Ketahanan
Sorotan terbaru dari Tag # Ketahanan
PTPN III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Lewat Ekspansi dan Hilirisasi Ubi Kayu
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus perkuat perannya sebagai BUMN strategis dukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu. Program ini dirancang sebagai model pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada sisi on farm, PTPN III (Persero) akan fokus pada optimalisasi lahan, penanaman dan peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul ubi kayu yang adaptif dan memiliki produktivitas tinggi. Sedang di sisi off farm, penguatan hilirisasi dilakukan melalui pengembangan industri pengolahan bioetanol melalui kolaborasi operasional dengan mitra pada fasilitas pabrik bioetanol di Lampung. Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, di acara kick off program hilirisasi di Kantor Holding Jakarta, mengatakan program ini langkah strategis perusahaan membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan. Menurutnya, ubi kayu bukan hanya komoditas pertanian, tetapi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang kebutuhan nasional di sektor pangan dan energi. “Kami melihat ubi kayu sebagai komoditas strategis dengan potensi besar untuk pendukung ketahanan energi dan pangan nasional. Lantaran itu, pengembangannya tidak cukup hanya berhenti pada budidaya, tetapi harus dibangun secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Kami mau pastikan peningkatan produksi di tingkat kebun berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan, sehingga tercipta rantai nilai yang kuat, efisien dan berkelanjutan," jelasnya. Sebagai bentuk komitmen perusahaan, pada 14 hingga 15 April 2026 lalu, Direktur Utama PTPN III (Persero) bersama jajaran terkait, melakukan rangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Lampung untuk memastikan implementasi. Pertemuan tersebut melibatkan Gubernur Lampung, masyarakat petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani ubi Kayu Indonesia (PPUKI), serta mitra operasional PT Medco Ethanol Lampung hingga kalangan akademisi di Universitas Lampung. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung diarahkan untuk memperkuat dukungan kebijakan daerah, percepatan ekosistem investasi, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan. Sementara dialog dengan pelaku usaha dan asosiasi petani diharapkan memperkuat rantai pasok bahan baku serta menciptakan pola kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan petani. Di bidang riset dan inovasi, kerja sama dengan Universitas Lampung yang akan didampingi oleh PT Riset Perkebunan Nusantara menjadi bagian penting pengembangan varietas unggul serta penerapan teknologi budidaya modern, termasuk uji coba teknik peningkatan produktivitas dengan metode Mukibat. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. Pengembangan pabrik bioetanol di Lampung juga diproyeksikan memberikan multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya ekonomi wilayah, meningkatnya nilai tambah hasil pertanian, hingga terbentuknya ekosistem industri hijau berbasis sumber daya lokal. Melalui program ini, PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pembangunan sektor agroindustri nasional, menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung target besar Indonesia mewujudkan ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan sesuai dengan Astacita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Kedutaan Besar India Dorong Impor Urea dari Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan
Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono di Jakarta, Kamis (16/4) lalu. Pertemuan tersebut dilakukan demi mendorong kerja sama impor pupuk urea dari Indonesia guna mengamankan pasokan pupuk bagi musim tanam India mendatang melalui skema antar pemerintah di tengah dinamika global rantai pasok pertanian. Langkah ini menegaskan pendekatan aktif India dalam memperluas sumber pasokan pupuk strategis, sekaligus mencerminkan meningkatnya peran Indonesia sebagai mitra potensial dalam menjaga stabilitas pangan kawasan dan global. Dorongan dari pihak Kedutaan India juga memperlihatkan bahwa isu pupuk kini tidak lagi sekadar persoalan teknis pertanian, tetapi telah menjadi bagian dari diplomasi ekonomi dan ketahanan nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, fluktuasi harga energi global, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik telah mempengaruhi ketersediaan pupuk di berbagai negara, termasuk India yang memiliki kebutuhan sangat besar untuk menopang sektor pertaniannya. Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian nasional. Fokus pembahasan tidak hanya terbatas pada perdagangan pupuk, tetapi juga mencakup isu yang lebih luas seperti ketahanan pangan dan ketersediaan sarana produksi. “Diskusi yang komprehensif dan produktif bersama Pak Sudaryono mengenai kerja sama pertanian bilateral termasuk ketahanan pangan dan ketersediaan input (sarana produksi),” ujar Dubes Sandeep. Ia menegaskan India melihat Indonesia sebagai mitra yang kredibel dalam menjawab kebutuhan pupuk, khususnya urea, yang menjadi komponen penting dalam mendukung produktivitas pertanian. “Pak Sudaryono telah menyampaikan dengan sangat jelas bahwa ekspor hanya akan dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Jika terdapat surplus, maka kami akan sangat senang untuk membelinya dari Indonesia melalui skema kerja sama antar pemerintah,” jelasnya. Pernyataan ini sekaligus menunjukkan India tidak hanya mencari pemasok, tetapi juga mengedepankan model kerja sama yang stabil, terukur, dan berbasis kesepahaman antar pemerintah. Skema seperti ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko volatilitas pasar global yang sering kali berdampak pada harga dan ketersediaan pupuk. Indonesia Buka Peluang Tetap Prioritaskan Domestik Di sisi lain, pemerintah Indonesia menyambut positif minat tersebut, dengan tetap menegaskan prinsip kehati-hatian dalam kebijakan ekspor. Sudaryono menyampaikan bahwa pembahasan ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk berkontribusi tanpa mengorbankan kebutuhan nasional. “Hari ini kami mendiskusikan salah satu topik utamanya adalah bagaimana India itu kemudian bisa mengamankan kebutuhan pasokan ureanya yang salah satu sumbernya adalah berasal dari Indonesia,” kata Sudaryono. Indonesia saat ini memiliki potensi surplus produksi urea sekitar 1,5 juta ton. Tetapi, ekspor hanya akan dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi secara optimal guna menjaga stabilitas produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional. Pendekatan ini mencerminkan strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara peluang ekonomi dari ekspor dan tanggung jawab menjaga pasokan domestik. Pada konteks ini, pupuk menjadi komoditas strategis yang tidak bisa diperlakukan semata-mata sebagai barang dagangan biasa. Kerja sama ini juga diperkuat oleh faktor teknis yang menguntungkan kedua negara, yakni perbedaan siklus musim tanam. India memasuki periode tanam utama pada Juli hingga September, sementara Indonesia berada dalam fase aktivitas yang relatif lebih rendah. Perbedaan ini memberikan fleksibilitas dalam pengaturan distribusi pupuk, sehingga Indonesia dapat mengalokasikan sebagian produksinya untuk ekspor tanpa mengganggu kebutuhan petani dalam negeri. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa kerja sama ini dinilai realistis untuk direalisasikan dalam waktu dekat. Selain itu, momentum ini juga memperlihatkan bagaimana koordinasi lintas negara dalam sektor pertanian dapat menghasilkan solusi yang saling menguntungkan, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Industri Pupuk Nasional Siap Tetapi Selektif Kesiapan Indonesia turut didukung oleh kapasitas produksi yang kuat. Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company, Rahmad Pribadi, menegaskan ekspor akan tetap dilakukan secara terukur dan mengikuti siklus pertanian nasional. “Kita ekspor ketika kebutuhan dalam negeri mencukupi. Kalau hitungan total nasional kan ada ekses tapi kita tahu ada musim tanam dan musim di luar tanam. Kita tidak mungkin ekspor saat musim tanam,” ulas Rahmad. Ia memastikan stok pupuk nasional berada dalam kondisi aman. “Saat ini (stok pupuk) 1,2 juta ton, ditambah produksi harian sekitar 25.000 ton urea dan 15.000 ton NPK. Jadi sangat cukup,” imbuhnya. Dengan kapasitas produksi yang mencapai puluhan juta ton per tahun, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memainkan peran lebih besar di pasar global. Tetapi, kehati-hatian tetap menjadi prinsip utama agar tidak terjadi gangguan pada distribusi dalam negeri. Diplomasi Pertanian dan Peran Global Indonesia Dorongan dari Kedutaan India ini mencerminkan penguatan diplomasi berbasis pangan di tengah tekanan global terhadap rantai pasok pupuk. Kebutuhan pupuk yang tinggi, ditambah dengan ketidakpastian pasokan global, membuat negara-negara mulai mencari mitra yang stabil dan dapat diandalkan. Bagi India, Indonesia menawarkan kombinasi antara kapasitas produksi, kedekatan geografis, dan hubungan bilateral yang kuat. Sedang, bagi Indonesia, kerja sama ini membuka peluang untuk memperluas pengaruhnya dalam isu ketahanan pangan global. Lebih jauh, langkah ini juga memperlihatkan transformasi peran Indonesia dari sekadar produsen domestik menjadi aktor strategis dalam ekosistem pangan dunia. Dengan pengelolaan yang tepat, kerja sama seperti ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi internasional berbasis sektor riil.
OTC 2026, PHR Dorong Ekspansi MNK Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, menjelaskan sebagai langkah strategis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dorong ekspansi (pengembangan) Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. "Hal ini berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields)," ujarnya di ajang Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (2/4) lalu. Pada paparannya, Muhamad Arifin, menekankan pengembangan MNK menjadi salah satu solusi kunci untuk menjawab tantangan penurunan produksi dari lapangan konvensional. "Dengan kondisi produksi lapangan tua yang terus menurun, pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis. MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio energi masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional," kupas Arifin. Menurutnya, PHR mengidentifikasi potensi besar pada sub-cekungan North Aman yang diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO). Potensi ini menjadi peluang signifikan yang selama ini belum pernah tergarap di Indonesia. Sejalan dengan upaya tersebut, ucap Arifin, PHR telah mencatatkan progres penting dalam pengembangan MNK di Wilayah Kerja Rokan. Pada struktur sub-basin North Aman mencakup Gulamo dan Kelok, "PHR berhasil membuktikan keberadaan hidrokarbon melalui sumur eksplorasi yang telah dilakukan single frac horizontal dan uji alir (flowback test), menjadikannya sebagai salah satu tonggak awal pengembangan MNK di Indonesia," tuturnya. Selanjutnya melalui proses Appraisal, sambung Arifin, PHR tengah melanjutkan perencanaan pengeboran horizontal dan dilanjutkan dengan multi-stage fracturing horizontal sebagai tonggak awal tahapan pengembangan migas non-konvensional di Rokan. "Struktur North Aman ini memang salah satu struktur penting sebagai fondasi penting dalam membuka potensi MNK yang luas pada sub-basin lainnya di Blok Rokan seperti South Aman, Rangau dan Balam," ulasnya. Tetapi, Arifin menegaskan tantangan utama pengembangan MNK tidak hanya terletak pada aspek bawah permukaan (subsurface), tetapi juga faktor di atas permukaan (above ground). “Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," imbuhnya. Untuk mencapai skala ekonomis, PHR menekankan pentingnya sinergi dalam ekosistem pengembangan MNK, yang melibatkan Pemerintah sebagai pembuat regulasi, operator sebagai pengelola asset, serta mitra strategis yang memiliki teknologi, kapabilitas operasi MNK dan atau kapasitas finansial. PHR juga telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK secara bertahap, dimulai dari target pemberian kontrak bagi hasil ( Production Sharing Contract/PSC) pada kuartal II 2026, dilanjutkan dengan pengeboran sumur appraisal pada kuartal IV 2026. Produksi awal ditargetkan mulai pada 2028, dengan pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037. “Kami optimistis Indonesia siap beralih dari tahap pilot menuju pengembangan MNK yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, MNK akan menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan,” sebut Arifin. Partisipasi Grup Pertamina dalam OTC Asia 2026 juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah pembicara lainnya. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi yang tampil dalam sesi Leadership Dialogue. Ia menyoroti energi berbasis hidrokarbon masih menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan energi dunia yang terus meningkat. Tetapi, tekanan global untuk menurunkan emisi karbon juga tidak bisa diabaikan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, PHE mengusung strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy. Pendekatan ini menggabungkan penguatan bisnis hulu migas dengan pengembangan energi rendah karbon. Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, turut berbagi pandangan mengenai strategi pengembangan bisnis hulu migas, transformasi menuju energi berkelanjutan, serta peran Pertamina Hulu Energi dalam mendukung transisi energi di tingkat regional. Tak kalah menarik, Manager Bidding & Business Performance Pertamina Drilling Services Indonesia, Ahmad Burhan Noviaris, memaparkan materi bertajuk “Pertamina Drilling Capabilities Through Integrated Project Management”. Ia menyoroti penerapan konsep Integrated Project Management (IPM) untuk meningkatkan efisiensi operasi, didukung kapabilitas 57 rig dan lebih dari 110 layanan pengeboran. Melalui forum ini dan komitmen pada inovasi, PHR menegaskan perannya sebagai motor penggerak transformasi sektor hulu migas nasional, sekaligus mendorong optimalisasi sumber daya energi. Pengembangan MNK menjadi salah satu solusi kunci untuk menjawab tantangan penurunan produksi dari lapangan konvensional. Untuk itu, PHR telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK secara bertahap, dengan pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037 mendatang.
Pengadaan 54 Lokomotif CC 205 Tuntas, KAI Divre IV Siap Amankan Ketahanan Energi Nasional
Lampung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali menerima tambahan 16 unit lokomotif baru tipe CC 205 yang diproduksi oleh Progress Rail di Alabama, Amerika Serikat. Lokomotif tersebut tiba melalui Pelabuhan Panjang, Lampung, sebagai bagian dari batch keempat dalam program pengadaan sebanyak 54 unit lokomotif. Dengan tibanya pengiriman pada batch keempat ini, seluruh rangkaian pengadaan telah terpenuhi. Dengan demikian, Divre IV Tanjungkarang kini telah menerima secara lengkap 54 unit lokomotif baru yang akan digunakan untuk mendukung peningkatan kinerja operasional perkeretaapian di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyampaikan penambahan sarana lokomotif ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kelancaran layanan angkutan barang, khususnya untuk komoditas batubara serta berbagai kebutuhan logistik lainnya yang terus mengalami pertumbuhan di wilayah Sumatera Bagian Selatan. “Selain meningkatkan efisiensi operasional, pemanfaatan kereta api sebagai moda angkutan barang juga menjadi solusi yang efektif dalam menekan polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Dalam satu perjalanan, rangkaian KA angkutan batu bara yang menarik 61 gerbong dengan kapasitas sekitar 3.050 ton mampu menggantikan hingga 120 truk kontainer berukuran 40 kaki,” ujar Zaki. Ia menjelaskan satu rangkaian KA angkutan batu bara menghasilkan emisi sekitar 10.766 kg CO₂ per perjalanan, jauh lebih rendah dibandingkan emisi yang dihasilkan oleh 120 truk kontainer yang mencapai 65.645 kg CO₂ per perjalanan. Dengan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik serta kapasitas angkut yang jauh lebih besar, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mendukung distribusi barang. Selain berdampak pada aspek lingkungan, penggunaan kereta api sebagai moda angkutan barang juga memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran lalu lintas. Berkurangnya volume kendaraan berat di jalan tol maupun jalan nasional dapat membantu memperlancar arus kendaraan sekaligus memperpanjang umur layanan infrastruktur jalan. Di sisi lain, pengalihan angkutan barang ke moda rel juga berpotensi menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar. Transportasi barang melalui jalur rel memiliki tingkat kecelakaan yang relatif lebih rendah serta risiko kerusakan barang yang lebih kecil, sehingga menjadi pilihan yang lebih aman dan andal bagi dunia usaha. Dengan dukungan sarana yang semakin memadai, KAI Divre IV Tanjungkarang terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai sektor industri dan pelaku logistik untuk memanfaatkan layanan angkutan barang berbasis rel. “Kami terus mendorong sinergi antara operator logistik, pelaku industri, dan pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan kereta api untuk distribusi barang. Hal ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem logistik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” ulas Zaki.
Mampukah Pengembangan DME Perkuat Ketahanan Energi Nasional?
Jakarta, katakabar.com - Ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) mengharuskan pemerintah mempercepat pengembangan dimethyl ether (DME) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. Konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sedang sekitar 75 persen kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor LPG Indonesia pada 2024 mencapai US$3,8 miliar atau setara Rp64,1 triliun (kurs Rp16.888 per dolar AS). Proyek DME bahkan telah masuk dalam daftar proyek prioritas hilirisasi nasional dan direncanakan mulai digarap pada tahun ini di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. MIND ID bersama Pertamina berkolaborasi dalam percepatan hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME) dan Methanol melalui penguatan rantai mineral, batu bara, dan energi nasional. Dalam kolaborasi ini Pertamina berperan sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi. Hasil hilirisasi batu bara, seperti Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol nantinya akan terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat dan industri sebagai substitusi energi impor. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menilai pengembangan DME menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, konflik di Timur Tengah dapat mengganggu distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Amerika Serikat menjadi pemasok utama dengan nilai impor sekitar US$2,03 miliar atau sekitar 53 persen dari total impor. Sementara, Qatar menyumbang sekitar 11 persen, disusul Uni Emirat Arab sekitar 10 persen. Besarnya ketergantungan tersebut membuat pasokan LPG domestik rentan terhadap dinamika pasar energi global, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia. “Ketika terjadi eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak maupun gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati Selat Hormuz, ini menjadi alasan kuat kenapa kita perlu melakukan hilirisasi batu bara menjadi DME,” ujarnya. Ia mengatakan pengembangan DME salah satu upaya untuk mencari sumber energi substitusi yang dalam jangka panjang dapat menggantikan sebagian kebutuhan LPG impor. Selain mendukung ketahanan energi, pengembangan DME juga berpotensi membuka pasar baru bagi batu bara berkalori rendah. Indonesia dinilai memiliki modal sumber daya untuk mengembangkan industri tersebut. Hal ini mampu mendorong efektifitas PTBA dalam operasional sehingga produksi batubara kalori rendah juga bisa teroptimalisasi. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki sumber daya batu bara sekitar 97,96 miliar ton dengan cadangan mencapai 31,95 miliar ton. Sebagian besar cadangan tersebut merupakan batu bara berkalori rendah atau low rank coal, yang selama ini memiliki nilai ekonomi relatif rendah di pasar ekspor. Menurut Bambang, hilirisasi batu bara juga menjadi kewajiban bagi pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang kontraknya telah diperpanjang. “Hilirisasi batubara wajib dilakukan oleh pemegang PKP2B yang diperpanjang. Soal apakah ini akan membawa gairah baru atau tidak tergantung dari niatan para pelaku industrinya,” jelasnya. Ketua Komite Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas), Moshe Rizal, menilai pengembangan DME perlu dihitung secara cermat agar tidak kalah bersaing dengan LPG impor yang selama ini dipasok dari negara dengan biaya produksi gas lebih rendah. “DME ini industrinya relatif masih baru dan dari sisi keekonomian juga tidak murah. Karena itu feasibility study-nya harus benar-benar dicermati,” ucapnya. Ia menilai pemerintah perlu memastikan harga produksi DME dapat bersaing dengan LPG impor agar proyek tersebut tidak justru menambah beban biaya energi. “Kalau ternyata produksi DME lebih mahal daripada impor LPG, maka harus dihitung kembali manfaatnya,” tegasnya. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno juga menilai pengembangan DME berpotensi membantu mengurangi ketergantungan impor LPG, namun tetap memerlukan kajian yang mendalam. Menurutnya, proyek serupa pernah direncanakan sebelumnya namun tidak berlanjut sehingga aspek teknologi dan keekonomian perlu dihitung secara hati-hati. “Proyek ini tentu bisa mengurangi impor LPG, tetapi membutuhkan kajian yang mendalam, khususnya terkait keekonomiannya. Teknologi yang digunakan juga harus mampu membuat biaya produksi lebih efisien dibandingkan impor LPG,” tandasnya.
Perkuat Ketahanan Ekosistem Muara Beting, Sucofindo Tanam 5.000 Bibit Mangrove
Bekasi, katakabar.com - Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Sucofindo (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Komunitas Indonesia Hijau gelar kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove di Kawasan Muara Benting, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas tantangan abrasi, degradasi ekosistem pesisir, serta dampak perubahan iklim yang berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Kepala Unit TJSL PT Sucofindo (Persero), Nuri Hidayat, menyampaikan program ini bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan. “Melalui Program TJSL, SUCOFINDO tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat peran masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan. Penanaman mangrove ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” terangnya. Rangkaian kegiatan diawali pada 12 Januari 2026 dengan Workshop Ekowisata Konservasi Lutung Jawa serta Workshop Pembuatan Makanan Berbahan Dasar Mangrove. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pemanfaatan mangrove secara produktif dan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi lokal. Selanjutnya, pada 24 Januari 2026, PT Sucofinsi (Persero) juga membangun dan memasang papan nama dermaga yang terletak di depan Balai Desa Pantai Bahagia. Dukungan ini menjadi bagian dari penguatan identitas kawasan sekaligus mendukung pengembangan potensi desa pesisir. Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penanaman 5.000 bibit mangrove jenis bakau di kawasan Muara Beting dengan melibatkan generasi muda dan masyarakat setempat. Penanaman dilakukan menggunakan metode ajir, yaitu teknik penanaman dengan penopang bambu untuk memastikan bibit tumbuh lebih kokoh dan adaptif terhadap dinamika wilayah pesisir. Di kesempatan yang sama, Humas Komunitas Indonesia Hijau, Agustina Dwi Handayani, mengatakan inisiatif penanaman mangrove ini lahir dari kepedulian terhadap berbagai bencana lingkungan akibat aktivitas penebangan liar dan degradasi hutan. “Belajar dari bencana yang terjadi akibat penebangan pohon secara liar (illegal logging), Indonesia Hijau membentuk Pemuda Perubahan untuk peduli terhadap lingkungan. Penanaman mangrove ini menjadi langkah nyata kami dalam memulihkan ekosistem pesisir sekaligus membangun kesadaran kolektif. Dengan slogan 'Satu pohon, Satu kehidupan, Mari kita jaga', kami berharap masyarakat semakin berkesadaran akan pentingnya pohon dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan hidup,” tuturnya. Nuri Hidayat menegaskan rangkaian Program TJSL ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada tujuan Penanganan Perubahan Iklim, Ekosistem Laut, Ekosistem Daratan, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kolaborasi multipihak, PT Sucofindo (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan inisiatif keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional
Jakarta, katakabar.com - MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia konsisten dukung agenda ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan batu bara yang andal dan berkelanjutan. Melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA), MIND ID terus mendorong peningkatan kapasitas produksi yang menjadi salah satu penopang utama bauran energi nasional. Saat ini, Bukit Asam memiliki kapasitas produksi sebesar 43 juta ton per tahun dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga mencapai 100 juta ton per tahun dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Sebagian besar produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, di mana sekitar 52 persen produksi untuk mencukupi kebutuhan listrik domestik. Ke depan, permintaan batu bara domestik diperkirakan masih akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi industri manufaktur, serta pengembangan hilirisasi di dalam negeri. Untuk memastikan kelancaran pasokan tersebut, Bukit Asam memulai pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan. Fasilitas ini akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Hingga periode 31 Januari 2026, progres pembangunan CHF dan TLS 6-7 mencapai 80,81 persen. Untuk memastikan penyelesaian proyek, PTBA telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank HIMBARA. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan kedaulatan energi merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya energi yang besar. MIND ID sebagai salah satu pengelola cadangan batu bara nasional terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden. "Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” kata Tedy dalam Kunjungan Kerjanya ke Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Kamis (12/2) lalu. Tedy menambahkan, melalui pilar strategis optimalisasi logistik, PTBA akan terus didorong untuk melakukan peningkatan kapasitas angkutan sebagai prioritas utama. “Kami berharap melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara PTBA dapat meningkat, sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional,” jelasnya.
FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026
Jakarta, katakabar.com - Pada Februari 2026, pasar keuangan global menghadapi tekanan akibat dinamika geopolitik, perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS, serta koreksi tajam di pasar kripto dan logam mulia, yang memicu lonjakan volatilitas. FLOQ menilai kondisi ini sebagai fase penyesuaian risiko global, di mana investor perlu tetap disiplin, terukur, dan fokus pada tujuan jangka panjang. Melalui edukasi dan riset, FLOQ berkomitmen membantu investor Indonesia memahami risiko dan peluang pasar secara lebih komprehensif. Isu geopolitik, perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat, serta koreksi tajam di pasar logam mulia ciptakan lingkungan pasar volatil, dan sangat sensitif terhadap perkembangan global. Kondisi ini mendorong investor, baik global maupun domestik, untuk kembali mengevaluasi profil risiko serta struktur portofolio mereka. Tekanan di pasar global semakin terlihat setelah pelepasan dokumen Epstein memicu spekulasi bahwa investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin. Narasi ini tercermin dari arus keluar dan signifikan pada produk ETF kripto. Di penghujung Januari 2026, spot Bitcoin ETF mencatat outflow sebesar 818 juta dolar AS, dengan total arus keluar sepanjang Januari mencapai sekitar 1,1 miliar dolar AS. ETF Ethereum juga mengalami tekanan dengan outflow sekitar 258 juta dolar AS. Situasi ini mendorong harga Bitcoin terkoreksi tajam dari kisaran 90.000 dolar AS ke level 60.000 dolar AS, hal ini sekaligus menguji strategi institusi yang mengadopsi pendekatan leverage dalam akumulasi aset digital. Di saat sama, pasar merespons pengumuman nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa kebijakan moneter ke depan akan memperkuat ekonomi AS karena sifat Warsh yang cenderung hawkish, tetapi tidak menutup kemungkinan terhadappemangkasan suku bunga. Di sisi lain, aset berisiko seperti saham dan kripto justru tertekan karena meningkatnya kekhawatiran bahwa pemangkasan suku bunga akan tertunda, terutama dengan hasil terakhir suku bunga ditetapkan tidak berubah. Meskipun Kevin Warsh sebelumnya pernah menyampaikan pandangan bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai bentuk disiplin pasar terhadap kebijakan moneter, dalam jangka pendek perubahan ekspektasi kebijakan tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi sentimen investor. Tekanan juga melanda pasar logam mulia yang sebelumnya mencatat reli kuat sepanjang 2025. Setelah emas naik lebih dari 60 persen dan perak melonjak signifikan, pasar memasuki fase koreksi tajam di awal 2026. Dalam waktu singkat, harga perak terkoreksi sekitar 30 persen ke area 75 dolar AS, sementara emas turun sekitar 20 persen ke kisaran 4.400 dolar AS. Koreksi ini dipicu oleh penguatan dolar AS, aksi ambil untung dari investor besar, serta margin call akibat tingginya penggunaan leverage di pasar futures. Perak mengalami tekanan paling besar karena berperan sebagai aset moneter sekaligus komoditas industri, sehingga terdampak oleh perlambatan permintaan dan kondisi moneter yang lebih ketat. Di dalam negeri, tekanan global diperparah oleh isu potensi perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market oleh MSCI pada akhir Januari 2026. Kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan terkoordinasi memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham. IHSG sempat terkoreksi hingga 16 persen dalam dua hari sebelum akhirnya pulih sebagian ke level 7.922 pada awal Februari. Untuk menjaga stabilitas pasar, otoritas merespons dengan berbagai langkah, termasuk peningkatan free float minimum, perbaikan transparansi data, serta dukungan stabilisasi melalui akumulasi saham oleh lembaga terkait. Menanggapi kondisi tersebut, Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, menyampaikan volatilitas di awal 2026 mencerminkan fase penyesuaian risiko yang sangat sensitif terhadap dinamika global. “Volatilitas yang terjadi di awal 2026 ini menunjukkan pasar global sedang berada dalam fase penyesuaian risiko yang sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kebijakan moneter. Dalam situasi seperti ini, yang paling penting bagi investor bukanlah bereaksi secara emosional terhadap setiap headline, melainkan tetap berpegang pada strategi yang terukur, disiplin dalam manajemen risiko, dan memahami tujuan investasi jangka panjang mereka,” ujarnya. Ia menambahkan periode volatilitas juga menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi finansial masyarakat. “Kami melihat kondisi pasar saat ini sebagai peluang untuk mendorong investor Indonesia menjadi lebih matang dan mandiri dalam mengambil keputusan. Di FLOQ, kami terus berkomitmen menghadirkan edukasi, riset, dan fitur yang membantu pengguna memahami risiko sekaligus potensi pasar secara lebih menyeluruh,” jelas Yudhono Rawis. Dari sisi teknikal, pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pola yang cukup jelas. Sejak akhir Januari, Bitcoin berada dalam tren penurunan dan sempat menyentuh level terendah di sekitar 60.000 dolar AS pada 5 Februari 2026. Tekanan jual dipicu oleh pergerakan whale wallet serta akumulasi outflow ETF yang mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS hingga awal Februari. Tetapi pada 6 Februari, Bitcoin mulai membentuk titik balik jangka pendek dan mengalami rebound, didukung oleh inflow ETF sekitar 330 juta dolar AS yang mendorong harga kembali ke area 72.000 dolar AS. Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar area keseimbangan jangka pendek di kisaran 71.000 dolar AS, yang mencerminkan titik temu antara minat beli dan jual dalam rentang pergerakan terakhir. Pergerakan harga juga menunjukkan adanya konsentrasi likuiditas tinggi di area 77.000 dolar AS, yang secara historis sering menjadi magnet pergerakan harga karena menjadi target eksekusi transaksi dalam skala besar oleh pelaku institusional. Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, investor disarankan untuk menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing. Pendekatan bertahap, disiplin manajemen risiko, serta diversifikasi lintas aset menjadi fondasi penting dalam membangun portofolio yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. Di pertama Februari 2026 menunjukkan bagaimana pasar dapat bergerak secara ekstrem ketika berbagai faktor global dan domestik terjadi secara bersamaan. ondisi ini lebih mencerminkan fase penyesuaian risiko dibandingkan pelemahan struktural jangka panjang. Bagi investor, situasi ini menegaskan pentingnya memahami konteks global, menjaga disiplin, serta tetap berpegang pada strategi yang selaras dengan tujuan jangka panjang, bukan sekadar bereaksi terhadap dinamika jangka pendek. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform aset kripto terdaftar dan berizin di Indonesia yang berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan lebih dari 1,5 juta pengguna, 255.000+ pengikut media sosial, serta komunitas yang terus berkembang dengan lebih dari 25.000 anggota aktif, FLOQ secara konsisten membangun ekosistem berbasis edukasi, inovasi, dan kepercayaan melalui inisiatif seperti FLOQ Academy dan FLOQ Circle. Melalui pendekatan inklusif dan berorientasi jangka panjang, FLOQ berupaya memperluas literasi finansial serta mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Kolaborasi Kementan dan Holding PTPN Perkuat Ketahanan Pangan Korban Banjir
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pertanian Republik Indonesia melepas bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera yang terjadi sejak 23 November 2025 sehingga sebabkan terisolasinya beberapa daerah serta lumpuhnya aktivitas masyarakat. Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dan dilaksanakan di Lobi Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Bantuan kemanusiaan tersebut dihimpun dari berbagai unit kerja, mitra, serta pelaku usaha di sektor pertanian sebagai wujud kepedulian untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Salah satu dukungan signifikan datang dari PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN), entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), yang menyalurkan bantuan berupa tujuh truk Gula Kristal Putih (GKP) dan tiga truk makanan siap saji sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak merupakan prioritas utama pemerintah dalam fase tanggap darurat. “Kami memastikan bahwa negara hadir dan bergerak cepat. Bantuan yang dilepas hari ini adalah wujud komitmen bersama untuk menjaga ketersediaan pangan bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana. Kolaborasi pemerintah, BUMN, serta para mitra seperti PT SGN menjadi kekuatan penting dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” tegas Andi Amran Sulaiman. Sedang, Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan partisipasi perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial perusahaan terhadap masyarakat, khususnya di wilayah operasional. “Bantuan ini kami siapkan untuk memastikan kebutuhan pangan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi di tengah situasi darurat. Kami berharap suplai gula dan makanan siap saji ini dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi warga di daerah terdampak,” kata Mahmudi. Acara pelepasan bantuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Pertanian, termasuk para Direktur Jenderal, Kepala Badan, Staf Ahli, dan Staf Khusus, serta perwakilan mitra strategis dari unsur BUMN, swasta, asosiasi pertanian, dan lembaga relawan. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam merespons bencana yang berdampak luas di sejumlah provinsi di Sumatera. Kementerian Pertanian RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengumpulan dan penyaluran bantuan, serta menegaskan komitmen pemerintah bersama Holding Perkebunan Nusantara untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga selama masa tanggap darurat bencana.
