Industry

Sorotan terbaru dari Tag # Industry

Pagar Industri Lebih Awet Pakai Kawat Loket Galvanis? Ini Faktanya Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:22 WIB

Pagar Industri Lebih Awet Pakai Kawat Loket Galvanis? Ini Faktanya

Jakarta, katakabar.com - Di kawasan industri, pagar bukan sekadar pembatas. Ia melindungi aset, mengatur akses, dan menjadi garis pertama keamanan. Karena posisinya selalu berada di luar ruangan, pagar industri bekerja 24 jam menghadapi panas, hujan, angin, bahkan paparan bahan kimia tertentu. Tidak heran jika banyak pagar besi biasa mulai berkarat hanya dalam beberapa bulan. Cat mengelupas, sambungan melemah, dan akhirnya struktur terlihat rapuh. Dari situ muncul pertanyaan yang sering dicari banyak orang: apakah kawat loket galvanis benar-benar lebih awet? Mari kita bahas secara realistis. Kenapa Pagar Industri Cepat Berkarat? Baja tanpa perlindungan akan bereaksi dengan udara dan kelembapan. Proses oksidasi inilah yang memunculkan karat. Di lingkungan industri, proses ini bisa lebih cepat karena adanya polusi, uap kimia, atau kelembapan tinggi. Masalahnya, karat tidak hanya merusak tampilan. Ia menggerogoti ketebalan material. Dalam jangka panjang, pagar bisa kehilangan kekuatan strukturalnya. Apa yang Membuat Galvanis Berbeda? Kawat loket galvanis adalah kawat baja yang dilapisi seng. Lapisan seng ini bertindak sebagai pelindung terhadap oksidasi. Bahkan ketika terjadi goresan kecil, lapisan seng tetap membantu melindungi baja di sekitarnya dari penyebaran karat. Itulah alasan kenapa galvanis sering digunakan untuk aplikasi outdoor seperti pagar, atap, hingga struktur ringan. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua galvanis memiliki ketahanan yang sama. Proses pelapisan sangat menentukan umur pakainya. Apakah Benar Lebih Awet? Secara teknis, iya. Dibanding kawat hitam biasa, kawat loket galvanis jauh lebih tahan terhadap korosi. Dalam kondisi lingkungan normal, pagar galvanis bisa bertahan bertahun-tahun tanpa perawatan intensif. Tapi ada catatan penting. Ketahanan tersebut sangat dipengaruhi oleh dua hal: ketebalan kawat dan jenis galvanisasi. Galvanis dengan metode hot dip umumnya memiliki lapisan seng lebih tebal dibanding elektro galvanis. Untuk pagar industri outdoor, terutama di area dengan paparan hujan tinggi atau dekat pesisir, lapisan yang lebih tebal jelas lebih direkomendasikan. Jika hanya memilih berdasarkan harga termurah tanpa memperhatikan spesifikasi, daya tahan yang diharapkan bisa tidak tercapai. Kapan Kawat Loket Galvanis Layak Dipilih? Material ini sangat cocok untuk pagar perimeter gudang, pembatas area produksi, sekat penyimpanan, hingga kandang industri. Struktur mesh kotaknya memberikan kekakuan yang cukup baik untuk kebutuhan pengamanan standar. Tetapi untuk area dengan risiko benturan kendaraan berat secara langsung, tetap perlu rangka pendukung yang kuat agar sistem pagar tidak mudah berubah bentuk. Jadi, Mitos atau Fakta? Pagar industri memang bisa lebih awet menggunakan kawat loket galvanis dengan syarat spesifikasinya tepat dan sesuai dengan kondisi lapangan. Jika tujuannya adalah meminimalkan perawatan, menghindari pengecatan ulang berkala, dan mendapatkan perlindungan jangka panjang dari karat, galvanis adalah pilihan yang logis. Namun seperti semua material konstruksi, daya tahan bukan hanya soal jenis bahan, melainkan juga kualitas dan kecocokan spesifikasi dengan lingkungan pemasangan. Sebelum memutuskan, pertimbangkan lokasi proyek, tingkat kelembapan, dan eksposur cuaca. Karena pagar industri bukan sekadar pembatas visual, tetapi investasi perlindungan jangka panjang.

