Jember

Sorotan terbaru dari Tag # Jember

Sektor Hulu Punya Potensi Pengembangan Komoditas Perkebunan Kelapa di Kota Jember Nasional
Nasional
Minggu, 22 Maret 2026 | 10:39 WIB

Sektor Hulu Punya Potensi Pengembangan Komoditas Perkebunan Kelapa di Kota Jember

Jember, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan ( PDSHP) Kelapa Bersama Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember sosialisasi program pengembangan komoditas kelapa di sektor hulu, yakni peremajaan kebun kelapa rakyat serta mekanisme penyaluran dana program sarana dan prasarana Kabupaten Jember, di pekan pertama Maret 2026 lalu. Acara sosialisasi yang dihadiri pemerintah daerah, Poktan, Gapoktan dan Koperasi dengan total peserta 110 orang, di Aula Dinas TPHP Kabupaten Jember. Selain itu, di acara tersebut dihadiri Mohammad Djamil, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Triana Meinarsih, Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan (PDSHP) Kelapa, Tim Dinas TPHP Kabupaten Jember dan Tim PDSHP Kelapa BPDP. Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Moh. Djamil, menegaskan dukungan pendanaan dari BPDP mengenai pengembangan komoditas kelapa menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap sektor perkebunan di daerah. "Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal menuju pelaksanaan program di lapangan sehingga para petani dapat memanfaatkan berbagai peluang bantuan yang tersedia," ujar Djamil. Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada para pekebun mengenai skema program peremajaan kelapa rakyat, termasuk dukungan sarana dan prasarana yang dibiayai BPDP. Program tersebut bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan perkebunan rakyat. Di sisi lain, program ini juga diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat yang bergantung pada komoditas kelapa. Di acara tersebut, Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa BPDP , Triana Meinarsih, hadir sebagai narasumber menyampaikan paparan mengenai potensi pengembangan perkebunan kelapa di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember, termasuk berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh para pekebun di lapangan. Triana memaparkan juga profil BPDP serta program layanan utama yang dijalankan dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan. Menurut Triana, Kabupaten Jember memiliki potensi besar, untuk pengembangan pada sektor hulu kelapa, ditandai dengan luas tanaman menghasilkan sekitar 4.778 ha pada tahun 2024 dan pertumbuhan areal sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Produksi kelapa mencapai sekitar 212 ribu ton dengan peningkatan produktivitas sebesar 58%. Kecamatan dengan potensi produksi terbesar antara lain Mayang, Wuluhan, dan Ambulu," sebutnya. Selain menjelaskan potensi pengembagan komoditas kelapa pada sektor hulu, Triana menuturkan secara rinci mengenai program peremajaan kelapa rakyat, yang meliputi persyaratan pengajuan, dokumen yang perlu disiapkan oleh kelompok tani, kriteria penerima bantuan, serta proses bisnis atau alur pelaksanaan program dari tahap pengusulan hingga penyaluran dana. Peserta juga memperoleh penjelasan terkait program dukungan sarana dan prasarana perkebunan kelapa, termasuk persyaratan, dokumen pengusulan, serta mekanisme pelaksanaan bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pengelolaan kebun kelapa rakyat secara lebih optimal. Acara sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Beberapa isu yang mengemuka antara lain peluang pengusulan kelapa sebagai tanaman sela berupa program sarpras ekstensifikasi dengan tetap berpedoman pada ketentuan teknis yang diatur Ditjen Perkebunan, kriteria tanaman yang dapat diikutsertakan dalam program peremajaan, serta ketentuan bantuan sarana prasarana seperti alat dan mesin pertanian serta pembangunan atau peningkatan jalan kebun untuk mendukung kegiatan pemeliharaan dan distribusi hasil panen. Melalui kegiatan ini, BPDP berharap para pekebun, serta kelembagaan petani seperti kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koperasi dapat memahami alur pengusulan program, serta siapkan persyaratan yang diperlukan guna mendorong pengelolaan perkebunan kelapa yang lebih berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan pekebun, khususnya di Kabupaten Jember.

KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 24 Februari 2026 | 08:07 WIB

KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur

Jember, katakabar.com - Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember perketat pengawasan di sepanjang jalur kereta api. Langkah itu diambil untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta masyarakat, terutama mengantisipasi tradisi 'ngabuburit' di sekitar rel yang berisiko tinggi. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan jalur kereta api bukanlah area publik untuk beraktivitas santai. KAI berkomitmen penuh menciptakan kondisi yang aman dan nyaman menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Guna mengantisipasi masyarakat yang nekat beraktivitas di jalur rel saat sore hari, Daop 9 Jember mengerahkan personel pengamanan (Pam) jalur untuk melakukan patroli rutin. Menariknya, tahun ini KAI juga memanfaatkan teknologi untuk menjangkau area yang sulit diakses. “Kami melakukan pemantauan udara menggunakan drone di titik-titik yang tidak terjangkau oleh patroli darat. Ini memudahkan kami mendeteksi aktivitas membahayakan di sepanjang jalur,” kata Cahyo. Selain patroli fisik dan udara, Daop 9 juga melakukan pendekatan preventif melalui: - Edukasi Langsung: Sosialisasi bahaya beraktivitas di sekitar rel kepada warga sekitar. - Peringatan Visual: Pemasangan banner di berbagai titik strategis sepanjang jalur kereta api. Sebagai bagian dari target keselamatan tahun 2026, Daop 9 Jember bergerak cepat dalam program penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang liar. Dari target 8 titik di tahun ini, 3 titik telah berhasil dieksekusi, yakni: - KM 95+7/8 (Bayeman - Probolinggo): Penutupan perlintasan liar. - KM 158+2/3 (Jatiroto - Tanggul): Penutupan perlintasan liar. - KM 55+7/8 (Kalisetail - Temuguruh): Penyempitan perlintasan untuk membatasi akses kendaraan besar. Tak hanya perlintasan, KAI juga menindak bangunan liar yang mengganggu ruang manfaat jalan kereta api. Baru-baru ini, telah dilaksanakan pembongkaran satu titik bangunan liar di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Hingga Februari 2026, KAI Daop 9 tercatat telah melaksanakan 11 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Hal ini membuktikan aspek keselamatan tidak bisa hanya mengandalkan petugas, namun juga butuh kesadaran kolektif dari masyarakat. “Seluruh langkah ini adalah persiapan kami menyambut masa Angkutan Lebaran 2026. Kami ingin memastikan saat arus mudik nanti dimulai, jalur benar-benar steril dan aman sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan maksimal tanpa kendala operasional,” imbuh Cahyo. KAI mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan yang ada demi kebaikan bersama. Mari jadikan momentum Ramadhan ini sebagai waktu untuk meningkatkan disiplin demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Volume Penumpang Stabil di Awal Puasa, KAI Daop 9 Jember Fokus Jaga Kenyamanan Pelanggan Default
Default
Selasa, 24 Februari 2026 | 07:05 WIB

Volume Penumpang Stabil di Awal Puasa, KAI Daop 9 Jember Fokus Jaga Kenyamanan Pelanggan

Jember, katakabar.com - Memasuki periode awal Ramadhan 1447 Hijriah, aktivitas mobilisasi masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember menunjukkan tren yang fluktuatif tetapi tetap stabil. Data pantauan volume penumpang menunjukkan, arus keberangkatan dan kedatangan sempat menyentuh angka tertinggi pada pekan sebelum puasa dan diprediksi kembali melonjak pada akhir pekan ini. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan pergerakan penumpang pada awal puasa Ramadhan masih cukup stabil jika dibandingkan dengan periode minggu sebelumnya. Memasuki hari pertama puasa pada 18 Februari 2026, volume penumpang masih berada di angka yang stabil. Sebanyak 9.142 orang melakukan keberangkatan dan 8.905 orang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 9. Tetapi, pada 19 Februari, terjadi penurunan jumlah penumpang. “Pada 19 Februari, angka keberangkatan berada di posisi 8.550 penumpang dan kedatangan 8.575. Ini merupakan siklus wajar di mana masyarakat cenderung membatasi perjalanan pada hari-hari pertama ibadah puasa,” rinci Cahyo. Meski data real-time menunjukkan angka tersebut, KAI Daop 9 proyeksikan adanya lonjakan yang stabil berdasarkan sisa ketersediaan tiket dan pemesanan yang terus berjalan. “Rata-rata penumpang untuk akhir pekan ini sangat stabil, dimana harian keberangkatan penumpang mencapai 9ribu penumpang dengan dominasi penumpang parsial. Khusus pada akhir pekan besok hari Minggu, kami memproyeksikan volume keberangkatan penumpang bisa mencapai 11.145 orang,” cerita Cahyo. Guna memastikan kelancaran perjalanan dan kenyamanan bersama di stasiun maupun di dalam kereta, KAI Daop 9 Jember menghimbau kepada calon pelanggan untuk datang Lebih Awal menghindari keterlambatan proses boarding. Pelanggan juga diingatkan untuk membawa barang bawaan sesuai aturan yang berlaku (berat maksimal 20 kilogram dan volume maksimal 100 dm³). Barang yang melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan atau harus menggunakan jasa ekspedisi. Selain itu, sambungnya, penumpang yang menjalankan ibadah puasa dihimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan prima agar perjalanan pelanggan tetap nyaman dan khidmat selama bulan suci Ramadan. Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi KAI Access dan tetap mengutamakan keselamatan selama di area stasiun,” sebutnya

