Kepala DKPP Kepulauan Meranti Cek Kondisi 75 Ekor Sapi PO Tahap Pertama
Kepulauan Meranti, Selatpanjang - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Irwandi SP didampingi dokter hewan dan direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Budiman melakukan pengecekan sapi tahap pertama berjenis Peranakan Ongol sebanyak 75 ekor di kandang penggemukan sapi Jalan SMA 3 Dorak, pada Ahad lalu. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Irwandi SP menyatakan, program penggemukan sapi ini dimulai tahun 2023, pada awal Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dipimpin Adil, dan kandang ini dibuat masa itu. "Di tahun-tahun sebelumnya, kita mengalami kekurangan pasokan daging sapi sebanyak 75 persen. Di mana kita butuh pasukan daging sapi sebanyak 700 ekor ketikan hari raya Kurban," ujarnya lewat keterangan resmi diterim katakabar com, pada Selasa (6/2). Kata Irwandi, meski sudah ada beberapa pengusaha sapi sebanyak 6 orang, yakni Alvin Tebing Tinggi Barat, Sukirman di Desa Alahir, Nyoto, Asri, tinggal di ke SMA 3 ini, dan termasuk saya, tapi kita masih khawatir kekurangan daging sapi. "Kekurangannya masih 75 persen ini, sehingga terlihat peluang ada di situ. Apakah peluang-peluang ini bisa kita ambil? Bagaimana cara mengambil peluang tersebut? Jadi, kita gerakkan BUMD. Ini pondasi untuk membuat program penggemukan sapi di Kepulauan Meranti. Nah, lokasi ditunjuk di sini! Tapi, kebijakan tersebut bukan saja pertimbangan dari lebaran tapi untuk kebutuhan sehari-hari pemotongan di pasar. Di mana, kita tahu harga daging sapi saat ini melambung tinggi. Menurut Irwandi, modal awal mulai dari bangunan hingga pengadaan sapi urusan direktur BUMD, Budiman. Lantaran beliau sebagai dinas, kami berperan sebagai teknis hingga barang tiba di sini. Ini dokter hewan. Beliau ini nanti membantu mereka di sini beserta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Soal, kekurangan pakan nanti dokter hewan ini yang menegur. Bila sapi ini sakit dokter hewan ini nanti yang menangani. Sisi ini yang ditangani dinas. "Kalau soal anggaran untuk pengadaan peternakan penggemukan sapi ini pengelolaan perusahaan PT Bumi Meranti (perseroda) BUMD," jelasnya. Direktur PT Bumi Meranti (perseroda) BUMD, Budiman menimpali, terkait penyertaan modal berdasarkan peraturan Bupati tentang penyertaan modal untuk bisnis sapi sebanyak Rp5 miliar. Anggaran ini tidak mesti habis hingga sekarang, sebab namanya bisnis ada fixed cost dan variable cost. Fixed cost itu biaya tetap seperti pembersihan lahan pembangunan kandang atau dengan kata lain sarana prasarana seluruhnya untuk penggemukan sapi ini. Variable cost adalah biaya perawatan atau maintenance dan lainnya. Biaya operasional manajemen, semuanya itu masuk kedalam rencana kerja dan anggaran. "Rencana kerja anggaran memang dari awal tahun 2023. Lantaran terjadi sesuatu pada 2023 lalu perkiraan jadi meleset," ucap Budiman. Dijabarkan Budiman, penyertaan modal ada dua tahap, pertama 2 miliar dan 3 miliar. Untuk biaya 2 miliar digunakan untuk biaya kandang, pajak, fixed cost tadi dari peralatan maintenance dan sebagainya. Untuk bisnis sendiri, yakni sapi dalam catatan bagaimana nanti ada yang dinamakan profit margin. Istilah profit ini profit yang didapat dari pemeliharaan. Di mana berapa bulan pembesaran target kita adalah Idul Adha, setelah itu berapa operasional yang dikeluarkan, dijual dengan harga berapa dan dikurangi dengan operasional. Itulah yang dinamakan dengan profil margin. Profit margin profit masih telaah rencana-rencana analisa analisa, dan keuntungan pasti profit margin ini nanti dalam penjualan pada Idul Adha. Kenapa tidak bisa langsung didatangkannya sapi sebanyak 150 ekor, sehingga di bagi Jadi dua tahap. Di mana tahap pertama 75 ekor, tahap kedua 75 ekor. Hal ini dilakukan setelah melalui beberapa pertimbangan. Masalah transportasi untuk ini bagi pengiriman sangat penuh risiko. Jikalau satu daratan enak pengirimannya tinggal bongkar muat. Selain itu, ada administrasi yang harus dipenuhi, ini sangat penting. Kalau ini tidak dilalui, bisnis ini jadi ilegal. Di mana legalitas kita seperti vaksin, cek darah , rekomendasi Dinas, belum lagi pengantar dari Kementerian Karantina Pusat, semuanya ada lima atau enam dokumen makanya sapi tidak bisa dikirim langsung. Begitu sapi banti sampai di Buton karantina Buton periksa lagi. Apabila dalam pemeriksaan dokumen tidak lengkap maka tidak masuk secara legalitas dan sebaliknya. Pada proses waktu pengiriman ini, hanya yang saya khawatirkandua hari itu, sapinya agak kurus, sebab selama 2 hari tidak makan tidak minum ketika sampai selama 6 jam baru sampai diberi Jedda. Alhamdulillah sapi-sapi tidak ada yang mencret kotorannya. Besok semua sapi kita berikan vitamin, obat cacing tergantung kebutuhan tapi setelah dicek. Perkembangan isu sebanyak 23 ekor sapi tidak bertindik didatangkan dari Pekanbaru, Budiman menegaskan, pertama informasi dari mana, itu MoU itu dari Medan keseluruhannya saya jamin 100 persen. Hanya saja tidak tahu info yang dari Pekanbaru, mungkin teknis Pak dan di situ bisa saja terjadi, sapi itu dikirim dulu ke Pekanbaru, supaya efektif dan efisien, setelah surat-surat komplit baru masuk ke sini. Kadis DKPP, Irwandi menambahkan, baik sapi dari Pekanbaru atau dari Medan yang penting menjadikan profit , hal ini tidak boleh jadi masalah. Walaupun sapi dari sini kita beli boleh, Siapa yang mau jual sapi di sini BUMD siap menampung. Apalagi, untuk membeli sapi di sini sudah jelas tidak dibutuhkan surat-menyurat. Jika dari luarsudah tentu harus terang. Demikian saat kita akan jual sapi ke mana saja yang penting menguntungkan bagi BUMD kita. Untuk masyarakat kita berprinsip dapat membantu. Bagi warga yang mau memelihara sapi bekerja sama dengan BUMD, silahkan datang kemari, apa dan bagaimana sistem kerja samanya. Apakah itu bagi hasil atau seperti apa?