Kemenkop
Sorotan terbaru dari Tag # Kemenkop
Perkuat Pengawasan Koperasi, Kemenkop Percayakan Teknologi AVCC ke MLV Teknologi
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Koperasi dan UKM resmi buka babak baru pengawasan koperasi nasional dengan meresmikan command center modern yang menghadirkan pemantauan real-time, visualisasi data komprehensif, dan kolaborasi lintas lembaga dalam satu ruangan. Berbagai media nasional menilai langkah ini sebagai lompatan besar menuju digitalisasi pengawasan koperasi di Indonesia, terutama terkait percepatan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Di balik keberhasilan ini, MLV Teknologi menjadi aktor penting dalam memastikan command center tersebut bukan hanya indah secara visual, tetapi juga mampu bekerja 24/7 sebagai pusat kendali berbasis data. Perusahaan integrator Audio Visual (AV) dan IT ini dipercaya merancang infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung kinerja ruangan, termasuk integrasi AVoIP Chazy Turtle AV (turtleav.id), Camera PTZ Aver CAM570, dan DSP Extron (extron.com) sebagai fondasi utama sistem. Membawa Pengawasan Koperasi ke Era Data Real-Time Selama bertahun‑tahun, pengawasan koperasi di Indonesia bergantung pada laporan manual yang sering terlambat dan tidak lengkap. Laporan Panennews menyoroti kondisi ini membuat data koperasi “pasif”, sulit diverifikasi, dan tidak bisa digunakan untuk pengambilan keputusan cepat. Kini, command center Kemenkop mampu memantau ribuan koperasi secara simultan melalui dashboard digital dengan pembaruan real-time. Beberapa fungsi strategis command center yang kini berjalan optimal: • Monitoring status ribuan koperasi exitsting secara live. • Pelacakan progres pembangunan fasilitas Kopdes Merah Putih dari gudang hingga gerai UMKM. • Pelaporan aktivitas usaha koperasi desa secara lebih cepat dan akurat. • Integrasi dengan Kemendes, Kejaksaan Agung, dan BLU untuk pengawasan lintas lembaga yang lebih kuat. Transformasi dari data statis ke data real‑time ini menjadikan command center sebagai “mata dan telinga digital” Kemenkop dalam membangun koperasi yang lebih tangguh dan transparan. Teknologi AV Modern “Mesin Visual” Ruang Kendali Ruang kendali Kemenkop bukan hanya ruang kerja, tetapi ruang eksekusi strategis. Untuk itu, MLV Teknologi membangun ekosistem AV yang memungkinkan visualisasi multi-sumber, koordinasi hybrid, hingga analisis situasional cepat. Teknologi yang digunakan meliputi: 1. AVoIP Chazy Turtle AV Distribusi sinyal visual berbasis IP, memastikan data dapat ditampilkan fleksibel ke video wall dan berbagai display. 2. Camera PTZ Aver CAM570 Kamera konferensi dengan kemampuan tracking dan kualitas gambar tinggi untuk mendukung komunikasi hybrid ke seluruh Indonesia. 3. DSP Extron Digital sound processor yang menghadirkan audio rapat yang bersih, jernih, dan stabil. Semua perangkat ini dikendalikan melalui sistem kontrol terpusat sehingga operator dapat mengelola tampilan data dan sesi koordinasi tanpa hambatan. Hasilnya adalah ruang kendali yang responsif, intuitif, dan siap menghadapi dinamika pekerjaan kementerian. Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, menyampaikan proyek ini adalah representasi nyata bagaimana teknologi AV mampu mengubah cara pemerintah bekerja. “Command center ini lebih dari sekadar ruang penuh layar ini adalah ruang keputusan. Dengan AVoIP Chazy Turtle AV, AVoIP Turtle AV, Camera PTZ Aver CAM570, dan DSP Extron, kami memastikan Kemenkop memiliki ruang kendali yang future-ready dan mudah dioperasikan. Kami bangga menjadi bagian dari transformasi digital ekosistem koperasi Indonesia,” ujar Melvin.
Kawal Inpres Koperasi Merah Putih, ISMEI Wilayah II Siap Eksekusi Program Kemenkop di Sumbagteng
Jakarta, katakabar.com – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah II bergerak cepat kawal program strategis nasional dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Koordinator Wilayah II ISMEI, Farhan Abrar, menegaskan komitmen untuk memastikan program pusat benar-benar terealisasi di wilayah Sumatera bagian tengah. Penegasan itu disampaikan Farhan usai bertemu dengan Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, di Jakarta, Senin (23/2). Pertemuan tersebut membahas langkah taktis dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam keterangannya, Selasa (24/2), Farhan menekankan program kementerian tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan di pusat. “Instruksi dari Ibu Wamen sudah sangat jelas. Kami di Wilayah II siap pasang badan untuk eksekusi. Tugas kami sekarang memastikan program pusat ini benar-benar masuk ke daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Farhan. ISMEI Wilayah II sendiri meliputi wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Farhan menyebut, konsolidasi internal telah dilakukan guna memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu komando bersama pengurus pusat ISMEI. Sebagai langkah konkret, pemberdayaan koperasi desa akan diintegrasikan dalam agenda kemahasiswaan daerah, salah satunya melalui skema Soemitro Fest. Program ini akan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi di empat provinsi tersebut sebagai motor penggerak di lapangan. “Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton. Kami siap menjadi ujung tombak untuk membawa program ini masuk ke desa-desa. ISMEI Wilayah II memastikan koperasi desa menjadi tumpuan ekonomi warga, dan kami akan terus mengawal sampai berjalan optimal,” tegasnya. Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat pembentukan Koperasi Desa dan.Kelurahan Merah Putih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Sumatera bagian tengah. Peran aktif mahasiswa dinilai menjadi kunci dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran di daerah.
