Lewat AIFTA Kurangi Bea Masuk, Keran Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke India Meningkat
Jakarta, katakabar.com - Keran ekspor minyak sawit Indonesia ke India bisa meningkatnlewat ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) berlaku dari 1 Januari 2010 lalu. Indonesa-India Preferential Trade Agreement (PTA) dari 2021 sedang berlangsung hingga saat ini diharapkan bakal lebih meningkatkan ekspor. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Wijayanto menuturkan, lewat AIFTA, negara-negara ASEAN dan India sepakat menghilangkan, dan mengurangi bea masuk 74,6 persen barang yang diperdagangkan. "Saat ini sedang proses review. Di mana nilai ekspor dengan menggunakan Certificate of Origin menggunakan AIFTA tahun 2021 USD13,34 juta CPO USD10,76 juta; 2022 ekspor USD23,37 juta CPO USD19,11; 2023 ekspor USD20,29 juta CPO USD19,54 juta; 2024 ekspor USD20,34 juta CPO USD16,22 juta. Sekitar 79,76 persen ekspor Indonesia ke India, termasuk minyak sawit menggunakan mekanisme AIFTA," ujar Wijayanto, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad (5/10). Diketahui, India importir minyak sawit terbesar dunia, kemudian China, Pakistan, Amerika Serikat dan Bangladesh. Impor minyak sawit India tahun 2020 7,2 juta ton, 2021 8,17 juta ton, 2022 9,17 juta ton, 2023 9,35 juta ton, 2024 8,62 juta ton. Dari tahun 2020-2024 ekspor minyak sawit India bertumbuh 5,06 persen sedang dunia -2,15 persen. Impor minyak sawit India tahun 2024 sebesar 8,62 juta setara 20 persen dari produksi minyak sawit dunia. Ekspor itu 50 persen berasal dari Indonesia, 31 persen Malaysia, 8 persen Thailand, 7 persen Singapura, 2 persen dari PNG, dan 2 persen dari negara-negara lain. Sebagai importir minyak sawit, India adalah eksportir produk turunan sawit, paling besar ke UEA yang pada tahun 2024 ekspornya 1,77 juta ton, Malaysia 410.000 ton, Amerika Serikat 320.000 ton, Bangladesh 260.000 ton, Korea Selatan 210.000 ton. Sepanjang 2020-2024 ekspor produk turunan sawit India tumbuh 14,51 persen mencapai 4,53 juta ton tahun 2024. Paling significant adalah ke UEA yang tumbuh 59,42 persen. Produk turunan sawit India adalah biofuel, POME/Palm Acid Oil, Fatty Alcohol Derivatif/bioplastk/bio fine chemical. Minyak sawit Indonesia mampu memenuhi kebutuhan domestik India dan mendukung ekspor produk turunannya.