Kisah
Sorotan terbaru dari Tag # Kisah
Bukan Batik Biasa: Ini kisah Liza Didik Anak Berkebutuhan Khusus Membatik
Duri, katakabar.com - Setiap jam praktik dimulai, Liza sering mendapati pemandangan yang sama di ruang kelas Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah kawasan Mandau dan Pinggir. Beberapa siswa duduk diam dengan pandangan menunduk, sebagian lagi pegang alat tanpa benar-benar tahu harus berbuat apa. Bukan karena mereka tak mau belajar, tetapi karena metode pembelajaran yang ada belum sepenuhnya memberi ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Sebagai pendidik yang sehari-hari mendampingi anak berkebutuhan khusus, Liza kerap diliputi kegelisahan. Proses belajar yang masih didominasi metode konvensional, minim praktik, membuat siswa cenderung pasif dan kesulitan mengekspresikan diri. Di saat yang sama, peran guru sering kali berhenti pada penyampaian materi, dengan ruang inovasi yang belum berkembang optimal. “Kadang saya bertanya pada diri sendiri, apakah cara mengajar yang selama ini kami lakukan benar-benar sudah sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarLiza. Kekhawatiran itu terus mengiringinya, terutama saat melihat potensi besar dalam diri para siswa yang belum tergali. Dorongan untuk mencari pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna membawa Liza bergabung dengan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Inklusif Berbasis Vokasional yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Bagi Liza, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan harapan baru untuk menghadirkan proses belajar yang lebih hidup dan relevan bagi anak didiknya. Melalui pendampingan yang diberikan, Liza dikenalkan pada pembelajaran vokasional membatik sebagai media pengembangan keterampilan siswa. “Saya mendapatkan ilmu baru yang tidak hanya menambah wawasan, tapi juga membuka cara pandang saya dalam mengajar,” ucapnya. Berbekal pelatihan tersebut, Liza mulai menerapkan pembelajaran membatik secara bertahap dan adaptif. Mulai dari pengenalan motif sederhana, cara memegang canting, hingga proses pewarnaan, semua dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Prosesnya tidak selalu mudah. Pada tahap awal, Liza harus mendampingi secara intens, mengulang instruksi lebih dari sekali, dan bersabar menghadapi ketakutan siswa untuk mencoba. Perlahan, perubahan mulai terlihat. Siswa yang sebelumnya hanya mengamati dari kejauhan mulai berani ikut terlibat. Ada yang awalnya sekadar memegang canting, lalu perlahan mencoba membuat garis sederhana di atas kain. “Dari sekadar memegang canting hingga mampu menyelesaikan karya sederhana, setiap proses menjadi pencapaian yang berarti,” tuturnya senyum bangga. Transformasi tak hanya terjadi pada siswa, tetapi juga pada Liza sendiri. Dari peran sebagai pengajar, Ia bertransformasi menjadi fasilitator yang lebih adaptif dan kreatif. Ia belajar memahami karakter tiap siswa, menyesuaikan ritme pembelajaran, serta membangun pendekatan yang lebih personal dan empatik. Kegiatan membatik menghadirkan suasana belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif. Di ruang kelas, siswa memiliki kesempatan untuk mencoba, bereksplorasi, dan mengekspresikan diri dengan cara mereka sendiri. Dengan penuh ketulusan, Liza mendampingi setiap proses, bukan hanya mengajarkan teknik, tetapi menumbuhkan rasa percaya diri. “Paling mengharukan bagi saya bukan hasil batiknya,” ucap Liza lirih. “Tapi saat mereka mulai percaya bahwa mereka juga bisa. Perubahan itu memang pelan, tapi sangat berarti," jelas Liza. Program ini menghadirkan pembelajaran vokasional membatik melalui penyediaan alat dan bahan, pelatihan bagi guru, serta pendampingan dalam penerapan metode berbasis praktik. Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan, program ini membuka ruang harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri mereka. Melalui program ini, PT Pertamina Hulu Rokan hadir sebagai mitra yang memperkuat peran perempuan dalam pendidikan sahabat istimewa. Sejalan dengan semangat Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, kisah Liza menjadi potret nyata keberanian seorang perempuan membuka jalan, sekecil apa pun, demi masa depan yang lebih setara, mandiri, dan bermakna bagi generasi yang kerap terpinggirkan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Untung Biaya Tak Jadi Halangan
