PTPN III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Lewat Ekspansi dan Hilirisasi Ubi Kayu
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus perkuat perannya sebagai BUMN strategis dukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu. Program ini dirancang sebagai model pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada sisi on farm, PTPN III (Persero) akan fokus pada optimalisasi lahan, penanaman dan peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul ubi kayu yang adaptif dan memiliki produktivitas tinggi. Sedang di sisi off farm, penguatan hilirisasi dilakukan melalui pengembangan industri pengolahan bioetanol melalui kolaborasi operasional dengan mitra pada fasilitas pabrik bioetanol di Lampung. Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, di acara kick off program hilirisasi di Kantor Holding Jakarta, mengatakan program ini langkah strategis perusahaan membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan. Menurutnya, ubi kayu bukan hanya komoditas pertanian, tetapi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang kebutuhan nasional di sektor pangan dan energi. “Kami melihat ubi kayu sebagai komoditas strategis dengan potensi besar untuk pendukung ketahanan energi dan pangan nasional. Lantaran itu, pengembangannya tidak cukup hanya berhenti pada budidaya, tetapi harus dibangun secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Kami mau pastikan peningkatan produksi di tingkat kebun berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan, sehingga tercipta rantai nilai yang kuat, efisien dan berkelanjutan," jelasnya. Sebagai bentuk komitmen perusahaan, pada 14 hingga 15 April 2026 lalu, Direktur Utama PTPN III (Persero) bersama jajaran terkait, melakukan rangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Lampung untuk memastikan implementasi. Pertemuan tersebut melibatkan Gubernur Lampung, masyarakat petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani ubi Kayu Indonesia (PPUKI), serta mitra operasional PT Medco Ethanol Lampung hingga kalangan akademisi di Universitas Lampung. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung diarahkan untuk memperkuat dukungan kebijakan daerah, percepatan ekosistem investasi, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan. Sementara dialog dengan pelaku usaha dan asosiasi petani diharapkan memperkuat rantai pasok bahan baku serta menciptakan pola kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan petani. Di bidang riset dan inovasi, kerja sama dengan Universitas Lampung yang akan didampingi oleh PT Riset Perkebunan Nusantara menjadi bagian penting pengembangan varietas unggul serta penerapan teknologi budidaya modern, termasuk uji coba teknik peningkatan produktivitas dengan metode Mukibat. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. Pengembangan pabrik bioetanol di Lampung juga diproyeksikan memberikan multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya ekonomi wilayah, meningkatnya nilai tambah hasil pertanian, hingga terbentuknya ekosistem industri hijau berbasis sumber daya lokal. Melalui program ini, PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pembangunan sektor agroindustri nasional, menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung target besar Indonesia mewujudkan ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan sesuai dengan Astacita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global
Jakarta, katakabar.com - Bitcoin kembali menguji zona teknikal penting di sekitar US$75.000 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurut analisis terbaru dari FLOQ Trading Desk, pergerakan ini menempatkan Bitcoin pada salah satu titik penentu arah pasar kripto dalam beberapa bulan terakhir. Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$74.458, tepat di bawah level psikologis US$75.000, sebuah area yang secara historis sering menjadi titik keputusan bagi momentum pasar. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya volatilitas di pasar global setelah konflik Iran picu lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik yang lebih luas. Harga minyak sempat mendekati US$100 per barel sebelum pasar kembali stabil setelah kabar gencatan senjata sementara. Bitcoin Memasuki Zona Teknis Penting Analisis tim FLOQ Trading Desk menunjukkan bahwa Bitcoin kini diperdagangkan jauh di atas Value Area High (VAH) di US$71.500 berdasarkan analisis volume profile. Breakout di atas level ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah keluar dari area distribusi utama dan memasuki zona dengan suplai yang lebih tipis. Kondisi ini sering disebut sebagai "thin liquidity zone", di mana pergerakan harga dapat berlangsung lebih cepat karena minimnya tekanan jual. Jika Bitcoin mampu mempertahankan momentum di atas US$74.000, jalur menuju US$78.000 berpotensi terbuka karena minimnya resistance di atas area tersebut. Sinyal Harus Diperhatikan Bagi Trader Meski reli Bitcoin masih berpotensi berlanjut, beberapa indikator momentum mulai menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian. Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di sekitar level 70, yang dalam beberapa reli sebelumnya sering memicu koreksi jangka pendek sekitar 3–5 persen. Selain itu, analis juga mengamati indikasi bearish divergence, di mana harga Bitcoin mencetak level tertinggi baru sementara indikator momentum mulai melemah.Jika terjadi penolakan harga di sekitar US$75.000, beberapa level support yang diperkirakan akan diuji oleh pasar meliputi: • US$73.000 • US$71.500 Level-level tersebut diperkirakan menjadi area konsolidasi jika reli Bitcoin kehilangan momentum dalam jangka pendek. Faktor Global Pengaruhi Pasar Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyoroti pentingnya Selat Hormuz, jalur energi strategis yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia. Setiap potensi gangguan di wilayah ini dapat meningkatkan premi risiko energi global serta mempengaruhi inflasi dan sentimen investor secara luas. Perubahan sentimen ini terlihat jelas di pasar global yang beberapa kali berpindah dari mode risk-off menuju relief rally dalam waktu singkat.Pergerakan Bitcoin yang mengikuti dinamika ini menunjukkan bahwa aset digital kini semakin dipandang sebagai aset makro global. Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menyatakan pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan transformasi kripto menjadi aset yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global.“Pasar kripto hari ini tidak lagi bergerak secara terpisah dari dinamika global. Geopolitik, energi, dan likuiditas global kini memainkan peran penting dalam menentukan arah harga Bitcoin,” ujar Yudhono. Menurutnya, trader dan investor perlu memahami hubungan antara pasar kripto dan kondisi makro global untuk dapat menavigasi volatilitas pasar dengan lebih baik. Prospek Pasar Dalam jangka pendek, FLOQ Trading Desk memperkirakan Bitcoin akan terus bergerak dalam zona keputusan antara US$74.000 hingga US$75.000. Breakout yang kuat di atas area tersebut berpotensi membuka reli menuju US$78.000 hingga US$80.000.Namun jika momentum gagal dipertahankan, pasar kemungkinan akan kembali melakukan konsolidasi menuju area US$71.500 sebelum menentukan arah berikutnya. Di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang, pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan kemungkinan akan semakin dipengaruhi oleh kombinasi faktor makro global seperti harga energi, kebijakan moneter, dan arus likuiditas institusional. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif, dan platform berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah catat lebihdari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads, dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.
Perkuat Akses Pasar Global dan Dukung Energi Berkelanjutan, Sucifindo Ekspansi ke Jepang
Jepang, katakabar.com - Sucofindo (Persero) terus perkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dengan memperluas ekspansi layanan ke pasar internasional, khususnya Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong daya saing industri nasional, memperluas ekspor, serta mendukung harmonisasi standar global dan praktik bisnis berkelanjutan. Ekspansi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara PT Sucopindo (Persero) dan Japan Quality Assurance Organization (JQA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan sertifikasi dan akses pasar, kolaborasi pengujian dan inspeksi, serta peningkatan kapasitas dan penguatan skema sertifikasi bersama. Direktur Utama PT Suconfindo (Persero), Sandry Pasambuna, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global. “Sucofindo berperan sebagai enabler bagi industri nasional untuk memenuhi standar internasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke Jepang, serta meningkatkan kepercayaan global terhadap produk Indonesia,” kata Sandry. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang TIC, Sucofindo memiliki peran penting dalam mendukung implementasi regulasi pemerintah, memastikan kepatuhan industri, serta memperkuat infrastruktur mutu nasional. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat pengakuan internasional terhadap layanan TIC Indonesia. Direktur Operasi PT Sucofindo (Persero), Dani Pramantyo, menimpali kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan proses operasional dengan mitra global. “Harmonisasi standar melalui kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi persaingan global,” jelas Dani. Selain memperkuat akses perdagangan, PT Sucofindo (Perseoro) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda global transisi energi berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan pemastian biomassa kelapa sawit sebagai bagian dari ekosistem energi hijau. Dalam ajang International Biomass Expo di Tokyo Big Sight, Jepang, Sucofindo menegaskan kapabilitasnya yang 68 laboratorium, 29 kantor cabang, serta 93 titik layanan di seluruh Indonesia. “Sucofindomemiliki kapabilitas dalam memastikan biomassa kelapa sawit memenuhi standar internasional, meningkatkan kepercayaan pasar global, serta memperkuat rantai pasok energi berkelanjutan,” terang Sandry. Layanan yang diberikan mencakup pengambilan sampel dan pengujian, verifikasi kuantitas, verifikasi keberlanjutan, serta traceability assurance untuk memastikan transparansi rantai pasok. Hal ini menjadi penting dalam menjawab tuntutan global terhadap praktik ESG (Environmental, Social, and Governance) yang semakin ketat. Lebih lanjut, PT Suconfindo (Persero) juga terus mengembangkan berbagai layanan berbasis keberlanjutan, antara lain pemantauan dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, audit lingkungan, konsultansi ESG, serta dukungan terhadap green mining, green smelter, sustainable procurement, eco-label, green building, green port, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan layanan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Melalui langkah ini, PT Sucofindo (Persero) tidak hanya memperkuat perannya dalam meningkatkan daya saing industri nasional, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan transisi menuju sistem energi rendah karbon serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Ke depan, PT Sucofindo (Persero) optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan ekspor, penguatan industri nasional, maupun pengembangan ekosistem energi berkelanjutan. “Sucofindo) siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” tutup Sandry.
Tentang Dedikasi Pekerja PHR Setia Menjaga Energi di Hari Lebaran 2026
Pekanbaru, katakabar.com - Ketika jutaan masyarakat Indonesia berkumpul bersama keluarga rayakan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026, pemandangan berbeda tampak di area operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pekerja PHR tetap tegak berdiri di garda terdepan, pastikan produksi migas nasional tetap terjaga demi menjaga ketahanan energi nasional. Bagi para pekerja di lapangan, makna Lebaran tahun ini dirasakan dengan cara yang beda dan terasa istimewa. Salah satunya Hanifa Aulia Khosyatillah, dari Tim Plant Operations Minas. Baginya, tugas negara di industri hulu migas menuntut komitmen tinggi, termasuk kesiapan untuk tetap bertugas di hari-hari besar. “Saya memaknai Lebaran tahun ini dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu dengan tetap menjalankan tugas di lapangan. Walaupun tidak bisa berkumpul langsung dengan keluarga, saya mencoba menciptakan suasana lebaran versi sendiri bersama rekan kerja,” ujar Hanifa. Meski dirayakan secara sederhana di lokasi kerja, esensi kemenangan tetap terasa melalui semangat kebersamaan antar pekerja. Saling berbagi ucapan, dan semangat menjadi cara mereka merawat tradisi di sela-sela tanggung jawab profesional. Bertugas di hari Lebaran bukanlah perkara mudah, tetapi hal ini dipandang sebagai bentuk komitmen profesi. Kesadaran akan pentingnya kelancaran operasional untuk mencukupi kebutuhan energi nasional menjadi motivasi utama para pekerja. “Buat saya, ini soal komitmen. Saat memilih pekerjaan ini, saya juga siap dengan konsekuensinya, termasuk bertugas di hari besar. Ada dorongan dari dalam diri untuk tetap profesional menyelesaikan tanggung jawab dengan baik, apapun situasinya,” ceritanya. Dukungan penuh dari keluarga di rumah juga menjadi fondasi kekuatan bagi para pekerja. Meski kerinduan tak terelakkan, pemahaman keluarga akan pentingnya tugas ini membuat para pekerja dapat fokus sepenuhnya pada aspek keamanan dan kelancaran produksi. “Keluarga di rumah sangat memahami, walaupun pasti ada rasa kangen. Mereka justru jadi sumber semangat utama, sehingga kami bisa lebih fokus bekerja dan selalu mengingatkan pentingnya aspek keselamatan selama bekerja,” ucapnya. Para pekerja di lapangan selama libur Lebaran sangat krusial. Pengawasan ketat dilakukan mulai dari pemantauan operasional rutin hingga memastikan seluruh peralatan bekerja secara optimal. Komunikasi intensif antar-tim ditingkatkan untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan sejak dini. “Kewaspadaan harus ditingkatkan supaya produksi tetap stabil dan aman. Fokus utama kami adalah memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur dan prosedur keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi di hari seperti ini,” tegasnya. Sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak nasional, PHR menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan operasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat selama momen hari raya. Operasional hulu migas di Zona Rokan tetap beroperasi tanpa henti, didukung para pekerja yang tetap bertugas di garis depan. “Kami memahami operasional di Zona Rokan merupakan urat nadi bagi pasokan energi negeri, terutama di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat pesat saat Lebaran. Untuk itu, kami komitmen menjaga keandalan operasi di seluruh lapangan selama 24 jam sehari tanpa henti, kami sangat apresiasi serta bangga kepada seluruh pekerja yang tetap tegak berdiri di garda terdepan operasional selama masa Idulfitri,” kata General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko. Dedikasi para Perwira PHR di wilayah kerja Rokan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Pertamina dalam menjaga kedaulatan energi. Di balik setiap tetas minyak yang diproduksi untuk bangsa, ada pengorbanan dan ketulusan para pekerja yang setia mengabdi, bahkan di hari kemenangan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
KAI Logistik Operasikan CY 2 Merapi, Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional Tiga Juta Ton per Tahun
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus perkuat perannya dukung ketahanan, dan optimalisasi distribusi energi nasional lewat peresmian Container Yard (CY) 2 Merapi. Fasilitas mulai beroperasi sejak 3 Maret 2026 lalu ini menjadi bagian dari pengembangan layanan KALOG Pro, khususnya untuk mendukung pengelolaan angkutan batu bara berbasis moda kereta api yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa CY 2 Merapi dirancang sebagai solusi logistik strategis yang tidak hanya meningkatkan kapasitas angkutan, tetapi menjawab tantangan distribusi logistik energi yang semakin dinamis. Hal ini juga menjadi langkah proaktif perusahaan dalam mendukung regulasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberlakukan larangan truk batu bara melintasi jalan umum sejak 1 Januari 2026, sebagaimana ditegaskan dalam Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025. “Melalui optimalisasi angkutan berbasis rel, KAI Logistik menghadirkan alternatif distribusi yang lebih aman, patuh regulasi, serta mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya,” kata Yuskal. Berlokasi di Desa Sirah Pulau, Provinsi Sumatera Selatan, CY 2 Merapi berdampingan langsung dengan fasilitas CY 1 Merapi yang telah lebih dahulu dioperasikan oleh KAI Logistik yang direncanakan memiliki tiga akses keluar–masuk yang terhubung langsung dengan terminal Merapi, sehingga mendukung kelancaran pergerakan kereta api dan meningkatkan efisiensi operasional bongkar muat batu bara. “Fasilitas ini dirancang dengan skema konektivitas terpadu antara area tambang dan jalur hauling yang terhubung langsung ke kawasan CY, sehingga seluruh aktivitas operasional dapat dilakukan tanpa melalui jalur jalan provinsi (lintas). Skema tersebut sejalan dengan upaya meminimalkan dampak terhadap infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar,” jelas Yuskal. Dengan beroperasinya CY 2 Merapi, KAI Logistik menargetkan peningkatan kapasitas angkut sesuai rencana awal, yaitu melayani hingga dua rangkaian kereta api per hari. Ke depan, fasilitas ini direncanakan memiliki dua jalur bongkar muat sebagai langkah antisipatif terhadap peningkatan volume angkutan batu bara di wilayah Sumatera. Menurut Yuskal menjelaskan, CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun, dan dengan pengoperasian optimal dua jalur angkut, kapasitasnya berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari. Secara keseluruhan, fasilitas ini diperkirakan dapat berkontribusi pada angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun, sehingga memperkuat rantai pasok energi nasional secara berkelanjutan. Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, sambungnya, KAI Logistik akan melakukan pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap, meliputi penambahan alat angkut, penyediaan fasilitas pendukung operasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Seluruh pengembangan dan operasional CY 2 Merapi dilaksanakan dengan mengacu pada standar pelayanan yang berlaku serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memastikan layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan. Melalui pengoperasian CY 2 Merapi, terangnya, KAI Logistik menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam mendukung distribusi energi nasional serta menghadirkan solusi logistik yang adaptif terhadap dinamika sektor transportasi dan logistik. "Optimalisasi angkutan berbasis kereta api ini juga menjadi bagian dari upaya penerapan green logistics melalui pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi energi," tandasnya.
