Kunker Komisi IV DPRD Banten, Holding PTPN Perkuat Nilai Tambah Karet Lewat Inovasi Aspal Karet Politik
Politik
Jumat, 06 Maret 2026 | 13:33 WIB

Kunker Komisi IV DPRD Banten, Holding PTPN Perkuat Nilai Tambah Karet Lewat Inovasi Aspal Karet

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara erima kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten. Agenda tersebut dilakukan dalam rangka konsultasi dan diskusi terkait hasil riset serta implementasi aspal karet sebagai solusi peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis guna perkuat sinergi antara lembaga legislatif dan lembaga riset untuk mendorong inovasi berbasis sumber daya dalam negeri, sekaligus menjawab tantangan kerusakan jalan akibat beban lalu lintas berat serta faktor cuaca ekstrem. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar, menyampaikan apresiasi atas paparan dan kesiapan PT RPN dalam mengembangkan teknologi aspal karet. “Kunjungan ini relevan dengan tugas dan fungsi Komisi IV yang membidangi lingkungan hidup dan infrastruktur. Kami ingin berdiskusi lebih mendalam mengenai aspal karet, dengan harapan inovasi ini dapat menjadi alternatif solusi yang dapat diterapkan di daerah kami untuk meningkatkan kualitas jalan,” kata Nizar. Sementara, Peneliti PT RPN, Henry Prastanto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Komisi IV terhadap inovasi yang dikembangkan perusahaan. “Kami berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga hasil riset dapat diimplementasikan secara lebih luas,” ujar Henry. Henry menjelaskan, penelitian aspal karet di PT RPN telah dimulai sejak tahun 2010 dan kembali diintensifkan pada tahun 2016 seiring dengan tren penurunan harga karet alam yang berdampak pada kesejahteraan petani. Inovasi tersebut menjadi salah satu strategi peningkatan nilai tambah karet melalui diversifikasi pemanfaatan di sektor infrastruktur. “Aspal karet terbukti mampu menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan jalan seperti retak dan gelombang, yang umumnya disebabkan oleh beban lalu lintas berat serta faktor lingkungan. Dengan karakteristik yang lebih elastis dan fleksibel, daya tahan jalan menjadi lebih baik,” ucap Henry. Melalui forum diskusi tersebut, PT RPN menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang konsultasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Teknologi aspal karet diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas, termasuk di Provinsi Banten, guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi karet nasional. Sebagai bagian dari PTPN III (Persero) selaku Holding Perkebunan Nusantara, PT RPN meyakini kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mendorong inovasi berbasis sumber daya dalam negeri demi pembangunan yang lebih tangguh dan berdaya saing.

PT RPN Lewat Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Senin, 26 Januari 2026 | 10:02 WIB

PT RPN Lewat Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui entitasnya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Cabang Pusat Penelitian Karet, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial institusi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang telah menyebabkan terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi warga serta menimbulkan kebutuhan mendesak akan bantuan logistik dan dukungan sosial. Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Penelitian Karet berinisiatif mengambil peran aktif dalam membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat korban banjir, meringankan beban sosial dan ekonomi, serta memperkuat hubungan dan solidaritas antara institusi dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pusat Penelitian Karet dalam menjalankan peran sosial yang berkelanjutan. “Kami berharap bantuan yang disalurkan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir serta menjadi bentuk kehadiran dan kepedulian Pusat Penelitian Karet di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Perwakilan Tim TJSL Pusat Penelitian Karet. Penyaluran bantuan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain aparat pemerintah daerah setempat, perangkat desa, relawan, serta perwakilan masyarakat terdampak. Seluruh kegiatan sepenuhnya didukung melalui Program TJSL Pusat Penelitian Karet. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan bencana,” tambahnya. Meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala seperti keterbatasan akses akibat genangan air hingga kondisi cuaca yang kurang mendukung, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Melalui pelaksanaan Program TJSL ini, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Pusat Penelitian Karet menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kepercayaan antara institusi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berharap sinergi dan kolaborasi lintas pihak dapat terus terjalin secara berkelanjutan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, pemulihan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi Dengan Jerman, Ditjenbun Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit dan Karet Kalbar Nusantara
Nusantara
Kamis, 14 September 2023 | 20:37 WIB

Kolaborasi Dengan Jerman, Ditjenbun Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit dan Karet Kalbar

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) gelar rapat lanjutan pemantapan dan finalisasi IA proyek GRASS dengan tim GIZ Jerman di Jakarta, pada Selasa (12/9) lalu. Sekretaris Ditjenbun Kementan RI, Heru Tri Widarto saat rapat menjelaskan, GRASS (periode Januari 2023-2025) proyek lanjutan dari Sustainable Agricultural Supply Chain in Indonesia (SASCI) atau Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan (SASCI) yang telah berakhir pada akhir Desember 2022 dengan perpanjangan hingga Juni 2023 untuk keperluan administrasi penutupan hibah. Kata Heru, kedua proyek kerja sama ini implementasi kerangka kerja sama teknis antara Pemerintah Republik Federal Jerman yang diwakili Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Pemerintah RI yang diwakili Ditjenbun. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHBun), Prayudi Syamsuri menuturkan, prinsipnya, baik SASCI dan GRASS, punya kegiatan dan fokus wilayah yang sama, yakni peningkatan kapasitas pekebun swadaya komoditas kelapa sawit dan karet di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Tapi, ujar Prayudi dilansir dari laman website resmi Ditjenbun, pada Kamis (13/9), proyek GRASS terdapat scaling up indikator capaiannya adopsi praktik-praktik sistem Climate Smart Agriculture (CSA) dan pertanian tangguh dengan metode intercropping. Di rapat tindak lanjut itu ditetapkan pendelegasian National Project Director (NPD) untuk proyek GRASS dari Ditjenbun yaitu Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan. Selain itu, bakal dilaksanakan penandatanganan IA oleh kedua belah pihak, atas nama Kementan akan diwakili Dirjenbun serta Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, sedang untuk GIZ diwakili oleh GIZ Country Director for Indonesia and ASEAN serta Principal Advisor GRASS. Ditjenbun Kementan RI berharap kegiatan ini dapat membantu pendampingan lebih intensif pekebun swadaya untuk meningkatkan kualitas hasil produksi perkebunannya, dan bisa menjadi pilot project dalam hal peningkatan kapasitas pekebun.