Kementerian PU dan KemenkopUKM Teken MoU Percepatan Infrastruktur Bangunan Koperasi Merah Putih
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) secara resmi teken Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, di Gedung Kementerian Koperasi, Jakarta, Jumat (7/11) lalu. Langkah kolaboratif ini tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan penguatan infrastruktur Koperasi Merah Putih. Program ini selaras dengan arahan Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan koperasi desa. Program penguatan infrastruktur ini juga sejalan dengan peluncuran 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang telah diresmikan di Peringatan Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025 lalu. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan peran strategis Kementerian PU dalam mendukung pelaksanaan Inpres tersebut. “Ada peran Kementerian PU di Inpres Nomor 17 Tahun 2025 ini. Kita akan menyiapkan desain prototipe dan bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara karena Agrinas yang akan melakukan pembangunan fisiknya,” kata Dody. Menteri PU menjelaskan desain prototipe yang disusun oleh Kementerian PU akan mengacu pada standar kualitas bangunan yang aman dan tahan gempa. Aspek ini menjadi prioritas mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan ring of fire. “Prototipe ini mengacu pada kualitas bangunan, karena kita berbicara dengan puluhan ribu koperasi di Indonesia. Kami menyadari tidak semua daerah memiliki bahan bangunan yang tahan gempa, sehingga kami akan melakukan supervisi dan koordinasi harian melalui balai di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Bina Konstruksi di setiap daerah,” jelasnya. Ia menegaskan Kementerian PU siap mendukung penuh arahan Presiden dalam mempercepat penyediaan infrastruktur ekonomi kerakyatan. “Prinsipnya kami siap mensupport arahan Presiden Prabowo, sama seperti kami mendukung pembangunan Sekolah Rakyat atau Dapur BGN MBG, hanya kali ini untuk Kemenkop dan Agrinas,” terangnya. Sementara, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama strategis lintas kementerian ini. “Terima kasih, kami baru saja menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan Kementerian PU untuk menindaklanjuti Inpres Nomor 17 Tahun 2025, di mana masing-masing kementerian mendapatkan tanggung jawab untuk percepatan pembangunan fisik gudang, gerai, dan kelengkapan desa atau kelurahan koperasi Merah Putih yang sudah dan akan dilaksanakan proses pembangunannya tersebut,” timpal Ferry. Menurut Ferry, rapat penyempurnaan butir-butir kesepahaman juga dihadiri oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, yang bertindak selaku pelaksana pembangunan Gerai dan Kelengkapan Koperasi Desa. “Tadi kami mengadakan rapat untuk menyempurnakan butir-butir kesepahaman dan dihadiri oleh PT Agrinas Pangan Nusantara selaku penerima pekerjaan dari Kementerian Koperasi yang menjalankan konstruksi. Karena Kementerian Koperasi tidak memiliki kapasitas untuk melakukan supervisi, kami dibantu oleh Kementerian PU,” lanjut Ferry. Melalui nota kesepahaman ini, Kementerian PU dan Kementerian Koperasi sepakat untuk bersinergi dalam beberapa lingkup kerja sama. Lingkup tersebut meliputi edukasi dan sosialisasi pembangunan fisik koperasi, penyusunan standar gerai dan pergudangan, serta dukungan teknis perencanaan dan pendampingan pembangunan sarana-prasarana koperasi di seluruh Indonesia.
Lewat Koperasi Sekunder, Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa Sawit Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dorong program hilirisasi kelapa sawit lewat Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya atau KSMJ yang didirikan tujuh koperasi primer untuk mendirikan pabrik CPO berbasis konsolidasi masyarakat yang bergabung di dalam koperasi dengan luas lahan 6.000 hektar. Langkah ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah dan kepastian pasar pekebun kelapa sawit sehingga diharapkan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang bergerak pada komoditi kelapa sawit dapat terlibat dalam rantai pasok sawit nasional berkelanjutan. Sebagai upaya mewujudkan program hilirisasi komoditas unggulan bagi Kopdes Merah Putih di Kabupaten Kotawaringin Barat, ada beberapa langkah yang menjadi perhatian, pertama, peningkatan kapasitas produksi dengan teknologi pengolahan yang tepat guna agar produk KDKMP bernilai tambah tinggi. "Penguatan kapasitas pengurus Kopdes Merah Putih menjadi prioritas. Langkah ini didukung dengan kehadiran Pendamping Usaha (Business Assistant) untuk seluruh Kopdes Merah Putih, khususnya yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kemenkop Elviandi, lewat keterangan resminya, dilansir dari laman Rmol.id, Ahad (28/9) siang. Ketiga, kata Elviandi, mendorong digitalisasi Kopdes Merah Putih, dari 94 Kopdes Merah Putih yang sudah terdata, masih ada sejumlah 21 Kopdes Merah Putih yang perlu didorong untuk segera mendaftar dalam sistim Simkopdes sebagai pintu masuk ke akses pembiayaan. Sedang keempat, akses pembiayaan bagi Kopdes Merah Putih perlu memiliki rencana bisnis, proposal bisnis yang sesuai dengan potensi desa. "Lalu, semua pihak seperti LPDB, Agriterra, pemerintah kabupaten dapat terus mendorong KSMJ untuk menjadi salah satu piloting program hilirisasi berbasis kelapa sawit," ujar Elviandi. Tak kalah penting, terangnya, adalah perlunya standarisasi produk dari Kopdes Merah Putih untuk memastikan penjaminan mutu produk agar siap bersaing di pasar.