Efek

Sorotan terbaru dari Tag # Efek

Emas Masih Tertekan Efek Sentimen Ekonomi dan Politik AS Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 24 Mei 2025 | 17:35 WIB

Emas Masih Tertekan Efek Sentimen Ekonomi dan Politik AS

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) masih alami tekanan setelah sebelumnya menunjukkan volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Di pekan ketiga Mei 2025 misalnya, emas sempat menyentuh level tertinggi dua minggu di $3.345, namun kemudian terkoreksi sekitar 0,48 persen dan turun ke area $3.289. Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia, tekanan ini terutama dipicu oleh menguatnya Dolar AS dan sentimen pasar terhadap dinamika politik fiskal di Amerika Serikat. Penguatan Dolar terjadi usai DPR AS menyetujui rencana anggaran dari Presiden Donald Trump, yang membuka jalan bagi kebijakan pemangkasan pajak. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan utang nasional AS hingga $3,8 triliun dalam 10 tahun ke depan, menurut Kantor Anggaran Kongres atau CBO. Meskipun menimbulkan kekhawatiran jangka panjang, untuk saat ini langkah tersebut justru memperkuat Dolar dan menekan harga emas. Secara teknikal, Andy menilai tren jangka pendek emas masih bullish berdasarkan sinyal dari candlestick dan indikator moving average. Selama harga tidak turun di bawah level support $3.287, peluang untuk naik kembali ke $3.345 masih terbuka. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus support tersebut, emas berpotensi terkoreksi lebih dalam ke bawah area tersebut. Pada Jumat kemarin, emas kembali bergerak melemah usai data ekonomi AS menunjukkan hasil yang cukup kuat. Indeks PMI Gabungan untuk Mei naik ke 52,1 dari 50,6 di bulan sebelumnya mengindikasikan pertumbuhan yang lebih cepat di sektor jasa dan manufaktur. Data ini kembali mendukung penguatan Dolar dan membebani logam mulia. Tapi, kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal jangka panjang AS tetap memicu minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Baru-baru ini, lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kredit AS dari Aaa menjadi Aa1, menunjukkan penilaian negatif terhadap pengelolaan utang dan defisit negara tersebut.

Efek Efesiensi Anggaran, Asisten II Setda Inhu Beri Motivasi ASN Riau
Riau
Rabu, 19 Februari 2025 | 15:10 WIB

Efek Efesiensi Anggaran, Asisten II Setda Inhu Beri Motivasi ASN

Indragiri Hulu, katakabar.com -Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daerah Setda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Paino S.P memberi semangat kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjalankan tugas sesui nilai 'BerAKHLAK', si tengah pemerintah saat ini sedang terapkan efesiensi anggaran. Motivasi itu disampaikannya saat menjadi pembina upacara bendera sempena memperingati Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Inhu, Senin (17/2). "Giat ini sebagai bentuk menjaga kedisiplinan dan semangat kerja ASN yang tertuang dalam amanat undang-undang untuk men jalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah," terangnya kepada katakabar.com.

Harga Minyak Stabil, Efek Dolar Imbangi Kekhawatiran Pasokan AS Internasional
Internasional
Kamis, 16 Januari 2025 | 14:40 WIB

Harga Minyak Stabil, Efek Dolar Imbangi Kekhawatiran Pasokan AS

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), pasokan minyak mentah AS, saat ini diperdagangkan di sekitar $73,65 diawal sesi Asia, Jumat (10/1) lalu. Pergerakan harga yang datar ini mencerminkan pengaruh dari penguatan Dolar AS (USD), yang menyeimbangkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan. Dolar yang lebih kuat, sebagai akibat dari sikap hati-hati Federal Reserve (The Fed), telah membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga membatasi lonjakan harga WTI. Dari analisis teknikal yang dilakukan Andy Nugraha, analis Dupoin Indonesia, kombinasi candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish pada WTI kembali menguat. Berdasarkan proyeksi teknikal tersebut, harga WTI berpotensi naik hingga mencapai level $75,8.