Perkuat Ketahanan Pesisir, CGV Cinemas Indonesia Tanam Lebih dari 2.800 Mangrove di Karawang
Karawang, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan terutama di daerah pesisir Indonesia, CGV Cinemas Indonesia mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan lingkungan. Melalui dukungan para pengunjungnya, CGV bersama LindungiHutan menanam 2.857 mangrove Rhizophora di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang. Penanaman ini merupakan bagian dari target penanaman pohon yang digalang melalui partisipasi publik di jaringan bioskop CGV seluruh Indonesia, melalui pembelian paket Grow Combo yang berisi 1 Popcorn, 2 Air Mineral, serta Grow Kit yang diberikan sebagai simbolis kontribusi pengunjung dalam penanaman pohon. Lokasi penanaman ini bukan tanpa alasan. Pesisir utara Jawa, termasuk Dusun Tangkolak, telah lama berada dalam tekanan. Banjir rob yang kian sering, abrasi yang terus menggerus daratan, serta degradasi ekosistem pesisir menjadi sinyal kuat bahwa upaya adaptasi iklim tidak bisa lagi ditunda. Dusun Tangkolak, yang dikenal sebagai kawasan nelayan dengan sejarah panjang aktivitas kelautan, kini menghadapi ancaman nyata terhadap ruang hidup dan potensi wisata baharinya. Kondisi seperti ini, mangrove menjadi pertahanan alami yang sangat dibutuhkan. Rhizophora sp., jenis mangrove yang ditanam dalam program ini, mampu meredam gelombang, memperkuat tanah pesisir, menjadi habitat penting bagi biota laut, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Sejak 2019, LindungiHutan telah bekerja bersama masyarakat Tangkolak dalam memperluas sabuk hijau pesisir, dan melalui kolaborasi ini CGV berperan sebagai penggerak utama yang melibatkan publik secara langsung dalam pemulihan lingkungan. Upaya penanaman ini menjadi bukti bahwa sektor industri dapat memainkan peran strategis dalam menghadapi urgensi perubahan iklim. Di tengah meningkatnya permukaan laut dan risiko kerusakan pesisir, kontribusi nyata dari perusahaan seperti CGV menunjukkan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat restorasi ekosistem di Indonesia. “Sebagai perusahaan terbuka, CGV berkomitmen untuk terus memberi kontribusi bagi masyarakat. Tahun ini, melalui partisipasi para pengunjung, kami menghadirkan aksi yang bermakna untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau. Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Lindungi Hutan dan berharap kegiatan penanaman ini dapat memberi manfaat nyata bagi ekosistem sekitar,” ucap Mr. Mark, CEO CGV Cinemas Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Partisipasi publik melalui CGV menunjukkan bahwa aksi lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Setiap paket Grow Combo yang dibeli dan setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari gerakan besar untuk memulihkan pesisir. Melalui model kolaborasi ini, CGV tidak hanya memfasilitasi penanaman mangrove, tetapi turut memperluas dampaknya bagi masyarakat nelayan, keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim. Sebanyak 2.857 pohon telah ditanam di Tangkolak. Dalam beberapa tahun mendatang, pohon-pohon tersebut akan tumbuh menjadi benteng hijau yang melindungi garis pantai, menyediakan habitat baru bagi biota laut, dan memperkuat fondasi wisata bahari setempat. Aksi ini menjadi investasi penting bagi masa depan pesisir Indonesia, dan CGV berada di garis depan mewujudkannya. Ke depannya, CGV akan terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. Untuk informasi lengkap dan pembaruan terbaru, kunjungi media sosial @cgv.id, aplikasi CGV, atau situs resmi www.cgv.id