gula
Sorotan terbaru dari Tag # gula
Holding PTPN Dorong Integrasi Pemasaran Gula Nasional
Jakarta, katakabar.com - Guna perkuat strategi pemasaran komoditas gula nasional, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) gelar pertemuan koordinasi bersama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dan PT KPBN Niaga pada Selasa (3/3) lalu. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan sinergi antar entitas dalam lingkup PTPN Group guna merumuskan strategi pemasaran gula yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdaya saing. Fokus pembahasan mencakup evaluasi kinerja pemasaran periode sebelumnya, proyeksi pasar gula domestik, skema distribusi, optimalisasi pola penjualan, serta langkah-langkah tindak lanjut untuk meningkatkan efektivitas penyerapan pasar. Pada diskusi tersebut, para peserta juga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara holding, subholding gula, dan entitas pemasaran guna memastikan tata kelola niaga yang transparan, akuntabel, serta responsif terhadap dinamika pasar. Strategi penguatan komunikasi pasar dan pengelolaan risiko fluktuasi harga turut menjadi agenda penting dalam pembahasan. Lewat pertemuan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong optimalisasi pemasaran gula secara berkelanjutan, sehingga mampu mendukung peningkatan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat peran PTPN Group dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga gula nasional.
Swasembada Pangan Nasional Diumumkan, SGN Tegaskan Komitmen Percepatan Swasembada Gula
Karawang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) hadir di acara Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, saatkegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, di penghujung pekam pertama Januari 2026 lalu. Kehadiran PT SGN di momentum nasional tersebut mencerminkan komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung penuh program strategis pemerintah, khususnya swasembada pangan nasional serta upaya berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional. Di kegiatan tersebut, Presiden Prabowo RI, H Subianto resmi umumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Kepala Negara. Prabowo menegaskan swasembada pangan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Menurutnya, kemandirian pangan menjadi syarat mutlak bagi sebuah negara untuk berdiri tegak dan berdaulat. “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegasnya. Sementara, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden RI, H Prabowo dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, termasuk kontribusi BUMN pangan. Menteri Pertanian juga mengungkapkan rencana strategis tahun ini, di mana 50 persen produksi tebu nasional berasal dari Jawa Timur, serta menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor gula putih pada tahun ini, sebagai langkah nyata menuju kemandirian gula nasional. Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menegaskan bahwa SGN terus memperkuat perannya dalam meningkatkan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya. "Komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung visi besar pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula yang berkelanjutan," ucapnya.
Mentan RI Dorong Hilirisasi Perkebunan, PTPN Group Siap Perkuat Swasembada Gula Nasional di Jatim
Surabaya, katakabar.com - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12). Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan rapat koordinasi percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Di kegiatan tersebut, Menteri Pertanian didampingi Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat dan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, serta dihadiri jajaran Direksi PTPN Holding (Persero). Rapat koordinasi ini turut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Panglima Kodam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta Kepala Daerah kabupaten dan kota se Jawa Timur. Rapat koordinasi bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN perkebunan dalam percepatan hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas tebu guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam arahannya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia berada di ambang pencapaian sejarah baru dalam swasembada pangan nasional. Ia menyampaikan optimisme bahwa target swasembada dapat dicapai jauh lebih cepat dari proyeksi awal. “Jika tidak ada aral melintang, minggu depan kita bisa menyatakan Indonesia swasembada. Ini prestasi tercepat yang pernah kita raih. Dari yang semula diproyeksikan membutuhkan waktu empat tahun, kini berpotensi tercapai hanya dalam waktu satu tahun,” tegas Andi Amran Sulaiman. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyampaikan percepatan swasembada gula nasional dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada perluasan lahan dan percepatan penanaman tebu, terutama di Jawa Timur sebagai basis utama industri gula nasional. “Percepatan ini kita lakukan step by step melalui perluasan areal dan akselerasi tanam tebu. Jawa Timur menjadi fokus utama karena mayoritas pabrik gula berada di wilayah ini, sehingga menjadi kunci keberhasilan swasembada gula nasional,” kata Abdul Roni Angkat. Sementara, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menegaskan kesiapan PT SGN dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan sisi hulu dan hilir industri gula. “Kami menyiapkan program revitalisasi dan peningkatan kapasitas pabrik gula yang saat ini rata-rata masih di kisaran 70 persen. Untuk mendukung tambahan produksi tebu, PT SGN menyiapkan investasi sekitar Rp. 800 miliar guna menghilangkan bottleneck dan mengoptimalkan kinerja 24 pabrik gula,” jelas Mahmudi. Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan industri gula nasional dapat berjalan lebih terintegrasi, sekaligus menjadi fondasi menuju swasembada pangan dan gula nasional yang berkelanjutan.
