Jarak Jauh

Sorotan terbaru dari Tag # Jarak Jauh

Perkuat Peran Dua Stasiun, Integrasi KA Jarak Jauh dan Commuter Line Permudah Mobilitas Pelanggan Lingkungan
Lingkungan
Senin, 29 Desember 2025 | 16:12 WIB

Perkuat Peran Dua Stasiun, Integrasi KA Jarak Jauh dan Commuter Line Permudah Mobilitas Pelanggan

Jakarta, katakabar.com - Pola mobilitas masyarakat di masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menunjukkan kecenderungan meningkatnya pemanfaatan stasiun-stasiun terintegrasi di wilayah penyangga Jakarta. Stasiun Bekasi dan Stasiun Jatinegara semakin berperan sebagai simpul perjalanan utama karena menghadirkan integrasi langsung antara layanan kereta api jarak jauh dan Commuter Line, sehingga memberikan kemudahan, efisiensi waktu, dan kenyamanan bagi pelanggan selama periode libur akhir tahun. Di masa Angkutan Nataru ini dari tanggal 18 Desember hingga 26 Desember 2025 per pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 32.470 pelanggan membeli tiket kereta api jarak jauh dengan keberangkatan dari Stasiun Jatinegara, dengan jumlah pelanggan tiba mencapai 68.956 orang. Sementara, dari Stasiun Bekasi tercatat 82.355 pelanggan berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dan 90.385 pelanggan tiba. Data tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap stasiun terintegrasi sebagai alternatif keberangkatan dan kedatangan yang mudah dijangkau melalui layanan komuter. Peran Stasiun Bekasi dan Jatinegara semakin strategis sebagai stasiun penyangga bagi Stasiun Gambir dan Pasarsenen. Integrasi antar layanan memungkinkan pelanggan memanfaatkan Commuter Line untuk menjangkau stasiun keberangkatan kereta api jarak jauh, sekaligus membantu pemerataan arus penumpang dan mengurangi kepadatan di stasiun utama Jakarta selama puncak Nataru. Kuatnya integrasi tersebut juga tercermin dari tingginya volume pergerakan pelanggan Commuter Line. Pada periode 18 hingga 25 Desember 2025, Stasiun Bekasi mencatat 249.845 pelanggan gate in dan 241.449 pelanggan gate out. Sementara di Stasiun Jatinegara, volume gate in mencapai 79.933 pelanggan dan gate out 74.461 pelanggan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan kemudahan integrasi antarlayanan menjadi faktor utama dalam perubahan pola perjalanan masyarakat pada masa Nataru. “Integrasi antara kereta api jarak jauh dan Commuter Line di Stasiun Bekasi dan Jatinegara memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan, baik dari sisi akses, waktu tempuh, maupun kenyamanan. Skema ini turut mendukung kelancaran distribusi arus penumpang dari dan menuju Jakarta selama masa Angkutan Nataru,” ujar Franoto. KAI Daop 1 Jakarta terus mengoptimalkan pengelolaan stasiun-stasiun terintegrasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan mudah diakses oleh masyarakat. Penguatan integrasi antarlayanan dan pengaturan arus penumpang diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas selama masa Angkutan Nataru, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan kereta api.

Jalur Hukum Baru Pekerja Asing Jarak Jauh di Indonesia dengan Visa E33G Internasional
Internasional
Selasa, 09 September 2025 | 10:00 WIB

