Kian Diminati

Sorotan terbaru dari Tag # Kian Diminati

Jimbaran Tidak Hanya Pantai Lagi: Data Menunjukkan Wisata 'Pengalaman Lokal' Kian Diminati Wisata
Wisata
Jumat, 20 Februari 2026 | 22:00 WIB

Jimbaran Tidak Hanya Pantai Lagi: Data Menunjukkan Wisata 'Pengalaman Lokal' Kian Diminati

Jimbaran, katakabar.com - Bali terus menjadi magnet wisata global, dan data terbaru menegaskan tren ini tidak lagi hanya soal pantai. Pariwisata Bali pada akhir 2025 menunjukkan kebangkitan signifikan jumlah wisatawan mancanegara, dengan sekitar 6,9 juta kunjungan tercatat sepanjang tahun, didominasi oleh kedatangan lewat Bandara Ngurah Rai. Hal ini menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap berbagai bentuk pengalaman wisata yang lebih personal dan lokal. Data BPS juga memperlihatkan kenaikan kunjungan mancanegara pada Desember 2025 mencapai sekitar 572.668 orang, naik hampir 18,5 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini konsisten menunjukkan momentum wisata Bali yang tetap kuat meskipun musim libur utama telah lewat. Pergeseran Tren Wisata: Dari Pantai ke 'Experiential Travel' Tren global juga menunjukkan pergeseran perilaku wisatawan. Laporan pasar global memperkirakan ukuran pasar experiential travel mencapai sekitar USD 54,7 miliar pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh kuat hingga 2033, mencerminkan permintaan yang meningkat untuk pengalaman otentik, budaya, dan aktivitas lokal di luar kunjungan konvensional. Fenomena ini berlaku untuk wisatawan yang mencari hubungan lebih dalam dengan destinasi, dari kuliner tradisional hingga workshop budaya, bertemu komunitas lokal, atau aktivitas keluarga yang tidak sekadar bersantai di pantai. 1. Pura Ulun Siwi — Warisan Spiritual Abad ke-11 Mengunjungi pura dengan nilai sejarah tinggi menawarkan perspektif budaya Bali yang dalam, sekaligus pengalaman reflektif bagi pengunjung. 📍 Desa Jimbaran, Kuta Selatan 🕘 08.00–18.00 2. Workshop Jenggala Keramik — Seni Kerajinan yang Bisa Dibuat Sendiri Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung membuat dan melukis keramik, cocok sebagai oleh-oleh pengalaman. 📍 Kuta Selatan 🕘 09.00–18.00 💰 Estimasi: Rp550.000 3. Jungle Play — Aktivitas Edukatif untuk Keluarga Tempat ini memberikan ruang bermain yang aman dan edukatif, cocok untuk keluarga dengan anak kecil. 📍 Jimbaran HUB, Jl. Karang Mas 🕘 09.30–15.30 4. Pura Goa Gong — Sensasi Suara Alam yang Unik Fenomena suara gong di dalam gua ini menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang ingin pengalaman alam yang berbeda. 📍 Jimbaran 5. Samasta Lifestyle Village — Mau Kuliner, Belanja, Hiburan? Ada di Sini Tempat ini berkembang sebagai pusat aktivitas bersantai, belanja produk lokal, dan menonton pertunjukan budaya. 📍 Jimbaran 🕘 10.00–22.00 6. Pasar Ikan Kedonganan — Kuliner Laut Otentik Bali Wisata kuliner lokal mendapatkan tempat penting di pengalaman wisata modern; pengunjung bisa memilih ikan segar lalu mengolahnya langsung di tempat. 📍 Jl. Pantai Kedonganan 🕘 07.00–17.00 7. 70° Fahrenheit Koffie Factory — Cerita Kopi dari Biji ke Cangkir Selain menikmati kopi, pengunjung dapat mempelajari tahapan produksi, jenis kopi, serta teknik penyajian. 📍 Jl. Raya Kampus Unud No. 70 🕘 08.30–22.00 “Pengalaman Lokal” Menjadi Faktor Pertumbuhan Pariwisata “Wisatawan kini datang bukan hanya untuk pemandangan, tetapi mencari pengalaman yang bermakna, yang memberi mereka cerita yang bisa dibawa pulang,” kata Rama Ade, Hotel Manager Liberta Hotel Jimbaran. “Kami melihat peningkatan tamu yang mencari aktivitas budaya, workshop seni, serta pengalaman kuliner lokal yang otentik selama menginap.” Liberta Hotel Jimbaran terletak strategis dekat dengan semua destinasi alternatif ini, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi berbagai pengalaman lokal di kawasan Jimbaran tanpa jauh dari penginapan. Informasi lengkap tentang fasilitas dan pemesanan dapat dilihat di www.libertahotels.com.