Boyolali, katakabar.com - Banyak kisah, dan cerita warnai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Salah satu paling menjadi sorotan adalah persoalan biaya, terutama terkait pelunasan yang kerap menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah haji dari berbagai latar belakang. Pengelolaan dana haji yang optimal kini memberikan dampak nyata. Para pelaku usaha mikro, seperti pedagang jamu, kerupuk, hingga penjual es juga merasakan manfaat berkurangnya biaya perjalanan ibadah haji berkat nilai manfaat dari pengelolaan dan pengembangan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Secara nasional, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mencapai sekitar Rp87,4 juta. Tetapi, calon jemaah rata-rata hanya perlu membayar sekitar Rp54 juta. Angka tersebut masih dikurangi setoran awal pendaftaran sebesar Rp25 juta. Jadi, terdapat sekitar Rp33 juta yang ditopang dari nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji oleh BPKH. Nilai manfaat ini berasal dari pengembangan dana melalui penempatan dan investasi yang dilakukan BPKH secara aman dan terukur. Pengelolaan itu membuat dana setoran awal jemaah haji bukan hanya tersimpan aman, tetap berkembang, dan memberikan manfaat langsung saat pelunasan. Beberapa kisah menarik calon jemaah di Soloraya yang merasakan betapa nilai manfaat dan dana pengembangan setoran haji telah meringankan langkah mereka ke Tanah Suci. Pasangan suami-istri (Pasutri) asal Dukuh Plosokerep, Desa Winong, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali yang bekerja sebagai penjual jamu tradisional di Pasar Sunggingan akan berangkat haji pada 2026 ini. Mereka adalah Hadi Wiyono 63 tahun, dan Sutiyah 55 tahun. Keduanya telah mendaftar haji sejak November 2012 kemudian dipanggil untuk berangkat ke Tanah Suci pada 2026 ini. Mereka direncanakan berangkat pada 10 Mei 2026 nanti. Selepas dipanggil untuk berhaji, ia mengatakan lega karena hanya harus melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji sekitar Rp50 juta untuk dua orang. Uang tersebut didapat dari tabungan emasnya dan tabungan ternak Hadi Wiyono. Harusnya, calon jemaah haji tahun ini harus membayar sekitar Rp87,4 juta untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji. Tetapi jemaah hanya perlu membayar biaya perjalanan ibadah haji sekitar Rp54,1 juta. Kisah serupa datang dari Khotib Heru Ukhrodin 50 tahun, pedagang kerupuk asal Boyolali, warga Dukuh Gledegan, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolalu. Ia bersama istrinya, Nur Witri, juga sempat memperhitungkan kemampuan finansial saat menghadapi pelunasan biaya haji. “Mestinya lebih besar, tapi ada yang dibayarkan dari nilai manfaat, jadi sangat membantu,” kata Khotib. Ia bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci tanpa memusingkan soal biaya pelunasan karena terasa diringankan melalui pengelolaan BPKH. "Alhamdulillah, dua orang saya dan istri itu membayar total sekitar Rp53 juta. Harusnya lebih karena per orang hampir Rp87 juta. Kemarin kami membayar Rp25 juta dan pelunasan sekitar Rp26 juta. Lalu, dijelaskan oleh pihak BSI itu ada yang dibayarkan dari nilai manfaat,” ulasnya. Khotib menyampaikan rasa senangnya karena merasa diringankan dengan nilai manfaat yang ia dapatkan berkat pengelolaan dana haji yang transparan dan berkembang yang dilakukan BPKH. Lega Kekhawatiran para calon jemaah tersebut akhirnya berubah menjadi kelegaan setelah mengetahui adanya nilai manfaat dari pengelolaan dana haji oleh BPKH. Plt Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Brebes, Akhmad Nizam Baequni, menegaskan sistem pengelolaan dana haji saat ini memang dirancang untuk memberikan manfaat maksimal bagi jemaah. “Dulu total biaya bisa mencapai sekitar Rp87 juta. Tapi sekarang jemaah cukup melunasi sekitar Rp30–33 juta setelah setoran awal, karena sudah terbantu dari hasil pengelolaan dana,” jelasnya. Ia menambahkan, setiap setoran awal dari pendaftar akan dikelola oleh BPKH secara transparan dan akuntabel, sehingga memberikan manfaat luas bagi jemaah. Transparansi BPKH Berdasarkan data transparansi dari BPKH, biaya penyelenggaraan ibadah haji senilai sekitar Rp87,4 juta. Namun, calon jemaah rata-rata hanya diwajibkan membayar sekitar Rp54 juta untuk biaya perjalanan ibadah haji, yang masih dipotong dari setoran awal pendaftaran nomor porsi sebesar Rp25 juta. Sisanya, sekitar Rp33 juta, berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji yang dilakukan BPKH. Jadi, dana setoran awal Rp25 juta saat pendaftaran tidak hanya aman dan utuh, tetapi juga berkembang melalui penempatan dan investasi. Jika sudah memiliki nomor porsi, calon jemaah haji hanya perlu melunasi sekitar Rp29 juta. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana haji oleh BPKH tidak hanya aman dan amanah, tetapi juga memberikan nilai manfaat nyata. Sementara, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali, Sauman, menambahkan, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2025, BPIH untuk Embarkasi Solo mencapai Rp86.448.981. Sementara itu, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp53.233.422. Setelah setoran awal Rp25 juta, jemaah hanya perlu melunasi sekitar Rp25.559.215, dan sisanya ditopang dari nilai manfaat dana haji yang dikelola BPKH. Dengan pengelolaan dan pengembangan dana BPKH, biaya haji kini menjadi lebih terjangkau dan ringan. Para calon jemaah pun dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, tanpa dibayangi kekhawatiran berlebih terkait pelunasan biaya
Ketika Gaming Jadi Bagian dari Ramadhan: Kisah di Balik NSR Street City Battle
Jakarta, katakabar.com - Ketika konsistensi dan kebanggaan kota bertemu dengan kebiasaan digital di bulan Ramadhan. Selama Ramadhan, ritme harian masyarakat Indonesia cenderung berubah, mulai dari bangun lebih pagi, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, serta mencari hiburan yang ringan namun tetap bermakna di sela ibadah, pekerjaan, dan kebersamaan keluarga. Perubahan perilaku ini menjadi momentum tersendiri bagi platform digital untuk meninjau kembali bagaimana hiburan dapat menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Tahun ini, HeroPlay merespons dinamika tersebut melalui NSR Street City Battle, sebuah kompetisi gim mobile yang berlangsung dari 18 Februari hingga 18 Maret 2026. Melalui NSR Street City Battle, aktivitas bermain gim kasual dihadirkan sebagai refleksi nilai konsistensi, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap kota asal, nilai-nilai yang lekat dengan suasana Ramadhan. Alih-alih menonjolkan kecepatan dan adrenalin, NSR Street City Battle kedepankan konsistensi dan proses yang bertahap. Pemain diajak bermain dalam sesi singkat yang mudah disesuaikan dengan rutinitas, menyelesaikan misi, mengumpulkan poin, dan naik peringkat secara perlahan, selaras dengan ritme banyak orang selama Ramadhan. “Kompetisi ini dirancang untuk membangun keterlibatan yang konsisten dari waktu ke waktu, bukan sekadar mengejar sensasi sesaat,” ujar Tom Lapping, CEO SportsHero. “Semua pemain memulai dari titik yang sama, dan kemajuan datang dari konsistensi. Nilai ini terasa relevan dengan Ramadan, ketika banyak orang lebih reflektif dan lebih bijak dalam membagi waktunya," jelasnya. Dari sisi kebiasaan digital, NSR Street City Battle juga menunjukkan bagaimana gim berbasis browser semakin praktis untuk diakses. Pemain cukup membuka gim melalui browser di ponsel, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan, hal yang terasa relevan di Indonesia, di mana ruang penyimpanan dan penggunaan data masih menjadi pertimbangan banyak orang. NSR Street City Battle dapat diakses langsung melalui platform HeroPlay di https://heroplay.igvault.id. Kampanye ini turut didukung oleh beberapa mitra operator telekomunikasi, termasuk Indosat Ooredoo Hutchison. Dalam rangka memperluas partisipasi, pelanggan IM3 dan 3ID yang mengikuti NSR Street City Battle akan mendapatkan akses HeroPlay gratis dalam 7 hari selama periode kompetisi. Selain bersaing secara individu, pemain juga mewakili kota asal mereka melalui sistem papan peringkat berbasis kota. Setiap poin yang dikumpulkan bukan hanya berdampak pada peringkat pribadi, tetapi juga ikut mengangkat posisi kota, membuat pengalaman bermain terasa lebih bermakna dan memperkuat rasa kebanggaan lokal. Melalui format ini, HeroPlay ingin mendorong terbentuknya komunitas gaming di berbagai kota di Indonesia, di mana pemain tidak hanya bersaing secara individu, tetapi juga merasa menjadi bagian dari identitas dan semangat kolektif kotanya. Kompetisi ini akan ditutup menjelang Idul Fitri, dengan pengumuman pemenang pada 20 Maret 2026. Kota yang meraih peringkat tertinggi akan menggelar acara temu penggemar eksklusif bersama para key opinion leader (KOL) pendukungnya, sebuah perayaan atas semangat kebersamaan dan kebanggaan kota yang terbangun selama kompetisi berlangsung. Pada level individu, pemain dengan peringkat pertama akan memperoleh F1 Singapore Experience, termasuk tiket menonton Formula 1 Singapore Grand Prix dan tiket pesawat pulang-pergi. Pemain dengan peringkat tinggi lainnya juga akan mendapatkan berbagai hadiah tambahan, seperti smartphone dan paket data, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan performa mereka sepanjang kompetisi. Untuk mengikuti NSR Street City Battle, pemain perlu memiliki langganan aktif HeroPlay dengan pilihan paket mingguan dan bulanan. Skema ini membuat kompetisi tetap inklusif dan mudah diakses selama Ramadan, di tengah kebiasaan masyarakat yang cenderung lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Dengan memadukan teknologi yang mudah diakses, kompetisi berbasis kota, serta nilai konsistensi dan kebersamaan, NSR Street City Battle menunjukkan bagaimana hiburan digital dapat beradaptasi dengan perubahan gaya hidup musiman menghadirkan bukan sekadar permainan, tetapi pengalaman Ramadan bersama yang dibentuk oleh komunitas, budaya, dan kebiasaan digital masa kini.
Kisah Cakra Elektrolisis, Inovasi Anak Bangsa Ubah Cara Mensterilisasi Air Tambak
Yogyakarta, katakabar.com - Jelang tahun 2026, industri udang Indonesia berdiri di titik krusial. Permintaan pasar global belum pulih sepenuhnya, harga ekspor masih berfluktuasi, dan tantangan penyakit di tambak intensif tetap menjadi ancaman terbesar bagi petambak baik yang baru memulai maupun yang sudah berkiprah puluhan tahun. Tetapi di sela situasi yang kompleks itu, muncul satu cerita menarik tentang bagaimana teknologi lokal dapat menjadi kunci ketahanan industri. Cerita itu datang dari sebuah kolaborasi di pesisir selatan Yogyakarta: FisTx bersama Unit Kerja Budidaya Air Payau (BAP Samas). Di sinilah sebuah perangkat sterilitas air bernama Cakra Elektrolisis diuji dan hasilnya memantik harapan baru bagi budidaya udang Indonesia. Setiap petambak udang tahu musuh terbesar bukanlah harga pakan atau pasar, melainkan penyakit. AHPND, WFD, EHP, dan berbagai varian Vibrio spp. terus menjadi hantu yang menghantui tambak intensif. Kualitas air yang berubah cepat akibat cuaca ekstrem dan minimnya infrastruktur water treatment membuat banyak budidaya kolaps sebelum masa panen tiba. Tahun 2025 mencatat tingginya kegagalan tebar di berbagai wilayah. Masuk ke 2026, tantangannya diprediksi semakin besar. Karena itu, kebutuhan terhadap teknologi non-kimia yang berkelanjutan menjadi semakin mendesak. Cakra Elektrolisis lahir dari pertanyaan sederhana yang diajukan tim RnD FisTx: “Bisakah kita membuat air tambak yang bukan hanya bersih, tetapi aktif melindungi?” Jawabannya adalah teknologi elektrokimia yang memanfaatkan arus listrik bukan bahan kimia untuk mengubah ion klorida di dalam air menjadi asam hipoklorit (HOCl) aktif. Ini bukan hal baru di dunia sains, tetapi penerapannya sebagai sterilisasi air in-situ untuk tambak udang adalah loncatan penting. Proses ini menghasilkan disinfektan alami yang: - Menekan Vibrio secara signifikan, - Aman untuk udang, - Tidak meninggalkan residu, - Bisa bekerja 24 jam menjaga biosekuriti. Inovasi ini karya putra Indonesia dan itu menjadikannya semakin relevan bagi tantangan lokal. Ketika Cakra Elektrolisis dioperasikan selama satu siklus penuh di BAP Samas Yogyakarta, hasilnya cukup mencengangkan. Arga Kurniawan, S.Pi, Kepala BAP Samas, mengamati sendiri perubahan di kolam: “Alat ini mampu menurunkan Vibrio baik di air maupun hepatopankreas, sehingga meningkatkan survival rate udang hingga lebih dari 95%.” Data teknis mencatat: - Vibrio spp. turun hingga kategori negatif - ORP meningkat dari 110 mV menjadi 321 mV - amonia turun 46% - FCR membaik 27% - Hemat hingga 89% biaya operasional per siklus Dalam bahasa petambak, ini artinya: udang tumbuh lebih cepat, lebih kuat, dan lebih sedikit mati. CEO FisTx, Rico W. Wibisono, menyebut 2026 sebagai "tahun efisiensi dan ketahanan. “Budidaya yang sehat akan menjadi syarat bertahan. Karena itu, Cakra Elektrolisis kami rancang agar petambak punya teknologi rekayasa lokal yang efektif, murah, dan tidak bergantung bahan kimia," ujarnya. Di tengah ketidakpastian ekspor, keberlanjutan produksi udang nasional tidak boleh berhenti. Teknologi seperti elektrolisis menjadi jembatan menuju budidaya yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pakar akuakultur terkemuka Indonesia, Dr. Hasanuddin Atjo, telah lama mendorong modernisasi sistem pengolahan air. Dalam salah satu tulisannya beliau menekankan urgensi modernisasi sistem sterilisasi air: “Teknologi treatment air baku untuk budidaya harus menjadi perhatian serius. Inovasi untuk menciptakan infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang murah seperti teknologi UV dan elektrolisis perlu terus didorong agar industri tidak lagi bergantung pada bahan kimia," ucapnya. Cakra Elektrolisis menjadi bentuk nyata dari seruan tersebut: inovasi fisik, tanpa residu, dan cocok untuk regulasi bebas antibiotik yang semakin ketat. Cakra Elektrolisis bukan sekadar teknologi, ia adalah cermin perubahan paradigma budidaya Indonesia menuju: - penggunaan energi dan teknologi terbarukan, - pengurangan bahan kimia, - efisiensi biaya, - dan peningkatan survival rate sebagai fokus utama. Dengan pendekatan in-situ sterilization, perangkat ini menjadi fondasi bagi tambak-tambak modern yang ingin tetap kompetitif di pasar lokal maupun global. Tahun 2026 menuntut petambak untuk lebih strategis. Pasar mungkin berubah, namun kebutuhan untuk menghasilkan udang yang sehat tidak pernah berubah. Cakra Elektrolisis menawarkan satu hal yang jarang dimiliki teknologi lokal: keseimbangan antara efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Dan di tengah tantangan ekspor, perubahan iklim, dan tekanan penyakit, inilah jenis solusi yang dapat membuat industri tetap bertahan bahkan tumbuh lebih kuat. Cakra Elektrolisis merupakan inovasi pengolahan air yang bekerja dengan memanfaatkan arus listrik untuk memecah ion klorida (Cl⁻) menjadi asam hipoklorit (HOCl) dan oksidan aktif lainnya. HOCl adalah disinfektan alami yang efektif menekan bakteri patogen seperti Vibrio, namun aman bagi udang dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Teknologi ini membantu petambak mengurangi ketergantungan pada bahan kimia seperti kaporit dan klorin, sekaligus meningkatkan stabilitas kualitas air selama masa pemeliharaan.
Kisah Sukses Bubur Ayam Jakarta 46 Dari Awal Hingga Kini
Jakarta, katakabar.com - Bubur Ayam Jakarta 46 bukan hanya soal rasa, tapi perjalanan dari usaha kecil menjadi favorit banyak orang berkat cita rasa khas dan pengalaman makan yang membangkitkan kenangan. Pernahkah Anda mencicipi makanan yang begitu nikmat hingga membangkitkan kenangan masa lalu? Bubur Ayam Jakarta 46 hadir sebagai bukti bahwa kelezatan tidak hanya sekadar rasa, tetapi juga pengalaman yang menghangatkan hati. Dari sebuah usaha kecil, kini Bubur Ayam Jakarta 46 telah menjadi pilihan favorit banyak orang. Bagaimana perjalanan bisnis ini hingga bisa sebesar sekarang? Apa rahasia di balik cita rasa khas yang membuatnya begitu istimewa? Mari kita telusuri kisah di balik suksesnya Bubur Ayam Jakarta 46. Awal Mula Bubur Ayam Jakarta 46 Setiap bisnis kuliner besar selalu punya cerita awal yang sederhana, begitu pula dengan Bubur Ayam Jakarta 46. Semuanya bermula dari seseorang yang dulunya bekerja sebagai karyawan biasa. Dari pekerjaan itu, ia sempat menjadi steward, membersihkan dapur dan peralatan, hingga akhirnya naik menjadi cook helper yang mulai memegang urusan dapur. Dari situ, timbul kecintaan terhadap dunia masak, terutama makanan tradisional. Berbekal pengalaman dan rasa penasaran, ia pun iseng-iseng mulai berjualan bubur ayam di Surabaya dengan gerobak sederhana. Nggak disangka, rasanya yang autentik dan topping-nya yang komplit langsung menarik perhatian banyak orang. Dengan tekad besar, usaha ini perlahan berkembang. Bahan-bahan berkualitas dan racikan bumbu yang pas jadi kunci utama kelezatan Bubur Ayam Jakarta 46. Lewat cerita dari mulut ke mulut, bubur ini mulai dikenal luas dan kini jadi favorit banyak pecinta kuliner di berbagai kota. Rahasia cita rasa khas Bubur Ayam Jakarta 46 terletak pada komposisi bahan berkualitas dan cara penyajian yang diperhatikan dengan saksama. Buburnya dimasak dengan teknik khusus sehingga menghasilkan tekstur yang lembut, tidak terlalu cair maupun terlalu kental. Kaldu ayamnya dibuat melalui proses perebusan lama untuk menciptakan rasa gurih yang meresap sempurna. Topping-nya pun beragam dan menggugah selera, mulai dari ayam suwir, kacang kedelai, cakwe, daun bawang, hingga ati ampela dan telur setengah matang bagi yang ingin rasa lebih kaya. Tersedia juga pilihan menu seperti bubur ayam komplit bagi yang menyukai topping lengkap, dan bubur polos untuk yang lebih menyukai kesederhanaan. Dengan kualitas yang selalu terjaga, tidak heran jika Bubur Ayam Jakarta 46 terus menjadi favorit banyak orang.
Bantu Petani Sawit Sampaikan Kisah Sukses k Publik Ini Pentingnya Pelatihan Jurnalistik
Balikpapan, katakabar.com - Workshop Jurnalistik ankat tema “Suara Petani, Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Baru di Industri Sawit” digelar di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal yang buka kegiatan, berkat hasil kerja sama antara Sawitsetara dan Apkasindo yang didukung penuh BPDPKS. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani sawit di bidang jurnalistik. Total 105 peserta hadir dalam kegiatan pelatihan ini, meliputi 30 orang petani milenial generasi pertama dan 75 orang dari generasi kedua.