Satu University Gelar UMKM dan Industry Gathering di 3 Kota: Wujudkan Sinergi Kreatif Kemajuan Bersama Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 07 Juni 2025 | 19:12 WIB

Satu University Gelar UMKM dan Industry Gathering di 3 Kota: Wujudkan Sinergi Kreatif Kemajuan Bersama

Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya mempererat hubungan antara dunia pendidikan, UMKM, dan industri, Satu University gelar acara angkat tema "Sinergi Kreatif: UMKM Satu Langkah Lebih Maju" melalui kegiatan UMKM dan Industry Gathering. Kegiatan ini berlangsung di tiga kampus utama Satu University, yakni: Bandung (9 Mei 2025) Pontianak (23 Mei 2025) Palembang (20 Juni 2025) Acara ini bentuk nyata komitmen Satu University untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan UMKM dan industri di Indonesia. Melalui forum ini, Satu University menghadirkan ruang kolaboratif yang mempertemukan pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, dan perwakilan industri untuk membangun jaringan serta merumuskan solusi inovatif bersama. “Kami percaya pertumbuhan UMKM dan industri sangat penting dalam pembangunan ekonomi lokal. SATU University siap menjadi bagian dari proses itu, dengan menghadirkan sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik lapangan,” ujar salah satu perwakilan pimpinan Satu University. Rangkaian acara meliputi seminar interaktif, talkshow bersama pelaku UMKM sukses, sesi networking, serta pameran produk UMKM mitra SATU University. Selain itu, turut dibahas peluang kolaborasi dalam bentuk magang mahasiswa, riset bersama, dan pengembangan produk berbasis teknologi kampus. Kegiatan ini disambut antusias ratusan pelaku UMKM dan mitra industri yang hadir. Mereka mengapresiasi inisiatif SATU University sebagai jembatan antara dunia usaha dan pendidikan, serta sebagai katalisator pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Mahasiswi Japanese Popular Culture Binus University Siap Hadapi Dunia Industri Nusantara
Nusantara
Rabu, 30 April 2025 | 16:00 WIB

Mahasiswi Japanese Popular Culture Binus University Siap Hadapi Dunia Industri

Jakarta, katakabar.com - Jenjang perkuliahan fase penentu masa depan, di mana mahasiswa tidak hanya dituntut untuk belajar secara akademis, tapi mengasah keterampilan praktis dan membangun pengalaman nyata. Binus University menjawab kebutuhan ini melalui Program Enrichment, sebuah program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun ke dunia profesional di mana salah satunya dengan melalui program internship. Mahasiswi Program Japanese Popular Culture (JPC) Binus University, Irene Dharmawan saat ini tengah menjalani program internship di sebuah perusahaan yaitu J Trust Bank. Irene aktif mengaplikasikan kemampuan bahasa Jepang yang ia pelajari di bangku kuliah ke dalam dunia kerja nyata. Sejak duduk di bangku SMA, Irene telah memiliki ketertarikan terhadap budaya Jepang. Ketertarikan itu membawanya mengikuti berbagai ekstrakurikuler bahasa Jepang, hingga akhirnya meyakinkannya untuk memilih Japanese Popular Culture, Binus University sebagai pilihan untuk mengembangkan potensinya.

Jawab Kebutuhan Industri Digital, Binus @Bekasi Luncurkan Program Digital Business Innovation Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 11 September 2024 | 13:10 WIB

Jawab Kebutuhan Industri Digital, Binus @Bekasi Luncurkan Program Digital Business Innovation

Bekasi, katakabar.com - Transformasi digital di Indonesia terus terjadi dengan cepat, tapi jumlah SDM yang tersedia masih kurang memadai. Menurut pernyataan Semuel Abrijani, Dirjen Aplikasi Informatika Menkominfo yang dilansir dari CNBC Indonesia, Indonesia memerlukan setidaknya 9 juta talenta digital. Tapi, survei Literasi Digital Kominfo pada tahun 2023 menunjukkan skor keseluruhan literasi digital masyarakat Indonesia baru mencapai 3,54 dari skala 1 hingga 5, artinya belum mencapai level tinggi atau setidaknya skor 4,0.

TDI Taja Webinar, 'Drone Industry Outlook 2024' Bahas Prediksi Market Drone ke Depan Tekno
Tekno
Selasa, 13 Februari 2024 | 15:45 WIB

