ESG

Sorotan terbaru dari Tag # ESG

PT KTI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Program Sejuta Pohon Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

PT KTI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Program Sejuta Pohon

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Tirta Industri (KTI) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air melalui pelaksanaan Program Satu Juta Pohon, yang telah dijalankan secara berkelanjutan sejak tahun 2007. Program ini bagian dari kontribusi nyata KTI dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai (DAS) dan mendukung keberlangsungan siklus air di tengah tantangan perubahan iklim global. Program Satu Juta Pohon di mana telah dilakukan penanaman pohon ke 1 juta yang dilaksanakan pada Desember 2025 lalu di sekitar Waduk Nadra Krenceng, Kota Cilegon dan semangatnya terus digaungkan karena merupakan wujud komitmen KTI dalam menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan. Adapun penanaman pohon di wilayah resapan air diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan daya dukung lingkungan, serta memastikan keberlanjutan sumberdaya air untuk generasi mendatang. Pelaksanaan program ini hasil sinergi antara KTI dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Krakatau Steel Group, mitra usaha, pelanggan, dan para pemangku kepentingan lainnya. PT KTI menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut sejak awal pelaksanaannya. Ke depan, KTI menegaskan pencapaian Program Satu Juta Pohon tidak menjadi titik akhir komitmen perusahaan. KTI akan terus mengembangkan berbagai program konservasi dan pelestarian lingkungan lainnya yang memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan sumber daya air serta mendukung pertumbuhan industri yang bertanggung jawab Direktur Utama KTI, Dendin Hermawan, mengatakan ketersediaan air merupakan faktor krusial bagi keberlangsungan industri dan masyarakat, khususnya di Kota Cilegon dan sekitarnya. KTI memandang konservasi lingkungan sebagai tanggung jawab bersama yang tidak terpisahkan dari peran perusahaan sebagai penyedia solusi air bagi industri dan publik. “Program Satu Juta Pohon yang puncaknya kita laksanakan hari ini merupakan representasi dari cita-cita besar kita semua untuk memastikan setiap air yang kita nikmati telah kita upayakan agar siklusnya dapat senantiasa berjalan dengan baik,” terangnya. Hal tersebut diatas juga diperkuat dengan dukungan Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai holding dari Krakatau Steel Group, menyatakan “ Selamat kepada KTI dan tetap terus menjadi salah satu motor social movement dan juga merupakan komitmen kuat untuk kebaikan ke depan. Akbar yang menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron dan Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menyatakan bahwa ke depannya harus makin luas gerakannya sehingga social impact nya makin luas. Saat ini Krakatau Steel Group mendapatkan dukungan dari Danantara untuk meningkatkan performanya dan hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk kemakmuran bangsa.

Holding PTPN Perkuat Budaya ESG lewat Gerakan Penanaman Pohon IKBI PT RPN Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 01 Februari 2026 | 14:30 WIB

Holding PTPN Perkuat Budaya ESG lewat Gerakan Penanaman Pohon IKBI PT RPN

Bogor, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus dorong penguatan budaya keberlanjutan di seluruh entitas grup. Komitmen tersebut tercermin melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) di halaman Kantor Direksi PT RPN, sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi keluarga besar PTPN Group dalam menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, bersih, lestari, dan berkelanjutan. Penanaman pohon juga sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini usaha. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua IKBI PT RPN, Ira Iman Yani Harahap, beserta jajaran. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh semangat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan alam. Pada kesempatan tersebut, Ketua IKBI PT RPN menegaskan pohon memiliki peran vital dalam menopang kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem. “Pentingnya fungsi pohon untuk kehidupan bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya,” ujar Ira Iman Yani Harahap. Selain itu, penanaman pohon dinilai memiliki manfaat jangka panjang dalam menjaga ketersediaan sumber daya air. “Pohon membantu penyerapan air ke dalam tanah sehingga dapat menjaga ketersediaan sumber air tanah di masa mendatang,” kata Ira. Ia menjelaskan pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan kualitas udara. Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan makhluk hidup lainnya, serta menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk bernapas. “Oksigen yang kita hirup setiap hari dihasilkan oleh pohon, sementara karbondioksida yang kita keluarkan diserap kembali oleh pohon melalui proses fotosintesis,” jelasnya. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, IKBI PT RPN berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan hidup. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan PTPN Group dan masyarakat luas untuk terus melakukan aksi nyata dalam mendukung pelestarian alam. Holding Perkebunan Nusantara menilai peran organisasi istri karyawan seperti IKBI sebagai bagian penting dalam memperkuat budaya keberlanjutan perusahaan. Organisasi IKBI PT RPN pun menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan keberlanjutan dan masa depan yang lebih hijau.