Jalur Hukum Baru Pekerja Asing Jarak Jauh di Indonesia dengan Visa E33G

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Indonesia resmi perkenalkan Visa E33G sebagai izin tinggal khusus bagi pekerja jarak jauh asing atau digital nomad yang ingin menetap di Indonesia. Regulasi ini menegaskan orang asing yang bekerja secara daring untuk perusahaan atau klien luar negeri kini memiliki jalur legal untuk tinggal hingga satu tahun, dengan syarat pendapatan minimal USD 60.000 per tahun dan saldo rekening rata-rata USD 2.000 tiga bulan terakhir. Kebijakan ini menutup celah penggunaan visa turis untuk bekerja, serta mendorong kepastian hukum dan kontribusi ekonomi dari komunitas pekerja jarak jauh. Langkah ini diambil setelah pemerintah menyadari banyaknya digital nomad yang masuk dengan visa kunjungan singkat namun tetap melakukan aktivitas kerja daring. Dengan adanya Visa E33G, praktik tersebut dapat diarahkan ke jalur resmi yang tidak hanya memberi perlindungan hukum bagi individu, tetapi juga mendukung ekosistem pariwisata dan layanan pendukung di Indonesia. Kebijakan ini sejalan dengan tren global di mana negara-negara tujuan wisata mulai mengadopsi visa digital nomad sebagai strategi pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Proses pengajuan Visa E33G dirancang sederhana tapi tetap selektif. Pemohon harus menyiapkan dokumen seperti paspor, kontrak kerja atau portofolio klien internasional, bukti pendapatan, serta asuransi kesehatan yang berlaku di Indonesia. Pendaftaran dapat dilakukan melalui portal resmi Direktorat Jenderal Imigrasi atau agen yang ditunjuk, dengan tahapan verifikasi termasuk kemungkinan wawancara dan pengambilan biometrik. Biaya visa bervariasi sesuai durasi, dan pemegang visa dapat memperpanjang masa tinggal selama syarat tetap terpenuhi. Manfaat utama dari visa ini adalah kepastian hukum untuk tinggal lebih lama sambil tetap bekerja secara daring. Pekerja jarak jauh dapat dengan bebas memilih lokasi tempat tinggal, baik di Jakarta, Bali, Yogyakarta, maupun kota besar lain, tanpa khawatir melanggar aturan imigrasi. Tapi, penting digarisbawahi bahwa visa ini tidak mengizinkan penerimaan pendapatan dari Indonesia. Aktivitas bisnis atau pekerjaan yang bersumber dari perusahaan atau individu dalam negeri tetap dilarang. Isu pajak menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Status kepatuhan pajak tidak otomatis dihapus dengan kepemilikan Visa E33G. Apabila seorang pemegang visa tinggal cukup lama hingga dikategorikan sebagai subjek pajak dalam negeri, maka kewajiban pelaporan tetap berlaku meski pendapatan bersumber dari luar negeri. Kondisi ini menuntut pekerja jarak jauh untuk memahami aturan residensi pajak dan perjanjian penghindaran pajak berganda agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Dampak sosial-ekonomi dari kebijakan ini diperkirakan signifikan. Dengan adanya kepastian hukum, Indonesia berpotensi menarik lebih banyak profesional asing yang akan membelanjakan penghasilan mereka di sektor perumahan, transportasi, pariwisata, hingga gaya hidup. Hal ini akan memperkuat multiplier effect bagi perekonomian lokal, khususnya di daerah-daerah yang menjadi pusat komunitas digital nomad seperti Bali dan Yogyakarta. Meski proses aplikasi relatif jelas, mengurus izin tinggal di negara asing kerap menghadirkan tantangan administratif. Dari pengumpulan dokumen hingga interpretasi regulasi, kesalahan kecil dapat memperlambat proses. Banyak pekerja jarak jauh akhirnya memilih pendampingan profesional. Salah satu rujukan yang kerap digunakan adalah visa immigration, layanan yang ditawarkan oleh CPT Corporate yang berpengalaman mendampingi ekspatriat dan perusahaan asing dalam mengurus izin tinggal, registrasi perusahaan, hingga kepatuhan hukum di Indonesia. Dengan diberlakukannya Visa E33G, Indonesia menegaskan komitmennya untuk beradaptasi dengan dinamika global tenaga kerja. Bagi digital nomad dan profesional asing, regulasi ini merupakan peluang untuk menetap secara legal sambil tetap produktif.