Kian Diminati, Stasiun Bandar Khalipah Hubungkan KA Bandara Hingga Bus Listrik Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 10 Februari 2026 | 16:00 WIB

Kian Diminati, Stasiun Bandar Khalipah Hubungkan KA Bandara Hingga Bus Listrik

Medan, katakabar.com - Stasiun Bandar Khalipah yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang terus mencatatkan pertumbuhan penumpang yang signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, sepanjang tahun 2025 stasiun ini sukses melayani naik turun 183.389 penumpang, tumbuh 14 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebanyak 160.428 orang. Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menilai tren positif ini menjadi cermin meningkatnya kepercayaan publik. “Pertumbuhan jumlah penumpang ini membuktikan bahwa layanan kereta api di Stasiun Bandar Khalipah sebagai salah satu simpul mobilitas urban semakin diandalkan oleh masyarakat,” ujar Anwar. Memasuki awal tahun 2026, antusiasme masyarakat tetap konsisten. Data menunjukkan bahwa selama Januari 2026, stasiun yang berada di ketinggian 16,13 meter di atas permukaan laut ini telah melayani 15.573 penumpang. Angka tersebut naik 6,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 14.616 penumpang. Menanggapi tingginya minat masyarakat, KAI Divre I Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Bandar Khalipah melalui integrasi antarmoda. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan, masyarakat semakin dimudahkan dengan kehadiran layanan Bus Rapid Transit (BRT) berupa bus listrik yang beroperasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 19.30 WIB. “Kehadiran bus listrik semakin memperluas jangkauan aksesibilitas penumpang. KAI ingin memastikan masyarakat dapat menjangkau berbagai destinasi dengan lebih praktis dan efisien,” jelasnya. Pilihan layanan angkutan di stasiun yang berjarak 11 kilometer dari pusat Kota Medan ini terbilang cukup lengkap. Tersedia KA Sribilah Utama (Medan–Rantau Prapat) dan KA Putri Deli (Medan–Tanjungbalai) untuk layanan jarak jauh. Bagi warga yang ingin berwisata ke kawasan Danau Toba, tersedia KA Siantar Ekspres yang merupakan kereta api lokal perkotaan. Sementara itu, mobilitas menuju Bandara Kualanamu dapat dilayani secara praktis melalui KA Srilelawangsa. "Selain melayani penumpang kereta api reguler di bawah naungan KAI Divre I Sumut, Stasiun Bandar Khalipah juga menjadi titik pemberhentian KA Srilelawangsa menuju Bandara Kualanamu yang dikelola oleh KAI Bandara," tambah Anwar. Sejarah Stasiun Bandar Khalipah sendiri memiliki akar yang panjang, pertama kali dibangun oleh perusahaan Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (N.V. DSM) pada tahun 1889. Kini, wajah modern stasiun yang diresmikan pada 16 Desember 2018 tersebut menjadi simbol kemajuan transportasi di Sumatera Utara. "KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjadikan Stasiun Bandar Khalipah sebagai pusat integrasi yang efektif menghubungkan layanan KA antarkota, kereta perkotaan, akses Bandara Kualanamu, hingga moda BRT. Sinergi ini adalah langkah nyata KAI dalam menghadirkan ekosistem transportasi yang modern dan berkelanjutan," sebut Anwar.