Perkuat Komitmen Implementasi ESG, PT SGN, Subholding PTPN III Raih Silver Rank di ASRRAT 2025 Nasional
Nasional
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:01 WIB

Perkuat Komitmen Implementasi ESG, PT SGN, Subholding PTPN III Raih Silver Rank di ASRRAT 2025

Bali, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penguatan kualitas pelaporan keberlanjutan di seluruh entitas usaha. Komitmen tersebut kembali memperoleh pengakuan pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRRAT) 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Memasuki tahun ke 21 penyelenggaraan, ASSRRAT 2025 diikuti oleh 82 perusahaan dan organisasi, terdiri dari 78 entitas asal Indonesia, termasuk tiga entitas sektor publik, serta empat entitas dari Bangladesh dan Filipina. Penganugerahan penghargaan dilaksanakan pada Jumat (28/11) di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali. Chairman Board of Trustee NCCR, Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, menekankan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global. Ia menyoroti perkembangan berbagai kerangka dan regulasi internasional, seperti IFRS S1–S2, TCFD, GRI Standards, serta ASEAN Taxonomy, yang mendorong perusahaan untuk menyajikan laporan keberlanjutan yang semakin terukur, dapat diperbandingkan, dan relevan bagi para pemangku kepentingan. Sejalan dengan arah kebijakan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat tata kelola dan transparansi ESG, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), sebagai subholding dari Holding Perkebunan Nusantara berhasil meraih Silver Rank untuk Laporan Keberlanjutan Tahun Buku 2024. Capaian ini mencerminkan konsistensi holding dalam mendorong standardisasi pelaporan keberlanjutan yang mengacu pada praktik terbaik dan standar global. Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, menyampaikan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan perusahaan dalam mengimplementasikan agenda keberlanjutan yang selaras dengan kebijakan holding. “Alhamdulillah, pada ASSRRAT tahun buku 2024 PT Sinergi Gula Nusantara meraih Silver Rank. Penghargaan ini menjadi bukti Sustainability Report kami telah disusun sesuai standar GRI dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan. Capaian ini adalah hasil kerja seluruh insan SGN dalam memperkuat implementasi ESG, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan emisi, hingga pemberdayaan petani tebu. Kami bersyukur atas pencapaian ini, dan semoga tahun depan peringkat tersebut dapat kami tingkatkan melalui peningkatan kualitas data dan penguatan program keberlanjutan perusahaan,” imbuhnya. ASSRRAT 2025 juga menjadi ruang strategis bagi perusahaan-perusahaan di Asia untuk meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan melalui mekanisme penilaian komprehensif dan pemberian umpan balik dalam bentuk scorecard. Melalui ajang ini, NCCR dan ICSP mendorong praktik pelaporan keberlanjutan yang semakin transparan, kredibel, dan selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Bagi Holding Perkebunan Nusantara, capaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, memperkuat transparansi, serta memastikan bahwa agenda keberlanjutan terintegrasi dalam strategi bisnis jangka panjang di seluruh lini usaha.

Hisense Percepat Strategi ESG Inisiatif Berkelanjutan Berbasis AI Internasional
Internasional
Minggu, 07 Desember 2025 | 12:00 WIB

Hisense Percepat Strategi ESG Inisiatif Berkelanjutan Berbasis AI

Qingdao, katakabar.com - Hisense, merek elektronik dan perangkat rumah tangga terkemuka di dunia, mengumumkan perkembangan penting dari sisi lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) yang tercantum dalam Laporan ESG 2024. Dengan fokus pada "teknologi berbasiskan AI", Hisense mendorong inovasi yang bertanggung jawab dalam bidang-bidang manufaktur, dampak sosial, dan tata kelola melalui pendekatan ganda berupa "teknologi cerdas + pembangunan hijau." Pabrik Hisense di Huangdao baru saja mendapatkan pengakuan dari World Economic Forum sebagai Sustainability Lighthouse pertama di dunia di sektor VRF, serta satu-satunya dual pabrik Lighthouse. Hal ini merupakan pencapaian penting dalam penerapan AI dan digitalisasi untuk manufaktur berkelanjutan. ESG sebagai Pusat Strategi Hisense kini menjadikan ESG sebagai bagian dari enam strategi inti guna menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan visi jangka panjang sebagai perusahaan dan merek kelas dunia. Hisense telah menetapkan target ambisius untuk mencapai puncak emisi karbon pada 2026 dan netralitas karbon pada 2050, serta menempatkan aspek keberlanjutan sebagai pendorong utama di balik daya saing bisnis. Dengan menggabungkan AI dan pembangunan hijau, Hisense mentransformasi proses produksi, rantai pasok, dan produk agar kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat bersama. AI Manufaktur Hijau Hisense mempercepat transformasi rendah karbon dengan mengintegrasikan AI dalam proses manufaktur hijau. Melalui "Carbon Neutrality White Paper" edisi perdana, Hisense menetapkan peta jalan dan rencana aksi menuju netralitas karbon. Hingga kini, Hisense telah berkontribusi pada lebih dari 130 standar teknis pembangunan hijau dan rendah karbon, membangun empat Pabrik Nol Karbon, 17 Pabrik Hijau Nasional, dan enam Perusahaan Percontohan Desain Hijau, serta memiliki 41 pabrik bersertifikat ISO 14001. Semua pencapaian ini menunjukkan komitmen Hisense terhadap energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. Bagi Hisense, teknologi harus selalu berpihak pada manusia. Hisense konsisten menjalankan berbagai inisiatif sosial di bidang-bidang pendidikan, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan platform berbasiskan AI, Hisense meningkatkan jangkauan dan transparansi program-program sosial ini, memastikan bantuan tersalurkan secara efektif. Upaya tersebut mengantarkan Hisense meraih "Ram Charan Management Practice Award (Grand Prize)" dan penghargaan "Forbes China Best ESG Employer". Secara global, Hisense bekerja sama dengan UEFA Foundation untuk menghubungkan anak-anak di 22 negara dengan pemain sepak bola profesional, menyelenggarakan "Barrier-Free Championship" guna mendorong akses inklusif di dunia olahraga, serta meluncurkan program sepak bola “Football for Schools” di Indonesia yang mendukung 60 tim sekolah tingkat dasar dan menengah. Semua inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Hisense, yakni "Innovating a Brighter Life", bagi masyarakat di seluruh dunia. Tata kelola yang kuat menjadi fondasi utama di balik kesuksesan program ESG Hisense. Pada 2024, Hisense memperoleh Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan GB/T 35770-2022 / ISO 37301, mencakup tujuh bidang utama termasuk tata kelola, ketenagakerjaan, pelestarian alam, sistem antikorupsi, dan kepatuhan regulasi perdagangan. Langkah ke Depan Tahun 2025 menjadi awal penerapan penuh kecerdasan buatan di seluruh ekosistem Hisense. Hisense kini mempercepat integrasi AI dalam aktivitas penelitian, produksi, rantai pasok, dan layanan. Dengan menggabungkan inovasi cerdas dan keberlanjutan, Hisense berkomitmen menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara global dalam agenda ESG, serta mewujudkan "teknologi yang penuh kehangatan" bagi jutaan rumah tangga di seluruh dunia.

MIND ID Kokohkan Fondasi ESG Hilirisasi dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:47 WIB

MIND ID Kokohkan Fondasi ESG Hilirisasi dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bagian menyeluruh dari setiap proses bisnis pertambangan. Komitmen keberlanjutan dijalankan sejak tahap pratambang melalui program nursery bibit endemik dan studi baseline lingkungan hingga tahap operasi dan pascatambang melalui reklamasi terpadu serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyampaikan MIND ID sebagai strategic Active Holding konsisten mengintegrasikan seluruh program yang bertujuan untuk mampu memberikan manfaat berkelanjutan pembangunan masa depan. Implementasi prinsip ESG, kata Pria, dijalankan secara komprehensif ke dalam proses bisnis, dan diupayakan agar mampu memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Implementasi proses bisnis yang berlandaskan keberlanjutan adalah langkah strategi jangka panjang dalam membangun peradaban. Kami akan terus memastikan kegiatan tambang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya. Capaian nyata terlihat pada sejumlah anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID. PT Freeport Indonesia, misalnya, telah menanam 164 jenis tanaman pada lahan bekas pengendapan tailing dan area percobaan reklamasi. Sekitar 100 hektar areal tailing di MP21 dikelola menjadi lahan multi-pemanfaatan untuk perkebunan, pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan konservasi sebuah bukti rehabilitasi lahan yang memberi nilai tambah ekologis dan sosial setelah dua dekade pengelolaan. Dari 2005 silam, seluas 1.552 hektar lahan muara yang dialiri tailing juga telah direhabilitasi melalui penanaman mangrove, memperkuat fungsi kawasannya sebagai benteng alami pesisir dan daerah tangkapan karbon. Sebagai upaya transisi energi dan pengurangan emisi, PT Aneka Tambang Tbk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tambang emas Pongkor, yang berhasil menekan emisi CO₂ hingga puluhan ribu ton per tahun dan menjadi langkah konkret bagi transformasi energi di sektor pertambangan. Sementara, PT Timah Tbk terus bergerak aktif dalam pemberdayaan sosial ekonomi lokal di Bangka Belitung melalui program pembinaan UMKM, pembekalan digitalisasi usaha, dan akses permodalan. Program-program ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke rantai pasok tambang dan mendorong peningkatan kapasitas, serta pendapatannbeberapa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan mencatat kenaikan omzet rata-rata hingga 30 persen. Pria Utama menegaskan bahwa program hilirisasi BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dirancang untuk memberikan manfaat yang inklusif tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan.

