Dominan

Sorotan terbaru dari Tag # Dominan

Tekanan Global Masih Dominan, Emas Berisiko Lanjutkan Koreksi Internasional
Internasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:00 WIB

Tekanan Global Masih Dominan, Emas Berisiko Lanjutkan Koreksi

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam fase tekanan, seiring menguatnya sentimen negatif dari faktor fundamental dan teknikal global. Analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, selaku analis, menegaskan pergerakan emas saat ini menunjukkan kecenderungan bearish yang semakin solid, sehingga potensi koreksi lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek. Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas tercatat mengalami penurunan tajam, bahkan sempat merosot hampir 10 persen, dan jatuh ke bawah level psikologis US$4.900. Pelemahan ini terjadi setelah pasar merespons perkembangan politik dan kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilihannya untuk calon Ketua Federal Reserve. Sentimen tersebut diperkuat data inflasi AS yang masih berada di level tinggi, sehingga memperkuat keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai jangka pendek melemah, mengingat investor kembali melirik aset berbunga sebagai alternatif investasi. Memasuki awal pekan, tekanan terhadap harga emas belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada sesi awal Asia hari Senin, XAU/USD kembali tertekan hingga ke area sekitar US$4.780, melanjutkan tren penurunan setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada pekan sebelumnya. Stabilitas politik di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan emas, terutama setelah muncul laporan bahwa Kevin Warsh akan dinominasikan sebagai Ketua The Fed. Figur ini dipandang sebagai kandidat yang relatif moderat dan aman, sehingga kekhawatiran pasar terhadap potensi intervensi politik dalam kebijakan moneter AS mulai berkurang. Andy Nugraha menjelaskan dari sisi teknikal, struktur pergerakan harga emas saat ini menunjukkan penguatan tren turun. Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Secara teknis, XAU/USD masih bergerak fluktuatif di sekitar area psikologis US$5.000, namun belum mampu membentuk sinyal pembalikan arah yang kuat. “Selama harga tidak mampu bertahan dan kembali menguat di atas area resistensi penting, maka peluang pelemahan lanjutan masih terbuka cukup lebar,” jelas Andy. Untuk proyeksi pergerakan hari ini, Dupoin Futures memetakan dua skenario utama. Jika tekanan bearish berlanjut secara konsisten, maka harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support di kisaran level 4.594. Area ini menjadi titik teknikal penting yang berpotensi menjadi target penurunan jangka pendek. Sebaliknya, apabila harga gagal menembus level tersebut dan terjadi koreksi teknikal, maka peluang kenaikan terdekat diperkirakan berada di sekitar area 4.584 sebagai resistance awal. Dari sisi fundamental, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk laporan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Selain itu, data inflasi produsen AS yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan. Indeks Harga Produsen (PPI) Desember tercatat naik 3% secara tahunan, sementara PPI inti meningkat menjadi 3,3 persen, melampaui ekspektasi konsensus pasar. Data ini mengindikasikan tekanan biaya di sektor produksi masih cukup tinggi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat menjadi lebih terbatas. Meski sentimen negatif mendominasi, faktor geopolitik tetap menjadi variabel penting yang dapat menahan tekanan penurunan harga emas. Ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, termasuk meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran, berpotensi mendorong kembali permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Oleh karena itu, volatilitas pergerakan XAU/USD diperkirakan tetap tinggi. Andy Nugraha menekankan dalam kondisi pasar saat ini, investor dan trader perlu mengedepankan manajemen risiko yang disiplin serta memperhatikan kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Dengan dominasi tren bearish yang masih kuat, pergerakan emas hari ini diproyeksikan tetap sensitif terhadap rilis data ekonomi, pernyataan pejabat bank sentral, serta perkembangan geopolitik global yang dapat dengan cepat mengubah arah sentimen pasar.

Musrenbang Desa Sekeladi Hilir, Infrastruktur Jalan Dominan Diusulkan Masyarakat Riau
Riau
Kamis, 12 Desember 2024 | 11:03 WIB

Musrenbang Desa Sekeladi Hilir, Infrastruktur Jalan Dominan Diusulkan Masyarakat

Tanah Putih - Pemerintah Desa Sekeladi Hilir gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Dusun tahun anggaran 2025 mendatang, di Aual Pertemuan Kantor Kepenghuluan Sekeladi Hilir, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Tokan Hilir, di pekan pertama November 2024 lalu. Di kegiatan itu hadir Datuk Penghulu/ Kepala desa, Jasmi S, BPD/BPKep, Bhabinkamtibmas, Kadus, Tomas, RW, RT, PKK, Karang Taruna, Kader Posyandu, perwakilan dari MDA, MTs, Guru SD, SMP, SMA, dan masyarakat. Menurut Koordinator Kecamatan Tanah Putih, Dodi Akbar, S. IP, M. Si dari Kementerian Desa Daerah Tertinggal, Rabu (11/12), Musrenbang tingkat Desa Sekeladi Hilir, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir landasannya Permendagri Nomor 114 tahun 2014 Bab III.

Ekspor CPO Dominasi Bea Keluar Penerimaan Negara di Riau Per November 2023 Sawit
Sawit
Sabtu, 23 Desember 2023 | 10:55 WIB

Ekspor CPO Dominasi Bea Keluar Penerimaan Negara di Riau Per November 2023

Ekspor Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penerimaan negara di Provinsi Riau telah mencapai angka Rp24,90 triliun, per November 2023. "Kinerja penerimaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Riau mencapai 90,32 persen dari target penerimaan tahun 2023, yang ditetapkan sebesar Rp27,57 triliun," ujar Pelaksa Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Riau, Burhani AS, kemarin, dilansir dari laman dari website resmi Pemprov Riau, pada Sabtu (23/12). Dijelaskan Burhani, penerimaan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk pajak, bea cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagainya. “Penerimaan terbesar berasal dari sektor pajak mencapai Rp21,22 triliun,” kata Burhani. Menurutnya, penerimaan pajak melibatkan sejumlah komponen, yakni pajak penghasilan sebesar Rp10,05 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp8,71 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp2,32 triliun, dan pajak lainnya sebesar Rp139,38 miliar. "Sektor bea cukai turut memberikan kontribusi signifikan dengan penerimaan mencapai Rp2,49 triliun hingga penghujung November 2023," terangnya. Nah kata Burhani, penerimaan dari bea cukai melibatkan bea masuk, bea keluar, dan cukai. Penerimaan dari bea keluar mendominasi di mana sebagian besar berasal dari ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya mencapai Rp2,28 triliun, Tidak hanya itu, sebut Burhani, PNBP ikut sumbang di penerimaan negara di Riau. PNBp hingga 30 November 2023, mencapai Rp1,189 triliun, rinciannya penerimaan PNBP lainnya sebesar Rp753,20 miliar, dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp436,27 miliar. “Dengan capaian ini, Riau membuktikan kontribusi signifikan kepada penerimaan negara, sekaligus menjadi landasan kuat bagi pembangunan dan kebijakan fiskal di masa datang,” tandasnya.