gempa

Sorotan terbaru dari Tag # gempa

Krakatau Steel Bangun Rumah Modular Tahan Gempa Default
Default
Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:39 WIB

Krakatau Steel Bangun Rumah Modular Tahan Gempa

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/KS Group, sebagai produsen baja terkemuka di Indonesaia mendukung program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke 125 Kodim 0623 Cilegon dengan membangun rumah modular tahan gempa di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Proyek ini wujud komitmen Krakatau Steel dalam mendukung program pemerintah Indonesia dengan memberikan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menunjukkan inovasi perusahaan dalam menyediakan solusi hunian yang aman dan efisien. Program bantuan penyerahan rumah layak huni diharapkan dapat memberikan sejumlah dampak positif dalam lingkup sosial bagi penerima bantuan, di antaranya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan masyarakat dari risiko gempa di masa depan. Bagi Krakatau Steel, program ini menjadi simbol penguatan sinergitas antara Krakatau Steel Group dan Kodim 0623 Cilegon. Pada acara penutupan TMMD 125 yang juga dihadiri oleh Gubernur, Walikota, Kapolda, Pangdam serta pejabat daerah dan militer lainnya pada minggu lalu di Cilegon, Kepala Staf Angkatan Darat atau KASAD, Maruli Simanjuntak mengapresiasi segala bentuk kolaborasi strategis untuk kesejahteraan masyarakat. “Khususnya pembangunan infrastruktur dasar, termasuk rumah layak huni merupakan hal penting, dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) mengapresiasi dukungan semua pihak dalam program TMMD," ujar Jenderal Maruli Simanjutak. Rumah tahan gempa yang dibangun menggunakan teknologi baja modular dikembangkan oleh PT Krakatau Baja Konstruksi atau KBK yang merupakan anak perusaan Krakatau Steel. Baja dikenal sebagai material yang kuat, tahan lama, dan memiliki fleksibilitas yang tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi di daerah rawan gempa dan akses terbatas. Adapun keunggulan utama dari rumah modular di antaranya ketahanan terhadap gempa, di mana rangka baja modular mampu menyerap dan mendistribusikan energi gempa dengan lebih baik, sehingga struktur bangunan tetap kokoh. Kedua, waktu pengerjaan pembangunan yang cepat dan efisien, di mana sistem modular memungkinkan komponen rumah diproduksi di pabrik dan dirakit di lokasi dengan cepat. Sebagai contoh, pembangunan 1 unit rumah hanya membutuhkan waktu 14 hari, artinya waktu pengerjaan yang singkat tentunya berkontribusi pada efisiensi waktu dan penghematan biaya. Dan yang terakhir tentunya ramah Lingkungan, dikarenakan material baja dapat didaur ulang, menjadikannya pilihan material yang lebih berkelanjutan. "Krakatau Steel Group terus berkomitment untuk mendukung program pemerintah, khususnya inovasi dalam bidang industri baja. Untuk Rumah modular tahan gempa, dalam 3 tahun terakhir PTKS telah membangun serta menyumbangkan 108 unit rumah layak huni bagi masyarakat Cilegon" timpal Direktur Sumber Daya Manusia KS Group, Agus Nizar Vidiansyah dalam acara serah terima kunci rumah layak huni pada penutupan program TMMD.

Adopsi Teknologi Peredam Gempa, Kementerian PU: Jembatan Pandansimo Segera Beroperasi Nasional
Nasional
Kamis, 14 Agustus 2025 | 10:10 WIB

Adopsi Teknologi Peredam Gempa, Kementerian PU: Jembatan Pandansimo Segera Beroperasi

Jakarta, katakabar.com - Pembangunan Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memanfaatkan teknologi modern peredam gempa sudah memasuki tahap akhir. Kementerian Pekerjaan Umum atau PU targetkan infrastruktur vital di Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS ini dapat segera beroperasi pada September 2025 nanti, sebagai bagian dari jalur jalan strategis sekaligus pendorong ekonomi baru di kawasan selatan Jawa. Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jembatan Pandansimo di antara prioritas Kementerian PU dalam meningkatkan konektivitas, dan mempercepat distribusi logistik di kawasan selatan Yogyakarta dan kawasan selatan Pulau Jawa. “Dengan selesainya Jembatan Pandansimo, waktu tempuh antar wilayah akan jauh berkurang, biaya operasional kendaraan lebih efisien, dan akses menuju pusat produksi pertanian, perikanan, serta destinasi wisata akan semakin terbuka lebar,” kata Dody melalui rilis resmi diterima katakabar.com, Senin sore kemerin. Menurut Dody, Jembatan Pandansimo memiliki panjang total penanganan 2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter, terdiri dari oprit, slab on pile, dan jembatan utama. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp863,7 miliar yang bersumber dari APBN, dengan masa pelaksanaan 579 hari kalender. Dari studi kelayakan tahun 2017, jelas Dody, pengoperasian JJLS di DIY diperkirakan akan mampu mengurangi biaya operasional kendaraan sebesar 13,11 persen atau setara Rp1,4 triliun per tahun, menghemat waktu tempuh hingga 20 menit, serta meningkatkan nilai produksi berbagai komoditas wilayah yang dilalui sekitar sebesar 18,6 persen atau sekitar Rp7,7 miliar per tahun. Selain manfaat transportasi, jembatan ini juga akan membuka akses ke lahan pertanian seluas 2.164,10 hektar di Kecamatan Galur dan mendukung produksi pertanian sebesar 9.143,2 kuintal sayur dan buah setiap tahunnya. Produksi perikanan di Kecamatan Srandakan juga diharapkan meningkat sebesar 13,3 ton per tahun.