Total 60 Persen Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa? Tekno
Tekno
Sabtu, 18 April 2026 | 16:05 WIB

Total 60 Persen Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?

Jakarta, katakabar.com - Perilaku konsumen dalam mencari informasi digital mulai berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya orang langsung pergi ke mesin telusur, seperti Google, sekarang sebagian pengguna justru memulai pencarian dari kecerdasan buatan (AI). Studi yang dikutip oleh Search Engine Land menunjukkan bahwa sekitar 37 persen konsumen kini mengawali pencarian mereka melalui AI. Artinya, titik awal perjalanan konsumen mulai bergeser. Temuan ini juga diperkuat oleh laporan dari Priority Pixels yang menyebutkan bahwa 60 persen pengguna merasa jawaban dari AI lebih jelas dibandingkan hasil pencarian tradisional. Ini menunjukkan bukan hanya penggunaannya yang meningkat, tetapi juga kepercayaan terhadap AI sebagai sumber informasi. Perubahan ini membuat peran AI tak lagi sekadar alat bantu. AI mulai menjadi tempat utama orang mencari dan memahami informasi. Tetapi, di balik kemudahan tersebut, ada risiko baru yang sering luput dari perhatian brand. Dalam sistem AI, pengguna tidak lagi melihat banyak pilihan seperti di halaman hasil pencarian. AI akan menyaring dan merangkum hanya beberapa brand yang dianggap paling relevan dan kredibel. Akibatnya, jumlah brand yang masuk ke tahap pertimbangan jadi jauh lebih sedikit. “Ketika konsumen mulai dari AI, mereka tidak lagi melihat banyak opsi seperti di mesin pencari. Mereka langsung mendapatkan ringkasan. Artinya, brand yang tidak masuk dalam ringkasan tersebut bisa kehilangan peluang bahkan sebelum dipertimbangkan,” kata Alexandro Wibowo, Co-Founder Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI. Situasi ini menciptakan risiko yang sifatnya tidak terlihat langsung, tetapi berdampak besar. Brand bisa saja masih aktif, memiliki produk yang bagus, bahkan mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari, tetapi tetap tidak muncul dalam jawaban AI. Apabila ini terjadi, brand bisa kehilangan peluang sejak awal tanpa ada tanda yang jelas dari sisi performa. “Ini yang sering tidak disadari. Brand merasa performanya masih stabil, padahal pelan-pelan mereka mulai tidak masuk dalam percakapan. Dampaknya baru terasa belakangan, saat peluang sudah lewat,” jelas Alexandro. Melihat perubahan ini, muncul pendekatan baru yang dikenal sebagai AI Visibility Optimization (AVO). Pendekatan ini berfokus pada bagaimana brand membangun struktur informasi yang jelas, konsistensi narasi, serta sinyal kredibilitas agar lebih mudah dipahami dan dipercaya oleh sistem AI. “AI tidak hanya mencari informasi, tapi juga menyusun jawaban dan memilih. Kalau brand tidak cukup jelas, tidak konsisten, atau tidak punya validasi yang kuat, AI tidak punya alasan untuk menyebutnya,” jelas Alexandro. Seiring makin banyaknya konsumen yang memulai pencarian dari AI, perusahaan perlu mulai mengevaluasi kembali strategi visibilitas digital mereka. Persaingan sekarang bukan hanya soal siapa yang muncul, tetapi siapa yang masuk dalam jawaban. Di era ini, kehilangan visibilitas tidak selalu terlihat dari angka, melainkan sering terjadi saat brand tidak lagi muncul di momen yang paling menentukan.

Momentum Ramadhan, MyRepublic Indonesia Tingkatkan Kecepatan Internet Pelanggan Setia Lifestyle
Lifestyle
Minggu, 15 Maret 2026 | 09:06 WIB

Momentum Ramadhan, MyRepublic Indonesia Tingkatkan Kecepatan Internet Pelanggan Setia