Sugarex 2025, Holding PTP Hadirkan Inovasi Gula Nasional Lewat Partisipasi RPN
Surabaya, katakabar.com - Pameran gula internasional Sugarex Indonesia 2025 kembali digelar di Dyandra Convention Centre Surabaya pada 12 hingga 13 November 2025. Ajang bertaraf global yang dihadiri delegasi dari berbagai negara, termasuk India, Australia, dan Spanyol, ini menjadi momentum penting bagi PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan di bawah Holding Perkebunan Nusantara, untuk menampilkan terobosan terbaru dalam industri gula dan perkebunan. Partisipasi RPN melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) mendapat perhatian luas pengunjung, terutama melalui kolaborasi strategis bersama PT Equiva Ligand Indonesia, distributor resmi Sucromat dan Refraktometer Indonesia. Sebagai mitra utama, perusahaan pemasok alat laboratorium terbesar di Indonesia untuk perangkat ukur industri makanan dan minuman ini mendukung demonstrasi langsung teknologi analisis modern. Pengunjung dapat menyaksikan demo penggunaan alat laboratorium berteknologi tinggi milik PT Equiva Ligand Indonesia dengan memanfaatkan bahan analisis dari P3GI. Respons positif dari pengunjung menggambarkan tingginya minat industri terhadap teknologi analisis yang relevan dan sesuai standar laboratorium skala besar. Selain menampilkan teknologi analisis, P3GI memperkuat kontribusi edukasi sektor gula melalui kehadiran Kepala Bagian Usaha P3GI, Risvan Kuswurjanto, sebagai pembicara pada hari pertama. Ia membawakan materi berjudul “The Role of Smart Agriculture In Accelerating Indonesia's Sugar Self-Sufficiency Goals”. “Kami ingin menunjukkan bahwa riset yang tepat dapat mempercepat langkah menuju swasembada gula,” ujarnya. Selama pameran, P3GI memperkenalkan berbagai produk unggulan, mulai dari bahan tanam seperti bibit tebu, lonjoran, dan budset, hingga produk nonbahan tanam seperti clearpol, penapol, Fondanseed, serta layanan pelatihan, analisis laboratorium, kalibrasi, dan wisata edukasi. Salah satu daya tarik utama adalah Segarcane, minuman sari tebu alami hasil riset P3GI, yang dibagikan gratis kepada pengunjung. “Melalui pameran ini, masyarakat dapat merasakan langsung kualitas produk tebu hasil penelitian kami,” kata salah satu perwakilan P3GI. Keikutsertaan P3GI dalam Sugarex Indonesia 2025 tidak hanya berfokus pada promosi produk dan teknologi, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, lembaga riset, hingga mitra internasional. Ajang ini diharapkan membuka peluang riset bersama, memperluas penerapan teknologi pergulaan modern, serta melahirkan inovasi hilir yang lebih kompetitif. Melalui partisipasi pada pameran internasional ini, Holding Perkebunan Nusantara melalui RPN menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi modernisasi industri gula sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi besar dalam pengembangan tebu dan produk turunannya.
Wapres RI Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Kebun Jolondoro Banyuwangi
Nusantara atau SGN, Mahmudi, menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas kebun Jolondoro menjadi bukti konkret keberhasilan kolaborasi antara perusahaan dan petani. “Kebun Jolondoro telah menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan, dari 69 ton per hektare pada 2023, naik menjadi 97 ton per hektare pada 2024, dan ditargetkan mencapai 114 ton per hektare pada 2025,” ucapnya.