Tren Cadangan Emas Global

Jakarta, 18 Februari 2026 - Dinamika cadangan emas global kembali menjadi sorotan, setelah laporan terbaru dari CNBC Indonesia mengungkap tren peningkatan akumulasi emas oleh sejumlah bank sentral dunia. Fenomena ini menempatkan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang dinilai mampu menjaga stabilitas nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. Peningkatan pembelian emas oleh negara-negara besar ini mencerminkan upaya diversifikasi cadangan, dan penguatan stabilitas jangka panjang. Tren ini juga meningkatkan perhatian investor ritel terhadap aset berbasis emas sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko. Dalam hal ini, tren tersebut turut memicu minat investor pada emas berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT) yang pergerakannya kini semakin masif di pasar aset digital. Sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain. Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Lantaran itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, seperti Bittime. Bittime saat ini gelar kampanye khusus bagi pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada $XAUT. Di mana, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada aset digital $XAUT berkesempatan memperoleh hadiah hingga Rp150.000 berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, investor jangka-panjang dapat memanfaatkan fitur fleksibel staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15 persen bagi pengguna baru. Fleksibel staking hadir tanpa batas locked periode tertentu, sehingga investor dapat memanfaatkan asetnya kapan saja. Bittime melihat perkembangan ini menunjukkan perubahan cara masyarakat mengakses instrumen safe haven. Dengan tersedianya produk berbasis emas dalam ekosistem aset digital, investor memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan strategi investasinya dengan kondisi pasar yang terus berkembang. Tetapi, perlu dipahami, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Untuk itu, sangat penting mengetahui tingkat toleransi risiko, serta strategi dan metode investasi yang sesuai bagi masing-masing profil sebelum memulai perdagangan atau investasi aset kripto.

Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global Internasional
Internasional
Selasa, 06 Januari 2026 | 11:30 WIB

Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global

Jakarta, katakabar.com - Harga Emas (XAU/USD) global kembali menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan membaiknya sentimen teknikal di pasar. Emas saat ini berada dalam fase penguatan lanjutan, setelah berhasil bangkit dari tekanan koreksi yang terjadi pada awal pekan lalu. Di sesi perdagangan akhir pekan, emas mencatat kenaikan signifikan di tengah kondisi pasar yang relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan Tiongkok. Logam mulia tersebut menguat sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area $4.400, setelah sebelumnya sempat turun hingga ke kisaran $4.274. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan aset lindung nilai. Berdasarkan analisa Dupoin Futures yang disampaikan Andy Nugraha, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan arah indikator Moving Average, mengindikasikan tren bullish XAU/USD mulai menguat kembali. Kondisi ini membuka peluang bagi harga Emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Andy juga memproyeksikan bahwa selama tekanan beli masih terjaga, emas berpotensi bergerak naik menuju area $4.466. Jika momentum penguatan gagal dipertahankan dan terjadi koreksi, maka area $4.355 diperkirakan menjadi zona penurunan terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar. Dukungan fundamental terhadap Emas juga semakin kuat seiring memburuknya situasi geopolitik global. Harga Emas tercatat bergerak naik hingga ke sekitar $4.370 pada awal sesi Asia hari Senin, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian setelah Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah tersebut, yang dilaporkan dilakukan tanpa persetujuan Kongres, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin. Pernyataan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, turut memperburuk sentimen risiko global. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyatakan Washington akan memanfaatkan pengaruhnya terhadap sektor minyak Venezuela untuk memaksa perubahan politik lebih lanjut. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan mendorong aliran dana ke aset safe-haven seperti Emas. Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi perhatian utama pasar. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi yang terus melandai. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, ekspektasi pelonggaran kebijakan ini tetap menjadi faktor pendukung bagi harga Emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah akan menurunkan biaya peluang memegang logam mulia. Fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong penguatan Dolar AS dan memberikan tekanan jangka pendek pada Emas. Tetapi secara keseluruhan, kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta penguatan sinyal teknikal dinilai masih menjaga prospek positif XAU/USD dalam waktu dekat.

Dinamika Suku Bunga AS 2026, Tantangan dan Peluang Baru bagi Investor Aset Kripto Indonesia Internasional
Internasional
Kamis, 01 Januari 2026 | 13:30 WIB

Dinamika Suku Bunga AS 2026, Tantangan dan Peluang Baru bagi Investor Aset Kripto Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, kembali menjadi sorotan utama yang menggerakkan arah pasar aset kripto sepanjang tahun ini. Pengaruh kebijakan moneternya diprediksi akan terus membayangi momentum pasar hingga memasuki tahun 2026, Sepanjang tahun 2025, The Fed tercatat telah melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah terbaru diambil pada pertemuan tanggal 10 Desember lalu, di mana otoritas moneter tersebut memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga ke kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Melihat ke depan, Transisi kepemimpinan di tubuh bank sentral juga menjadi variabel penting yang tidak boleh diabaikan oleh investor. Masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed akan segera berakhir pada Mei mendatang, dan Presiden Donald Trump dikabarkan mulai menyaring kandidat pengganti yang cenderung memiliki pandangan dovish atau lebih mendukung suku bunga rendah. Untuk awal tahun 2026, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan tanggal 27 dan 28 Januari yang dianggap sangat krusial. Momen ini menjadi kesempatan pertama bagi para gubernur bank sentral untuk memberikan panduan terbaru yang akan menentukan nada pergerakan pasar selama kuartal pertama. Bagi investor di Indonesia, ketidakpastian kebijakan The Fed ini menuntut sikap yang lebih waspada namun tetap adaptif. Penurunan suku bunga di Amerika Serikat secara teori akan menguntungkan aset kripto, tetapi jika inflasi kembali melonjak dan memaksa bank sentral menghentikan pemangkasan, pasar bisa mengalami koreksi yang dalam. Lantaran itu, investor lokal perlu terus memantau pergerakan likuiditas global agar tidak terjebak dalam euforia yang berlebihan tanpa dasar data ekonomi yang kuat. Dalam menghadapi ini, Bittime, platform pertukaran aset kripto berizin dan terdaftar memainkan peran penting sebagai jembatan bagi investor tanah air. Bittime secara aktif memberikan edukasi dan informasi terkini mengenai dampak kebijakan ekonomi global terhadap pasar aset kripto lokal. Dengan adanya platform yang teregulasi dan informatif, investor Indonesia diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih bijak di tengah fluktuasi pasar yang dipicu oleh kebijakan moneter Amerika Serikat, sehingga potensi keuntungan tetap dapat diraih dengan manajemen risiko yang terjaga. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Hadapi Dinamika Global, Kementerian PU Dorong Resiliensi Infrastruktur Nasional Nasional
Nasional
Minggu, 21 September 2025 | 16:47 WIB

Hadapi Dinamika Global, Kementerian PU Dorong Resiliensi Infrastruktur Nasional

Surabaya, katakabar.com - Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, ketidakpastian ekonomi, hingga perubahan iklim, Kementerian Pekerjaan Umum atau PU menegaskan komitmennya untuk terus bekerja, bergerak, dan memberikan dampak nyata. Di antara fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur yang strategis, sejalan dengan program Asta Cita yang dicanangkan Presiden RI, H Prabowo Subianto. Di acara The 9th International Conference Postgraduate School Universitas Airlangga atau ICPS di Surabaya, Rabu (17/9) lalu, Menteri PU, Dody Hanggodo memaparkan visi pembangunan infrastruktur kini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Pembangunan infrastruktur lebih dari sekadar pembangunan, ujar Dody, melalui rilis resmi diterima katakabar.com,Jumat sore kemarin, melainkan juga mendukung ketahanan sipil, mendukung ketahanan pangan, sementara hydropower dan floating solar juga mendukung ketahanan energi. “Infrastruktur menjadi lebih dari sekadar pembangunan, melainkan ketahanan. Bendungan dan irigasi mendukung ketahanan pangan, hydropower dan floating solar juga mendukung ketahanan energi. Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM, dan sistem pengendalian banjir dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencegah bencana. Kemudian jalan dan jembatan mendukung konektivitas serta logistik,” kata Dody di konferensi angkat tema “Geopolitical Risk and Resilience on Developing for Better World.” Menteri PU menyoroti dampak nyata dari tantangan global seperti perang di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, hingga rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok terhadap stabilitas pangan, energi, dan air di Indonesia. Itu sebabnya, kemandirian pada tiga sektor vital tersebut harus menjadi prioritas utama pembangunan nasional. Pada konteks inilah, ucap Dody, paradigma pembangunan infrastruktur didorong untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan negara. “Pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai non-military defense atau pertahanan sipil. Bendungan, irigasi, pembangkit listrik tenaga air, sistem air bersih, jalan, dan jembatan tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi menjadi sistem ketahanan nasional dalam menghadapi krisis. Infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi perisai ketahanan bangsa,” jelasnya Untuk mewujudkan visi tersebut, ulas Dody, Kementerian PU telah menggulirkan program PU608. Program ini berupaya meningkatkan ketahanan infrastruktur dengan fokus pada efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, serta pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Tapi, bebernya, dampak yang diciptakan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Kementerian PU juga secara aktif mendukung berbagai program prioritas sosial, seperti penyediaan sekolah bagi anak-anak kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat, peningkatan sarana pendidikan tinggi, hingga pembangunan infrastruktur kesehatan dan sanitasi untuk menekan angka stunting. Untuk menyukseskan agenda besar ini, Menteri PU mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam skema pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat sipil, dan media. “Tidak ada pemerintah yang mampu berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi bersama akademisi, swasta, masyarakat, dan media. Bersama-sama melalui kolaborasi pentahelix ini kita dapat mengubah krisis menjadi peluang dan tantangan menjadi inovasi,” terangnya.

Bitcoin Rebound Kembali Tembus $110.000, Berlanjut atau Sebaliknyakah? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Juni 2025 | 10:27 WIB

Bitcoin Rebound Kembali Tembus $110.000, Berlanjut atau Sebaliknyakah?

Jakarta, katakabar.com - Dinamika pasar aset Bitcoin atau BTC kembali menarik perhatian setelah sempat melonjak ke angka $110.000 pada Selasa, 10 Juni 2025. Beberapa hari terakhir, pasar aset kripto menunjukkan sinyal penguatan pasca ketidakpastian kebijakan ekonomi global. Lonjakan nilai pasar aset kripto ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat Consumer Price Index atau CPI di bulan Mei 2025, yang diperkirakan naik dari 2,3 persen menjadi 2,5 persen. Data ini dipandang penting dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan, dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi pergerakan aset digital. Sebelumnya, tekanan harga pada pasar aset digital terjadi pasca ketegangan yang terjadi antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Elon Musk. Perselisihan ini dinilai dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi global, dan kondisi psikologis pasar. Terpantau, saat ini sentimen pasar berada di zona Greed dengan angka 61 berdasarkan metrics Fear & Freed pada CoinMarketCap. Hal ini, sering kali menandakan ada adanya potensi koreksi, apalagi jika dilihat dari kapitalisasi pasar yang tercatat mencapai $2,26 triliun pada 12 Juni 2025. Di sisi lain, banyak investor aset digital memanfaatkan momentum pasar dengan meningkatnya aktivitas jual-beli. Tidak hanya untuk akumulasi jangka panjang, tapi strategi jangka pendek berbasis volatilitas. Seiring dengan kondisi pasar saat ini, Bittime, salah satu platform jual-beli aset kripto resmi dan berlisensi, mengadakan kampanye Bittime Mid-Year Trading Showdown. Kampanye yang berlangsung sepanjang 2 sampai 30 Juni 2025 ini, memberikan peluang bagi para trader untuk memaksimal potensi performa portofolio asetnya. Membagikan total hadiah hingga Rp100.000.000 IDR, Mid-Year Trading Showdown terbuka untuk publik, khususnya pengguna Bittime. Ini merupakan kesempatan bagi para trader, untuk mengeksplorasi potensi profit dengan menggunakan platform resmi dan berlisensi di Indonesia. Terbuka dengan trading pairs IDR dan USDT, kampanye ini membuka peluang partisipasi seluas-luasnya. Bittime percaya, bahwa sebagai platform resmi dan berlisensi, penting untuk dapat menghadirkan pengalaman transaksi dengan mudah dan menyenangkan. Lebih lanjut, penguatan nilai aset Bitcoin yang terjadi dapat pula berarti akan adanya potensi koreksi. Hal tersebut, diikuti dengan fluktuasi harga yang lebih tinggi, namun fenomena ini seringkali merupakan kondisi yang terjadi pada industri aset digital. Umumnya, volatilitas pasar dapat dimanfaatkan oleh para trader aset kripto untuk memantapkan strategi investasi dan potensi profit. Oleh karena itu, Bittime Mid-Year Trading showdown merupakan momen yang tepat.

BTC Rainbow Chart: Panduan Pahami Dinamika Harga Bitcoin Pemula Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 26 Desember 2024 | 15:27 WIB

BTC Rainbow Chart: Panduan Pahami Dinamika Harga Bitcoin Pemula

Jalarta, katakabar.com - Bagi para investor dan trader Bitcoin, memahami pergerakan harga aset digital ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan memperhatikan BTC Rainbow Charts. Grafik ini dirancang untuk memberikan gambaran visual yang jelas tentang sentimen pasar Bitcoin, membantu investor dalam mengambil keputusan yang lebih baik. BTC Rainbow Chart adalah grafik warna-warni yang menunjukkan berbagai zona harga Bitcoin, masing-masing mewakili potensi pergerakan harga di masa depan. Setiap warna dalam chart ini memberikan indikasi apakah Bitcoin sedang undervalued, overpriced, atau berada pada nilai yang wajar.

Bantu Para Startup Founders Analisis Dinamika Pasar di Era Society 5.0 Di Makassar Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 18 Juni 2024 | 15:21 WIB

Bantu Para Startup Founders Analisis Dinamika Pasar di Era Society 5.0 Di Makassar

Makassar, katakabar.com - Melalui program Indigo, Telkom Dorong Startup Founders untuk Mempertimbangkan Dinamika Pasar Era Society 5.0 dalam Proses Penetapan Harga Produk dan Layanan Startup Di tengah dinamika pasar yang terus berubah, penting bagi para startup founders untuk mengetahui strategi yang dibutuhkan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Untuk membantu mengatasi tantangan ini, Telkom melalui program Indigo, menyelenggarakan agenda Startup Clinic bertajuk “Pricing Strategy & Understanding Market Dynamics”, di penghujung Mei 2024 lalu, persisnya di IndigoHub Makassar. Kegiatan Startup Clinic ini fasilitasi, dan pertemukan startup founder dengan mentor berpengalaman agar founder mampu menyelesaikan permasalahan spesifiknya berdasarkan solusi dari mentor secara one-on-one. Acara ini menghadirkan dua orang mentor, yakni Adi Saifullah Putra, CEO MallSampah, dan Shely Nurfadya Iskandar, Head Branch Makassar Educourse.id. Total ada 13 peserta startup yang mengikuti agenda ini, yakni LeafyCo Group, GoDentist, Warung Laundry, Bikin Dingin, SmartPrint, Cofres, Rupa Raya Academy, Desain Batik Yeon, Urban Agrofarm, MILFAR_ID, Monev Indonesia, Eco Recycle Solution, dan ESN. Kegiatan dibuka dengan pengenalan program Indigo dan produk Indibiz yang dipaparkan oleh Sunarti, Business Community Lead Indigo di Makassar. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Pricing Strategy dan Market Dynamic yang dibawakan oleh Adi dan Shely. Pada pemaparan ini, peserta diajak untuk menganalisis studi kasus, sehingga mereka dapat lebih memahami cara menentukan harga yang kompetitif dan beradaptasi dengan perubahan pasar yang dinamis. Setelah memahami cara menentukan harga dan mengerti dinamika pasar, para startup kemudian melakukan bimbingan secara one-on-one. Dalam sesi ini, para founders dapat berkonsultasi dengan mentor berdasarkan masalah yang dialami oleh masing-masing startup. Harapannya, para founders bisa mendapatkan solusi atau insight dari mentor untuk kemudian diimplementasikan ke dalam startup mereka. “Kegiatan seperti Startup Clinic yang Kita selenggarakan ini bertujuan untuk membantu para founders dalam mendapatkan bimbingan dan dukungan yang mereka butuhkan dalam menghadapi tantangan yang kompleks dalam dunia bisnis yang sudah memasuki era Society 5.0," ucap Senior Manager program Indigo, Patricia Eugene Gaspersz. Dengan adanya bimbingan one-on-one dari para mentor yang berkualitas, harap Patricia, para founders dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tantangan bisnis yang dihadapi dan mendapatkan solusi yang lebih terarah dari mentor. Indigo (https://indigo.id/) program inkubator, dan akselerator startup digital milik PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom). Dari 2013 lalu Indigo telah berhasil membina lebih dari 200 startup digital. Melalui acara khusus seperti Startup Clinic, Indigo telah membantu para startup founders untuk mendapatkan solusi terkait permasalahan yang mereka hadapi. Harapannya, para startup founders dapat menerapkan solusi-solusi yang didapatkan dari acara ini sehingga membantu perkembangan dari startup mereka masing-masing. Kontak: Askar Juara Marketing and Communication Officer Indigo-Telkom Indonesia 08119412323 askar.juara@telkom.co.id

Pelaku Industri Dukung Mitigasi Dinamika Perdagangan Aset Kripto di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 18 Mei 2024 | 10:31 WIB

Pelaku Industri Dukung Mitigasi Dinamika Perdagangan Aset Kripto di Indonesia

katakabar.com - Perkembangan pesat industri aset kripto di Indonesia picu dinamika yang perlu dihadapi dengan langkah strategis. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai regulator utama terus melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas dan melindungi investor. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku industri yang siap berkolaborasi dan berkontribusi aktif. Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI), Yudhono Rawis menyatakan, komitmen sebagai pelaku industri mendukung perkembangan ekosistem aset kripto di Indonesia. Menurutnya, pelaku industri aset kripto di Indonesia melihat inisiatif Bappebti sebagai langkah positif dalam memperkuat ekosistem yang sedang berkembang ini. "Langkah-langkah yang diambil Bappebti, seperti penguatan regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan optimalisasi ekosistem aset kripto, dianggap sebagai fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat bagi industri," jelasnya. Para pelaku industri aset kripto di Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung langkah-langkah mitigasi Bappebti, salah satunya memperkuat edukasi dan literasi. Industri kripto aktif menyelenggarakan edukasi dan literasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang aset kripto dan risikonya, seperti program Bulan Literasi Kripto (BLK). Hal ini penting untuk mencegah investasi bodong dan melindungi investor dari penipuan. Dukungan dan Langkah Konkret Pelaku Industri Pelaku industri kripto selalu menjalin komunikasi yang erat dengan Bappebti dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di masa transisi pengaturan dan pengawasan untuk memberikan masukan dan saran terkait regulasi. Kolaborasi ini penting untuk memastikan regulasi yang dibuat selaras dengan perkembangan industri dan melindungi kepentingan investor. Penguatan regulasi, dan peningkatan literasi aset kripto, kata Yudho, kunci untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang aman dan terpercaya bagi semua pihak. Kami mendorong inovasi dan pengembangan produk-produk aset kripto lokal yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional. "Dukungan terhadap koin-koin lokal menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan produk," terang Yudho, CEO Tokocrypto. Para Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) terus meningkatkan keamanan platform mereka untuk mencegah peretasan dan pencurian aset kripto. Penerapan KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering) yang ketat juga menjadi fokus utama. Terlebih saat ini, ada beberapa CPFAK yang sudah mendapatkan surat keanggotaan bursa kripto dan kliring, tengah melakukan audit untuk mendapatkan lisensi menjadi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dari Bappebti. Dukungan dan langkah konkret dari para pelaku industri kripto menjadi elemen penting dalam menyukseskan langkah-langkah mitigasi Bappebti. Dengan kolaborasi yang erat antara regulator dan industri, diharapkan industri aset kripto di Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan memberikan manfaat bagi semua pihak. "Industri kripto terus berinovasi dengan menghadirkan produk dan layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan investor. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap aset kripto dan mendorong pertumbuhan industri," sebut Yudho. Kontak: Bianda Ludwianto - Public Relations Tokocrypto +62856-9267-2993 bianda@tokocrypto.com