KAI Daop 9 Jember Imbau Warga Segera Lakukan Perikatan Kontrak Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 19 Februari 2026 | 08:33 WIB

KAI Daop 9 Jember Imbau Warga Segera Lakukan Perikatan Kontrak

Jember, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember kembali menegaskan status hukum kepemilikan aset perusahaan di Jalan Mawar Jember, menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok warga Jumat (13/2) lalu. KAI mengimbau para penghuni untuk patuh aturan hukum dengan mengikatkan diri dalam kerja sama sewa-menyewa guna menghindari sengketa hukum di kemudian hari. Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan KAI Daop 9 dalam melakukan pengelolaan aset sesuai dengan kaidah hukum, salah satunya dengan penjagaan dan pengamanan aset melalui optimalisasi aset berdasar perikatan kontrak. "Kami senantiasa mengedepankan aspek humanis, namun tetap berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku. Aset di Jalan Mawar adalah milik negara yang dikelola oleh KAI berdasarkan SHGB Nomor 676. Kami membuka pintu dialog bagi warga yang ingin menyelesaikan masalah ini dengan itikad baik melalui perikatan kontrak," ujar Cahyo. Aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 80 orang tersebut menuntut pembukaan kembali rumah-rumah yang telah ditertibkan pada tahun 2024. Cahyo menjelaskan bahwa penertiban tersebut merupakan langkah terakhir setelah upaya persuasif selama dua tahun (2022-2023) tidak membuahkan hasil. Rumah-rumah tersebut awalnya merupakan rumah dinas yang ditempati oleh pensiunan PJKA (sekarang PT KAI) dengan status sewa. Namun, setelah para pensiunan meninggal dunia, hunian tersebut terus ditempati oleh anak, cucu, hingga kerabat tanpa adanya kontrak resmi dengan KAI. "Kami telah memberikan Surat Peringatan (SP) 1 hingga 3, serta melibatkan Kejaksaan Negeri Jember untuk mediasi. Tetapi, karena tidak adanya respon positif dan itikad baik untuk berkontrak, maka langkah penertiban terpaksa dilakukan sesuai prosedur," tambah Cahyo. Putusan Pengadilan yang Berkekuatan Hukum Tetap Terkait gugatan sengketa kepemilikan yang dilayangkan oleh warga, Cahyo menegaskan bahwa pengadilan telah memenangkan pihak KAI. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor 100/Pdt.G/2024/PN Jmr, hakim menyatakan bahwa: - Aset di Jl. Mawar adalah sah milik KAI. - KAI berhak melakukan pengelolaan, pemanfaatan, hingga penertiban terhadap penghuni yang tidak memiliki ikatan hukum. - Putusan tersebut telah dikuatkan di tingkat Banding dan Kasasi, sehingga telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht). KAI Daop 9 Jember memastikan bahwa setiap langkah penertiban selalu dikoordinasikan dengan aparat kewilayahan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat untuk menjaga kondusivitas. KAI mengajak masyarakat yang saat ini masih menempati aset perusahaan tanpa ikatan hukum untuk segera melakukan standardisasi melalui perjanjian sewa. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi warga sekaligus mengoptimalisasi aset negara agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas sesuai ketentuan yang berlaku.

KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 10 Februari 2026 | 11:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train

Jember, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatat peningkatan penjualan tiket kereta api menjelang Angkutan Lebaran 2026. Dari data Senin (09/02), untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 26 Maret 2026, sebanyak 37.188 tiket telah terjual untuk keberangkatan dari wilayah Daop 9 Jember, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena pemesanan tiket masih terus dibuka. Pada periode tersebut, terdapat beberapa tanggal dengan tingkat penjualan cukup tinggi, yakni 22 Maret 2026 sebanyak 3.353 tiket, 23 Maret 2026 sebanyak 3.712 tiket, serta 24 Maret 2026 sebanyak 3.824 tiket. Tingginya angka pemesanan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merencanakan perjalanan mudik lebih awal dengan memanfaatkan layanan kereta api. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan pemesanan tiket dilakukan sesuai skema H-45 sebelum keberangkatan. “Sebagai contoh, pembelian tiket pada 9 Februari 2026 dapat dilakukan untuk keberangkatan 25 Maret 2026, dan pembelian pada 10 Februari 2026 untuk keberangkatan 26 Maret 2026, serta seterusnya,” jelas Cahyo. Menurutnya, pelanggan juga dapat memanfaatkan fitur connecting train, yaitu layanan yang memungkinkan penumpang memperoleh rute alternatif dengan mengombinasikan dua atau lebih perjalanan kereta api apabila tidak tersedia kereta langsung, tiket langsung telah habis, atau jadwal tidak sesuai. Fitur ini tersedia secara otomatis melalui aplikasi Access by KAI maupun website resmi KAI selama tiket alternatif masih tersedia, dengan waktu transit antar kereta minimal 1 jam hingga maksimal 24 jam dan penumpang akan memperoleh dua kode booking dalam satu kali transaksi. “Melalui fitur connecting train, pelanggan mendapatkan lebih banyak pilihan jadwal perjalanan, tetap dapat mencapai kota tujuan tanpa harus berganti moda transportasi lain, serta memiliki fleksibilitas memilih kombinasi kereta dan waktu transit yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan,” ucap Cahyo. KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan segera melakukan pemesanan tiket agar memperoleh jadwal perjalanan yang diinginkan, terutama pada tanggal-tanggal favorit masa mudik Lebaran.

Tumbuh 265 Persen, Kinerja Angkutan Barang Daop 9 Jember 2025 Lampaui Target Nasional
Nasional
Jumat, 23 Januari 2026 | 13:19 WIB

Tumbuh 265 Persen, Kinerja Angkutan Barang Daop 9 Jember 2025 Lampaui Target

Jember, katakabar.com - Realisasi volume angkutan barang di Daop 9 Jember mencapai 33.746 ton, jauh melampaui program pencapaian volume tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 12.740 ton. Dengan capaian tersebut, angkutan barang Daop 9 Jember mengalami pertumbuhan signifikan hingga 265 persen terhadap program tahun 2025. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatatkan kinerja sangat positif pada sektor angkutan barang sepanjang tahun 2025. Realisasi volume angkutan barang mencapai 33.746 ton, jauh melampaui program pencapaian volume tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 12.740 ton. Dengan capaian tersebut, angkutan barang Daop 9 Jember mengalami pertumbuhan signifikan hingga 265 persen terhadap program tahun 2025. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang berbasis kereta api yang dinilai andal, efisien, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah kerja Daop 9 Jember. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan capaian tersebut hasil dari konsistensi KAI dalam meningkatkan kualitas layanan, optimalisasi operasional, serta penguatan kerja sama dengan para mitra logistik. “Realisasi volume angkutan barang tahun 2025 yang mencapai 33.746 ton atau tumbuh 265 persen dari program yang ditetapkan menjadi bukti bahwa angkutan barang kereta api, khususnya layanan Retail / Barang Hantaran Paket, semakin diminati masyarakat dan pelaku usaha. KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan kompetitif,” ujar Cahyo. Saat ini, layanan angkutan Retail/Barang Hantaran Paket (BHP) di wilayah Daop 9 Jember dilayani melalui sejumlah perjalanan kereta api, yakni KA Blambangan Ekspres, KA Wijayakusuma, dan KA Sritanjung. Layanan tersebut berperan penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik serta mobilitas barang antarwilayah. Cahyo menambahkan, capaian kinerja ini akan menjadi modal penting bagi KAI Daop 9 Jember untuk terus mengembangkan potensi angkutan barang ke depan, baik dari sisi volume, kualitas layanan, maupun jangkauan pasar. “Ke depan, KAI Daop 9 Jember akan terus mendorong pengembangan angkutan Retail/Barang Hantaran Paket agar semakin optimal dan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya. Dengan capaian yang melampaui target tersebut, KAI Daop 9 Jember optimistis layanan angkutan barang, khususnya Retail/Barang Hantaran Paket berbasis rel, akan semakin berperan strategis sebagai solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan.