TDI Taja Webinar, 'Drone Industry Outlook 2024' Bahas Prediksi Market Drone ke Depan

katakabar.com - Terra Drone Indonesia, Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA), dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) membagikan prediksi pasar dan pemanfaatan drone di tahun 2024, lewat webinar “Drone Industry Outlook 2024”. Webinar yang ditaja pada Januari lalu ini diisi dengan 4 narasumber, yakni Indra Permana Sopian selaku Wakil Ketua Bidang Eksternal Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA), Ryan Fadhilah Hadi selaku Country Manager Terra Drone Arabia dan Deputy Director of International Business-APAC dan MEA, Dr M Akbar Marwan selaku Ketua Umum Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Gilang Wirata Pratama selaku Chief Marketing Officer Terra Drone Indonesia. Di webinar tersebut, para narasumber menyampaikan berbagai prediksi industri drone dari segi pemanfaatan, teknologi, peraturan baik di Indonesia hingga secara global. Dari segi pasar industri drone, Indra Permana menekankan, secara global diperkirakan hampir mencapai setara $ 48.6 miliar, dan Asia yang tertinggi dengan prediksi senilai $ 10 miliar. Sedang, di Indonesia diperkirakan $ 93 juta. Prediksi itu tidak hanya nilai dari penjualan produk, tapi termasuk penggunaan jasanya. Tren pengadaan barang drone di Indonesia selalu tinggi dari tahun ke tahun, baik untuk kebutuhan pemerintahan termasuk militer hingga kebutuhan perusahaan-perusahaan swasta. Dari segi penggunaan drone di Indonesia, jumlah pilot drone yang bersertifikasi dan drone yang sudah di registrasi terus bertambah di tahun 2023, dan diprediksi bertambah di tahun 2024 mengingat semakin banyak pengguna yang aware akan pentingnya sertifikasi. Untuk bidang minat peserta sertifikasi juga semakin beragam, seperti adanya minat untuk kebutuhan inspeksi meskipun minat untuk pemetaan masih tinggi dari data Asosiasi Pilot Drone Indonesia. Dari sisi penggunaan profesional diprediksi terus bertambah dilihat sudah mulai banyak kebutuhan pilot drone di berbagai industri. Perkembangan teknologi drone sudah terlihat di tahun 2024 dengan adanya drone light show saat perayaan tahun baru di Bundaran HI, Jakarta. Di tahun 2023 pun sudah banyak uji coba maupun demonstrasi yang dilakukan seperti penggunaan drone kargo, drone taxi, hingga drone elte yang dapat membawa peralatan industri. Prediksi secara global, aplikasi penggunaanya lebih berkembang terutama drone pengiriman, seperti yang baru-baru diluncurkan oleh produsen besar dunia yakni DJI yang merilis produk DJI FlyCart. Para penyedia pemanfaatan drone juga diprediksi akan bertambah melihat drone yang bisa dipelajari sendiri dan memberikan kemudahan untuk operasional harian. Dari segi peraturan, Unmanned Traffic Management (UTM) semakin dikembangkan di banyak negara berhubung jumlah dan penggunaan drone semakin bertambah di setiap negara. UTM digunakan untuk para pengguna dan pemangku kepentingan mengatur lalu lintas udara, di mana drone ada didalamnya. Selain itu, Urban Air Mobility (UAM) atau drone besar yang dapat membawa manusia dan barang serta diperuntukan di perkotaan, sudah mulai dilakukan uji coba seperti yang beberapa waktu lalu dilakukan di Indonesia yakni drone passenger EVTOL Ehang. Sertifikat pilot drone untuk UAM ini juga mulai dirancang oleh beberapa pihak untuk drone besar ini bisa mengudara. Perkembangan pemanfaatan di Indonesia pun di prediksi akan terus berkembang, Gilang Wirata menimpali, survei dan pemetaan masih mendominasi untuk aplikasi drone di Indonesia. Dari sisi sektor, akan lebih banyak pengaplikasian drone di agrikultur seperti untuk pemupukan dan penyemprotan. Hal itu terlihat karena tahun 2023 drone spraying cukup masif digunakan oleh perusahaan hingga pemerintahan. Di bidang survei untuk pertanahan bakal terus berlanjut terutama dalam pekerjaan PTSL. Ke depan diprediksi bukan hanya untuk kebutuhan sertifikasi tanah, tapi drone bakal dimanfaatkan untuk pemodelan kota. Di sektor migas, kata Gilang, tahun-tahun lalu digunakan hanya untuk inspeksi dan pengambilan data saja. Ke depan drone bakal digunakan untuk manajemen pemeliharaan dimana data yang diambil dari objek di migas lebih spesifik mulai dari dimensi, posisi, fungsi hingga eksplorasi migas. Melihat kebutuhan dari sisi industri yang memang terus bertambah, serta diiringi para produsen drone yang berlomba-lomba membuat inovasi dari segi produk hardware dan software, drone diprediksi akan berkembang dan banyak diminati di pasar Indonesia dan global di tahun 2024 ini. Kunjungi www.terra-drone.co.id untuk mendapatkan pengetahuan lebih lanjut dan informasi berbagai jenis drone lainnya. Kontak: Nilam Purnama Email: [email protected] Website: www.terra-drone.co.id Telepon: 0812 6559 4857