Jakarta, katakabar.com - Bulan Ramadhan sering kali jadi momen meningkatnya aktivitas digital masyarakat, mulai dari menonton hiburan bersama keluarga setelah berbuka puasa hingga mengikuti kajian secara daring menjelang sahur. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, MyRepublic Indonesia menghadirkan program “Bagi-Bagi Berkah Ramadan” dengan memberikan speed upgrade internet gratis bagi pelanggan setia terpilih di berbagai wilayah di Indonesia. Melalui program ini, pelanggan setia yang terpilih akan mendapatkan peningkatan kecepatan internet secara otomatis tanpa biaya tambahan. Peningkatan kecepatan yang diberikan disesuaikan dengan paket internet yang digunakan pelanggan, dengan peningkatan maksimal hingga up to 200 Mbps. Chief Sales & Marketing Officer MyRepublic Indonesia, Iman Syahrizal, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan, khususnya di momen Ramadan yang identik dengan kebersamaan. “Ramadhan adalah momen penuh makna untuk berbagi dan mempererat kebersamaan. Melalui program speed upgrade gratis ini, kami ingin memberikan pengalaman internet yang lebih cepat dan stabil bagi pelanggan setia MyRepublic Indonesia, sehingga berbagai aktivitas digital selama Ramadan dapat dijalani dengan lebih nyaman,” jelasnya. Menurutnya, koneksi internet yang andal kini menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat, termasuk selama Ramadhan. Selain untuk menikmati hiburan digital, internet juga dimanfaatkan untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga dan kerabat, hingga mengakses berbagai konten edukatif maupun keagamaan secara daring. Program ini juga menjadi bentuk apresiasi MyRepublic Indonesia kepada pelanggan yang telah mempercayakan kebutuhan internetnya kepada layanan perusahaan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas, perusahaan terus berupaya menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Sebagai penyedia layanan internet berbasis full fiber optic, MyRepublic Indonesia terus memperkuat infrastruktur jaringannya untuk menghadirkan konektivitas yang stabil dan berkecepatan tinggi. Dengan dukungan jaringan tersebut, pelanggan dapat menikmati berbagai aktivitas digital dengan lebih optimal. Ke depan, MyRepublic Indonesia menyatakan akan terus menghadirkan berbagai inovasi layanan dan program apresiasi bagi pelanggan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan pengalaman internet yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

Dorong Pemerataan Internet Nasional, MyRepublic Air Sukses ULO di Lampung Nusantara
Nusantara
Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:10 WIB

Dorong Pemerataan Internet Nasional, MyRepublic Air Sukses ULO di Lampung

Lampung, katakabar.com - Proses Uji Laik Operasi (ULO) telah sukses dijalankan oleh layanan MyRepublic Air, diakhir Februari 2026 lalu. Upaya memperluas akses internet berkualitas di Sumatra terus dilakukan MyRepublic Indonesia. Proses Uji Laik Operasi (ULO) pada akhir Februari telah sukses dijalankan oleh layanan MyRepublic Air. Pelaksanaan ULO yang dilakukan secara daring ini menandai kesiapan MyRepublic Air untuk segera beroperasi sebagai layanan internet unlimited berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G–Fiber Quality dan Truly Unlimited. Uji Laik Operasi merupakan tahapan penting yang harus dilalui sebelum layanan dapat dioperasikan secara komersial. Proses ini dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia guna memastikan kesiapan jaringan, kualitas layanan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, layanan MyRepublic Air di Lampung sukses uji laik operasi dan memenuhi standar kualitas layanan serta persyaratan teknis yang ditetapkan regulator. Pada pengujian tersebut, layanan ini juga mampu melampaui standar minimum kecepatan unduh yang dipersyaratkan, dengan capaian hingga 100 Mbps. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, mengatakan keberhasilan pelaksanaan ULO ini menjadi langkah penting dalam upaya memperluas akses internet berkualitas bagi masyarakat dan mendukung pemerataan internet nasional. “Lampung wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital yang sangat besar. Melalui kehadiran MyRepublic Air, kami ingin menghadirkan solusi konektivitas yang cepat, stabil, dan terjangkau agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati akses internet berkualitas untuk berbagai aktivitas digital,” ucapnya. MyRepublic Air hadir sebagai solusi konektivitas berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif akses internet berkualitas, khususnya bagi masyarakat di area yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan fiber optik. Pelaksanaan ULO di Lampung juga menjadi bagian dari strategi ekspansi MyRepublic Indonesia dalam memperluas jangkauan layanan MyRepublic Air di berbagai wilayah Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi FWA, layanan ini memungkinkan penyediaan internet berkecepatan tinggi secara lebih cepat dan fleksibel di berbagai daerah. Sebelumnya, MyRepublic Indonesia telah membuka pra-registrasi MyRepublic Air bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi dan kesempatan lebih awal untuk menikmati layanan ini. Melalui langkah ini, MyRepublic Indonesia terus menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet nasional. Ke depan, MyRepublic Air akan diperluas secara bertahap ke berbagai wilayah di Indonesia guna menghadirkan konektivitas yang andal dan terjangkau bagi lebih banyak masyarakat. Cara Pra-Registrasi MyRepublic Air Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari layanan ini dapat melakukan pra-registrasi MyRepublic Air dengan mudah: 1. Akses situs resmi myrepublic.co.id/air 2. Lengkapi data diri yang dibutuhkan 3. Lakukan verifikasi melalui OTP 4. Cek email konfirmasi sebagai tanda pendaftaran berhasil Dengan ini, MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet rakyat di Indonesia melalui kehadiran MyRepublic Air berbasis Fixed Wireless Access (FWA). Dengan kesiapan jaringan, MyRepublic Air siap tersedia secara bertahap di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, guna menghadirkan konektivitas internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat di lebih banyak daerah.