Festival Bogasari di Lampung dan Jember, Dorong UMKM Lokal dan Sajikan 100 Ragam Kuliner Berbasis Terigu Ekonomi
Ekonomi
Senin, 19 Januari 2026 | 12:35 WIB

Festival Bogasari di Lampung dan Jember, Dorong UMKM Lokal dan Sajikan 100 Ragam Kuliner Berbasis Terigu

Lampung, katakabar.com - Bogasari kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner melalui penyelenggaraan Festival Bogasari di dua kota, yakni Lampung dan Jember, pada Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Bogasari, UMKM binaan, dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mengedukasi publik mengenai aneka ragam olahan berbahan dasar terigu berkualitas. Titik pertama Festival Bogasari diselenggarakan di Lapangan Samber, Kota Metro, Lampung, pada 10 hingga 11 Januari 2026, dengan melibatkan 60 UMKM binaan Bogasari dan dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung dari kalangan pelaku UMKM, foodies, hingga ibu rumah tangga. Beragam aktivitas dihadirkan untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kompetisi marching band, tari tradisional, fashion show, kidzone, hingga games dengan berbagai hadiah menarik. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati rangkaian hiburan, seperti baking demo oleh Chef Bogasari Baking Center yang menyajikan resep-resep menarik seperti: Banana Brownie, Burnt Fermented Cassava Cheese, Crunchy Durian Choux Paste, dan Flaky Taro. Acara semakin meriah dengan zumba bersama Zin Renny dan Zin Silvi, penampilan band lokal Universe Tones, perkusi Gajah Etnika, tarian tradisional Gbox Dancer, serta kehadiran Wika Salim sebagai bintang tamu. Kemeriahan Festival Bogasari kemudian berlanjut ke Alun-Alun Kota Jember, Jawa Timur, yang berlangsung pada 17 hingga 18 Januari 2026, dengan skala yang lebih besar, melibatkan 80 UMKM binaan dan menargetkan 10.000 pengunjung. Rangkaian aktivitas yang dihadirkan serupa, dengan tambahan dukungan pertunjukan lokal dari Jember Creative Center, seperti Natural Band dan JJC Art Performance. Hiburan di Jember juga dimeriahkan oleh zumba bersama Zin Zacta, band lokal Sisikita, perkusi Patrol-Parama, tarian tradisional Parama Wiedya, serta penampilan Arlida Putri sebagai guest star. Melalui Festival Bogasari di kedua kota tersebut, Bogasari menghadirkan lebih dari 100 jenis makanan hasil olahan UMKM binaan yang siap dinikmati masyarakat. Ragam sajian mulai dari roti, kue tradisional, jajanan kekinian, hingga makanan siap santap berbahan dasar terigu Bogasari menjadi daya tarik utama sekaligus bukti kreativitas dan potensi UMKM kuliner daerah. Widya Triyanti, Junior Manager Marketing Bogasari, mengatakan Festival Bogasari tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga sarana penguatan kapasitas pelaku usaha. “Melalui Festival Bogasari, kami ingin menghadirkan platform yang mempertemukan UMKM dengan masyarakat secara langsung. Kami percaya, dengan pendampingan berkelanjutan dan penggunaan bahan baku terigu berkualitas, UMKM dapat menghasilkan produk yang kompetitif dan bernilai jual tinggi,” jelas Widya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Bogasari dalam mengedukasi masyarakat mengenai peran terigu sebagai bahan pangan strategis yang konsisten dari sisi mutu, keamanan pangan, dan hasil olahan. “Edukasi menjadi fokus penting kami, agar masyarakat semakin memahami bahwa terigu Bogasari dapat diolah menjadi beragam produk kuliner yang aman, berkualitas, dan memiliki peluang ekonomi yang besar,” tambahnya. Widya Triyanti, menegaskan Festival Bogasari merupakan bagian dari komitmen Bogasari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM kuliner. Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal, baik dalam penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan daya saing produk daerah. Melalui Festival Bogasari, Bogasari membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan eksposur produk UMKM, serta mendorong pemanfaatan bahan baku terigu berkualitas secara berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan Festival Bogasari di Lampung dan Jember, Bogasari menegaskan perannya sebagai mitra strategis UMKM dan pemangku kepentingan daerah dalam memperkuat ekosistem industri kuliner berbasis terigu. Dengan melibatkan 140 UMKM binaan dan menghadirkan lebih dari 100 produk kuliner, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Bogasari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan industri pangan nasional serta bentuk pendampingan UMKM agar naik kelas, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekosistem industri kuliner berbasis terigu di berbagai daerah Indonesia.