KAI Daop 6 Yogyakarta: Lebih dari 25 Ribu Penumpang Jarak Jauh Berangkat di Penghujung Libur Panjang Nasional
Nasional
Selasa, 10 Juni 2025 | 17:00 WIB

KAI Daop 6 Yogyakarta: Lebih dari 25 Ribu Penumpang Jarak Jauh Berangkat di Penghujung Libur Panjang

Yogyakarta, katakabar.com - KAI Daop 6 Yogyakarta catat sebanyak 25.541 penumpang kereta api atau KA jarak jauh diperkirakan akan diberangkatkan dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 6, di penghujung periode libur panjag Idul Adha 1446 hijriah. Stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi tercatat di Stasiun Yogyakarta sebanyak 12.445 penumpang, disusul Stasiun Lempuyangan 6.448 penumpang, Stasiun Solo Balapan 6.114 penumpang, dan Stasiun Klaten sebanyak 2.604 penumpang. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi meningkat hingga seluruh jadwal keberangkatan terakhir selesai dijalankan malam ini. Sementara, volume kedatangan penumpang KA jarak jauh di Daop 6 juga terpantau cukup tinggi, yakni mencapai 22.863 penumpang. Meski tidak setinggi volume keberangkatan, angka ini tetap menunjukkan pergerakan masyarakat yang signifikan ke wilayah Yogyakarta, Surakarta, Klaten, dan sekitarnya pada hari terakhir libur panjang ini. Sstasiun dengan volume kedatangan tertinggi adalah Stasiun Yogyakarta sebanyak 11.396 penumpang, Stasiun Lempuyangan 6.874 penumpang, Stasiun Solo Balapan 5.681 penumpang, serta Stasiun Purwosari sebanyak 2.035 penumpang. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan, mobilitas masyarakat pada momen akhir libur panjang hari ini baik yang hendak kembali ke tempat asal maupun yang masih melanjutkan agenda perjalanan masih cukup tinggi. “Volume keberangkatan dan kedatangan di sejumlah stasiun Daop 6 hari ini relatif masih tinggi, meskipun tidak setinggi arus balik yang terjadi pada Minggu (8/6) kemarin. Tapi, kami tetap mengantisipasi potensi kepadatan, terutama di stasiun besar seperti Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan,” ujar Feni. Ia mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan fasilitas boarding face recognition di beberapa stasiun yang telah tersedia guna menghindari antrean panjang serta mempercepat proses pemeriksaan tiket. Jika para pelanggan membutuhkan bantuan dan informasi, petugas KAI Daop 6 siap melayani dengan baik.

Antusias Libur Panjang! Okupansi Kereta Api Jarak Jauh Tembus 117 Persen Nusantara
Nusantara
Rabu, 29 Januari 2025 | 10:47 WIB

Antusias Libur Panjang! Okupansi Kereta Api Jarak Jauh Tembus 117 Persen

Jakarta, katakabar.com - KAI Sediakan 1,3 juta tiket kereta api jarak jauh untuk Perjalanan Hemat dan Nyaman, Tiket Terjual pada 25 Januari 2024 lalu sebanyak 152.198 Rangkaian menyambut libur panjang Imlek dan Isra Miraj, KAI menghadirkan pengalaman perjalanan istimewa dengan menyediakan 1.314.489 tempat duduk untuk kereta api jarak jauh. Periode liburan yang berlangsung dari 24 Januari hingga 3 Februari 2025 ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bepergian dengan nyaman dan ekonomis. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi! Per 25 Januari 2025 pukul 07.00 WIB, sebanyak 152.198 tiket telah terjual untuk keberangkatan hari ini, mencapai okupansi 117 persen dari kapasitas yang disediakan yaitu 130.342 tempat duduk. Sedang untuk 24 Januari kemarin, penjualan tiket bahkan mencapai 156.198 tiket atau 120 persen dari kapasitas yang tersedia,” kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba. Dijelaskan Anne, angka okupansi yang melampaui 100 persen terjadi karena adanya penumpang dinamis, yaitu mereka yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan. Untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan, KAI juga mengoperasikan kereta tambahan dengan rute-rute populer. Berikut daftar kereta tambahan yang siap melayani pelanggan selama libur panjang: