Kedutaan Besar

Sorotan terbaru dari Tag # Kedutaan Besar

Kedubes India Dorong Kolaborasi AI Inklusif India–Indonesia Lewat AI Pre-Summit 2026 Internasional
Internasional
Minggu, 25 Januari 2026 | 17:00 WIB

Kedubes India Dorong Kolaborasi AI Inklusif India–Indonesia Lewat AI Pre-Summit 2026

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta, bekerja sama dengan MicroSave Consulting (MSC), India Indonesia Chamber of Commerce (IndCham), serta Women Entrepreneurship Platform (WEP) di bawah NITI Aayog, gelar acara resmi Pra-KTT AI Impact Summit 2026 bertajuk People, Planet, Progress: Dialog India–Indonesia tentang AI Inklusif di Le Meridien Jakarta, Rabu (21/1) lalu. Forum ini mempertemukan pejabat pemerintah senior, pemimpin industri, mitra pembangunan global, serta pakar teknologi dari India dan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab, berpusat pada manusia, dan berlandaskan tata kelola etis. Duta Besar India untuk Indonesia menegaskan peran strategis kecerdasan buatan dalam mendorong kemaslahatan sosial dan pembangunan berkelanjutan. “Kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis kebutuhan. Tantangan kita bersama adalah memastikan bahwa AI benar-benar melayani masyarakat,” ujar Duta Besar India. Indonesia dan India saat ini bekerja sama erat, termasuk melalui peran Indonesia sebagai negara ketua bersama dalam kelompok kerja AI untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kemaslahatan Sosial. Dialog di Jakarta ini menjadi pondasi penting menuju AI Impact Summit 2026 yang akan diselenggarakan di New Delhi pada 19 hingga 20 Februari 2026 di bawah koordinasi Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi), Nezar Patria, menyoroti besarnya peluang yang muncul dari pertumbuhan ekonomi digital kedua negara. “Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 330 miliar dolar AS pada 2030, sementara ekonomi digital India berada pada jalur menuju 1 triliun dolar AS. Pertumbuhan paralel ini membuka peluang strategis untuk memanfaatkan AI dalam menjawab tantangan publik, mulai dari inklusi keuangan hingga ketahanan iklim,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya penguatan komitmen terhadap konsep Sovereign AI di tengah dinamika geopolitik global. “Kemampuan negara untuk membangun, mengatur, dan menerapkan AI dengan memanfaatkan data, talenta, dan infrastrukturnya sendiri merupakan kunci dalam menjaga kedaulatan digital,” tambahnya. Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan menyeluruh terhadap pengembangan AI, termasuk aspek perangkat keras dan rantai pasok semikonduktor. “Indonesia dengan kekayaan sumber daya mineralnya, dan India dengan misi semikonduktornya yang ambisius, berada pada posisi yang unik untuk membangun rantai pasok teknologi yang terintegrasi dan tangguh,” kata Nezar. Ia menegaskan kolaborasi ini penting agar negara-negara Global South tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan inovator teknologi dasar abad ke 21. AI Impact Summit 2026 Fokus Dampak Nyata Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan AI Impact Summit 2026 di India akan menempatkan dampak nyata sebagai fokus utama. “Forum ini tidak hanya akan membahas bagaimana memanfaatkan AI, tetapi bagaimana AI dapat secara konkret meningkatkan kualitas hidup dan menjembatani kesenjangan sosial dan ekonomi. Tantangan terbesar pengembangan AI saat ini adalah memastikan inklusivitas,” ucapnya. Ia menambahkan posisi India sebagai representasi Global South memungkinkan terjadinya pembelajaran multidimensi antarnegara, termasuk dari pengalaman Indonesia. President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri dalam menerjemahkan visi kebijakan AI menjadi dampak ekonomi yang nyata. “Interoperabilitas sistem AI, kemitraan bisnis India dan Indonesia, serta penguatan ekosistem startup dan UMKM merupakan fondasi agar AI tidak berhenti pada inovasi teknologi, tetapi benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” tuturnya. Sementara, Programme Director dan Mission Director Women Entrepreneurship Platform, Anna Roy, menyoroti komitmen India mendorong inovasi AI yang dipimpin oleh perempuan. “Ekosistem AI yang inklusif harus menjamin akses yang setara terhadap keterampilan, perangkat, dan peluang bagi perempuan serta inovator muda di kawasan,” jelasnya. Acara ini juga menghadirkan diskusi panel strategis yang melibatkan pembuat kebijakan, sektor swasta, lembaga filantropi, dan organisasi pembangunan multilateral. Panel membahas penguatan kerja sama Selatan–Selatan, interoperabilitas data, digital public goods, serta peran AI dalam pemberdayaan tenaga kerja dan UMKM. Direktur Infrastruktur, Ekosistem, dan Keamanan Digital Kementerian PPN Bappenas, Andianto Haryoko, menegaskan AI dan transformasi digital merupakan pilar penting pembangunan jangka menengah dan panjang Indonesia. “AI harus mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat layanan publik, dengan memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, pekerja informal, dan UMKM,” tukasnya. Acara ditutup dengan sambutan penutup dari Grace Retnowati, Partner dan Country Head MSC Southeast Asia, yang menegaskan komitmen MSC dalam mendorong pengembangan AI yang berpusat pada manusia di kawasan Asia Tenggara. “Nilai sejati AI terletak pada kemampuannya menjunjung martabat manusia, memperluas kesempatan, dan memberdayakan komunitas. Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan industri untuk memastikan sistem AI dirancang secara bertanggung jawab dan dapat diakses secara luas,” terangnya. Melalui AI Pre-Summit 2026 ini, India dan Indonesia menegaskan kembali komitmen bersama untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan yang inklusif, etis, dan berdampak nyata, sejalan dengan aspirasi negara-negara Global South dan prinsip people, planet, dan progress.

Kedutaan Besar India Tegaskan Komitmen Perluasan Kerja Sama Strategis dengan Sumsel Default
Default
Jumat, 16 Januari 2026 | 10:12 WIB

Kedutaan Besar India Tegaskan Komitmen Perluasan Kerja Sama Strategis dengan Sumsel

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India untuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama strategis dengan pemerintah daerah di Indonesia melalui dialog langsung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, didampingi Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/1) kemarin. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, menjadi platform penting untuk memperdalam pemahaman bersama, serta menjajaki peluang kerja sama konkret yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Diskusi mencakup sektor pertambangan batu bara, penguatan komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan, serta pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran pemuda. Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan ketertarikan India terhadap potensi daerah, serta menegaskan kesiapan Sumatera Selatan untuk bermitra secara aktif. “Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam yang kuat dan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas ekspor. Kami memandang kerja sama dengan India sebagai peluang strategis, termasuk melalui pertukaran pemuda untuk mempererat hubungan budaya dan memperluas wawasan generasi muda,” ujar Herman Deru. Duta Besar Sandeep Chakravorty menyambut positif pandangan tersebut dan menegaskan bahwa India melihat Sumatera Selatan sebagai mitra penting dalam penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah. “India memandang Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan potensi besar, baik dalam hal sumber daya alam maupun kapasitas sumber daya manusia. Kami ingin membangun kemitraan yang konkret, saling menguntungkan, dan berkelanjutan, sejalan dengan eratnya hubungan India dan Indonesia,” timpal Dubes Chakravorty. Pada konteks pengembangan sumber daya manusia, Kedutaan Besar India juga menegaskan keterbukaan terhadap partisipasi pemuda Sumatera Selatan dalam program pertukaran dan peluang beasiswa pendidikan tinggi di India, dengan mekanisme seleksi yang akan disepakati bersama. “Investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda. Melalui pertukaran dan pendidikan, kami berharap dapat memperkuat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi utama kemitraan jangka panjang kedua negara,” tambahnya. Kedutaan Besar India memandang pertemuan ini sebagai langkah signifikan dalam memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia di tingkat subnasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru yang lebih terstruktur dan berdampak. Pertemuan turut dihadiri oleh para kepala OPD dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Kedutaan Besar India di Jakarta Rayakan Diwali Bersama Komunitas Indo-Indians Internasional
Internasional
Selasa, 07 Oktober 2025 | 09:00 WIB

Kedutaan Besar India di Jakarta Rayakan Diwali Bersama Komunitas Indo-Indians

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta bersama komunitas Indo-Indians gelar Indo-Indian Diwali Bazaar 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (5/10) lalu. Perayaan tahun ini menjadi istimewa karena sekaligus menandai 25 tahun berdirinya Indo-Indians, komunitas yang selama seperempat abad telah menjadi penghubung antara masyarakat India dan Indonesia dalam bidang budaya, bisnis, dan persahabatan masyarakat. Acara dibuka dengan sambutan dari Poonam Sagar, pendiri Indo-Indians sekaligus Ketua Indonesia India Business Forum (IIBF), yang menyampaikan apresiasinya kepada Kedutaan Besar India atas dukungan berkelanjutan terhadap kegiatan komunitas. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kedutaan Besar India. Kolaborasi ini terus tumbuh dan memperkuat hubungan antara diaspora India di Indonesia dan masyarakat lokal,” ujar Poonam. Perayaan dilanjutkan dengan prosesi penyalaan lampu Diya, simbol kemenangan cahaya atas kegelapan. Prosesi ini dilakukan Srinivas Gotru, Duta Besar India untuk ASEAN, Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta, Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Poonam Sagar; dan Rajat Sagar, Direktur Utama PT Infotech Solutions. Momen ini menandakan dimulainya rangkaian perayaan Diwali Bazaar 2025 secara resmi. Bijay Selvaraj menyampaikan rasa bahagia atas antusiasme masyarakat dalam merayakan Diwali di Indonesia, sekaligus menegaskan nilai-nilai universal yang terkandung dalam festival cahaya tersebut. “Melihat warga India dan Indonesia berdiri berdampingan dalam perayaan ini adalah bukti nyata persahabatan yang tulus di antara kedua bangsa,” ujar Bijay. “Seperti cahaya Diwali yang mengusir kegelapan, kerja sama kita membawa terang bagi masa depan hubungan India–Indonesia,” ucapnya. Bijay berikan penghargaan kepada Giring Ganesha, yang dikenal memiliki minat mendalam terhadap filsafat India serta budaya dan sinema Bollywood. “Kami sangat menghargai pemahaman Bapak Giring terhadap nilai-nilai India. Ini menunjukkan bagaimana budaya dapat menyatukan dua bangsa melalui seni dan inspirasi,” ujarnya. Pesan Persahabatan dari Pemerintah Indonesia Giring Ganesha menyoroti kesamaan nilai antara filosofi Diwali dan kearifan lokal Tri Hita Karana dari Bali, yang menekankan harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Ia menegaskan pentingnya kerja sama budaya antara kedua negara yang kini diperkuat melalui program pertukaran budaya 2025–2028 antara Kementerian Kebudayaan Indonesia dan India, termasuk kolaborasi dalam pelestarian Candi Prambanan. “Kerja sama ini mencerminkan kepercayaan dan visi bersama untuk memperkuat hubungan budaya kedua negara,” ujarnya. Selain seremoni resmi, Diwali Bazaar 2025 menghadirkan suasana meriah dengan berbagai stan yang menampilkan kuliner khas India dan Indonesia, busana dan perhiasan tradisional, produk seni dan dekorasi rumah, serta pameran budaya dan wellness. Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan penampilan musik dan tari tradisional India, yang disambut meriah oleh para pengunjung. Festival ini menjadi wadah pertemuan lintas budaya yang menggambarkan keakraban antara dua masyarakat yang terhubung oleh sejarah, seni, dan nilai spiritual bersama. Puncak acara, dilakukan pemotongan kue peringatan 25 tahun Indo-Indians, yang menjadi simbol perjalanan komunitas dalam memupuk persahabatan lintas bangsa dan generasi.