KAI Daop 8 Surabaya dan Tarakanita Wujudkan Aksi Nyata Peduli Lingkungan di Stasiun Surabaya Gubeng Nasional
Nasional
Minggu, 31 Agustus 2025 | 09:37 WIB

KAI Daop 8 Surabaya dan Tarakanita Wujudkan Aksi Nyata Peduli Lingkungan di Stasiun Surabaya Gubeng

Surabaya, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi atau Daop 8 Surabaya terus perkuat komitmennya dalam menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus ramah lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Yayasan Pendidikan Tarakanita dalam kegiatan “Sosialisasi Cinta Lingkungan”,.di Stasiun Surabaya Gubeng, Sabtu (30/8). Usung tema “Rel Perjuangan Untuk Bumi yang Merdeka”, kegiatan ini sempena momentum peringatan HUT ke 80 Republik Indonesia, HUT ke 80 PT KAI dan Hari Ozon Sedunia. Program edukatif dan interaktif ini menjadi bukti nyata implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG dalam aktivitas operasional KAI. Beragam kegiatan menarik dihadirkan, mulai dari pembagian benih tanaman, praktik pembuatan eco enzyme, kampanye cinta lingkungan, hingga pameran karya seni siswa. Melalui aktivitas tersebut, KAI dan Yayasan Tarakanita berupaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, sekaligus mengajak masyarakat luas, khususnya pengguna kereta api, untuk bersama-sama menjaga bumi. “Melalui kegiatan ini, KAI ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk peduli dan bersama-sama menjaga kelestarian bumi. Kereta api sendiri moda transportasi massal yang ramah lingkungan karena menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi. Dengan memilih kereta api, masyarakat telah berkontribusi langsung dalam mengurangi polusi dan menjaga kelestarian alam,” ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya. Kata Luqman, kegiatan kolaborasi ini jadi bagian dari rangkaian jelang ulang tahun KAI. “Kami berharap program ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama yang berdampak positif, nyata, dan berkelanjutan. KAI akan terus memperkuat kinerja ESG sebagai bagian integral dari operasional perusahaan untuk memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan dan bumi,” jelasnya. Sebagai operator transportasi publik, KAI senantiasa berinovasi dalam menghadirkan layanan yang ramah lingkungan, modern, efisien, dan berkelanjutan. Implementasi program berbasis ESG tidak hanya dilakukan melalui edukasi, tetapi juga dalam praktik nyata operasional perusahaan.

Investor Institusional Kini Pertimbangkan ESG, Apakah Indonesia Siap? Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 01 Agustus 2025 | 14:04 WIB

Investor Institusional Kini Pertimbangkan ESG, Apakah Indonesia Siap?