Indonesia Dilirik Jepang Lantaran Limbah Sawit Disulap Jadi Energi
Tokyo, katakabar.com - Indonesia dilirik Jepang lantaran limbah sawit disulap menjadi energi. Apalagi saat ini, transisi energi tengah jadi sorotan global. Makanya, Indonesia memilih panggung di Tokyo untuk menyampaikan satu pesan, yakni limbah sawit bukan sekadar sisa produksi, melainkan bagian dari masa depan energi bersih. Pesan itu mengemuka dalam forum bisnis usung tema “Know More about Amazing Palm Biomass of Indonesia” yang digelar di Paviliun Biomassa Indonesia pada ajang International Biomass Expo, pada 17 hingga 19 Maret 2026 lalu. Di sana, perwakilan pemerintah dan pelaku usaha Indonesia pamerkan potensi cangkang sawit, tandan kosong kelapa sawit, hingga limbah batang sawit sebagai sumber energi biomassa bernilai tambah. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyebut promosi ini bukan sekadar pameran dagang. Ada upaya yang lebih besar, yakni membingkai ulang industri sawit Indonesia sebagai bagian dari solusi keberlanjutan global. Duta Besar RI untuk Jepang, Kartini Sjahrir, berdiri di antara para pelaku industri dan investor Jepang ketika menyampaikan arah kebijakan itu. “Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra yang andal dan jangka panjang bagi Jepang dalam mendukung transisi energinya, khususnya di sektor biomassa,” ujarnya, dilansir dari laman Antara, Minggu (22/3) sore. Paviliun Biomassa Indonesia, menurut Kartini, bukan hanya etalase produk, tetapi juga simbol posisi Indonesia dalam rantai pasok energi baru. Negara ini, ulasnya, ingin hadir sebagai pemain penting dalam transisi menuju energi rendah karbon. “Kami juga berupaya untuk mempromosikan Indonesia sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam rantai pasokan biomassa global,” jelasnya. Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, aminkan Kartini. Menurut Maria, forum tersebut menjadi ruang temu antara produsen Indonesia dan pembeli Jepang, sekaligus sarana membangun reputasi. Acara ini, tutur Maria, dirancang untuk “memperkuat hubungan kerja sama antarpelaku usaha, meningkatkan branding dan reputasi produk biomassa cangkang sawit serta pemanfaatan produk turunan sawit Indonesia di Jepang.” Di balik diplomasi itu, ada angka yang bergerak. KBRI Tokyo mencatat ekspor biomassa Indonesia ke Jepang meningkat 17 persen secara nilai dan 23 persen dari sisi volume. Kenaikan ini, menurut mereka, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar Jepang terhadap konsistensi pasokan dan kualitas produk Indonesia. Produk-produk seperti pelet kayu, cangkang inti sawit, hingga tandan kosong kelapa sawit kini tidak lagi dipandang sebagai limbah. Mereka menjadi komoditas energi alternatif yang diburu, terutama oleh negara-negara yang membidik target netralitas karbon pada 2050 target yang juga menjadi benang merah penyelenggaraan pameran tersebut. Momentum itu juga ditandai dengan kesepakatan bisnis. Di sela forum, Kartini menyaksikan penandatanganan kontrak pembelian cangkang sawit antara PT Tricitra Agro Perdana dan Pulp & Paper Corp Japan. Nilainya mencapai 11 juta dolar AS, setara sekitar Rp186,3 miliar, untuk volume 50 ribu metrik ton. Bagi Indonesia, kesepakatan ini lebih dari sekadar transaksi. Ia menjadi penanda narasi baru tentang kelapa sawit sebagai sumber energi bersih berbasis biomassa mulai menemukan tempatnya di pasar dunia.
Pengadaan 54 Lokomotif CC 205 Tuntas, KAI Divre IV Siap Amankan Ketahanan Energi Nasional
Lampung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali menerima tambahan 16 unit lokomotif baru tipe CC 205 yang diproduksi oleh Progress Rail di Alabama, Amerika Serikat. Lokomotif tersebut tiba melalui Pelabuhan Panjang, Lampung, sebagai bagian dari batch keempat dalam program pengadaan sebanyak 54 unit lokomotif. Dengan tibanya pengiriman pada batch keempat ini, seluruh rangkaian pengadaan telah terpenuhi. Dengan demikian, Divre IV Tanjungkarang kini telah menerima secara lengkap 54 unit lokomotif baru yang akan digunakan untuk mendukung peningkatan kinerja operasional perkeretaapian di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyampaikan penambahan sarana lokomotif ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kelancaran layanan angkutan barang, khususnya untuk komoditas batubara serta berbagai kebutuhan logistik lainnya yang terus mengalami pertumbuhan di wilayah Sumatera Bagian Selatan. “Selain meningkatkan efisiensi operasional, pemanfaatan kereta api sebagai moda angkutan barang juga menjadi solusi yang efektif dalam menekan polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Dalam satu perjalanan, rangkaian KA angkutan batu bara yang menarik 61 gerbong dengan kapasitas sekitar 3.050 ton mampu menggantikan hingga 120 truk kontainer berukuran 40 kaki,” ujar Zaki. Ia menjelaskan satu rangkaian KA angkutan batu bara menghasilkan emisi sekitar 10.766 kg CO₂ per perjalanan, jauh lebih rendah dibandingkan emisi yang dihasilkan oleh 120 truk kontainer yang mencapai 65.645 kg CO₂ per perjalanan. Dengan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik serta kapasitas angkut yang jauh lebih besar, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mendukung distribusi barang. Selain berdampak pada aspek lingkungan, penggunaan kereta api sebagai moda angkutan barang juga memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran lalu lintas. Berkurangnya volume kendaraan berat di jalan tol maupun jalan nasional dapat membantu memperlancar arus kendaraan sekaligus memperpanjang umur layanan infrastruktur jalan. Di sisi lain, pengalihan angkutan barang ke moda rel juga berpotensi menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar. Transportasi barang melalui jalur rel memiliki tingkat kecelakaan yang relatif lebih rendah serta risiko kerusakan barang yang lebih kecil, sehingga menjadi pilihan yang lebih aman dan andal bagi dunia usaha. Dengan dukungan sarana yang semakin memadai, KAI Divre IV Tanjungkarang terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai sektor industri dan pelaku logistik untuk memanfaatkan layanan angkutan barang berbasis rel. “Kami terus mendorong sinergi antara operator logistik, pelaku industri, dan pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan kereta api untuk distribusi barang. Hal ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem logistik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” ulas Zaki.
Energi Untuk Melangkah Penuh Harapan: PHR Bukber Bersama Wartawan dan Santuni Anak Yatim
Mandau, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) gelar safari ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi usung tema 'Energi Untuk Melangkah Penuh Harapan' di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, persisnya di Aquarium Swiming Pool Grand Zuri, Selasa (17/3). "Kegiatan ini rangkaian dari safari ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi di lima kabupaten mulai dari Kota Pekanbaru," ujar Hardianto mewakili manajemen PT PHR dalam sambutannya. Kata Hardianto, selain buka bersama wartawan di tiga kabupaten yakni Duri, Dumai dan Rokan Hilir diberikan santunan anak yatim kepada keluarga wartawan, serta silaturahmi. "PT PHR fokus ketahanan energi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," jelasnya. Lantas, Hardianto mengapresiasi wartawan merupakan mitra PT PHR telah memberikan edukasi di tengah masyarakat, dan terima kasih telah membuat berita berimbang, serta sudah meluruskan berita sehingga masyarakat dapat mengerti dan memahami PHR. "Ke depan kita harapkan kolaborasi dengan wartawan agar lebih mengedukasi dengn pemberiataan yang berimbang. "Semoga kolaborasi berlanjut mengedukasi dan meluruskan berita-berita miring di tengah masyarakat demi ketahanan energi," terangnya.
Mampukah Pengembangan DME Perkuat Ketahanan Energi Nasional?
Jakarta, katakabar.com - Ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) mengharuskan pemerintah mempercepat pengembangan dimethyl ether (DME) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. Konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sedang sekitar 75 persen kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor LPG Indonesia pada 2024 mencapai US$3,8 miliar atau setara Rp64,1 triliun (kurs Rp16.888 per dolar AS). Proyek DME bahkan telah masuk dalam daftar proyek prioritas hilirisasi nasional dan direncanakan mulai digarap pada tahun ini di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. MIND ID bersama Pertamina berkolaborasi dalam percepatan hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME) dan Methanol melalui penguatan rantai mineral, batu bara, dan energi nasional. Dalam kolaborasi ini Pertamina berperan sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi. Hasil hilirisasi batu bara, seperti Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol nantinya akan terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat dan industri sebagai substitusi energi impor. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menilai pengembangan DME menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, konflik di Timur Tengah dapat mengganggu distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Amerika Serikat menjadi pemasok utama dengan nilai impor sekitar US$2,03 miliar atau sekitar 53 persen dari total impor. Sementara, Qatar menyumbang sekitar 11 persen, disusul Uni Emirat Arab sekitar 10 persen. Besarnya ketergantungan tersebut membuat pasokan LPG domestik rentan terhadap dinamika pasar energi global, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia. “Ketika terjadi eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak maupun gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati Selat Hormuz, ini menjadi alasan kuat kenapa kita perlu melakukan hilirisasi batu bara menjadi DME,” ujarnya. Ia mengatakan pengembangan DME salah satu upaya untuk mencari sumber energi substitusi yang dalam jangka panjang dapat menggantikan sebagian kebutuhan LPG impor. Selain mendukung ketahanan energi, pengembangan DME juga berpotensi membuka pasar baru bagi batu bara berkalori rendah. Indonesia dinilai memiliki modal sumber daya untuk mengembangkan industri tersebut. Hal ini mampu mendorong efektifitas PTBA dalam operasional sehingga produksi batubara kalori rendah juga bisa teroptimalisasi. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki sumber daya batu bara sekitar 97,96 miliar ton dengan cadangan mencapai 31,95 miliar ton. Sebagian besar cadangan tersebut merupakan batu bara berkalori rendah atau low rank coal, yang selama ini memiliki nilai ekonomi relatif rendah di pasar ekspor. Menurut Bambang, hilirisasi batu bara juga menjadi kewajiban bagi pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang kontraknya telah diperpanjang. “Hilirisasi batubara wajib dilakukan oleh pemegang PKP2B yang diperpanjang. Soal apakah ini akan membawa gairah baru atau tidak tergantung dari niatan para pelaku industrinya,” jelasnya. Ketua Komite Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas), Moshe Rizal, menilai pengembangan DME perlu dihitung secara cermat agar tidak kalah bersaing dengan LPG impor yang selama ini dipasok dari negara dengan biaya produksi gas lebih rendah. “DME ini industrinya relatif masih baru dan dari sisi keekonomian juga tidak murah. Karena itu feasibility study-nya harus benar-benar dicermati,” ucapnya. Ia menilai pemerintah perlu memastikan harga produksi DME dapat bersaing dengan LPG impor agar proyek tersebut tidak justru menambah beban biaya energi. “Kalau ternyata produksi DME lebih mahal daripada impor LPG, maka harus dihitung kembali manfaatnya,” tegasnya. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno juga menilai pengembangan DME berpotensi membantu mengurangi ketergantungan impor LPG, namun tetap memerlukan kajian yang mendalam. Menurutnya, proyek serupa pernah direncanakan sebelumnya namun tidak berlanjut sehingga aspek teknologi dan keekonomian perlu dihitung secara hati-hati. “Proyek ini tentu bisa mengurangi impor LPG, tetapi membutuhkan kajian yang mendalam, khususnya terkait keekonomiannya. Teknologi yang digunakan juga harus mampu membuat biaya produksi lebih efisien dibandingkan impor LPG,” tandasnya.
MIND ID Dukung Kebijakan Energi Wujudkan Swasembada Nasional
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tegaskan komitmen dukung implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) gun mewujudkan swasembada energi Indonesia. Komitmen tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan Sosialisasi Perdana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) bersama MIND ID di Jakarta, Jumat (27/2) lalu. Kegiatan ini pun menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan MIND ID bersama seluruh Anggota sebagai pelaksana strategis dalam mendukung swasembada energi, transisi energi, serta dekarbonisasi nasional. Diketahui, pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menggantikan PP Nomor 79 Tahun 2014. Regulasi ini menjadi landasan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan energi, pemenuhan kebutuhan energi nasional, serta percepatan dekarbonisasi dan transisi energi. Sebelumnya, Presiden RI, H Prabowo Subianto, menyampaikan kemandirian energi merupakan pilar penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Pemerintah pun terus mendorong optimalisasi sumber daya nasional agar Indonesia tidak bergantung pada pihak luar. “Swasembada energi, harus! Nanti ada kelompok, apa bisa? Bisa! Kita sudah hitung, tapi kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa,” jelas Kepala Negara. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyatakan kebijakan tersebut diselaraskan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, swasembada energi pun akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat industrialisasi dan daya saing Indonesia. "Forum yang sangat penting bagi kita berkolaborasi. Implementasi daripada kebijakan itu adalah kerja sama antara pemangku kepentingan baik itu pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita negara kita tetap untuk mencapai kebutuhan energi yang cukup tinggi,” bebernya di acara Sarasehan dan Sosialisasi PP Nomor 40 Tahun 2025 yang dilaksanakan di Jakarta. Jumat Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan MIND ID siap menjalankan peran strategis dalam mendukung implementasi KEN. Melalui pengelolaan mineral dan batu bara yang dijalankan secara terintegrasi serta pengembangan berbagai proyek strategis oleh seluruh Anggota, MIND ID konsisten mendukung kemandirian, ketahanan dan transisi energi nasional. “Melalui kegiatan sosialisasi hari ini, Grup MIND ID menegaskan komitmen untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 dengan mengikuti arah implementasi Rencana Umum Energi Nasional,” tutur Maroef. Untuk mendukung swasembada energi, MIND ID melalui PT Bukit Asam Tbk telah menjalankan pengelolaan sumber daya dan Cadangan batu bara secara optimal agar dapat terus mendukung agenda ketahanan energi jangka panjang. Bukit Asam mengelola cadangan batu bara sekitar 2,88 miliar ton dan sumber daya 5,72 miliar ton, serta proaktif meningkatkan kapasitas produksi melalui pembangunan Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 yang akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun, sehingga produksi ditargetkan meningkat dari 43 juta ton menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun. Agenda hilirisasi, MIND ID bersama seluruh Anggota mendukung pembentukan ekosistem industri baterai kendaraan listrik hingga energi storage yang dapat mewujudkan ekosistem industri energi terbarukan. Mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah telah diproduksi dalam bentuk bahan baku yang sudah siap untuk diolah lebih lanjut oleh industri manufaktur. “Kami tidak hanya berfokus pada optimalisasi produksi mineral dan batubara, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, penguatan rantai pasok domestik, efisiensi energi, serta pengembangan ekosistem industri berbasis energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.” tandas Maroef.