Pengguna Internet WiFi di Riau Kian Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi Lebih Stabil Riau
Riau
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:00 WIB

Pengguna Internet WiFi di Riau Kian Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi Lebih Stabil

Jakarta, katakabar.com - Koneksi internet rumah di Pekanbaru kini menghadapi tantangan baru. Saat ini penggunaan WiFi rumahan tidak lagi terbatas pada satu atau dua perangkat. Ponsel, laptop, smart TV, hingga perangkat rumah pintar aktif bersamaan. Ketika semua terhubung di waktu yang sama, kualitas koneksi pun ikut diuji. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penetrasi internet rumah tangga di Indonesia terus meningkat, terutama di wilayah perkotaan. Riau termasuk provinsi dengan tingkat penggunaan internet yang konsisten tumbuh seiring meningkatnya aktivitas digital harian. Artinya, WiFi rumah kini menjadi tulang punggung aktivitas keluarga, bukan sekadar fasilitas tambahan. Rumah Makin Digital, Beban WiFi Ikut Bertambah: Pola penggunaan internet keluarga juga berubah. Aktivitas bekerja dari rumah, belajar online, streaming hiburan, hingga komunikasi digital sering berlangsung bersamaan. Menurut DataReportal Indonesia, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari untuk mengakses internet. Angka ini mencerminkan betapa intensnya penggunaan koneksi, terutama di lingkungan rumah. Di Pekanbaru, Riau, kondisi ini membuat WiFi rumah harus bekerja lebih keras. Saat koneksi digunakan ramai-ramai, masalah yang sering muncul bukan soal kecepatan awal, tetapi penurunan performa saat beban meningkat. Streaming mulai tersendat, video call terputus, atau browsing terasa lambat. Kenapa Stabilitas Jadi Isu Utama? Banyak pengguna masih mengaitkan kualitas WiFi dengan angka Mbps. Padahal, kecepatan tinggi tidak selalu menjamin kenyamanan. Stabilitas koneksi justru menjadi faktor penentu ketika banyak perangkat aktif. Laporan Ookla Speedtest Global Index menunjukkan konsistensi kecepatan internet bisa menurun di jam sibuk. Ketika trafik meningkat, koneksi yang tidak dikelola dengan baik akan lebih mudah mengalami fluktuasi. Inilah yang sering dirasakan keluarga saat seluruh anggota rumah online bersamaan. Selain itu, keterbatasan perangkat jaringan di rumah, seperti router dengan kapasitas terbatas atau jangkauan sinyal yang tidak merata, juga memperparah kondisi. Rumah dengan banyak ruangan atau lebih dari satu lantai kerap menghadapi area tanpa sinyal yang stabil. Apa yang Perlu Diperhatikan Keluarga di Pekanbaru? Memilih WiFi rumah kini perlu pendekatan yang lebih realistis. Bukan hanya soal paket tercepat, tetapi apakah jaringan mampu melayani banyak perangkat secara konsisten. Koneksi yang ideal harus tetap stabil saat digunakan untuk streaming, rapat daring, dan aktivitas digital lain secara bersamaan. Di sisi lain, layanan berbasis fiber optik cenderung lebih siap menghadapi kebutuhan multi-perangkat. Teknologi ini dirancang untuk menjaga kualitas koneksi tetap stabil meski trafik meningkat, terutama di jam-jam padat penggunaan. Menjawab Tantangan WiFi Rumah yang Makin Padat: Seiring rumah tangga Pekanbaru semakin digital, kebutuhan akan koneksi yang stabil menjadi semakin relevan. Penyedia layanan internet dituntut tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga pengalaman penggunaan yang konsisten. Penyedia seperti Biznet Home memanfaatkan jaringan fiber optik end-to-end untuk mendukung penggunaan WiFi rumah yang padat perangkat. Pendekatan ini menekankan stabilitas dan pemerataan koneksi, sehingga aktivitas digital keluarga dapat berjalan lebih lancar, tanpa harus saling berebut jaringan.