Bagikan Kisah Penghijauanmu Bersama LindungiHutan di Sesi #CeritaMitraHijau
Semarang, katakabar.com - LindungiHutan mengajak brand dan perusahaan yang telah berpartisipasi di aksi penghijauan untuk berbagi cerita melalui sesi #CeritaMitraHijau, bagi cerita yang terpilih dipublikasikan di media sosial LindungiHutan, dan menerima merchandise eksklusif sebagai apresiasi. LindungiHutan mengundang brand dan perusahaan yang telah berpartisipasi dalam aksi penghijauan untuk berbagi cerita inspiratif mereka melalui sesi #CeritaMitraHijau. Dalam sesi #CeritaMitraHijau, setiap mitra dapat menceritakan perjalanan penghijauan yang telah mereka lakukan. Setiap cerita yang terpilih akan dipublikasikan di media sosial LindungiHutan, mencakup berbagai platform digital milik LindungiHutan. “LindungiHutan ingin menyebarkan kabar baik di sektor lingkungan dan kehutanan bahwa masih banyak yang peduli termasuk brand dan perusahaan yang memiliki komitmen tinggi terhadap kelestarian dan keberlanjutan hutan di Indonesia,” ujar Indra Wahyu Saputra, Social Media Officer LindungiHutan. Brand dan perusahaan yang ceritanya terpilih untuk dipublikasikan, tidak hanya mendapatkan eksposur luas tetapi juga akan menerima merchandise eksklusif sebagai apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga kelestarian alam. Tertarik untuk berpartisipasi? Berikut langkah-langkahnya: 1. Kunjungi https://tinyurl.com/CeritaMitraHijau. 2. Kirimkan cerita tersebut melalui form yang tersedia 3. Cerita yang terpilih akan dipublikasikan di media sosial dan kanal resmi LindungiHutan lainnya. Dengan sesi #CeritaMitraHijau, mitra hijau dapat menunjukkan komitmen nyata mereka dalam menjaga lingkungan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan hal yang sama. Mari wujudkan mimpi hijau bersama LindungiHutan! Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://lindungihutan.com/. Kontak: Intan Widianti Kartika Putri Head of Partnership kartika@lindungihutan.com +62 823-2901-5769 Jl. Lempongsari 1 No. 405, Lempongsari, Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231 Website: https://lindungihutan.com/
Kisah Alumni Kartu Prakerja Dapat Pekerjaan dan Meningkat Rasa Percaya Diri
Jakarta, katakabar.com - Badan Pusat Statistik merilis data per kuartal tiga 2023 lalu, di mana tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun sebesar 0,54 persen secara tahunan, menjadi 5,32 persen dari 5,86 persen di tahun 2022. TPT menunjukkan perbandingan banyaknya pengangguran dengan jumlah penduduk usia produktif. Di periode tersebut, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta orang. Meski angkanya terus menurun sejak pandemi, tapi pencarian kerja terus menjadi tantangan yang kerap dihadapi oleh generasi muda termasuk lulusan baru atau fresh graduate. Hal ini turut dirasakan seorang pemuda asal Yogyakarta bernama Muhamad Husen Udin 20 tahun. Ia sudah merasakan beberapa kali jatuh-bangun mencari pekerjaan, terlebih setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Husen tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di tengah proses pencarian kerja, Husen sempat memutuskan jeda dan mengisi waktunya dengan memberikan pakan ternak, sembari membantu orang tuanya. Lalu, titik balik muncul saat Husen mengetahui ada Program Kartu Prakerja dan mencoba untuk mendaftar. Ia mengambil pelatihan Akuntansi dan Pengelolaan Keuangan melalui edtech Cakap. “Saya mengambil kursus tersebut lantaran berencana buka usaha dan sebelumnya harus tahu bagaimana menghitung upah karyawan nantinya. Saya merasa kalau kemampuan saya dalam hal berdiskusi dan berkomunikasi jadi lebih terasah berkat pelatihan ini,” ujar Husen yang selama kursus menggunakan metode online learning. Akhirnya, setelah menyelesaikan pelatihan selama enam bulan, Husen memiliki keberanian lebih untuk kembali mencari kerja. Husen pun akhirnya diterima bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan ritel. “Saat ini saya bekerja sebagai crew store, tapi saya yakin ini bukanlah akhir dari perjuangan. Ini awal dari perjalanan yang lebih menarik di dunia kerja kedepannya,” kata Husen. Diluncurkan saat pandemi Covid 19 sebagai solusi untuk membantu angkatan kerja yang terdampak, hingga saat ini program Kartu Prakerja sudah memberi banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk Husen. Dilansir dari situs program Kartu Prakerja, sejak diluncurkan pada 2020 lalu hingga saat ini, Prakerja telah memberikan manfaat bagi setidaknya 17,5 juta masyarakat di 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Hingga tahun 2023, Prakerja sudah menyediakan 1.216 pelatihan, serta berkolaborasi dengan 245 Lembaga Pelatihan, salah satunya termasuk edtech Cakap. "Sebagai alumni Prakerja, saya merasa pelatihan ini bukan cuma membantu saya dapat pekerjaan, tapi rasa percaya diri (PD) saya jadi meningkat. Saya jadi faham bagaimana sudut pandang sebuah perusahaan menggaji karyawannya," jelas Husen. Kontak: Moh. Ferry Prihardiputra Public Relations Manager Ph: (+62) 8175268638 Email: ferry.prihardiputra@cakap.com