Semarang, katakabar.com - Sebuah laporan dari Morgan Stanley Institute for Sustainable Investing, survei terhadap lebih dari 900 investor institusional global (asset managers dan asset owners), menyebutkan 78 persen asset managers dan 80  persen asset owners memperkirakan bahwa aset yang dikelola secara berkelanjutan (sustainable assets) akan meningkat dalam dua tahun ke depan. Data tersebut menunjukkan investor institusional secara aktif mempertimbangkan prinsip ESG atau Environmental, Social, Governance dalam pengambilan keputusan investasi mereka. Hal ini mencerminkan pergeseran besar dalam dunia keuangan global. Modal kini tidak lagi netral, tetapi dituntut untuk berpihak pada keberlanjutan. Tapi, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Indonesia siap menyambut perubahan ini? Di tingkat regulasi, pemerintah Indonesia memang telah meluncurkan berbagai inisiatif, seperti Taksonomi Hijau OJK (2022) dan peta jalan pembiayaan berkelanjutan hingga 2030. Namun, di sisi lain, kesenjangan pengetahuan mengenai sustainable finance di kalangan masyarakat luas, terutama generasi muda dan profesional muda di sektor keuangan, masih menghambat transisi ini berjalan secara inklusif. Data survei tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya sekitar 20–30% responden memahami istilah seperti green finance atau green banking, sementara hampir 19 persen investor Gen Z tidak mengetahui apa itu ESG. Padahal tren global menunjukkan ESG akan menjadi kompetensi dasar dalam lima tahun ke depan. Untuk menjawab kebutuhan ini, inisiatif edukatif dari masyarakat sipil mulai bermunculan. Salah satunya adalah peluncuran e-book bertajuk "Serba-Serbi Sustainable Finance: Urgensi, Regulasi, dan Green Taxonomy", yang bisa diakses secara gratis oleh publik melalui tautan https://lynk.id/lindungihutan/yB5O6AA. Disusun tim edukasi dari organisasi LindungiHutan, e-book ini menyajikan pemahaman yang komprehensif, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut, mengenai isu-isu kunci dalam keuangan berkelanjutan. Di dalamnya dibahas mengapa sustainable finance menjadi kebutuhan mendesak di tengah krisis iklim global, bagaimana regulasi nasional dan internasional berkembang untuk mengarahkan aliran dana ke sektor-sektor hijau, serta apa itu green taxonomy dan bagaimana peranannya dalam mengklasifikasikan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan. “Kami melihat ada celah antara kebijakan dan pemahaman publik. E-book ini kami susun untuk menjembatani itu, agar siapa pun, baik mahasiswa, pelaku bisnis, maupun masyarakat umum, bisa memahami peran keuangan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau,” ujar Alma, Product Manager LindungiHutan, lewat rilis resmi diterima katakabar.com Kamis siang.

ESG Kunci Transformasi Bisnis Unggul di Era Digital-Data, Inovasi, dan Strategi Transformasional Dorong Keberlanjutan Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 11 Maret 2025 | 10:06 WIB

ESG Kunci Transformasi Bisnis Unggul di Era Digital-Data, Inovasi, dan Strategi Transformasional Dorong Keberlanjutan

Jakarta, katakabar.com - Di tengah persaingan global yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk tidak hanya mengejar keuntungan semata, tapi berkontribusi secara positif terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). ESG kini bukan sekadar buzzword, melainkan sebuah paradigma yang mengubah cara pandang bisnis dalam menciptakan nilai jangka panjang. Data dari MSCI menunjukkan perusahaan dengan skor ESG tinggi cenderung memiliki risiko keuangan yang lebih rendah dan pertumbuhan nilai pasar yang lebih stabil, sehingga mengukuhkan ESG sebagai pilar strategis dalam dunia bisnis modern. Penerapan ESG tidak hanya memberikan dampak positif pada citra perusahaan, tapi membuka peluang besar untuk inovasi dan efisiensi operasional. Di era digital ini, teknologi informasi menjadi alat utama dalam mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time. Solusi digital memungkinkan perusahaan untuk memonitor penggunaan energi, pengelolaan limbah, serta kinerja sosial dan tata kelola secara terintegrasi. Dengan demikian, setiap keputusan strategis dapat diambil berdasarkan data yang akurat dan mendalam, mengurangi potensi risiko, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Mengapa Investor Asing Jatuh Hati Pada Perusahaan Berprinsip ESG? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 10 Maret 2025 | 21:05 WIB

Mengapa Investor Asing Jatuh Hati Pada Perusahaan Berprinsip ESG?

Jakarta, katakabar.com - ESG atau Environmental, Social, Governance semakin menjadi faktor penentu menarik investasi asing di era globalisasi. ESG tidak hanya mencerminkan komitmen perusahaan atau negara terhadap keberlanjutan, tapi menjadi indikator risiko dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Investor global kini lebih selektif, memprioritaskan entitas yang mampu mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik ke dalam operasional mereka. Aspek lingkungan, misalnya, menjadi krusial di tengah tekanan krisis iklim. Perusahaan yang menggunakan energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, atau menerapkan prinsip ekonomi sirkular dinilai lebih kompetitif.

LindungiHutan dan Enviro Strategic Indonesia Gelar Lagi Webinar Green Skilling Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 06 Agustus 2024 | 18:00 WIB

LindungiHutan dan Enviro Strategic Indonesia Gelar Lagi Webinar Green Skilling

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan dan Enviro Strategic Indonesia kesekian kalinya berkolaborasi gelar webinar Green Skilling ke 7 bertajuk “ESG Sebagai Tiga Konsep Utama Standar Perusahaan dalam Bisnis Berkelanjutan”. Webinar Green Skilling ke 7 turut mengundang Moch. R. Hakim Adhyguna, Co-Founder Enviro Strategic Indonesia sebagai narasumber utama untuk mengedukasi peserta webinar mengenai pentingnya ESG bagi perusahaan.