Go Internasional
Sorotan terbaru dari Tag # Go Internasional
RI Tampilkan AI, Sawit Berkelanjutan dan UMKM Go Internasional di CAEXPO 2025
di Paviliun Komoditas Indonesia di Hall D5. Acara dibuka dengan tarian Tak Tong Tong asal Sumatera Barat ini dihadiri Sekjen CAEXPO Qin Webing. Di Paviliun Komoditas, delegasi Indonesia menampilkan 74 booth dengan produk unggulan Indonesia seperti sawit dan turunannya, kerajinan, kopi, cengkeh, buah tropis, furnitur, fashion, serta potensi wisata.
Batik Sawit Ramah Lingkungan Go Internasional Ikuti InnovFest Suzhou 2024 di China
Jakarta, katakabar.com - Produsen Batik Sawit dari Yogyakarta, CV Smart Batik Indonesia ramah lingkungan go internasional. Lantaran Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini dapat kesempatan istimewa ikuti kegiatan Innovation Festival (InnovFest) Suzhou 2024 yang berlangsung pada 18 hingha 20 November 2024 di China. InnovFest Suzhou adalah festival inovasi dan kewirausahaan internasional yang digelar National University of Singapore Research Institute (NUSRI) Suzhou, yang didukung NUS Enterprise.
Kolaborasi JCI Indonesia dan Indigo Telkom Bawa Startup Go Internasional
katakabar.com - Indigo dukung JCI Indonesia bawa Startup Indonesia go International melalui event Creative Young Entrepreneur. Event pitching business startup dengan dampak sosial. Indigo, program inkubator dan akselerator startup milik PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) dukung Junior Chamber International (JCI) Indonesia bawa startup Indonesia go International melalui kegiatan Creative Young Entrepreneur (CYE). CYE sendiri event kompetisi startup dengan konsep pitch battle, di mana para startup akan menyampaikan bisnis mereka dalam waktu 5 menit sebelum kemudian dinilai para juri yang berasal dari kalangan profesional dan pengusaha skala internasional. Kompetisi ini kompetisi skala internasional dengan 3 jenjang kompetisi yaitu CYE Tingkat Nasional, CYE Tingkat Regional (Asia Pacific, Eropa, Africa, etc), hingga babak terakhirnya adalah CYE Internasional yang mempertemukan 3 startup terbaik dari masing-masing regional. “Salah satu upaya untuk mendorong lahirnya startup yang sukses adalah dengan memberi wadah untuk menyampaikan karya inovasi mereka. Kami mendukung pergelaran CYE yang digelar JCI Indonesia ini, sebab adanya kesamaan visi dan bagaimana CYE bisa memberi kesempatan kepada para startup untuk menyampaikan hasil inovasi dan berdiskusi untuk mendapatkan feedback dalam pengembangan startup,” ujar Patricia Eugene Gaspersz, Senior Manager Program Indigo. Berdiri pada tahun 2013, program Indigo (https://indigo.id/) telah mengapresiasi ribuan ide brilian anak-anak muda Indonesia dengan 200 lebih ide diantaranya diberikan dukungan pendanaan dan pendampingan hingga menjadi startup yang sukses dan membawa dampak positif bagi Indonesia. Dukungan Indigo kepada penyelenggaraan CYE sendiri salah satu wujud apresiasi kepada para puluhan startup agar mereka dapat dikembangkan lebih lanjut. “Creative Young Entrepreneur (CYE) lebih dari sekedar kompetisi startup. CYE adalah tentang bagaimana kita mengorbit startup-startup brilian dari Indonesia untuk nantinya dapat bersaing dengan startup dari berbagai negara dan bisa menjuarai CYE level internasional,” kata Dadang Kurnia, Program Director CYE. Dukungan Indigo terhadap acara Creative Young Entrepreneur (CYE) salah satu dari sekian banyak kolaborasi Indigo dengan lembaga lain, seperti dengan pemerintah, akademisi maupun komunitas startup lainnya. Dukungan ini juga menunjukkan komitmen dari Indigo terhadap pengembangan ekosistem startup serta memberikan akses nyata bagi perwujudan visi setiap startup founders di Indonesia. Kontak: Askar Juara Marketing and Communication Officer Indigo - Telkom Indonesia 08119412323 [email protected]