Sikapi Jual Beli Internet Ilegal Marak di Inhil, BUMDes dan Individu Diduga Terlibat: Ini Kata Kadis Kominfo Pers Riau
Riau
Jumat, 09 Mei 2025 | 21:00 WIB

Sikapi Jual Beli Internet Ilegal Marak di Inhil, BUMDes dan Individu Diduga Terlibat: Ini Kata Kadis Kominfo Pers

Indragiri Hilir, katakabar.com - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo Pers) Kabupaten Inhil, Dr. Trio Beni Putra, SE, MM, sikapi praktik jual beli layanan internet ilegal marak di wilayah Indragiri Hilir jadi sorotan serius pemerintah daerah. Apalagi dugaan keterlibatan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes, dan individu penyediaan internet tanpa izin resmi menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap keamanan jaringan, regulasi pemerintah, dan hak konsumen. "Sebenarnya desa memiliki peluang besar untuk secara legal menyediakan akses internet bagi masyarakat," ujar Dr. Trio Beni Putra, Jumat (9/5). Menurutnya, dana desa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan infrastruktur internet, asalkan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Desa dapat menggunakan dana desa untuk penyediaan internet, yang sangat bermanfaat untuk pendidikan, bisnis, dan layanan pemerintahan. Tapi, semua harus sesuai prosedur. Harus ada RPJMDes yang mencantumkan program internet, laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran, dan pengalokasian dana dalam APBDes tahun berjalan,” kata Trio Beni. Ia menegaskan proses pengadaan layanan internet harus mengacu pada Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa di Desa. Aturan ini menjelaskan mekanisme yang sah, dari perencanaan hingga pemilihan penyedia jasa. Lalu, Trio Beni mengingatkan penyedia layanan internet harus memiliki izin resmi dari pemerintah. Dalam hal ini, BUMDes diperbolehkan menjadi penyedia layanan internet, tetapi harus memenuhi persyaratan legalitas usaha, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2021. “Boleh saja BUMDes jadi penyedia, asal punya izin resmi dengan cara bermitra dengan Internet Service Providor (ISP), mendaftarkan NIB dan terdaftar sebagai badan hukum melalui Sistem Informasi Desa yang terintegrasi dengan Kemenkumham,” jelasnya. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menelusuri praktik penyediaan internet ilegal di sejumlah desa.

Praktik Jual Beli Internet Ilegal di Inhil Marak, BUMDes dan Individu Diduga Terlibat Riau
Riau
Jumat, 09 Mei 2025 | 10:50 WIB

Praktik Jual Beli Internet Ilegal di Inhil Marak, BUMDes dan Individu Diduga Terlibat

Indragiri Hilir, katakabar.com - Praktik jual beli layanan internet secara ilegal marak di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, semakin menjadi perhatian publik. Tak hanya dilakukan oleh individu, sejumlah Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes, diduga terlibat dalam penyediaan jaringan Wi-Fi tanpa mengantongi izin resmi. Fenomena ini menimbulkan keresahan warga dan berpotensi melanggar hukum yang berlaku di sektor telekomunikasi. Layanan internet lokal yang dikenal dengan istilah RT/RW Net sebetulnya lahir dari semangat gotong royong dan upaya meningkatkan konektivitas di pedesaan. Tapi di lapangan, tak sedikit dari penyelenggara RT/RW Net ini menjalankan usahanya tanpa badan hukum yang sah, tidak memiliki izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta tidak bermitra dengan penyedia layanan internet resmi (ISP). Seorang warga Indragiri Hilir berinisial SI 32 tahun, yang aktif memantau persoalan ini, menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang semakin tidak terkendali. “Pelanggaran ini bukan hal sepele. Sesuai dengan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, penyelenggaraan telekomunikasi tanpa izin bisa dipidana penjara hingga 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp600 juta,” ujar SI saat ditemui wartawan.Jum'at (9/5). SI menekankan pentingnya pengawasan dan kepatuhan terhadap regulasi teknis serta administratif dalam penyediaan layanan internet. Tanpa standar tersebut, jaringan ilegal sangat rentan disalahgunakan untuk aktivitas kriminal seperti penipuan digital, penyebaran malware, hingga pelanggaran hak cipta.

Diduga Menyalahgunakan NIK dan KK Tanpa Izin, Periksa Direktur dan Manager CV Sinar Telekom Sumut
Sumut
Rabu, 12 Maret 2025 | 18:20 WIB

Diduga Menyalahgunakan NIK dan KK Tanpa Izin, Periksa Direktur dan Manager CV Sinar Telekom

Tuntutan mereka meliputi pemeriksaan Direktur dan Manager CV Sinar Telekom yang diduga mengetahui penyalahgunaan data NIK dan KK tanpa izin, meminta Telkomsel untuk menindaklanjuti tuntutan mereka dengan menghentikan kontrak dengan CV Sinar Telekom, serta meminta Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara untuk memberikan sanksi administratif kepada CV Sinar Telekom.