Sinergi Telkom dan Kemendag Persiapkan Pengembang Gim Lokal Go Internasional
Jakarta, katakabar.com - Telkom melalui program Indigo dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi dengan ekosistem game di Indonesia fasilitasi puluhan studio gim lokal untuk go internasional. Indigo, program inkubator dan akselerator startup milik PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom), bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), gelae program untuk mempersiapkan pengembang gim lokal go internasional. Program ini implementasi dari kesepakatan antara Telkom Indonesia dengan Kementerian Perdagangan pada Januari 2024. Pada program kali ini, Indigo dan Kemendag menghadirkan Vania Martia selaku perwakilan dari Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan Iqbal Widodo sebagai perwakilan dari Nuon Digital Indonesia (Nuon). Para pembicara tersebut berbagi banyak hal konseptual dan teknis bagaimana pengembang gim lokal bisa mendapat publisher sehingga mengakselerasi gim yang mereka buat hingga level internasional. “Di tahun 2023, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara yang paling banyak mempublikasi gim di platform Steam sebanyak 256 gim. Kita ingin prestasi ini tetap terjaga bahkan lebih meningkat di tahun depan. Kami dan Kemendag menunjukan komitmen kami atas harapan tersebut dengan memfasilitasi pengembang gim lokal taja workshop dan diskusi dengan studio gim dan publisher internasional,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Program Indigo. Pengembangan ekosistem gim nasional sudah menjadi fokus program Indigo dari 2019. Melalui berbagai program dan partisipasi aktif di komunitas pengembang gim nasional, Indigo melalui program Indigo Game telah berhasil membawa 30 studio lokal menghasilkan karya gim yang terjual secara internasional. Selain itu, ada pula ratusan pengembang gim di seluruh Indonesia yang saat ini tengah mempersiapkan karya mereka untuk menjadi gim-gim level internasional baru. Kemendag melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), memiliki komitmen untuk membawa gim dan kekayaan intelektual Indonesia ekspansi ke luar negeri. “Salah satu bentuk konkrit dari komitmen tersebut adalah acara yang kita lakukan hari ini bersama Indigo. Kami bersama Indigo ingin fasilitasi teman-teman pengembang gim agar dapat memahami secara komprehensif bagaimana agar pengembang gim Indonesia menformulasikan business process maupun pitch deck yang sesuai dengan standar dan kebutuhan publisher, sehingga memudahkan mereka untuk mendapatkan kontrak kerja sama dengan publisher,” kata Abu Amar, Ketua Tim Animasi, Komik, Gim, dan Digitalized Economy Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ditjen PEN. “Publisher berperan aktif dalam pemasaran sebuah gim yang dikembangkan developer, baik masa pengembangan gim tersebut, hingga saat gim tersebut diluncurkan ke public. Publisher bertanggung jawab memonetesasi gim berikut intellectual property (IP) yang melekat, baik melalui pemasaran gim itu sendiri, ataupun melalui merchandise dari gim. Itulah alasannya mengapa publisher memiliki peranan penting dalam tahap akhir dari pengembangan gim, yakni pemasaran,” tambah Abu. Acara yang digelar program Indigo dan Kemendag merupakan salah satu bentuk sinergi antara kedua entitas yang memiliki visi untuk memajukan dan mengakselerasi gim di Indonesia. Harapannya, acara ini dapat memberikan manfaat dan dampak yang positif bagi para pengembang gim di Indonesia. Acara ini juga menunjukkan komitmen dan dukungan dari program Indigo terhadap pengembangan ekosistem gim di Indonesia. Kontak: Askar Juara Marketing and Communication Officer Indigo - Telkom Indonesia 08119412323 [email protected]